• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Thasia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Thasia"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Referat

Referat

Trichotillomania

Trichotillomania

Pembimbing :

Pembimbing :

Dr.Dan Hidayat, Sp. KJ (K)

Dr.Dan Hidayat, Sp. KJ (K)

Disusun Oleh :

Disusun Oleh :

Anathasia Christine Kurniawaty

Anathasia Christine Kurniawaty

11.2012.047

11.2012.047

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Jiwa

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Jiwa

Fakultas Kedokteran Kristen Krida Wacana

Fakultas Kedokteran Kristen Krida Wacana

Periode 11 November 2013

(2)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur di panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat Puji dan Syukur di panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun referat berjudul Trichotillomania ini tepat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun referat berjudul Trichotillomania ini tepat  pada

 pada waktunya. waktunya. Setinggi-tinggi Setinggi-tinggi terima terima kasih kasih di di atas atas bimbingan bimbingan Dr.Dan Dr.Dan Hidayat, Hidayat, Sp. Sp. KJ KJ (K)(K) sepanjang penulis menjalani kepaniteraan ini.

sepanjang penulis menjalani kepaniteraan ini.

Referat ini disusun dan dibuat berdasarkan materi

Referat ini disusun dan dibuat berdasarkan materi  –  –   materi yang diambil dari sumber yang  materi yang diambil dari sumber yang dipercayai. Materi

dipercayai. Materi –  –  materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan dokter materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan dokter muda dalam mempelajari secara lebih mendalam.

muda dalam mempelajari secara lebih mendalam.

Dalam penulisan referat ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada Dalam penulisan referat ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan referat ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak referat ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan referat ini.

yang telah membantu dalam penyusunan referat ini.

Akhir kata, semoga referat ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian. Akhir kata, semoga referat ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Jakarta, November 2013 Jakarta, November 2013

Penulis Penulis

(3)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Trikotilomania adalah salah satu bentuk gangguan kompulsif yang ditandai dengan Trikotilomania adalah salah satu bentuk gangguan kompulsif yang ditandai dengan kegiatan menarik-narik rambut berulang (di kepala, alis, bulu mata, ketiak, pubis) yang didahului kegiatan menarik-narik rambut berulang (di kepala, alis, bulu mata, ketiak, pubis) yang didahului dengan ketegangan kemudian diikuti dengan rasa puasa atau lega setelahnya. Kegiatan ini dengan ketegangan kemudian diikuti dengan rasa puasa atau lega setelahnya. Kegiatan ini ditandai dengan adanya kerontokan rambut yang mencolok dan tidak disebabkan oleh kelainan ditandai dengan adanya kerontokan rambut yang mencolok dan tidak disebabkan oleh kelainan kulit kepala atau rambut lain atau kegiatan stereotipi yang lain.

kulit kepala atau rambut lain atau kegiatan stereotipi yang lain.1,21,2

Trikotilomania telah dikenal sejak hamper dua abad yang lalu dan istilah trikotilomania Trikotilomania telah dikenal sejak hamper dua abad yang lalu dan istilah trikotilomania itu pertama kali oleh ahli kulitasal Prancis François Henri Hallopeau.

itu pertama kali oleh ahli kulitasal Prancis François Henri Hallopeau.3,43,4  Penyakit ini dapat  Penyakit ini dapat dikategorikan berdasarkan onset menjadi: pra-sekolah, pra-remaja, dewasa muda, dewasa.

dikategorikan berdasarkan onset menjadi: pra-sekolah, pra-remaja, dewasa muda, dewasa.55

Dari klasifikasi tersebut didapatkan perbedaan gejala dan respon terapi dimana pada Dari klasifikasi tersebut didapatkan perbedaan gejala dan respon terapi dimana pada  pasien

 pasien pra-sekolah pra-sekolah dan dan dewasa dewasa muda muda memiliki memiliki kebiasaan kebiasaan menarik menarik rambut rambut otomatis otomatis dan dan tanpatanpa disadari serta memiliki respon yang baik terhadap pengobatan konservatif. Pada pasien dewasa disadari serta memiliki respon yang baik terhadap pengobatan konservatif. Pada pasien dewasa  biasanya memiliki

 biasanya memiliki kecenderungan kecenderungan menarik menarik rambut sebagai rambut sebagai bentuk bentuk dari dari focus penderita focus penderita terhadapterhadap kebiasaan tersebut, sebagai bagian rutinitas yang disadari termasuk dalam memilah jenis rambut kebiasaan tersebut, sebagai bagian rutinitas yang disadari termasuk dalam memilah jenis rambut tertentu untuk dicabuti misalnya yang memiliki ujung bulat dan pipih, yang kasar ataupun karena tertentu untuk dicabuti misalnya yang memiliki ujung bulat dan pipih, yang kasar ataupun karena letaknya yang salah.

