BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif dimana penelitian dilakukan dengan pendekatan asosiatif penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Pendekatan ini digunakan karena sesuai dengan rumusan permasalahan yang akan diteliti mengenai hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan prilaku agresif siswa di smpn 1 tambak dahan.
Pendekatan Kuantitatif menurut sugiyono (2013 :7), dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat psitivisme, digunakan untuk meneliti pada populasiatau sempel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random penggumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
3.2 Penentuan Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi
Menurut definisi Sugiyono (2013:23), populasi adalah suatu wilayah yang luas, meliputi:objek/tema dengan kualitas dan karakteristik tertentu, objek/tema tersebut ditentukan oleh peneliti dan harus dikaji untuk menarik kesimpulan.
Dengan demikian populasi yang digunakan dalampenelitian ini adalah siswa/siswi smpn 1 tambakdahan subang dengan jumlah 219 siswa kelas VIII .
3.2.2 Sampel
Menurut sugiyono (2013 : 62) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi.
Sedangkan sample pada penelitian ini adalah sebagian dari populasi. Maka dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah 141 siswa.
teknik penarikan sampel menggunakan teknik stratified random sampling yaitu penggambilan anggota sampel dari populasi yang mempunyai anggota / unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional.
Peneliti memberikan kuesioner yang sudah dipersiapkan kepada siswa/siswi smpn 1 tambakdahan melalui group whatsapp lalu membagikan link kuesioner yang dapat diisi oleh responden.
Adapun untuk teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin berikut :
n = N (1 + Ne²) Keterangan :
n = Jumlah sampel minimal N = Populasi
e = Toleransi error
n = N (1 + Ne²) = 200 (1 +200x (0,1) ²
Untuk mengetahui hasil yang lebih jelas mengenai hasil perhitungan dengan menggunakan rumus diatas, maka dapat dilihat tabel 3.1 sebagai berikut :
Tabel 3.1
Stratified random sampling
No Kelas Populasi Sampel Proses Perhitungan
1. VIII A 30 8 8/200 x 66 = 2,64
2. VIII B 29 7 7/200 x 66 = 2,31
3. VIII C 28 9 9/200 x 66 = 2,97
4. VIII D 27 10 10/200 x 66 = 3,3
5. VIII E 28 10 10/200 x 66 = 3,3
6. VIII F 29 11 11/200 x 66 = 3,63
7. VIII G 29 11 11/200 x 66 = 3,63
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Metode angket (Kuesioner)
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang menjawab responden dengan memberikan rangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis. Jika
yang diharapkan responden, maka kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efektif (Rawan & Triwidiastuti, 2012).
Adapun jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertutup adalah suatu angket dimana responden telah diberikan alternatif jawaban yang menurutnya sesuai realitas yang dialaminya, biasanya dengan memberikan tanda X atau √.
Sedangkan kuesioner terbuka adalah bila pertanyaan diformulasikan sedemikian rupa sehingga responden mempunyai kebebasan untuk menjawab tanpa adanya alternatif jawaban yang diberikan periset (Rusmana et al., 2019).
b. Studi Kepustakaan (Library Research)
Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data, landasan teori dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Studi dilakukan antara lain dengan mengumpulkan data yang bersumber literatur-literatur, bahan kuliah, dan hasil penelitian yang ada hubungannya dengan objek penelitian (Winarno, 2013). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai masalah yag sedang dibahas.
3.4 Operasional Variabel
Variabel adalah konstruksi yang propertinya telah ditetapkan sebagai nilai numerik. Variabel sebenarnya konsep dalam bentuk konkret atau konsep operasional. Suatu variabel adalah konsep tingkat rendah, yang acuan-acuannya secara relatif mudah diidentifikasi dan mudah diobservasi serta mudah diklasifikasi, diurut atau diukur (Surahman et al., 2016). Dalam penelitian ini
yang menjadi variabel bebas/ independen atau variabel (X) adalah “Pola komunikasi keluarga”, sedangkan variabel dependen (Y) adalah “Perilaku Agresif”.
