• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas ELDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tugas ELDA"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS TUGAS

PERBAIKKAN NILAI ELEKTONIKA DAYA II TEORI PERBAIKKAN NILAI ELEKTONIKA DAYA II TEORI

SEMESTER V SEMESTER V PENYEARAH PENYEARAH DI SUSUN OLEH : DI SUSUN OLEH : NAMA

NAMA : : BENIKO BENIKO PUTRAPUTRA BP

BP : : 08010320370801032037 KELAS

KELAS : : 3 3 B B EL EL REGULERREGULER

DOSEN :

DOSEN :

NURHATISYA

NURHATISYA

H,

H,

ST, SST.M.Kom

ST, SST.M.Kom

POLITEKNIK NEGERI PADANG POLITEKNIK NEGERI PADANG

2011 2011 PENYEARAH PENYEARAH

Penyearah adalah alat yang digunakan untuk mengubah arus AC menjadi DC. Secara umum, Penyearah adalah alat yang digunakan untuk mengubah arus AC menjadi DC. Secara umum, penyearah dibagi menjadi dua, yaitu penyearah tidak terkendali dan penyearah terkendali. Dari penyearah dibagi menjadi dua, yaitu penyearah tidak terkendali dan penyearah terkendali. Dari masing-masing kelompok kemudian dibagi berdasarkan sumber tegangan masukannya, yaitu fasa masing-masing kelompok kemudian dibagi berdasarkan sumber tegangan masukannya, yaitu fasa-satu-satu atau fasatiga. Penyearah fasa-tiga dimaksudkan untuk daya yang lebih besar. Berikut ini adalah atau fasatiga. Penyearah fasa-tiga dimaksudkan untuk daya yang lebih besar. Berikut ini adalah ikhtisar penyearah.

ikhtisar penyearah.

4.2.3.1 Penyearah Tidak Terkontrol 4.2.3.1 Penyearah Tidak Terkontrol

(2)

Dioda digunakan dalam elektronika daya terutama untuk mengubah daya AC menjadi DC. Dioda digunakan dalam elektronika daya terutama untuk mengubah daya AC menjadi DC. Pengubah daya AC menjadi DC disebut penyearah (rectifier). Penyearah yang menggunakan dioda Pengubah daya AC menjadi DC disebut penyearah (rectifier). Penyearah yang menggunakan dioda adalah penyearah yang tegangan keluarannya tetap. Untuk memberikan gambaran yang mendasar adalah penyearah yang tegangan keluarannya tetap. Untuk memberikan gambaran yang mendasar tentang aplikasi dioda dalam elektronika daya, pada bagian ini akan dibahas tentang tentang aplikasi dioda dalam elektronika daya, pada bagian ini akan dibahas tentang rangkaian-rangkaian dioda yang melibatkan jenis-jenis beban

rangkaian dioda yang melibatkan jenis-jenis beban dan penyearah tidak terkendali.dan penyearah tidak terkendali.

Rangkaian dioda dengan bermacammacam beban dimaksudkan untuk memberikan landasan Rangkaian dioda dengan bermacammacam beban dimaksudkan untuk memberikan landasan dasar tentang dampak beban dalam rangkaian. Sedangkan jenis-jenis rangkaian penyearah dasar tentang dampak beban dalam rangkaian. Sedangkan jenis-jenis rangkaian penyearah dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang perilaku penyearah yang tidak hanya penting dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang perilaku penyearah yang tidak hanya penting untuk aplikasi dioda saja namun sangat diperlukan bagi pengembangan konsep untuk apli

untuk aplikasi dioda saja namun sangat diperlukan bagi pengembangan konsep untuk aplikasi-aplikasikasi-aplikasi elektronika daya selanjutnya. Untuk mempermudah pemahaman, pada bahasan ini dioda ditinjau dari elektronika daya selanjutnya. Untuk mempermudah pemahaman, pada bahasan ini dioda ditinjau dari sisi idealnya, di mana faktor kecepatan dan jatuh tegangan maju diabaikan.

sisi idealnya, di mana faktor kecepatan dan jatuh tegangan maju diabaikan. Penyearah fasa-satu satu pulsa E1U

Penyearah fasa-satu satu pulsa E1U

Penyearah fasa-tunggal setengah gelombang merupakan jenis penyearah yang paling Penyearah fasa-tunggal setengah gelombang merupakan jenis penyearah yang paling sederhana, dan tidak biasa digunakan dalam aplikasi industri. Walaupun begitu, konsep yang dimiliki sederhana, dan tidak biasa digunakan dalam aplikasi industri. Walaupun begitu, konsep yang dimiliki sangat membantu dalam memahami prinsip operasi penyearah. Penyearah fasa-tunggal setengah sangat membantu dalam memahami prinsip operasi penyearah. Penyearah fasa-tunggal setengah gelombang atau sering disebut penyearah satu pulsa dengan beban

gelombang atau sering disebut penyearah satu pulsa dengan beban R ditunjukkan pada Gambar 4.39.R ditunjukkan pada Gambar 4.39.

