• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 21TAHUN 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 21TAHUN 2011"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN DAERAH

KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 21TAHUN 2011

PERUBAHANATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 01 TAHUN 2011 TENTANGANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAHKABUPATEN POLEWALI MANDAR

TAHUN ANGGARAN 2011

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

BUPATI POLEWALI MANDAR,

Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, keadaan yang menyebabkan pergeseran antar unit organisasi, antara kegiatan dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan sisa lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan dalam Tahun Anggaran berjalan, maka perlu dilakukan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2011;

b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a, APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3312), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569);

(2)

3. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3688) ;

4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

8. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelola Dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4422);

11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437; sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

12. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

13. Undang-UndangNomor 28 Tahun 2009 tentangPajak Daerah danRetribusi Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, TambahanLembaranRepublik Indonesia Nomor 5049);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4090);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 24Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokuler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan

(3)

Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4540);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4570);

19. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

20. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);

21. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang HibahKepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);

22. PeraturanPemerintahNomor 58 Tahun 2005 tentangPengelolaanKeuangan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );

23. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

24. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2005 tentang Perubahan Nama Kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 160);

25. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

26. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

27. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741 dan Perda No. 5 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Polewali Mandar);

28. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2005 tentang Dana Alokasi Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota; 29. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

30. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2011;

31. PeraturanMenteriKeuanganRepublik Indonesia Nomor 114/PMK.07/2010 TentangPedomanUmumdanAlokasi Dana Percepatan Pembangunan InfrastrukturPendidikanTahun 2010;

32. SuratEdaranMenteriDalamNegeriRepublik Indonesia Nomor 900/86/SJ

PerihalPenggagaranTambahanPenghasilanBagi Guru PNSD TahunAnggaran 2009;

33. Peraturan Daerah KabupatenPolewaliMandarNomor 1 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Polewali Mandar (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2008 Nomor 1).

(4)

34. Peraturan Daerah KabupatenPolewaliMandarNomor 8 Tahun 2009 tentangOrganisasidan Tata KerjaSekretariat Daerah, Sekwan DPRD KabupatenPolewaliMandar ( Lembaran Daerah KabupatenPolewaliMandarTahun 2009 Nomor 8 );

35. Peraturan Daerah KabupatenPolewaliMandarNomor 01Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2011 Nomor 01);

Memperhatikan : 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2011;

3. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 08/KPTS/DPRD tentang Persetujuan DPRD Kabupaten Polewali Mandar atas Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2011 menjadi Peraturan Daerah.

Dengan Persetujuan Bersama,

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHKABUPATEN POLEWALI MANDAR dan

BUPATI POLEWALI MANDAR

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 01 TAHUN 2011TENTANGANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAHKABUPATEN POLEWALI MANDARTAHUN ANGGARAN 2011.

(5)

Pasal 1

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2010dengan rincian sebagai berikut:

1. Pendapatan a. Semula

b. Bertambah/(berkurang)

Jumlah Pendapatan Setelah Perubahan 2. Belanja

a. Semula

b. Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja setelah Perubahan Surplus/(Defisit) setelah Perubahan 3. Pembiayaan

a. Penerimaan 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Penerimaan setelah Perubahan b. Pengeluaran

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan

Jumlah Pembiayaan neto setelah Perubahan

Sisa lebih Pembiayaan anggaran setelah perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 630.507.047.988006 1.987.070.00500 657.867.791.809,00 64.410.885.572,58 48.417.243.821,00 3.886.178.067,58 20.056.500.000,00 1.442.362.500,00 Rp. Rp. (Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 630.507.047.988,00 723.278.677.381,583 0.784.559.388,58) 52.283.421.888,58 21.498.862.500,00 30.784.559.388,58 0,00

(6)

Pasal 2 (1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari :

a. Pendapatan Asli Daerah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan b. Dana Perimbangan

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Dana Perimbangan setelah Perubahan c. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah setelah Perubahan

