Refer to important disclosures on the last of this report
1
30 July 2013
Market Review
Dow Jones Senin malam ditutup turun 37 poin atau 0,3% pada 15.522, seiring dengan kewaspadaan investor menjelang rapat FOMC yang akan dimulai hari ini. Investor juga waspada menjelang rilis data pertumbuhan PDB Amerika untuk kuartal II-2013 yang akan diumumkan hari Rabu. Investor di Amerika enggan mengambil posisi signifikan menjelang beberapa rilis penting tersebut. Isu utama yang ditunggu investor adalah arahan kebijakan bank sentral Amerika mengenai waktu dan jumlah penyesuaian QE. Dirilis berita kalangan pebisnis otomotif mulai mencemaskan rontoknya ekspor kendaraan bermotor Indonesia ke sejumlah negara di Asean akibat dampak berantai resesi ekonomi global yang mulai mengintai Asia Pacific. Jika dampak resesi memukul daya beli di kawasan Asean, dikhawatirkan target pertumbuhan ekspor kendaraan sekitar 10% pada 2013 akan sulit tercapai. Berdasarkan data Gaikindo, Ekspor kendaraan utuh (CBU/completely built up) Indonesia pada semester I/2013 sebesar 84.304 unit, susut 3,08% dibandingkan dengan semester I/2012 pada 86.903 unit. Adapun, ekspor kendaraan terurai utuh (CKD/completely knock down) pada semester I/2013 relatif stagnan dibandingkan dengan ekspor periode sama 2012 dari 51.445 set menjadi 51.437.
IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan BSDE, WIKA, SMGR, TLKM.
News Highlights
Wijaya Karya (WIKA) merilis laporan keuangan semester I-2013 yang tidak diaudit dengan penjualan bersih Rp 5,28 triliun atau naik 31,1% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 4,02 triliun. Laba kotor untuk semester I-2013 melonjak 58,7% menjadi Rp 571,49 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 360,1 miliar. Marjin laba kotor sebelum ventura bersama untuk semester I-2013 mencapai 10,8% dibandingkan 8,9% semester I-2012. Laba (rugi) pada ventura bersama naik 46,2% menjadi Rp 98,1 miliar dibandingkan Rp 67,1 miliar periode sama tahun lalu. Hal ini menghasilkan marjin laba kotor setelah ventura bersama mencapai 12,7% pada semester I-2013 dibandingkan 10,6% pada semester I-2012. Selama semester I-2013, laba usaha perseroan meningkat 65,3% menjadi Rp 524,1 miliar dibandingkan dengan Rp 317,1 miliar pada semester I-2012. Laba usaha selama semester I-2013 menghasilkan marjin laba usaha sebesar 9,9% dibandingkan dengan 7,9% pada semester I-2012. Laba bersih selama semester I-2013 mencapai Rp 280,3 miliar, atau naik 55,7% dibandingkan dengan Rp 180,1 miliar pada semester I-2012. Marjin laba bersih selama semester I-2013 mencapai 5,3% dibandingkan 4,5% semester I-2012. (Investor Daily)
Sepanjang semester I/2013, United Tractors (UNTR) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,3 triliun, turun sebesar 25,3% dari periode sama tahu lalu sebesar Rp 3,08 triliun. Pendapatan bersih selama semester I-2013 mencapai Rp 24,9 triliun, turun 19% dari Rp 30,6 triliun. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan 17,8% dari Rp 25,07 triliun menjadi Rp 20,6 triliun. Pendapatan bersih segmen usaha mesin konstruksi turun 40% menjadi Rp 8,5 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap total pendapatan perseroan. Hal ini disebabkan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 42%, dari 4.231 unit menjadi hanya 2.452 unit. (Bisnis Indonesia)
Sepanjang semester I/2013, Semen Indonesia (SMGR) membukukan laba bersih Rp 2,58 triliun atau tumbuh 22,9% dari periode sama tahun lalu. Perseroan menyatakan pertumbuhan laba bersih SMGR sejalan dengan perolehan pendapatan yang tercatat sebesar Rp 11,4 triliun atau naik 31,9%