letaknya yang salah.4,54,5

Jumlah pasien yang mengalami trikotilomania di masyarakat secara relatif masih sedikit Jumlah pasien yang mengalami trikotilomania di masyarakat secara relatif masih sedikit yang diketahui. Secara klinis, mencabut-cabut rambut yang cocok dengan kriteria trikotilomania yang diketahui. Secara klinis, mencabut-cabut rambut yang cocok dengan kriteria trikotilomania ditemukan pada 0.6%-3.9% mahasiswa yang disurvei. Penelitian lain menunjukkan perbedaan ditemukan pada 0.6%-3.9% mahasiswa yang disurvei. Penelitian lain menunjukkan perbedaan

(4)

tingkat trikotilomania dalam pengobatan ditemukan 4.4% pada pasien psikiatri yang rawat inap tingkat trikotilomania dalam pengobatan ditemukan 4.4% pada pasien psikiatri yang rawat inap dan 4.6% pada pasien gangguan obsesif-kompulsif.

(5)

BAB II

BAB II

ISI

ISI

1. 1. DEFINISIDEFINISI

Trikotilomania adalah salah satu bentuk gangguan kompulsif yang ditandai dengan Trikotilomania adalah salah satu bentuk gangguan kompulsif yang ditandai dengan kegiatan menarik-narik rambut berulang (di kepala, alis, bulu mata, ketiak, pubis) yang kegiatan menarik-narik rambut berulang (di kepala, alis, bulu mata, ketiak, pubis) yang didahului dengan ketegangan kemudian diikuti dengan rasa puasa atau lega setelahnya. didahului dengan ketegangan kemudian diikuti dengan rasa puasa atau lega setelahnya. Kegiatan ini ditandai dengan adanya kerontokan rambut yang mencolok dan tidak Kegiatan ini ditandai dengan adanya kerontokan rambut yang mencolok dan tidak disebabkan oleh kelainan kulit kepala atau rambut lain atau kegiatan stereotipi yang lain. disebabkan oleh kelainan kulit kepala atau rambut lain atau kegiatan stereotipi yang lain.1,21,2

2.

2. ETIOLOGIETIOLOGI

Meskipun dianggap ditentukan oleh banyak hal, onsetnya dihubungkan pada situasi Meskipun dianggap ditentukan oleh banyak hal, onsetnya dihubungkan pada situasi yang penuh stress. Gangguan hubungan ibu dan anak, rasa takut ditinggal sendirian dan yang penuh stress. Gangguan hubungan ibu dan anak, rasa takut ditinggal sendirian dan kehilangan objek yang belum lama seringkali dinyatakan sebagai factor penting yang kehilangan objek yang belum lama seringkali dinyatakan sebagai factor penting yang  berperan

 berperan dalam dalam gangguan gangguan ini. ini. Penyalahgunaan Penyalahgunaan zat zat mungkin mungkin mendorong mendorong perkembanganperkembangan gangguan.

gangguan.44

Dinamik depresif sering dinyatakan sebagai factor predisposisi tetapi tidak ada cirri Dinamik depresif sering dinyatakan sebagai factor predisposisi tetapi tidak ada cirri atau gangguan kepribadian tertentu atau yang khas pada pasien trikotillomania. Beberapa ahli atau gangguan kepribadian tertentu atau yang khas pada pasien trikotillomania. Beberapa ahli melihat stimulasi terhadap diri sendiri merupakan tujuan utama perilaku mencabut

melihat stimulasi terhadap diri sendiri merupakan tujuan utama perilaku mencabut rambut.rambut. Trikotilomania semakin sering dipandang memiliki substrat yang ditentukan secara Trikotilomania semakin sering dipandang memiliki substrat yang ditentukan secara  biologis

 biologis yang yang dapat dapat mencerminkan mencerminkan aktivitas aktivitas motorik motorik yang yang dikeluarkan dikeluarkan dengan dengan tidak tidak tepat.tepat. Teori biologi juga mengacu pada perbedaan metabolic dalam sistem serotonin dan opioid. Teori biologi juga mengacu pada perbedaan metabolic dalam sistem serotonin dan opioid.

(6)

Anggota keluarga pasien dengan trikotilomania sering memiliki riwayat “tic, gangguan Anggota keluarga pasien dengan trikotilomania sering memiliki riwayat “tic, gangguan  pengendalian

 pengendalian impuls, impuls, dan dan gangguan gangguan obsesif obsesif kompulsif, kompulsif, yang yang lebih lebih menyokong menyokong lagilagi kemungkinan predisposisi genetik.

kemungkinan predisposisi genetik.