(2) Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (a) terdiri dari jenis

Pendapatan: a. Pajak Daerah

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 30.438.400.000,00 2.308.681.780,00 483.391.367.188,00 10.079.968.220,00 116.667.280.800,00 49.598.420.005,00 3.575.000.000,00 825.000.000,00 Rp. Rp. Rp. Rp. 32.747.081.780,00 493.471.335.408,00 166.275.700.805,00 4.400.000.000,00

(7)

b. Retribusi daerah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Retribusi Daerah setelah Perubahan c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan setelah Perubahan

d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan

(3) Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis

Pendapatan:

a. Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan b. Dana Alokasi Umum

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Dana Alokasi Umum setelah Perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 19.935.400.000,00 387.700.000,00 1.400.000.000,00 14.825.050,00 5.528.000.000,00 1.018.156.730,00 29.023.367.188,00 10.079.968.220,00 400.635.000.000,00 0,00 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 20.323.100.000,00 1.414.825.050,00 6.609.156.730,00 39.103.335.408,00 400.635.000.000,00

(8)

c. Dana Alokasi Khusus 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Dana Alokasi Khusus setelah Perubahan

(4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c

Terdiri dari jenis pendapatan: a. Pendapatan Hibah

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang) Jumlah Dana Hibah

b. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah c. DaerahDana Penyesuaian

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus setelah Perubahan Rp. Rp Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 53.733.000.000,00 0,00 2.679.253.000,00 4.182.984.805,00 9.017.000.000,00 726.352.000,00 104.981.027.800,00 44.639.083.200,00 Rp. Rp. Rp. Rp. 53.733.000.000,00 6.862.237.805,00 9.743.352.000,00 149.620.111.000,00

(9)

d. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau dari Pemerintah Daerah Lainnya 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Bantuan Keuangan dari Provinsi atau dari Pemerintah Daerah Lainnya setelah Perubahan

Rp. Rp. 0,00 50.000.000,00 Rp. 50.000.000,00 Pasal 3 (1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :

a. Belanja Belanja Tidak Langsung 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah Perubahan b. Belanja Belanja Langsung

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Langsung setelah Perubahan

(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenisbelanja:

a. Belanja Pegawai sejumlah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Pegawai setelah Perubahan b. Belanja Subsidi 1) Semula 2) Bertambah/(berkurang) Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 403.836.090.553,02 4.373.601.256,70 255.031.701.255,98 60.037.284.315,88 365.914.091.523,00 2.524.278.723,01 5.150.000.000,00 350.000.000,00 Rp. Rp. Rp. 408.209.691.809,72 351.068.985.571,86 368.438.370.246,01

(10)

Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan c. Belanja Hibah

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Hibah setelah Perubahan d. Belanja Bantuan Sosial

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah Perubahan

e. Belanja Bagi Hasil Kepada Propinsi/Kabupaten/Kota dan Pemdes 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Bagi Hasil setelah Perubahan

f. Belanja Bantuan Keuangan 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah Perubahan g. Belanja Tidak Terduga

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah Perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. (Rp. Rp. (Rp. 7.130.000.000,00 899.723.000,00 6.826.000.000,00 1.500.000.000,00 253.000.000,00 0,00 17.937.339.000,00 900.000.000,00) 625.160.030,02 400.466,31) Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 5.500.000.000,00 8.029.723.000,00 8.326.000.000,00 253.000.000,00 17.039.339.000,00 624.759.563,71

(11)

(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis Belanja:

a. Belanja Pegawai 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Pegawai setelah Perubahan b. Belanja belanja barang dan jasa

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah Perubahan c. Belanja modal

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Belanja Modal setelah Perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 14.930.132.050,00 1.226.448.855,00 118.839.837.073,00 16.829.959.972,00 121.261.732.132,98 41.980.875.488,88 Rp. Rp. Rp. 16.156.580.905,00 135.669.797.045,00 163.242.607.621,86 Pasal 4 (1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari :

a. Penerimaan Pembiayaan Daerah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Penerimaan Pembiayaan Daerah setelah perubahan b. Pengeluaran Pembiayaan Daerah

