3.1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang juga disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis dilakukan menggunakan statistik.53
3.2. Metode Penelitian
Penelitian adalah upaya untuk memperoleh penyelesaian (solusi) terhadap permasalahan atau fenomena-fenomena yang terjadi melalui langkah-langkah pengumpulan dan menganalisa data, informasi dan fakta-fakta secara ilrniah.54
Metode penelitian ini menggunakan survei dengan kuisioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, bisa disebarkan secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet.55
53
3.3. Populasi dan Sampling 3.3.1. Populasi
Populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari suatu obyek yang merupakan perhatian Peneliti. Obyek penelitian dapat berupa makhluk hidup, benda-benda, sistem dan prosedur, fenomena dan lain-lain.56 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemirsa iklan televisi Holisticare Ester C Versi Mom Protection di fakultas komunikasi Universitas Mercu Buana tahun ajaran 2016, jurusan broadcast. Berdasarkan data dari kampus Universitas Mercu Buana didapatkan bahwa jumlah mahasiswa tersebut adalah sejumlah 394 orang.
3.3.2. Sampling
Sampel adalah bagian dari populasi sebagai wakil dari populasi.57 Sampel untuk penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Taro Yamane dengan nilai presisi 1%. Rumus taro yamane adalah sebagai berikut: N n = N.d2 + 1 n = sampel N = Jumlah populasi d = presisi (1%) 56
Kountour, Ronny. (2005). Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: Penerbit PPM, hal. 137
57 ibid
Dari rumus diatas, maka didapatkan hasil sebagai berikut: n = N N x d2 + 1 n = 394 394 x 0.010 + 1 n = 394 3.94 + 1 n = 394 4.94 n = 79.7
Jumlah sampel didapatkan sejumlah 79,7 dan dibulatkan menjadi 80 orang.
3.3.3. Teknik Sampling
Tehnik penarikan sampel yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah tehnik random sampling. Teknik Random Sampling, mengambil anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa membedakan strata yang ada dalam populasi itu. Sampling jenis ini termasuk dalam kategori probability sampling karena memberikan peluang peluang/ kesempatan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
3.4. Variabel Penelitian
Variabel adalah atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai "variasi" antara satu orang atau obyek dengan orang atau obyek yang lain. Disebut variabel karena ada variasinya, untuk mendapatkan variasi, maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi.58 (Sugiyono, 2013:38)
3.4.1. Variabel Independen/ Variabel Bebas (X)
Variabel Independen sering disebut sebagai variabel stimulus,
predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia disebut sebagai variahel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variahel dependen (terikat).59
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kreatifitas iklan. Variabel ini diukur berdasarkan pendapat Smith, (2007) yang menyatakan bahwa kreatifitas iklan terdiri dari lima dimensi yaitu:
1. Orisinalitas, dengan indikator:
- Iklan menampilkan cerita yang tidak umum - Iklan menampilkan cerita yang mengejutkan
- Iklan menampilkan cerita yang tidak mudah ditebak - Iklan menampilkan gagasan yang unik.
2. Flexibilitas
- Iklan mengkaitkan produk dengan perlindungan ibu, tidak hanya konsumsi vitamin semata.
58
Ibid, hal. 38 59
- Iklan mengkaitkan produk dengan perhatian seorang ibu, tidak hanya konsumsi vitamin semata.
- Iklan menampilkan penggunaan produk yang berbeda dengan produk vitamin sejenis.
3. Elaborasi
- Iklan memberikan rincian informasi yang tidak terduga dari produk vitamin.
- Iklan memberikan rincian informasi lebih luas dari sekedar produk vitamin.
- Iklan memperkaya informasi yang dimiliki konsumen tentang produk vitamin C.
4. Sintesis
- Iklan menceritakan obyek yang tidak berkaitan.
- Iklan menampilkan hubungan yang tidak umum antar karakter dalam iklan.
- Iklan menampilkan hal-hal yang tidak umum untuk iklan produk vitamin.
5. Artistic value
- Text dan suara dalam iklan ditampilkan secara menarik - Visual iklan ditampilkan secara menarik
- Iklan menunjukkan dialog yang cerdas
3.4.2. Variabel Dependen/ Variabel Terikat (Y)
Variabel Dependen disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai variabel terikat, yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.60
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Daya tarik iklan, yaitu pendekatan yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen atau mempengaruhi perasaan mereka terhadap suatu produk61. Daya tarik dari iklan Ester C dikategorikan sebagai daya tarik kombinasi, paduan antara daya tarik informatif/ rasional dan emosional dengan indikator sebagai berikut:
1. Iklan menekankan pada sifat atau kualitas dari produk Ester C Holisticare 2. Iklan menampilkan Maudi Kusnadi sebagai tokoh yang menggunakan