3.

3. EPIDEMIOLOGIEPIDEMIOLOGI

Berdasarkan data epidemiologi didapatkan bahwa puncak onset trikotilomania ini Berdasarkan data epidemiologi didapatkan bahwa puncak onset trikotilomania ini  berkisar antara usia 12-13

 berkisar antara usia 12-13 tahun.tahun.77Pada anak-anak tidak ada perbandingan yang berarti antaraPada anak-anak tidak ada perbandingan yang berarti antara  populasi

 populasi laki-laki laki-laki atau atau pun pun perempuan perempuan yang yang terkena terkena trikotilomania. trikotilomania. Pada Pada orang orang dewasadewasa ditemukan adanya prevalensi sebesar 0.6-3.4% dengan kecenderungan lebih banyak pada ditemukan adanya prevalensi sebesar 0.6-3.4% dengan kecenderungan lebih banyak pada  perempuan

 perempuan dibandingkan dibandingkan laki-laki. laki-laki. Namun Namun data data ini ini masih masih dikacaukan dikacaukan dengan dengan tipikaltipikal  pencarian pertolongan yang cenderung dimiliki perempuan dibandingkan laki-laki.

 pencarian pertolongan yang cenderung dimiliki perempuan dibandingkan laki-laki.66

Jumlah pasien yang mengalami trikotilomania di masyarakat secara relatif masih Jumlah pasien yang mengalami trikotilomania di masyarakat secara relatif masih sedikit yang diketahui. Secara klinis, mencabut-cabut rambut yang cocok dengan kriteria sedikit yang diketahui. Secara klinis, mencabut-cabut rambut yang cocok dengan kriteria trikotilomania ditemukan pada 0.6%-3.9% mahasiswa yang disurvei. Penelitian lain trikotilomania ditemukan pada 0.6%-3.9% mahasiswa yang disurvei. Penelitian lain menunjukkan perbedaan tingkat trikotilomania dalam pengobatan ditemukan 4.4% pada menunjukkan perbedaan tingkat trikotilomania dalam pengobatan ditemukan 4.4% pada  pasien psikiatri yang rawat inap dan 4.6% pada pasien gangguan obsesif-kompulsif.

 pasien psikiatri yang rawat inap dan 4.6% pada pasien gangguan obsesif-kompulsif.33 Prevalensi

Prevalensi trichotillomaniatrichotillomania  berkisar antara 0,5-3,5 % dengan onset usia rata-rata 10  berkisar antara 0,5-3,5 % dengan onset usia rata-rata 10 sampai 13 tahun. Penyakit ini tujuh kali lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan sampai 13 tahun. Penyakit ini tujuh kali lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa dan anak perempuan 2,5 kali lebih sering daripada anak laki-laki.

orang dewasa dan anak perempuan 2,5 kali lebih sering daripada anak laki-laki.44

Tidak ada informasi mengenai familial, tetapi satu studi melaporkan bahwa 5 dari 19 Tidak ada informasi mengenai familial, tetapi satu studi melaporkan bahwa 5 dari 19 orang anak memiliki riwayat keluarga yang mengalami beberapa bentuk alopesia. Gangguan orang anak memiliki riwayat keluarga yang mengalami beberapa bentuk alopesia. Gangguan yang berhubungan adalah obsesif kompulsif, kepribadian ambang dan gangguan depresif. yang berhubungan adalah obsesif kompulsif, kepribadian ambang dan gangguan depresif.

(7)

4.

4. PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI

Hingga saat ini penyebab trikotilomania itu sendiri masih belum jelas. Menurut teori Hingga saat ini penyebab trikotilomania itu sendiri masih belum jelas. Menurut teori neuro-kognitif gangguan ini disebabkan oleh adanya kelainan pada basal ganglia pasien neuro-kognitif gangguan ini disebabkan oleh adanya kelainan pada basal ganglia pasien sebagaimana diketahui bahwa basal ganglia memiliki peran dalam membentuk kebiasaan. sebagaimana diketahui bahwa basal ganglia memiliki peran dalam membentuk kebiasaan. Kegagalan lobus frontal dalam menghambat kebiasaan tertentu juga diperkirakan bagian dari Kegagalan lobus frontal dalam menghambat kebiasaan tertentu juga diperkirakan bagian dari  pathofisiologi gangguan ini.

 pathofisiologi gangguan ini.77

Sebuah studi pencitraan menggunaan Magnetic Resonance Image (MRI) juga Sebuah studi pencitraan menggunaan Magnetic Resonance Image (MRI) juga menyatakan bahwa substansi grasia (

menyatakan bahwa substansi grasia ( gray  gray matter matter ) pasien dengan trikotilomania lebih) pasien dengan trikotilomania lebih meningkat kapasitasnya dibandingkan yang tidak memiliki penyakit ini. Peranan genetik meningkat kapasitasnya dibandingkan yang tidak memiliki penyakit ini. Peranan genetik terhadap penyakit ini pun tidak luput dari perhatian peneliti.

terhadap penyakit ini pun tidak luput dari perhatian peneliti.