Selama setengah gelombang pertama tegangan masukan, dioda D1 mendapat tegangan bias Selama setengah gelombang pertama tegangan masukan, dioda D1 mendapat tegangan bias maju dan menjadi konduksi sehingga arus mengalir ke beban dan tegangan masukan muncul pada maju dan menjadi konduksi sehingga arus mengalir ke beban dan tegangan masukan muncul pada beban yang disebut tegangan keluaran DC, Vd. Kemudian setengah gelombang berikutnya, D1 beban yang disebut tegangan keluaran DC, Vd. Kemudian setengah gelombang berikutnya, D1 mendapat bias mundur membuat dioda dalam keadaan terhalang (

mendapat bias mundur membuat dioda dalam keadaan terhalang (blocking stateblocking state) sehingga tegangan) sehingga tegangan pada beban atau tegangan keluaran, Vd, adalah nol sebagaimana ditunjukkan secara leng-kap pada pada beban atau tegangan keluaran, Vd, adalah nol sebagaimana ditunjukkan secara leng-kap pada Gambar 4.39. Karena gelombang tegangan yang muncul pada beban hanya satu gelombang atau Gambar 4.39. Karena gelombang tegangan yang muncul pada beban hanya satu gelombang atau setengah gelombang penuh, maka penyearah ini sering disebut penyearah satu pulsa atau setengah setengah gelombang penuh, maka penyearah ini sering disebut penyearah satu pulsa atau setengah gelombang.

gelombang.

4.2.3.1.1 Parameter-parameter unjuk kerja penyearah 4.2.3.1.1 Parameter-parameter unjuk kerja penyearah

Unjuk kerja suatu penyearah penting untuk diketahui sebagai antisipasi terhadap dampak  Unjuk kerja suatu penyearah penting untuk diketahui sebagai antisipasi terhadap dampak  negatif yang ditimbulkannya baik yang terkait dengan hasil penyearahan maupun terhadap kualitas negatif yang ditimbulkannya baik yang terkait dengan hasil penyearahan maupun terhadap kualitas daya pada sisi sumber. Sebagai contoh, terlihat nyata bahwa hasil penyearahan merupakan bentuk  daya pada sisi sumber. Sebagai contoh, terlihat nyata bahwa hasil penyearahan merupakan bentuk  gelombang pulsa yang mengandung harmonisa. Harmonisa ini, disamping mempengaruhi kualitas gelombang pulsa yang mengandung harmonisa. Harmonisa ini, disamping mempengaruhi kualitas hasil penyearahan juga sumber dayanya. Banyak jenis penyearah, namun pada umumnya, unjuk kerja hasil penyearahan juga sumber dayanya. Banyak jenis penyearah, namun pada umumnya, unjuk kerja dievaluasi melalui parameter-parameter seperti yang akan dij

(3)

Contoh: Contoh:

Sebuah penyearah seperti pada G

Sebuah penyearah seperti pada Gambar 4.39 mempunyai beban ambar 4.39 mempunyai beban resistif resistif murni R. Tentukan (a)murni R. Tentukan (a) efisiensi, (b) faktor bentuk, (c) faktor ripel,

efisiensi, (b) faktor bentuk, (c) faktor ripel, dan (d) faktor pemanfaatan trafo.dan (d) faktor pemanfaatan trafo. Jawaban:

Jawaban:

4.2.3.1.2 Penyearah dua-pulsa, rangkaian jembatan B2U 4.2.3.1.2 Penyearah dua-pulsa, rangkaian jembatan B2U

Penyearah dua-pulsa atau fasa-satu gelombang penuh dapat dibentuk dengan menggunakan Penyearah dua-pulsa atau fasa-satu gelombang penuh dapat dibentuk dengan menggunakan rangkaian trafo center-tap atau rangkaian jembatan. Penyearah

rangkaian trafo center-tap atau rangkaian jembatan. Penyearahcenter-tapcenter-taphanya menggunakan trafohanya menggunakan trafo center-tap dan dua dioda. Sedangkan penyearah rangkaian jembatan menggunakan empat dioda. center-tap dan dua dioda. Sedangkan penyearah rangkaian jembatan menggunakan empat dioda. Rangkaian ini merupakan rangkaian penyearah fasa-tunggal gelombang penuh yang paling umum Rangkaian ini merupakan rangkaian penyearah fasa-tunggal gelombang penuh yang paling umum digunakan. Rangkaian selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 4.40.

digunakan. Rangkaian selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 4.40. 4.2.3.1.3 Prinsip kerja rangkaian

4.2.3.1.3 Prinsip kerja rangkaian

Diketahui bahwa tegangan masukan

Diketahui bahwa tegangan masukan v1v1adalah sinusoidal dan arus listrik mengalir dariadalah sinusoidal dan arus listrik mengalir dari polaritas tinggi ke polaritas rendah pada sumbernya (dalam hal ini sumber diperoleh dari sekunder polaritas tinggi ke polaritas rendah pada sumbernya (dalam hal ini sumber diperoleh dari sekunder tranformator).

