• Tidak ada hasil yang ditemukan

growing moving forward

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "growing moving forward"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

laporan tahunan

2011

annual report

growing

and

moving

forward

PT RESWARA MINERGI HARTAMA Gedung TMT 1, 9th Fl. Suite 901

Jl. Cilandak KKO No. 1 Jakarta 12560 - Indonesia T. +62 21 2997 6733 F. +62 21 2997 6731/ 6732 www.reswara.co.id A Member of ABM Group

laporan tahunan 2011 annual report

LAPORAN TAHUNAN

2011

ANNUAL REPORT PT RESWARA MINERGI HARTAMA

(2)

what’s

inside?

ABOUT RESWARA Sekilas Tentang Reswara

RESWARA AT A GLANCE

1

Jejak Langkah

Kelompok Usaha Perusahaan RESWARA GROUP

MILESTONES

4

Struktur Perusahaan

CORPORATE STRUCTURE

6

Bisnis Bersinergi

THE BUSINESSES IN SyNERGy

8

Visi - Misi

dan Nilai - Nilai Utama VISION - MISSION AND CORE VALUES

9

Peristiwa Penting SIGNIFICANT EVENTS

10

Penghargaan AWARDS

14

Ikhtisar Keuangan FINANCIAL HIGHLIGHTS

15

Cadangan Batubara COAL RESERVES

16

FROM THE MANAGEMENT Laporan Dewan Komisaris REPORT FROM THE BOARD OF COMMISSIONER

18

Profil Dewan Komisaris PROFILE OF THE BOARD OF COMMISSIONERS

22

Laporan Direktur REPORT FROM THE DIRECTOR

24

Profil Direktur dan Manajemen PROFILE OF DIRECTOR AND

MANAGEMENT

31

BUSINESS REVIEW Tinjauan Operasional OPERATIONAL REVIEW

32

Tinjauan Usaha

BUSINESS REVIEW - PT TIA

36

Tinjauan Usaha BUSINESS REVIEW - PT MDB

42

Tinjauan Usaha BUSINESS REVIEW - PT PBR

48

Pemasaran MARKETING

50

HUMAN RESOURCES Laporan Sumber Daya Manusia HUMAN RESOURCES REPORT 56 OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETy

Laporan Kesehatan dan Keselamatan Kerja OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETy REPORT

62

Tata Kelola Lingkungan ENVIRONMENTAL

MANAGEMENT

68

RISK MANAGEMENT Laporan Manajemen Resiko RISK MANAGEMENT REPORT

72

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy REPORT

76

FINANCIAL REVIEW Analisa dan Pembahasan Manajemen

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALySIS

82

Pertanggungjawaban Terhadap Laporan Tahunan 2011 RESPONSIBILITy FOR 2011 ANNUAL REPORT 97 Laporan keuangan FINANCIAL REPORT 99 CORPORATE DATA Data Perusahaan CORPORATE DATA 100

growing and

m

(3)

sekilas tentang reswara

reswara at a glance

ABOUT RESWARA

PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) was established in 2010 positioned as a sub-holding of integrated coal mining company. Following its establishment, Reswara immediately took a number of important actions to strengthen its business portfolio in coal mining business. In December 2010,

Reswara acquired PT Tunas Inti Abadi (TIA), owning coal mining concession in South Kalimantan and in June 2011, Reswara acquired PT Media Djaya Bersama (MDB). MDB itself controls two subsidiary companies, PT Mifa Bersaudara (MIFA) and PT Bara Energi Lestari (BEL), both of which are coal mining companies that operate in the Aceh Province.

Reswara was established based on Notarial Deed No. 38 of 19 Oktober 2010 made in the presence of Notary Justriany Koni, SH., and endorsed by the Decision of the Minister of Justice and Human Rights No. AHU-53760.AH.01.01. of 2010 that had been amended several times, the most recent of which was based on Shareholders Deed No. 49 of 24 January 2012, made in the presence of Notary Mrs. Djumini Setyoadi, SH., M.Kn. that was endorsed by the

Admission of the Company Notification

of Changes through the Decision Letter No. AHU-AH.01.10-03728.

PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) didirikan pada tahun 2010 untuk menjadi perusahaan sub-holding di bisnis pertambangan terintegrasi. Setelah pendiriannya, Reswara segera melakukan berbagai langkah penting untuk memperkuat portofolio bisnis di bidang pertambangan batubara. Pada bulan Desember 2010, Reswara mengakuisisi PT Tunas Inti Abadi (TIA), yang memiliki konsesi tambang batubara di Kalimantan Selatan dan pada bulan Juni 2011, Reswara mengakuisisi PT Media Djaya Bersama (MDB). MDB sendiri memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Mifa Bersaudara (MIFA) dan PT Bara Energi Lestari (BEL), keduanya merupakan perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Propinsi Aceh.

Reswara didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 38 Tanggal 19 Oktober 2010, dibuat dihadapan Notaris Justriany Koni, SH., dan Disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Nomor: AHU-53760.AH.01.01.Tahun 2010 yang telah mengalami beberapa kali Perubahan yang terakhir adalah Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 49 tanggal 24 Januari 2012, dibuat dihadapan Notaris Djumini Setyoadi, S.H., M.Kn. yang telah disahkan berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.10-03728.

(4)

sekilas tentang reswara

reswara at a glance

TIA didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 28 tanggal 11 Nopember 2003 dibuat

dihadapan Notaris Veronica Nataadmaja SH. dan disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia nomor: C - D9745.HT.01.01.TH.2004 tanggal 21 April 2004 yang telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir berdasarkan Akta No. 04 tanggal 1 Juni 2011, dibuat dihadapan Notaris Ny. Djumini Setyoadi, SH.,M.Kn. yang telah disahkan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10 - 17625 tanggal 9 Juni 2011.

MDB didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 03 tanggal 6 Mei 2005, dibuat dihadapan Notaris Mita Damayanti SH, M. yang telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. C-14973.HT.01.01.TH.2005 tentang Pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas tanggal 1 Juni 2005. Akta Perusahaan ini telah mengalami beberapa kali perubahan sampai dengan akta yang terakhir berdasarkan akta notaris No.167 tanggal 28 Juni 2011 dibuat dihadapan notaris Humberg Lie. SH, SE, M.Kn. yang telah disahkan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH. 01.10 - 20178 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tanggal 28 Juni 2011.

Untuk mendukung kegiatan pengapalan batubara, pada bulan Desember 2010 Reswara juga mendirikan PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) untuk mengelola jasa pelabuhan. Ketiga perusahaan tersebut - TIA, MDB, dan PBR - merupakan kelompok usaha pertambangan batubara terintegrasi dibawah naungan Reswara, yang merupakan anak Perusahaan dari PT ABM Investama Tbk (ABM).

TIA was established based on Notarial Deed No. 28 of 11 November 2003 made in the presence of Notary Veronica Nataadmaja SH. and endorsed by the Decision of the Minister of Justice and Human Rights No. C-D9745.HT.01.01.TH.2004 of 21 April 2004 that had been amended several times, the most recent of which was based on Notarial Deed No. 04 of 1 June 2011, made in the presence of Notary Mrs. Djumini Setyoadi, SH., M.Kn. that was endorsed by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia through the Decision Letter No. AHU-AH.01.01-17625 dated 9 June 2011.

MDB was established based on Notarial Deed of Incorporation No. 03 of 6 May 2005, made in the presence of Notary Mita Damayanti SH, M. that was endorsed by the Decision Letter of the Minister of Justice and Human Rights RI No. C-14973.HT.01.01.TH.2005 on the Endorsement of the Incorporation of a Limited Liability Company on 1June 2005. This incorporation deed had been amended several times, the most recent of which was based on Notarial Deed No. 167 of 28 June 2011, made in the presence of Notary Humberg Lie SH, SE. That was endorsed by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic

of Indonesia through the Decision Letter No. AHU-AH. 01.10 – 20178 on the Approval for Amendment to the Articles of Association of the Company on 28 June 2011.

To support the coal shipment activities, in December 2010 Reswara also established PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) to manage port services. Those three companies - TIA, MDB, and PBR - constitute an integrated coal mining bussines under the ownership of Reswara, which is a subsidiary company of PT ABM Investama Tbk (ABM).

(5)

Konsesi tambang milik TIA berada di wilayah sungai Loban dan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan luas sebesar 3.074 Ha. Wilayah konsesi TIA telah dipastikan mengandung 52 juta metrik ton cadangan batubara dari sekitar 106 juta metrik ton sumber daya, dengan perkiraan umur tambang 13 tahun.

Hingga akhir tahun 2011, Reswara telah memproduksi sekitar 2,2 juta metrik ton, yang akan terus ditingkatkan sejalan dengan peningkatan kemampuan logistik dan perluasan rantai logistik batubara terintegrasi.

