• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pengukuran Budaya Keselamatan Pasien

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Model Pengukuran Budaya Keselamatan Pasien"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL PENGUKURAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RS MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH MODEL PENGUKURAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RS MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH

TAHUN 2011 TAHUN 2011

oleh: Emma Rachmawat, Dosen

oleh: Emma Rachmawat, Dosen Fikes UHAMKAFikes UHAMKA e-mail : era-!e"#a$%%&'%m

e-mail : era-!e"#a$%%&'%m (Hasil Penelitan Diserasi S3 FKM U! (Hasil Penelitan Diserasi S3 FKM U!

A()*ra+ A()*ra+ La*ar Bela+a,:

La*ar Bela+a,: Berbagai hasil studi merekomendasikan untuk memperbaiki upaya keselamatanBerbagai hasil studi merekomendasikan untuk memperbaiki upaya keselamatan pasien dengan memperhakan isu-isu budaya/iklim keselama

pasien dengan memperhakan isu-isu budaya/iklim keselamatan pasien di tan pasien di langkah awal. Surveylangkah awal. Survey untuk mengukur iklim keselamatan di RS kemudian berkembang dan digunakan secara run dan untuk mengukur iklim keselamatan di RS kemudian berkembang dan digunakan secara run dan berperan dalam memprediksi perhaan RS terhadap keselamatan pasien. Studi ini bertujuan berperan dalam memprediksi perhaan RS terhadap keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk membuat model pengukuran Budaya Keselamatan asien di RS !uhammadiyah-"#isyiyah untuk membuat model pengukuran Budaya Keselamatan asien di RS !uhammadiyah-"#isyiyah $RS

$RS!#% dengan nilai !#% dengan nilai psikpsikometometrik rik yanyang g baikbaik.. Me*Me*%.e%.e:: Kuesioner Budaya Keselamatan asienKuesioner Budaya Keselamatan asien didis

didistributribusiksikan an ke ke seluseluruh ruh pegpegawaawai i di di & & RS RS !uha!uhammadmmadiyahiyah-"-"#is#isyiyayiyah' h' kekecualcuali i (ir(ireksi eksi RS' RS' didi beberapa provinsi di  )awa' yang dilakukan selama bulan )anuari-)uni *+,,. ingkat respon beberapa provinsi di  )awa' yang dilakukan selama bulan )anuari-)uni *+,,. ingkat respon mencapai ,, $0.1% dan kuesioner yang bersih $

mencapai ,, $0.1% dan kuesioner yang bersih $no-missing datano-missing data% adalah 23 $3*.4+1%.% adalah 23 $3*.4+1%. (isa

(isain studi ini in studi ini adaladalahah cross seconal cross seconal . #nalisis model pengukuran dengan. #nalisis model pengukuran dengan ConfrmatConfrmatory ory Factor Factor   Analysis

 Analysis (CF(CFA)A)  d  daann StruStructurctural al EquEquaoaon n ModeModel l (SEM) 2(SEM) 2nd nd   le  levevel.l. Ha)ilHa)il/T/Tema,:ema,: !elalui !elalui 5656## diperoleh 4 7akt

diperoleh 4 7aktor yang saling berhubungaor yang saling berhubungan secara bermakna n secara bermakna untuk model pengukuntuk model pengukuran iklimuran iklim kes

keselamaelamatan tan pasiepasien' n' yaityaitu u KepKepemimpemimpinan inan ranrans7s7ormaormasionasional l $di $di ngkngkat at diredireksi ksi RS RS dengdengan an 44 indik

indikatator%' or%' KesKesadaradaran an 8ndiv8ndividuaidual l $di $di ngkngkat at 8ndiv8ndividu idu dengdengan an & & indikindikatator%' or%' KerjKerjasamasama a im im $di$di in

ingkgkat at 9ni9nit t KeKerja rja dendengagan n 2 2 indindikikatatorora%: a%: serserta ta BuBudadaya ya KeKeselselamaamatatan n aasien sien $di $di iningkgkatat ;rg

;rganisaanisasi/RS si/RS dengdengan an indikindikatatoror. . <ila<ilai i validvaliditas itas seaseap p indikindikatator or baikbaik $p$padadaa αα=+.+&: t>,'3 dan=+.+&: t>,'3 dan S?6>+'

S?6>+'0+%0+% dan reliabildan reliabilitaitas s yanyang g jugjuga a baik $5R=+.baik $5R=+.+>+.0+>+.0+' +' dan @A>+.&dan @A>+.&+% +% ' ' sertsertaa oodness o! Fit oodness o! Fit  (oF)

(oF) yang bayang baik: nilai R!SAik: nilai R!SA#=+.+40+.+ $#=+.+40+.+ $close ft close ft %. (engan model ini %. (engan model ini dapat ditunjukkdapat ditunjukkan variasian variasi Kondisi Budaya Keselamatan asien di ke-lima RS!#. Kepemimpinan rans7ormasional paling Kondisi Budaya Keselamatan asien di ke-lima RS!#. Kepemimpinan rans7ormasional paling berpengaruh posi7 langsung terhadap budaya keselamatan pasien dibanding kerjasama m berpengaruh posi7 langsung terhadap budaya keselamatan pasien dibanding kerjasama m dan

dan kekesadasadaran ran indivindividuaidual. l. SemuSemua a varvariabel iabel berhuberhubungbungan an secasecara ra bermabermakna kna secsecara ara stastassk.k.

K

Ke)e)imimlala,:,: 8ns8nstrutrumen men penpengukgukururan an bubudadaya ya kekeselselamaamatatan n papasiesien n di di RSRS!# !# memmempunpunyayaii karakterisk psikometrik yang baik dan dapat mengukur serta membandingkan kondisi budaya karakterisk psikometrik yang baik dan dapat mengukur serta membandingkan kondisi budaya keselama

keselamatan pasien RS!#. tan pasien RS!#. !odel ini !odel ini dapat mendeteksdapat mendeteksi awal i awal perhaan di seap ngkatan yangperhaan di seap ngkatan yang ad

ada a di di RS RS terterhadhadap ap kkeseeselamlamatatan an paspasien ien sehsehingingga ga dapdapat at dikdikembembanangkgkan an menmenjadjadi i renrencacanana intervensi yang lebih komprehensi7 untuk memperbaiki budaya keselamatan pasien.

intervensi yang lebih komprehensi7 untuk memperbaiki budaya keselamatan pasien.

K

Kaa**a a ++,,''ii:: KeKeseselalamamatatan n papasisienen' ' bubudadaya ya kkeseselelamamatatan an papasisienen' ' momodedel l pepengngukukururanan'' kepemimpinan trans7ormasional' kerjasama m' kesadaran individual

(2)

Pe,.a$la, Pe,.a$la,

Keselamatan asien/K $

Keselamatan asien/K $"aent Sa!ety "aent Sa!ety % merupakan isu global dan nasional bagi rumah% merupakan isu global dan nasional bagi rumah sakit' komponen penng dari mutu

sakit' komponen penng dari mutu layanlayanan kesehatanan kesehatan' ' prinsip dasar dari prinsip dasar dari pelayanapelayanan pasien n pasien dandan kkompomponeonen n krikris s dadari ri manmanajeajemen men mutmutu u CD; CD; $*+$*++4%+4%. . (al(alam am linlingkgkup up nanasiosionanal' l' sejsejak ak bulbulanan #gustus *++&' !enteri Kesehatan R8 telah mencanangkan Eerakan <asional Keselamatan asien #gustus *++&' !enteri Kesehatan R8 telah mencanangkan Eerakan <asional Keselamatan asien $E<K