(4)

Pada setengah perioda pertama dari

Pada setengah perioda pertama dari vv1, dioda D1 dan D4 sama-sama dalam keadaan bias-1, dioda D1 dan D4 sama-sama dalam keadaan bias-maju sehingga kedua dioda menjadi On (konduksi), sebaliknya D3 dan D2 mendapat bias-mundur maju sehingga kedua dioda menjadi On (konduksi), sebaliknya D3 dan D2 mendapat bias-mundur sehingga kedua dioda menjadi Off. Dalam keadaan D1 dan D4 On, maka arus IZ1 akan mengalir dari sehingga kedua dioda menjadi Off. Dalam keadaan D1 dan D4 On, maka arus IZ1 akan mengalir dari polaritas tinggi sumber (trafo) melalui D1 ke beban kemudian ke D4 dan kembali ke polaritas rendah polaritas tinggi sumber (trafo) melalui D1 ke beban kemudian ke D4 dan kembali ke polaritas rendah sumber sehingga tegangan muncul pada sisi keluaran, yang disebut tegangan keluaran DC, Vd dan sumber sehingga tegangan muncul pada sisi keluaran, yang disebut tegangan keluaran DC, Vd dan arus arus beban Id sama dengan IZ1. Pada setengah perioda berikutnya, polaritas sumber berubah arus arus beban Id sama dengan IZ1. Pada setengah perioda berikutnya, polaritas sumber berubah yang tadinya rendah menjadi tinggi. Dalam keadaan ini D3 dan D2 mendapat bias-maju sehingga yang tadinya rendah menjadi tinggi. Dalam keadaan ini D3 dan D2 mendapat bias-maju sehingga kedua dioda tersebut menjadi On, dan sebaliknya D1 dan D4 mendapat bias-mundur sehingga kedua kedua dioda tersebut menjadi On, dan sebaliknya D1 dan D4 mendapat bias-mundur sehingga kedua dioda dalam keadaan Off. Arus mengalir dari sumber IZ2 melalui D3 ke beban dan kemudian ke D1 dioda dalam keadaan Off. Arus mengalir dari sumber IZ2 melalui D3 ke beban dan kemudian ke D1 dan kembali ke sumber sehingga tegangan Vd

dan kembali ke sumber sehingga tegangan Vd muncul pada sisi keluaran. Untuk rangkaian ini muncul pada sisi keluaran. Untuk rangkaian ini berlakuberlaku rumusrumus sebagai berikut:

rumusrumus sebagai berikut:

Walaupun sama fungsinya, di pasaran ada beberapa gambar dengan bentuk tampilan yang berbeda Walaupun sama fungsinya, di pasaran ada beberapa gambar dengan bentuk tampilan yang berbeda seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.41.

seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.41.

4.2.3.1.4 Penyearah fasa-tiga, tiga-pulsa, tidak terkendali M3U 4.2.3.1.4 Penyearah fasa-tiga, tiga-pulsa, tidak terkendali M3U

Penyearah penyearah fasa-tiga, tiga pulsa, tidak terkendali fasa-tiga, disebut juga penyearah Penyearah penyearah fasa-tiga, tiga pulsa, tidak terkendali fasa-tiga, disebut juga penyearah fasa-tiga hubungan bintang tidak terkendali. Tegangan masukan dari penyearah ini adalah tegangan fasa-tiga hubungan bintang tidak terkendali. Tegangan masukan dari penyearah ini adalah tegangan fasa-tiga, yaitu L1, L2, dan L3. Pada masing-masing saluran dipasang satu dioda. Rangkaian dan fasa-tiga, yaitu L1, L2, dan L3. Pada masing-masing saluran dipasang satu dioda. Rangkaian dan hubungan antara gelombang tegangan masukan dan keluaran ditunjukkan pada Gambar 4.42. Pada hubungan antara gelombang tegangan masukan dan keluaran ditunjukkan pada Gambar 4.42. Pada gambar ini memperlihatkan dua rangkaian yang berbeda. Gambar

gambar ini memperlihatkan dua rangkaian yang berbeda. Gambar 4.424.42 a) memperlihatkan bahwa ketiga

a) memperlihatkan bahwa ketiga saluran masukan, masing-masing dihubung ke anoda masing-masingsaluran masukan, masing-masing dihubung ke anoda masing-masing dioda, sedangkan katoda dari ketiga dioda dihubung menjadi satu (dihubung bintang). Karena dioda, sedangkan katoda dari ketiga dioda dihubung menjadi satu (dihubung bintang). Karena ujung-ujung katoda yang disatukan, rangkaian ini

ujung katoda yang disatukan, rangkaian ini disebut rangkaian M3UK. Sebaliknya Gambar 4.42disebut rangkaian M3UK. Sebaliknya Gambar 4.42

b) anoda dari ketiga dioda yang dihubung menjadi satu, oleh karena itu, rangkaian tersebut disebut b) anoda dari ketiga dioda yang dihubung menjadi satu, oleh karena itu, rangkaian tersebut disebut M3UA.

(5)

4.2.3.1.5 Prinsip kerja rangkaian 4.2.3.1.5 Prinsip kerja rangkaian

Apabila rangkaian dihubungkan dengan sumber fasa-tiga sebagaimana yang ditunjukkan oleh Apabila rangkaian dihubungkan dengan sumber fasa-tiga sebagaimana yang ditunjukkan oleh Gambar 4.43, maka akan mengalir arus IZ1 melalui D1 mulai sudut fasa 30° selama 120°, sementara Gambar 4.43, maka akan mengalir arus IZ1 melalui D1 mulai sudut fasa 30° selama 120°, sementara D2 dan D3 dalam keadaan off. Kemudian setelah D1 mengalirkan arus selama 120°, D1 kemudian D2 dan D3 dalam keadaan off. Kemudian setelah D1 mengalirkan arus selama 120°, D1 kemudian kembali off dan D2 mulai konduksi dan menghantarkan arus IZ2, sementara D3 dan D1 masih dalam kembali off dan D2 mulai konduksi dan menghantarkan arus IZ2, sementara D3 dan D1 masih dalam keadaan off. Baru setelah D2 menghantarkan arus selama 120°, baru D3 dalam keadaan konduksi dan keadaan off. Baru setelah D2 menghantarkan arus selama 120°, baru D3 dalam keadaan konduksi dan menghantarkan arus IZ3, D2 kembali off dan D1 masih dalam keadaan off. Demikian, proses ini menghantarkan arus IZ3, D2 kembali off dan D1 masih dalam keadaan off. Demikian, proses ini terjadi berulang.

terjadi berulang.