Cadangan batubara TIA pada umumnya terdiri dari batubara sub-bituminous berkalori rendah, berkandungan abu dan sulfur rendah, yang digunakan pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Batubara TIA dipasarkan sebagai ”TIA Compliant Coal” yang diperuntukkan bagi perusahaan pembangkit listrik baik di pasar domestik dan luar negeri seperti India, Cina, Thailand dan Filipina untuk digunakan sebagai batubara campuran. Reswara juga memiliki 70% saham di MDB, yang memegang hak penambangan eksklusif pada area konsesi seluas lebih kurang 4.629 Ha di Provinsi Aceh di bawah 2 anak

perusahaan yaitu masing-masing BEL yang terletak di Kabupaten Nagan Raya dengan luas wilayah lebih kurang 1.495 Ha dan MIFA yang terletak di Kabupaten Aceh Barat dengan luas wilayah lebih kurang 3.134 Ha. Pada tanggal 30 Juni 2011, area penambangan MDB diperkirakan memiliki 169 juta metrik ton cadangan batubara tertambang yang merupakan bagian dari 455 juta metrik ton sumber daya batubara.

Hingga akhir tahun 2011, MDB masih dalam tahap pembangunan infrastuktur baik untuk areal tambang maupun areal pelabuhan. Pembangunan infrastruktur tersebut - diantaranya memiliki fasilitas produksi batubara dilokasi tambang, jalan angkut utama ke lokasi pelabuhan dan overland conveyor, serta fasilitas pelabuhan seperti barge loading conveyor

- akan memungkinkan Reswara untuk mengembangkan bisnis MDB secara signifikan di

masa yang akan datang.

TIA’s mining concession is located in Loban River and Kusan Hulu area, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan within an area

of 3,074 Ha of land. TIA’s concession

area has been positively confirmed

containing 52 million metric tons coal reserves from 106 million metric tons resources with its estimated mine life of 13 years. As of year end 2011, Reswara realized production and sales of approximately 2.2 million metric tons, and will continue to grow in line with the increase of its logistics capacity and expansion of

its integrated coal logistic chain.

TIA’s coal reserves generally contain low calorie sub-bituminous with low sulfur and ash coal that is mainly

used for coal-fired power plant. TIA’s

coal production is marketed under the brand name of TIA Compliant Coal for the customers of power plant industry in India, China, Thailand and Philippines to be used as blended coal. Reswara now also owns 70%

shares of the MDB, which holds the exclusive mining rights over an area of approximately 4,629 Ha of concession in the Aceh Province under two subsidiary companies, namely BEL located in Nagan Raya Regency of approximately 1,495 Ha and MIFA

located in Aceh Barat Regency of approximately 3,134 Ha. On 30 June 2011, the mined areas of MDB was estimated to contain 169 million metric tons of mineable coal reserves that are part of 455 million metric tons of coal resources.

As off year end 2011, MDB was still in the stage of infrastructure development in both its mine and port locations. These infrastructure developments - comprising among others of coal production facilities at mine sites, the main hauling road and overland conveyor, and port facilities such as barge loading conveyor - will enable Reswara to expand the

business of MDB significantly in the

(6)

jejak langkah kelompok usaha perusahaan

reswara group milestones

2003

Pada bulan November TIA didirikan sebagai perusahaan yang memiliki konsesi pertambangan batubara dengan IUP yang telah diperbaharui pada tahun 2011 dengan masa berlaku 10 tahun.

2003

In November TIA was established as a company that held a mining concession with a permit (IUP) that had been renewed in 2011 for a period of 10 years.

2007

2003

2007

Pada bulan Desember TIA di akuisisi oleh PT Sumberdaya Sewatama (SS) dan PT Sanggar Sarana Baja (SSB). Keduanya merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh ABM.

2007

In December, TIA was acquired by PT Sumberdaya Sewatama (SS) and PT Sanggar Sarana Baja (SSB), both of which are wholly-owned subsidiaries of ABM.

(7)

2011

Pada bulan Juni, Reswara melakukan akuisisi 70% saham MDB yang memiliki dua konsesi batubara di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam melalui dua anak perusahaannya yaitu, MIFA dan BEL. Hingga akhir tahun 2011, MDB giat membangun infrastruktur pertambangan dilokasi tambang maupun pelabuhan.

2011

In june, Reswara acquired 70% shares of MDB who owns two coal mining concessions in the province of Nanggroe Aceh Darussalam through two operating subsidiaries, namely MIFA and BEL.

As of year-end 2011, MDB actively built infrastructures both at the mine sites and seaport.

2010

2011

2010

Pada pertengahan tahun, ABM mengambil alih kepemilikan saham TIA dari SS dan SSB. Pada bulan November, Reswara didirikan sebagai perusahaan sub-holding di bidang usaha pertambangan batubara terintegrasi.

Pada bulan Desember Reswara mengambil alih kepemilikan saham TIA dari ABM. Pada bulan Desember untuk mendukung pemasaran batubara yang diproduksi TIA, Reswara mendirikan PBR yang dicanangkan untuk menjadi pemilik sekaligus pengelola pelabuhan pengiriman batubara.

2010

In mid year, ABM acquired the shares of TIA from SS and SSB.

In November, Reswara was established as a sub-holding company in the integrated coal mining business.

In December Reswara acquired the shares of TIA from ABM.

In December, in order to support the marketing of coal produced by TIA, Reswara established PBR that is set to become the owner and operator of ports for coal shipments.

(8)

struktur perusahaan

corporate structure

PT RESWARA MINERGI HARTAMA

Reswara didirikan pada tahun 2010 untuk menjadi perusahaan sub-holding di bisnis pertambangan terintegrasi. Reswara segera melakukan berbagai langkah penting untuk memperkuat portofolio bisnis di bidang pertambangan batubara. Pada bulan Desember 2010, Reswara mengakuisisi PT Tunas Inti Abadi (TIA) dan Bulan Juni 2011 Reswara mengakuisisi

PT Media Djaya Bersama (MDB).

Reswara was established in 2010 positioned as a sub-holding of integrated coal mining company. Reswara immediately took a number of important action to strengthen its business portfolio in coal mining business. In December 2010, Reswara acquired PT Tunas Inti Abadi (TIA) and in June 2011, Reswara acquired PT Media Djaya Bersama (MDB).

PT TUNAS INTI ABADI

TIA didirikan pada tanggal 11 November 2003, yang kemudian diakuisisi oleh SS dan SSB pada Desember 2007. Selanjutnya, pada pertengahan tahun 2010, PT ABM mengakuisisi TIA dari SS, dan akhirnya mengalihkan kepemilikan saham TIA kepada Reswara pada tanggal 14 Desember 2010.

TIA was established on 11 November 2003, which was subsequently acquired by SS and SSB in Desember 2007. Thereafter, in mid 2010, PT ABM acquired a company from SS, and subsequently transferred ownership of that company to Reswara on 14 December 2010.

PT PELABUHAN BUANA REJA

PBR didirikan pada tanggal 2 Desember 2010. PBR bergerak di bidang kepelabuhanan. Pada tanggal 25 Juni 2011, PBR berhasil mendapatkan izin Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 592 tahun 2011 tentang pemberian Izin Usaha kepada PT Pelabuhan Buana Reja. Dengan izin tersebut PBR dapat bekerjasama dengan pemilik pelabuhan dan/atau terminal di seluruh Indonesia selaku operator pelabuhan dan/atau terminal.

PBR was established on 2 December 2010. PBR is engaged in port services. On 25 June 2011, PBR received the permit to serve as a Port Operating Entity on the basis of the Decision of the Minister of Transportation Nomor KP 592 of 2011 on the issuance of an operting permit for PT Pelabuhan Buana Reja. The permit enables PBR to undertake

joint operations with the owners of ports and terminals throughout Indonesia as an operator of these ports and or terminals.

PT CIPTA KRIDATAMA

Contract Mining PT SUMBERDAYA SEWATAMAPower Solutions

PT VALLE VERDE Pte. Ltd

55 %

99,99 % 99,98 %

(9)

PT BARA ENERGI LESTARI

BEL merupakan pemegang IUP Operasi Produksi batubara pada area seluas 1.495 Ha yang terletak di Kabupaten Nagan Raya berdasarkan Keputusan Bupati Nagan Raya Nomor 545/41/SK/IUP-OP/2010 tanggal 18 Maret 2010 tentang Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada BEL. BEL memiliki sekitar 72 juta metrik ton sumber daya (19 juta metrik ton cadangan tertambang).

BEL is the holder of the coal operation and production permit of an area totaling 1,495 Ha located in the Nagan Raya Regency based on the the Decision of the Nagan Raya Regent Nomor 545/41/SK/IUP-OP/2010 of 18 March 2010 on the Approval of the Upgrading of the Business Permit for Mining Exploration to the Business Permit for Mining Operation and Production to BEL. BEL has approximately 72 million metric tons of coal resources

(19 million metric tons of which are mineable coal reserves). PT MIFA BERSAUDARA

MIFA merupakan pemegang IUP Operasi Produksi batubara pada area seluas 3.134 Ha yang terletak di Kabupaten Aceh Barat berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 117.B tahun 2011 tentang penyesuaian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi MIFA tanggal 30 Maret 2011 selama 20 tahun (sampai dengan 13 April 2025). MIFA memiliki 383 juta metrik ton sumber daya 150 juta metrik ton cadangan tertambang).

