Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 11
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.
1.1. Latar BelakangLatar Belakang
Dalam dunia industri kita diharapkan mampu menemukan hal-hal baru
Dalam dunia industri kita diharapkan mampu menemukan hal-hal baru yang dapatyang dapat mendukung peningka
mendukung peningkatan kualitas tan kualitas suatu produk. Peningkatan kualitas ini suatu produk. Peningkatan kualitas ini dapat dilakukandapat dilakukan dalam berbagai hal diantaranya sumber daya manusia, langkah atau proses dalam berbagai hal diantaranya sumber daya manusia, langkah atau proses pembelajaran mengena
pembelajaran mengenai pembuatan mal i pembuatan mal suatu benda..suatu benda..
Pada kesempatan ini mahasiswa melakukan pembuatan mal guard kopling mesin Pada kesempatan ini mahasiswa melakukan pembuatan mal guard kopling mesin diesel sebagai tugas mal dan bentangan. Pembuatan mal tersebut merupakan suatu diesel sebagai tugas mal dan bentangan. Pembuatan mal tersebut merupakan suatu pilihan untuk pengembangan pengetahuan terhadap proses kerja nyata dalam
pilihan untuk pengembangan pengetahuan terhadap proses kerja nyata dalam pembuatanpembuatan mal suatu benda yang akan diproses.
mal suatu benda yang akan diproses.
Mal adalah gambar bentangan yang telah dipotong, siap untuk menggambarkan Mal adalah gambar bentangan yang telah dipotong, siap untuk menggambarkan apa yang dimaksudkan, pada material yang sesungguhnya. Proses pembuatan mal apa yang dimaksudkan, pada material yang sesungguhnya. Proses pembuatan mal tersebut dilakukan untuk mengetahui ukuran dari benda yang akan dilakukan proses tersebut dilakukan untuk mengetahui ukuran dari benda yang akan dilakukan proses pengerjaannya.
pengerjaannya.
1.2.
1.2. TujuanTujuan
Setelah melalui proses pembuatan mal ini maka diharapkan mahasiswa dapat Setelah melalui proses pembuatan mal ini maka diharapkan mahasiswa dapat melukis dan membuat gambar mal lanjut benda-benda rumit yang banyak digunakan di melukis dan membuat gambar mal lanjut benda-benda rumit yang banyak digunakan di industri.
BAB II
BAB II
TEORI DASAR
TEORI DASAR
2.1 Bentangan 2.1 BentanganBagan susunan permukaan lengkap suatu objek disebut gambar bentangan atau Bagan susunan permukaan lengkap suatu objek disebut gambar bentangan atau pola. Pembentagan obyek yang dibatasi oleh permukaan bidang dapat dianggap sebagai pola. Pembentagan obyek yang dibatasi oleh permukaan bidang dapat dianggap sebagai perolehan dengan memutar obyek. Pelaksanaan menggambar praktis terdiri dari perolehan dengan memutar obyek. Pelaksanaan menggambar praktis terdiri dari menggambar permukaan secara berturut-turut dengan ukuran penuh dan dengan menggambar permukaan secara berturut-turut dengan ukuran penuh dan dengan menyambu
menyambungkan rusuk yang dimilikinya bengkan rusuk yang dimilikinya bersama. rsama. Permukaan kerucPermukaan kerucut dan permukaanut dan permukaan sillinder juga dapat dibuka pada
sillinder juga dapat dibuka pada sebuah bidang. Gambar bentangan silinder lurus adalahsebuah bidang. Gambar bentangan silinder lurus adalah sebuah segi panjang yang lebarnya sama dengan keliling silinder yang dihitung ( Sd). sebuah segi panjang yang lebarnya sama dengan keliling silinder yang dihitung ( Sd). Gambar bentangan kerucut bulat lurus adalah sebuah sektor lingkaran yang jari-jarinya Gambar bentangan kerucut bulat lurus adalah sebuah sektor lingkaran yang jari-jarinya sama tinggi miring kerucut dan
sama tinggi miring kerucut dan yang panjang busurnya sama dengayang panjang busurnya sama dengan keliling dasarnya.n keliling dasarnya.