4.2.3.1.6 Penyearah fasa-tiga, enam-pulsa, rangkaian jembatan, tidak terkendali B6U 4.2.3.1.6 Penyearah fasa-tiga, enam-pulsa, rangkaian jembatan, tidak terkendali B6U

Penyearah fasa-tiga jembatan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.44, sangat umum Penyearah fasa-tiga jembatan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.44, sangat umum digunakan dalam aplikasi daya-tinggi. Penyearah ini merupakan penyearah fasa-tiga gelombang digunakan dalam aplikasi daya-tinggi. Penyearah ini merupakan penyearah fasa-tiga gelombang penuh.

penuh.

Penyearah ini

Penyearah ini mempunyai mempunyai tegangan keluaran tegangan keluaran 6-pulsa. Dioda-6-pulsa. Dioda-dioda diberi dioda diberi penomoran penomoran sesuaisesuai dengan urutan konduksinya dan masing-masing dioda konduksi selama 120°. Urutan konduksi dioda dengan urutan konduksinya dan masing-masing dioda konduksi selama 120°. Urutan konduksi dioda adalah 12, 23, 34, 45, 56, dan 61. Pasang-dioda yang terhubung dengan dua tegangan saluran yang adalah 12, 23, 34, 45, 56, dan 61. Pasang-dioda yang terhubung dengan dua tegangan saluran yang mempunyai tegangan tertinggi akan konduksi. Tegangan antar saluran adalah ????3 kali tegangan fasa mempunyai tegangan tertinggi akan konduksi. Tegangan antar saluran adalah ????3 kali tegangan fasa dari sistem fasa-tiga hubungan bintang.

(6)

4.2.3.2 Penyearah Terkendali 4.2.3.2 Penyearah Terkendali

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, penyearah tak terkendali menghasilkan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, penyearah tak terkendali menghasilkan tegangan keluaran DC yang tetap. Bila dikehendaki tegangan keluaran yang bisa diubah-ubah, tegangan keluaran DC yang tetap. Bila dikehendaki tegangan keluaran yang bisa diubah-ubah, digunakan thyristor sebagai pengganti dioda. Tegangan keluaran penyearah thyristor dapat digunakan thyristor sebagai pengganti dioda. Tegangan keluaran penyearah thyristor dapat diubah-ubah atau dikendalikan dengan mengendalikan delay atau sudut penyalaan, ????, dari thyristor. ubah atau dikendalikan dengan mengendalikan delay atau sudut penyalaan, ????, dari thyristor. Penyalaan ini dilakukan dengan memberikan pulsa trigger pada gate thyristor. Pulsa trigger Penyalaan ini dilakukan dengan memberikan pulsa trigger pada gate thyristor. Pulsa trigger dibangkitkan secara khusus oleh rangkaian trigger.

dibangkitkan secara khusus oleh rangkaian trigger.

Rangkaian trigger dirancang untuk memberikan pulsa dengan ketinggian dan kelebaran Rangkaian trigger dirancang untuk memberikan pulsa dengan ketinggian dan kelebaran tertentu disesuaikan dengan thyristor yang digunakan. Pulsa ini juga dapat digeser-geser sudutnya tertentu disesuaikan dengan thyristor yang digunakan. Pulsa ini juga dapat digeser-geser sudutnya sehingga penyalaan thyristor dapat dilakukan setiap saat dalam ranah (

sehingga penyalaan thyristor dapat dilakukan setiap saat dalam ranah (rangerange)nya. Gambar 4.46)nya. Gambar 4.46 menunjukkan prinsip kerja dari penyearah satu-pulsa terkendali

menunjukkan prinsip kerja dari penyearah satu-pulsa terkendali E1CE1C. Jika thyristor dirangkai seperti. Jika thyristor dirangkai seperti gambar ini, tegangan masukan berupa tegangan sinusoidal dan beban R, maka pada setengah gambar ini, tegangan masukan berupa tegangan sinusoidal dan beban R, maka pada setengah

(7)

gelombang pertama thyristor mendapat bias-m

gelombang pertama thyristor mendapat bias-maju. Bila thyristor disulut pada sudut aju. Bila thyristor disulut pada sudut thyristor Q1 akanthyristor Q1 akan konduksi maka tegangan keluaran v1 akan muncul pada beban. Keadaan konduksi ini berlangsung konduksi maka tegangan keluaran v1 akan muncul pada beban. Keadaan konduksi ini berlangsung hingga tegangan kembali ke nol dan mulai negatif (komutasi alamiah). Ketika tegangan negatif, maka hingga tegangan kembali ke nol dan mulai negatif (komutasi alamiah). Ketika tegangan negatif, maka Q1 dalam keadaan bias-mundur. Waktu dari tegangan mulai beranjak ke arah positif sampai dengan Q1 dalam keadaan bias-mundur. Waktu dari tegangan mulai beranjak ke arah positif sampai dengan thyristor mulai konduksi disebut sudut penyalaan atau sudut penyulutan.

thyristor mulai konduksi disebut sudut penyalaan atau sudut penyulutan.