MIFA is the holder of the coal mine operation and production permit over a area of 3,134 Ha located in the Aceh Barat Regency di Kabupaten Aceh Barat berdasarkan based on the Decision of the Aceh Barat Regent No. 117.B of 2011 on the amendment of the Operation and Production Mining Business Permit of MIFA on 30 March 2011 for a period of 20 years (until 13 April 2025). MIFA has 383 million metric tons of coal resources (150 million metric tons of which are mineable reserves).

PT MEDIA DJAYA BERSAMA

Pada tanggal 28 Juni 2011, Reswara membeli 70% saham MDB, yang memegang hak pertambangan eksklusif atas area konsesi seluas 4.629 Ha di bawah 2 IUP Operasi Produksi yang masing-masing dipegang oleh BEL dan MIFA. Total sumber daya batubara diperkirakan lebih dari 455 juta metrik ton. Reswara melalui MIFA yang di fasilitasi oleh MDB akan membangun infrastruktur tambang seperti jalan angkut utama, terminal khusus batubara, ship loader, stockpile, kantor, bengkel dan fasilitas pendukung lainnya untuk memulai produksi secara komersial pada akhir tahun 2013.

On 28 June 2011, Reswara acquired 70% shares of MDB, which holds the exclusive mining rights over two concession areas of 4,629 Ha under two Production Operating Mining Business Permit (IUP OP) held respectively by BEL and MIFA. The total amount of coal resources is estimated to be 455 million metric tons. Reswara through MIFA that is facilitated by MDB intends to develop infrastructures such as the main hauling road, special coal terminal, ship loader,

stockpile, offices, workshops and other supporting facilities

in order to begin commercial production by the end 2013.

PT CIPTA KRIDA BAHARI

Intergrated Logistic Services PT SANGGAR SARANA BAJAManufacturing Industries PT TIARA MARGA

TRAKINDO PUBLIK

22 % 23 %

(10)

bisnis bersinergi

businesses in synergy

Diperkirakan 221 juta metrik ton cadangan batubara dan 561 juta metrik ton

sumber daya batubara

ESTIMATED 221 MILLION METRIC TONS OF COAL RESERVES AND 561 MILLION

METRIC TONS OF COAL RESOURCES

SSB dan CKB menyediakan jasa teknik dan terpadu dukungan logistik untuk ABM

dan kelompok TMT.

SSB AND CKB TO PROVIDE ENGINEERING SERVICES AND INTEGRATED LOGISTICS SUPPORT TO THE ABM AND TMT GROUPS.

Memimpin penyediaan listrik sementara, dengan pangsa pasar 42% di Indonesia.

LEADING TEMPORARY POWER PROVIDER, WITH 42% MARKET SHARE IN INDONESIA.

Salah satu dari 5 kontraktor pertambangan di Indonesia

AMONG THE TOP 5 MINING CONTRACTORS IN INDONESIA

(11)

VISI

Menjadi Perusahaan pertambangan terkemuka

di Indonesia yang terintegrasi dalam pertumbuhan,

efisiensi dan reputasi.

MISI

Secara terus - menerus menciptakan lapangan

kerja yang layak dan berkualitas bagi

sebanyak mungkin rakyat Indonesia.

Selalu memastikan pertumbuhan bisnis

yang berkelanjutan dan menguntungkan yang

akan memaksimalkan nilai pemegang saham.

Senantiasa menyediakan solusi - solusi bernilai

tambah yang akan mengoptimalkan kepuasan

pelanggan.

Secara aktif terlibat dalam masyarakat

sebagai warga korporat yang baik.

NILAI - NILAI UTAMA

Integritas

Pengembangan Berkelanjutan

Keunggulan

Proaktif

Tanggung Jawab

Kerjasama Kelompok

visi - misi dan nilai-nilai utama

vision - mission and core values

VISION

To be the Indonesian leading integrated mining Company in

growth, efficiency and reputation.

MISSION

To continually create meaningful and challenging job opportunities for as many Indonesians as possible.

• To ensure sustainable and

profitable growth that maximizes

shareholder value.

• To provide value adding solutions that will optimize customer satisfaction.

• To actively engage within

communities as a good corporate citizen. CORE VALUES • Integrity • Continuous Development • Excellence • Proactive • Accountability • Teamwork

(12)

MAR.

MIFA memperoleh penyesuaian IUP Operasi Produksi batubara berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 117.B tahun 2011 tentang penyesuaian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi MIFA tanggal 30 Maret 2011 untuk areal seluas 3.134 Ha yang terletak di Kabupaten Aceh Barat selama 20 tahun untuk jangka waktu selama 20 tahun atau berlaku (sampai dengan 13 April 2025).

MIFA obtained an amendment of its coal mining operation and producion permit based on the Decision of the Regent of Aceh Barat No. 117.B of 2011 on the Amendment of the Mining Business Permit - Operation and Production (IUP-OP) of MIFA on 30 March 2011 for an area of 3,134 Ha located in the Aceh Barat Regency for a period of 20 years

(until 13 April 2025).

FEB.

Menggunakan untuk pertama kalinya crushing plant di

Pelabuhan TIA untuk memproses batubara dari tambang ROM coal menjadi produk batubara dengan ukuran tertentu coal product.

Commissioning of the “crushing plant” at TIA Port to process coal from the mines “ROM Coal” into coal of certain size and dimension “coal product”.

peristiwa penting 2011

2011 significant events

JAN.

Penggunaan jalur hukum untuk penyelesaian permasalahan tumpang tindih kepemilikan lahan di dalam areal Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) TIA.

Conducting a legal action to settle the overlapping land ownership in the concession areal of TIA Mining Operation and Production Business Permit.

Kesepakatan pembebasan bagan (alat penangkap ikan) terhadap enam orang pemilik bagan yang berada di dalam alur pelayaran pelabuhan TIA.

Agreement to release the fishing contraption of six fishermen within

the sailing course of the Port of TIA.

Persetujuan perpanjangan menggunakan tahapan pertama selama jangka waktu 10 tahun (28 Januari 2011 s/d 5 Maret 2021) menggunakan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) TIA, untuk kode wilayah TB. 07 OKTPR 45 dan luas areal 718,7 Ha, sebagaimana SK Bupati Tanah Bumbu Nomor : 51.A Tahun 2011, tertanggal 28 Januari 2011. Approval of the first stage

extension of a period of 10 years (28 January 2011 to 5 March 2021) pertaining to the Operation and Production Mining Business Permit of TIA for area code TB. 07 OKTPR 45 of 718.7 Ha, pursuant to Decision Letter of the Tanah Bumbu Regent No. 51.A of 2011, dated 28 January 2011.

(13)

Melalui TIA, Reswara Menerima Penghargaan Zero Accident Award Tahun 2011 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si pada acara penyerahan Penghargaan K3 Nasional Tahun 2011 di Hotel Mercure - Taman Impian Jaya Ancol - Jakarta, berdasarkan SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP. 128/MEN/V/2011, tertanggal 20 Mei 2011, tentang Penetapan Perusahaan Penerima Zero Accident Award, atas prestasinya dalam melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja sehingga mencapai 2.623.700 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009 s/d 31 Desember 2010.

Through TIA, Reswara received the Zero Accident Award of 2011 from the Minister of Labor and Transmigration of the Republic of Indonesia, Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si on the ocassion of the presentation of National SHE Award of 2011 at the Hotel Mercure - Ancol Dream Land Park - Jakarta, based on the Decision Letter of te Minister of Labor and Transmigration of the Republic of Indonesia No. KEP. 128/ MEN/V/2011, on 20 May 2011, on the Determination of the Recipient Company of the Zero Accident Award, on the achievement of safety and health program at work, reaching up to 2,623,700 man hours without work accident between 1 Januari 2009

and 31 December 2010.

Terbitnya IUP Operasi Produksi Khusus Pengangkutan dan Penjualan (Izin “trading”) TIA untuk penjualan komoditas batubara dengan tujuan penjualan lintas provinsi dan lintas negara, berdasarkan SK Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 765.K/30/DJB/2011, tertanggal 23 Mei 2011, tentang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus untuk Pengangkutan dan Penjualan Batubara kepada TIA.

Issuance of the IUP Operation

and Production specifically

for Transportation and Selling (“Trading” Permit) of TIA for the sale of coal commodity with the aim of province or cross-country border sales, based on the Decision Letter of the Minister of Energy and Mineral Resources No: 765.K/30/DJB/2011, on 23 May 2011, on the Mining Business Permit – Operation and Production

Specifically for the Transportation

and Sale of Coal to TIA.

APR.

