• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rama - Phillips vs Eyre

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rama - Phillips vs Eyre"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN A A.. LLAATTAAR BR BEELLAAKKAANNGG  Apabila

 Apabila kita kita mempelajari mempelajari lebih lebih dalam dalam bahwasanybahwasanya a hukum hukum semakinsemakin berkembang dengan seiring berkembangnya waktu dan zaman serta menilik

berkembang dengan seiring berkembangnya waktu dan zaman serta menilik kepadakepada hal tersebut yang kaitannya antara Hukum Publik maupun Hukum Privat pun tak hal tersebut yang kaitannya antara Hukum Publik maupun Hukum Privat pun tak lup

luput ut semsemakiakin n berberkemkembanbang g dendengan gan seiseirinring g berberkemkembanbangnygnya a wakwaktu tu dan dan zazamanman.. Se

Sejajatitinynya, a, rarananah h HuHukukum m PrPrivivat at yayang ng di di dadalalamnymnya a memengngatatur ur memengngenenai ai HaHakk Keper

Keperdataadataan/ n/ HukuHukum m PerdPerdata ata pun pun mengamengalami lami perkperkembanembangan gan berbberbagai agai perisperistiwa- tiwa-peristiwa hukum perdata yang memiliki iri khusus serta terdapat perbedaan dengan peristiwa hukum perdata yang memiliki iri khusus serta terdapat perbedaan dengan peris

peristiwa-ptiwa-peristiweristiwa hukum perdaa hukum perdata pada umumnyta pada umumnya. a. !iri khus!iri khusus yang dimakus yang dimaksudsud adala

adalah h keteketerlibarlibatan tan unsuunsur-unsr-unsur ur asingasing/tran/transnassnasi"nai"nal l #$"rei#$"reign gn elemeelements% nts% di di dalamdalam peristiwa tersebut Pengertian $"reign elements itu berarti adanya suatu pertautan peristiwa tersebut Pengertian $"reign elements itu berarti adanya suatu pertautan #"ntat% dengan sebuah system hukum lain di luar system hukum &egara. #"ntat% dengan sebuah system hukum lain di luar system hukum &egara. 'nsur-uns

unsur ur tratransnsnasnasi"ni"nal al ituitulah lah yayang ng diadiatur tur "le"leh h bidbidang ang hukhukum um yayang ng dikdikenaenal l dendengangan sebutan Hukum Perdata (nternasi"nal. Hukum Perdata (nternasi"nal lahir sebagai sebutan Hukum Perdata (nternasi"nal. Hukum Perdata (nternasi"nal lahir sebagai akibat adanya unsur asing dalam suatu peristiwa.

akibat adanya unsur asing dalam suatu peristiwa.))

*eb

*ebih ih lanlanjutjut, , dendengan gan hahal l tertersebsebut ut karkarena ena pepengangakuakuan n ataatas s hakhak-ha-hak k yanyangg dip

diper"er"leh leh beberdardasarsarkan kan sissistem tem hukhukum um asiasing ng sansangat gat eraerat t hubhubungunganannya nya dendengangan masalah ketertiban umum, maka dengan hal tersebut

masalah ketertiban umum, maka dengan hal tersebut pengaturan unsur asing dalampengaturan unsur asing dalam ranah Hukum Perdata (nternasi"nal apabila dijelaskan dalam aliran $ungsi"nal yaitu ranah Hukum Perdata (nternasi"nal apabila dijelaskan dalam aliran $ungsi"nal yaitu Huk