Pergerakan IHSG
Sumber : IPOT
Statistik Perdagangan Saham di BEI
Items Avg 2012 Terakhir H─1
Nilai transaksi [Rp miliar] 3,214.1 2,225.6 2,265.8 Volume transaksi [jt shm] 3,592.5 2,731.1 3,007.8 Net asing [Rp miliar] 64.6 -379.2 -92.9 Net asing [jt shm] -8.7 -18.7 -28.8 Kapitalisasi pasar [Rp tn] 3,606.1 4,161.4 4,232.6
Sumber : Bloomberg Indeks Saham
Indeks Negara Penutupan % Prb 1 Tahun % Perubahan H─1 YTD JCI Indonesia 4,580 11.7% -1.7% 6.1% FSSTI Singapura 3,237 6.7% 0.0% 2.2% KLCI Malaysia 1,799 10.2% -0.5% 6.5% SET Thailand 1,454 21.9% -1.5% 4.5% KOSPI Korsel 1,900 3.0% -0.6% -4.6% SENSEX India 19,593 16.4% -0.8% 0.9% HSI Hongkong 21,850 11.6% -0.5% -3.6% NKY Jepang 13,661 58.2% -3.3% 31.8% AS30 Australia 5,028 17.8% 0.1% 7.6% IBOV Brasil 49,212 -13.0% -0.4% -19.3% DJI Amerika 15,522 18.7% -0.2% 18.5% SX5P Eropa 2,692 9.5% 0.0% 4.5% UKX Inggris 6,560 16.6% 0.1% 11.2%
Dual Listing (US$) Saham Penutupan +/- % Prb US$ IDR* TLKM 44.39 11,402.7 -1.10 -2.42% TINS 0.102 1,048.8 -0.01 -6.10% ANTM 0.103 1,062.4 -0.01 -4.88% * Rp/US$ @Rp10,275
Suku Bunga dan Inflasi
Items Latest rates Real interest rate
Interest Inflation
Deposito IDR 3 bln 5.67 Kredit bank IDR 13.15
BI Rate (%) 6.50 5.90% 6.44
Fed Funds Target 0.25 1.80% 0.23
ECB Main Refinancing 0.50 1.60% 0.48 Domestic Yen Interest Call 0.07 0.20% 0.07
E
QUITY
R
ESEARCH
2
Daily Updated
Harga Komoditas dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 8,6 triliun.
Pendapatan tersebut didukung oleh total volume penjualan semen yang tercatat sebesar 12,23 juta ton atau meningkat 18,3% dari periode sama tahun lalu sebesar 10,32 juta ton. Dibandingkan dengan volume penjualan semen nasional yang tumbuh 7,5% menjadi 27,83 juta ton, Semen Indonesia mencatatkan penjualan di atas rata-rata industri. Pangsa pasar domestik perseroan selama semester I/2013 mampu tumbuh menjadi 43,6% dari tahun lalu sebesar 40,9%. (Bisnis Indonesia)
Bank Mandiri (BMRI) meraup laba bersih Rp 8,29 triliun pada periode Januari-Juni 2013, meningkat 16% dibandingkan dengan setahun lalu. Pertumbuhan laba tersebut melambat dibandingkan dengan kurtal I yang masih dapat tumbuh 26%. Pertumbuhan laba bersih yang melambat pada kuartal II-2013 itu karena peningkatan pencadangan kredit sebagai langkah konservatif menghadapi memburuknya perekonomian. Perseroan meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) guna meningkatkan coverage
ratio terhadap kredit bermasalah. Coverage ratio terhadap NPL meningkat
dari 190% menjadi 200%. Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 22,3% menjadi Rp 428,7 triliun pada kuartal II/2013. Sehingga, total aset Bank Mandiri tumbuh 17,6% menjadi Rp 672,2 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 571,8 triliun. Kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh mencapai 58,1% menjadi Rp 23,9 triliun pada Juni 2013. (Bisnis Indonesia)
Bank Central Asia BBCA) membukukan laba bersih senilai Rp 6,32 triliun sampai semester I/2013, tumbuh 19,3% dari periode sama 2012 sebesar Rp 5,29 triliun. Sampai Juni 2013, BBCA telah menyalurkan kredit sebesar Rp 280,4 triliun, naik 24,1% dari periode sama 2012 sebesar Rp 225,97 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang dicapai perseroan itu hingga Juni 2013 mencapai Rp 378,46 triliun atau naik 10,9% dari periode sama 2012. (Bisnis Indonesia)
Pemerintah akan mengajukan defisit APBN 2014 sebesar Rp 154 triliun. Angka itu setara dengan 1,49% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih kecil dari defisit APBN-P 2013 yang sebesar 2,38% terhadap PDB. Pemerintah mematok defisit primer sekitar Rp 30 triliun tahun depan, dibandingkan Rp 111,7 triliun tahun ini. APBN tahun ini akan berdasar pada sejumlah asumsi, termasuk pertumbuhan ekonomi di 6,4%, inflasi di 4,5%, dan nilai tukar rupiah di Rp 9.750/US$. (Investor Daily)
