• Tidak ada hasil yang ditemukan

LECTURE NOTES Konsep Dasar Akuntansi Pajak Dan Laporan Keuangan Fiskal Pertemuan Ke-1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LECTURE NOTES Konsep Dasar Akuntansi Pajak Dan Laporan Keuangan Fiskal Pertemuan Ke-1"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LECTURE NOTES

Konsep Dasar Akuntansi Pajak

Dan Laporan Keuangan Fiskal

Pertemuan Ke-1

Maya Safira Dewi, SE.,Ak.,M.Si

[email protected]

(2)

LEARNING OUTCOMES

1. Peserta diharapkan dapat menjelaskan konsep dasar akuntansi pajak dan laporan keuangan fiskal.

2. Peserta diharapkan memahami konsep dasar akuntansi pajak dan laporan keuangan fiskal.

OUTLINE MATERI :

1. Konsep Dasar Akuntansi Pajak 2. Tujuan Laporan Keuangan Fiskal 3. Ciri Kualitatif Laporan Keuangan Fiskal

(3)

Konsep Dasar Akuntansi Pajak Dan Laporan Keuangan Fiskal

A. Konsep Dasar Akuntansi Pajak

Secara Tradisional pemungutan pajak memiliki tujuan ganda yaitu penerimaan (revenue budgetary) dan pengaturan (regulatory). Dalam fungsi penerimaan, pajak dimanfaatkan sebagai instrument pengumpul dana untuk pembiayaan kegiatan (rutin dan pembangunan) pemerintah. Sebagai instrumen pengatur, pajak dimaksudkan untuk dapat mempengaruhi kehidupan social dan ekonomi masyarakat, misalnya untuk menuju pertumbuhan ekonomi, redistribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi.

Dalam penerapannya pelaporan keuangan fiscal dan komersial memiliki perbedaan, konsep dasar Akuntansi pada umumnya dapat berlaku pada keduanya. Konsep dasar tersebut antara lain:

a) Dasar Akrual (Accrual Basis) merujuk pada pengakuan pengaruh transaksi

dan peristiwa pada saat kejadian ( dan bukan pada saat uang tunai (kas) atau setara dengan kas diterima atau dibayar) dan dicatat pada catatan Akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Sementara itu dasar kas murni dalam Akuntansi komersial untuk tujuan perpajakan dimodifikasi dengan mengakui penghasilan berdasarkan metode akrual dan menghitung depresiasi atas aktiva tetap dan amortisasi dalam pembebanan capital

expenditure.

Penjelasan Pasal 28 UU KUP no 28 tahun 2007

Pada dasarnya metode pembukuan yang dianut harus taat asas, yaitu harus sama dengan tahun-tahun sebelumnya, misalnya dalam hal penggunaan metode pengakuan penghasilan dan biaya (metode kas atau akrual), metode penyusutan aktiva tetap, dan metode penilaian persediaan. Namun, perubahan metode pembukuan masih dimungkinkan dengan syarat telah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak. Perubahan metode pembukuan harus diajukan kepada Direktur Jenderal Pajak sebelum dimuiainya tahun buku yang

(4)

bersangkutan dengan menyampaikan alasan yang logis dan dapat diterima serta akibat yang mungkin timbul dari perubahan tersebut.

Perubahan metode pembukuan akan mengakibatkan perubahan dalam prinsip taat asas yang dapat meliputi perubahan metode dari kas ke akrual atau sebaliknya atau perubahan penggunaan metode pengakuan penghasilan atau pengakuan biaya itu sendiri, misalnya dalam metode pengakuan biaya yang berkenaan dengan penyusutan aktiva tetap dengan menggunakan metode penyusutan tertentu.

Contoh:

Wajib Pajak dalam tahun 2008 menggunakan metode penyusutan "garis lurus atau straight line method. Jika da!am tahun 2009 Wajib Pajak bermaksud mengubah metode penyusutan aktiva dengan menggunakan metode penyusutan saldo menurun atau declining balance method, Wajib Pajak harus minta persetujuan terlebih dahulu kepada Direktur jenderai Pajak yang diajukan sebelum dimulainya tahun buku 2009 dengan menyebutkan alasan dilakukannya perubahan metode penyusutan dan akibat dari perubahan tersebut.

Selain itu, perubahan periode tahun buku Juga berakibat berubahnya jumlah penghasilan atau kerugian Wajib Pajak. Oleh karena itu, perubahan tersebut juga harus mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pajak.