Reswara memperoleh izin pembangunan jalan dari area tambang ke pelabuhan khusus atas nama MIFA dari Bupati Aceh Barat tanggal 11 April.

Reswara obtained the permit for the construction of road from the mine site to the Special Port of MIFA from the Regent of West Aceh on 11 April.

Reswara mendapatkan izin lokasi pembangunan khusus dan penumpukan batubara atas nama MIFA berdasarkan keputusan Bupati Aceh Barat No. 133 tahun 2011 tanggal 13 April 2011.

Reswara obtained a special location and construction permit for coal stockpiling of MIFA based on the Decision Letter of the Regent of West Aceh No. 133 of 2011 dated 13 April 2011.

MEI.

Persetujuan perpanjangan

pertama Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) TIA untuk kode wilayah TB. 04 FEBPR 03 dan luas areal 2.355,2 Ha, sebagaimana SK Bupati Tanah Bumbu No. 217 Tahun 2011, tertanggal 5 Mei 2011 untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun (5 Mei 2011 sampai dengan 16 Maret 2021).

Approval of the first extension of

the Mining Business Permit - Operation and Production (IUP-OP) of TIA for area code TB. 04 FEBPR 03 of 2,355.2 Ha, pursuant to Decision Letter of Tanah Bumbu Regent No: 217 of 2011, dated 5 May 2011 for a period of 10 (ten) years (from 5 May 2011 until 16 March 2021).

(14)

JUN.

Reswara melakukan pengambil alihan 70% saham MDB dari PT Agrotama Raya, dimana MDB merupakan pemegang 99.99% saham dari BEL dan MIFA.

Reswara acquired 70% shares of MDB from PT Agrotama Raya, through which MDB became the holder of 99.99% shares of BEL and MIFA.

JUL.

PBR berhasil mendapatkan izin sebagai Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP)

berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 592 tahun 2011 tentang pemberian Izin Usaha kepada PBR sebagai Badan Usaha Kepelabuhanan.

PBR obtained the permit to serve as a Port Operating Entity based on the Decision Letter of the Minister of Trasportation No: KP 592 of 2011 on the Issuance of a Business Permit to

PBR as a Port Operating Entity.

MDB bergabung dengan Reswara Grup salah satu

anak usaha dari ABM Grup. MDB joined with the Reswara Group, one of the subsidiaries of the ABM Group.

Laporan JORC dikeluarkan oleh Runge Indonesia menyatakan sumberdaya batubara di MDB sebesar 455 juta metrik ton.

The JORC Report was issued by Runge Indonesia, indicating a coal resource in MDB of 455 million metric tons.

AGUST.

Disepakati kerjasama dengan PT Energi Alam Semesta untuk mensuplai kebutuhan batubara bagi PLTU di Kabupaten Nagan Raya di harga USD25/ton.

An agreement was reached with PT Energi Alam Semesta to supply the need for steam coal for the power plant at the Nagan Raya Regency at a price of USD25/ton.

Studi kelayakan pelabuhan MDB yang dilakukan oleh MLD–DHV Indonesia menyatakan bahwa pelabuhan angkut batubara dimungkinkan untuk dibangun. The feasibility study for the MDB Port prepared by MLD–DHV Indonesia stated that the coal hauling port is feasible to be constructed.

SEPT.

Laporan final JORC untuk sumber

daya batubara dan cadangan batubara di area IUP OP TIA yang dibuat oleh Minarco Mine Consult. Dimana jumlah sumber daya batubara di area IUP OP TIA adalah 106 juta metrik ton dan jumlah cadangan batubara tertambang adalah 52 juta metrik ton.

Final report of the JORC on the coal resources and reserves within the area of IUP-OP TIA issued by Minarco Mine Consult. In which the amount of coal resources within the area is stated as 106 million metric tons and the amount of mineable coal reserves are 52 million metric tons.

Menggunakan pertama kalinya barge loading conveyor di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) TIA untuk

pengiriman batubara melalui BG. Finacia 9 menuju MV. Usea Saskat Chewan.

First use of the “barge loading conveyor” at Terminal for Own Interest (TUKS) of TIA in the shipment of coal through BG. Finacia 9 to MV. Usea Saskat Chewan.

(15)

PT Transtek Engineering ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan Owner’s Engineering Services.

PT Transtek Engineering was appointed to undertake works on Owner’s Engineering Services.

OKT.

Bupati Aceh Barat mengeluarkan surat persetujuan bagi MDB untuk menggunakan pelabuhan umum Meulaboh untuk keperluan ekspor batubara.

The Regent of West Aceh issued an approval letter for MDB to use the public port of Meulaboh for the export of coal.

NOV.

Menerima Penghargaan Upakarti Pratama Keselamatan Pertambangan Tahun 2011 oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara – Kementerian ESDM, bertempat di Hotel Bidakara – Jakarta pada acara Pertemuan Tahunan Kepala Teknik Tambang Seluruh Indonesia.

Received the Upakarti Pratama Mining Safety Award of 2011 from the Directorate General of Minerals and Coal – the Ministry of Energy and Mineral Resources, at the Hotel Bidakara – Jakarta on the occassion of the Indonesian Head of Mining Engineering Annual Meeting.

PT Rayhan memulai pekerjaan Engineering Work Study untuk jalan No. 5 yang menghubungkan area tambang dengan pelabuhan batubara di pesisir pantai Meulaboh.

PT Rayhan commenced the Engineering Work Study for road No. 5 that links the mine site to the coal port on the coastline of Meulaboh.

MDB mulai menempati kantor di lantai 8 Gedung TMT.

MDB began to operate from its

offices on the 8th floor of the TMT

Building.

DES.

Sosialisasi AMDAL dilakukan oleh tim MLD-DHV bersama BAPEDALDA Aceh Barat.

Information dissemination of AMDAL (Analysis of Impact on the Environment) was carried out by the team of MLD-DHV together with BAPEDALDA West Aceh.

Persiapan penandatanganan MOU untuk penggunaan Pelabuhan Umum Meulaboh antara SEKDA Aceh Barat dengan manajemen MDB.

Preparation for the signing of MOU on the use of the Meulaboh Public Port between the Regional Secretary of West Aceh and MDB Management.

Kantor untuk tim Project

Development resmi beroperasi di lantai 3 Gedung Garden Center - Cilandak Commercial Estate. The Office of the Project

Development Team was officially inaugurated on the 3rd floor of the

Garden Center Building - Cilandak Commercial Estate.

(16)

PENGHARGAAN UPAKARTI PRATAMA

Menerima Penghargaan Upakarti Pratama Keselamatan Pertambangan Tahun 2011 oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara - Kementerian ESDM, bertempat di Hotel Bidakara Jakarta pada acara Pertemuan Tahunan Kepala Teknik Tambang Seluruh Indonesia.

UPAKARTI PRATAMA AWARD

Received the Upakarti Pratama Mining Safety Award of 2011 from the Directorate General of Minerals and Coal - the Ministry of Energy and Mineral Resources, at the Hotel Bidakara - Jakarta on the occassion of the Indonesian Head of Mining Engineering Annual Meeting.

PENGHARGAAN KECELAKAAN NIHIL

Keselamatan kerja merupakan salah satu perhatian utama kami dalam menjalankan operasi Perusahaan. Reswara menerapkan tindakan keselamatan yang ketat untuk memastikan bahwa karyawan bekerja pada tempat kerja yang aman setiap saat. Sistem Kesehatan dan Keselamatan dalam bekerja bertujuan untuk meraih kecelakaan nihil, menurunkan tingkat kecelakaan dan untuk mengimplementasikan keselamatan kerja dan metrik kesehatan.

Melalui TIA, Reswara menerima Zero Accident Award Tahun 2011 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si pada acara penyerahan Penghargaan K3 Nasional Tahun 2011 di Hotel Mercure - Taman Impian Jaya Ancol - Jakarta, berdasarkan SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor :

KEP. 128/MEN/V/2011, tanggal 20 Mei 2011, tentang Penetapan Perusahaan Penerima Zero Accident Award, atas prestasinya dalam melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja sehingga mencapai 2.623.700 jam kerja tanpa kecelakaan, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009 s/d 31 Desember 2010.

penghargaan

awards

ZERO ACCIDENT AWARD Work safety is a major concern of the company in the undertaking of its operations. Reswara undertakes a rigorous safety regime to ensure that employees work within a safe working environment at all times. A Health and Safety System at work is aimed at achieving zero accident rate, reduce the incidence of accidents at work, and to implement the work safety and health matrix.

Through TIA, Reswara received the Zero Accident Award of 2011 from the Minister of Labor and Transmigration of the Republic of Indonesia, Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si on the occasion of the presentation of National SHE Award of 2011 at the Hotel Mercure - Ancol Dream Land Park - Jakarta, based on the Decision Letter of te Minister of Labor and Transmigration of the Republic of Indonesia No: KEP. 128/MEN/V/2011, on 20 May 2011, on the Determination of the Recipient Company of the Zero Accident Award, on the achievement of safety and health program at work, reaching up to 2,623,700 man hours without work accident between 1 Januari 2009 to 31 December 2010.