Dengan demikian, tegangan keluaran penyearah dapat diatur-atur dengan mengatur sudut Dengan demikian, tegangan keluaran penyearah dapat diatur-atur dengan mengatur sudut penyalaan pulsa gatenya, dalam hal ini, dari 0

penyalaan pulsa gatenya, dalam hal ini, dari 0

 – 

 – 

180°. Bila sudut penyalaan 180°. Bila sudut penyalaan kecil, berarti thyristorkecil, berarti thyristor konduksi secara dini sehingga tegangan (vd) dan daya keluaran akan besar. Sebaliknya, bila konduksi secara dini sehingga tegangan (vd) dan daya keluaran akan besar. Sebaliknya, bila sudut

sudut besar, tegangan dan besar, tegangan dan daya keluarannya akdaya keluarannya akan kecil.an kecil.

4.2.3.2.1 Hubungan tegangan dan arus keluaran pada beban R dan

4.2.3.2.1 Hubungan tegangan dan arus keluaran pada beban R dan beban Lbeban L Dalam kenyataannya sifat beban mempengaruhi perilaku suatu penyearah. Dalam kenyataannya sifat beban mempengaruhi perilaku suatu penyearah.

Bila penyearah pada Gambar 4.46 diberi beban resistif R, maka arus keluaran

Bila penyearah pada Gambar 4.46 diberi beban resistif R, maka arus keluaran I  I dan tegangandan tegangan keluaran

keluaranvd vd mempunyai polaritas yang sama sehingga mempunyai kesamaan dalam bentuk mempunyai polaritas yang sama sehingga mempunyai kesamaan dalam bentuk  gelombang seperti ditunjukkan pada Gambar 4.47 untuk beban Resistif. Ketika

gelombang seperti ditunjukkan pada Gambar 4.47 untuk beban Resistif. Ketika vd vd nol makanol makaii juga juga nol, ketika tegangan

nol, ketika teganganvd vd maksimum maka arusmaksimum maka arus ii juga maksimum.  juga maksimum. Perilaku rangkaian Perilaku rangkaian menjadi berbedamenjadi berbeda ketika dibebani dengan L. Seperti yang terlihat pada Gambar 4.48 untuk beban induktif L, ketika ketika dibebani dengan L. Seperti yang terlihat pada Gambar 4.48 untuk beban induktif L, ketika thyristor disulut pada sudut , ketika tegangan

thyristor disulut pada sudut , ketika tegangan vd vd nol arusnol arus I  I  juga  juga nol. nol. Namun Namun ketikaketika tegangan

teganganvd vd maksimum, arusmaksimum, arus iitidak mengikuti tegangan seperti pada beban R, namun mengikutitidak mengikuti tegangan seperti pada beban R, namun mengikuti proses penyimpanan energi pada induktor. Oleh karena itu, ketika tegangan kembali ke nol, induktor proses penyimpanan energi pada induktor. Oleh karena itu, ketika tegangan kembali ke nol, induktor melepaskan arus pada arah yang sama sehingga tegangan

melepaskan arus pada arah yang sama sehingga tegangan berubah menjadi negatif.berubah menjadi negatif.

Kejadian ini tidak dikehendaki dalam aplikasi penyearahan. Untuk menghilangkan pengaruh Kejadian ini tidak dikehendaki dalam aplikasi penyearahan. Untuk menghilangkan pengaruh induktansi tersebut dipasang dioda

induktansi tersebut dipasang dioda free-wheeling free-wheelingseperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.48.seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.48.

Dioda ini berfungsi menyalurkan arus balik ke beban lagi (tidak ke sumber) sehingga Dioda ini berfungsi menyalurkan arus balik ke beban lagi (tidak ke sumber) sehingga peristiwa tegangan negatif bisa dihilangkan.

(8)

Jika Vd0 adalah tegangan keluaran ketika ???? = 0, dan Vd???? adalah tegangan pada sudut ????, Jika Vd0 adalah tegangan keluaran ketika ???? = 0, dan Vd???? adalah tegangan pada sudut ????, maka karakteristik pengaturan Vd0/Vd???? untuk beban resistif R dan beban induktif L ditunjukkan maka karakteristik pengaturan Vd0/Vd???? untuk beban resistif R dan beban induktif L ditunjukkan pada Gambar 4.49.

pada Gambar 4.49.