3.5 Penskalaan
Dalam penelitian ini menggunakan Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditentukan secara khusus oleh peneliti, selanjutnya disebut variabel penelitian. Gunakan skala likert untuk mengubah variabel yang akan diukur menjadi indeks variabel (Sugiyono, 2013 : 93). Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item- item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif , yang dapat berupa kata-kata lain: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (RR), Tidak setuju (TS), Sangat tidak setuju (STS).
Tabel 3.2
Skor Pernyataan Responden
Pilihan Jawbaan Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Ragu-Ragu 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
(Skala Likert, Dr. Sudaryono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method :201)
3.6 Variabel Penelitian
Sebuah konsep harus dioperasionalkan, agar dapat diukur. Proses ini disebut konseptualisasi atau definisi operasional. Hasilnya berupa konstruk dan variabel beserta indikator-indikator pengukurannya. Penelitian tergantung pada observasi, jika tidak ada pernyataan atau cakupan observasi yang jelas, maka observasi tidak dapat dilakukan. Pernyataan atau batasan ini adalah hasil dari kegiatan mengoperasionalkan konsep, yang memungkinkan riset mengukur konsep /konstruk /variabel relevan, dan berlaku bagi semua jenis variabel.
Pada dasarnya mengoperasikan konsep sama dengan menginterpretasikan konsep berdasarkan parameter atau indikatornya. Dengan kata lain, hasil dari mengoperasionalkan konsep ini variabel. Dinamakan variabel karena mempunyai variasi nilai yang dapat diukur. Nilai-nilai inilah yang biasa disebut indikator (Pandjaitan & Ahmad, 2017). Variabel penelitian ini terdiri dari variabel independent/ bebas (X) yaitu “Pola Komunikasi Keluarga” dan dependent/ terikat (Y) yaitu “Perilaku Agresif”.
Skala pengukuran adalah upaya memberikan skor dan indikator. Berdasarkan variabel penelitian di atas, maka operasional variabel dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.3
Operasional Variabel
Konsep Variabel Indikator Parameter Skala
Pola
Komunikasi Keluarga Variabel (X)
Pola komunikasi persamaan (Eqquality Pattern )
Setiap individu membagi kesempatan komunikasi secara merata dan seimbang peran yang dimainkan setiap orang dalam keluarga adalah sama.
Setiap orang dianggap sederajat dan setara kemampuannya, bebas mengemukakan ide-ideopini, dan kepercayaan.
Likert
Pola komunikasi seimbang terpisah (Balance Split Pattern)
Setiap orang
memegang control atau kekuasaan dalam bidangnya masing- masing. Dalam pola
Likert
ini bisa jadi semua nggotanya memiliki kemampuan yang sama mengenai agama,kesehatan,seni dan satu pihak tidak dianggap lebih dari yang lain.
Pola komunikasi tak seimbang terpisah (Unbalance Split Pattern)
Dalam pola ini satu orang mendominasi, satu orang dianggap sebagai ahli lebih dari setengah wilayah komunikasi timbal balik. Satu orang mendominasi ini sering memegang control serta dianggap lebih cerdas atau berpengetahuan lebih.
Likert
Pola komunikasi monopoli (monopolly
Satu orang dipandang sebagai penguasa,
Likert
Pattern) orang ini lebih bersifat memerintah daripada
berkomunikasi, memberikan umpan balik orang lain.
Pemegang kekuasaan tidak pernah meminta pendapat, dan ia berhak atas keputusan akhir.
Perilaku Agresif Variabel (Y)
Physical Agression Merupakan agresif overt (terlihat).
Tendensi individu melakukan serangan secara fisik untuk mengekspresikan kemarahan atau agresif.
Likert
Verbal Agressions Tendesi menyerang orang lain atau memberikan stimulus
Likert
yang merugikan dan menyakitkan orang lain secara verbal, melalui kata-kata atau penolakan
Anger Perasaan
marah,kesal,sebal, dan tidak bisa mengontrol perasaan tersebut
Likert
Hostility Perasaan iri dan
cemburu terhadap orang lain,tidak memiliki
keperayaan,menaruh rasa dendam terhadap orang lain,serta berlaku kejam terhadap orang lain maupun binatang.