$E<K% % RumaRumah h SakSakit it $RS$RS%' %' selanselanjutnjutnya ya K#RK#RS S $Ko$Komite mite #kr#krediteditasi asi RumaRumah h SakitSakit% % (epk(epkes es R8 R8 telatelahh pula menyusun Standar K RS $Keselamatan asien Rumah Sakit% yang dimasukkan ke dalam pula menyusun Standar K RS $Keselamatan asien Rumah Sakit% yang dimasukkan ke dalam inst

instrumen akreditrumen akreditasi asi RS RS $ver$versi si *++0% di *++0% di 8ndon8ndonesia. 6okus esia. 6okus terhterhadaadap p kekeselaselamatmatan an pasipasien en iniini didorong oleh masih

didorong oleh masih ngginya angka Kejadian ngginya angka Kejadian ak (iinginkan $K(% ak (iinginkan $K(% atauatau Adverse Eve Adverse Event #AE nt #AE di RSdi RS secara global maupun nasional. K( yang terjadi di berbagai negara diperkirakan sekitar secara global maupun nasional. K( yang terjadi di berbagai negara diperkirakan sekitar 4.+-,3.3 1 $@incent' *++& dalam Raleigh' *++%' dan

,3.3 1 $@incent' *++& dalam Raleigh' *++%' dan hampir &+ 1 di antaranhampir &+ 1 di antaranya diperkirakya diperkirakan adalahan adalah kejadian yang dapat dicegah $Smits et al.' *++%. #kibat K( ini diindikasikan menghabiskan kejadian yang dapat dicegah $Smits et al.' *++%. #kibat K( ini diindikasikan menghabiskan biaya yang sangat mahal baik bagi pasien maupun sistem layanan kesehatan $6lin' *++0%. (ata biaya yang sangat mahal baik bagi pasien maupun sistem layanan kesehatan $6lin' *++0%. (ata K(

K( di di 8nd8ndoneonesia sia sensendirdiri i mamasih sih susulit lit dipdipereroleoleh h secsecarara a lenlengkgkap ap dadan n akakururatat' ' tetetatapi pi dadapapatt diasumsikan daklah kecil $KK-RS' *++3%.

diasumsikan daklah kecil $KK-RS' *++3%.

erkait dengan upaya-upaya K untuk menekan angka K( di RS' diyakini bahwa upaya erkait dengan upaya-upaya K untuk menekan angka K( di RS' diyakini bahwa upaya menciptakan atau membangun budaya keselamatan

menciptakan atau membangun budaya keselamatan #sa!e #sa!ety culturety culture merupakan langkah pertama merupakan langkah pertama dalam langkah-langka

dalam langkah-langkah h mencapai Kmencapai K' ' sebagasebagaimana tercantum pula imana tercantum pula dalam langkah dalam langkah pertama daripertama dari konsep Fujuh ?angkah !enuju K RSF di 8ndonesia' yaitu FBangun Kesadaran akan <ilai K. konsep Fujuh ?angkah !enuju K RSF di 8ndonesia' yaitu FBangun Kesadaran akan <ilai K. 5ipt

5iptakaakan n kekepemimpemimpinapinan n dan dan budabudaya ya yanyang g terbterbuka dan uka dan adil.adil.F F SelaiSelain n itu' itu' hambhambatatan an terbterbesaresar unt

untuk uk mempmemperbaerbaiki iki pelapelayanayanan n keskesehatehatan an yanyang g lebih lebih aman aman adaadalah lah budabudaya ya dari dari orgorganisaanisasisi keseha

kesehatan $5oopertan $5ooper' *+++%. ' *+++%. BeberapBeberapa a contcontoh dalam oh dalam hal upaya membangun budaya K hal upaya membangun budaya K adalahadalah )5#D; $

)5#D; $ $oint Commission on  $oint Commission on AccreditAccreditaon o! aon o! %ealt&care 'rgani%ealt&care 'rganiaonaon% di #merika' sejak tahun% di #merika' sejak tahun *++0 menetapka

*++0 menetapkan penilaian tahunan terhadap budaya keselaman penilaian tahunan terhadap budaya keselamatan sebagai target KGtan sebagai target KG "SA"SA (aonal "aent Sa!ety Agency)

(aonal "aent Sa!ety Agency) di 8nggris mencantumkan budaya keselamatan sebagai langkahdi 8nggris mencantumkan budaya keselamatan sebagai langkah pertama dari

pertama dari*Seven Ste+s to "aent Sa!ety**Seven Ste+s to "aent Sa!ety* $hillips' *++&%. $hillips' *++&%. enngenngnya budaya keselamatnya budaya keselamatan an didi la

layayanan nan kkeseesehahatatan n jugjuga a digdigariaris-bs-bawawahahi i oleoleh h laplapororan-an-laplapororan an dadari ri CDCD; ; $$,o,orld rld %eal%ealt&t& 'rganiaon

'rganiaon% $*++3%'% $*++3%' Euro+ean CommissionEuro+ean Commission $*++&% dan$*++&% dan t&e Council o! Euro+et&e Council o! Euro+e $*++3% $Dellings et$*++3% $Dellings et al.' *++0%.

(3)

(i lingkup organisasi layanan kesehatan' penelian tentang budaya keselamatan pasien adalah suatu area penelian yang sedang tumbuh pesat untuk menguji bagaimana nilai' sikap' persepsi' kompetensi individu dan perilaku orang dan kelompok menentukan komitmen' cara dan keahlian organisasi dalam manajemen kesehatan dan keselamatan $Dandler et al.' *++3%. Survey budaya/iklim keselamatan sudah menjadi pendekatan yang umum untuk memonitoring K' dan berbagai jenis instrumen pengukurannya terus mengalami pengembangan $!atsubara et al.' *++%.

Budaya keselamatan dibangun oleh berbagai 7aktor $dimensi%' dan berbagai peneli mencoba mengidenHkasi dimensi-dimensi tersebut. (imulai dari penelian oleh Iohar $tahun ,+% dengan  dimensi' di antaranya sikap manajemen terhadap keselamatan' dampak praktek-praktek keselamatan kerja terhadap promosi' dst. Kemudian berkembang secara luas khususnya di layanan kesehatan. enelian Eershon et al. $*+++% menghasilkan 3 7aktor/dimensi diantaranya adalah dukungan manajemen' umpan balik/pelahan' minimal konJik/komunikasi yang baik' dst. Survey tentang budaya keselamatan pasien yang sering digunakan sebagai acuan di berbagai negara karena mempunyai si7at psikometris yang terbaik dan dirancang untuk seluruh pekerja di RS adalah yang dilakukan oleh Sorra  <ieva $*++4%' yaitu %os+ital Survey on "aent Sa!ety Culture (%S'"SC)' yang mempunyai ,* dimensi budaya keselamatan dan * dimensi outcome. !asih banyak lagi penelian tentang iklim atau budaya keselamatan ini yang menghasilkan perbedaan dalam jumlah dimensi/7aktor yang membangunnya' dan dinilai dapat mendeteksi perhaan sta7 RS terhadap K. enelian lainnya oleh !atsubara et al.' tahun *++&' dengan seng  )epang dan validitas dan reliabilitas yang nggiG di Swiss $oleh 7eiLer et al.' *++% menjadi ,+ dimensiG di Belanda menjadi ,, dimensi $Smits et al.' *++%.