1) Semula

2) Bertambah/(bekurang)

Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Daerah setelah perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. 48.417.243.821,00 3.866.178.067,58 20.056.500.000,00 1.442.362.500,00 Rp. Rp. 52.283.421.888,58 21.498.862.500,00

(12)

(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:

a. SiLPA Tahun Anggaran Sebelumnya 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah SiLPA Tahun Anggaran Sebelumnya setelah Perubahan . b. Penerimaan Pinjaman Daerah

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Penerimaan pinjaman daerah setelah perubahan . c. Penerimaan Kembali Pemberiaan Pinjaman

1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Penerimaan pinjaman daerah setelah perubahan

(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:

a. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah setelah Perubahan

b. Pembayaran Pokok Utang 1) Semula

2) Bertambah/(berkurang)

Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah Perubahan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 28.103.552.821,00 1.886.178.067,58 16.000.000.000,00 2.000.000.000,00 4.313.691.000,00 0,00 1.600.000.000,00 0,00 15.856.500.000,00 1.442.362.500,00 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 29.969.730.888,58 18.000.000.000,00 4.313.691.000,00 1.600.000.000,00 17.298.862.500,00

(13)

Pasal 5

Uraian lebih lanjut Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari:

1. Lampiran I : Ringkasan APBDPerubahan;

2. Lampiran II : Ringkasan APBD Perubahan menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD;

3. Lampiran III : Rincian APBD Perubahan menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;

4. Lampiran IV : Rekapitulasi Belanja Daerah Perubahan Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD,Program dan Kegiatan;

5. Lampiran V : Rekapitulasi Belanja Daerah Perubahan untuk Keselarasan dan keterpaduan Urusan PemerintahanDaerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;

6. Lampiran VI : Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan Dan Per Jabatan;

7. Lampiran VII : Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah;

8. Lampiran VIII : Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembalidalam tahun anggaran ini;

(14)

Pasal 6

Bupati menetapkan Peraturan tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan sebagai landasan operasional pelaksanaan.

Pasal 7 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam lembaran Daerah.

Ditetapkan di Polewali

pada tanggal, 18 Nopember2011

BUPATI POLEWALI MANDAR,

ALI BAAL Diundangkan di Polewali

pada tanggal,18 Nopember 2011

SEKRETARIS DAERAH,

M. NATSIR RAHMAT

Referensi

Dokumen terkait

Dengan begitu, penelitian ini diarahkan untuk tujuan mengetahui apakah ada pengaruh pemberian penguatan terhadap hasil belajar lompat tinggi gaya flop pada mahasiswa Prodi

Menurut Tarjo dan Jogianto (2003:16) menyatakan bahwa kebijakan hutang merupakan salah satu kebijakan yang dapat memunculkan konflik kepentingan antara manajemen dan

Untuk mendapatkan data yang valid dan dapat diperoleh sekaligus dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan data sebagai

Industri jasa seperti Biro Perjalanan Wisata sangat mementingkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh stafnya, begitu juga dengan Ekapari Tour yang sangat memperhatikan

Dari gambar pola retak hasil pengujian, perbedaan pola retak untuk variasi volume bata ringan dengan mutu yang sama belum terlihat namun perbedaan pola retak

Dari Tabel 2, dapat dilihat bahwa kemampuan DVR dengan kombinasi feed back dan feed forward kontroller PI mempunyai performa yang sama bagusnya dengan kontroller feed back PI

Tujuan dari penelitian ini adalah (i) Untuk menjelaskan apa saja tindak ilokusi yang terdapat pada naskah film Iron Man 3 oleh Shane Black. (ii) Untuk menjelaskan apa

• Kegiatan difusi informasi tahun 2016 diberi nama program “Difusi Informasi Ilmiah Bidang Iptek untuk Daerah”, yang dilaksanakan dengan sistem kerjasama kemitraan