Dari gambar ini jelas terlihat prubahan tegangan keluaran vd???? pada sudut penyalaan untuk  Dari gambar ini jelas terlihat prubahan tegangan keluaran vd???? pada sudut penyalaan untuk  beban R dan beban L. Di sini terlihat jelas bahwa sudut pengaturan pada beban R dapat dilakukan beban R dan beban L. Di sini terlihat jelas bahwa sudut pengaturan pada beban R dapat dilakukan pada daerah 0-180°, sedangkan pada beban L terbatas dari

pada daerah 0-180°, sedangkan pada beban L terbatas dari 0-90° saja.0-90° saja. 4.2.3.2.2 Penyearah dua-pulsa terkendali B2C

4.2.3.2.2 Penyearah dua-pulsa terkendali B2C

Penyearah dua-pulsa rangkaian jembatan terkendali, B2C, seperti yang ditunjukkan pada Penyearah dua-pulsa rangkaian jembatan terkendali, B2C, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.50 merupakan salah satu tipe penyearah yang banyak diaplikasikan karena keandalannya. Gambar 4.50 merupakan salah satu tipe penyearah yang banyak diaplikasikan karena keandalannya. Prinsip kerja dari penyearah ini, secara prinsip hampir sama dengan penyearah B2U. Bedanya, di sini Prinsip kerja dari penyearah ini, secara prinsip hampir sama dengan penyearah B2U. Bedanya, di sini dibutuhkan unit trigger sebagai sumber pulsa trigger. Rangkaian ini membutuhkan 2 pasang pulsa dibutuhkan unit trigger sebagai sumber pulsa trigger. Rangkaian ini membutuhkan 2 pasang pulsa trigger, yaitu 1 pasang bekerja di daerah setengah gelombang positif dan 1 pasang yang lain pada trigger, yaitu 1 pasang bekerja di daerah setengah gelombang positif dan 1 pasang yang lain pada setengah gelombang negatif. Bila penyearah dihubung dengan sumber tegangan seperti yang terlihat setengah gelombang negatif. Bila penyearah dihubung dengan sumber tegangan seperti yang terlihat pada gambar, pada setengah gelombang positif thyristor Q1 dan Q4 mendapat bias-maju. Dalam pada gambar, pada setengah gelombang positif thyristor Q1 dan Q4 mendapat bias-maju. Dalam keadaan ini, bila kedua thyristor tersebut disulut pada sudut ???? yang sama maka tegangan masukan keadaan ini, bila kedua thyristor tersebut disulut pada sudut ???? yang sama maka tegangan masukan akan dikirim ke beban sejak awal sudut penyulutan sampai kedua thyristor mengalami komutasi akan dikirim ke beban sejak awal sudut penyulutan sampai kedua thyristor mengalami komutasi (tegangan nol). Kemudian pada setengah peiode

(tegangan nol). Kemudian pada setengah peiode berikutnya, thyristor Q3 dan Q2 mendapat bias berikutnya, thyristor Q3 dan Q2 mendapat bias maju.maju. Sama halnya dengan keadaan pada setengah perioda pertama, bila kedua thyristor ini disulut pada Sama halnya dengan keadaan pada setengah perioda pertama, bila kedua thyristor ini disulut pada sudut ???? yang sama, pada daerah negatif tersebut maka tegangan negatif masukan akan ditransfer ke sudut ???? yang sama, pada daerah negatif tersebut maka tegangan negatif masukan akan ditransfer ke beban sehingga tegangan keluaran Vd???? terlihat seperti yang di

(9)

Gambar 4.50 juga menunjukkan bentuk gelombang tegangan dan arus keluaran, Vd???? dan Gambar 4.50 juga menunjukkan bentuk gelombang tegangan dan arus keluaran, Vd???? dan Id????, di mana keduanya mempunyai polaritas yang sama. Kelebihan penyearah ini adalah Id????, di mana keduanya mempunyai polaritas yang sama. Kelebihan penyearah ini adalah kemampuannya dalam mengumpanbalikkan energi beban ke sumber. Dengan beban yang kemampuannya dalam mengumpanbalikkan energi beban ke sumber. Dengan beban yang induktansinya tinggi, aliran arus akan kontinyu tidak seperti penyearahpenyearah terkendali fasa-satu induktansinya tinggi, aliran arus akan kontinyu tidak seperti penyearahpenyearah terkendali fasa-satu lainnya.

lainnya.

4.2.3.2.3 Penyearah fasa-tiga terkendali 4.2.3.2.3 Penyearah fasa-tiga terkendali

Penyearah fasa-tiga memberikan tegangan keluaran rata-rata yang lebih tinggi, dan faktor Penyearah fasa-tiga memberikan tegangan keluaran rata-rata yang lebih tinggi, dan faktor ripelnya lebih rendah dari penyearah fasa-satu sehingga masalah filteringnya juga semakin simpel. ripelnya lebih rendah dari penyearah fasa-satu sehingga masalah filteringnya juga semakin simpel. Karena itulah, penyearah fasatiga terkendali sangat banyak digunakan dalam pengendalian kecepatan Karena itulah, penyearah fasatiga terkendali sangat banyak digunakan dalam pengendalian kecepatan motor berdaya tinggi. Salah satu bentuk aplikasi penyearah fasa-tiga terkendali adalah penyearah motor berdaya tinggi. Salah satu bentuk aplikasi penyearah fasa-tiga terkendali adalah penyearah M3C, penyearah fasa-tiga, tiga-pulsa, terkendali (Gambar 4.51). Tiga thyristor, masing-masing M3C, penyearah fasa-tiga, tiga-pulsa, terkendali (Gambar 4.51). Tiga thyristor, masing-masing disambungkan pada masing-masing saluran, dan setiap thyristor mendapat pulsa trigger sesuai

disambungkan pada masing-masing saluran, dan setiap thyristor mendapat pulsa trigger sesuai dengandengan daerah operasi masing sehingga keluarannya terdiri dari 3 pulsa yang dapat diatur sesuai sudut daerah operasi masing sehingga keluarannya terdiri dari 3 pulsa yang dapat diatur sesuai sudut penyulutan.

penyulutan.