(17)

ikhtisar keuangan

financial highlights

Dalam Miliar Rupiah

in billion rupiah 2011 2010

NERACA BALANCE SHEET

Aset Lancar

Current Assets 291,42 145,69

Aset Tidak Lancar

Non-Current Assets 1.267,43 216,36

Total Aset

Total Assets 1.558,84 362,05

Kewajiban Lancar

Current Liabilities 473,50 125,19

Kewajiban Tidak Lancar

Non-Current Liabilities 1.053,39 180,96

Total Kewajiban

Total Liabilities 1.526,89 306,15

Ekuitas

Equity 31,95 55,90

Total Kewajiban dan Ekuitas

Total Liabilities and Equity 1.558,84 362,05

LAPORAN LABA RUGI STATEMENT OF INCOME Penjualan Revenue 918,29 97,19 Laba Kotor Gross Profit 226,22 (25,76) Laba Usaha Operating Income 0,06 (40,49) Laba Bersih Net Income (27,34) (28,03) RASIO KEUANGAN FINANCIAL RATIOS

Marjin Laba Kotor

Gross Profit Margin 24,63% (26,51%)

Marjin Laba Usaha

Operating Profit Margin 0,01% (41,66%)

Marjin Laba Bersih

Net Profit Margin (2,98%) (28,85%)

Laba Terhadap Aset

Return on Assets (1,75%) (7,74%)

Laba Terhadap Ekuitas

(18)

The following figures on the coal

resources and reserves of TIA and MDB were taken from JORC-compliant Statements of Coal Resources and Reserves issued on September 1, 2011.

In the TIA mines, coal deposits have typically variable seams, with an average seam thicknesses ranging from 0.6 m to 2.9 m. The main seams typically average more than 1.5 m in thickness.

The coal of TIA deposit has the following average in situ quality: Total Moisture (TM) 37.4% (as received,

ar), Calorific Value (CV) 3,960 kcal/kg

(gross as received, gar), Ash 5.7% (air dried basis, adb) and Total Sulphur (TS) 0.15% (adb).

The TIA area is a flat lying deposit

with seams dip ping 2 to 6 degrees to the west.

The Coal Resources are estimated to total 106 million metric tons, of which 32 million metric tons are categorized as Measured Resources, 39 million metric tons as Indicated Resources, with the remaining balance of 35 million metric tons as Inferred Resources.

In the MDB mines, exploration of the MIFA and BEL blocks was carried out in 2005-2006 with additional drilling completed in 2010. The exploration program and data collection was carried out in line with the JORC standards.

coal reserves

Angka-angka jumlah sumberdaya dan cadangan batubara TIA dan MDB berikut ini dikutip

dari hasil Laporan Sumberdaya dan Cadangan Batubara yang dibuat sesuai JORC pada

tanggal 1 September 2011.

Pada tambang TIA, deposit batubara memiliki ketebalan yang bervariasi, dengan rata-rata

ketebalan berkisar antara 0,6 m sampai 2,9 m. Bagian lapisan utama rata-rata memiliki

ketebalan lebih dari 1,5 m.

Batubara dalam deposit TIA dengan rata-rata kualitas in situ adalah sebagai berikut: Total

Moisture (TM) 37,4% (as received, ar),

Calorific Value

(CV) 3.960 kcal/kg (gross as received,

gar), Ash 5,7% (air dried basis, adb) dan Total Sulphur (TS) 0,15% (adb). Daerah TIA relatif

dalam kondisi datar dengan kemiringan lapisan atau seam dips antara 2 sampai 6 derajat

arah barat.

Sumber daya batubara diperkirakan berjumlah total 106 juta metrik ton, yang 32 juta metrik

ton diantaranya merupakan Measured Resources, 39 juta metrik ton Indicated Resources

dan sisanya sebanyak 35 juta metrik ton merupakan Inferred Resources.

Pada tambang MDB, eksplorasi blok MIFA and BEL dilakukan pada tahun 2005-2006

dengan tambahan pengeboran yang diselesaikan pada tahun 2010. Program eksplorasi dan

pengumpulan data dilakukan sesuai standar JORC.

Deposit ini mempunyai multi-lapisan dengan tiga lapisan utama (yakni Lapisan A2, B1, dan

C1) dan sejumlah lapisan split (atau sub-seams

) telah diidentifikasi dengan ketebalan

rata-rata sampai 4,2 m. Pengeboran terkonsentrasi pada tiga lapisan utama bagian atas dengan

jumlah terbatas lubang bor lebih dalam yang memotong Lapisan D dan E yang berada di

bawahnya. Seam dips adalah dangkal, bervariasi antara 5 sampai 10 derajat.

The deposit is multi-seam with 3 main seams (Seams A2, B1, and C1) and a number of seam splits (or sub-seams)

identified at up to 4.2 m in average

thickness. Drillings were concentrated on the upper three main seams with a limited number of deeper holes intersecting the underlying Seams D and E. Seam dips are shallow and vary in the range of 5-10 degrees.

(19)

PARAMETER TIA Compliant Coal MDB Coal

Unit Value Unit Value

Total Moistures (arb) % 34 - 37 % 43.8 - 49.76

Inherent Moistures (adb) % 14 - 15 % 12.34 - 14.31

Ash (adb) % 5 - 7 % 4.6 - 4.67

Volatie Matter (adb) % 38 - 40 % 43.46 - 44.82

Fixed Carbon (adb) % By Different % 5271 - 5526

Gross Calorofic (adb) Kcal/kg 5400 - 5600 Kcal/kg 3300 - 3517

Sulphur (adb) % 0.3 - 0.5 % 0.12 - 0.16

HGI 55 Approx 36 - 40 Approx

OUR COAL

Batubara tersebut diklasifikasikan sebagai batubara

lignit low rank dengan rata-rata kualitas

in situ adalah sebagai berikut: Kesetimbangan Air (EM) 48,5% (sebagaimana diterima, ar)

Kandungan Air (TM) 43,8%, Nilai Kalori (CV) 3.440 kcal/kg (kandungan sebagaimana diterima,

gar), Abu 4,6% (basis udara kering, adb) dan kandungan Belerang (TS) 0,16% (adb).

Persediaan Batubara diperkirakan berjumlah total 455 juta metrik ton, dimana 19 juta

metrik ton diantaranya merupakan Sumberdaya Terukur, 288 juta metrik ton merupakan

Sumberdaya Terindikasi dan sisanya sebanyak 148 juta metrik ton merupakan Sumberdaya

Tereka.

The coal is classified low rank lignite

coal with average in situ quality as follows: Equilibrium Moisture (EM) 48.5% (as received basis, ar) Total

Moisture (TM) 43.8%, Calorific value

(CV) 3,440 kcal/kg (gross as received, gar), Ash 4.6% (air dried basis, adb) and Total Sulphur (TS) 0.16% (adb).

The Coal Resources are estimated to total 455 million metric tons, of which 19 million metric tons are categorized as Measured Resources, 288 million metric tons as Indicated Resources with the remaining balance of 148 million metric tons as Inferred Resources.

(20)

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Mustahil kiranya untuk dapat mengapresiasi cakupan dan luasnya usaha Reswara sebagai perusahaan tambang batubara terintegrasi tanpa memiliki pemahaman yang cukup mengenai susunan perusahaannya secara menyeluruh, baik induk perusahaan maupun anak perusahaan.

Untuk itu saya mengawali dengan menggambarkan secara singkat mengenai struktur dari ABM Investama Grup, dimana Reswara ada di dalamnya.

ABM merupakan perusahaan sub-holding yang terdaftar sebagai perusahaan terbuka, yang selain menguasai Reswara, juga menguasai anak perusahaan lain yaitu sebuah perusahaan jasa penyedia pembangkit tenaga listrik atau energi, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa logistik, perusahaan jasa penambangan (kontraktor) yang berada dalam kelompok lima besar perusahaan jasa penambangan di Indonesia dewasa ini, dan sebuah perusahaan jasa rekayasa terkemuka yang memiliki spesialisasi di bidang perancangan dan pembangunan infrastruktur pertambangan.

laporan dewan komisaris

report from the board of commissioners

Achmad Ananda Djajanegara

presiden komisaris president commissioner

Our valued stakeholders,

It would be impossible to appreciate the breadth and scope of business of Reswara as an integrated coal-mine company comprehensively, without understanding its parent company and subsidiaries.

So let me begin by briefly describing

the structure of the ABM Investama Group, to which Reswara belongs.

ABM is a publicly-listed sub-holding company that, in addition to controlling Reswara, also controls a service company for energy and power plant provider, a company engaged in logistics services, major mining

contracting firm that is among the top five mining contracting

operators in the country today, and

a well-established engineering firm

that specializes in designing and constructing mine infrastructures.

