• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMP Darul Musyawirin yang beralamatkan di jalan Pengayoman no.33 Plered Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah di mulai pada bulan Maret sampai dengan April 2014. Untuk lebih lanjut dalam rangka penyusunan laporan, penulis akan melanjutkan di bulan sesudahnya sampai batas SK yang telah ditentukan. Adapun susun tahapan dan jadwal kegiatan penelitian di sekolah dalam bentuk tabel berikut :

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Penelitian

Bulan

Maret April

1 2 3 4 1 2 3 4

1. Persiapan √

2. Observasi Sekolah √ 3. Uji Coba Instrumen √

4. Proses KBM √ √ √

5. Tes Akhir Dan Angket

6. Pengumpulan Data √

7. Analisis Data √

Keterangan : Angka menunjukkan banyaknya minggu

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian adalah rangkaian cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi.1

1 Nana Syaodih Sukmadinata. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya, hal. 52

(2)

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen.

Metode ini bersifat menguji yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel tehadap variabel lain. Variabel yang mempengaruhi disebut variabel bebas (independent variables), sedangkan variabel yang dipengaruhi disebut variabel terikat (dependent variables).2

Sesuai dengan judul penelitian, maka terdapat dua variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini. Variabel pertama sebagai variabel bebas adalah strategi rolling cognitive dan variabel terikat adalah pemahaman matematika.

Bagan 3.1

Langkah-langkah penelitian

3.3 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah One-Shot case study. Desain ini memiliki pola ;

X O

2 Ibid., hal. 57-58

Persiapan

Memilih kelas eksperimen

Uji coba instrument penelitian

Menganalisis data hasil uji coba untuk mengetahui validitas, realibilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran

Mengumpulkan data hasil penelitian Melakukan post tes di kelas eksperimen Kegiatan belajar mengajar di kelas eksperimen

Menganalisis data

(3)

Dimana X adalah treatment atau perlakuan, dan O adalah hasil observasi sesudah treatment.3 Desain ini peneliti hanya mengadakan treatment satu kali kemudian diadakan post test.

3.4 Populasi dan Sampel a. Populasi

Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.4 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII

SMP Darul Musyawirin Tahun Ajaran 2013/2014.

Tabel 3.2

Jumlah siswa kelas VIII SMP Darul Musyawirin Tahun Ajaran 2013/2014.

Kelas Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan

VIII-A 25 21

VIII-B 24 21

VIII-C 22 20

VIII-D 24 20

VIII-E 16 17

VIII-F 20 18

VIII-G 24 18

VIII-H 23 18

VIII-I 24 16

Jumlah 371

Sumber : Dokumen sekolah

b. Sampel

Menurut Victorianus Aries Siswanto sampel merupakan sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki.5 Pengambilan sampel merupakan suatu proses pemilihan dan penentuan jenis sampel dan

3 Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka cipta, hal. 83

4Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D).

Bandung: Alfabeta, hal. 117

5Victorianus Aries Siswanto. 2012. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu, hal. 43

(4)

perhitungan besarnya sampel yang akan menjadi subyek atau obyek penelitian.6

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Random Cluster Sampling yaitu bentuk random sampling dimana populasinya dibagi menjadi beberapa cluster dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.7 Sampel ditentukan dengan cara mengundi dari sejumlah kelas yang ada diambil satu kelas sebagai objek penelitian dengan ketentuan kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan strategi rolling cognitive. Kelas yang digunakan sebagai objek penelitian adalah kelas VIII-E Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah 33 siswa.