Pada suatu penelitian ditemukan adanya mutasi pada gen SLITRK1 sedangkan pada Pada suatu penelitian ditemukan adanya mutasi pada gen SLITRK1 sedangkan pada  penelitian

 penelitian lainnya lainnya mendapatkan mendapatkan adanya adanya perbedaan perbedaan pada pada receptor receptor gen gen serotonin serotonin 2A. 2A. MutasiMutasi gen HOXB8 juga menunjukkan perubahan kebiasaan pada tikus dalam menarik-narik gen HOXB8 juga menunjukkan perubahan kebiasaan pada tikus dalam menarik-narik rambut. Pendekatan ilmiah terhadap gen ini merupakan fenomena baru namun masih belum rambut. Pendekatan ilmiah terhadap gen ini merupakan fenomena baru namun masih belum dapat ditentukan apakah memang ada hubungan genetic dalam menyebabkan penyakit ini. dapat ditentukan apakah memang ada hubungan genetic dalam menyebabkan penyakit ini.4,74,7

Gambar 4.1 Geometric patch pada incomplete alopecia pada remaja laki-laki. Gambar 4.1 Geometric patch pada incomplete alopecia pada remaja laki-laki.

(8)

Gambar 4.2 Bizarre-patterned lesion yang tertutupi dengan rambut pendek pada anak Gambar 4.2 Bizarre-patterned lesion yang tertutupi dengan rambut pendek pada anak  perempuan berusia 11 tahun.

 perempuan berusia 11 tahun.

Gambar 4.3 Typical geometric shape trichotillomania pada anak laki-laki berusia 7 tahun. Gambar 4.3 Typical geometric shape trichotillomania pada anak laki-laki berusia 7 tahun. Tipe alopesia ini jarang terjadi pada usia ini.

(9)

Gambar 4.4 Pada gangguan trikotilomania yang terkena dibagian alis mata.

Gambar 4.4 Pada gangguan trikotilomania yang terkena dibagian alis mata.

Gambar 4.5 Wanita dengan lesi kebotakan pada trikotilomania kronis Gambar 4.5 Wanita dengan lesi kebotakan pada trikotilomania kronis

(10)

5.

5. MANIFESTASI KLINISMANIFESTASI KLINIS

Menurut The

Menurut The American Psychiatric Association’sAmerican Psychiatric Association’s Diagnostic  Diagnostic and and Statistical Statistical ManualManual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5)

of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5), trichotillomania termasuk dalam kategori, trichotillomania termasuk dalam kategori gangguan obsesif kompulsif dan gangguan terkait. Gangguan ini ditandai dengan suatu gangguan obsesif kompulsif dan gangguan terkait. Gangguan ini ditandai dengan suatu tindakan khusus berupa kebiasaan menarik rambut. Kebiasaan ini terjadi baik dalam keadaan tindakan khusus berupa kebiasaan menarik rambut. Kebiasaan ini terjadi baik dalam keadaan santai maupun keadaan yang penuh tekanan.

santai maupun keadaan yang penuh tekanan.

Kriteria diagnosis menurut DSM V, antara lain: Kriteria diagnosis menurut DSM V, antara lain:

 Mencabut rambut sendiri secara rekuren yang menyebabkan kebotakan yang jelas.Mencabut rambut sendiri secara rekuren yang menyebabkan kebotakan yang jelas. 

 Peningkatan perasaan tePeningkatan perasaan tegang segera sebelum gang segera sebelum mencabut rambut atau mencabut rambut atau jika jika berusahaberusaha

untuk menahan perilaku tersebut. untuk menahan perilaku tersebut.

 Rasa senang, puas atau reda jika mencabut rambut.Rasa senang, puas atau reda jika mencabut rambut. 

 Gangguan tidur tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain danGangguan tidur tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain dan

 bukan karena kondisi medis umum (misalnya, kondisi dermatologis).  bukan karena kondisi medis umum (misalnya, kondisi dermatologis).