(i 8ndonesia sendiri kemungkinan ada RS yang sudah melakukan pengukuran budaya K' tetapi sejauh ini belum diketahui bagaimana hasil analisisnya. 9ntuk itu' seiring dengan penggunaan model pengukuran budaya keselamatan pasien yang makin meningkat di lingkup internasional dan berkembang pula di 8ndonesia' maka dapat dimungkinkan pula mengembangkan model pengukuran budaya keselamatan pasien yang sesuai atau cocok dengan seng RS di 8ndonesia dan mempunyai nilai validitas dan reliabilitas yang baik. Dal ini menjadi sangat penng sebagai in7ormasi mendasar bagi e7ekHtas strategi upaya-upaya

(4)

keselamatan pasien yang akan dilakukan RS di 8ndonesia' sehingga dapat dipermbangkan sebagai alterna7 indikator kinerja keselamatan $Euldenmund' *+++%.

engukuran budaya atau iklim K di RS di 8ndonesia kiranya menjadi penng pula bagi RS yang dimiliki oleh ersyarikatan !uhammadiyah yang tersebar di seluruh 8ndonesia' sebagai mitra swasta yang ikut memperkuat masyarakat dan membantu pemerintah dalam bidang kesehatan. Berdasarkan pembicaraan in7ormal dirasakan masih sedikit sekali peningkatan inisia7 manajemen RS milik !uhammadiyah-M#isyiyah ini yang merespon hal tersebut. !isalnya saja' masih banyaknya sta7 RS !uhammadiyah-M#isyiyah yang belum mengiku pelahan tentang K-RS' padahal pemahaman organisasi tentang pengetahuan dan ketrampilan' khususnya keselamatan pasien adalah hal yang mendasar untuk prakk layanan kesehatan yang aman $#spden' et al.' *++4%. 9paya penerapan K di beberapa RS !uhammadiyah-M#isyiyah yang juga masih dirasakan kurang berjalan dengan baik' dan lebih banyak tergantung pada komitmen pimpinan. (ari uraian di atas' maka alterna7 langkah pertama yang mendasar dalam upaya memperbaiki K di RS' khususnya RS !uhammadiyah M#isyiyah adalah menilai atau mengukur kondisi budaya K yang ada sekarang. !embangun budaya K ini menjadi tanggung  jawab semua unsur di RS tersebut untuk menempatkan K sebagai prioritas pertama.

M%.el K%,)e*al

Beberapa riset dan teori yang membangun model kenseptual penelian ini adalah:

engukuran budaya K' dapat diukur melalui pengukuran elemen kedua dari model budaya organisasi $Schein' ,%' yaitu es+oused values $nilai-nilai pendukung%' yang mencakup kepercayaan' nilai-nilai' persepsi dan sikap/atude  yang berlaku dalam organisasi. <ilai-nilai pendukung ini dianggap lebih mudah diukur' dikenal sebagai iklim organisasi' yang dapat mendiagnosis budaya' sebagai +receding culture dan culture in maing. Selanjutnya' !odel dari 6lin $*++0% menjelaskan bagaimana mekanisme bentuk-bentuk iklim keselamatan $yang digunakan untuk mengukur budaya keselamatan%' yang dideHnisikan sebagai persepsi terhadap K(/ AE pada pasien dan pekerja' diukur pada ngkat unit kerja dan organisasi.

(5)

Eambar ,. !odel 8klim Keselamatan dan 'utcome Kecelakaan Sumber: 6lin' *++0

(i samping itu ' penelian yang dilakukan oleh !atsubara et al. $*++%' dan Singer et al.

$*++% dan penelian lainnya juga mengukur budaya K melalui pengukuran terhadap iklim K di ngkat interpersonal' unit kerja serta organisasi.

6aktor yang penng dalam membangun budaya keselamtan pasien ditunjukkan oleh model +at& analysis yang menghubungkan antara Kepemimpinan rans7ormasional' Budaya K' inisia7/upaya K dan outcome K dari !c 6adden et al. $*++%:

I+lim Ke)elama*a, Dear*eme,/ Tim: Per)e)i .ari )er!i)%r Pri%ri*a) *er$a.a +e)elama*a, Ora,i)a)i: Per)e)i .ari ma,a3eme, Pri%ri*a) *er$a.a +e)elama*a, M%4!a)i Perila+

4.a+ ama, Error 

5e.era Pe+er3a 5e.era Pa)ie,

(6)

Eambar * !odel "at& Analysis Kepemimpinan rans7ormasional' Budaya K' 9paya K' dan 'utcome K

Sumber: !c 6adden' et.al'*++

Berdasarkan berbagai re7erensi lainnya' terdapat berbagai dimensi/7aktor yang membangun struktur model budaya atau iklim K di berbagai negara' di berbagai unit di RS' dan di berbagai kelompok pro7esional RS' misalnya keterbukaan komunikasi' umpan balik dan komunikasi tentang error/ 7rekuensi pelaporan kejadian' %andovers( enyerahan% dan transisi' dukungan manajemen terhadap K' respons  non-+unive ( dak menghukum% terhadap error/ pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan' keseluruhan persepsi tentang keselamatan' Sta0ng/ ekspektasi supervisor/manajer ndakan promosi keselamatan' kerjasama antar unit' kerjasama dalam unit' rioritas keselamatan' beban kerja yang aman'

(7)

Eambar 2 Kerangka Konsep !odel engukuran Budaya Keselamatan asien $K% RS !uhammadiyah-M#isyiyah

Hi%*e)i)

Selain mendapatkan model pengukuran budaya keselamatan pasien yang mempunyai nilai psikometrik yang baik' maka studi ini membukkan beberapa hipotesis' yaitu:

,. @ariabel Kepemimpinan rans7ormasional berpengaruh $posi7% secara signiHkan terhadap Budaya K RS

*. @ariabel Kerjasama im berpengaruh $posi7% secara signiHkan terhadap Budaya K RS 2. @ariabel Kesadaran 8ndividual berpengaruh $posi7% secara signiHkan terhadap Budaya

K RS

4. @ariabel Kepemimpinan rans7ormasional berhubungan dengan variabel Kerjasama im Keemimi,a, Tra,)6%rma)i%,all Ke)a.ara, I,.i!i.al B.a#a KP RS Ua#a Ker3a)ama Tim 1ariael inde+enden 1ariael de+enden

@ar. laten endogen @ar. laten eksogen

(8)

&. @ariabel Kepemimpinan rans7ormasional berhubungan dengan variabel Kesadaran 8ndividual

3. @ariabel Kerjasama im berhubungan dengan variabel Kesadaran 8ndividual

Me*%.e

Survey dengan disain cross seconal . enentuan kandidat konstruk model diperoleh melalui diskusi dengan pakar terkait dan berdasarkan re7erensi yang ada. #dapun analisis psikometrik dilakukan dengan 56# $Confrmatory Factor Analysis% d a n 2nd order  SA! menggunankan perngkat lunak ?8SRA? versi .&+. opulasi adalah seluruh karyawan RS !uhammadiyah-M#isyiyah $RS!#%' kecuali (ireksi dan Cakil (ireksi RS' dengan total 2,44 yang berasal dari & RS!# di  )awa' yang mewakili & provinsi' yaitu RS 8slam 5empaka uh (K8 )akarta' RS !uhammadiyah Bandung' RS Roemani Semarang' RS K9 Nogyakarta dan RS #isyiyah onorogo )awa imur. Sampel penelian ini adalah ,&++ karyawan yang dilakukan secara proporsional' dengan permbangan dapat mewakili unit-unit yang ada di RS tersebut dan memenuhi standard SA! $Structural Equaon Model %. 3es+ons rate  diperoleh sebesar ,, $0'01%' dengan non missing data sebesar 23 $3*'4+1%' dengan rincian sebagai berikut:

abel , (istribusi )umlah Kuesioner yang erkumpul

<ama RS )umlah Sampel $proporsional% )umlah kuesioner yang terkumpul )umlah kuesioner yang bersih $dak ada missing d ata% )ml 1 )ml 1 RS8 5A!#K# 98D )K 3&0

444 30.& 22& &+.