3.5 Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian menarik kesimpulan darinya.8

Variabel penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu variabel independent (Variabel bebas) dan variabel dependent (Variabel terikat). Peneliti telah menentukan strategi rolling cognitive sebagai variabel independent, sedangkan pemahaman matematika sebagai variabel dependent.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang penting dalam penlitian. Untuk mendapatkan data yang objektif dan lengkap, maka harus diperhatikan teknik pengumpulannya. Terdapat bermacam-macam teknik pengumpulan data. Pemilihan teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan

6Nana Syaodih Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, hal. 525

7 M.Iqbal Hasan. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia, hal.67

8 Sugiyono. Op.Cit, hal.61

Pemahaman Matematika Strategi Rolling

Cognitive

(5)

karakteristik penelitiannya. Teknik pengumpulan data sangat berhubungan dengan permasalahan penelitian.

a. Definisi Konseptual

1) Strategi Rolling Cognitive (X)

Strategi rolling cognitive merupakan strategi pembelajaran yang lebih memprioritaskan pemahaman siswa, dimana siswa dengan guru atau siswa dengan siswa saling bertukar pendapat dan bertukar informasi serta berbagi gagasan, dimana setiap siswa dan guru berbeda pemikiran yang diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang maksimal dan bermakna karena siswa langsung ikut serta atau berperan aktif.

2) Pemahaman Matematika (Y)

Pemahaman matematika merupakan penyerapan asli, mengerti dari sisi kognitif(pengetahuan) akan suatu konsep materi matematika lebih lanjut, serta mampu membedakan sejumlah konsep-konsep yang saling terpisah.

b. Definisi Operasional

1) Variabel strategi rolling cognitive (X) adalah respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan strategi rolling cognitive.

2) Variabel pemahaman matematika siswa (Y) adalah prosentase skor total jawaban responden setelah menjawab tes uraian yang diberikan.

3.7 Instrumen Penelitian a. Angket

Menurut Riduwan9, “angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna”. Dalam penelitian ini angket berisikan rangkaian pertanyaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan strategi rolling cognitive yang digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan strategi rolling

9Riduwan. 2003. Dasar – dasar Statistika. Bandung:Alfabeta, hal.52

(6)

cognitive untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa (bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok).

Adapun kisi-kisi angket respon siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Angket Respon Siswa N

o

Variabel Definisi

Operasional Indikator No Item Jumlah Soal

+ -

1. Penerapan Strategi Rolling Cognitive

Dalam Mata Pelajaran Matematika

Penerapan strategi rolling cognitive adalah penerapan strategi pembelajaran secara

berkelompok dengan saling bertukar pikiran untuk mengetahui tingkat

motivasi,serta hasil belajar siswa yang di ukur melalui pengakuan siswa

1. Motivasi belajar siswa dengan menggunakan strategi rolling cognitive.

2. Hasil belajar siswa setelah guru menerapkan strategi rolling cognitive dalam pembelajaran

3. Keunggulan belajar dalam kelompok

1,2,6, 7,8, 14,16 11,12, 13,

15 3,5

4,9,19 20

17

10,18

11

5

4

(7)

Data angket respon siswa terhadap strategi rolling cognitive dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase. Presentase dari data yang diperoleh berdasarkan perhitungan skor skala Likert:

Tabel 3.4 Skala Likert Kriteria

Nilai/Skor Pernyataan

Positif

Pernyataan Negatif

Sangat Setuju (SS) 5 1

Setuju (S) 4 2

Ragu-Ragu (TT/RR) 3 3

Tidak Setuju (TS) 2 4

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5

Hasil perhitungan presentase tiap item angket respon siswa terhadap strategi rolling cogitive diinterpretasikan ke dalam kriteria menurut Riduwan10, sebagai berikut:

Tabel 3.5

Kriteria Tiap Skor Angket

Rentang Kriteria

0% - 20% Sangat Lemah/Sangat Buruk

21% - 40% Lemah/Buruk

41% - 60% Cukup/Sedang

61% - 80% Kuat/Baik

81% - 100% Sangat Kuat/ Sangat Baik

10 Riduwan. 2006. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Pustaka Setia, hal. 41

(8)

b. Tes Pemahaman

Menurut Kusaeri dan Suprananto,11 tes adalah suatu prosedur sistematis yang dilakukan berdasarkan tujuan dan tata cara yang jelas.