2.2
2.2 Metode Metode Menggambar Menggambar BentanganBentangan
Teknik menggambar bentangan memerlukan metode-metode yang tepat untuk Teknik menggambar bentangan memerlukan metode-metode yang tepat untuk membuka sebuah benda sesusai dengan bangun benda yang akan dibuka ataupun bentuk membuka sebuah benda sesusai dengan bangun benda yang akan dibuka ataupun bentuk benda yang akan dibuat dirancang. Karena banyak sekali bentuk bangun benda yang ada benda yang akan dibuat dirancang. Karena banyak sekali bentuk bangun benda yang ada di dunia teknik, mulai dari bentuk yang sederhana sampai ke bentuk yang kompleks. di dunia teknik, mulai dari bentuk yang sederhana sampai ke bentuk yang kompleks. Kontruksi bentuk yang kompleks seperti sebuah corong alas segi empat disambung Kontruksi bentuk yang kompleks seperti sebuah corong alas segi empat disambung dengan selinder kemudian ditembus dengan kerucut miring serta terpancung. Untuk dengan selinder kemudian ditembus dengan kerucut miring serta terpancung. Untuk menggambar gambar bukaan nya tidak cukup dengan sdatu metode. Adapun metode menggambar gambar bukaan nya tidak cukup dengan sdatu metode. Adapun metode yang banyak terpakai dalam
yang banyak terpakai dalam memnggambmemnggambar bukaan ar bukaan adalah; Metode garis adalah; Metode garis sejajar/paralel,sejajar/paralel, metode radial/putar, metode segitiga, trianggulasi serta
metode radial/putar, metode segitiga, trianggulasi serta metode kombinasmetode kombinas
2.3
2.3 Teknik Teknik Menggambar Menggambar BentanganBentangan
Teknik menggambar bentangan biasanya dilakukan dengan dua cara yakni secara Teknik menggambar bentangan biasanya dilakukan dengan dua cara yakni secara grafis dan secara matematis. Kedua teknik ini mempunyai keuntungan yang grafis dan secara matematis. Kedua teknik ini mempunyai keuntungan yang berbeda-beda. Untuk proses penggambaran bentangan profil
beda. Untuk proses penggambaran bentangan profil tertentu biasanya digunakan lukisantertentu biasanya digunakan lukisan secara grafis. Tetapi untuk profil-profil. Bentangan kubus yang beraturan lebih secara grafis. Tetapi untuk profil-profil. Bentangan kubus yang beraturan lebih menguntung
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 33
Secara GrafisSecara Grafis
Teknik se
Teknik secara grafis ini dcara grafis ini dilakukan deilakukan dengan membagngan membagi lingkaran dai lingkaran dalam 1 2 lam 1 2 bagianbagian yang sama b
yang sama besar, dimana anesar, dimana angka 1 gka 1 dan 12 saling dan 12 saling berimpit. Selanjutnya tariklah gberimpit. Selanjutnya tariklah garisaris lurus di sebelah lingkaran. Ukurlah jarak 1 ke 2 dengan menggunakan jangka. Lalu lurus di sebelah lingkaran. Ukurlah jarak 1 ke 2 dengan menggunakan jangka. Lalu jarak
jarak ini ini dipindahkan dipindahkan pada pada garis garis lurus lurus yang yang disediakan disediakan yakni yakni 1 1 ke ke 2, 2, begitulahbegitulah seterusnya
seterusnya sampai mesampai menuju angnuju angka 12 ka 12 . . Hasil peHasil pengukuran ngukuran dengan dengan pamindahan pamindahan jangkajangka i n
i n i i dari 1 dari 1 . ke . ke 12 12 merupakan merupakan keliling lingkeliling lingkaran ykaran yang terbeang terbentuk. Sntuk. Semakin bemakin banyak anyak pembagi jumlah lingkaran ini maka has i l yang diperoleh juga semakin teliti.
pembagi jumlah lingkaran ini maka has i l yang diperoleh juga semakin teliti.
Secara MatematisSecara Matematis
Lukisan bentangan dari sebuah lingkaran ini lebih mudah dilakukan secara Lukisan bentangan dari sebuah lingkaran ini lebih mudah dilakukan secara matematis. Cara
matematis. Caranya adalah nya adalah dengan mdengan menghitung keliling enghitung keliling lingkaran terselingkaran tersebut. Yaknibut. Yakni keliling lingkaran = 3. D,
keliling lingkaran = 3. D, dimana D merupakan diameter lingkaran yang dilukis.dimana D merupakan diameter lingkaran yang dilukis.
Lukislah bentangan secara matematis ini lebih teliti jika dibandingkan dengan Lukislah bentangan secara matematis ini lebih teliti jika dibandingkan dengan cara grafis tetapi hal ini terbatas pada profil-profil bentuk yang beraturan.
2.4
2.4 Pemakaian Pemakaian Metode Metode Garis Garis SejajarSejajar
Prisma tersebut juga terbuat dari pelat. Sebelum membentuk sebuah prisma harus Prisma tersebut juga terbuat dari pelat. Sebelum membentuk sebuah prisma harus diketahui Iebih dahulu bahan yang diperlukan dan juga bagaimana cara pemotongan dan diketahui Iebih dahulu bahan yang diperlukan dan juga bagaimana cara pemotongan dan suatu bahan. Hal ini tergantung dari permintaan atau kebutuhan perencana. suatu bahan. Hal ini tergantung dari permintaan atau kebutuhan perencana. Menunjukkan
Menunjukkan suatu bentangsuatu bentangan seban sebuah prisma. uah prisma. Bukaan Bukaan tersebut merupaktersebut merupakan empatan empat persegi panjang. Panjang bukaan tersebut sama dengan keliling segi enam, dengan persegi panjang. Panjang bukaan tersebut sama dengan keliling segi enam, dengan menggunakan metode garis sejajar/paralel. Sedangkan lebar dari segi empat sama menggunakan metode garis sejajar/paralel. Sedangkan lebar dari segi empat sama dengan tinggi prisma.
dengan tinggi prisma.