Likert
Sumber: Olahan Peneliti 2022
3.7 Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif deksriptif, sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono (2013 : 29) statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek Meneliti secara langsung melalui sampel atau data keseluruhan tanpa perlu menganalisis dan menarik kesimpulan umum.
Dalam penelitian ini analisis statistik yang digunakan adalah analisis inferensial. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan variabel- variabel dari sebuah situasi. Informasi yang disajikan oleh kajian deksriptif ini dapat membantu kita untuk memahami karakteristik suatu kelompok dalam kondisi tertentu, berfikir sistematik mengenai berbagai aspek dari kondisi tertentu, menawarkan ide untuk Selidiki atau teliti lebih lanjut dan buat keputusan sederhana (Siahaan & Meilani, 2019).
3.7.1 Uji Normalitas
Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui setelah perlakuan akan berdistribusi normal atau tolak. Distribusi normal akan membentuk garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data adalah normal maka garis menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Untuk uji nromalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk masing-masing variabel. Data dikatakan normal apabila nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 dan sebaliknya, apabila nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka dikatakan tidak normal.
3.7.2 Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Dasar pengambilan keputusannya adalah: jika nilai signifikasi deviation from liearity lebih dari 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan terikat. Jika nilai deviation from linearity kurang dari 0,05 tidak terdapat hubungan antara variabel bebas dan terikat.
3.7.3 Uji Regresi Linear Sederhana
Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Pada penelitian ini variabel bebas yaitu Perilaku Komunikasi Keluarga (Variabel X) dan variabel terikat yaitu Perilaku Agresif ( Variabel Y). Model persamaan umum regresi sederhana adalah sebagai berikut:
Dimana :
y = variabel dipenden a = konstanta
b = koefisien regresi x = variabel independen
3.7.4 Uji Korelasi Product Moment
Yaitu mengetahui kerekatan hubungan antara kedua variabel yang dianalisis, dimana hubungan dinyatakan oleh besarnya angka koefisien korelasi dan arah dinyatakan oleh tanda positif (+) atau negatif (-) apabila r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara dua individu dikatakan positif yang sangat
kuat dan bersifat searah, artinya kenaikan dan penurunan nilai X terjadi bersama dengan kenaikan atau penurunan Y.
Apabila r = 0 atau mendekati, maka hubungan kedua variabel (X) dan (Y) sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
Apabila r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi dikatakan negatif dan bersifat tidak searah bahwa kenaikan nilai X terjadi bersama-sama penurunan nilai Y demikian pula sebaliknya.
Selanjutnya dilakukan analisis inferensial berupa pengujian hubungan antar variabel. Dalam menghitung besarnya hubungan antara variabel, penulis menggunakan rumus korelasi product moment pearson sebagai berikut:
∑ ∑ ∑
[ ∑ ∑ ] [ ∑ ∑ ]
Dimana :
r = korelasi item yang dicari N = Banyaknya Responden
X = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item ƩY² = Jumlah kuadrat skor variabel X
ƩΥ² = Jumlah kuadrat skor variabel Y
Menurut Sugiyono (2013 : 183) untuk dapat memberi interpretasi terhadap kuat lemahnya hubungan variabel X dan variabel Y, maka dapat digunakan pedoman seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 3.4
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi Interval koefisien Tingkat Hubungan
0,00-0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat kuat
3.7.5 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi merupakan ukuran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Bila koefisien determinasi r2 = 0, berarti variabel bebas tidak mempunyai pengaruh sama sekali ( = 0% ) terhadap variabel tidak bebas. Sebaliknya, jika koefisien determinasi r2 = 1, berarti variabel bebas 100% dipengaruhi oleh variabel bebas.
Karena itu letak r2 berada dalam selang (interval) antara 0 dan 1, secara aljabar dinyatakan 0 1. Secara sederhana merupakan suatu ukuran kemajuan ditinjau dari sudut pengurangan kesalahan total (total error). R2 menujukan pengurangan atas kesalahan total ketika diplot sebuah garis regresi.
