BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP Darul Musyawirin yang beralamatkan di jalan Pengayoman no.33 Plered Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah di mulai pada bulan Maret sampai dengan April 2014. Untuk lebih lanjut dalam rangka penyusunan laporan, penulis akan melanjutkan di bulan sesudahnya sampai batas SK yang telah ditentukan. Adapun susun tahapan dan jadwal kegiatan penelitian di sekolah dalam bentuk tabel berikut :
Tabel 3.1
Jadwal Kegiatan Penelitian
No Kegiatan Penelitian
Bulan
Maret April
1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan √
2. Observasi Sekolah √ 3. Uji Coba Instrumen √
4. Proses KBM √ √ √
5. Tes Akhir Dan Angket
√
6. Pengumpulan Data √
7. Analisis Data √
Keterangan : Angka menunjukkan banyaknya minggu
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian adalah rangkaian cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi.1
1 Nana Syaodih Sukmadinata. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya, hal. 52
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen.
Metode ini bersifat menguji yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel tehadap variabel lain. Variabel yang mempengaruhi disebut variabel bebas (independent variables), sedangkan variabel yang dipengaruhi disebut variabel terikat (dependent variables).2
Sesuai dengan judul penelitian, maka terdapat dua variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini. Variabel pertama sebagai variabel bebas adalah strategi rolling cognitive dan variabel terikat adalah pemahaman matematika.
Bagan 3.1
Langkah-langkah penelitian
3.3 Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah One-Shot case study. Desain ini memiliki pola ;
X O
2 Ibid., hal. 57-58
Persiapan
Memilih kelas eksperimen
Uji coba instrument penelitian
Menganalisis data hasil uji coba untuk mengetahui validitas, realibilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran
Mengumpulkan data hasil penelitian Melakukan post tes di kelas eksperimen Kegiatan belajar mengajar di kelas eksperimen
Menganalisis data
Dimana X adalah treatment atau perlakuan, dan O adalah hasil observasi sesudah treatment.3 Desain ini peneliti hanya mengadakan treatment satu kali kemudian diadakan post test.
3.4 Populasi dan Sampel a. Populasi
Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.4 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII
SMP Darul Musyawirin Tahun Ajaran 2013/2014.
Tabel 3.2
Jumlah siswa kelas VIII SMP Darul Musyawirin Tahun Ajaran 2013/2014.
Kelas Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan
VIII-A 25 21
VIII-B 24 21
VIII-C 22 20
VIII-D 24 20
VIII-E 16 17
VIII-F 20 18
VIII-G 24 18
VIII-H 23 18
VIII-I 24 16
Jumlah 371
Sumber : Dokumen sekolah
b. Sampel
Menurut Victorianus Aries Siswanto sampel merupakan sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki.5 Pengambilan sampel merupakan suatu proses pemilihan dan penentuan jenis sampel dan
3 Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka cipta, hal. 83
4Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D).
Bandung: Alfabeta, hal. 117
5Victorianus Aries Siswanto. 2012. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu, hal. 43
perhitungan besarnya sampel yang akan menjadi subyek atau obyek penelitian.6
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Random Cluster Sampling yaitu bentuk random sampling dimana populasinya dibagi menjadi beberapa cluster dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.7 Sampel ditentukan dengan cara mengundi dari sejumlah kelas yang ada diambil satu kelas sebagai objek penelitian dengan ketentuan kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan strategi rolling cognitive. Kelas yang digunakan sebagai objek penelitian adalah kelas VIII-E Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah 33 siswa.
3.5 Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian menarik kesimpulan darinya.8
Variabel penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu variabel independent (Variabel bebas) dan variabel dependent (Variabel terikat). Peneliti telah menentukan strategi rolling cognitive sebagai variabel independent, sedangkan pemahaman matematika sebagai variabel dependent.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang penting dalam penlitian. Untuk mendapatkan data yang objektif dan lengkap, maka harus diperhatikan teknik pengumpulannya. Terdapat bermacam-macam teknik pengumpulan data. Pemilihan teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan
6Nana Syaodih Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, hal. 525
7 M.Iqbal Hasan. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia, hal.67
8 Sugiyono. Op.Cit, hal.61
Pemahaman Matematika Strategi Rolling
Cognitive
karakteristik penelitiannya. Teknik pengumpulan data sangat berhubungan dengan permasalahan penelitian.
a. Definisi Konseptual
1) Strategi Rolling Cognitive (X)
Strategi rolling cognitive merupakan strategi pembelajaran yang lebih memprioritaskan pemahaman siswa, dimana siswa dengan guru atau siswa dengan siswa saling bertukar pendapat dan bertukar informasi serta berbagi gagasan, dimana setiap siswa dan guru berbeda pemikiran yang diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang maksimal dan bermakna karena siswa langsung ikut serta atau berperan aktif.