Instrumen dalam penelitian ini berupa tes pemahaman yaitu soal essay sebanyak 10 butir soal post tes yang digunakan untuk mengetahui pemahaman matematika siswa pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Limas dan Prisma Tegak (Kubus dan Balok) di kelas VIII SMP Darul Musyawirin Kabupaten Cirebon. Penulis menggunakan post tes yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman matematika siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran rolling cognitive. Untuk mengetahui hasil tes baik tidaknya, peneliti beracuan pada KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang sudah ditetapkan ialah 70.

c. Uji Coba Instrumen 1) Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.12

Adapun untuk mendapatkan besarnya tingkat kevalidan instrumen, digunakan rumus product moment dari Karl Pearson, sebagai berikut :13

  

 

 

 

2 2 2 2

Y Y N X X

N

Y X XY

rxy N

Dengan keterangan,

rxy = koefisien korelasi product moment

11 Kusaeri dan Suprananto. Op.Cit, hal.16

12Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta, hal. 158

13Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. 2007. Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia, hal.31

(9)

X = nilai rata-rata harian siswa Y = nilai hasil uji coba tes N = banyaknya peserta tes

Untuk kriteria kevalidan disesuaikan dengan rtabel product moment.

Dalam uji kevalidan instrumen, sehingga soal bisa dikatakan valid jika perhitungan rxy  rtabel.

Pada instrumen ini penulis mengambil taraf kesalahan 5% dengan jumlah responden 33 siswa sehingga perhitungan harus lebih besar dari 0,344 baru bisa dikatakan instrumen tersebut valid. Dari 14 soal esay instrumen uji coba tes pemahaman matematika siswa, terdapat 10 soal yang valid yaitu nomor: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10. Sedangkan untuk instrumen tes yang invalid ada 4 soal yaitu nomor: 11, 12, 13 dan 14.

Tabel 3.6

Rekapitulasi Analisis Butir Soal No

Item rxy hitung Kriteria

1 0.76 Valid

2 0.80 Sangat valid

3 0.80 Sangat valid

4 0.77 Valid

5 0.73 Valid

6 0.55 Valid

7 0.67 Valid

8 0.81 Sangat valid

9 0.74 Valid

10 0.38 Sedang

11 0 Tidak valid

(10)

Sumber: Data diolah 2014

2) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil dari suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran hasilnya relatif sama.14 Pengujian reliabilitas instrumen ditentukan dengan rumus Alpha Cronbach15 yaitu :

Rumus yang digunakan untuk mencari , adalah sebagai berikut16:

Dimana:

= reliabilitas instrument k = banyaknya bulir soal

= varians total

= jumlah varians butir N = jumlah responden Dengan:

0,00 derajat reliabilitas sangat rendah 0,20 0,40 derajat reliabilitas rendah

0,40 0,70 derajat reliabilitas sedang

14Ibid., hal. 37

15Ibid., hal. 38

16Ibid., hal. 38

12 0 Tidak valid

13 0 Tidak valid

14 0 Tidak valid

(11)

0,70 0,90 derajat reliabilitas tinggi 0,90 1,00 derajat reliabilitas sangat tinggi

Berikut adalah hasil perhitungan uji realibilitas menggunakan rumus KR21:

Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan dan pengolahan data yang digunakan menggunakan formula KR21 realibilitas dapat diketahui.

Realibilitas instrumen tes pemahaman matematika siswa yaitu 0,75 yang artinya tingkat realibilitas tinggi.