Pemerintah sedang mengkaji penurunan upah minimum provinsi (UMP) untuk industri padat karya dengan tujuan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja. Pemerintah berharap penurunan UMP ini bisa berlaku tahun ini. Sedangkan, untuk 2014, pemerintah berencana menerapkan penentuan UMP yang dikaitkan dengan inflasi. (Bisnis Indonesia)
dlm US$ Penutupan % Prb 1 Tahun Perubahan (H-1) +/- dlm % Minyak WTI /bbl 104.6 16.0% -0.2 -0.1% CPO /ton 669.6 -26.0% -4.9 -0.7% Karet /kg 2.55 -18.4% 0.0 -1.2% Nikel /ton 13,629 -13.9% -150.5 -1.1% Timah /ton 19,899 9.9% 464.0 2.4% Emas /tr. oz 1,327.1 -18.2% -1.0 -0.1% Batu bara /ton 77.1 -7.4% 0.3 0.5% Tepung terigu /ton 313.5 13.5% 0.0 0.0% Gas alam /mmbtu 3.5 7.7% 0.0 -0.3% Sumber: Bloomberg -50 100 150 200 250
Non-Renewable Commodities Prices Indices (1 Jan 2010=100)
WTI Oil Nickel Tin Gold
-50 100 150 200 250
Renewable Commodities Prices Indices (1 Jan 2010=100)
CPO Rubber Soybean Oil Wheat
fachrini indo premier securities
fachrini y
Benny B. Soebagjo Head of Equities [email protected]
Angkula Ruriawan Equity Sales [email protected]
Alexander Salim Equity Sales [email protected]
Edward Azizy Equity Sales [email protected]
James Darmawan Equity Sales [email protected]
Henry Sutanto Equity Sales [email protected]
Thomas Samuil Sales Trader [email protected]
INVESTMENT RATINGS
Buy : Expected total return of 10% or more within a 12-month period Hold: Expected total return between -10% and 10% within a 12-month period Sell : Expected total return of -10% or worse within a 12-month period
ANALYSTS CERTIFICATION. The views expressed in this research report accurately reflect the analyst's personal views about any and all of the subject
securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor
accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
PT INDO PREMIER SECURITIES
Wisma GKBI 7/F Suite 718 Jl. Jend. Sudirman No.28 Jakarta 10210 - Indonesia p +62.21.5793.1168 f +62.21.5793.1167
Head Office
Refer to important disclosures on the last of this report
1
30 July 2013
Market Review
Dow Jones Senin malam ditutup turun 37 poin atau 0,3% pada 15.522, seiring dengan kewaspadaan investor menjelang rapat FOMC yang akan dimulai hari ini. Investor juga waspada menjelang rilis data pertumbuhan PDB Amerika untuk kuartal II-2013 yang akan diumumkan hari Rabu. Investor di Amerika enggan mengambil posisi signifikan menjelang beberapa rilis penting tersebut. Isu utama yang ditunggu investor adalah arahan kebijakan bank sentral Amerika mengenai waktu dan jumlah penyesuaian QE. Dirilis berita kalangan pebisnis otomotif mulai mencemaskan rontoknya ekspor kendaraan bermotor Indonesia ke sejumlah negara di Asean akibat dampak berantai resesi ekonomi global yang mulai mengintai Asia Pacific. Jika dampak resesi memukul daya beli di kawasan Asean, dikhawatirkan target pertumbuhan ekspor kendaraan sekitar 10% pada 2013 akan sulit tercapai. Berdasarkan data Gaikindo, Ekspor kendaraan utuh (CBU/completely built up) Indonesia pada semester I/2013 sebesar 84.304 unit, susut 3,08% dibandingkan dengan semester I/2012 pada 86.903 unit. Adapun, ekspor kendaraan terurai utuh (CKD/completely knock down) pada semester I/2013 relatif stagnan dibandingkan dengan ekspor periode sama 2012 dari 51.445 set menjadi 51.437.
IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan BSDE, WIKA, SMGR, TLKM.