Tipe penyearah terkendali dan sangat handal adalah penyerah fasa-tiga, enam-pulsa sistem Tipe penyearah terkendali dan sangat handal adalah penyerah fasa-tiga, enam-pulsa sistem  jembatan (Gambar 4.52). Penyearah ini sangat ekstensif digunakan untuk aplikasi-aplikasi daya tinggi  jembatan (Gambar 4.52). Penyearah ini sangat ekstensif digunakan untuk aplikasi-aplikasi daya tinggi sampai ratusan kW, di mana dibutuhkan operasi dua-kuadrant. Penyearah ini sangat cocok untuk  sampai ratusan kW, di mana dibutuhkan operasi dua-kuadrant. Penyearah ini sangat cocok untuk  beban-beban yang tingkat induktansinya sangat tinggi. Thyristor-thyristor disulut pada

beban-beban yang tingkat induktansinya sangat tinggi. Thyristor-thyristor disulut pada interval ????/3.interval ????/3. Frekuensi tegangan keluaran adalah 6 kali frekuensi sumber sehingga masalah penapisan Frekuensi tegangan keluaran adalah 6 kali frekuensi sumber sehingga masalah penapisan (

( filtering filtering)nya lebih rendah dari M3C. Urutan penyulutan thyristornya sesuai dengan indeks angkanya)nya lebih rendah dari M3C. Urutan penyulutan thyristornya sesuai dengan indeks angkanya adalah sebagai berikut: 12, 23, 34, 45, 56, dan 61.

adalah sebagai berikut: 12, 23, 34, 45, 56, dan 61.

Gambar 4.52 menunjukkan gelombang tegangan keluaran ketika rangkaian beroperasi secara penuh Gambar 4.52 menunjukkan gelombang tegangan keluaran ketika rangkaian beroperasi secara penuh dan ketika beroperasi pada sudut penyulutan

dan ketika beroperasi pada sudut penyulutan yang berbeda.yang berbeda.

SCR

SCR singkatan dari

singkatan dari

Silicon Control Rectifier 

Silicon Control Rectifier 

. Adalah

. Adalah Dioda

Dioda

yang mempunyai fungsi sebagai

yang mempunyai fungsi sebagai

pengendali

pengendali. SCR

. SCR atau

atau Tyristor 

Tyristor 

masih termasuk keluarga

masih termasuk keluarga semikonduktor 

semikonduktor 

dengan karateristik

dengan karateristik

yang serupa dengan tabung

(10)

disebut

disebut

Therystor 

Therystor 

. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN

. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN

(Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN

(Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda

Trioda

..

Logo pada 

Logo pada skema elektronik 

skema elektronik 

untuk SCR: 

untuk SCR: 

Guna SCR:

Guna SCR:

Sebagai rangkaian

Sebagai rangkaian Saklar 

Saklar 

((

switch control 

switch control 

))

Sebagai rangkaian pengendali (

Sebagai rangkaian pengendali (

remote control 

remote control 

))

Diagram dan skema SCR: 

Diagram dan skema SCR: 

 Ada tiga kelomp

 Ada tiga kelompok besar untu

ok besar untuk semikondukto

k semikonduktor ini yang sama-sa

r ini yang sama-sama dapat ber

ma dapat berfungsi

fungsi

sebagai

sebagai Saklar 

Saklar 

((

Switching 

Switching 

) pada tegangan 120 volt

) pada tegangan 120

volt

sampai 240 volt. Ketiga

sampai 240 volt. Ketiga

kelompok tersebut adalah SCR ini sendiri,

kelompok tersebut adalah SCR ini sendiri, DIAC

DIAC

dan

dan TRIAC

TRIAC

..

Main SCR

Main SCR

JUDUL PRAKTIK : MAIN SCR

JUDUL PRAKTIK : MAIN SCR

N a m a : Muh. Tirta Bangun Sarheld

N a m a : Muh. Tirta Bangun Sarheld

N I M : 08 612 004

N I M : 08 612 004

Kelompok : VI A 1

Kelompok : VI A 1

Waktu Praktik : SELASA, 15 MARET 2011

Waktu Praktik : SELASA, 15 MARET 2011

PROGAM STUDI TEKNIK LISTRIK

PROGAM STUDI TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

2010

2010

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM LAB ELDA

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM LAB ELDA

JOB 1 MAIN SCR

JOB 1 MAIN SCR

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(11)

SCR (THYRISTOR)

SCR (THYRISTOR)

Karakteristik SCR (Silicon Controlled Rectifier)

Karakteristik SCR (Silicon Controlled Rectifier)

Sebuah SCR terdiri dari tiga terminal yaitu anoda, katoda, dan gate. SCR berbeda dengan

Sebuah SCR terdiri dari tiga terminal yaitu anoda, katoda, dan gate. SCR berbeda dengan

dioda rectifier biasanya. SCR dibuat dari empat buah lapis dioda. SCR banyak digunakan

dioda rectifier biasanya. SCR dibuat dari empat buah lapis dioda. SCR banyak digunakan

pada suatu sirkuit elekronika karena lebih efisien dibandingkan komponen lainnya terutama

pada suatu sirkuit elekronika karena lebih efisien dibandingkan komponen lainnya terutama

pada pemakaian saklar elektronik.

pada pemakaian saklar elektronik.