RS! B#<(9<E *42 **4 *., ,0+ 3.3

RS R;A!#<8 S!RE *, ,30 03.3, ,* &.,0

RS! K9 N;EN# *4 *24 4.2& ,4 04.,

RS# ;<;R;E; ,2& ,* &.&& ,, 0.4,

otal ,&++ ,, 0.0 23 3*.4+

(9)

(ari 23 data responden yang bersih' diperoleh in7ormasi bahwa sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan $301%' perawat $41%' status tetap $ 01%-G kontak langsung dengan pasien $ 041%' serta bekerja i RS lebih dari , tahun baik di unit masing-masing $1%maupun RS $31%' pernah mengiku pelahan/seminar tentang keselamatan pasien $&,1%. Selanjutnya' diperoleh in7ormasi tentang perbandingan rerata indikator pada masing-masing variabel penelian di ke-lima RS yang menjadi sampel penelian ini sbb:

Eambar 4a. (istribusi Rerata 8ndikator Kepemimpinan rans7ormasional

$Si: Smulasi 8ntelektual' !i: !ovasi 8nspirasional' Ki: Konsiderasi 8ndividual' 8p: 8dealisasi engaruh%

Eambar 4b. (istribusi Rerata 8ndikator dari @ariabel Kerjasama eam $4eam% $Ko: Komunikasi' r: rust/Rasa Saling ercaya' Kh: Kepaduan/5ohesiveness%

(10)

Eambar 4c. (istribusi Rerata 8ndikator Kesadaran 8ndividual

$Kd: Kompetensi (iri' r: engenalan Risiko' Kp: Kepatuhan' b: embelajar' k: rioritas Keselamatan%

Eambar 4d (istribusi Rerata 8ndikator Budaya K RS!#

$Km: Komitmen !anajemen' p:emberdayaan egawai' Sp: Sistem elaporan' Sr: Sistem Reawrds' 8o: 8dentas ;rganisasi%

(ari gambar di atas' dapat dilihat bahwa RS 8slam 5empaka uh )akarta dan RS K9 Nogyakarta memiliki nilai rerata kondisi kepemimpinan trans7ormasional' kerjasama m' kesadran individual dan budaya keselamatan pasien yang selalu berada di atas rerata total dari ke-lima RS lainnya. #dapun RS !uhammadiyah Bandung berada di bawah nilai rerata total di hampir seap indikator dari variabel.

(11)

!odel keseluruhan pengukuran budaya keselamatan pasien di RS mencakup 2 variabel laten eksogen dan , variabel endogen dengan nilai S?6-nya yang valid dan reliabel $ t>,'3 dan S?6>+'0+%' yaitu : $,% Kepemimpinan rans7ormasional $?ead%' terdiri dari indikator Smulasi 8ntelektual$Si%' !ovasi 8nspirasional $!i%' Konsiderasi 8ndividual $Ki% dan 8dealisasi engaruh $8p%G $*% Kerjasam im $eam%' terdiri dari indikator Komunikasi $Ko%' 4rust# Saling ercaya $r% dan Co&esiveness/Kepaduan $Kh%%G $2% Kesadaran 8ndividual $8ndiv%' terdiri dari indikator engenalan Kompetensi (iri $Kd%' enilaian Risiko $r%' Kepatuhan $Kp%' embelajar $b%' dan rioritas Keselamatan $k%. Budaya Keselamatan asien $Culture% terdiri dari indikator Komitmen !anajemen $Km%' emberdayaan egawai $p%' Sistem elaporan $Sp%' Sistem 3e5ards (Sr)' 8dentas ;rganisasi $8o%. <ilai 5R= +', $>+'0+%G@A= +'& $>+'&+% : yang berar validitas dan reliabilitas konstruk yang baik. Dasil pengujian kriteria E;6 keseluruhan baik' dan nilai R!SA#=+'+0& $+'+% yang berar ngkat kecocokan model pengukuran yang baik $good Ht%. !odel pengukuran dapat digambarkan sebagai berikut:

Eambar & !odel 6asic Keseluruhan $Standardied % engukuran Budaya Keselamatan asien

+'4 "ea #  $%l%re n#i  &  'eam Si !i Ki 8p Ko r Kh Kd r K b k 8o Sr S p Km +'&3 +'+0 +'*+ +' +'* +'& +'& +'0, +'+* +'+& +'+ +'+4 +'+,& +'* +'+, +'43 +'+& +',2 +'+4 +',* +'*2 +',3 +'+ +',+ +'&+ +' +'2 +' +'02 +' +'0 +'* ,'+, +'* +'& ,'++

(12)

#dapun model struktural yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh posi7  yang bermakna dari variabel Kepemimpinan rans7ormasional $S?6=+'&3%' Kerjasama im $S?6=+'+0%' dan Kesadaran 8ndividual $S?6=+'*+% terhadap budaya keselamatan pasien $Dipotesis ,' * dan 2 terbuk%. ersamaan struktural dari model adalah: 5l*re 7 0&118Team 9 0&18Lea. 9 0&2;8I,.i! Err%r!ar&7 1&00 R< 7 0&=2 dan nilai R!SA#= +'+40' dan mempunyai presisi baik dan close ft . erdapat pula hubungan yang bermakna antara variabel-variabel eksogen' yaitu: Kepemimpinan rans7ormasional dengan Kesadaran 8ndividual' Kepemimpinan rans7ormasional dengan eamwork' serta eamwork dengan Kesadaran 8ndividual' dengan nilai t >,'3 $O = +'+&%

(Hipotesis 4, 5 dan 6 terbukti).

(alam bentuk diagram diperoleh gambaran sebagai berikut:

Eambar 3 !odel Struktural Keseluruhan engukuran Budaya Keselamatan asien RS!#

Pem(a$a)a,

enelian ini untuk mengukur budaya keselamatan pasien di empat ngkatan yang berjejaring di RS' yaitu individual' unit kerja' manajemen dan organisasi' sehingga mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang kondisi budaya keselamatan pasien yang ada

Team 5l*re I,.i! Lea. +'+0G sig +'&3:sig +'*+Gsig +'3*Gsig +'4+G sig +'3,Gsig

(13)

di RS tersebut. Dal ini mendukung teori dan hasil penelian dari Do7mann dan StetPer $,3% dalam 6lin $*++0 yang mengukur di ngkat individu' kelompok kerja' departemen' organisasi dan lingkunganG Singer et.al. $*++% di ngkat unit kerja dan interpersonalG !atsubara et.al. $*++% mencakup dua ngkatan: pekerja dan organisasiG 5urrie $*++0% ada ga ngkatan yaitu individu' kelompok kerja dan sistem/organisasi. #kibatnya' maka analisis budaya keselamatan pasien cenderung dikendalikan oleh agregat data individual di ngkatan yang sesuai' biasanya melalui kuesioner yang si7atnya anonim/tanpa nama. Kerangka kerja pengukuran budaya keselamatan pasien ini didasarkan pada asumsi bahwa insiden keselamatan pasien dipengaruhi oleh sikap aman dan dak aman pegawai di level individu' unit kerja dan organisasi. Secara khusus' di level manajemen senior dalam hal kepemimpinan trans7ormasional yang dalam berbagai penelian tentang budaya menunjukkan bahwa kepemimpinan trans7ormasional sangat berpengaruh dalam membangun suatu budaya. (i level inidividu' maka budaya dikaitkan dengan atribut-atribut seorang pegawai $sering disebut sebagai +syc&ological climate%' serta di level unit kerja juga terkait dengan atribut-atribut di level unit kerja sebagai suatu bagian dari organisasi secara keseluruhan. 6aktor manajemen dan organisasi sendiri telah diketahui sebagai penyebab laten suatu kejadian dan terintegrasi dalam konsep budaya keselamatan $Dsu et.al' *++3%.

