• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI 2 sks Oleh : Sri Rezeki Candra Nursari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI 2 sks Oleh : Sri Rezeki Candra Nursari"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI

PENGOLAHAN DATA

TERDISTRIBUSI

2 sks

Oleh : Sri Rezeki Candra

Nursari

Pertemuan 11-12

Pertemuan 11-12

Proses Perancangan

l

Pertimbangan Pemilihan Strategi

¡ Misi Organisasi l Model l Bentuknya l Kulturnya ¡ Teknologi l Kerumitan l Kemudahan l Peluang ¡ SDM yang ada

(2)

XI. Pengawasan Kompleksitas

l

Penggunaan DDP dapat menimbulkan

Kompleksitas ukuran sistem berkurang

à

Kompleksitas berkembang.

l

Adanya perkembangan Teknologi Komputer yang

masih sangat pesat

l

Pengendalian biaya

l

Adanya pertumbuhan organisai

Pengawasan Kompleksitas

l

Prinsip DDP

¡ Setiap node pengolahannya berdiri sendiri & meminimalkan hubungan dengan node yang jauh

l

Ketergantungan antar muka

¡ Sesedikit mungkin meminimalkan Couple

l

Tujuan Rancangan DDP

¡ Memaksimumkan otonomi lokal & meminimalkan ketergantungan

(3)

Kebaikan dan Keburukan Pengolahan

Data Terdistribusi

l

Proses terdistribusi dapat mengakibatkan

penambahan dan pengurangan kompleksitas

sistem perancangan pengolahan data

terdistribusi.

l

Beberapa karakteristik pengolahan data

terdistribusi yang baik dan buruk

Karakteristik PDT, Perancangan yang baik

l

Kompleksitas sistem berkurang

l

Interface antar subsistem sederhana dan

sedikit

l

Prosesor pemakai yang otonom hingga

derajat tertentu

l

Semua prosesor pemakai sesuai dengan

interface dan standar sistem

l

Prosesor pemakai menyediakan fasilitas data,

pembuatan laporan dan pengembangan

(4)

Karakteristik PDT, Perancangan yang baik

l

Otonomi pemakai dalam pengembangan

aplikasi

l

Arsitektur jaringan tingkat tinggi dapat

dipercaya dan fleksibel penggunaannya

l

Perancangan ditekankan pada produktivitas

pengembangan aplikasi

l

Prosesor peripheral mudah digunakan

l

Perancangan data terkoordinasi kecuali data

untuk satu lokasi

l

Perancangan, lokasi & penggunaan database

Karakteristik PDT, Perancangan yang baik

l

Keamanan sistem

l

Sistem dapat diaudit

l

Keseimbangan antara yang mana yang

harus dipusatkan, dan yang mana

(5)

Karakteristik PDT, Perancangan yang buruk

l

Kompleksitas bertambah

l

Interaksi antar subsistem rumit

l

Prosesor pemakai rumit hubungannya dengan

prosesor lain

l

Prosesor pemakai ditentukan oleh team yang

berbeda tanpa koordinasi dari pusat

l

Prosesor harus diprogram dalam bahasa

tingkat rendah

Karakteristik PDT, Perancangan yang buruk

l

Pengembangan aplikasi terpusat

l

Hubungan teleprocessing tingkat rendah dengan

arsitektur jaringan yang rumit

l

Pengembangan aplikasi hanya menggunakan

pemrograman cara lama

l

Prosesor peripheral memerlukan

pemrograman/operator sistem terlatih

l

Data imkompatibel pada lokasi berbeda

l

Tidak menggunakan DBMS

(6)

Karakteristik PDT, Perancangan yang buruk

l

Tidak ada keamanan pada node

peripheral

l

Sistem tidak dapat diaudit

l

Terpusat atau implementasi pada

departemen pemakai tanpa koordinasi

XII. Masalah Inkompatibilitas

Inkompatibilitas menghambat keterhubungan sistem dalam mencapai tujuannya.