(21)

ABM melalui Reswara mengendalikan konsesi tambang batubara di Kalimantan Selatan, dan dua konsesi batubara lainnya di Propinsi Aceh, selain sebuah badan

usaha kepelabuhanan.

Sementara itu, Grup yang menaungi ABM adalah PT Tiara Marga Trakindo, yang dikenal karena keberhasilannya di bidang distribusi alat berat di Indonesia selama beberapa dasawarsa.

Singkatnya, Reswara merupakan bagian dari salah satu kelompok usaha sumber daya energi terpadu yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di Indonesia dengan nilai aset gabungan lebih dari Rp9,8 triliun pada akhir tahun 2011.

INTEGRASI YANG SANGAT MENENTUKAN

Sebagai kelompok usaha tambang batubara terintegrasi yang menjadi bagian dari Grup yang lebih besar sehingga memiliki akses langsung pada perusahaan jasa kontraktor penambangan, kelistrikan, logistik yang terintegrasi dan jasa alat berat; Reswara serta merta merupakan salah satu operator tambang batubara yang paling terintegrasi secara strategis di Indonesia dewasa ini.

Ada saatnya dimana keunggulan kompetitif merupakan faktor penting dalam menghasilkan produk serta memberikan layanan terbaik. Struktur operasional terintegrasi pada ABM Investama Grup dapat memberikan dukungan kepada Reswara sehingga tercipta sinergi yang dapat memberikan nilai tambah terhadap keuntungan kompetitif tersebut.

Sebagai contoh, perusahaan batubara pada umumnya hanya mengacu pada output tonase sebagai tolok ukur produktivitas. Bagi Reswara, kami pun mengacu pada tolok ukur DEU - Delivered Energy Unit – untuk setiap pengiriman batubara kepada pelanggan

Reswara. Lokasi tambang-tambang Reswara, dari segi jarak tempuh ke pelabuhan maupun ke pelanggan, juga merupakan nilai tambah tersendiri yang dimiliki oleh Reswara. Hal ini akan dijelaskan lebih rinci pada bagian Laporan Manajemen.

Through Reswara, ABM controls a coal-mine concession in South Kalimantan, two other coal concessions in Aceh, in addition to a seaport operations. Meanwhile, ABM is held by

PT Tiara Marga Trakindo, most notably known for its highly successful heavy equipment distributorship in Indonesia for many decades.

In short, Reswara belongs to one of the largest and fastest growing integrated energy resources Group in Indonesia with combined assets of more than Rp9.8 trillion as of year-end 2011.

INTEGRATION THAT MATTERS As an integrated coal-mining group that is also part of a larger business group with direct access to companies engaged in mining contracting, electricity, integrated logistics and heavy equipment services; Reswara is one the most strategically integrated coal mine operators in the country today.

At a time when competitive factors are more than ever keys to delivering superior products and services, the Group’s highly integrated operating structure provides Reswara with hard-to-match synergies that truly make a difference to our competitive advantage.

For instance, most coal companies would refer to productivity in terms of tonnage output. In our case, we also speak of DEU - Delivered Energy Units - which we provide to our customers for every shipment of coal that they receive from Reswara. The locations of Reswara’s coal mines, in terms of proximity to ports as well as to markets, also add to our competitive edges. These will be described in more detail in the Management Report section.

(22)

laporan dewan komisaris

report from the board of commissioners

FOUNDATIONS FOR FUTURE GROWTH With considerable coal reserves as well as resources, and hard-to-match advantages, Reswara will no doubt be a key driver of growth going forward. We are building up infrastructures and facilities at Reswara that will support growth for decades. Already, the early results of these investments have been encouraging to both operating

performance and financial results.

Although the Company still incurred a net loss of Rp42 billion on revenues of Rp916 billion in 2011, we expect

Reswara to make its first annual profit

as early as 2012. After which revenues

and net profit will grow exponentially

in the following years.

To realize this, the Board of Commissioners closely monitors the management of the Company, ensuring that strategies are executed and objectives are pursued in line with

the five-year business plan that has

been set in motion since 2011. I am pleased to report that progress has been encouraging and Reswara continues to lay down the foundations for future growth. So far, Reswara

has filled its management board with

experienced executives from the mining and mining-related industries. The Company is also well on the way

to fill management positions

(one-tier below directors) with equally experienced managers in their

respective fields.

Infrastructure developments on site and in other facilities such as ports and hauling roads have continued at pace, and we are particularly encouraged by the excellent teamwork and cooperation shown by the various parties that are engaged in these endeavors.

LANDASAN UNTUK TERUS TUMBUH

Dengan cadangan maupun sumber daya batubara yang cukup besar dan beberapa keunggulan lainnya, menjadi pendorong utama bagi Reswara untuk terus maju. Kami sedang membangun infrastruktur dan fasilitas di Reswara yang akan menunjang pertumbuhan selama beberapa dasawarsa mendatang. Hasil awal dari investasi ini cukup menjanjikan, baik dari sisi kinerja operasional maupun keuangan. Meskipun Perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp42 miliar atas pendapatan sebesar Rp916 miliar pada 2011, kami berharap Reswara dapat meraih laba tahunan pertamanya di tahun 2012. Selanjutnya, pendapatan dan laba bersih Perusahaan diharapkan tumbuh pesat

di tahun-tahun mendatang.

Untuk mewujudkan hal ini, Dewan Komisaris terus memantau pengelolaan Perusahaan, memastikan bahwa strategi maupun tujuan Perusahaan diupayakan sesuai dengan rencana bisnis lima tahun Perusahaan yang telah ditetapkan sejak 2011.

Saya bersyukur dapat melaporkan kemajuan yang menggembirakan bagi Reswara, dan bahwasanya Perusahaan terus meletakkan dasar-dasar landasan bagi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa depan. Sejauh ini, tim manajemen Reswara telah diisi dengan para eksekutif yang berpengalaman di bidang industri pertambangan dan industri-industri lainnya yang terkait. Perusahaan juga sedang dalam proses mengisi posisi manajemen satu tingkat di bawah Direksi dengan para manajer yang juga berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Perkembangan infrastruktur Reswara di lokasi dan fasilitas lainnya seperti pelabuhan dan jalur pengangkutan utama terus dipercepat, terutama dengan didukung oleh kerjasama tim yang baik dan upaya kerjasama yang diperlihatkan oleh berbagai pihak yang terkait.

(23)

Pedoman tata kelola perusahaan merupakan area penting lain yang berada di bawah tanggung jawab Dewan Komisaris dalam fungsinya untuk mengarahkan dan mengawasi jalannya Perusahaan. Sekali lagi, saya senang dapat melaporkan bahwa perkembangan dalam bidang ini juga tercapai dengan baik. Grup Tiara Marga Trakindo, sebagai pengelola bisnis alat berat di Indonesia selama beberapa dasawarsa yang mengutamakan integritas, akuntabilitas serta perilaku yang adil, telah menanamkan budaya dan etika kerja yang sama di semua perusahaan dalam Grup.

Sebagai perusahaan yang baru terbentuk, saat ini Reswara sedang menyusun prinsip-prinsip tersebut ke dalam pedoman tata kelola perusahaan Good Corporate Governance (GCG). Termasuk dalam pedoman GCG adalah kebijakan tentang bagaimana melibatkan masyarakat setempat ketika melakukan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bagian CSR laporan tahunan ini menyoroti beberapa langkah yang telah kami lakukan dalam CSR beserta beberapa program lainnya yang berorientasi kepada kebersinambungan.

KATA PENUTUP

Akhir kata, perkenankan saya atas nama Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada Manajemen dan karyawan Grup Reswara, dan kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya yang telah menunjukan kepercayaan dan dukungan bagi kemajuan Grup Reswara yang berkelanjutan.

Semoga Tuhan memberkati kita semua dan upaya kita bersama dalam upaya memajukan Reswara Grup dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Untuk dan Atas nama Dewan Komisaris,

Achmad Ananda Djajanegara

komisaris utamapresident commissioner

Good Corporate Governance is Another key area that is under the responsibility of the Board of Commissioners to guide and monitor. Again, I am pleased to report that progress in this particular area has also been excellent. The Tiara Marga Trakindo Group, which among other things has managed the business of heavy equipment in Indonesia for decades with impeccable integrity, accountability and non-discriminatory fair conduct, has instilled the same culture and work ethics among all companies within the Group.

As a newly formed company, Reswara is now compiling those principles into the Company’s Good Corporate Governance Manual. Included in this GCG Manual are policies on how to engage with local communities when undertaking Corporate Social Responsibility (CSR) programs. The CSR section of this annual report highlights some of the initiatives that we have undertaken in CSR and other sustainability-oriented programs. A FINAL WORD

Finally, allow me on behalf of the Board of Commissioners to convey our deepest gratitude to the Management and employees of the

Reswara Group, and to all of the Group’s other stakeholders who have shown their trust and support for the continuing progress of PT Reswara Minergi Hartama and its subsidiary companies.