3) Uji Indeks Kesukaran

Uji indeks kesukaran ini merupakan uji untuk mengukur seberapa besar tingkat kesukaran soal dalam nstrumen. Untuk mengetahui indeks kasukaran soal dalam instrumen dapat menggunakan rumus:

TK =

Dengan keterangan,

TK = Tingkat kesukaran tes bentuk uraian SA = Jumlah skor kelompok atas

SB = Jumlah skor kelompok bawah IA = Jumlah Skor IDEAL kelompok atas IB = Jumlah Skor IDEAL kelompok bawah

(12)

Menurut Karno To bahwa kriteria tingkat kesukaran sama dengan pada tes obyektif, yakni:

Tabel 3.7

Kriteria Tingkat Kesukaran

Rentang Kriteria

0% - 15% Sangat Sukar

16% - 30% Sukar

31% - 70% Sedang

71% - 85% Mudah

86% - 100% Sangat Mudah

Hasil perhitungan tingkat kesukaran tes pemahaman matematika bentuk uraian dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3.8

Tingkat Kesukaran Tiap Butir Soal Pemahaman Matematika

4) Uji Daya Pembeda

No Soal TK Keterangan

1 82% Mudah

2 60% Sedang

3 60% Sedang

4 60% Sedang

5 60% Sedang

6 60% Sedang

7 75% Mudah

8 100% Sangat Mudah

9 100% Sangat Mudah

10 90% Sangat Mudah

11 100% Sangat Mudah 12 100% Sangat Mudah 13 100% Sangat Mudah 14 100% Sangat Mudah

(13)

Untuk menghitung daya beda maka susun terlebih dahulu skor total siswa mulai dari yang tertinggi smpai yang terendah. Kemudian data dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu 27% kelompok atas dan 27% kelompok bawah. Sedangkan rumus untuk menghitung daya beda soal sebagai berikut:

DB = x 100%

DB = Indeks daya beda satu butir soal tertentu.

SA = Jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolah.

SB = Jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolah

IA = Jumlah skor IDEAL salah satu kelompok (atas/bawah) pada butir soal yang diolah.

Karno To menyebutkan bahwa kriteria daya beda adalah sebagai berikut:

Tabel 3.9 Kriteria Daya Beda

Rentang Kriteria

Negatif – 10 % Sangat Buruk

10% - 19% Buruk

20% - 29% Agak Baik

30% - 49% Baik

50% keatas Sangat Baik

Berikut ini adalah hasil perhitungan daya beda dengan menggunakan microsoft excel:

Tabel 3.10

Daya Beda Tiap Butir Soal

No.Soal DB Keterangan

1 31% Baik

2 33% Baik

3 33% Baik

4 33% Baik

(14)

5 32% Baik

6 31,1% Baik

7 44% Baik

8 65% Sangat Baik

9 31% Baik

10 33% Baik

11 0% Sangat Buruk

12 0% Sangat Buruk

13 0% Sangat Buruk

14 0% Sangat Buruk

3.8 Teknik Analisis Data

Menurut M.Iqbal Hasan17, analisis data adalah memperkirakan atau besarnya pengaruh secara kuantitatif dari perubahan sesuatu (beberapa) kejadian terhadap sesuatu (beberapa) kejadian lainnya, serta memperkirakan kejadian lainnya. Kejadian dapat dinyatakan sebagai perubahan variabel.

a. Uji persyaratan analisis 1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data tentang sampel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan dengan rumus kai kuadrat atau chi square, yaitu :18

 

i i i

E E

O 2

2

Dengan keterangan,

2 = harga kai kuadrat

Oi = frekuensi yang diharapkan (ekspektasi) Ei = frekuensi hasil pengamatan

Dalam menentukan kriteria pengujian digunakan tabel chi-kuadrat dengan dk = k-1 dan taraf α = 0,05. Jika 2hitung  2tabel table, maka data tersebut berdistribusi normal.