(ari hasil penelian ini diperoleh dariesmasi persamaan regresi dari model struktural Budaya K di RS!# sebagai berikut:

5l*re 7 0&118Team 9 0&18Lea. 9 0&2;8I,.i! Err%r!ar&7 1&00 R< 7 0&=2

(ari kega variabel independen di atas' yang paling memberikan pengaruh secara signiHkan $kenaikan sebesar +., unit% terhadap peningkatan nilai budaya K di RS adalah variabel 7ead  $Kepemimpinan rans7ormasional%' yang memang didukung dalam berbagai studi dan re7erensi. <ilai R*=+'&* arnya adalah &*1 dari variasi Culture $Budaya Keselamatan asien% dapat dijelaskan oleh variabel dependen 4eam $Kerjasama im%' 7ead   $Kepemimpinan rans7ormasional% dan 8ndiv $Kesadaran 8ndividual%' sedangkan sisanya $41% dijelaskan oleh 7aktor-7aktor lainnya. #tau dengan perkataan lain' variabel ?ead' eam dan 8ndiv berkontribusi sebesar &*1 terhadap varians variabel 5ulture.

(14)

6aktor-7aktor lainnya tersebut berdasarkan berbagai re7erensi yang mungkin belum ikut diteli di sini' di antaranya $Singer et al.' *++G !atsubara et al.' *++G Blegen et al%: :

-

untuk indikator budaya di ngkat organisasi/RS: Keberadaan S(! khusus yang 7okus pada K' kepemimpinan Komite K' Kepemimpinan engawas Sa!ety/ Kejelasan dan keteraturan penempatan kerja' audit proses

-

untuk indikator budaya di ngkat manajemen senior/5A; RS/kepemimpinan: persepsi manajemen senior tentang K' keterlibatannya dalam K

-

untuk indikator budaya di ngkat unit kerja/teamwork: norma-norma/nilai K di unit kerja' penanganan konJik

-

untuk indikator budaya di ngkat individu: beban kerja' ngkat stress' ngkat kelelahan' perasaan takut disalahkan $ !ear o! lame%' perasaan malu $ !ear o! s&ame%' keterlibatan keluarga/pasien'

erdapat keterkaitan antara peran pemimpinan di ngkat senior ini dengan individu' misalnya terkait dengan kompetensi yang menjadi komponen penng bagi seluruh pegawai pro7esional' maka pimpinan di level tersebut dapat meningkatkannya melalui dorongan atau memberikan kebijakan untuk pendidikan lanjutan' serHkasi dan bentuk-bentuk penghargaan' rekognisi atau struktur gaji $Kramer  Schamalen' *++*' dikup oleh Byers  Chite' *++4%. Dal lainnya' misalnya untuk pelaporan insiden K' maka sta7 didukung penuh oleh pihak manajemen senior untuk melaporkan semua K<5' K( dan isu-isu lainnya tanpa merasa takut dihukum atau disalahkan melalui 7orum diskusi yang dihadiri oleh pimpinan senior' sebagai salah satu ciri kepemimpinan trans7ormasional. Kepemimpinan trans7ormasional juga memerlukan m yang bisa melibatkan anggota-anggotanya berkoordinasi' berkomunikasi di seap level' termasuk level (ireksi RS. im dan kerja m merupakan komponen penng dalam pelayanan kesehatan' dan sukses organisasi $RS% meningkatkan ketergantungan pada kerja m dalam keseluruhan pelayanan medis yang diberikan kepada pasien $RoPovsky  Coods' *++&%.

Selanjutnya' terjadi proses penyelarasan antara nilai-nilai individu yang menghasilkan mentalitas dasar dengan nilai-nilai kelompok $m' bagian' departemen% yang menghasilkan kepaduan $jahjono' *+,+%. <ilai-nilai kelompok merupakan tahap yang paling awal berhubungan dengan nilai-nilai individu sebelum menyelaraskan dengan nilai-nilai organisasi.

(15)

<ilai-nilai individu yang terkait dengan kesadaran individu dalam upaya mengembangkan budaya K sangat bervariasi dan akan menyesuaikan dengan sub budaya kelompoknya di RS.

Sebagai contoh' untuk kelompok layanan keperawatan $proporsi terbesar S(! di RS%' maka nilai-nilai kesadaran individu akan berubah juga sesuai dengan lapangan pelayanan keperawatan yang berubah. Seorang perawat harus selalu memperbaharui/update pengetahuan dan ketrampilannya $sikap pembelajar%' kemampuan teknisnya' berpikir kris dan ketrampilan hubungan interpersonalnya dalam membangun komunikasi yang baik di dalam m. Selain itu memiliki keyakinan akan kompetensi rekan kerja dalam satu m sebagai salah satu indikator adanya rasa saling percaya/trust dalam suatu m. (emikian juga terkait dengan sikap pembelajar tersebut' melalui kerja m' pegawai akan belajar menggunakan ketrampilan dan pengetahuan secara kolek7 dalam menghadapi masalah yang baru dan berubah di lapangan. Kerjasama antar unit kerja yang ada di RS dalam seap kesempatan diperlukan untuk berlangsungnya orientasi pembelajar dari seap pegawai. Selain itu' kepaduan/co&esiveness dari m dibangun dari ketertarikan/kedekatan/kesamaan antar anggota dalam sikap' perilaku dan kinerja' serta movasinya untuk tetap nggal di kelompok tersebut $Keyton  Springston' ,&' dalam Robbins $*++2%G Eibson et al.' *++3%. Sehingga dalam suatu kelompok yang kohesi7  akan ditemukan rasa memiliki dan kepedulian moral anggota terhadap kelompoknya' serta terdapat kecenderungan anggotanya untuk menghasilkan kinerja kelompok yang e7ek7. Berdasarkan hal tersebut' jelas di sini peran individu dalam bentuk kesadaran individu $yang dinilai melalui & indikator% berperan dalam membentuk kohesiHtas m terkait dengan upaya membangun budaya K di RS.

Ke)imla, .a, Sara,

Berdasarkan temuan tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa 8nstrumen pengukuran iklim keselamatan pasien di RS !uhammadiyah-M#isyiyah $RS!#% menunjukkan karakterisk psikometrik yang baik. RS!# dapat menggunakan instrumen tersebut untuk mengukur kondisi iklim keselamatan pasien di masing-masing RS yang mencakup 4 domain terkait' yaitu Kepemimpinan rans7ormasional $di ngkat 5A;/(ireksi RS%' Kerjasama im $di ngkat unit kerja%' Kesadaran 8ndividual $di ngkat individu% serta iklim keselamatan pasien $di

(16)

ngkat organisasi/RS%' sehingga RS!# dapat membandingkan kondisi iklim K di masing-masing RS. emuan di atas menunjukkan bahwa aspek yang paling penng dalam membangun iklim keselamatan pasien di RS!# adalah Kepemimpinan rans7ormasional di ngkat (ireksi RS!#. Sedangkan untuk aspek kerjasama m' upaya lebih keras harus dilakukan RS!# dalam meningkatkan peran kerjasama m untuk membangun iklim budaya keselamatan pasien. erakhir' melalui model pengukuran iklim keselamatan pasien ini kita dapat mendeteksi awal perhaan organisasi' pimpinan' unit serta individu terhadap keselamatan pasien di RS' serta dapat dilakukan secara run dan dapat dikaitkan dengan output/outcome keselamatan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

#psden' .' 5orrigan' ).!.' ColcoQ' ).'  Arickson S.!. $*++4%.  Ac&ieving a ne5 standard !or care. Cashington' (5: <aonal #cademies ress.