May God bless us all, and our

endeavors to make the Reswara Group a great success in the not too distant future.

For and On Behalf of the Board of Commissioners,

(24)

profil dewan komisaris

profile of the board of commissioners

DARI KIRI KE KANAN. FROM LEFT TO RIGHT:

(25)

Yovie Priadi

KOMISARIS

Warga Negara Indonesia, 42 tahun.

Mendapatkan gelar Sarjana Teknik dari Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti, Jakarta pada tahun 1991 dan meraih gelar Master of Business Administration dari San Francisco State University, San Fransisco, Amerika Serikat pada tahun 1996. Menjabat sebagai Corporate Strategy Director sejak tahun 2011. Sebelumnya menjabat antara lain sebagai President Director PT Mitra Energi Batam dan PT Dalle Energy Batam (bagian dari Grup Medco Energi) (2009-2010), Senior Vice President bagian corporate growth and planning PT Medco Power Indonesia (2008-2009), Vice President Commercial & Planning PT Medco Power Indonesia (2006-2008), Commercial Manager Corporate Business Development Division PT Medco Energi Internasional Tbk. (2003-2006), Manager/ Department Head Finance & Planning Department PT Medco Energi Internasional Tbk. (2001-2003), Section Head, Budget, Planning & Treasury, Finance & Planning Department PT Medco Energi Internasional Tbk. (2000-2001), Business Development PT Pasaman & Soeparman Ch. Eng. (1999-2000), dan berkarir di Bimantara Group dari tahun 1991-1999. Jabatan yang pernah diemban Beliau di Bimantara Group antara lain pada divisi Infrastruktur, termasuk sebagai Project Controller/Scheduler, Project Engineer, Business Analyst dan Manager.

COMMISSIONER

Indonesian citizen, 42 years of age.

Eatned a degree in Engineering from the Faculty of Industrial Engineering, Trisakti University, Jakarta, in 1991, and a Master of Business Administration degree from San Francisco State University, San Fransisco, USA, in 1996. Appointed as the Corporate Strategy Director of the Company in 2011. Previously served in various capacities including as President Director of PT Mitra Energi Batam and PT Dalle Energy Batam (part of the Medco Energi Group) (2009-2010), Senior Vice President for Corporate Growth and Planning of PT Medco Power Indonesia (2008-2009), Vice President Commercial & Planning of PT Medco Power Indonesia (2006-2008), Commercial Manager for Corporate Business Development Division at PT Medco Energi Internasional Tbk. (2003-2006), Manager/ Department Head Finance & Planning Department of PT Medco Energi Internasional Tbk. (2001-2003), Section Head, Budget, Planning & Treasury, Finance & Planning Department of PT Medco Energi Internasional Tbk. (2000-2001), Business Development at PT Pasaman & Soeparman Ch. Eng. (1999-2000), and served with the Bimantara Group from 1991 until 1999. Several positions within the Bimantara Group that he served in included at the Infrastruktur Division as Project Controller/Scheduler, Project Engineer, Business Analyst and Manager

Willy Agung Adipradhana

KOMISARIS

Warga Negara Indonesia, 43 tahun.

Mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan, Bandung pada tahun 1989. Menjabat sebagai Finance Director Perusahaan sejak tahun 2009. Sebelumnya pernah menjabat antara lain sebagai Chief Financial

Officer Sime Darby (Minamas Plantation) (2007-2009), Chief Financial Officer San Miguel Indonesia (2003-2007), Senior Financial

Controller PT John Crane Indonesia (1999-2003), General Manager pada Corporate Finance dan Administrasi Keris Group (1997-1999), Deputy General Manager Sinar Mas Group (1996-1997), Corporate Controller Sinar Mas Group (1995-1997), Financial Controller Sinar Mas Group (1994-1995) dan Supervisor pada Prasetio Utomo & Co (1989-1994).

COMMISSIONER

Indonesian Citizen, 43 years of age.

Earned a degree in Economics from the Faculty of Economics of Parahyangan Catholic University, Bandung, in 1989. Appointed as Finance Director of the Company in 2009. Previously served in

various capacities as Chief Financial Officer Sime Darby (Minamas Plantation) (2007-2009), Chief Financial Officer of San Miguel

Indonesia (2003-2007), Senior Financial Controller of PT John Crane Indonesia (1999-2003), General Manager ant Corporate Finance and Administration, Keris Group (1997-1999), Deputy General Manager of the Sinar Mas Group (1996-1997), Corporate Controller at the Sinar Mas Group (1995-1997), Financial Controller of the Sinar Mas Group (1994-1995) and Supervisor at Prasetio Utomo & Co (1989-1994).

Achmad Ananda Djajanegara

KOMISARIS UTAMA

Memperoleh gelar Sarjana Bisnis Administrasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia pada tahun 1990 dan gelar Master of Business Administration dari Rotterdam School of Management, Erasmus University, Rotterdam, Belanda pada tahun 1992.

Dia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT ABM Investama Tbk pada tahun 2010.

Sebelumnya beliau menjabat sebagai Managing Director ABM

(2009-2010), Chief Strategy Officer PT Tiara Marga Trakindo

(2008-2009), Managing Director Standard Chartered Bank

(2007-2008), Direktur Senior di Standard Chartered Bank (2006-2007) , Mitra Corporate Finance dan Penasehat Dana Asia (2006-2006), Managing Director Abacus Capital (2001-2003), dan berbagai posisi di Bank of America sejak tahun 1992 dengan jabatan terakhir adalah sebagai Senior Vice President (2000-2001).

PRESIDENT COMMISSIONER

Achmad Ananda Djajanegara obtained his Bachelor of Business Administration degree from the Faculty of Social and Political Sciences, University of Indonesia in 1990 and his Master of Business Administration degree from the Rotterdam School of Management, Erasmus University, Rotterdam, the Netherlands in 1992.

He was appointed President Director of PT ABM Investama Tbk in 2010.

Previously he served as ABM’s Managing Director (2009-2010), Chief

Strategy Officer of PT Tiara Marga Trakindo (2008-2009), Managing

Director of Standard Chartered Bank (2007-2008), Senior Director of Standard Chartered Bank (2006-2007), Partner Corporate Finance and Advisory Fund Asia (2006-2006), Managing Director of Abacus Capital (2001-2003), and some various assignments at Bank of America since 1992 with his last position was as Senior Vice President (2000-2001).

Syahnan Poerba

KOMISARIS

Warga Negara Indonesia, 51 tahun.

Mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pada tahun 1986 dan gelar Master of Economics in Accounting and Finance dari Macquarie University, Sydney, Australia pada tahun 1992.

Menjabat sebagai Corporate Support Service Director Perseroan sejak tahun 2009, dan merangkap sebagai Corporate Secretary sejak tahun 2011. Sebelumnya menjabat antara lain sebagai Country Manager PT D&B (Dun & Bradstreet) Indonesia (2007-2009), Direktur Operasional PT AXA Mandiri Financial Services (2004-2007), Director & Chief

Financial Officer John Hancock Indonesia (2000-2004), Senior Facilitator

and Team Leader for Jakarta & Bandung area The Jakarta Initiative Task Force/JITF (Prakarsa Jakarta) (1999-2000), Corporate Secretary PT Bangun Tjipta Pratama Group (1997-1999), Managing Director PT Surya Pelita Pratama (a subsidiary of PT Bangun Tjipta Pratama Group) (1994-1997), Accounting and Tax Manager PT Bangun Tjipta Pratama Group (1992-1994), Management Consultant The Flagler

Management Group Inc. (Jakarta Office) (1987-1990), Auditor

Arthur Young International-Public Accounting Firm (1986-1987).

COMMISSIONER

Indonesian Citizen, 51 years of age.

Earned a degree in Accountancy from the Faculty of Economics, University of Indonesia in 1986, and Master of Economics in Accounting and Finance degree from Macquarie University, Sydney, Australia, in 1992.

Appointed as Corporate Support Service Director of the Company in 2009, and concurrently served as Corporate Secretary since 2011. Previously served in various capacities including as Country Manager of PT D&B (Dun & Bradstreet) Indonesia (2007-2009), Operations Director of PT AXA Mandiri Financial Services (2004-2007), Director & Chief

Financial Officer of John Hancock Indonesia (2000-2004), Senior

Facilitator and Team Leader for Jakarta & Bandung area at The Jakarta Initiative Task Force/JITF (1999-2000), Corporate Secretary of PT Bangun Tjipta Pratama Group (1997-1999), Managing Director of PT Surya Pelita Pratama (a subsidiary of PT Bangun Tjipta Pratama Group) (1994-1997), Accounting and Tax Manager of PT Bangun Tjipta Pratama Group (1992-1994), Management Consultant of the Flagler Management Group

Inc. (Jakarta Office) (1987-1990), Auditor at Arthur Young

(26)

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Tahun 2011 merupakan awal yang menjanjikan bagi Reswara, dimana kami telah

menyelesaikan konstruksi infrastruktur untuk mendukung kegiatan penambangan batubara secara terintegrasi, sebagai bagian dari upaya terus menerus dalam mengembangkan sumberdaya batubara yang besar.