produk Ester C Holisticare
3. Iklan menampilkan Maudi Kusnadi sebagai tokoh yang merekomendasikan produk Ester C Holisticare
4. Iklan menggambarkan seorang ibu yang bahagia karena menggunakan produk Ester C Holisticare
5. Iklan menggambarkan seorang ibu yang penuh perhatian pada anaknya dengan memberikan produk Ester C untuk anaknya.
6. Iklan menimbulkan perasaan menyenangkan pada konsumen 7. Iklan menimbulkan perasaan ceria pada konsumen
60
Ibid, hal. 39 61
George E. Blech and Michael A. Blech, Introduction to Advertising and Promotion, an Integrated Marketing Communication perspectives, 5th ed, Irwin/Graw Hill New York, 2001, Hal 275
8. Iklan menimbulkan perasaan gembira pada konsumen 9. Iklan menimbulkan perasaan positif pada konsumen
3.5. Teknik Pengumpulan Data, Jenis dan Sumber Data
Data adalah sekumpulan bukti empirik yang didapatkan dari suatu pengamatan, observasi, wawancara, pengukuran fisik, percobaan laboratorium, dan lain-lain yang harus diolah sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan keterangan atau informasi yang bermakna untuk menjawab rumusan masalah penelitian.62
3.5.1. Teknik Pengumpulan Data 1. Data Primer
Data primer adalah data informasi yang diperoleh tangan pertama yang dikumpulkan secara langsung dari sumbernya. Data primer adalah data yang paling asli dalam karakter dan tidak mengalami perlakuan statistik apapun. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, diskusi terfokus, dan penyebaran kuesioner.63 Data primer dalam penelitian ini didapatkan dari observasi dan kuisioner.
2. Data Sekunder
Data Sekunder adalah informasi tangan kedua yang sudah dikumpulkan oleh beberapa orang (organisasi) untuk tujuan tertentu dan tersedia untuk berbagai penelitian, data ini tidak berbentuk murni dan
telah menjalani treatment setidaknya satu kali. Contohnya adalah data dari Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.64 Data sekunder dalam penelitian ini didapatkan dari Biro Pusat Statistik (BPS), company profile, video iklan, dan kepustakaan tentang iklan, kreatifitas iklan dan daya tarik iklan.
Penelitian ini menggunakan skala likert, yaitu skala yang umum digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Umumnya digunakan dari sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju.65
3.6. Teknik Analisa Data 3.6.1. Uji Validitas
Validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Jika periset menggunakan kuesioner di dalam pengumpulan datanya, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang diukurnya (Husein Umar, 2003:179). Uji validitas dihitung menggunakan analisis korelasi pearson, keputusan mengetahui valid tidaknya butir instrument jika pada tingkat signifikan 5%. Jika nilai r
64
Ibid, hal. 30 65
hitung > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Makin kecil kesalahan pengukuran, makin reliabel alat pengukur. Sebaliknya makin besar kesalahan pengukuran, makin tidak reliable alat pengukur tersebut (Husein Umar, 2003:184). Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui kuatnya kolerasi butir-butir dalam kuesioner. Kolerasi antara butir-butir pertanyaan tersebut dapat diukur dengan menggunakan perkiraan Chronbach’s Alpha, dengan rumus:
2 2 11 1 1 t b k k r Keterangan: r11 = Reliabilitas instrumenk = Banyaknya butir pertanyaan
∑σb² = Jumlah varian butir
σt² = Varian total
Rumus varians yang digunakan:
1 2 2 2
n n x x n = Jumlah responden
x = Nilai skor yang dipilih
Reliabilias dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan SPSS 22. Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha (a) > 0, 6.
3.6.3. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Untuk analisis statistik parametrik persyaratan normalitas harus terpenuhi, yaitu data berasal dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau ordinal maka metode yang digunakan adalah statistik non-parametrik (Priyatno, 2008:28).
Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan cara melihat grafik P-P Plot dengan kriteria pengujian jika titik-titik (data) mengikuti arah garis diagonal, maka residual dalam model regresi berdistribusi secara normal dan model memenuhi asumsi normalitas data. Dengan menggunakan bantuan program SPSSVersi 22.
3.6.4. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan sikap responden terhadap variabel penelitian. Teknik analisis data deskriptif merupakan ringkasan jawaban yang diberikan responden terhadap pernyataan-pernyataan di dalam kuesioner. Analisis Data Deskriptif yang umumnya digunakan untuk menganalisis data pada penelitian-penelitian deskriptif
adalah dengan menggunakan tabel, grafik, ukuran central tendency, dan ukuran perbedaan (differential data analysis). Data-data kuantitatif pada penelitian deskriptif dihitung jumlahnya atau frekwensinya dan diringkas kedalam bentuk yang mudah dibaca adalah dengan menampilkan data tersebut kedalam bentuk distribusi frekuensi (frequency distribution) (Kountour, 2005:168). Pada umumnya tampilan data pada distribusi frekuensi terdiri dari tiga kolom yaitu variabel, frekuensi, dan persentasi (Kountour, 2005:169). Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran deksriptif tentang masing-masing variabel dalam penelitian ini.