Hukum um adaadalah lah perpergaugaulan lan dan dan intinterperpendendenensi, si, penpengargaruh-uh-memmempenpengargaruhi uhi antantaraara angg"ta masyarakat agar semuanya tertib dan aman

angg"ta masyarakat agar semuanya tertib dan aman++. 'ntuk itu dari de$inisi dapat. 'ntuk itu dari de$inisi dapat

d

diijejelalasskkaan n bbaahhwwaassaanynya a HHuukkuum m bbeerrttuuggaas s ppuulla a uunnttuuk k mmeennggaattuur r aaggaar r  k"munikasi,pergaulan dan hubungan antar angg"ta masyarakat berjalan tertib dan k"munikasi,pergaulan dan hubungan antar angg"ta masyarakat berjalan tertib dan adil.engan demikian kiranya kita tak b"leh melupakan begitu saja peranan dan adil.engan demikian kiranya kita tak b"leh melupakan begitu saja peranan dan andil yang tertuang dalam peranan Hukum Perdata (nternasi"nal dalam serta merta andil yang tertuang dalam peranan Hukum Perdata (nternasi"nal dalam serta merta

1

1 Sunaryati Hartono, 1995, Sunaryati Hartono, 1995, Pokok-pokok Hukum Perd Pokok-pokok Hukum Perdata Internasional ata Internasional , Bandung: Penerbit, Bandung: Penerbit

Binacipta, hlm. 12 Binacipta, hlm. 12

2

(2)

menjaga $ungsi utama hukum agar angg"ta masyarakat berjalan tertib dan aman termasuk juga pengaturan mengenai unsur asing.

akalah ini akan membahas mengenai Hukum Perdata (nternasi"nal dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembahasannya. iantaranya adalah Perbuatan elawan Hukum dalam bidang hukum keperdataan dan beberapa hal lagi yang akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan. Pada hakekatnya setiap negara yang berdaulat, memiliki hukum atau aturan yang k"k"h dan mengikat pada seluruh perangkat yang ada didalamnya. Seperti pada &egara Kesatuan epublik (nd"nesia yang memiliki mainstream Hukum P"siti$ untuk mengatur warga negaranya. Salah satu hukum p"siti$ yang ada di (nd"nesia adalah Hukum Perdata (nternasi"nal yang nantinya akan dibahas lebih detail. Sebelum membahas lebih dalam mengenai penjabaran selanjutnya mengenai Perbuatan elawan Hukum, adakiranya kita mengenal sedikit dahulu lebih awal bahwasanya Perbuatan Melanggar Hukum (tort)  memiliki tiga asas mengenai hukum yang dipergunakan dalam perbuatan melanggar hukum #tort), yaitu 

a% Hukum dari tempat terjadi perbuatan melanggar hukum #lex loci delicti  commissi);

b% Hukum dari tempat dimana perbuatan melanggar hukum diadili # lex  fori);

% ipakai te"ri 0the proper law of the tort 1 #lex propria delicti %, yaitu digunakan sistem hukum yang memiliki kaitan yang paling signi$ikan dengan rangkaian peristiwa/perbuatan dan situasi kasus yang dihadapi.

 Asas atau te"ri 0the proper law of the tort  #(nggris% di Amerika Serikat dikenal dengan 0The most significant relationship theory” 3

B. IDENTIFIKASI MASALAH

alam makalah yang berjudul 0Perbuatan elawan Hukum dalam Hukum Perdata (nternasi"nal1 ini, diberikan batasan - batasan pembahasan yang dirumuskan pada permasalahan berikut 

) Apa pengertian

+ 2agaimanakah "nt"h kasus terkait Perbuatan elawan Hukum dalam Hukum Perdata (nternasi"nal3

3 http:repo!itory.unha!.ac.idbit!treamhandle12"#5$%&99##$S'(IPSI)20*+-'P/PI/

(3)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM

Perbuatan elawan Hukum #onrechtmatige daad % dalam k"nteks hukumperdata diatur dalam Pasal )456 Kitab 'ndang-'ndang Hukum Perdata atau 2urgerlijk 7etb"ek #0271%, dalam 2uku ((( 27, pada bagian 08entang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi 'ndang-'ndang1, yang berbunyi

08iap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada "rang lain, mewajibkan "rang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut9.1

enurut "sa Agustina, dalam menentukan suatu perbuatan dapat dikuali$isir  sebagai melawan hukum, diperlukan 9 syarat

). 2ertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku +. 2ertentangan dengan hak subjekti$ "rang lain 4. 2ertentangan dengan kesusilaan

9. 2ertentangan dengan kepatutan, ketelitian dan kehati-hatian.