Pada akhir tahun 2011, total cadangan Reswara sebanyak 221 juta metrik ton cadangan tertambang, dari total sumber daya sekitar 561 juta metrik ton batubara .

Sumber daya ini tergabung dalam tiga operasi pertambangan – yaitu TIA yang berlokasi di wilayah Sei Loban, Kalimantan Selatan, dan MDB yang memiliki dan mengoperasikan dua konsesi pertambangan, yaitu BEL dan MIFA yang masing-masing berlokasi di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat, Propinsi Aceh.

laporan direktur

report from the director

Harry Asmar

Direktur Director

Our valued shareholders,

The year 2011 marked a promising start for Reswara, as we embarked on construction infrastracture to support integrated mining operations, which is a part of our effort to improve our

significant coal resources.

As of year-end 2011, Reswara’s combined reserves amounted to 221 million metric tons, out of total resources of some 561 million metric tons .

These resources are incorporated in three mining operations –TIA that is located in the region of Sei Loban, South Kalimantan; and MDB that owns and operates two mining concessions, namely BEL and MIFA, both of which are located in Meulaboh, Aceh province.

(27)

TIA telah memproduksi batubara dengan nama dagang TIA Compliant Coal sejak tahun 2009. Pada tahun 2011, TIA telah memproduksi dan menjual sebanyak 2,15 juta metrik ton batubara, meningkat dari 1,3 juta metrik ton pada tahun 2010. Saat ini Reswara terus membangun dan meningkatkan infrastruktur yang ada guna mendukung operasional TIA, Reswara memproyeksikan adanya kenaikan produksi sekitar 4,0 juta metrik ton

pada tahun 2012.

TUMBUH DAN MELANGKAH MAJU

Growing and Moving Forward adalah tema laporan tahunan untuk tahun ini dan secara tepat menggambarkan tahapan perkembangan Reswara saat ini dan di masa yang akan

datang. Reswara memiliki keunggulan daya saing yang signifikan. Salah satunya adalah

karakteristik unik yang dimilikinya, yaitu kemampuan mengoperasikan tambang dengan

biaya yang efektif dan efisien. Sebagai contoh, jarak dari tambang hingga pelabuhan -

pit to port - untuk operasional TIA hanya sejauh 27 kilometer melewati jalanan dengan perkerasan yang sangat memadai. Di Aceh, jarak tersebut bahkan lebih pendek, yaitu 12 kilometer.

unique mine characteristics is afford us with the ability to operate cost

effectively and efficiently. For instance,

the distance from pit to port for our TIA operations is a mere 27 kilometers on hard-paved roads. In Aceh, the pit to port destination is even less at 12 kilometers.

TIA has been producing coal under the trade name of TIA Compliant Coal since 2009. In 2011, TIA produced and sold a total of 2.15 million metric tons of coal, up from 1.3 million metric tons in 2010. As we continue to build and improve infrastructures that support TIA operations, we expect to increase production to approximately 4.0 million metric tons by 2012.

GROWING AND MOVING FORWARD “Growing and Moving Forward” is the theme of this year’s annual report and aptly describes the stage that Reswara is in today, and in the intermediate

future. Reswara has significant

(28)

Furthermore, our mines location in Aceh Province, at the northwestern tip of Sumatera, is very near to market destinations in the Indian subcontinents as well as around the Gulf of Thailand region. This gives

us significant advantages over coal

mine locations elsewhere in Indonesia – manifested clearly in terms of Delivered Energy Unit (DEU) to ports in our targeted market regions. These advantages will spur Reswara’s growth in the years to come. FIELD CONSTRUCTION MOVING AHEAD

Construction works on major infrastructures especially in BEL and MIFA continued apace in 2011.

The main focus during the year was the undertaking of technical studies that included the feasibility study, environmental impact analysis study, geotechnical study and oceanographic study to determine the design criteria for the required infrastructures. These infrastructures comprised of the supporting infrastructures at the mines, the main hauling road, stockpile, seaport and power grid. In addition to those studies, construction works have been underway by experienced contractors, including contracting companies that are integrated with our parent company.

Selain itu, lokasi tambang kami di Propinsi Aceh, di ujung barat daya Sumatera, sangat dekat dengan pasar tujuan di kawasan subkontinental India maupun sekitar Teluk Thailand.

Hal ini memberikan keunggulan yang signifikan bagi Reswara dibandingkan dengan lokasi

tambang lainnya di Indonesia – terlihat jelas dari tolok ukur Delivered Energy Unit (DEU) di pelabuhan tujuan yang merupakan pasar sasaran Perusahaan. Keunggulan ini akan menopang pertumbuhan Reswara dalam beberapa tahun mendatang.

PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN

Pembangunan infrastruktur utama BEL dan MIFA di tahun 2011 telah dimulai. Fokus utama di tahun 2011 adalah melakukan studi-studi teknis diantaranya studi kelayakan, studi amdal, studi geotehnik dan studi kelautan untuk memastikan disain kriteria infrastruktur yang akan dibangun. Infrastruktur tersebut terdiri dari infrastruktur pendukung tambang, infrastruktur jalan angkut utama, infrastruktur stockpile, pelabuhan dan infrastruktur jaringan tenaga listrik.

Selain dari studi-studi, pekerjaan fisik di lapangan telah dimulai dengan menggunakan jasa

kontraktor diantaranya adalah perusahaan kontraktor yang terintegrasi dengan perusahaan induk.

MEMBENTUK ASET SUMBER DAYA MANUSIA

Operasi tambang yang efisien dan efektif adalah kunci sukses untuk mewujudkan

keberhasilan produksi batubara, baik untuk jangka pendek dan jangka panjang sehingga kelanjutan pertumbuhan perusahaan dapat tercipta. Hal ini dapat diwujudkan dengan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten dalam bidangnya.

BUILDING OUR HUMAN CAPITAL

Mining operations that are efficient

and effective are key factors behind successful coal production, in both short and long term, enabling the company to achieve sustainable long-term growth. This can be manifested with the availability of competent human resources in their respective

(29)

To create competent employees, Reswara has designed human resources development programs, either short-term or long-term oriented. They include the provision of training modules that are suited to the respective competencies of employees. In addition, Reswara has also designed the Graduate Development Program, to farm in the best graduates from leading universities in Indonesia.

For senior positions that could not be

filled through internal promotions,

Reswara recruits professionals from other coal mine companies and related industries.

Parallel to this, we have also developed the “APEX,” “Balanced Score” and “Key Performance Indicator” for business managers within our group; and implemented the 360-degree assessment program to identify the Group’s core values and leadership characteristics.

Untuk menciptakan karyawan-karyawan yang kompeten, maka Reswara telah membuat program pengembangan sumberdaya manusia, baik untuk orientasi jangka panjang dan jangka pendek. Diantaranya memberikan pelatihan-pelatihan sesuai dengan bidang kompetensi karyawan. Selain itu, Reswara juga membuat program Graduate Development Program, untuk menjaring lulusan-lulusan terbaik dari universitas di Indonesia.

Untuk posisi-posisi senior yang belum dapat diisi melalui jalur pengembangan internal, maka Reswara melakukan perekrutan dari perusahaan-perusahaan tambang batubara lain atau industri terkait.

Sejajar dengan hal tersebut, kami juga telah mengembangkan APEX, Balanced Score dan Key Performance Indicator bagi para manajer bisnis yang berada di dalam grup kami serta mengimplementasikan penilaian 360 derajat untuk nilai-nilai utama grup dan karakteristik kepemimpinan.

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang ingin diselesaikan dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi optimum ekstraksi Fe dengan menggunakan ekstraktan APDC dalam pelarut MIBK, bagaimana pengaruh

Salah satup pengolahan air limbah batik yaitu dengan menggunakan alat penyaring air dengan metode multimedia filter.Dari hasil pengujian menunujukan bahwa variasi susunan

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) dihasilkan buku petunjuk praktikum fisika pengujian jenis kawat konduktor komersial yang

Hasil formulasi pupuk organik cair (POC) limbah cair rebusan ikan Teri dengan konsentrasi EM4 yang berbeda dilakukan uji pengaruhnya pada tanaman Bayam, hal ini

Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan biaya yang dikeluarkan perseroan saat akan melakukan tender offer saham Petrosea pada Juli 2009 lalu.. Perseroan membeli saham

Rahn Tasjily adalah jaminan dalam bentuk barang atas utang tetapi barang jaminan tersebut (marhun) tetap berada dalam penguasaan (pemanfaatan) Rahin dan bukti kepemilikannya

Hasil Pada penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan tampilan memori kerja antar kelompok setelah pemberian etanol selama 20 hari dengan melihat parameter Number of Error,

Berdasarkan data citra radar cuaca Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi tanggal 23 Februari 2017 terdapat pertumbuhan awan konvektif yang cukup