2) Pemahaman Matematika (Y)
Pemahaman matematika merupakan penyerapan asli, mengerti dari sisi kognitif(pengetahuan) akan suatu konsep materi matematika lebih lanjut, serta mampu membedakan sejumlah konsep-konsep yang saling terpisah.
b. Definisi Operasional
1) Variabel strategi rolling cognitive (X) adalah respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan strategi rolling cognitive.
2) Variabel pemahaman matematika siswa (Y) adalah prosentase skor total jawaban responden setelah menjawab tes uraian yang diberikan.
3.7 Instrumen Penelitian a. Angket
Menurut Riduwan9, “angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna”. Dalam penelitian ini angket berisikan rangkaian pertanyaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan strategi rolling cognitive yang digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan strategi rolling
9Riduwan. 2003. Dasar – dasar Statistika. Bandung:Alfabeta, hal.52
cognitive untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa (bahasan Bangun Ruang Kubus dan Balok).
Adapun kisi-kisi angket respon siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.3
Kisi-Kisi Angket Respon Siswa N
o
Variabel Definisi
Operasional Indikator No Item Jumlah Soal
+ -
1. Penerapan Strategi Rolling Cognitive
Dalam Mata Pelajaran Matematika
Penerapan strategi rolling cognitive adalah penerapan strategi pembelajaran secara
berkelompok dengan saling bertukar pikiran untuk mengetahui tingkat
motivasi,serta hasil belajar siswa yang di ukur melalui pengakuan siswa
1. Motivasi belajar siswa dengan menggunakan strategi rolling cognitive.
2. Hasil belajar siswa setelah guru menerapkan strategi rolling cognitive dalam pembelajaran
3. Keunggulan belajar dalam kelompok
1,2,6, 7,8, 14,16 11,12, 13,
15 3,5
4,9,19 20
17
10,18
11
5
4
Data angket respon siswa terhadap strategi rolling cognitive dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase. Presentase dari data yang diperoleh berdasarkan perhitungan skor skala Likert:
Tabel 3.4 Skala Likert Kriteria
Nilai/Skor Pernyataan
Positif
Pernyataan Negatif
Sangat Setuju (SS) 5 1
Setuju (S) 4 2
Ragu-Ragu (TT/RR) 3 3
Tidak Setuju (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5
Hasil perhitungan presentase tiap item angket respon siswa terhadap strategi rolling cogitive diinterpretasikan ke dalam kriteria menurut Riduwan10, sebagai berikut:
Tabel 3.5
Kriteria Tiap Skor Angket
Rentang Kriteria
0% - 20% Sangat Lemah/Sangat Buruk
21% - 40% Lemah/Buruk
41% - 60% Cukup/Sedang
61% - 80% Kuat/Baik
81% - 100% Sangat Kuat/ Sangat Baik
10 Riduwan. 2006. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Pustaka Setia, hal. 41
b. Tes Pemahaman
Menurut Kusaeri dan Suprananto,11 tes adalah suatu prosedur sistematis yang dilakukan berdasarkan tujuan dan tata cara yang jelas.
Instrumen dalam penelitian ini berupa tes pemahaman yaitu soal essay sebanyak 10 butir soal post tes yang digunakan untuk mengetahui pemahaman matematika siswa pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Limas dan Prisma Tegak (Kubus dan Balok) di kelas VIII SMP Darul Musyawirin Kabupaten Cirebon. Penulis menggunakan post tes yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman matematika siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran rolling cognitive. Untuk mengetahui hasil tes baik tidaknya, peneliti beracuan pada KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang sudah ditetapkan ialah 70.
c. Uji Coba Instrumen 1) Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.12
Adapun untuk mendapatkan besarnya tingkat kevalidan instrumen, digunakan rumus product moment dari Karl Pearson, sebagai berikut :13
2 2 2 2
Y Y N X X
N
Y X XY
rxy N
Dengan keterangan,
rxy = koefisien korelasi product moment
11 Kusaeri dan Suprananto. Op.Cit, hal.16
12Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta, hal. 158
13Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. 2007. Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia, hal.31
X = nilai rata-rata harian siswa Y = nilai hasil uji coba tes N = banyaknya peserta tes
Untuk kriteria kevalidan disesuaikan dengan rtabel product moment.