(stilah “peruatan melawan hukum”  dikenal dalam baaan HP( sebagai “onrechtmatige daad”! alam bahasa (nggris dibedakan antara “intentional”  dan “unintentional”  sedangkan dalam bahasa Peranis “delit”  atau acte illicit!

Kaidah-kaidah HP( yang mengatur materi ini tidak semata-mata dibataskan kepada perbuatan-perbuatan melanggar hukum yang telah dilakukan dengan sengaja, karena kesalahan pihak yang melakukan, baik seara intenti"nal #dengan sengaja% atau hanya karena kelalaian #negliiene%. (stilah untuk kateg"ri tersebut ini adalah “"uasi delicts”  tetapi, kini pada umumnya pengertian-pengertian yang dipergunakan dalam rangka 0perbuatan melanggar hukum1 dalam baaan HP( tidak membedakan seara tegas antara kedua bagian ini. :uga tanggung jawab yang

(4)

disebabkan karena perbuatan melanggar hukum tanpa kesalahan (without fault) termasuk disini.6

Sese"rang dapat melakukan perbuatan yang menurut hukum sama sekali sah adanya, tetapi hal ini bisa menyebabkan kerugian bagi "rang lain. :ika ini terjadi maka, "a harus menanggung resik" untuk mengganti kerugian tersebut.misalnya sese"rang penggugat dalam perkara perdata telah meletakkan sitaan #revindiat"ir  atau "nservat"ir%, yang diletakkannya terhadap benda-benda pihak tergugat, satu dan lain dengan bantuan dari Pengadilan &egeri kepada tergugat. 8etapi kemudian dalam perkara p"k"k tidak dibenarkan dengan gugatannya itu, maka "leh Pengadilan &egeri sitaan tersebut dinyatakan tidak sah dan si penggugat yang kalah dalam perkara tersebut harus menanggung resik" pula bahwa ia dituntut untuk membayar kerugian atas sitaan yang 1melanggar hukum1 itu. Padahal permintaan sitaan tersebut merupakan suatu hal yang seara $"rmal merupakan sah.

B. LEX LOCI DELICTI COMMISSI dan LEX FORI 1. LEX LOCI DELICTI

2"leh dikatakan bahwa kaidah “lex loci delicti commissi”  atau disingkat “lex  loci delicti”   merupakan kaidah yang tertua dan umum diterima sejak lama tanpa menemukan tantangan sedikitpun. 2erlakunya kaidah ini dianggap "leh penulis-penulis HP( terbanyak sebagai “#an$elfsprekend” dan l"gis.

Kaidah “lex loci delicti”   dianggap terlalu kaku sebagai “hard and fast rule”  kurang memperlihatkan “souplesse”  yang demikian diperlukan bilamana hendak memenuhi kebutuhan-kebutuhan hukum yang demikian aneka warnanya dalam realitas kehidupan sehari-hari.

Prinsip “lex loci delicti” ini adalah prinsip yang d"minerend, paling berpengaruh. an merupakan kaidah yang klasik karena sudah diterima sejak abad ke-)4 dan hingga kini masih b"leh dianggap sebagai yang “leading”   hukum yang berlaku untuk perbuatan melanggar hukum ialah hukum dimana perbuatan itu dilakukan #terjadi%. Hukum ini menentukan baik mengenai syarat-syaratnya #jadi 5 -autama Sudargo, 2002, Hukum Perdata Internasional Indonesia Jilid III Bagian 2 Buku ke-8,

(5)

mengenai pertanyaan apakah telah terjadi suatu perbuatan melanggar hukum ialah, “onrechtmatigheids#raag % maupun juga sampai sejauh manakah akibat-akibat daripadanya. engan lain perkataan tidak diadakan perbedaan antara syarat-syarat untuk perbuatan melanggar hukum dan akibat-akibat hukumnya.