Dilanjutkan perhitungan koefisien determinasi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari variabel bebas (independent variabel) terhadap variabel terikat (dependent variabel), biasanya dinyatakan dalam presentase Koefisien determinasi ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Diantaranya: Kd = koefisien determinasi, r = koefisien korelasi
3.7.6 Uji Hipotesis 3.7.6.1 Partial (Uji t)
Digunakan untuk menguji apakah setiap variabel independen yaitu Pola Komunikasi Keluarga (X) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Perilaku Agresif (Y) secara parsial. Kaidah pengambilan keputusan dalam uji t dengan menggunakan SPSS dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan adalah 5%.
Jika nilai signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak atau variabel bebas tidak dapat menjelaskan variabel terikat atau tidak ada pengaruh antara variabel yang diuji. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ho dan Ha diterima atau variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat atau ada pengaruh antara variabel yang diuji.
3.7.6.2 Uji Simultan (Uji f)
Uji simultan (uji-f) ini digunakan untuk melihat apakah variabel independen yaitu Pola Komunikasi Keluarga (X) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Perilaku Agresif (Y). Kriteria pengambilan keputusan dalam uji F dengan menggunakan SPSS adalah:
Jika signifikansi < 0,05 / f-hitung > f-tabel = maka terdapat pengaruh.
Jika signifikansi > 0,05 / f-hitung < f-tabel = maka tidak terdapat
3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.8.1 Uji Validitas
Ada dua syarat penting yang berlaku untuk sebuah kuesioner yaitu valid dan reliabelnya intrumen yang ada dalam kuesioner tersebut, untuk itu perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2013 : 119).
Uji validitas dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk mengukur validitas data atau uji instrumen yang ditujukan untuk mengetahui alat ukur yang digunakan untuk mengukur obyek yang relevan.
Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, terlebih dahulu di uji validitasnya kepada responden dengan menggunakan rumus teknik korelasi person, Husein umar (2002:114) sebagai berikut:
∑ ∑ ∑ [ ∑ ∑ ] [ ∑ ∑ ]
Keterangan :
r = Koefisien korelasi tiap item
X = skor tiap item pertanyaan
Y = jumlah dari setiap pertanyaan
N = jumlah sampel
Untuk menilai apakah nilai tiap item valid, maka peneliti akan membandingkan dengan r tabel dengan cara penghitungan df = n – 2 dan probabilitas 0,05 atau 5%. Jika r tabel > r hitung maka valid. Untuk mempermudah perhitungan peneliti akan menggunakan aplikai Statistik Programme for social science (SPSS) versi 25.
3.8.2 Uji Reliabilitas
Perhitungan koefisien keandalan alat ukur digunakan untuk mengetahui Reliabilitas dan atau konsistensi alat ukur. Alat ukur yang andal tetap mempunyai perilaku yang sama dan atau menghasilkan nilai yang sama sekalipun kondisi pengukurannya berubah.
Reliabilitas adalah indeks yang menujukkan sejauh mana suatu alat pengukur yang dipercaya dapat diandalkan ( Menurut Sugiyono 2007:190).
Koefisien alat ukur yang umum digunakan adalah α Cronbach ( Sugiyono 2007:365). Koefisien ini didasarkan pada konsistensi internal dari alat ukur yaitu rata-rata korelasi item yang membentuk sebuah alat ukur. Bila item-item tersebut distandarisasikan sehingga terstandar deviasi satu. Teknik alat ukur yang digunakan untuk menguji realibilitas (keandalan) alat ukur adalah dengan menggunakan rumus:
[ ∑
] ) Dimana :
K = jumlah butir
Vi = varian dan butir ke- i
3.9 Lokasi dan Lokasi Penelitian 3.9.1 Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian yang peneliti rencanakan adalah sebagai berikut:
No Kegiatan
Febuari Maret April Mei Juni Juli Agustus
Minggu ke-
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Usulan
Penelitian
2. Revisi Usulan
Penelitian
3. Bimbingan &
Pengecekan Penelitian
4. Penyebaran
Angket &
Pengolaan Data
5. Sidang Skripsi
3.9.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan langsung d di SMPN 1 Tambak Dahan Subang yang beralamatkan di Jl.Affandy Mrican No 5,Caturtunggal,Kecamatan Tambak Dahan, Kabupaten Subang.