2.5
2.5 Bukaan Bukaan Benda Benda PrismaPrisma
Gambar menunjukkan gambar prisma seperti Gambar, namun kanan kiri Gambar menunjukkan gambar prisma seperti Gambar, namun kanan kiri terbuka. Gambar menunjukkan empat persegi panjang yang merupakan bukaan atau terbuka. Gambar menunjukkan empat persegi panjang yang merupakan bukaan atau bentangan dari prisma. Panjang segi empat sama dengan 6 x a dan lebar adalah L. bentangan dari prisma. Panjang segi empat sama dengan 6 x a dan lebar adalah L. menurut bidang CP. Untuk merggambar bukaan atau bentangan dari prisma tersebut menurut bidang CP. Untuk merggambar bukaan atau bentangan dari prisma tersebut dapat dibayangka
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 55
Langkah selanjutnya, buat garis mendatar yang panjangnya sama dengan keliling Langkah selanjutnya, buat garis mendatar yang panjangnya sama dengan keliling prisma segi enam tersebut. Kemudian empat persegi panjang tersebut dibagi menjadi prisma segi enam tersebut. Kemudian empat persegi panjang tersebut dibagi menjadi enam bagian yang sama besar. Selanjutnya ukurkan tiap-tiap garis tinggi pada prisma, enam bagian yang sama besar. Selanjutnya ukurkan tiap-tiap garis tinggi pada prisma, setelah itu dipindahkan ke dalam segi empat.
setelah itu dipindahkan ke dalam segi empat.
Dalam Gambar 4.43. ditunjukkan sebuah prisma yang dipotong menurut garis Dalam Gambar 4.43. ditunjukkan sebuah prisma yang dipotong menurut garis AA1 P1. Prisma ini juga digambarkan pandengan atasnya agar mempermudah dalam AA1 P1. Prisma ini juga digambarkan pandengan atasnya agar mempermudah dalam membuat gambar bukaan. Cara membuat bukaan
membuat gambar bukaan. Cara membuat bukaan prisma tersebut adalah sebagai berikut.prisma tersebut adalah sebagai berikut. Buat sebuah segi empat pembantu yang lebarnya sama dengan tinggi prisma, sedangkan Buat sebuah segi empat pembantu yang lebarnya sama dengan tinggi prisma, sedangkan sisi panjang sama dengan keliling segi enam. Empat persegi panjang itu dibagi menjadi sisi panjang sama dengan keliling segi enam. Empat persegi panjang itu dibagi menjadi enam bagian sama besar. Anggap saja prisma tersebut dibuka pada garis P1.
enam bagian sama besar. Anggap saja prisma tersebut dibuka pada garis P1.
Langkah selanjutnya, ukurkan tinggi P1 dalam prisma kemudian pindahkan ke Langkah selanjutnya, ukurkan tinggi P1 dalam prisma kemudian pindahkan ke empat persegi panjangya, demikian juga untuk sisi-sisi yang lain. Setelah itu, empat persegi panjangya, demikian juga untuk sisi-sisi yang lain. Setelah itu, hubungkan titik P ke titik 2', dari titik 2' ke titik A'1, dari titik Al ke titik 3', dari 3' ke hubungkan titik P ke titik 2', dari titik 2' ke titik A'1, dari titik Al ke titik 3', dari 3' ke titik A,
2.6
2.6 Profil Profil PersegiPersegi
Permukaan baling dan permukaan lengkung berganda tidak dapat dibentangkan Permukaan baling dan permukaan lengkung berganda tidak dapat dibentangkan dengan cermat, tetapi permukaan ini dapat dibentangkan dengan sesuatu metode dengan cermat, tetapi permukaan ini dapat dibentangkan dengan sesuatu metode pendeka
pendekatan. Biasanya, pola tan. Biasanya, pola pendekatan akan cukup cermat untuk tujuan pendekatan akan cukup cermat untuk tujuan praktis, apabilapraktis, apabila bahan yang dipakai untuk membuat benda itu agak fleksibel. Bidang dan permukaan bahan yang dipakai untuk membuat benda itu agak fleksibel. Bidang dan permukaan lengkung tunggal (prisma, piramida, silinder dan kerucut) yang dapat dibentangkan lengkung tunggal (prisma, piramida, silinder dan kerucut) yang dapat dibentangkan dengan cermat, dikatakan mampu dibentangkan. Permukaan baling dan permukaan dengan cermat, dikatakan mampu dibentangkan. Permukaan baling dan permukaan lengkung berganda yang dapat dibentangkan hanya dengan pendekatan, dikatakan tak lengkung berganda yang dapat dibentangkan hanya dengan pendekatan, dikatakan tak mampu dibentangkan.
mampu dibentangkan.