 Alasan negara menggunakan prinsip “lex loci delicti”  1. Diper!da"n#a ene!$an "!$!

Prinsip “lex loci delicti” dianggap memudahkan diketemukannya hukum yang harus diperlakukan. &amun alasan “simplicity” ini tidak selalu terpenuhi dalam praktek, terutama bilamana dalam peristiwa tertentu terdapat lebih dari satu tempat yang 0in aanmerking k"men1 untuk itu. Sehingga timbul kesulitan-kesulitan mengenai penemuan l"us yang menentukan hukum yang berlaku.

%. Per&ind!'an "arapan (e)a*arn#a +a'i $"a&a#a$ raai

Setiap "rang yang hidup dalam negara tertentu dan turut serta dalam pergaulan masyarakat, b"leh mengharapkan bahwa semua peserta akan memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditentukan untuk mengatur tata tertib di dalam masyarakat bersangkutan. Harapan dari publik ini harus dilindungi sewajarnya, yang bersangkutan juga harus hidup sesuai dengan n"rma-n"rma dari apa yang wajar di tempat hidupnya itu.

(a mengetahui juga bahwa apabila ia melanggar keidah-kaidah ketertiban yayng berlaku, maka ia akan menanggung resik" dari perbuatannya itu yang akan membawa tuntutan-tuntutan $inansial terhadapnya.

,. Pre-eni/

Kewajiban untuk melakuka pembayaran ganti rugi ini bukan selalu adalah demi kepentingan sang k"rban, tetapi juga terhadap si pembuat. Sang k"rban akan memper"leh penggantian kerugian yang telah dideritanya. Si pembuat juga dengan demikian akan seara preventi$ diperingatkan untuk jangan melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

(6)

Pemakaian “lex loci delicti”  ini juga demi kepentingan dari pihak pelanggar. (a harus b"leh peraya bahwa apa yang sah menurut hukum di negar ; tidak akan dianggap sebagai tidak sah dan melanggar hukum di negara <. Hal ini merupakan tujuan negati$ dari asas tersebut.

. Uni/2ria( $ep!!(an

:ika diterima kaidah ini "leh semua pengadilan akan terjamin sebanyak mungkin harm"ni dari keputusan-keputusan.

Keberatan = keberatan terhadap prinsip “lex loci delicti”  1 Ta$ (e(!ain#a 3"ard and /a( r!&e4

 Alasan 0simpliity1 untuk menemukan hukum yang harus dipergunakan, yakni dengan seara "t"matis mempergunakan hukum dari tempat perbuatan melanggar  hukum terjadi, ternyata membawa berbagai keberatan. Pekerjaan yang dilakukan hakim dalam pr"ses menemukan hukum dengan adanya 0hard and $ast rule1 ini menjadi 0werktuiglijk1. (a melakukan sesuatu ini seperti "t"mat, tanpa piker lebih jauh dan tanpa memperhatikan segala segi kehidupan hukum yang aneka warna dan $akta = $akta dalam realitas kehidupan sekitar peristiwa bersangkutan.

8idak diperhatikannya lagi bahwa yang harus dipilih adalah hukum yang memperlihatkan k"ntrak = k"ntrak tererat yang berarti berkenaan dengan peristiwa bersangkutan.

Kehidupan sehari = hari memperlihatkan seuatu variatas dan heter"genitas yang sukar diakup dalam satu kaidah tertentu. Kehidupan sehari = hari memperlihatkan aneka warna perbuatan melanggar hukum yang sukar diatur "leh hanya satu kaidah yang harus berlaku untuk semua hal dan segala kemungkinan. Kehidupan s"sial dalam kenyataan sehari = hari sukar untuk dikekang dalam suatu pengertian yang kaku seperti le> l"i deliti. <ang diperlukan ialah pelembutan dan perlunakan dari kaidah bersangkutan.