Tahun Pajak adalah sama dengan tahun kalender kecuali Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender. Apabila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender, penyebutan Tahun Pajak yang bersangkutan menggunakan tahun yang di dalamnya termasuk 6 (enam) bulan pertama atau lebih.

Contoh:

a. Tahun buku 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2009 adalah Tahun Pajak 2008.

(5)

b. Tahun buku 1 Oktober 2008 sampai dengan 30 September 2009 adalah Tahun Pajak 2009.

b) Konsep kelangsungan usaha (going concern) mengasumsikan bahwa

aktivitas perusahaan akan berlangsung terus, akan dilanjutkan di masa depan dan tidak ada maksud atau keinginan untuk melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.

B. Tujuan Pelaporan Keuangan Perpajakan

Tujuan utama dari pelaporan keuangan fiscal adalah untuk menyajikan informasi sebagai bahan menghitung besarnya penghasila kena pajak (dasar pengenaan pajak dalam PPN). Dalam sistem self assessment, wajib pajak harus menghitung sendiri utang pajaknya sehingga laporan keuangan itu sangat membantu perhitungan . Selain untuk kebutuhan informasi manajemen, laporan keuangan juga dipakai sebagai bahan untuk mengetahui dan menilai tingkat kepatuhan wajib pajak dan administrasi, terutama dalam aktivitas pemeriksaan, dan penyidikan pajak. Pada kedua aktivitas itu laporan keuangan merupakan sasaran utama eksaminasi.

Berbeda dengan Akuntansi yang mengenal entitas ekonomi yang meliputi lebih dari satu entitas ekonomi yang meliputi lebih dari satu entitas hukum untuk bersama-sama melaporkan keuangan mereka dalam laporan konsolidasi, dengan hanya mengenal konsep entitas legal atau legal entity dan memberlakukan pemajakan berdasarkan berdasarkan konsep separate entity basis (karena alasan legal dan penerimaan), pasal 4 (4) KUP meminta agar tiap wajib pajak menyampaikan SPT dan melampirkan laporan keuangan masing-masing . Indonesia tidak mengenal sistem

Fiscal unity seperti di Belanda maupun tax consolidation ala Amerika.

Dasar hukum tujuan pelaporan keuangan :

Penjelasan Pasal 3 (6) UU KUP no 28 tahun 2007 menyatakan bahwa semua lampiran dalam SPT merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SPT dan merupakan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap wajib pajak yang menyelenggarakan pembukuan.

(6)

Pasal 3 (7) UU KUP no 28 tahun 2007 menyatakan bahwa SPT dianggap tidak disampaikan apabila tidak atau tidak sepenuhnya dilampirkan dengan keterangan dan dokumen sebagaimana dimaksud pasal 3 (6)

Pasal 13 A UU KUP no 28 tahun 2007 Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau menyampaikan Surat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, tidak dikenai sanksi pidana apabila kealpaan tersebut pertama kali dilakukan oleh Wajib Pajak dan Wajib Pajak tersebut wajib melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang terutang beserta sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 200% (dua ratus persen) dari jumlah pajak yang kurang dibayar yang ditetapkan melalui penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

C. Ciri kualitatif Pelaporan Keuangan Perpajakan

Konsep dasar akuntansi umumnya berlaku terhadap Akuntansi perpajakan sehingga ciri kualitatif informasi pelaporan perpajakan pada umumnya sama dengan ciri kualitatif informasi keuangan. Ciri-ciri ini meliputi :

Relevan

Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan (dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai). Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakikat dan materialitasnya

Dapat dipahami

Agar berkualitas, informasi harus dapat dengan mudah dipahami oleh pemakai (dengan asumsi pemakai mempunyai pengetahuan tentang aktivitas ekonomi dan bisnis serta Akuntansi sewajarnya)

Keandalan/rentabilitas

Keandalan/rentabilitas merujuk pada keadaan bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan

(7)

(transaksi dan peristiwa) atau yang sewajarnya diharapkan dapat disajikan. Selain penyajian jujur, keandalan informasi juga ditentukan dengan criteria, seperti substansi mengungguli bentuk (substance over form rule), netralitas, pertimbangan sehat dan kelengkapan.