2.7
2.7 Pembentangan Pembentangan PraktisPraktis
Dalam banyak gambar industri, gambar bentangan harusdiperlihatkan untuk Dalam banyak gambar industri, gambar bentangan harusdiperlihatkan untuk meyediakan informasi yang perlu gunamembuat pola untuk memudahkan memotong meyediakan informasi yang perlu gunamembuat pola untuk memudahkan memotong bentuk yangdiinginkan dari logam lembaran. Disebabkan oleh kemajuancepat dalam bentuk yangdiinginkan dari logam lembaran. Disebabkan oleh kemajuancepat dalam keahlian mengolah benda kerja dengan melipat,menggilas atau menfreis bentuk logam keahlian mengolah benda kerja dengan melipat,menggilas atau menfreis bentuk logam yang dipotong dalamjumlah yang terus menerus meningkat, maka harus yang dipotong dalamjumlah yang terus menerus meningkat, maka harus adapenge
adapengetahuan luas tentang metoda tahuan luas tentang metoda konstruksi banyak macamtipe pembentangan. Polakonstruksi banyak macamtipe pembentangan. Pola juga dipakai dala
juga dipakai dalam pemotongan batusm pemotongan batusebagai pedoman unebagai pedoman untuk membentuk muka ytuk membentuk muka yang tak ang tak teratur.Gambar bentangan permukaan hendaknya digambar denganmuka dalam teratur.Gambar bentangan permukaan hendaknya digambar denganmuka dalam menengadah, sebagaimana menurut teori hal ituakan terjadi apabila permukaan dibuka menengadah, sebagaimana menurut teori hal ituakan terjadi apabila permukaan dibuka gulungannya (unrolled) atau dibuka lipatannya (unfold), seperti dilukiskan dalam gulungannya (unrolled) atau dibuka lipatannya (unfold), seperti dilukiskan dalam gambar. kebiasaan ini selanjutnya dibenarkan, sebab
gambar. kebiasaan ini selanjutnya dibenarkan, sebab para pekarjalogam lembaran haruspara pekarjalogam lembaran harus membuat tanda pons untuk melipat
membuat tanda pons untuk melipat padapermukaapadapermukaan dalam.n dalam.
Sekalipun dalam pengolahannya nyata logam lembaran, ekstralogam harus Sekalipun dalam pengolahannya nyata logam lembaran, ekstralogam harus disediakan untuk tumpangan (lap) pada kampuh,namun dalam bab ini tidak akan disediakan untuk tumpangan (lap) pada kampuh,namun dalam bab ini tidak akan
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 77
diperlihatkan tenggang (allowance) pada gambar bentangan. Juga banyak diperlihatkan tenggang (allowance) pada gambar bentangan. Juga banyak dipertimbangkan praktis lainnya telah diabaikan dengan sengaja,guna menghindari dipertimbangkan praktis lainnya telah diabaikan dengan sengaja,guna menghindari bingungnya mereka yang baru mulai.
bingungnya mereka yang baru mulai.
2.8
2.8 Membentangkan Membentangkan prisma prisma lurus lurus terpancungterpancung
Sebelum gambar bentangan permukaan samping prisma dapat digambar, panjang Sebelum gambar bentangan permukaan samping prisma dapat digambar, panjang sejati rusuk dan ukuran sejati suatu penampang lurus harus ditentukan. Pada prisma sejati rusuk dan ukuran sejati suatu penampang lurus harus ditentukan. Pada prisma terpancung lurus yang terlihat dalam gambar 4.45, panjang sejati rusuk prisma terpancung lurus yang terlihat dalam gambar 4.45, panjang sejati rusuk prisma diperlihatkan dalam tampang muka dan tampang sejati penampang lurus diperlihatkan diperlihatkan dalam tampang muka dan tampang sejati penampang lurus diperlihatkan dalam tampang di atas.
dalam tampang di atas.
Permukaan samping “dibuka lipatannya” dengan lebih dahulu menggambar “garis Permukaan samping “dibuka lipatannya” dengan lebih dahulu menggambar “garis yang direntangkan” dan mengukurkan lebar mukanya (jarak 1
yang direntangkan” dan mengukurkan lebar mukanya (jarak 1 -2, 2-3, 3-4 dan-2, 2-3, 3-4 dan seterusnya dari tampang atas) sepanjang garis rentang itu secara berturut-turut. Setelah seterusnya dari tampang atas) sepanjang garis rentang itu secara berturut-turut. Setelah itu ditark garis konstruksi tipis melalui titik-t
itu ditark garis konstruksi tipis melalui titik-titik ini, tegak lurus pada garis 1itik ini, tegak lurus pada garis 1 D D 11 D D, dan, dan panjang rusuk yang bersangkutan diukirkan pada masing-masing garis konstruksi itu panjang rusuk yang bersangkutan diukirkan pada masing-masing garis konstruksi itu dengan memproyeksikan dai tampang muka. Ketika memproyeksikan panjang rusuk dengan memproyeksikan dai tampang muka. Ketika memproyeksikan panjang rusuk pada gambar bentangan, titik-titik hendaknya diambil dalam urutan menurut arah jarum pada gambar bentangan, titik-titik hendaknya diambil dalam urutan menurut arah jarum jam
jam sekeliling sekeliling perimeter, perimeter, seperti seperti yang yang ditunjukkan ditunjukkan oleh oleh urutan urutan nomor nomor dalam dalam tampangtampang atas.Garis bentuk gambar bentangan dilengkapi dengan menyambungkan titik-titik ini. atas.Garis bentuk gambar bentangan dilengkapi dengan menyambungkan titik-titik ini. Sebegitu jauh, dasar bawah atau muka atas
Sebegitu jauh, dasar bawah atau muka atas yang dilandai belum disinggung sama sekali.yang dilandai belum disinggung sama sekali. Apabila dikehendaki, dasar bawah dan muka atas landai itu dapat disambungkan pada Apabila dikehendaki, dasar bawah dan muka atas landai itu dapat disambungkan pada gambar bentangan samping permukaan. Dalam pekerjaan logam lembaran, gambar bentangan samping permukaan. Dalam pekerjaan logam lembaran, kebiasaannya adalah untuk membuat kampuh pada elemen yang terpendek, agar dapat kebiasaannya adalah untuk membuat kampuh pada elemen yang terpendek, agar dapat menghemat waktu serta untuk sara (conserve) soldir atau sara pakukeling.