17 M.Iqbal Hasan. Op.Cit, hal.52

18 Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito, hal. 273

(15)

Uji normalitas juga bisa menggunakan dengan program SPSS versi 20, langkah-langkahnya sebagai berikut19 :

o Buka file anda

o Klik Analyze > Descriptive > Explore, kemudian masukkan variabelnya

o Klik Plots, lalu klik None, klik Normality plots with test, klik power estimation

o Klik Continue, klik OK 2) Uji Homogenitas

Tujuan dari uji homogenitas untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian bervarian homogen atau tidak. Adapun rumus yang digunakan dalam uji homogenitas ini adalah :20

2 2

2 1

S FS

Dimana,

2

S1 = varians terbesar

2

S2 = varians terkecil

Sedangkan kriteria pengujian jika FhitungFtabel , maka sampel bervarians homogen.

Atau dengan menggunakan program SPSS for window versi 20.

Adapun langkah-langkahnya menurut Wahidin, dkk sebagai berikut21 : o Buka file anda

o Klik Analyze > Compare Means > One Way ANOVA, kemudian masukkan variabelnya

o Klik Options, lalu klik Homogeneity of variance test o Klik Continue, klik OK

b. Analisis Data

19Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman, Op.Cit, hal. 81-83

20 Sudjana.Op.Cit., hal. 249

21Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman, Op.Cit, hal. 87-89

(16)

1) Uji Independensi dan Kelineran Regresi

Uji independensi adalah pengujian untuk mengetahui apakah hubungan antar variabel-variabel bebas atau terikat, sedangkan uji kelinieran regresi adalah pengujian untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak. Langkah-langkah uji regresi adalah:

a) Menentukan koefisien a dan b.22

a =

  

 

 

  

  2

2 X

X n

Y X

XY

b n

b) Persamaan regresi linier X dan Y : = a + bX Uji independensi dan uji kelinieran diperlukan:

a) JK (T) = b) JK (a) =

c) JK (b|a) = b{ } d) JKres = e) JK (E) = {

f) JK (TC) = JKres - JK (E) g) S2TC =

h) S2e =

Untuk uji tuna cocok regresi linier yaitu : i) S2 reg = JK (b|a)

j) S2 res =

Untuk uji kelinieran regresi yaitu :

Ringkasan pengujian kelinieran regresi dapat dilihat dalam tabel berikut:

22 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. Op.Cit, hal. 188

(17)

Tabel 3.11

Daftar Analisis Varians Untuk Uji Independensi Dan Kelinieran Regresi23

Kriteria pengujian : Uji Independensi Jika F =

F(1-α)(1,n-2), maka hubungan antar variabel bebas/ hubungan yang signifikan.

Uji Kelinieran Regresi

Jika F = ≤ F(1-α)(k-2,n-k), maka hubungan antar variabel linier.

Atau dengan menggunakan program SPSS for window versi 20.

Adapun langkah-langkahnya menurut Sambas Ali Muhidin dan Maman

Abdurahman, sebagai berikut24 :

o Buka file anda

23 Sudjana. Op.Cit, hal. 332

24 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. Op.Cit, hal. 191-193

Sumber

Variasi Dk JK KT F

Total N JK (T) JK (T)

Regresi (a)

Regresi (b|a) Regresi

(res)

1

1 n – 2

JK (a)

) ( ba JK JKres

JKres = Σ(Yi – Ŷi)2

JK (a)

 

ba

JK s2reg

2

2

n s res JKres

res reg

s s

2 2

Tuna Cocok

Kekeliruan

k – 2

n – k

JK (TC)

JK (E)

 

2

2

  k

TC s TC JK

 

2

2

  n

E

s e JK e

TC

s s

2 2

(18)

o Klik Analyze > Regression > Linier, kemudian masukkan variabel pemahaman ke Dependent List dan variabel strategi ke Independent List

o Klik OK

2) Persamaan Regresi

Dalam menentukan persamaan regresi, terlebih dahulu menentukan koefisien a dan b.25

a =

  

 

 

  