% Per&ind!n'an "arapan p!+&i5 peii2n pri5ipii

 Alasan perlindungan harapan = harapan dari publi ini pun dianggap kurang kuat. Alasan ini se"lah = "lah merupakan suatu petiti"n prinipia. Kita hanya akan

(7)

dapat menganggap adanya harapan yang sewajarnya dari kahlayak ramai akan hukum yang harus diperlakukan itu, jika sudah menjadi tetap hukum manakah yang akan diperlakukan.

:ustru hal inilah belum demikian adanya. Kita tidak dapat memutar balikkan dan katakana bahwa harapan ini harus dilindungi, sedangkan belum ada kepastian mengenai hukum yang harus diberlakukan itu. Perkataan publi pun sukar  ditentukan dengan pasti, bisa jadi sekel"mp"k tertentu atau bagian tertentu dari "rang = "rang dalam masyarakat mempunyai hukum yang berlainan. :ika perisitiwa melanggar hukum terjadi di negara dimana terdapat hukum yang berbeda untuk g"l"ngan = g"l"ngan rakyat tertentu, seperti misalnya di (nd"nesia, akan timbul pula kesulitan tentang apa yang dapat merupkan hukum di tempat bersangkutan.

, Pre-en(i "an#a re&ai-e

 Alasan preventi$ ini pun dapat dianggap relative adanya. 8ujuan prevensi ini tetap terpelihara apabila misalnya jumlah ganti rugi ditentukan "leh ukuran = ukuran dari negara = negara lain. :adi, tidak bisa dikatan a pri"ri bahwa hukum dari tempat terjadniya perbuatan melanggar hukum ini akan memberi jaminan tentang tingginua  jumlah ganti = rugi yang harus dibayar, melebihi dari misalnya hukum negara lain

#yang mungkin dipakai, misalnya hukum nasi"nal dari kedua belah pihak jika si pelanggar dan sang k"rban berkewarganegaraan sama%.

*ain dari pada itu alasan preventi$ ini hany akan dapar diajukan berkekanaan dengan perbuatan = perbuatan melanggar hukum yang dilakukan seara sengaja.

0 Tida$ ada $e(a!an !ni-er(a&

ikemukakan "leh d"ktrin m"dern bahwa tidak benar bahwa prinsip le> l"i ini diterima seara universal. 8idak akan ada kesatuan pendirian di depan pengadilan = pengadilan berbagai negara, juga jika dipakai asas le> l"i ini. 8idak ada suatu ara yang identik seara universal dalam menghadapi perbuatan = perbuatan melanggar hukum internasi"nal ini.

 Ke+eraan (!$arn#a penen!an &25!(

8elah disampaikan bahwa tidak selalu mudah untuk menemukan suatu 0l"us1, terutama pada delik = delik yang berlangsung dilebih dari satu temapt

(8)

physi. Selain itu, misalnya mungkin terjadi delik di tempat di mana sama sekali taka da hukum #misalannya ditengah = tengah lautan atau luar angkasa%, atau jika kerugian itu terjadi karena perbuatan suatu rangkaian perbuatan melanggar hukum, atau perbuatan di negara ; akibat di negara < dan sebagainya.

6 Ke+eraan $arena a$ (e(!ai den'an 3i&ie!4 (2(ia&

Perbuatan melanggar hukum, misalnya da"at rejadi di dalam suasana s"sial # milieu s"sial, s"ziale umwelt, reshss$eer maatshappelijke s$eer% yang berbeda tempat terjadinya. 'ntuk menjelaskan hal tersebut akan disajikan "nt"h dari "rris.

alam suatu amping anak = anak sek"lah !ampuran Amerika Serikat yang diadakan di ?uebe #!anada% telah terjadi peristiwa yang menyedihkan. !amping ini sama sekali teris"lir letaknya. 8idak ada satu manusia pun dalam lingkungan 6@ mil daripadanya. Pada suatu hari se"rang anak perempuan Amerika di bawah umur dari amping tersebut telah diperk"sa "leh anak = anak laki = laki Amerika lain dari kamp tersebut.