2.9
2.9 Membentangkan Membentangkan prisma prisma miringmiring
Permukaan samping prisma miring, seperti misalnya yang diperlihatkan dalam Permukaan samping prisma miring, seperti misalnya yang diperlihatkan dalam gambar. dibentangkan dengan metode umum yang sama seperti yang dipakai untuk gambar. dibentangkan dengan metode umum yang sama seperti yang dipakai untuk prisma lurus. Dengan cara yang sama, panjang sejati rusuk yang diperlihatkan dalam prisma lurus. Dengan cara yang sama, panjang sejati rusuk yang diperlihatkan dalam tampang muka, tetapi ukuran sejati penampang yang lurus bantu, diukurkan sepanjang tampang muka, tetapi ukuran sejati penampang yang lurus bantu, diukurkan sepanjang garis rentang, sedang garis konstruksi tegak lurus dengan yang menggambarkan rusuk, garis rentang, sedang garis konstruksi tegak lurus dengan yang menggambarkan rusuk, ditarik melalui tiik-titik
ditarik melalui tiik-titik bagi. Panjang bagian tiap-tiap rusuk yang bersangkutan, sebelahbagi. Panjang bagian tiap-tiap rusuk yang bersangkutan, sebelah atas da sebelah bawah bidang X-X, dipindahkan ke garis yang sesuai dalam gambar atas da sebelah bawah bidang X-X, dipindahkan ke garis yang sesuai dalam gambar bentangan.
bentangan.
Jarak pada sebelah bidang atas bidang X-X diukurkan sebelah atas garis rentang Jarak pada sebelah bidang atas bidang X-X diukurkan sebelah atas garis rentang dan jarak pada sebelah bawah bidang X-X diukurkan sebelah garis rentang. Kemudian, dan jarak pada sebelah bawah bidang X-X diukurkan sebelah garis rentang. Kemudian, gambar bentangan permukaan samping dibuat lengkap dengan menyambungkan gambar bentangan permukaan samping dibuat lengkap dengan menyambungkan titik-titik ujung rusuk oleh garis lurus. Karena lipatan nyata akan dibuat pada tiap-tiap garis titik ujung rusuk oleh garis lurus. Karena lipatan nyata akan dibuat pada tiap-tiap garis rusuk apabila prisma sudah terbentuk,menjadi kebiasaan untuk menebalkan garis rusuk rusuk apabila prisma sudah terbentuk,menjadi kebiasaan untuk menebalkan garis rusuk (lipat) ini
(lipat) ini padagambar bentangapadagambar bentangan.n.
Garis rentang sebenarnya sudah dapat ditarik dalam kedudukan tegak lurus pada Garis rentang sebenarnya sudah dapat ditarik dalam kedudukan tegak lurus pada rusuk dalam tampang muka, sehingga panjang tiap-tiap rusuk dapat diproyeksikan pada rusuk dalam tampang muka, sehingga panjang tiap-tiap rusuk dapat diproyeksikan pada gambar bentangan(se
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 99
2.10
2.10 Membentangkan Membentangkan silinder silinder luruslurus Apabila permukaan samping silinder
Apabila permukaan samping silinder lurus dibuka gulugannyapada sebuah bidang,lurus dibuka gulugannyapada sebuah bidang, maka dasarnya
maka dasarnya membentanmembentang g menjadi garis lurus. Panjang menjadi garis lurus. Panjang garis ini yang garis ini yang sama dengansama dengan keliling penampang lurus (
keliling penampang lurus ( X garis tengah), dapat dihitung dan diukurkan sebagaiX garis tengah), dapat dihitung dan diukurkan sebagai garis rentang 1D 1D. Karena silinder itu
garis rentang 1D 1D. Karena silinder itu dapat dianggap sebagai prisma bersegi banyak,dapat dianggap sebagai prisma bersegi banyak, pembentangannya dapat dapat dibuat dengan cara yang serupa dengan metode yang pembentangannya dapat dapat dibuat dengan cara yang serupa dengan metode yang dilukiskan dalam gambar 4.46 elemen yang digambar pada permukaan silinder dilukiskan dalam gambar 4.46 elemen yang digambar pada permukaan silinder berfungsi sebagai rusuk prisma segi banyak. Biasanya dipakai dua belas atau 24