3.6.5. Uji Korelasi
Uji Korelasi dalam penelitian ini untuk mengetahui besaran koefisien korelasi antara variabel kreatifitas iklandengan daya tarik iklan. Koefisien korelasi dihitung dengan menggunakan perhitungan statistik Pearson Product Moment dengan rumus sebagaimana dinyatakan oleh Sugiyono (2009:228) sebagai berikut:
} ) ( . }{ ) ( . { ) )( ( 2 2 2 2 Y X n X XY n Y X XY n rxy Keterangan
rxy : Koefisien korelasi Pearson X : Kreatifitas Iklan
Y : Daya tarik iklan
Tabel 3.1. Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan/ Korelasi
0,00-0,199 Sangat rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-0,1000 Sangat Kuat Sumber: Sugiyono (2009:231)
3.6.6. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Perhitungan nilai koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa hesar variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Koefisien ini menunjukkan proporsi variabilitas total pada variabel terikat yang dijelaskan oleh model regresi (Widodo, 2005:111)
Nilai R2 berada pada interval 0 < R2 < 1. Semakin baik estimasi model dalam menggambarkall data, maka akan semakin dekat nilai R ke nilai 1 (satu). Rumus untuk Nilai R2 adalah (Widodo, 2005:111):
R2 = (r)2 x 100%, Dimana: R2 = Koefisien deternlinasi (r)2 = Koefisien korelasi
3.6.7. Regresi
Analisis regresi adalah analisis tentang hubungan suatu variabel kepada variabel lain yaitu variabel bebas dalam rangka membuat estimasi atau prediksi dari nilai rata-rata variabel terikat dengan diketahuinya nilai variabel bebas (Sugiyono, 2013:107).
Analisis Regresi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 22 for Windows. Persamaan regresi dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
Ŷ= a + b1x1+ b2x2+ b3x3 + b4x4 + b5x5
Dimana :
Ŷ = Daya tarik iklan
x1 = Orisinalitas
x2 = Flexibilitas
x3 = Elaborasi
x4 = Sintesis
x5 = Artistic value
a = nilai konstanta harga U jika X = 0
b = nilai arah atau penentu ramalan (prediksi)
3.6.8. Uji Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara atas permasalahan penelitian yang masih memerlukan data untuk diuji kebenarannya. Dugaan sementara ini didasarkan pada pemikiran dari teori-teori dasar yang kuat yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian dan dari buku-buku teks (Kountur, 2005:93).
Hipotesa dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1 = Dimensi Orisinalitas dari variabel Kreatifitas Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik iklan.
H2 = Dimensi Flexibilitas dari variabel Kreatifitas Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik iklan.
H3 = Dimensi Elaborasi dari variabel Kreatifitas Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik iklan.
H4 = Dimensi Sintesis dari variabel Kreatifitas Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik iklan.
H5 = Dimensi Artistic value dari variabel Kreatifitas Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik iklan. H6 = seluruh dimensi dari Variabel Kreatifitas Iklan secara bersamaan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik iklan.
3.7. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan dengan t-test dan F-test. Uji hipotesis dengan t-test digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki hubungan signifikan atau tidak dengan variabel terikat secara individual untuk setiap variabel (Widodo, 2005:112).
Rumus yang digunakan untuk mengetahui nilai t-hitung adalah sebagai berikut: 2 1 2 r n r thitung
Interpretasi hasil t test digunakan ketentuan sebagai berikut: 1) Jika t-hitung > t-tabel - H ditolak (ada hubungan yang signifikan) 2) Jika t-hitung < t-tabel ---> H diterima (tidak ada hubungan yang
Untuk mengetahui t-tabel digunakan ketentuan n-2 pada level of significance (a) sebesar 5% (tingkat kesalahan 5% atau 0.05) atau taraf keyakinan 95% atau 0,95. Jadi apabila tingkat kesalahan suatu variabel lebih dari 5% berarti variabel tersebut tidak signifikan.
Uji hipotesis dengan F-test digunakan untuk menguji hubungan dua variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel terikat. Rumusnya adalah sebagai berikut : ) 1 /( ) 1 ( / 2 2 k n R K R F Dimana : R2 = koefisien determinasi K = jumlah variabel independen N = jumlah sampel.