Se"rang anak lain telah digigit anjing dalam kamp tersebut. ua keelakaan ini telah terkadi karena para guru sek"lah pimpinan kamp tersebut, semua juga "rang = "rang Amerika, telah lalai dalam memenuhi kewajiban mereka untuk mengawasi seara ermat seperti sey"gyanya diharapkan dari mereka.

Hukum manakah yang akan diperlakukan dalam hal ini jika kelak "leh pihak "rang tua anak = anak yang menjadi k"rban tadi diadakan tuntutan terhadap pimpinan kamp tersebut, tatkala mereka kemabali ke Amerika3 Sangat jelas akan kurang memuaskan jika dipilih hukum !anada. Semua pihak yang bersangkutan dengan peristiwa = peristiwa ini adalah "rang = "rang Amerika.

%. LEX FORI

*e> $"ri adalah hukum pengadilan yang mengadili suatu perkara tertentu #diadili/diselesaikan%. *e> $"ri ini juga menentukan k"mpetensi hakim. Pemakaian prinsip ini dikarenakan alasan = alasan praktis. engan pemakaian asas ini akan dijauhkan le> loci delicti  antara lain karena l"us sukar untuk ditentukan seperti telah

(9)

kita singgung diatas tadi. engan pemakaian le> $"ri akan diper"leh kepastian hukum yang demikian diperlukan.

(10)

BAB III

PEMBAHASAN MASALAH

A. KASUS POSISI PHILLIPS -( E7RE

alam perkara Phillips vs yre, penggugat telah mengajukan tuntutan di (nggris terhadap sese"rang e>-B"vern"r dari :amaia. 8ergugat dituduh telah melakukan perbuatan melanggar hukum karena ia selama masa jabatannya itu telah melakukan perbuatan sewenang-wenang terhadap penggugat dengan mempenjarakannya tanpa alasan yang sah. Hal ini terjadi dalam rangka penumpasan pember"ntakan di :amaia. Kemudian "leh pemerintah :amaia telah dikeluarkan perundang-undangan dengan kekuatan berlaku surut yang membenarkan segala tindakan yang telah diambil itu.

engan demikian menurut hukum :amaia tindakan-tindakan yang telah diambil terhadap penggugat telah menjadi sah. Pihak pelanggar tak menyetujui pendirian ini dan mendalilkan bahwa pada saat penahanan tersebut dilakukan maka perbuatan tergugat adalah tidak sah. 8idak ada perundang-undangan :amaia yang dapat meniadakan haknya untuk mengajukan tuntutan dihadapan pengadilan (nggris.

 Akan tetapi "leh !"urt dianggap bahwa 0 %ct of &ndemnity 1 yang telah dibuat dianggap sah

:adi tuntutan dari penggugat tak dapat dikabulkan.

Pertimbangan-pertimbangan dari 7iles.: yang menarik perhatian dan seringkali disebut karena dianggap sebagai 0cornerstone1 dari pendirian HP( (nggris mengenai perbuatan melanggar hukum memperlihatkan dua unsur terpenting yang harus dipenuhi untuk dapat berhasil suatu tuntutan kerugian di hadapan hakim inggris untuk perbuatan-perbuatan di luar negeri.

Pertama maka harus terpenuhi syarat 0actionaility 1 dan kedua 0 'ustifiaility 1 dari tuntutan bersangkutan. Passage yang menarik perhatian dan sering disitir di sana-sini telah didahului "leh pertimbangan bahwa umumnya dalam perkara-perkara t"rt internasi"nal ini dipakailah 0the law of the wrong (lex loc delicti)1. Kemudian ditambahkan beliau

(11)

:adi apabila hukum asing, dimana perbuatan sengketa terjadi menghapuskan tuntutan maka penghapusan itu berarti pula suatu pembebasan untuk tuntutan dari sesuatu pihak di negara (nggris.