Dapat dipertimbangkan

Daya banding suatu laporan diukur dari beberapa aspek perbandingan, antara lain antar periode (untuk mengidentifikasikan tren posisi dan kinerja) dan antar perusahaan (untuk menilai posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan)

D. Sifat dan Keterbatasan Pelaporan Keuangan Fiscal

Beberapa sifat dan keterbatasan laporan keuangan komersial yang relevan terhadap laporan keuangan fiscal, antara lain :

Laporan Keuangan bersifat historis

Proses penyusunan keuangan tidak luput dari penggunaan estimasi dan berbagai pertimbangan

Lebih mengutamakan hal yang material (tanpa mengurangi kelengkapan materi)

Laporan Keuangan, terutama menekankan makna ekonomis (substansi) setiap transaksi/peristiwa (tanpa dalam kondisi tertentu, memperhatikan bentuk yuridis yang formalnya)

Terdapatnya alternative metode Akuntansi yang dapat digunakan mengakibatkan variasi dalam pengukuran sumber ekonomis dan tingkat kesusksesan antar wajib pajak, dan

Informasi kualitatif, sedangkan fakta (yang tidak mendasar) yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya dikesampingkan.

(8)

Ken info relev an Kom kara ku Kar kualit ke Tujuan keu Pengguna keuan Asu me Gambar ndala  ormasi  van dan  ndal  mposisi  akteristik  alitatif  rakteristik  tatif laporan  euangan  n laporan  uangan  a laporan  ngan  msi yang  endasari 

(9)

SIMPULAN

Akuntansi perpajakan, secara prinsip terpengaruh oleh fungsi perpajakan karena dipengaruhi oleh ketentuan perpajakan yang berlaku. Walaupun karakteristik dan tujuan pelaporan keuangan fiscal ada yang berbeda dengan pelaporan komersial, konsep-konsep dasar Akuntansi pada umumnya dapat berlaku pada keduanya. Konsep Dasar Akuntansi tersebut adalah accrual basis dan going concern.

Tujuan utama dari pelaporan keuangan fiscal adalah untuk menyajikan informasi sebagai bahan menghitung besarnya penghasila kena pajak (dasar pengenaan pajak dalam PPN). Dalam sistem self assessment, wajib pajak harus menghitung sendiri utang pajaknya sehingga laporan keuangan itu sangat membantu perhitungan . Selain untuk kebutuhan informasi manajemen, laporan keuangan juga dipakai sebagai bahan untuk mengetahui dan menilai tingkat kepatuhan wajib pajak dan administrasi, terutama dalam aktivitas pemeriksaan, dan penyidikan pajak. Pada kedua aktivitas itu laporan keuangan merupakan sasaran utama eksaminasi.

Ciri kualitatif informasi pelaporan fiscal pada umumnya sama dengan ciri kualitatif informasi keuangan. Ciri-ciri ini meliputi: relevan, dapat dipahami, rentabilitas, dan dapat dipertimbangkan.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

1. Gunadi, (2009), Akuntansi Pajak , PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, Bab II

2. UU KUP No.28 Tahun 2007

3. Dwi Martani, Sylvia Veronica PS, Ratna Wardhani, Aria Farahmita, Edward Tanujaya , 2012 , Akuntansi Keuangan Menengah berbasis PSAK, Salemba Empat

Referensi

Dokumen terkait

Berbeda dengan Sekolah lain yang ada di Kabupaten Tegal, keistimewaan SMP IT Daar Al-Faradis yang membuat banyak peserta didik ingin mendaftar adalah karena menerapkan

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswapada pembelajaran modelAudiotory Intellectualy Repetition berbantuan

Berdasar kan gambaran klinis, batuk merupakan gejala klinis paling banyak ditemukan yaitu 94.4% diikuti napas cuping hidung 93,1%, dan ronki 92,4%, kemudian demam dengan

Kami juga menyadari bahwa harga yang dibayarkan perusahaan kepada para petani sayur di Mahuroi harus bersaing dengan harga bahan yang sama dengan yang ada di Palangkaraya jika

Perancangan model dalam menyelesaikan masalah tertentu ini diperlukan untuk mengukur tingkat kesesuaian kegunaan terhadap teknologi yang dibuat (Kurniabudi and

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa faktor dominan penggunaan jamu cekok pada masyarakat pedesaan yaitu faktor ekonomi yang disusul oleh

Mapping , subjek dapat mencari hubungan yang identik dari karakteristik antara masalah sumber dan masalah target kemudian membangun kesimpulan untuk selanjutnya hubungan

Diagram alir yang lebih rinci pada fase perancangan konsep produk adalah seperti yang terlihat pada gambar berikut.. Langkah-langkah perancangan