 Gangguan menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguanGangguan menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan

dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting

dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.lainnya.

Diagnosis jangan dibuat apabila sebelumnya ada inflamasi kulit atau Diagnosis jangan dibuat apabila sebelumnya ada inflamasi kulit atau apabila pencabutan rambut dilakukan akibat suatu waham atau halusinasi. Periode transien apabila pencabutan rambut dilakukan akibat suatu waham atau halusinasi. Periode transien menarik rambut pada anak usia dini dapat dianggap suatu "kebiasaan" ringan dengan jangka menarik rambut pada anak usia dini dapat dianggap suatu "kebiasaan" ringan dengan jangka waktu terbatas.

waktu terbatas.

Individu yang hadir dengan trikotilomania kronis di masa dewasa sering melaporkan Individu yang hadir dengan trikotilomania kronis di masa dewasa sering melaporkan onset masa remaja awal. Beberapa individu memiliki gejala terus menerus selama beberapa onset masa remaja awal. Beberapa individu memiliki gejala terus menerus selama beberapa dekade. Bagi yang lain, gangguan tersebut dapat datang dan pergi untuk minggu, bulan, dekade. Bagi yang lain, gangguan tersebut dapat datang dan pergi untuk minggu, bulan, tahunan. Tempat-tempat menarik rambut dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

(11)

Banyak individu dengan trikotilomania mencabut rambut dari kepala mereka, bulu Banyak individu dengan trikotilomania mencabut rambut dari kepala mereka, bulu mata, alis, kaki, lengan, wajah, dan region kemaluan. Mereka menarik helai rambut dengan mata, alis, kaki, lengan, wajah, dan region kemaluan. Mereka menarik helai rambut dengan  jumlah

 jumlah yang yang yang yang cukup cukup banyak, banyak, menjadikan menjadikan kerontokan kerontokan rambut rambut menjadi menjadi terlihat. terlihat. Hal Hal iniini menyebabkan ketidaknyamanan banyak, terutama dalam situasi sosial, di mana mereka akan menyebabkan ketidaknyamanan banyak, terutama dalam situasi sosial, di mana mereka akan dapat diamati. Akibatnya, individu dengan masalah ini berusaha keras untuk dapat diamati. Akibatnya, individu dengan masalah ini berusaha keras untuk menyembunyikan kehilangan rambut ini dengan memakai topi, wig, kemeja lengan panjang, menyembunyikan kehilangan rambut ini dengan memakai topi, wig, kemeja lengan panjang, atau dengan menutup area kebotakan dengan make up.

atau dengan menutup area kebotakan dengan make up.

Individu trikotilomania bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka menarik Individu trikotilomania bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka menarik rambut mereka dan kebanyakannya mengatakan bahwa mereka merasa bosan atau gugup rambut mereka dan kebanyakannya mengatakan bahwa mereka merasa bosan atau gugup sebelum mencabut rambut mereka, tapi setelah menariknya keluar, mereka merasa bersalah, sebelum mencabut rambut mereka, tapi setelah menariknya keluar, mereka merasa bersalah, sedih, atau marah. Ada juga melaporkan bahwa mereka mencabut rambut mereka ketika sedih, atau marah. Ada juga melaporkan bahwa mereka mencabut rambut mereka ketika sedang menonton televisi, membaca, berbicara di telepon, atau memandu kendaraan.

sedang menonton televisi, membaca, berbicara di telepon, atau memandu kendaraan.77

Gambar 5.1 biasanya pada trichotilomania menunjukan kombinasi rambut yang baru tumbuh, rambut Gambar 5.1 biasanya pada trichotilomania menunjukan kombinasi rambut yang baru tumbuh, rambut yang rusak, black dots, area yang kosong, dan panjang rambut yang tidak sama.

(12)

Gambar 5.2 Menggunakan Contrast card examination yang membantu menunjukkan kebotakan Gambar 5.2 Menggunakan Contrast card examination yang membantu menunjukkan kebotakan natural.

natural.

6.

6. COMORBIDITASCOMORBIDITAS

Individu dengan trikotilomania mempunyai prevalensi gangguan mood yang Individu dengan trikotilomania mempunyai prevalensi gangguan mood yang meningkat (gangguan depresi mayor, gangguan dysthymic) dan gejala anxietas ( gangguan meningkat (gangguan depresi mayor, gangguan dysthymic) dan gejala anxietas ( gangguan obsesif kompulsif, gangguan anxietas menyeluruh, dan fobia social), gangguan penggunaan obsesif kompulsif, gangguan anxietas menyeluruh, dan fobia social), gangguan penggunaan zat, gangguan makan, gangguan kepribadian ( gangguan ambang dan obsesif-kompulsif), zat, gangguan makan, gangguan kepribadian ( gangguan ambang dan obsesif-kompulsif), serta retardasi mental.

serta retardasi mental.33

7.