berfungsi sebagai rusuk prisma segi banyak. Biasanya dipakai dua belas atau 24 elemenelemen ini, banyaknya tergantung dari ukuran silinder. Biasanya elemen itu direnggangkan ini, banyaknya tergantung dari ukuran silinder. Biasanya elemen itu direnggangkan dengan membagi keliling dasar, seperti diperlihatkan oleh lingkaran dalam tampang dengan membagi keliling dasar, seperti diperlihatkan oleh lingkaran dalam tampang atas, dalam bagian yang sama banyaknya. Garis rentang dibagi dalam bagaian yang atas, dalam bagian yang sama banyaknya. Garis rentang dibagi dalam bagaian yang sama banyaknya dan elemen tegak lurus ditarik melalui tiap-tiap titik bagi. Setelah itu sama banyaknya dan elemen tegak lurus ditarik melalui tiap-tiap titik bagi. Setelah itu panjang sejati tiap-tiap elemen diproyeksikan pada gambaran yang bersangkutan pada panjang sejati tiap-tiap elemen diproyeksikan pada gambaran yang bersangkutan pada gambar bentangan, dan gambar bentangan gambar bentangan dilengkapkan dengan gambar bentangan, dan gambar bentangan gambar bentangan dilengkapkan dengan menyambungkan titik-titik dengan garis lengkung yang mulus. Ketika titik menyambungkan titik-titik dengan garis lengkung yang mulus. Ketika titik disambungkan dianjurkan untuk mensketsa tangan garis lengkung danngan tipis disambungkan dianjurkan untuk mensketsa tangan garis lengkung danngan tipis sebelum memakai
sebelum memakai alat mal alat mal gambar. Karena gambar. Karena gambar permukaan gambar permukaan yang yang sudah sudah jadijadi merupakan garis lengkung yang menerus, elemen dalam gambar bentangan tidak merupakan garis lengkung yang menerus, elemen dalam gambar bentangan tidak ditebalkan. Kalau gambarbentangan itu simetrik, seperti halnya disini, hanya ditebalkan. Kalau gambarbentangan itu simetrik, seperti halnya disini, hanya setengahnyalah yag perlu digambar. Sepotong dari tipe ini dapat merupakan sebagian setengahnyalah yag perlu digambar. Sepotong dari tipe ini dapat merupakan sebagian siku yang dua potong, yang tiga potong atau yang empat potong. Potonngan itu siku yang dua potong, yang tiga potong atau yang empat potong. Potonngan itu biasanya dibentangkan seperti dilukiskan dalam gambar 4.48. Garis rentangan tiap-tiap biasanya dibentangkan seperti dilukiskan dalam gambar 4.48. Garis rentangan tiap-tiap potongan sama panjangny
2.11
2.11 Membentangkan Membentangkan silinder silinder miringmiring
Karena menurut teori, silinder miring dapat dianggap sebagai merangkum Karena menurut teori, silinder miring dapat dianggap sebagai merangkum (( Enclosing Enclosing) prisma miring teratur, yang mempunyai sisi dalam jumlah yang tak ) prisma miring teratur, yang mempunyai sisi dalam jumlah yang tak terhingga banyaknya, pembentangan permukaan samping silinder yang dapat dilihat terhingga banyaknya, pembentangan permukaan samping silinder yang dapat dilihat dalam gambar. dapat dibuat dengan menggunakan metode yang dilukiskan dalam dalam gambar. dapat dibuat dengan menggunakan metode yang dilukiskan dalam gambar. Keliling penampang lurus menjadi garis rentang 1D1D untuk gambar gambar. Keliling penampang lurus menjadi garis rentang 1D1D untuk gambar bentangan.
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 1111
2.12
2.12 Menentukan Menentukan panjang sejati panjang sejati garis (true garis (true length)length)
Guna membuat pembentangan permukaan samping obyek, seringkali diperlukan Guna membuat pembentangan permukaan samping obyek, seringkali diperlukan penentuan panjang sejati garis miring yang menggambarkan rusuknya. Metode umum penentuan panjang sejati garis miring yang menggambarkan rusuknya. Metode umum untuk menen
untuk menentukan panjang tukan panjang sejati garis landasejati garis landai pada i pada semua koordinasemua koordinat bidang proyet bidang proyeksiksi telah dijelaskan teperinci
telah dijelaskan teperinci sebelumnyasebelumnya..