(nilah yang dalam baaan disebut prinsip 0similiarity 1 atau 0similitude1  Apa artinya istilah-istilah 0actionale1 dan 0 'ustifiale1 ini3

Syarat 0actionale1 ini berarti bahwa sese"rang penggugat di hadapan pengadilan (nggris harus dapat membuktikan bahwa tindakan sengketa dari tergugat apabila dilakukannya di dalam wilayah (nggris akan merupakan suatu perbuatan 0t"rt1 pula yang membawa kewajiban membayar ganti rugi. alam hubungan ini sering ditunjuk kepada perkara 08he Halley1. Penggugat, pemilik dari sek"i &ap"le"n telah menggugat di Hadapan nglish Admirality !"urt terhadap pemilik kapal (nggris, the Halley, sebabnya ialah karena terjadnya tabrakan di Clushing "ads, wilayah 2elgia. 8abrakan ini disebabkan kelalaian pil"t yang menurut hukum belgia wajib dipakai "leh kapal the Halley. enurut hukum (nggris pemilik kapal dalam hal ini tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk kesalahan sang pil"t. *ain halnya dengan hukum 2elgia yang meneriman adanya tanggung jawab itu. alam hal ini kita saksikan bahwa hakim (nggris berpendapat bahwa perbuatan sengketa harus juga dianggap suatu 0t"rt1 menurut hukum (nggris, jika laim hendak berhasil. emikian telah diputuskan bahwa gugatan ini tidak dapat dikabulkan, karena menurut kesimpulan Selwyn *.:. 0it is in their l"rdship "pini"n, alike "ntrary t" priniple and t" auth"rity t" h"ld, that nglish "urt "$ justie will en$"re a $"reign muniipal law and will give a remedy in the shape "$ damages in respet "$ an at whih, a"rding t" itDs "wn priniples, imp"ses n" liability "n the pers"n $r"m wh"m the damages are laimedE1

Keputusan seperti ini sering dikeam "leh para sarjana HP(. Keberatan terhadapnya ialah bahwa pendirian ini adalah terlampau menguntungkan bagi pihak tergugat.

(12)

Syarat 0 'ustifiale1 mengaitkan sesuatu kepada lex locus delicti . Perbuatan yang disengketakan harus juga merupakan perbuatan melanggar hukum di tempat dimana ia dilakukan.

Kedua syarat ini hampir mendekati pemakaian dari lex fori , akan tetapi dengan sedikit perlunakan untuk melindungkan tergugat yang perbuatannya adalah 0 'ustifiale1 pada tempat dimana dilakukannya.

Keaman terhadap syarat 0similiarity 1 dari yurisprudensi (nggris ini disebabkan pula karena pintu terbuka lebar untuk pemakaian terlampau luas dari pengertian  pulick policy  #ketertiban umum%. :ika hakim (nggris menunjuk kepada lex loci delicti  maka sebenarnya lex fori  lah #hukum awak (nggris% yang menentukan apakah telah terpenuhi syarat-syarat yang disebut diatas tadi.

B. ANALISIS KASUS PHILLIPS -( E7RE

a. Cakta-Cakta

• Philips menggugat yre yang merupakan mantan Bubernur :amaia • Bugatan diajukan di (nggris

• Bugatan disebabkan karena tergugat selama masa jabatannya telah

melakukan perbuatan sewenang-wenang terhadap penggugat dengan memenjarakannya tanpa alasan yang sah

• Pemerintah :amaia memberlakukan 0At "$ (ndemnity1 yang berlaku surut

dan mengesahkan perbuatan yre.

• Pengadilan (nggris mengganggap At tersebut sah.

b. Pengadilan yang 2erwenang

Pengadilan (nggris, karena dalam kasus ini tidak ada perundang-undangan :amaia yang dapat meniadakan hak dari penggugat untuk mengajukan tuntutan di hadapan pengadilan (nggris.