7. PENATALAKSANAANPENATALAKSANAAN

Penelitian tentang pengobatan untuk gangguan kebiasaan dan impuls sebagian besar Penelitian tentang pengobatan untuk gangguan kebiasaan dan impuls sebagian besar  berfokus pada

(13)

(CBT) menggabungkan unsur-unsur dari kedua terapi kognitif dan terapi perilaku. Terapi (CBT) menggabungkan unsur-unsur dari kedua terapi kognitif dan terapi perilaku. Terapi kognitif meneliti cara pikiran orang tentang diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia kognitif meneliti cara pikiran orang tentang diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia mempengaruhi kesehatan mental mereka. Terapi perilaku menyelidiki cara tindakan mempengaruhi kesehatan mental mereka. Terapi perilaku menyelidiki cara tindakan masyarakat mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan interaksi mereka dengan orang masyarakat mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan interaksi mereka dengan orang lain. Dengan menggabungkan kedua, CBT meneliti cara orang dapat mengubah pikiran lain. Dengan menggabungkan kedua, CBT meneliti cara orang dapat mengubah pikiran mereka dan perilaku dalam rangka meningkatkan kehidupan mereka. Terapi perilaku kognitif mereka dan perilaku dalam rangka meningkatkan kehidupan mereka. Terapi perilaku kognitif dapat membantu seseorang belajar untuk rileks, mengatasi stres, memerangi pikiran negatif, dapat membantu seseorang belajar untuk rileks, mengatasi stres, memerangi pikiran negatif, dan mencegah perilaku merusak. Dalam penelitian kecil, jenis pengobatan ini telah terbukti dan mencegah perilaku merusak. Dalam penelitian kecil, jenis pengobatan ini telah terbukti efektif untuk kleptomania, judi patologis, trikotilomania, dan isu-isu seksualitas kompulsif. efektif untuk kleptomania, judi patologis, trikotilomania, dan isu-isu seksualitas kompulsif.77

Terapi perilaku yang berhasil, seperti biofeedback, pengawasan diri sendiri, Terapi perilaku yang berhasil, seperti biofeedback, pengawasan diri sendiri, desensitisasi sendiri, dan pembalikan kebiasaan telah dilaporkan; tetapi sebagian besar desensitisasi sendiri, dan pembalikan kebiasaan telah dilaporkan; tetapi sebagian besar laporan adalah kasus individual atau sejumlah kecil penelitian dengan periode follow up yang laporan adalah kasus individual atau sejumlah kecil penelitian dengan periode follow up yang relative singkat.

relative singkat.

Trikotilomania kronis yang berhasil diterapi adalah dengan psikoterapi berorientasi Trikotilomania kronis yang berhasil diterapi adalah dengan psikoterapi berorientasi  pada tilikan.

 pada tilikan. Hipnoterapi dan Hipnoterapi dan terapi perilaku tterapi perilaku telah dinyatakan elah dinyatakan berpotensi efektif berpotensi efektif dalam terapidalam terapi gangguan dermatologis dengan keterlibatan factor psikologis karena kulit telah terbukti gangguan dermatologis dengan keterlibatan factor psikologis karena kulit telah terbukti rentan terhadap saran hipnotik

rentan terhadap saran hipnotik Berdasarkan saran

Berdasarkan saran Trichotillomania Impact Project Trichotillomania Impact Project , penggunaan farmakoterapi, penggunaan farmakoterapi dengan SSRI merupakan terapi yang paling sering digunakan bahkan lebih dianjurkan dengan SSRI merupakan terapi yang paling sering digunakan bahkan lebih dianjurkan  penggunaannya

 penggunaannya dibandingkan dibandingkan Clomiperamine.Clomiperamine.88  Namun bila pasien dengan respon buruk  Namun bila pasien dengan respon buruk dengan SSRI dapat membaik dengan tambahan pimozide (Orap), suatu antagonis reseptor dengan SSRI dapat membaik dengan tambahan pimozide (Orap), suatu antagonis reseptor dopamine.