Bachrudin' #chmad.'  obing' Darapan' ?. $*++2%.  Analisis 8ata untu "enelian Survai dengan Menggunaan 79S3E7 :. Bandung: )urusan Staska 6!8#  9<#(.

BerenholtP' S.!.' ronovost' .). $*++0%. !onitoring aent Sa7ety. ;SA: Crical Care Clinics.*2: 3&-302. Bernstsen' K.). $*++4%. 4&e "aent<s guide to +revenng medical errors. ;SA= raegers ublishers.

Blegen' !ary #.' epper' EineQe #.' Rosse' )oseph. $*++4%. Sa7ety 5limate on Dospital 9nits: # <ew !easure.  Advances in "aent Sa!ety= From 3esearc& to 9m+lementaon. aonal 7irary o! Medicine (7M).

1olume>.

Bognar' #.' Barach' .' )ohnson' ).K.' (uncan' R.5.' Birnbach' (.' Coods' (.' Doll' ).?.'  Bacha' A.#.$*++%. Arrors and the Burden o7 Arrors: #tudes' ercepon' and the 5ulture o7 Sa7ety in ediatric 5ardiac Surgical eams . Boston' !#. $ournal o! t&e Society o! 4&oracic Surgeons and t&e Sout&ern 4&oracic Surgical Associaon' &: ,204-,2,.

Budrevics' E.'  ;M<eill' 5. $*++&%. 5hanging a 5ulture with aent Sa7ety Calkarounds. %ealt&care ?uarterly. @ol. ' Special 8ssue: *+-*&.

Byers' ).6.' Chite' S.@.$*++4%."aent sa!ety/ +rinci+les and +racce. 9S#: Springer ublishing Khmpany' 8nc.

5astle' <.E. $*++3%. <urseMsaideMs rangs o7 the resident sa7ety culture in nursing homes. 9nternaonal $ournal !or  ?uality in %ealt& Care' @ol. ,' <umber &'20+-203.

5houdhry' R.!.' 6ang (.' Sheri7' !. $*++3%. he <ature o7 Sa7ety 5ulture : # survey o7 the state-o7-the-art.Sa!ety  Science' 4&' 2-,+,*.

5olla' ).B.' Bracken' #.5.' Kinney' ?.!.' Ceeks CB. $*++&%. !easuring paent sa7ety climate: #review o7 surveys. ?ual Sa!e %ealt& Care' ,4' 234-233.

5onnelly' ?.!.'owers' ).?. $*++4%.'nline +aent sa!ety climate survey= tool develo+ment and lessons learned . <aonal ?ibrary o7 !edicine.

(17)

5ooper' ).B.' Blum'R.D.' 5arrol' ).S.' (ershwitP' !.' 6einstein' (.!.' Eaba' (.!.' !orey' ).5.' Singla' #.K.$*++%. (iLerences in sa7ety climate among hospital anesthesia departments and the eLect o7 a realisc simulaon-based training program. 9nternaonal Anest&esia 3esearc& Society : &04- &4.

5ooper !. $*+++%. owards a model o7 sa7ety culture. Sa!ety Science/ 23' ,,,-,23.

5urrie'?ynne. $*++0' (ecember%.  Assessing sa!ety climate su++orts targeted quality im+rovement  intervenons.aper presented at <85A con7erence.

Alstak' !irdita <. $*++&%. ;rganiPaonal 8denty 5hange: #n #lliance Between ;rganiPaonal 8denty and 8denHcaon. Academy o! Management 6est con!erence 6est "a+er.

6erdinand' #ugusty. $*+++%. Structural Equaon Modelling dalam "enelian Mana@emen. Semarang: Badan enerbit 9niversitas (iponegoro.

6lemming' !ark. $*++&%. aent sa7ety culture measurement: a Thow toF guide. %ealt&care ?uarterly 1ol :/ special issue: ,4-,.

6lemons' C.C.' Aagle' 5.).' (avis' ).5. $*++&%. (eveloping a comprehensive paent sa7ety strategy 7or an integrated 5anadian healthcare region. %ealt&care ?uarterly. @ol.' Special 8ssue: ,**-,*0.

6lin' R. $*++0%. !easuring sa7ety culture in health care: # case o7 accurate diagnosis.9nternaonal $ournal !or  ?uality in %ealt& Care

6lin' R. $*++%. (eveloping a sa7ety culture in healthcare.

6rush' Karen S. $*++%. 6undamentals o7 a aent Sa7ety rogram. "ediatr 3adiol(2:) 2 $Suppl4%: S3&-3. 6ukuda' D.' 8manaka' N.' Dirose' !.' Dayashida' K. $*++%. 6actors associated with system-level acvies 7or paent

sa7ety and in7econ 5ontrol. 9S#:9nternaonal $ournal !or ?uality in %ealt& Care.

6ukuda' D.' 8manaka' N.' Dirose' !.' Dayashida' K. $*++%. Aconomic evaluaons o7 maintaining paent sa7ety system in teaching hospital. 9S#:9nternaonal $ournal !or ?uality in %ealt& Care.

Eershon' R.R.!.' Karkashian' 5.(.' Erosch' ).C.' !urphy' ?.R.' 5ejudo' #.A.' 6alanagan' .#.' Bernacki' A.'Katsing' 5.' !arn' ?. $*+++%. Dospital sa7ety climate and its realonship with sa7e work pracces and workplace eUposue incidents. $ournal o! Associaon !or "ro!essionals in 9n!econ Control and E+idemiology9nc.

EhoPali' 8mam  6uad. $*++%. Structural Equaon Modelling. eori' Konsep dan #plikasi. Semarang: Badan enerbit 9niversitas (iponegoro.

Eibson' ).?.' 8vancevich' ).!.' (onnelly )r' ).D.' Konopaske' R. $*++3%. 'rganiaons/ e&avior/ structure and   +rocesses. Boston: !cEraw-Dill.

Einsburg' ?.R.' regunno' (. $*++0%. ercepons o7 paent sa7ety culture in siU 5anadian healthcare organiPaons' Hnal report prepared 7roma grant 7rom 5anadian aent Sa7ety 8nstute $5S8%. "aent Sa!ety Culture 3esearc& at Bor ;niversity.

Eovernment o7 8reland. $*++%. 6uilding a culture o! "aent Sa!ety. Report o7 the 5ommission and paent sa7ety and Vuality assurance. (ublin: he Staonery ;Wce.

Euldenmund' 6.C. $*+++%. he nature o7 sa7ety culture: a review o7 theory and research. Sa!ety Science/ 24' *,&-*&0. Alsevier Science ?td.

(18)

Dair )6' #nderson RA' atham R?' Black C5. $*++3%. Mulvariate 8ata Analysis.  SiUth Adion. 9S#. earson-rence Dall.