News Highlights
Wijaya Karya (WIKA) merilis laporan keuangan semester I-2013 yang tidak diaudit dengan penjualan bersih Rp 5,28 triliun atau naik 31,1% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 4,02 triliun. Laba kotor untuk semester I-2013 melonjak 58,7% menjadi Rp 571,49 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 360,1 miliar. Marjin laba kotor sebelum ventura bersama untuk semester I-2013 mencapai 10,8% dibandingkan 8,9% semester I-2012. Laba (rugi) pada ventura bersama naik 46,2% menjadi Rp 98,1 miliar dibandingkan Rp 67,1 miliar periode sama tahun lalu. Hal ini menghasilkan marjin laba kotor setelah ventura bersama mencapai 12,7% pada semester I-2013 dibandingkan 10,6% pada semester I-2012. Selama semester I-2013, laba usaha perseroan meningkat 65,3% menjadi Rp 524,1 miliar dibandingkan dengan Rp 317,1 miliar pada semester I-2012. Laba usaha selama semester I-2013 menghasilkan marjin laba usaha sebesar 9,9% dibandingkan dengan 7,9% pada semester I-2012. Laba bersih selama semester I-2013 mencapai Rp 280,3 miliar, atau naik 55,7% dibandingkan dengan Rp 180,1 miliar pada semester I-2012. Marjin laba bersih selama semester I-2013 mencapai 5,3% dibandingkan 4,5% semester I-2012. (Investor Daily)
Sepanjang semester I/2013, United Tractors (UNTR) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,3 triliun, turun sebesar 25,3% dari periode sama tahu lalu sebesar Rp 3,08 triliun. Pendapatan bersih selama semester I-2013 mencapai Rp 24,9 triliun, turun 19% dari Rp 30,6 triliun. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan 17,8% dari Rp 25,07 triliun menjadi Rp 20,6 triliun. Pendapatan bersih segmen usaha mesin konstruksi turun 40% menjadi Rp 8,5 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap total pendapatan perseroan. Hal ini disebabkan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 42%, dari 4.231 unit menjadi hanya 2.452 unit. (Bisnis Indonesia)
Sepanjang semester I/2013, Semen Indonesia (SMGR) membukukan laba bersih Rp 2,58 triliun atau tumbuh 22,9% dari periode sama tahun lalu. Perseroan menyatakan pertumbuhan laba bersih SMGR sejalan dengan perolehan pendapatan yang tercatat sebesar Rp 11,4 triliun atau naik 31,9%
Pergerakan IHSG
Sumber : IPOT
Statistik Perdagangan Saham di BEI
Items Avg 2012 Terakhir H─1
Nilai transaksi [Rp miliar] 3,214.1 2,225.6 2,265.8 Volume transaksi [jt shm] 3,592.5 2,731.1 3,007.8 Net asing [Rp miliar] 64.6 -379.2 -92.9 Net asing [jt shm] -8.7 -18.7 -28.8 Kapitalisasi pasar [Rp tn] 3,606.1 4,161.4 4,232.6
Sumber : Bloomberg Indeks Saham
Indeks Negara Penutupan % Prb 1 Tahun % Perubahan H─1 YTD JCI Indonesia 4,580 11.7% -1.7% 6.1% FSSTI Singapura 3,237 6.7% 0.0% 2.2% KLCI Malaysia 1,799 10.2% -0.5% 6.5% SET Thailand 1,454 21.9% -1.5% 4.5% KOSPI Korsel 1,900 3.0% -0.6% -4.6% SENSEX India 19,593 16.4% -0.8% 0.9% HSI Hongkong 21,850 11.6% -0.5% -3.6% NKY Jepang 13,661 58.2% -3.3% 31.8% AS30 Australia 5,028 17.8% 0.1% 7.6% IBOV Brasil 49,212 -13.0% -0.4% -19.3% DJI Amerika 15,522 18.7% -0.2% 18.5% SX5P Eropa 2,692 9.5% 0.0% 4.5% UKX Inggris 6,560 16.6% 0.1% 11.2%
Dual Listing (US$) Saham Penutupan +/- % Prb US$ IDR* TLKM 44.39 11,402.7 -1.10 -2.42% TINS 0.102 1,048.8 -0.01 -6.10% ANTM 0.103 1,062.4 -0.01 -4.88% * Rp/US$ @Rp10,275
Suku Bunga dan Inflasi
Items Latest rates Real interest rate
Interest Inflation
Deposito IDR 3 bln 5.67 Kredit bank IDR 13.15
BI Rate (%) 6.50 5.90% 6.44
Fed Funds Target 0.25 1.80% 0.23
ECB Main Refinancing 0.50 1.60% 0.48 Domestic Yen Interest Call 0.07 0.20% 0.07
E
QUITY
R
ESEARCH
2
Daily Updated
Harga Komoditas dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 8,6 triliun.