Masalah yang terjadi biasanya adalah :

¡ Prosedur kontrol-jalur yang berbeda

¡ Pembuat yang berbeda

¡ Perangkat lunak di luar jaringan transpor dari pembuat yang berbeda

¡ Jenis perangkat lunak database yang berbeda

¡ Struktur file yang mahal untuk konversi ke struktur file lain atau struktur database

¡ Sulitnya migrasi ke teknologi yang lebih baik jika tidak direncanakan

¡ Administrasi data yang tidak cukup sehingga field data dan struktur data tidak kompatibel

(7)

XII. Masalah Inkompatibilitas

Arsitektur :

¡Dalam arsitektur sistem distribusi berbagai mesin harus dapat digabungkan untuk membetuk konfigurasi yang bermacam-macam caranya. Untuk itu, mesin dan perangkat lunaknya harus, kompatibel

¡Standar arsitektur harus mendukung :

l Perubahan sistem (konfigurasinya fleksibel)

l Keuntungan distribusi fungsi dan distribusi pengolahan

l Jaringan komputer perusahaan

XII. Masalah Inkompatibilitas

Inkompatibilitas Antar Pembuat

¡Arsitektur untuk pengolahan terdistribusi dan jaringan komputer dirancang oleh tiga tipe organisasi :

l Pembat komputer

l Common carrier dan administrator telekomunikasi

l Organisasi standar yang membuat interface seperti ccitt

¡Arsitektur dari pembuat komputer inkompatibel dengan arsitektur dari common carrier. Pembuat jaringan transpor sering berbeda sama sekali dengan X.25. Hanya sedikit sekali adanya persamaan antara arsitektur yang dibuat

¡Dengan adanya inkompatibilitas pada arsitektur, protokol konversi akan menjadi salah satu fungsi dari intelegensia terdistribusi

(8)

XII. Masalah Inkompatibilitas

Inkompatibilitas Sessions Service

¡Masalah yang lebih rumit adalah pada perangkat lunak tingkat lebih tinggi, session service, karena banyaknya fungsi yang mungkin. Perangkat lunak ini juga akan distandarisasi.

¡Suatu contoh fungsi yang menyederhanakan pemrograman aplikasi untuk sistem terdistribusi, tapi hanya bekerja pada mesin DECNET.

¡Untuk membuat jarak tersebut transparan bagi si

pemrogram, diperlukan protokol dan perangkat lunak yang rumit yang sangat kompatibel antar mesin yang

berkomunikasi.

¡Kompatibilitas ini hanya ada pada mesin dari pembuat yang sama.

XII. Masalah Inkompatibilitas

Inkompatibilitas Database

¡Struktur logis dari data yang disimpan dalam sistem database sangat penting untuk pengembangan aplikasi.

¡Sistem manajamen database yang berbeda jenisnya

seringkali inkompatibel, sehingga untuk mentransfer data antar sistem, programnya harus dituliskan kembali

¡Perkembangan PDT perlu ditunjang dengan penggunaan database di banyak lokasi. Satu mesin perlu mengolah data yang disimpan didalam database pada mesin lainnya. Dengan demikian kompatibilitas database juga sangat diperlukan

(9)

XII. Masalah Inkompatibilitas

Inkompatibilitas Data

¡Inkompatibilitas data dapat disebabkan oleh perancangan data yang tidak terkoordinasi

¡Kompatibilitas data sangat penting didalam PDT untuk :

l Pertukaran data

l Penggunaan data jarak jauh

¡Yang diperlukan :

l Kompatibilitas field

l Struktur record

l Pengelompokan field dalam database (record, segment, tuple)

¡Diperlukan koordinasi perancangan data yang terpusat

PERANCANGAN DISTRIBUSI DATA

Distribusi Data

.

Beberapa tipe data yang didistribusikan

Sentral Data, Single Host

Sentral Data, Multiple Host

Dependent Hirarki Data

HOST

HOST HOST HOST

(10)