Apabila perlu membentangkan permukaan untuk menemukanpanjang sejati Apabila perlu membentangkan permukaan untuk menemukanpanjang sejati sejumlah rusuk atau sejumlah elemen, sesuatu kekacauan dapat dihindarkan dengan sejumlah rusuk atau sejumlah elemen, sesuatu kekacauan dapat dihindarkan dengan membuat diagram panjang sejati, berbatasan dengan panjang ortografik seperti yang membuat diagram panjang sejati, berbatasan dengan panjang ortografik seperti yang terlihat dalam gambar 4.57. elemen digulingkan dalam kedudukan sejajar dengan terlihat dalam gambar 4.57. elemen digulingkan dalam kedudukan sejajar dengan bidang
bidang F F (depan) sehingga panjang sejatinya terlihat dalam diagram. Pelaksanaan ini(depan) sehingga panjang sejatinya terlihat dalam diagram. Pelaksanaan ini mencega
mencegah tampang muka dalam ilustrasi h tampang muka dalam ilustrasi menjadi kusut oleh garis, beberapa diantaranyamenjadi kusut oleh garis, beberapa diantaranya menggambarkan elemen dan yang lain akan menggambarkan panjang sejatinya. menggambarkan elemen dan yang lain akan menggambarkan panjang sejatinya. Gambar
Gambar 4.54. 4.54. memperlihatkan memperlihatkan diagram diagram yang yang memberikan memberikan panjang panjang sejati sejati rusuk rusuk piramida. Setiap garis yang menggambarkan panjang sejati rusuk merupakan hipotenusa piramida. Setiap garis yang menggambarkan panjang sejati rusuk merupakan hipotenusa segitiga lurus, yang tingginya adalah tinggi rusuk dalam tampang muka dan yang segitiga lurus, yang tingginya adalah tinggi rusuk dalam tampang muka dan yang dasarnya sama dengan panjangproyeksi rusuk dalam tampang atas. Panjang proyeksi dasarnya sama dengan panjangproyeksi rusuk dalam tampang atas. Panjang proyeksi atas rusuk piramida diukurkan mendatar dari garis vertikal, yang sebenarnya dapat atas rusuk piramida diukurkan mendatar dari garis vertikal, yang sebenarnya dapat ditarik da
ditarik dalam sembaralam sembarang jarak ng jarak dari tampadari tampang muka. ng muka. Karena sKarena semua rusuemua rusuk yangk yang mempunyai tinggi yanng sama, maka garis ini merupakan kaki vertikal bersama bagi mempunyai tinggi yanng sama, maka garis ini merupakan kaki vertikal bersama bagi semua segitiga siku dalam diagram. Diagram sejati yang terlihat dalam gambar 4.46. semua segitiga siku dalam diagram. Diagram sejati yang terlihat dalam gambar 4.46. sebenarny
2.13
2.13 Pemakaian Pemakaian metode metode radialradial
2.14
2.14 Metode trianggulasi peMetode trianggulasi pembentangan dengan mbentangan dengan pendekatan permpendekatan permukaan yangukaan yang mampu dibentangkan
mampu dibentangkan Permukaan
Permukaan yang yang tak tak mampu mampu dibentangkdibentangkan an dapat dapat dibentangkan dibentangkan dengandengan pendekatan apabila permukaannya dimisalkan tersusun dari sejumlah permukaan kecil pendekatan apabila permukaannya dimisalkan tersusun dari sejumlah permukaan kecil yang dapat dibentangkan. Metode khusus yang biasanya dipakai untuk permukaan yang dapat dibentangkan. Metode khusus yang biasanya dipakai untuk permukaan baling (
baling (warped surfacewarped surface) dan permukaan kerucut miring dikenal dengan metode) dan permukaan kerucut miring dikenal dengan metode triangulasi. Prosedurnya terdiri dari sama sekali menutup permukaan samping dengan triangulasi. Prosedurnya terdiri dari sama sekali menutup permukaan samping dengan segitiga kecil dengan jumlah banyak, yang akan terletak degan pendekatan pada segitiga kecil dengan jumlah banyak, yang akan terletak degan pendekatan pada permukaan. Segitiga ini, apabila disusun dalam uluran sejati dengan rusuk milik permukaan. Segitiga ini, apabila disusun dalam uluran sejati dengan rusuk milik bersama disambungkan, menghasilkan gambar bentangan denga pendekatan yang cukup bersama disambungkan, menghasilkan gambar bentangan denga pendekatan yang cukup cermat untuk kebanyakan tujuan praktis.
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 1313
BAB III
BAB III
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
3.1
3.1 Proses Proses pembuatan pembuatan malmal 3.1.1
3.1.1 Alat Alat dan dan bahan bahan yang yang dibutuhkdibutuhkanan
Kertas bekas tebal berfungsi Kertas bekas tebal berfungsi sebagai bahan untuk pembuatan mal.sebagai bahan untuk pembuatan mal.
Potongan besi berfungsi sebagai alat untuk menekan kertas ketika akanPotongan besi berfungsi sebagai alat untuk menekan kertas ketika akan
dilakukan proses pengambilan mal pada benda. dilakukan proses pengambilan mal pada benda. 3.1.2
3.1.2 Langkah-langLangkah-langkah kah kerja kerja pengambilan pengambilan malmal
Siapkan alat yang akan digunakan / dibutuhkan.Siapkan alat yang akan digunakan / dibutuhkan.
Letakkan kertas di atas permukaan benda yang akan dibuat malnya.Letakkan kertas di atas permukaan benda yang akan dibuat malnya.
Tekan bagian kertas sesuai dengan kontur Tekan bagian kertas sesuai dengan kontur dan bentukan benda kerja.dan bentukan benda kerja.