Dalam uji kevalidan instrumen, sehingga soal bisa dikatakan valid jika perhitungan rxy rtabel.
Pada instrumen ini penulis mengambil taraf kesalahan 5% dengan jumlah responden 33 siswa sehingga perhitungan harus lebih besar dari 0,344 baru bisa dikatakan instrumen tersebut valid. Dari 14 soal esay instrumen uji coba tes pemahaman matematika siswa, terdapat 10 soal yang valid yaitu nomor: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10. Sedangkan untuk instrumen tes yang invalid ada 4 soal yaitu nomor: 11, 12, 13 dan 14.
Tabel 3.6
Rekapitulasi Analisis Butir Soal No
Item rxy hitung Kriteria
1 0.76 Valid
2 0.80 Sangat valid
3 0.80 Sangat valid
4 0.77 Valid
5 0.73 Valid
6 0.55 Valid
7 0.67 Valid
8 0.81 Sangat valid
9 0.74 Valid
10 0.38 Sedang
11 0 Tidak valid
Sumber: Data diolah 2014
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil dari suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran hasilnya relatif sama.14 Pengujian reliabilitas instrumen ditentukan dengan rumus Alpha Cronbach15 yaitu :
Rumus yang digunakan untuk mencari , adalah sebagai berikut16:
Dimana:
= reliabilitas instrument k = banyaknya bulir soal
= varians total
= jumlah varians butir N = jumlah responden Dengan:
0,00 derajat reliabilitas sangat rendah 0,20 0,40 derajat reliabilitas rendah
0,40 0,70 derajat reliabilitas sedang
14Ibid., hal. 37
15Ibid., hal. 38
16Ibid., hal. 38
12 0 Tidak valid
13 0 Tidak valid
14 0 Tidak valid
0,70 0,90 derajat reliabilitas tinggi 0,90 1,00 derajat reliabilitas sangat tinggi
Berikut adalah hasil perhitungan uji realibilitas menggunakan rumus KR21:
Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan dan pengolahan data yang digunakan menggunakan formula KR21 realibilitas dapat diketahui.
Realibilitas instrumen tes pemahaman matematika siswa yaitu 0,75 yang artinya tingkat realibilitas tinggi.
3) Uji Indeks Kesukaran
Uji indeks kesukaran ini merupakan uji untuk mengukur seberapa besar tingkat kesukaran soal dalam nstrumen. Untuk mengetahui indeks kasukaran soal dalam instrumen dapat menggunakan rumus:
TK =
Dengan keterangan,
TK = Tingkat kesukaran tes bentuk uraian SA = Jumlah skor kelompok atas
SB = Jumlah skor kelompok bawah IA = Jumlah Skor IDEAL kelompok atas IB = Jumlah Skor IDEAL kelompok bawah
Menurut Karno To bahwa kriteria tingkat kesukaran sama dengan pada tes obyektif, yakni:
Tabel 3.7
Kriteria Tingkat Kesukaran
Rentang Kriteria
0% - 15% Sangat Sukar
16% - 30% Sukar
31% - 70% Sedang
71% - 85% Mudah
86% - 100% Sangat Mudah
Hasil perhitungan tingkat kesukaran tes pemahaman matematika bentuk uraian dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 3.8
Tingkat Kesukaran Tiap Butir Soal Pemahaman Matematika
4) Uji Daya Pembeda
No Soal TK Keterangan
1 82% Mudah
2 60% Sedang
3 60% Sedang
4 60% Sedang
5 60% Sedang
6 60% Sedang
7 75% Mudah
8 100% Sangat Mudah
9 100% Sangat Mudah
10 90% Sangat Mudah
11 100% Sangat Mudah 12 100% Sangat Mudah 13 100% Sangat Mudah 14 100% Sangat Mudah
Untuk menghitung daya beda maka susun terlebih dahulu skor total siswa mulai dari yang tertinggi smpai yang terendah. Kemudian data dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu 27% kelompok atas dan 27% kelompok bawah. Sedangkan rumus untuk menghitung daya beda soal sebagai berikut:
DB = x 100%
DB = Indeks daya beda satu butir soal tertentu.