Contoh umum Distribusi Data

l

Sistem data terpusat dengan sebuah Host

l

Sistem data terpusat dengan banyak Host

¡ Data disimpan di lokal/ditempat jauh

l

Sistem data Hirarki yang dependent

¡ Data pada mesin tingkat rendah erat hubungannya dengan mesin tingkat tinggi

¡ Merupakan subset dari data yang lebih tinggi tingkatannya

l

Sistem data Hirarki yang bebas

¡ Struktur data berbeda pada berbagai tingkat

¡ Data tingkat tinggi berupa ringkasan

¡ Contoh :

l Tingkat Rendah : Operasi rutin; kontrol produksi; order; persediaan

l Tingkat Tinggi : untuk sistem informasi

Contoh umum Distribusi Data

l Sistem Split data

¡ Struktur & format sama, datanya berbeda

¡ Tiap bagian menyimpan data bagiannya saja

l Sistem separate data

¡ Data & program berbeda

¡ Melayani perusahaan yang sama

l Sistem data salinan (Replikasi)

¡ Salinan data sama pada setiap lokasi (duplikat)

¡ Data di-Update dari sistem pusat

¡ Keuntungan :

l Menghindari kebutuhan transmisi data

l Bila terjadi kerusakan, salinan masih ada

l Ketersediaan sistem lebih ditingkatkan

l Waktu Respon lebih ditingkatkan

¡ Kerugian :

l Biaya tempat penyimpanan

(11)

Contoh umum Distribusi Data

l

Sistem Data Heterogen

¡

Sistem Komputer Heterogen

¡

Data disimpan pada setiap sistem komputer

¡

Tidak ada hubungan antar organisasi data

yang berbeda

¡

Pemakai dapat mengakses ke komputer lain

namun harus tahu bagaimana data di

organisasikan

Updating salinan data berganda

l

Perlu perhatian pada perencanaan update dan

recovery

l

Restart & recovery dapat menimbulkan masalah.

l

Beberapa alasan menggunakan salinan data

berganda

¡ Biaya transmisi à murah

¡ Respon waktu à akses lokal dapat ditingkatkan

¡ Availability

¡ Organisasi data à dapat berlainan

¡ Security à lebih aman, karena ada salinan

¡ Biaya konversi à Mengurangi biaya & waktu konversi

(12)

Updating salinan master

l

Seluruh transaksi langsung meng-update

master. Master menerbitkan salinan yang

baru dari record-record yang berubah ke

prosesor lain secara periodik

l

Transaksi peng-update bukan file master.

Seluruh transaksi disimpan untuk

peng-update-an periodik dari master

Kriteria Aplit

l

Pembagian secara Geografis

¡

Mengurangi biaya total sistem

¡

Meningkatkan keberadaan sistem data

¡

Meningkatkan ke aksesan data

¡

Waktu respon yang cepat

¡

Otoritas user lokal

l

Kerugian

¡

Komplek

¡

Prosedur sekuriti lebih baik & aman pada

lokasi pusat

(13)

Sampai

Bertemu

Referensi

Dokumen terkait

 Terjadi kegagalan dalam memulihkan perfusi organ pada resusitasi cairan menandakan perdarahan masih berlanjut atau syok neurogenik Sudah resusitasi tp tidak ada perubahan. 

Tahap analisis morfologi pada preprocessing ini dilakukan dengan menerapkan sistem MorphInd sebagai penganalisis morfologi bahasa Indonesia yang akan

Pengukuran parameter kualitas air seperti suhu, kecerahan, kedalaman, pH oksigen terlarut dan karbondioksida bebas yang ditemukan selama penelitian menunjukkan bahwa

Gagasan yang ingin diungkapkan oleh pemelajar adalah ‘bersahabat baik’. Kata amitié bermakna ‘perasaan saling mengasihi yang bukan didasari oleh hubungan darah atau

 Dari batasan di atas maka dapat dikatakan bahwa etika profesi itu berkaitan dengan baik dan buruknya tingkah laku individu dalam suatu pekerjaan, yang telah diatur dalam

Hubungan antara ukuran diameter katalisator dan konversi gliserol pada suhu reaksi 35℃, perbandingan pereaksi 6:1 mol aseton/mol gliserol, konsentrasi katalisator 3% massa

Pada akhir siklus II (kedua), hasil supervisi akademik dengan melakukan pendampingan guru bimbingan konseling dalam penyusunan rencana pelaksanaan layanan bimbingan

1 Hasil penelitian menunjukkan subsitusi gula pasir dengan tepung daun stevia pada selai albedo semangka berpengaruh (p<0,05) terhadap peningkatan kadar abu dan