Pukul bagian sisi benda kerja yang akan dibuat malnya denganPukul bagian sisi benda kerja yang akan dibuat malnya dengan
menggunakan kuningan, sehingga membentuk permukaan benda kerja menggunakan kuningan, sehingga membentuk permukaan benda kerja yang diinginkan dengan menggunakan benda lunak (
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 1515
Usahakan posisi kertas tetap berada pada posisinya, agar kontur bendaUsahakan posisi kertas tetap berada pada posisinya, agar kontur benda
kerja dapat sesuai dengan
kerja dapat sesuai dengan benda aslinya.benda aslinya.
Hasil mal yang menyerupai gasket, tempelkan pada kertas sebagai malHasil mal yang menyerupai gasket, tempelkan pada kertas sebagai mal
yang nantinya akan di jiplak untuk mendapatkan gambaran bentuk yang nantinya akan di jiplak untuk mendapatkan gambaran bentuk benda.
benda.
Hasil jiplakan tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukanHasil jiplakan tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan
pencarian ukuran benda. pencarian ukuran benda.
3.2
3.2 Proses menentukan ukuran radiusProses menentukan ukuran radius Langkah
Langkah – – langkah dalam menentukan ukuran radius adalah sebagai berikut :langkah dalam menentukan ukuran radius adalah sebagai berikut :
Buat garis AB.Buat garis AB.
Buat radius r dari titik ABuat radius r dari titik A
dan titik B. dan titik B.
Perpotongan radiusPerpotongan radius
dihubungkan
dihubungkan, , sehinggasehingga menjadi sebuah garis. menjadi sebuah garis.
Buat garis CDBuat garis CD
Dengan cara yang sama,Dengan cara yang sama,
buat garis tegak lurus buat garis tegak lurus terhadap garis CD. terhadap garis CD.
Titik potong antarTitik potong antar
perpanjangan ga
perpanjangan garis berada di titik ris berada di titik M. Titik M M. Titik M adalah adaadalah adalah titik pusatlah titik pusat yang dicari.
yang dicari. 3.3
3.3 Proses pembuatan gambar kerjaProses pembuatan gambar kerja
Setelah ukuran pada gambar ditemukan, maka dil
Setelah ukuran pada gambar ditemukan, maka dilakukan penggambaraakukan penggambaran gambarn gambar kerja pada AutoCAD.
Akademi Teknik Soroak
Akademi Teknik Soroakoo 1717
BAB IV
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
4.1 Kesimpulan 4.1 KesimpulanSetelah melalui proses pembuatan mal serta pembuatan laporan ini, maka Setelah melalui proses pembuatan mal serta pembuatan laporan ini, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut
penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut ::
Dalam proses penggambaran dan pembuatan mal, dibutuhkan data yang akurat dariDalam proses penggambaran dan pembuatan mal, dibutuhkan data yang akurat dari
benda yang akan dibuatkan malnya. benda yang akan dibuatkan malnya.
Dalam pengambilan data (gasket), tidak Dalam pengambilan data (gasket), tidak dianjurkan menggunakan metode yang dapatdianjurkan menggunakan metode yang dapat
merusak benda kerja. merusak benda kerja.
Dengan adanya penggambaran/pembuatan mal, kita dapat mengetahui ukuran danDengan adanya penggambaran/pembuatan mal, kita dapat mengetahui ukuran dan
jumlah material ya
jumlah material yang akan digunang akan digunakan.kan.
Mal merupakan cetakan yang berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan ukuranMal merupakan cetakan yang berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan ukuran
benda kerja yang akan dilakukan proses pengerjaan. Baik untuk benda permesinan benda kerja yang akan dilakukan proses pengerjaan. Baik untuk benda permesinan ataupun pengecoran.
ataupun pengecoran.
5.2
5.2 SaranSaran
Dalam pengambilan data pada benda kerja (gasket), gunakan metode yang tidak Dalam pengambilan data pada benda kerja (gasket), gunakan metode yang tidak
merusak benda kerja. Agar
merusak benda kerja. Agar tidak terjadi kebocoran pada tidak terjadi kebocoran pada saat pemasangan.saat pemasangan.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Ambiyar, Arwizet, Nelvi Erizon, Purwantono, Thaufiq Pinat. 2008.Ambiyar, Arwizet, Nelvi Erizon, Purwantono, Thaufiq Pinat. 2008. Teknik Teknik
Pembuatan Plat Jilid 2
Pembuatan Plat Jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan,. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Nasional.
Inco - Sumitomo Memorial Technical Training Center. 1991.Inco - Sumitomo Memorial Technical Training Center. 1991. Gambar Teknik MesinGambar Teknik Mesin
III
III . Soroako, South Sulawesi.. Soroako, South Sulawesi.
Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. 2004.Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. 2004. Gambar Bukaan / Gambar Bukaan /
Bentangan
Bentangan Geometri, Geometri, Geometri Geometri Lanjut Lanjut Benda Benda Kerucut Kerucut / / Konis.Konis. Sekolah MenengahSekolah Menengah Kejuruan Bidang Keahlian Teknik Mesin Pr