Pendapatan tersebut didukung oleh total volume penjualan semen yang tercatat sebesar 12,23 juta ton atau meningkat 18,3% dari periode sama tahun lalu sebesar 10,32 juta ton. Dibandingkan dengan volume penjualan semen nasional yang tumbuh 7,5% menjadi 27,83 juta ton, Semen Indonesia mencatatkan penjualan di atas rata-rata industri. Pangsa pasar domestik perseroan selama semester I/2013 mampu tumbuh menjadi 43,6% dari tahun lalu sebesar 40,9%. (Bisnis Indonesia)
Bank Mandiri (BMRI) meraup laba bersih Rp 8,29 triliun pada periode Januari-Juni 2013, meningkat 16% dibandingkan dengan setahun lalu. Pertumbuhan laba tersebut melambat dibandingkan dengan kurtal I yang masih dapat tumbuh 26%. Pertumbuhan laba bersih yang melambat pada kuartal II-2013 itu karena peningkatan pencadangan kredit sebagai langkah konservatif menghadapi memburuknya perekonomian. Perseroan meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) guna meningkatkan coverage
ratio terhadap kredit bermasalah. Coverage ratio terhadap NPL meningkat
dari 190% menjadi 200%. Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 22,3% menjadi Rp 428,7 triliun pada kuartal II/2013. Sehingga, total aset Bank Mandiri tumbuh 17,6% menjadi Rp 672,2 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 571,8 triliun. Kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh mencapai 58,1% menjadi Rp 23,9 triliun pada Juni 2013. (Bisnis Indonesia)
Bank Central Asia BBCA) membukukan laba bersih senilai Rp 6,32 triliun sampai semester I/2013, tumbuh 19,3% dari periode sama 2012 sebesar Rp 5,29 triliun. Sampai Juni 2013, BBCA telah menyalurkan kredit sebesar Rp 280,4 triliun, naik 24,1% dari periode sama 2012 sebesar Rp 225,97 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang dicapai perseroan itu hingga Juni 2013 mencapai Rp 378,46 triliun atau naik 10,9% dari periode sama 2012. (Bisnis Indonesia)
Pemerintah akan mengajukan defisit APBN 2014 sebesar Rp 154 triliun. Angka itu setara dengan 1,49% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih kecil dari defisit APBN-P 2013 yang sebesar 2,38% terhadap PDB. Pemerintah mematok defisit primer sekitar Rp 30 triliun tahun depan, dibandingkan Rp 111,7 triliun tahun ini. APBN tahun ini akan berdasar pada sejumlah asumsi, termasuk pertumbuhan ekonomi di 6,4%, inflasi di 4,5%, dan nilai tukar rupiah di Rp 9.750/US$. (Investor Daily)
Pemerintah sedang mengkaji penurunan upah minimum provinsi (UMP) untuk industri padat karya dengan tujuan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja. Pemerintah berharap penurunan UMP ini bisa berlaku tahun ini. Sedangkan, untuk 2014, pemerintah berencana menerapkan penentuan UMP yang dikaitkan dengan inflasi. (Bisnis Indonesia)
dlm US$ Penutupan % Prb 1 Tahun Perubahan (H-1) +/- dlm % Minyak WTI /bbl 104.6 16.0% -0.2 -0.1% CPO /ton 669.6 -26.0% -4.9 -0.7% Karet /kg 2.55 -18.4% 0.0 -1.2% Nikel /ton 13,629 -13.9% -150.5 -1.1% Timah /ton 19,899 9.9% 464.0 2.4% Emas /tr. oz 1,327.1 -18.2% -1.0 -0.1% Batu bara /ton 77.1 -7.4% 0.3 0.5% Tepung terigu /ton 313.5 13.5% 0.0 0.0% Gas alam /mmbtu 3.5 7.7% 0.0 -0.3% Sumber: Bloomberg -50 100 150 200 250
Non-Renewable Commodities Prices Indices (1 Jan 2010=100)
WTI Oil Nickel Tin Gold
-50 100 150 200 250
Renewable Commodities Prices Indices (1 Jan 2010=100)
CPO Rubber Soybean Oil Wheat
fachrini indo premier securities
fachrini y
Benny B. Soebagjo Head of Equities [email protected]
Angkula Ruriawan Equity Sales [email protected]
Alexander Salim Equity Sales [email protected]
Edward Azizy Equity Sales [email protected]
James Darmawan Equity Sales [email protected]
Henry Sutanto Equity Sales [email protected]
Thomas Samuil Sales Trader [email protected]
INVESTMENT RATINGS
Buy : Expected total return of 10% or more within a 12-month period Hold: Expected total return between -10% and 10% within a 12-month period Sell : Expected total return of -10% or worse within a 12-month period
ANALYSTS CERTIFICATION. The views expressed in this research report accurately reflect the analyst's personal views about any and all of the subject
securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report.
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor
accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
PT INDO PREMIER SECURITIES
Wisma GKBI 7/F Suite 718 Jl. Jend. Sudirman No.28 Jakarta 10210 - Indonesia p +62.21.5793.1168 f +62.21.5793.1167