(14)

Selain itu psikofarmakologi yang telah digunakan adalah steroid topical dan Selain itu psikofarmakologi yang telah digunakan adalah steroid topical dan hydroxinehydrochloride, suatu ansiolitik dengan sifat antihistamin; antidepresan; obat hydroxinehydrochloride, suatu ansiolitik dengan sifat antihistamin; antidepresan; obat serotonergik dan antipsikotik.

serotonergik dan antipsikotik.44

Bila terdapat depresi, agen anti depresan dapat memberikan perbaikan dermatologis. Bila terdapat depresi, agen anti depresan dapat memberikan perbaikan dermatologis. Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac), fluvoxamine (Luvox), sertraline (Zoloft), dan Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac), fluvoxamine (Luvox), sertraline (Zoloft), dan venlafaxine (Effexor), sering digunakan untuk mengobati trikotilomania, kleptomania, dan venlafaxine (Effexor), sering digunakan untuk mengobati trikotilomania, kleptomania, dan  judi

 judi patologis. patologis. Obat Obat antipsikotik antipsikotik olanzapine, olanzapine, (Zyprexa) (Zyprexa) juga juga telah telah menunjukkan menunjukkan efektivitasefektivitas dalam mengobati trikotilomania.

dalam mengobati trikotilomania.77

8.

8. PERJALANAN GANGGUAN DAN PROGNOSISPERJALANAN GANGGUAN DAN PROGNOSIS

Trichotillomania

Trichotillomania merupakan penyakit kronik. Terapi farmakologi maupunmerupakan penyakit kronik. Terapi farmakologi maupun  pendekatan

 pendekatan psikoterapi psikoterapi sampai sampai saat saat ini ini belum belum menunjukkan menunjukkan bukti bukti yang yang nyata, nyata, meskipunmeskipun  beberapa diantaranya menunjukkan perbaikan.

 beberapa diantaranya menunjukkan perbaikan.33

Onset rata-rata munculnya trikotillomania adalah pada masa remaja awal, dan sering Onset rata-rata munculnya trikotillomania adalah pada masa remaja awal, dan sering ditemukan pada usia sebelum 17 tahun namun onset terjadi pada usia lebih lanjut pun ada ditemukan pada usia sebelum 17 tahun namun onset terjadi pada usia lebih lanjut pun ada terjadi. Perjalanan gangguan tidak diketahui dengan baik; bentuk kronis maupun remiten terjadi. Perjalanan gangguan tidak diketahui dengan baik; bentuk kronis maupun remiten sama-sama dapat terjadi.

sama-sama dapat terjadi.

Pada onset dini ( kurang dari usia 6 tahun) cenderung lebih mudah sembuh, dan lebih Pada onset dini ( kurang dari usia 6 tahun) cenderung lebih mudah sembuh, dan lebih  berespons

 berespons pada pada saran, saran, dukungan, dukungan, dan dan strategi perilaku. strategi perilaku. Onset Onset lanjut lanjut ( ( setelah setelah usia usia 13 13 tahun)tahun) dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan terjadinya kekronisan dan prognosis yang dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan terjadinya kekronisan dan prognosis yang lebih buruk daripada onset dini.

(15)

Kurang lebih sepertiga orang yang datang untuk terapi melaporkan durasi selama 1 Kurang lebih sepertiga orang yang datang untuk terapi melaporkan durasi selama 1 tahun atau kurang, sedangkan pada beberapa kasus gangguan ini berlangsung selama lebih tahun atau kurang, sedangkan pada beberapa kasus gangguan ini berlangsung selama lebih dari dua decade.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

1.

1. Chayavichitsilp P, Barrio V, Johnson B. Interdisciplinary Insight Management ofChayavichitsilp P, Barrio V, Johnson B. Interdisciplinary Insight Management of Trichotillomania. Practical Dermaology for Paediatric. 2010; 24-26.

Trichotillomania. Practical Dermaology for Paediatric. 2010; 24-26. 2.

2. Maslim, Rusdi Dr.Maslim, Rusdi Dr.  Pedoman  Pedoman Diagnostik Diagnostik dari dari PPDGJ PPDGJ III III . Buku Saku Diagnosis. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. 2003. Jakarta : PT. Nuh Jaya

Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. 2003. Jakarta : PT. Nuh Jaya 3.

3.  Nejatisafa  Nejatisafa AA, AA, Sharifi Sharifi V. V. Cognitive Cognitive Behavior Behavior Therapy Therapy for for Trichotillomania: Trichotillomania: Report Report ofof Case Resistant to Pharmacological Treatment. Iran J Psychiatry. 2006; 1:

Case Resistant to Pharmacological Treatment. Iran J Psychiatry. 2006; 1: 42-44.42-44. 4.

4. Sadock, James Benjamin, Sadock, Alcott Virgina.Sadock, James Benjamin, Sadock, Alcott Virgina.  Kaplan  Kaplan & & Sadock’s Sadock’s Synopsis Synopsis OfOf  Pcyshiatry Behavioral Science/Clinical Psychiatry.