SA = Jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolah.
SB = Jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolah
IA = Jumlah skor IDEAL salah satu kelompok (atas/bawah) pada butir soal yang diolah.
Karno To menyebutkan bahwa kriteria daya beda adalah sebagai berikut:
Tabel 3.9 Kriteria Daya Beda
Rentang Kriteria
Negatif – 10 % Sangat Buruk
10% - 19% Buruk
20% - 29% Agak Baik
30% - 49% Baik
50% keatas Sangat Baik
Berikut ini adalah hasil perhitungan daya beda dengan menggunakan microsoft excel:
Tabel 3.10
Daya Beda Tiap Butir Soal
No.Soal DB Keterangan
1 31% Baik
2 33% Baik
3 33% Baik
4 33% Baik
5 32% Baik
6 31,1% Baik
7 44% Baik
8 65% Sangat Baik
9 31% Baik
10 33% Baik
11 0% Sangat Buruk
12 0% Sangat Buruk
13 0% Sangat Buruk
14 0% Sangat Buruk
3.8 Teknik Analisis Data
Menurut M.Iqbal Hasan17, analisis data adalah memperkirakan atau besarnya pengaruh secara kuantitatif dari perubahan sesuatu (beberapa) kejadian terhadap sesuatu (beberapa) kejadian lainnya, serta memperkirakan kejadian lainnya. Kejadian dapat dinyatakan sebagai perubahan variabel.
a. Uji persyaratan analisis 1) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data tentang sampel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan dengan rumus kai kuadrat atau chi square, yaitu :18
i i i
E E
O 2
2
Dengan keterangan,
2 = harga kai kuadrat
Oi = frekuensi yang diharapkan (ekspektasi) Ei = frekuensi hasil pengamatan
Dalam menentukan kriteria pengujian digunakan tabel chi-kuadrat dengan dk = k-1 dan taraf α = 0,05. Jika 2hitung 2tabel table, maka data tersebut berdistribusi normal.
17 M.Iqbal Hasan. Op.Cit, hal.52
18 Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito, hal. 273
Uji normalitas juga bisa menggunakan dengan program SPSS versi 20, langkah-langkahnya sebagai berikut19 :
o Buka file anda
o Klik Analyze > Descriptive > Explore, kemudian masukkan variabelnya
o Klik Plots, lalu klik None, klik Normality plots with test, klik power estimation
o Klik Continue, klik OK 2) Uji Homogenitas
Tujuan dari uji homogenitas untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian bervarian homogen atau tidak. Adapun rumus yang digunakan dalam uji homogenitas ini adalah :20
2 2
2 1
S F S
Dimana,
2
S1 = varians terbesar
2
S2 = varians terkecil
Sedangkan kriteria pengujian jika FhitungFtabel , maka sampel bervarians homogen.
Atau dengan menggunakan program SPSS for window versi 20.
Adapun langkah-langkahnya menurut Wahidin, dkk sebagai berikut21 : o Buka file anda
o Klik Analyze > Compare Means > One Way ANOVA, kemudian masukkan variabelnya
o Klik Options, lalu klik Homogeneity of variance test o Klik Continue, klik OK
b. Analisis Data
19Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman, Op.Cit, hal. 81-83
20 Sudjana.Op.Cit., hal. 249
21Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman, Op.Cit, hal. 87-89
1) Uji Independensi dan Kelineran Regresi
Uji independensi adalah pengujian untuk mengetahui apakah hubungan antar variabel-variabel bebas atau terikat, sedangkan uji kelinieran regresi adalah pengujian untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak. Langkah-langkah uji regresi adalah:
a) Menentukan koefisien a dan b.22
a =
2
2 X
X n
Y X
XY
b n
b) Persamaan regresi linier X dan Y : = a + bX Uji independensi dan uji kelinieran diperlukan:
a) JK (T) = b) JK (a) =
c) JK (b|a) = b{ } d) JKres = e) JK (E) = {
f) JK (TC) = JKres - JK (E) g) S2TC =
h) S2e =
Untuk uji tuna cocok regresi linier yaitu : i) S2 reg = JK (b|a)
j) S2 res =
Untuk uji kelinieran regresi yaitu :
Ringkasan pengujian kelinieran regresi dapat dilihat dalam tabel berikut:
22 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. Op.Cit, hal. 188
Tabel 3.11
Daftar Analisis Varians Untuk Uji Independensi Dan Kelinieran Regresi23
Kriteria pengujian : Uji Independensi Jika F =
F(1-α)(1,n-2), maka hubungan antar variabel bebas/ hubungan yang signifikan.