  2

2 X

X n

Y X

XY

b n

Sehingga akan diperoleh persamaan regresi linier X dan Y : = a + bX

3) Uji Korelasi

Mencari koefisien korelasi bertujuan untuk menentukan tingkat hubungan antara variabel X dengan Y. Koefisien korelasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus analisis korelasi product moment sebagai berikut :26

    

 

 

 

2 2 2 2

Y Y

n X X

n

Y X

XY rxy n

Dengan keterangan, n = banyak data

X = hasil tes variabel terikat Y = hasil tes variabel bebas

25 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. Op.Cit, hal. 188

26Ibid., hal. 31

(19)

Setelah diperoleh harga keofisien korelasi, kemudian harga koefisien korelasi tersebut di interpretasikan dengan menggunakan ketetapan yang dikemukakan oleh Arikunto, sebagai berikut:

Tabel 3.12

Interpretasi nilai rxy

Besarnya nilai r Interpretasi 0,0 < rxy ≤ 0,2 Sangat rendah 0,2 < rxy ≤ 0,4 Rendah 0,4 < rxy ≤ 0,6 Agak rendah 0,6 < rxy ≤ 0,8 Cukup 0,8 < rxy ≤ 1,0 Tinggi

4) Koefisien Determinasi (Kebaikan Model)

Mencari koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa besar kontribusi antara variabel terikat terhadap variabel bebas dalam bentuk persen. Rumus yang digunakan adalah :

%

2100

r KD Dengan keterangan,

KD = koefisien determinasi r = koefisien korelasi c. Uji Hipotesis

1) Uji t ( t-test)

Untuk mengetahui signifikan koefisien korelasi digunakan uji-t dengan rumus sebagai berikut :27

1 2

2 r n t r

 

Dengan keterangan, r = koefisien regresi

27 Sudjana. Op. Cit., hal. 380

(20)

n = banyaknya data

 Jika harga thitungttabel , maka Ho ditolak, artinya koefisien korelasi untuk kedua variabel penulisan cukup berarti.

 Jika harga thitungttabel , maka Ho diterima, artinya koefisien korelasi untuk kedua variabel penulisan disimpulkan tidak berarti.

3.9 Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik dari proposal ini yang berjudul ”Pengaruh Penerapan Strategi Rolling Cognitive Terhadap Pemahaman Matematika Siswa” sebagai berikut :

0

0: y

H

0 : YHa  , dimana :

X = Strategi Rolling Cognitive Y = Pemahaman Matematika

y = Koefisien korelasi antara Y dengan X

Gambar

Tabel 3.4  Skala Likert  Kriteria  Nilai/Skor  Pernyataan  Positif  Pernyataan Negatif  Sangat Setuju (SS)  5  1  Setuju (S)  4  2  Ragu-Ragu (TT/RR)  3  3  Tidak Setuju (TS)  2  4
Tabel 3.9  Kriteria Daya Beda

Referensi

Dokumen terkait

Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kausal yaitu merupakan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara satu atau lebih variabel bebas

Suzanna Lamria Siregar (2003) mengatakan karena titik perhatian analisis ini adalah korelasi (hubungan) maka kedua variabel tidak perlu dibedakan menjadi kelompok variabel tidak

Variabel bebas (independent variabel), merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono,

Dalam penelitian ini, MRP sebagai variabel bebas (variabel X) sedangkan (variabel Y) variabel terikat yaitu Biaya Produksi (Y1) dan Profitabilitas (Y2). Penelitian

Penelitian ini menjabarkan bahwa: variabel tidak terikat (independent variabel) di sini adalah lingkungan kerja, kompensasi kerja dan konfik kerja.Sedangkan

Variabel dependent (variabel terikat) adalah niat pembelian pada produk mie instan Lemonilo, sedangkan variabel independent (variabel bebas) adalah duta merek dan citra

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh dua atau lebih variabel bebas (independen) dan satu variabel terikat (dependen) (Ghozali, 2013:57).Dalam

Analisis regresi linier berganda adalah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau