Oleh:
Oleh:
Nur Rahmawati
Nur Rahmawati
M Laily
M Laily
(20121040101
(20121040101
1044)
1044)
Bagus Ramanto
Bagus Ramanto
S
S
(20121040101
(20121040101
1056)
1056)
Ariyandhi Rahman (20
Ariyandhi Rahman (20
121040101
121040101
1059)
1059)
Pembimbing:
Pembimbing:
dr. Neimy Novitasari, SpS
dr. Neimy Novitasari, SpS
KEPANITERAAN KLINIK SMF NEUROLOGI
KEPANITERAAN KLINIK SMF NEUROLOGI
RSU HAJI SURABAYA
RSU HAJI SURABAYA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
REFERAT
REFERAT
VERTIGO
VERTIGO
DEFINISI
DEFINISI
•• Vertigo adalah halusinasi gerakan
Vertigo adalah halusinasi gerakan
lingkungan sekitar serasa berputar
lingkungan sekitar serasa berputar
mengelilingi pasien atau pasien serasa
mengelilingi pasien atau pasien serasa
berputar mengelilingi lingkungan sekitar.
berputar mengelilingi lingkungan sekitar.
Terdapat empat tipe
Terdapat empat tipe
dizziness
dizziness
•• vertigo,
vertigo, lightheadedness
lightheadedness,, presyncope
presyncope,,
dan
pengaturan
pengaturan
keseimbangan
keseimbangan
tubuh
tubuh
sistem
sistem
vestibular
vestibular
proprioseptik
proprioseptik
sistem optik.
sistem optik.
Epidemiologi
Epidemiologi
•• vertigo lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingvertigo lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding pria (2:1), sekitar 88%
pria (2:1), sekitar 88% pasien mengalami episodepasien mengalami episode rekuren rekuren
Jenis
Jenis
kelamin
kelamin
•• VeVertigo sentral biasanya diderita oleh rtigo sentral biasanya diderita oleh populasi berusiapopulasi berusia tua karena adanya faktor resiko yang
tua karena adanya faktor resiko yang berkaitan,berkaitan, diantaranya hipetensi,
diantaranya hipetensi, diabetes melitus,atherosclerosis,diabetes melitus,atherosclerosis, dan stroke.
dan stroke.
Usia
Usia
•• Cedera vaskular dan infark di Cedera vaskular dan infark di sirkulasi posterior dapatsirkulasi posterior dapat menyebabkan kerusakan yang permanen dan
menyebabkan kerusakan yang permanen dan kecacatan. Pemulihan seperti yang terjadi
kecacatan. Pemulihan seperti yang terjadi pada vertigopada vertigo perifer akut tidak dapat
perifer akut tidak dapat diharapkan pada vertigodiharapkan pada vertigo sentral.
sentral.
Morbiditas
Morbiditas
ETIOLOGI
ETIOLOGI
Keadaan lingkungan : mabuk darat, mabuk laut.
Keadaan lingkungan : mabuk darat, mabuk laut.
Obat-obatan : alkohol, gentamisin.
Obat-obatan : alkohol, gentamisin.
Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu
Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu
kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang
kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang
menyebabkan benign paroxysmal positional
menyebabkan benign paroxysmal positional
vertigo, infeksi telinga bagian dalam karena bakteri,
vertigo, infeksi telinga bagian dalam karena bakteri,
labirintis, penyakit maniere,
labirintis, penyakit maniere,
peradangan saraf vestibuler, herpes zoster.
peradangan saraf vestibuler, herpes zoster.
Kelainan Neurologis : Tumo
Kelainan Neurologis : Tumor otak,
r otak, tumor yang
tumor yang menekan
menekan
saraf vestibularis, sklerosis multipel, dan patah t
saraf vestibularis, sklerosis multipel, dan patah tulang otak
ulang otak
yang disertai cedera pada labirin, persyarafannya atau
yang disertai cedera pada labirin, persyarafannya atau
keduanya.
keduanya.
Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara
Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara
karena berkurangnya aliran darah ke salah satu
karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian
bagian
otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan
otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan
arteri basiler.
KLASIFIKASI
KLASIFIKASI
Vertigo fisiologik
Vertigo fisiologik
Mabuk
Mabuk
gerakan
gerakan
(
(
motion
motion
sickness
sickness
)
)
Mabuk
Mabuk
ruang
ruang
angkasa
angkasa
(space
(space
sickness)
sickness)
Vertigo
Vertigo
ketinggian
ketinggian
(height
(height
vertigo)
vertigo)
Vertigo patologis
Vertigo patologis
Sentral Perifer
Sentral Perifer
Vertigo dapat
Vertigo dapat
diklasifikasikan menjadi:
diklasifikasikan menjadi:
Sentral diakibatkan oleh
Sentral diakibatkan oleh
kelainan pada batang
kelainan pada batang
batang otak atau
batang otak atau
cerebellum
cerebellum
Perifer disebabkan oleh
Perifer disebabkan oleh
kelainan pada telinga dalam
kelainan pada telinga dalam
atau nervus cranialis
atau nervus cranialis
vestibulocochlear (N. VIII)
vestibulocochlear (N. VIII)
SENTRAL
SENTRAL
Supratentorial Supratentorial Trauma Trauma Epilepsi Epilepsi Infratentorial Infratentorial Insufisiensi Insufisiensi vertebrobasiler vertebrobasiler Obat ObatLabirin, telinga
Labirin, telinga
dalam
dalam
vertigo posisional
vertigo posisional
paroksisimal
paroksisimal
benigna
benigna
pasca
pasca
trauma
trauma
penyak
penyak
it
it
menierr
menierr
e
e
labirinitis (viral,
labirinitis (viral,
bakteri)
bakteri)
toksik (misalnya oleh
toksik (misalnya oleh
aminoglikosid, streptomisin,
aminoglikosid, streptomisin,
gentamisin)
gentamisin)
oklusi
oklusi
peredaran
peredaran
darah di
darah di
labirin
labirin
fistula
fistula
labirin
labirin
Saraf
Saraf
otak ke
otak ke
VIII
VIII
neuritis iskemik neuritis iskemik (misalnya pada DM) (misalnya pada DM) infeksi, inflamasi infeksi, inflamasi (misalnya pada sifilis, (misalnya pada sifilis,herpes zoster) herpes zoster) neuritis neuritis vestibul vestibul ar ar neurom neurom a a akustiku akustiku s s
tumor lain di sudut tumor lain di sudut
serebelo-pontin serebelo-pontin
Telinga luar dan
Telinga luar dan
tengah
tengah
Otitis Otitis media media Tumor TumorPERIFE
PERIFE
R
R
Klinis vertigo perifer dan sentral
Membedakan nystagmus sentral dan
Membedakan nystagmus sentral dan
perifer adalah sebagai berikut :
Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau
Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau
bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari.
bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari.
Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring
Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring
diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun
diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun
penderita tidak bergerak sama sekali. Sesuai
penderita tidak bergerak sama sekali. Sesuai
kejadianny
kejadiannya, vertigo ada
a, vertigo ada beberapa macam yaitu :
beberapa macam yaitu :
V
V
ertigo
ertigo
spontan
spontan
V
V
ertigo
ertigo
posisi
posisi
V
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
VeVertigo timbul rtigo timbul jika terdapat gangguan alat jika terdapat gangguan alat keseimbangan tubuh yangkeseimbangan tubuh yang
mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen)
mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen) yangyang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat
sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat (pusat(pusat kesadaran). Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini
kesadaran). Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunanadalah susunan vestibuler atau keseimbangan, yang secara terus
vestibuler atau keseimbangan, yang secara terus menerus menyampaikanmenerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. Susunan lain yang berperan
impulsnya ke pusat keseimbangan. Susunan lain yang berperan ialah sistemialah sistem optik dan pro-prioseptik, jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis optik dan pro-prioseptik, jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N. III, IV dan VI, susunan vestibuloretikularis, dan
dengan nuklei N. III, IV dan VI, susunan vestibuloretikularis, dan
vestibulospinalis. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan vestibulospinalis. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler, visual, dan proprioseptik; reseptor vestibuler ditangkap oleh reseptor vestibuler, visual, dan proprioseptik; reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar
memberikan kontribusi paling besar, yaitu lebih , yaitu lebih dari 50 % dari 50 % disusul kemudiandisusul kemudian reseptor visual dan yang paling keci
reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik.l kontribusinya adalah proprioseptik.99
Dalam kondisi fisiologis/normal, informasi yang tiba di pusat integrasi alatDalam kondisi fisiologis/normal, informasi yang tiba di pusat integrasi alat
keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler, visual dan proprioseptik keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler, visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan, jika s
kanan dan kiri akan diperbandingkan, jika semuanya dalam keadaan sinkron danemuanya dalam keadaan sinkron dan wajar
wajar, akan diproses lebih l, akan diproses lebih lanjut. Respons yang muncul berupa penyesuaiananjut. Respons yang muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. Di samping itu otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan
orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitartubuhnya terhadap lingkungan sekitar. Jika. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak
fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis, atau ada
normal/ tidak fisiologis, atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan,rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan, maka proses pengolahan informasi akan
maka proses pengolahan informasi akan terganggu, akibatnya muncul gejalaterganggu, akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. Di samping itu, respons penyesuaian otot menjadi vertigo dan gejala otonom. Di samping itu, respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang
tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus,dapat berupa nistagmus, unsteadiness, ataksia saat berdiri/ berjalan dan
Gangguan
Gangguan
keseimbangan
keseimbangan
tubuh
tubuh
Ada beberapa teori y Ada beberapa teori yang berusaha menerangkan ang berusaha menerangkan kejadian ketidakseimbangan kejadian ketidakseimbangan tubuh :tubuh :
Teori rangsang berlebihanTeori rangsang berlebihan (overstimulation)(overstimulation)
Teori ini berdasarkan asumsi bahwa rangsang yang berlebihan menyebabkan hiperemi kanalis semTeori ini berdasarkan asumsi bahwa rangsang yang berlebihan menyebabkan hiperemi kanalis sem isirkularis sehingga fungsinyaisirkularis sehingga fungsinya terganggu; akibatnya akan timbul vertigo, nistagmus, mual dan muntah.
terganggu; akibatnya akan timbul vertigo, nistagmus, mual dan muntah.
Teori konflik sensorikTeori konflik sensorik
Menurut teori ini terjadi kMenurut teori ini terjadi k etidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari berbagai reseptor sensorik perifer yaitu etidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari berbagai reseptor sensorik perifer yaitu antaraantara mata/visus, vestibulum dan proprioseptik, atau ketidakseimbangan/asimetri masukan sensorik dari sisi kiri dan kanan. mata/visus, vestibulum dan proprioseptik, atau ketidakseimbangan/asimetri masukan sensorik dari sisi kiri dan kanan.
Ketidakcocokan tersebut menimbulkan kebingungan sensorik di sentral sehingga timbul respons yang dapat berupa nistagmus Ketidakcocokan tersebut menimbulkan kebingungan sensorik di sentral sehingga timbul respons yang dapat berupa nistagmus (usaha koreksi bola mata), atak
(usaha koreksi bola mata), atak sia atau sulit berjalan (gangguan vestibuler, serebelum) atau rasa msia atau sulit berjalan (gangguan vestibuler, serebelum) atau rasa m elayang, berputar (yangelayang, berputar (yang berasal dari sensasi kortikal).
berasal dari sensasi kortikal). Berbeda dengan teori rangsang berlebihaBerbeda dengan teori rangsang berlebihan, teori ini n, teori ini lebih menekankan gangguan proses pengolahanlebih menekankan gangguan proses pengolahan sentral sebagai penyebab.
sentral sebagai penyebab.
TeoriTeori neural mismatchneural mismatch
Teori ini merupakan pengembangan teori konflik sensorik; mTeori ini merupakan pengembangan teori konflik sensorik; m enurut teori ini otak menurut teori ini otak m empunyai memori/ingatan tentang pola gerakanempunyai memori/ingatan tentang pola gerakan tertentu; sehingga jika pada suatu saat dirasakan gerakan yang
tertentu; sehingga jika pada suatu saat dirasakan gerakan yang aneh/tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan,aneh/tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan, timbul reaksi dari susunan saraf
timbul reaksi dari susunan saraf otonom.Jika pola gerakan yang baru tersebut dilakukan berulang-ulang akan terjadi motonom.Jika pola gerakan yang baru tersebut dilakukan berulang-ulang akan terjadi m ekanismeekanisme adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi timbul gejala.
adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi timbul gejala.
Teori otonomikTeori otonomik
Teori ini menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom sebagai usaha adaptasi gerakan/perubahan posisi, gejala klinisTeori ini menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom sebagai usaha adaptasi gerakan/perubahan posisi, gejala klinis timbul jika sistim sim
timbul jika sistim sim patis terlalu dominan, sebaliknya hilang jika sistim parasimpatis mulai berperan.patis terlalu dominan, sebaliknya hilang jika sistim parasimpatis mulai berperan.
Teori neurohumoralTeori neurohumoral
Di antaranya teori histamin (TDi antaranya teori histamin (T akeda), teori dopamin (Kohl) dan teori serotonin (Lucat) akeda), teori dopamin (Kohl) dan teori serotonin (Lucat) yang masing-masing menekankan perananyang masing-masing menekankan peranan neurotransmiter tertentu dalam mempengaruhi sistim saraf
neurotransmiter tertentu dalam mempengaruhi sistim saraf otonom yang menyebabkan timbulnya gejala vertigo.otonom yang menyebabkan timbulnya gejala vertigo.
Teori sinapTeori sinap
Merupakan pengembangan teori sebelumnya yang meninjau peranan neurotransmisi Merupakan pengembangan teori sebelumnya yang meninjau peranan neurotransmisi dan perubahan-perubahan biomolekulerdan perubahan-perubahan biomolekuler yang terjadi pada proses adaptasi, belajar dan daya ingat.
yang terjadi pada proses adaptasi, belajar dan daya ingat. Rangsang gerakan menimbulkan stres yang akan memRangsang gerakan menimbulkan stres yang akan mem icu sekresi CRFicu sekresi CRF (corticotropin releasing factor)
(corticotropin releasing factor), peningkatan kadar CRF selanjutnya akan m, peningkatan kadar CRF selanjutnya akan m engaktifkan susunan saraf simpatik yang selanjutnyaengaktifkan susunan saraf simpatik yang selanjutnya mencetuskan mekanisme adaptasi berupa meningkatnya aktivitas sistim
mencetuskan mekanisme adaptasi berupa meningkatnya aktivitas sistim saraf parasimpatik. Teori ini saraf parasimpatik. Teori ini dapat menerangkan gejaladapat menerangkan gejala penyerta yang sering timbul berupa pucat, berkeringat di
penyerta yang sering timbul berupa pucat, berkeringat di awal serangan vertigo akibat aktivitas awal serangan vertigo akibat aktivitas simpatis, yang berkembangsimpatis, yang berkembang menjadi gejala mual, muntah dan hipersalivasi setelah beberapa saat ak
B
B
e
e
n i g n
n i g n
P
P
a
a
r o x
r o x
y s
y s
m
m
a
a
l P
l P
o s
o s
i t i
i t i
o n
o n
a
a
l
l
V
V
ertig
ertig
o
o
(
(
B
B
PPV
PPV
)
)
Benign Paroxysmal Positional
Benign Paroxysmal Positional Ve
Vertigo (BPPV)
rtigo (BPPV) merupakan
merupakan
penyebab utama vertigo. Onsetnya lebih sering terjadi pada usia
penyebab utama vertigo. Onsetnya lebih sering terjadi pada usia
rata-rata 51 tahun.
rata-rata 51 tahun.
B
Benign Paroxysmal Positional
enign Paroxysmal Positional V
Vertigo (BPPV)
ertigo (BPPV) disebabkan oleh
disebabkan oleh
pergerakan otolit dalan kanalis semisirkularis pada telinga
pergerakan otolit dalan kanalis semisirkularis pada telinga
dalam. Hal
dalam. Hal ini terutama
ini terutama akan memp
akan mempengaruhi kana
engaruhi kanalis posterior
lis posterior
dan menyebabkan gejala klasik tapi ini
dan menyebabkan gejala klasik tapi ini juga dapat mengenai
juga dapat mengenai
kanalis anterior dan horizontal.Otoli mengandung Kristal-kristal
kanalis anterior dan horizontal.Otoli mengandung Kristal-kristal
kecil kalsium karbonat yang berasal dari utrikulus telinga
kecil kalsium karbonat yang berasal dari utrikulus telinga dalam .
dalam .
Pergerakan
Pergerakan dari otolit
dari otolit distimulasi o
distimulasi oleh perubahan
leh perubahan posisi
posisi dan
dan
menimbulkan manifestasi klinik vertigo dan nistagmus.
menimbulkan manifestasi klinik vertigo dan nistagmus.
Benign Paroxysmal Positional
Benign Paroxysmal Positional Ver
Vertigo (BPPV)
tigo (BPPV) biasanya idiopatik
biasanya idiopatik
tapi dapat juga diikuti trauma kepala, infeksi
tapi dapat juga diikuti trauma kepala, infeksi kronik telinga,
kronik telinga,
operasi dan
operasi dan neuritis vestibular sebelumny
neuritis vestibular sebelumny, meskipun gejala
, meskipun gejala
benign Paroxysmal Positional
benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Vertigo (BPPV) tidak terjadi
tidak terjadi
bertahun-tahun setelah episode.
Ménière’s disease
Ménière’s disease
Ménière’s disease
Ménière’s disease
ditandai dengan vertigo yang
ditandai dengan vertigo yang
intermiten diikuti dengan keluhan pendengaran .
intermiten diikuti dengan keluhan pendengaran .
Gangguan pendengaran berupa tinnitus (nada
Gangguan pendengaran berupa tinnitus (nada
rendah), dan tuli sensoris pada fluktuasi
rendah), dan tuli sensoris pada fluktuasi frekuensi
frekuensi
yang rendah, dan sensasi penuh pada telinga.
yang rendah, dan sensasi penuh pada telinga.
Ménière’s disease
Ménière’s disease
terjadi pada sekitar 15% pada
terjadi pada sekitar 15% pada
kasus vertigo otologik.
kasus vertigo otologik.
Ménière’s disease
Ménière’s disease
merupakan akibat dari
merupakan akibat dari
hipertensi endolimfatik. Hal ini terjadi karena
hipertensi endolimfatik. Hal ini terjadi karena
dilatasi dari membrane labirin bersamaan dengan
dilatasi dari membrane labirin bersamaan dengan
kanalis semisirularis telinga dalam dengan
kanalis semisirularis telinga dalam dengan
peningkatan volume endolimfe. Hal ini dapat
peningkatan volume endolimfe. Hal ini dapat
terjadi idiopatik atau sekunder akibat infeksi virus
terjadi idiopatik atau sekunder akibat infeksi virus
V
V
e
e
s
s
tib
tib
u
u
la
la
r
r
Ne
Ne
u
u
ritis
ritis
V
Vestibular neuritis ditandai
estibular neuritis ditandai dengan vertigo, mual,
dengan vertigo, mual,
ataxia, dan nistagmus. Hal ini berhubungan
ataxia, dan nistagmus. Hal ini berhubungan
dengan infeksi virus pada nervus vestibularis.
dengan infeksi virus pada nervus vestibularis.
Labirintis terjadi dengan komplek gejala yang
Labirintis terjadi dengan komplek gejala yang
sama disertai dengan tinnitus atau
sama disertai dengan tinnitus atau penurunan
penurunan
pendengaran. Keduanya terjadi pada sekitar 15%
pendengaran. Keduanya terjadi pada sekitar 15%
kasus vertigo otologik.
M i g r a i n e
M i g r a i n e
Selby
Selby and
and Lance
Lance (1960)
(1960) menemukan
menemukan vertigo
vertigo
menjadi gejala yang sering dilaporkan pada
menjadi gejala yang sering dilaporkan pada
27-33% pasien dengan
33% pasien dengan migraine
migraine.. Sebelumnya telah
.. Sebelumnya telah
dikenal
dikenal sebagai
sebagai bagian dari
bagian dari aura
aura (selain k
(selain kabur
abur,,
penglihatan ganda dan disarthria) untuk
penglihatan ganda dan disarthria) untuk basilar
basilar
migraine
migraine dimana juga didapatkan keluhan sakit
dimana juga didapatkan keluhan sakit
kepala
kepala sebelah.
sebelah. V
Verigo
erigo pada
pada migraine
migraine lebih lama
lebih lama
dibandingkan aura lainnya, dan seringkali
dibandingkan aura lainnya, dan seringkali
membaik dengan terapi yang digunakan untuk
membaik dengan terapi yang digunakan untuk
migraine.
V
V
e
e
rtebro
rtebro
b
b
a
a
s
s
ila
ila
r
r
in
in
s
s
u
u
ffi
ffi
c
c
ie
ie
n
n
c
c
y
y
V
Vertebrobasilar
ertebrobasilar insufficiency
insufficiency biasanya terjadi
biasanya terjadi
dengan episode rekuren dari suatu vertigo
dengan episode rekuren dari suatu vertigo
dengan onset akut dan spontan pada
dengan onset akut dan spontan pada
kebanyakan pasien terjadi beberapa detik sampai
kebanyakan pasien terjadi beberapa detik sampai
beberapa menit. Lebih sering pada usia tua dan
beberapa menit. Lebih sering pada usia tua dan
pada paien yang memiliki factor resiko
pada paien yang memiliki factor resiko
cerebrovascular disease.
cerebrovascular disease. Sering juga berhungan
Sering juga berhungan
dengan gejala visual meliputi inkoordinasi, jatuh,
dengan gejala visual meliputi inkoordinasi, jatuh,
dan lemah. Pemeriksaan diantara gejala
dan lemah. Pemeriksaan diantara gejala
biasanya normal.
Tumor Intrakranial
Tumor Intrakranial
T
Tumor intracranial jarang
umor intracranial jarang member manifestasi
member manifestasi
klinik vertigo dikarenakan kebanyakan adalah
klinik vertigo dikarenakan kebanyakan adalah
tumbuh secara lambat sehingga ada waktu untuk
tumbuh secara lambat sehingga ada waktu untuk
kompensasi sentral. Gejala yang lebih sering
kompensasi sentral. Gejala yang lebih sering
adalah penurunan pendengaran atau gejala
adalah penurunan pendengaran atau gejala
neurologis . Tum
neurologis . Tumor pada fossa
or pada fossa posterior yang
posterior yang
melibatkan ventrikel keempat atau
melibatkan ventrikel keempat atau Chiari
Chiari
malformation
malformation sering tidak terdeteksi di CT scan
sering tidak terdeteksi di CT scan
dan butuh MRI untuk diagnosis. Multipel sklerosis
dan butuh MRI untuk diagnosis. Multipel sklerosis
pada batang otak akan ditandai dengan vertigo
pada batang otak akan ditandai dengan vertigo
akut dan nistagmus walaupun biasanya
akut dan nistagmus walaupun biasanya
didaptkan riwayat gejala neurologia yang lain
didaptkan riwayat gejala neurologia yang lain dan
dan
jarang vertigo tanpa gejala neurologia lainnya.
anamnesis dapat digunakan untuk
anamnesis dapat digunakan untuk
membedakan perifer atau sentral meliputi:
membedakan perifer atau sentral meliputi:
Karekteristk
Karekteristk
d i z z i n es s
d i z z i n e s s
Perlu ditanyakan mengenai sensasi yang dirasakan pasien
Perlu ditanyakan mengenai sensasi yang dirasakan pasien
apakah sensasi berputar, atau sensasi non spesifik seperti
apakah sensasi berputar, atau sensasi non spesifik seperti
giddiness atau liht headness,
giddiness atau liht headness, atau hanya suatu perasaan yang
atau hanya suatu perasaan yang
berbeda (kebingungan)
berbeda (kebingungan)
Keparahan
Keparahan
Keparahan
Keparahan dari suatu
dari suatu vertigo juga
vertigo juga dapat membantu
dapat membantu, misalnya:
, misalnya:
pada
pada acute vestibular neuritis,
acute vestibular neuritis, gejala awal biasanya parah
gejala awal biasanya parah
namun berkurang dalam beberapa hari
namun berkurang dalam beberapa hari kedepan. Pada
kedepan. Pada
Ménière’
Ménière’s
s disease,
disease,
pada awalnya keparahan biasanya
pada awalnya keparahan biasanya
meningkat dan kemudian berkurang setelahnya. Sedangakan
meningkat dan kemudian berkurang setelahnya. Sedangakan
pasien mengeluh vertigo ynag menetap dan konstan mungkin
pasien mengeluh vertigo ynag menetap dan konstan mungkin
memilki penyebab psikologis.
memilki penyebab psikologis.
33
onset dan durasi vertigo
onset dan durasi vertigo
Durasi tiap episode memiliki nilai
Durasi tiap episode memiliki nilai diagnostic yang signifikan,
diagnostic yang signifikan,
semakin lama durasi vertigo maka kemungkinan kea rah vertigo
semakin lama durasi vertigo maka kemungkinan kea rah vertigo
sentral menjadi lebih
sentral menjadi lebih besar
besar. V
. Vertigo perifer
ertigo perifer umumnya memilki
umumnya memilki
onset akut dibandingkan vertigo sentral kecuali pada
onset akut dibandingkan vertigo sentral kecuali pada
cerebrovascular attack.
Faktor
Faktor pencetus pencetus KemungkinKemungkinan an diagnosisdiagnosis
Perubahan posisi kepala Perubahan posisi kepala
Spontaneous episodes Spontaneous episodes (i.e., no consistent (i.e., no consistent provoking factors) provoking factors)
Recent upper respiratory Recent upper respiratory
viral illness viral illness Stress Stress Immunosuppression Immunosuppression (e.g., immunosuppressive (e.g., immunosuppressive medications, advanced medications, advanced age, stress) age, stress)
Changes in ear pressure, head Changes in ear pressure, head
Acute labyrinthitis; benign positional paroxysmal vertigo; cerebellopontine Acute labyrinthitis; benign positional paroxysmal vertigo; cerebellopontine angle tumor; multiple sclerosis; perilymphatic fistula
angle tumor; multiple sclerosis; perilymphatic fistula
Acute vestibular neuronitis; cerebrovascular Acute vestibular neuronitis; cerebrovascular disease (stroke or transient
disease (stroke or transient ischemicischemic attack); Ménière’s disease; migraine; attack); Ménière’s disease; migraine; multiple sclerosis
multiple sclerosis
Acute vestibular neuronitis Acute vestibular neuronitis
Psychiatric or psychological causes;
Psychiatric or psychological causes; migrainemigraine
Herpes zoster oticus Herpes zoster oticus
Gejala
Gejala Kemungkinan diagnosisKemungkinan diagnosis Sensasi penuh di telinga
Sensasi penuh di telinga Acoustic neuroma;Acoustic neuroma; Ménière’sMénière’s disease disease Nyeri telinga atau m
Nyeri telinga atau mastoidastoid Acoustic neuroma; acute middle ear disease (e.g., Acoustic neuroma; acute middle ear disease (e.g., otitis media, herpes zosterotitis media, herpes zoster oticus)
oticus) Kelemahan wajah
Kelemahan wajah Acoustic neuroma; herpes zoster oticusAcoustic neuroma; herpes zoster oticus T
Temuan deficit emuan deficit neurologisneurologis fokal
fokal
Cerebellopontine angle tumor; cerebrovascular disease; multiple sclerosis Cerebellopontine angle tumor; cerebrovascular disease; multiple sclerosis (especially findings not explained by single
(especially findings not explained by single neurologic lesion)neurologic lesion)
Sakit kepala
Sakit kepala Acoustic neuroma; migraineAcoustic neuroma; migraine Tuli
Tuli Ménière’Ménière’s disease; s disease; perilymphatic fistula; acoustic neuroma; perilymphatic fistula; acoustic neuroma; cholesteatoma;cholesteatoma; otosclerosis; transient ischemi
otosclerosis; transient ischemic attack c attack or stroke involving or stroke involving anterior inferioranterior inferior cerebellar artery; herpes zoster oticus
cerebellar artery; herpes zoster oticus
Imbalans
Imbalans Acute vestibular neuronitis (usually moderate); cerebellopontine angleAcute vestibular neuronitis (usually moderate); cerebellopontine angle tumor (usually severe)
tumor (usually severe) Nistagmus
Nistagmus Peripheral or central vertigoPeripheral or central vertigo Fonofobia,fotofobia
Fonofobia,fotofobia MigraineMigraine Tinnitus
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
pemeriksaan neurologis,
pemeriksaan neurologis,
pemeriksaan kepala dan leher
pemeriksaan kepala dan leher
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari
pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari
tanda paralisis nervus, tuli sensorineural,
tanda paralisis nervus, tuli sensorineural,
nistagmus
nistagmus
Gait test
Gait test
pemeriksaan nervus cranialis
pemeriksaan nervus cranialis
Fungsi Pendengaran
Fungsi Pendengaran
a.
a. T
Tes
es garpu
garpu tala
tala
:
: Rinne,
Rinne, Weber
Weber,
, Swabach
Swabach..
Untuk membedakan tuli konduktif dan tuli
Untuk membedakan tuli konduktif dan tuli
perseptif
perseptif
b.
b. Audiome
Audiometri
tri
:
: Loudnes
Loudness
s Balanc
Balance
e T
Test,
est, SISI,
SISI,
Bekesy Audiometry, Tone Decay.
Bekesy Audiometry, Tone Decay.
Dix
Dix
hallpike
hallpike
manueve
manueve
r
r
PEMERI
PEMERI
KSAAN
KSAAN
KEP
KEP
ALA DAN
ALA DAN
LEHER
LEHER
pemeriksaan membrane timpani untuk
pemeriksaan membrane timpani untuk
menemukan vesikel (misalnya
menemukan vesikel (misalnya herpes zoster
herpes zoster
auticus (Ramsay Hunt
auticus (Ramsay Hunt Syndrome))
Syndrome)) atau
atau
kolesteaatoma.
kolesteaatoma.
Hennebert sign
Hennebert sign
Valsava maneuver
Valsava maneuver
Head impulses test
SISTEM
SISTEM
KARDIO
KARDIO
VASKULE
VASKULE
R
R
PEMERIKSAA
PEMERIKSAA
N
N
PENUNJANG
PENUNJANG
evalusi radiologis
evalusi radiologis
Pemeriksaan radiologi sebaiknya dilakukan pada
Pemeriksaan radiologi sebaiknya dilakukan pada pasien denganpasien dengan vertigo yang memiliki tanda dan gejala neurologis, ada factor resiko vertigo yang memiliki tanda dan gejala neurologis, ada factor resiko
untuk terjadinya CV
untuk terjadinya CVA, tuli A, tuli unilateral yang progresif. MRI kepalaunilateral yang progresif. MRI kepala
evalusi laboratorium
evalusi laboratorium
pemeriksaan elekrolit, gula darah, fungsi thyroid dapat menentukan pemeriksaan elekrolit, gula darah, fungsi thyroid dapat menentukan
etiologi vertigo
etiologi vertigo pada pada kurang dari kurang dari 1 persen 1 persen pasienpasien
vestibular testing
vestibular testing
Ve
Vestibular testing tidak dilakukan pada semau stibular testing tidak dilakukan pada semau pasieen dengan keluhanpasieen dengan keluhan dizziness
dizziness . Vestibular testing membantu jika tidak ditemukan sebab. Vestibular testing membantu jika tidak ditemukan sebab yang jelas
yang jelas
tes audiometric
tes audiometric
T
Tes audiologik es audiologik tidak selalu tidak selalu diperlukan. Tdiperlukan. Tes ini es ini diperlukan jika diperlukan jika pasienpasien mengeluhkan gangguan pendengaran
Diagnosis banding dari vertigo
Diagnosis banding dari vertigo
T
Table 1 able 1 Penyebab vertigoPenyebab vertigo
Vertigo dengan tuli
Vertigo dengan tuli Vertigo tanpa tuliVertigo tanpa tuli VVertigo dengan ertigo dengan tanda intracranialtanda intracranial Ménière’s
Ménière’s disease disease Vestibular neuritisVestibular neuritis Tumor Cerebellopontine angleTumor Cerebellopontine angle Labyrinthitis
Labyrinthitis Benign positional vertigoBenign positional vertigo Vertebrobasilar Vertebrobasilar insufficiency insufficiency dandan thromboembolism
thromboembolism Labyrinthine trauma
Labyrinthine trauma Acute vestiblar dysfunctionAcute vestiblar dysfunction Tumor otak Tumor otak
-- Misalnya, epyndimoma atau metastasisMisalnya, epyndimoma atau metastasis pada ventrikel keempat
pada ventrikel keempat Acoustic neuroma
Acoustic neuroma Medication induced vertigo e.gMedication induced vertigo e.g aminoglycosides aminoglycosides Migraine Migraine Acute cochleo-vestibular Acute cochleo-vestibular dysfunction dysfunction Cervical spondylosis
Cervical spondylosis Multiple sklerosisMultiple sklerosis
Syphilis (rare)
Syphilis (rare) Following flexion-extension injuryFollowing flexion-extension injury Aura epileptic attack-terutama temporal lobeAura epileptic attack-terutama temporal lobe epilepsy
epilepsy
Obat-obatan- misalnya, phenytoin, barbiturate Obat-obatan- misalnya, phenytoin, barbiturate
Terapi fisik
Terapi fisik
Tujua
Tujuan latihan ialah :
n latihan ialah :
Melatih gerakan kepala yang mencetuskan vertigo atau disekuilibrium
Melatih gerakan kepala yang mencetuskan vertigo atau disekuilibrium
untuk meningkatkan kemampuan mengatasinya secara lambat laun.
untuk meningkatkan kemampuan mengatasinya secara lambat laun.
Melatih gerakan bola mata, latihan fiksasi pandangan mata.
Melatih gerakan bola mata, latihan fiksasi pandangan mata.
Melatih meningkatkan kemampuan keseimbangan
Melatih meningkatkan kemampuan keseimbangan
Contoh latihan :
Contoh latihan :
Berdiri tegak dengan mata dibuka, kemudian dengan mata ditutup.
Berdiri tegak dengan mata dibuka, kemudian dengan mata ditutup.
Olahraga yang menggerakkan kepala (gerakan rotasi, fleksi, ekstensi,
Olahraga yang menggerakkan kepala (gerakan rotasi, fleksi, ekstensi,
gerak miring).
gerak miring).
Dari sikap duduk disuruh berdiri dengan mata terbuka, kemudian dengan
Dari sikap duduk disuruh berdiri dengan mata terbuka, kemudian dengan
mata tertutup.
mata tertutup.
Jalan di kamar atau ruangan dengan mata terbuka kemudian dengan
Jalan di kamar atau ruangan dengan mata terbuka kemudian dengan
mata tertutup.
mata tertutup.
Berjalan “tandem” (kaki dalam posisi garis lurus, tumit kaki yang satu
Berjalan “tandem” (kaki dalam posisi garis lurus, tumit kaki yang satu
menyentuh jari kaki lainnya dalam melangkah).
menyentuh jari kaki lainnya dalam melangkah).
Jalan menaiki dan menuruni lereng.
Jalan menaiki dan menuruni lereng.
Melirikkan mata kearah horizontal dan vertikal.
Melirikkan mata kearah horizontal dan vertikal.
Melatih gerakan mata dengan mengikuti objek yang bergerak dan juga
Melatih gerakan mata dengan mengikuti objek yang bergerak dan juga
memfiksasi pada objek yang diam.
memfiksasi pada objek yang diam.
latihan Brand-Darrof
BPPV
BPPV
•• Pada kondisi iniPada kondisi ini tidak tidak direkomendasikan direkomendasikan terapi terapi obat-obatan. obatan.
•• Vertigo dapatVertigo dapat membaik dengan membaik dengan maneuver rotasi maneuver rotasi kepala hal ini akan kepala hal ini akan memindahkan memindahkan deposit kalsium deposit kalsium yang bebas ke yang bebas ke belakang belakang vestibule,. vestibule,. Manuver ini Manuver ini meliputi reposisi meliputi reposisi kanalit berupa kanalit berupa maneuver epley, maneuver epley, modifikasi modifikasi maneuver epley. maneuver epley. Pasien perlu tetap Pasien perlu tetap tegak selama 24 tegak selama 24 Vestibular Vestibular n e u r o n i t i s d a n n e u r o n i t i s d a n L a b i r y n t h i s L a b i r y n t h i s
•• Terapi focus
Terapi focus
pada gejala
pada gejala
menggunakan
menggunakan
terapi
terapi
obat-obatan yang
obatan yang
mensupresi
mensupresi
vestibular yang
vestibular yang
diikuti dengan
diikuti dengan
latihan
latihan
vestibular.
vestibular.
•• Kompensasi
Kompensasi
vestibular terjasi
vestibular terjasi
lebih cepat dan
lebih cepat dan
lebih sempurna
lebih sempurna
jika pasien
jika pasien
mulai 2 kali
mulai 2 kali
sehari latihan
sehari latihan
vestibular
vestibular
sesegera
sesegera
Meniere Meniere disease disease••TTerapi erapi dengandengan menurunkan menurunkan tekanan tekanan endolimfatik. endolimfatik. Walaupun diet Walaupun diet rendah garam dan rendah garam dan diuretic seringkali diuretic seringkali mengurangi
mengurangi vertigo, hal ini vertigo, hal ini kurang efektif kurang efektif dalam mengobati dalam mengobati ketulian dan ketulian dan tinnitus. tinnitus.
••Pada kasus yangPada kasus yang jarang
jarang intervensiintervensi bedah seperti bedah seperti dekompresi dengan dekompresi dengan shunt endolimfatik shunt endolimfatik atau atau cochleosacculoctom cochleosacculoctom y dibutuhkan jika y dibutuhkan jika
Iskemik
Iskemik
Vascular
Vascular
•• Terap TIA dan stroke Terap TIA dan stroke meliputi mencegah terjadinya ulangan kejadianmeliputi mencegah terjadinya ulangan kejadian melalui control tekanan darah,
melalui control tekanan darah, menurunkan level kolesterol,menurunkan level kolesterol, mengurangi merokok, menginhibisi fungsi platelet (misalnya aspirin, mengurangi merokok, menginhibisi fungsi platelet (misalnya aspirin, clopidogrel) dan terkadang
clopidogrel) dan terkadang antikoagulasi (warfarin).antikoagulasi (warfarin). •• Vertigo akut yang disebabkan oleh stroke Vertigo akut yang disebabkan oleh stroke pada batang otak ataupada batang otak atau
cerebellum diobati dengan obat-oabat yang mensupresi v cerebellum diobati dengan obat-oabat yang mensupresi v estibularestibular dan meminimalisrir pergerakan kepala pada hari
dan meminimalisrir pergerakan kepala pada hari pertama. Sesegerapertama. Sesegera mungkin jika keluhan dapat ditoleransi obat-oabatan harus di tapper mungkin jika keluhan dapat ditoleransi obat-oabatan harus di tapper off dan latihan rehabilitasi v
off dan latihan rehabilitasi v estibular harus segera dimulai.estibular harus segera dimulai. •• Penempatan stent Penempatan stent vertebrobasilar diperlukavertebrobasilar diperlukan pada pasien dengann pada pasien dengan
stenosis arteri vertebralis dan
stenosis arteri vertebralis dan refrakter terhadap penaganarefrakter terhadap penaganan n medis.medis. •• Perdarahan pada cerebellum dan batang otak member risikoPerdarahan pada cerebellum dan batang otak member risiko
kompresi