Dallowell (.?' $*+++%. ALecve use o7 special purpose K) ?anguange rocessing. Si Sigma Magaine.

Dandler' S.!.' 5astle' <.E.' Studenski' S.#.' erera' S.' 6ridsima' (.B.' <ace' (.#.' Danlon' ).. $*++3%. aent sa7ety culture assessment in the nursing home. $ournal o! ?uality Sa!ety %ealt& Care' ,&' 4++-4+4.

Dartmann' 5.C.' Rosen' #.K.' !eterko' !.' Shokeen' .' Ihao' S.' Singer' S.' Eaba' (.!.'6alwell' #. $*++%. ;verview o7 paent climate in the @#. %ealt& Services 3esearc&' @ol. 42'8ssue 4:,*32-,*4.

Deni' Nusri. $*+,,%. 9m+roving 'ur Sa!ety Culture. )akarta:  Eramedia ustaka 9tama.

Do' R. $*++3%. %andoo o! univariate and mulvariate data analysis and inter+retaon 5it& S"SS. 9S#: 5hapman  Dall/5R5.

Do7stede' Eeert  Do7stede' Eert )an. $*++&%. Cultures and 'rganiaons. SoD5are o! mind. 9S#. !cEraw-Dill. Dsu' S.D.' ?ee' 5-5.' Cu' !-5.'  akano' K.$*++3%. E+loring cross-cultural dirences in sa!ety climate o! oil refnery 

 +lants in $a+an and 4ai5an.

Dughes' 5.!.' ?apane' K.?. $*++3%. <urses and nursing assistantMs percepons o7 paent sa7ety culture in nursing homes. 9nternaonal $ournal !or ?uality in %ealt& Care'@ol. ,' <umber 4' *,-*3.

8lan' R.' 6owler' R.$*++&%. Brie7 story o7 paent sa7ety and science. 9S#: 9nternaonal $ournal !or ?uality in %ealt& Care.

8noue' akayasu  Karima' Nosuke. $*++%. ;rganiPaonal sa7ety climate diLerently aLects on paent sa7ety behavior o7 nurses according to the hospital scale in )apanese private hospital. $ournal o!..

)oint 5ommission 8nternaonal $)58%."aent sa!ety/ essenals !or &ealt& care. $8nternaonal Adion%. $*++3%. 9S#: Kasali' Rhenald. $*++&%. C&angeG. )akarta:  Eramedia ustaka 9tama.

Kho' !.A.' 5arbone' ).!.' ?ucas' ).' 5ook' (.). $*++&%. Sa7ety climate survey: Relaibility o7 results 7rom a mulcenter 859 survey. $ournal o! ?uality Sa!ety %ealt& Care' ,4' *02-*0.

Kirk' S.' arker' (.' 5laridge' .' Asmail' #.'  !arshall' !. $*++0%. aent sa7ety culture in primary care: (eveloping a theorical 7ramework 7or praccal use. $ournal o!?uality Sa!ety %ealt& Care/ ,3' 2,2-2*+.

Kline' . $,4%. An easy guide to !actor analysis. Ereat Britain: ) ress $adstow% ?td.

Kline' R.B. $*++&%. "rinci+les and +racces o! structural equaon modeling/ seH&nd edion. <ew Nork. he Euil7ord ress.

Komite Keselamatan Rumah Sakit $KK-RS% ARS8. $*++0%. "edoman +ela+oran insiden eselamatan +asien (9H"). )akarta.

?ano' Robert'). $*++%. 4&e "3'AC4/ 3oot Cause Analyse A++roac&. @irginia. 5R5 ress.

?umenta' <.#.$*++3' )uly%. erkembangan tujuh program gerakan moral nasional keselamatan pasien di rumah sakit. aper presented at Seminar 6orum !utu elayanan Kesehatan-8mplementasi aent Sa7ety di 8ndonesia' Bali.

!ajelis Kesehatan dan !asyarakat  !uhammadiyah. $*++&%. "rofl dan 8iretori 3uma& Sait Mu&ammadiya& IAisyiya& 2J. )akarta: enerbit SAR# C86# Komunika.

(19)

!arshall' !arn <.' !annion R' <elson A' (avies D. $*++2%. !anaging change in the 5ulture o7 Eeneral racce: Xualitave 5ase Studies in rimary 5are rusts. 6M$ *++2G2*0G&-3+*.

!arn' ). $*++,%. BloomYs learning domains. 8n B. DoLman $Ad.%' Encyclo+edia o! Educaonal 4ec&nology.

!atsubara' S.' Dagihara' #.' <obutomo' K. $*++%. (evelopment o7 a paent climate scale in )apan. 9nternaonal   $ournal o! ?uality in %ealt& Care' @ol. *+' <umber 2: *,,-**+.

!aUwell' )ohn 5. $*++*%. 4&e KL Essenals ?ualies o! a 4eam "layer . 9S#. !aUwell !ovaon' 8nc. a Eeorgia 5orporaon.

!c. 6adden' K.?.' Denagan' S.5.' Eowen' 5.R. $*++%. he paent sa7ety chain: rans7ormaonal leadershipMs eLect on paent sa7ety culture' iniaves' outcomes. $ournal o! '+eraon Management : ,-,&.

!iller' R.D.' Bovbjerg' R. R. $*++*%. ALorts to improve paent sa7ety in large' capitated medical groups: descripon and 5onceptual model. $ournal o! %ealt& "olic/ "olicy and 7a5. @ol *0' <o.: 4+,-44+.

!illigan' 6.). $*++3%. Astablishing a culture 7or paent sa7ety- the role o7 educaon. 9S#: Alsevier 8nc.

!oeljono' (j.  Sudjatmiko' S. $*++*%' 5orporate 5ulture. 5hallenge to AUcellence. )akarta:  AleU !edia Kompundo.

!oeljono' (j. $*++&%. Cutured/ udaya organisasi dalam tantangan. )akarta:  AleU !edia Kompundo.

<aveh' A.' KatP-<avon' .' Stern' I. $*++&%. reatment errors in healthcare: # sa7ety climate approach.  $ournal o!  Management Science/ @ol &,' <umber 3' 4-3+.

<eal' #. EriWn' !.#.$*++*%. Sa7ety climate and sa7ety behaviour.  Australian $ournal o! Management . <eutens' ).).' Rubinson' ?. $,0%.3esearc& 4ec&niques !or t&e %ealt& Sciences $*ndAdion%. 9S#.

<ieva' @.6.'  Sorra' ). $*++2%. Sa7ety culture assessment: a tool 7or improving paent sa7ety in healthcare organiPaons. ?uality Sa! %ealt&careG ,*$Suppl 88%: ii,0-ii*2.

;liver' (avid.'  Roos' )ohan. $*++2%. Studying ;rganiPaon 8denty Ampirically: # Review. ,oring "a+er K. ?ausanne.-SwitPerland. 8maginaon ?ab.

"anduan asional Heselamatan "asien 3uma& Sait ("aent Sa!ety).$*++3%.(epkes R8.

7eiLer' N.' !anser' .'  @an @egten' #. $*++0%. 8imensionality and validaon o! t&e &os+ital survey on +aent  sa!etyculture quesonnaire !or a S5iss sam+le.

ronovost' .).' SeUton' B. $*++&%. Assesing sa!ety culture= uidelines and recommendaons. 9S#: B!) ublishing Eroup ?td.

ronovost' .).' Ceast' B.' DolPmueller' 5.E.' Rosenstein' B.).' Kidwell' R..' Daller' K.B.' 6eroli' A.R.' SeUton' ).B.' Rubin' D.R. $*++2%. Avaluaon o7 the culture o7 sa7ety: Survey o7 clinician and managers in an academic medical center. $ournal o! ?uality Sa!ety %ealt& Care' ,*' 4+&-4,+.

uusa' #nu.'  olvanen' 9lla.' *++3. ;rganiPaonal 8denty and rust. Electronic $ournal o! 6usiness Et&ics and  'rganiaon Studies/@ol ,,' <o *' *-22.