Uji Kelinieran Regresi
Jika F = ≤ F(1-α)(k-2,n-k), maka hubungan antar variabel linier.
Atau dengan menggunakan program SPSS for window versi 20.
Adapun langkah-langkahnya menurut Sambas Ali Muhidin dan Maman
Abdurahman, sebagai berikut24 :
o Buka file anda
23 Sudjana. Op.Cit, hal. 332
24 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. Op.Cit, hal. 191-193
Sumber
Variasi Dk JK KT F
Total N JK (T) JK (T)
Regresi (a)
Regresi (b|a) Regresi
(res)
1
1 n – 2
JK (a)
) ( ba JK JKres
JKres = Σ(Yi – Ŷi)2
JK (a)
baJK s2reg
2
2
n s res JKresres reg
s s
2 2
Tuna Cocok
Kekeliruan
k – 2
n – k
JK (TC)
JK (E)
2
2
k
TC s TC JK
2
2
n
E
s e JK e
TC
s s
2 2
o Klik Analyze > Regression > Linier, kemudian masukkan variabel pemahaman ke Dependent List dan variabel strategi ke Independent List
o Klik OK
2) Persamaan Regresi
Dalam menentukan persamaan regresi, terlebih dahulu menentukan koefisien a dan b.25
a =
2
2 X
X n
Y X
XY
b n
Sehingga akan diperoleh persamaan regresi linier X dan Y : = a + bX
3) Uji Korelasi
Mencari koefisien korelasi bertujuan untuk menentukan tingkat hubungan antara variabel X dengan Y. Koefisien korelasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus analisis korelasi product moment sebagai berikut :26
2 2 2 2
Y Y
n X X
n
Y X
XY rxy n
Dengan keterangan, n = banyak data
X = hasil tes variabel terikat Y = hasil tes variabel bebas
25 Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. Op.Cit, hal. 188
26Ibid., hal. 31
Setelah diperoleh harga keofisien korelasi, kemudian harga koefisien korelasi tersebut di interpretasikan dengan menggunakan ketetapan yang dikemukakan oleh Arikunto, sebagai berikut:
Tabel 3.12
Interpretasi nilai rxy
Besarnya nilai r Interpretasi 0,0 < rxy ≤ 0,2 Sangat rendah 0,2 < rxy ≤ 0,4 Rendah 0,4 < rxy ≤ 0,6 Agak rendah 0,6 < rxy ≤ 0,8 Cukup 0,8 < rxy ≤ 1,0 Tinggi
4) Koefisien Determinasi (Kebaikan Model)
Mencari koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa besar kontribusi antara variabel terikat terhadap variabel bebas dalam bentuk persen. Rumus yang digunakan adalah :
%
2100
r KD Dengan keterangan,
KD = koefisien determinasi r = koefisien korelasi c. Uji Hipotesis
1) Uji t ( t-test)
Untuk mengetahui signifikan koefisien korelasi digunakan uji-t dengan rumus sebagai berikut :27
1 2
2 r n t r
Dengan keterangan, r = koefisien regresi
27 Sudjana. Op. Cit., hal. 380
n = banyaknya data
Jika harga thitungttabel , maka Ho ditolak, artinya koefisien korelasi untuk kedua variabel penulisan cukup berarti.
Jika harga thitungttabel , maka Ho diterima, artinya koefisien korelasi untuk kedua variabel penulisan disimpulkan tidak berarti.
3.9 Hipotesis Statistik
Hipotesis statistik dari proposal ini yang berjudul ”Pengaruh Penerapan Strategi Rolling Cognitive Terhadap Pemahaman Matematika Siswa” sebagai berikut :
0
0: y
H
0 : Y Ha , dimana :
X = Strategi Rolling Cognitive Y = Pemahaman Matematika
y = Koefisien korelasi antara Y dengan X