. 8itik 8aut Primer  

Perkara diatas termasuk perkara hukum perdata internasi"nal karena dalam perkara diatas terdapat unsur asing berupa

(13)

Karena gugatan diajukan di Pengadilan (nggris, maka le> $"ri dalam kasus ini adalah hukum (nggris. 2erdasarkan klasi$ikasi le> $"ri #hukum (nggris%, perkara ini termasuk ke dalam klasi$ikasi hukum perbuatan melawan hukum karena dalam perkara ini, yre selama masa jabatannya sebagai Bubernur :amaia itu telah melakukan perbuatan sewenang-wenang terhadap penggugat dengan mempenjarakannya tanpa alasan yang sah.

e. 8itik 8aut Sekunder  

alam kasus diatas, karena kasus tersebut dikuali$ikasikan ke dalam hukum perbuatan melawan hukum, maka

$. *e> !ausae

g. Penyelesaian Sengketa

Penyelesaian kasus ini menggunakan k"mbinasi antara *e> *"i eliti dan *e> C"ri, Sebenarnya kasus ini sudah dinyatakan bukan perbuatan melawan hukum di :amaia #le> l"i deliti% dan ketika gugatan diajukan ke inggris #le> $"ri% maka terdapat pertimbangan-pertimbangan dari hakim 7illes :. <ang ternyata menggunakan prinsip similarity/similitude yang dimana hakim menekankan pada syarat yang harus dipenuhi yaitu syarat 0ati"nable1 dan syarat 0justi$iable1. Syarat Ati"nable berarti sese"rang penggugat dihadapan pengadilan di (nggris harus dapat membuktika bahwa tindakan sengketa dari tergugat apabila dilakukannya diwilayah inggris akan merupakan suatu perbuatan pula yang membawa pula kewajiban untuk mengganti rugi. Kemudian syarat justi$iable perbuatan yang disengketakan harus juga merupakan perbuatan melawan hukum ditempat ia melakukan perbuatan. 8ernyata syarat-syarat itu tidak terpenuhi. 'ntuk iu maka pengadilan (nggris #le> $"ri% mn"lak gugatan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

(14)

Sunaryati Hart"n", )FF6, okokpokok Hukum erdata &nternasional , 2andung Penerbit 2inaipta.

Bautama Sudarg", +@@+, Hukum erdata &nternasional &ndonesia *ilid &&& +agian , +uku ke-. 2andung Alumni.

http//rep"sit"ry.unhas.a.id/bitstream/handle/)+4965GF/F995/SK(PS( I+@*&BKAP-P(A&A-A7(7A&8(.pd$3seJuene)

Referensi

Dokumen terkait

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti

 Ikan remora menempel dan mengambil sisa makanan yang terdapat di ikan pari.  Sedangkan bagi ikan pari tidak diuntungkan

Penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian Rengganis (2014) yang menyatakan bahwa penerapan teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan

Subyek yang datang dengan demam pada HO lebih sedikit (tabel I). Rendahnya kasus demam tersebut dihubungkan dengan demam periodik malaria vivaks setiap 48 jam, sehingga sewaktu

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari delapan faktor yang diteliti, terdapat enam faktor yang berhubungan dan menjadi faktor prediktor

Persamaan )an 2er &lt;aals dasarnya adalah persamaan gas ideal # P.) &amp; n.*.T dengan mempertimbangkan volume yang ditempati oleh molekul-molekul gas dan gaya

Dalam hal ini digunakan rujuka dari penelitian yang dilakukan oleh Pro Deo Et Patria Sembiring (2014) meneliti faktor yang mempengaruhi volume pembelian buah anggur pada

Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu baik yang secara langsung ataupun tidak langsung telah membantu dalam penulisan skripsi ini.. Kami berharap semoga skripsi