Xodriani' R.?. $*++0%. Analisa udaya organisasi di 3S 9slam Cem+aa "u& $aarta menurut teori Cameron dan ?uinn. esis' 9niversitas Eajah !ada Nogyakarta.

(20)

Raleigh' @.S.' 5ooper' ).' Bremner' S.#.'  Scobie' S. $*++%. aent sa7ety indicators 7or Angland 7rom hospital administrave data: 5ase-5ontrolanalysis and comparison with 9S data. 9S#: B!)' 220' a,0+*.

Ramanujam' R.' #brahamson' K.'  #nderson' ).E. $*++0%. 9nNuences on nurse +erce+on o! &os+ital unit sa!ety  climate= an %7M a++roac&. 9S#: R5DA ublicaons.

Robbins' S.. $*++2%.'rganiaonal 6e&avior  $,+th Adion%. 9S#: rence Dall.

RoPovsky' 6.#.' Coods' )r. $*++&%.4&e %andoo o! "aent Sa!ety Com+liance/ a"raccal uide !or %ealt& Care 'rganiaon. 9S#: )ossey-Bass.

Sandars' ).' 5ook' E. $*++0%. A6C o! +aent sa!ety . 9K: Blackwell ublishing8nc.

Savage' Erant' .  6ord' Aric' C. $*++%. "aent Sa!ety and %ealt&care Management. 1olume L . 9K: Amerald Eroup ublishing ?imited.

Seawa' <.?. $*++*%. Analisis udaya organisasi dan +engemangannya di 3S; "H; Mu&ammadiya& Suraarta menurut teori Cameron dan ?uinn (studi asus).esis' 9niversitas Eajah !ada Nogyakarta.

SeUton' ).B.' Delmreich' R.?.' <eilands' .B.' Rowan' K.' @ella' K.' Boyden' ).' Roberts' .R.' homas' A.). $*+++%. he sa7ety atudes Vuesonnaire: psychometric properes' benchmarking data' and emerging research.  $ournal o! 6MC %ealt& Service 3esearc&. "uMed .

Shi' ?. $,0%. %ealt& services researc& met&ods. 9S#: (elmar ublishers 8nc.

S.-D. ?in. C.-). ang' ).-N. !iao' I.-!. Cang' .-Z. Cang. $*++%. Sa7ety climate at workplace in5hina: a validity and reliability assessment. Sa!ety Science/ 43: ,+20-,+43.

Singer' S.).' Eaba' (.!.' Eeppert' ).).' Sinaiko' #.(.' Doward' S.K.' ark' K.5.$*++2%. he culture o7 sa7ety: result o7  an organiPaon-wide survey in ,& 5ali7ornia Dospital. $ournal o! ?uality Sa!ety %ealt& Care' ,*' ,,*-,,. Singer' S.).' ?in' S.' 6alwell' #.' Eaba' (.' Baker' ?. Relaonship o7 sa7ety climate and sa7ety per7ormance in

hospitals. %ealt& 3esearc& and Educaonal 4rust. 44:*: 2-4*,.

Singer' Sara ).' (unham' Kelly !.' Bowen' )ennie (.' Eeppert' )eLery ).' Eaba' (avid !.' !c(onald' Kathryn !.' Baker' ?aurence 5. $*++2%. ?essons in Sa7ety 5limate and Sa7ety racces 7rom 5ali7ornia Dospital 5oncorcium.  Advances in "aent Sa!ey/ !rom 3esearc& to 9m+lementaon. 9S#: <aonal ?ibrary o7  !edicine.@olume 2. 8mplementaon 8ssues.

Singer' S. ).'  ucker #.?.' $*++&%. 5reang a 5ulture o7 Sa7ety in Dospital .

Sorra' ).' <ieva' @. $*++4%. %os+ital survey on +aent sa!ety culture. 9S#: #DRX ublicaon.

Stock' E.<.' !c 6adden' K.?.' Eowen' 5.R. $*++0%. ;rganiPaonal culture' crical success 7actors' and the reducon o7 hospital errors.9nt. $. "roducon Economics.,+3: 23-2*.

StoQ' Kenneth.'  Calker' #llan. $,&%. eams' eamwork  eam Building. Singapore. rence Dall.

Suryani' ak. $*++*%. "engaru& gaya e+emim+inan/ strutur organisasi/ system re5ard/ strategi isnis serta orientasi ela@ar ter&ada+ orientasi +asar dan iner@a isnis +erusa&aan surat aar di +ulau $a5a. (isertasi. rogram ascasarjana 9nair. Surabaya.

Susanto' #.B.' Sujanto' 6.Z.' Cijarnako' D.' Susanto' .' !ertososno' S.'  8smangil' C. $*++%. cor+orate culture Oorganiaon culture. A strategic management a++roac&. )akarta: (ivisi enerbitan he )akarta Khnsulng Eroup.

(21)

he Regents o7 the 9niversityo7 !ichigan. $*++*%. Sa!ety Culture.

jahjono' Derry. $*+,+%. Culture 6ased 7eaders&i+. )akarta. enerbit  Eramedia ustaka 9tama.

Ciegmann' (.#.' Ihang' D.' @on haden' .' Sharma' E.' !itchell' #. $*++*' )une%. # Synthesis o7 Sa7ety 5ulture and Sa7ety 5limate Research. 4ec&nical 3e+ort A37-2-#FAA-22. 6##. #tlanc 5ity 8nternaonal #irport' <).

Ciyanto' Setyo Dari. $*++%. Structural Equaon Modeling dengan 79S3E7 :.:. Nogyakarta: Eraha 8lmu.

Nahya'#.#. $*++3' )uly%. rogram ARS8 dalam gerakan nasional keselamatan di rumah sakit. aper presented at Seminar 6orum !utu elayanan Kesehatan- 8mplementasi aent Sa7ety di 8ndonesia' Bali.

Nassi' #.'  Dancock' . $*++&%. Building a culture o7 sa7ety to improve healthcare worker and paent well-being. %ealt&care ?uarterly. @ol.' Special 8ssue: 2*-2.

Referensi

Dokumen terkait

family gathering dan anniversaries sebagai kegiatan employee relations yang berupa special event terhadap tingkat motivasi kerja karyawan di Kusuma Sahid

Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja portofolio saham winner menghasilkan kinerja yang lebih rendah dibandingkan dengan kinerja yang dihasilkan portofolio saham

Dengan demikian, basis analisis dari sistem informasi geografis adalah data spasial dalam bentuk digital yang diperoleh melalui data satelit atau data lain

Ini berarti komite audit memiliki pengaruh terhadap tindakan perataan laba, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki komite audit sesuai dengan peraturan

Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang juga tidak lepas dari polemik dan banyak menuai kritikan dan tuntutan pada pemilihan legislatif tahun 2014.

1) Penggunaan model discovery learning dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran IPA materi pokok

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Serum Glutamic Piruvic Transaminase (SGPT) mahasiswa pengkonsumsi alkohol di RT 15 RW 06 Kelurahan Oesapa serta

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan model praktik keperawatan profesional dilihat dari aspek kinerja perawat dikategorikan baik, persepsi perawat