 Pcyshiatry Behavioral Science/Clinical Psychiatry. Tenth edition. Lippincott Williams &Tenth edition. Lippincott Williams & Wilkins.

Wilkins. 5.

5. First, Michael B. . Tasman, Allan.First, Michael B. . Tasman, Allan. Clinical Guide To The Diagnosis And Treatment ofClinical Guide To The Diagnosis And Treatment of  Mental Disorders.

 Mental Disorders. John Wiley & Sons, Inc.John Wiley & Sons, Inc. 6.

6.  Diagnostic And Statistical Manual Of Mental Disorders, Text Revision (DSM V-TR) Diagnostic And Statistical Manual Of Mental Disorders, Text Revision (DSM V-TR) FifthFifth Edition.

Edition. 7.

7. Ebert, H. Michael. Loosen, T. Peter. Nurcombe, Barry.Ebert, H. Michael. Loosen, T. Peter. Nurcombe, Barry. Current Diagnosis & TreatmentCurrent Diagnosis & Treatment in Psychology.

in Psychology. Lange Medical Books / McGraw-Hill.Lange Medical Books / McGraw-Hill. 8.

8. Flessner CA, Penzel F, Keuthen NJ. Current Treatment Practice for Children and AdultsFlessner CA, Penzel F, Keuthen NJ. Current Treatment Practice for Children and Adults With Trichotillomania: Consensus Among Experts. Cognitive and Behavioral Practice. With Trichotillomania: Consensus Among Experts. Cognitive and Behavioral Practice. 2010; 17: 290-300.

2010; 17: 290-300. 9.

9. Chamberlain SR, Menzies LA, Fineberg NA, del Campo N, Suckling John, Craig K, etChamberlain SR, Menzies LA, Fineberg NA, del Campo N, Suckling John, Craig K, et al. Grey Matter Abnormalities in Trichotillomania: Morphometric Magnetic Resonance al. Grey Matter Abnormalities in Trichotillomania: Morphometric Magnetic Resonance Imaging Study. The British Journal of Psychiatry. 2008; 193: 216-221.

(17)

10.

10. Bloch MH, Lenderos-Weisenberger L, Dombrowski, Kemeldi B, Wegner R, Nudel J, etBloch MH, Lenderos-Weisenberger L, Dombrowski, Kemeldi B, Wegner R, Nudel J, et al. Systematic Review: Pharmacological and Behavioral Treatment in Trichotillomania. al. Systematic Review: Pharmacological and Behavioral Treatment in Trichotillomania. Biol Psychiatry. 2007; 1-8.

Gambar

Gambar 4.1 Geometric patch pada incomplete alopecia pada remaja laki-laki.
Gambar  4.3  Typical  geometric  shape  trichotillomania  pada  anak  laki-laki  berusia  7  tahun.
Gambar 4.4 Pada gangguan trikotilomania yang terkena dibagian alis mata.
Gambar 5.1 biasanya pada trichotilomania menunjukan kombinasi rambut yang baru tumbuh, rambutGambar 5.1 biasanya pada trichotilomania menunjukan kombinasi rambut yang baru tumbuh, rambut yang rusak, black dots, area yang kosong, dan panjang rambut yang tid
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis kelangsingan penampang pada sub bab 2.6.1 diketahui bahwa profil yang digunakan merupakan penampang kompak, maka berlaku :. Mn

Zat gizi lain yang wajib ditambahkan atau difortifikasi sesuai dengan ketentuan berlaku dan zat lain yang pernyataannya (klaim) dicantumkan pada label pangan.  Zat

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengelolaan program Raskin yang ditinjau dari peran organisasi lokal di Desa Salam, Kecamatan

Perum Perhutani adalah perusahaan yang bergerak di bidang Kehutanan (khususnya di Pulau Jawa dan Madura) dan mengemban tugas serta wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan

Data primer terutama berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap sistem perbankan (syariah dan konvensional), dan variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan responden

Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri lanjut usia di panti wredha adalah persiapan untuk hari tua, pengalaman masa lampau, kepuasan kebutuhan, kenangan akan persahabatan

Biaya dapat lebih kompetitif tidak tergantung satu operator (Telkom) Menggunakan operator selain Telkom • Ruang Server / PABX • Oktober 2012 • Team PKM Kerjasama dengan operator

Pada siswa laki-laki SMP “X” Bandung yang melibatkan kategori mekanisme Minimizing agency dalam perilaku agresifnya akan melemparkan tanggungjawab dan menghindari