SCR biasanya digunakan untuk mengontrol khususnya pada tegangan tinggi karena SCR

SCR biasanya digunakan untuk mengontrol khususnya pada tegangan tinggi karena SCR

dapat dilewatkan tegangan dari 0 sampai 220 Volt tergantung pada spesifik dan tipe dari

dapat dilewatkan tegangan dari 0 sampai 220 Volt tergantung pada spesifik dan tipe dari

SCR tersebut. SCR tidak akan menghantar atau on, meskipun diberikan tegangan maju

SCR tersebut. SCR tidak akan menghantar atau on, meskipun diberikan tegangan maju

sampai pada tegangan breakovernya SCR tersebut dicapai (VBRF).

sampai pada tegangan breakovernya SCR tersebut dicapai (VBRF).

Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) SCR adalah dengan mengurangi arus

Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) SCR adalah dengan mengurangi arus

Triger (IT) dibawah arus penahan (ITT).

Triger (IT) dibawah arus penahan (ITT). SCR adalah thyristor yang uni directional,karena

SCR adalah thyristor yang uni directional,karena

ketika terkonduksi hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju

ketika terkonduksi hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju

katoda. Artinya, SCR aktif ketika gate-nya diberi

katoda. Artinya, SCR aktif ketika gate-nya diberi polaritas positif dan antara anoda dan

polaritas positif dan antara anoda dan

katodanya dibias maju. Dan ketika sumber yang masuk pada SCR adalah sumber AC,

katodanya dibias maju. Dan ketika sumber yang masuk pada SCR adalah sumber AC,

proses penyearahan akan berhenti saat siklus negatif terjadi.

proses penyearahan akan berhenti saat siklus negatif terjadi.

Silicon Controlled Rectifier (SCR)

Silicon Controlled Rectifier (SCR)

SCR hanyalah sebuah penyearah konvensional dikendalikan oleh sinyal gerbang.

SCR hanyalah sebuah penyearah konvensional dikendalikan oleh sinyal gerbang.

Rangkaian utama adalah sebuah penyearah, namun penerapan tegangan maju tidak cukup

Rangkaian utama adalah sebuah penyearah, namun penerapan tegangan maju tidak cukup

untuk konduksi.

untuk konduksi.

Sebuah sinyal kontrol gerbang penyearah konduksi.

Sebuah sinyal kontrol gerbang penyearah konduksi.

SCR Operation

SCR Operation

-Anoda-katoda memiliki ketahana

-Anoda-katoda memiliki ketahanan maju rendah dan

n maju rendah dan reverse resistensi tinggi.

reverse resistensi tinggi.

-Ini dikendalikan dari keadaan off resistansi tinggi beata resistansi rendah dengan sinyal

-Ini dikendalikan dari keadaan off resistansi tinggi beata resistansi rendah dengan sinyal

diterapkan pada ketiga terminal, gerbang.

diterapkan pada ketiga terminal, gerbang.



-Setelah diaktifkan tetap pada penghapusan bahkan setelah sinyal gerbang, selama arus

-Setelah diaktifkan tetap pada penghapusan bahkan setelah sinyal gerbang, selama arus

minimum, saat memegang, Ih, dijaga dalam utama atau penyearah sirkuit.

minimum, saat memegang, Ih, dijaga dalam utama atau penyearah sirkuit.



-Untuk mematikan sebuah SCR anoda-katoda saat ini harus dikurangi menjadi kurang dari

-Untuk mematikan sebuah SCR anoda-katoda saat ini harus dikurangi menjadi kurang dari

penyelenggaraan sekarang, Ih.

penyelenggaraan sekarang, Ih.



Simple DC Circuit

Simple DC Circuit

Simple AC Circuit

Simple AC Circuit

Non Ideal

Non Ideal Characteri

Characteri

stics

stics

SCR Forward Direction

SCR Forward Direction

- Dalam arah maju dengan pintu terbuka, SCR tetap pada dasarnya dalam kondisi off 

- Dalam arah maju dengan pintu terbuka, SCR tetap pada dasarnya dalam kondisi off 

sampai tegangan breakover maju t

sampai tegangan breakover maju t

ercapai.

ercapai.

- ada kebocoran arus kecil maju

- ada kebocoran arus kecil maju

- Pada saat

- Pada saat itu kurva terpasang kembali ke khas karakteristik penyearah maju.

itu kurva terpasang kembali ke khas karakteristik penyearah maju.

SCR Gate Signal

SCR Gate Signal

- Penerapan tegangan ke depan gerbang kecil memindahkan SCR.

- Penerapan tegangan ke depan gerbang kecil memindahkan SCR.

- SCR juga dapat diaktifkan dengan melebihi breakover tegangan maju, namun demikian hal

- SCR juga dapat diaktifkan dengan melebihi breakover tegangan maju, namun demikian hal

ini biasanya dianggap sebagai keterbatasan desain dan switching biasanya dikendalikan

ini biasanya dianggap sebagai keterbatasan desain dan switching biasanya dikendalikan

dengan gerbang voltase.

dengan gerbang voltase.

Dynamic Characteristics

Dynamic Characteristics

Limitations

Limitations

- Keterbatasan SCR adalah tingkat kenaikan tegangan terhadap waktu, dV / dt.

- Keterbatasan SCR adalah tingkat kenaikan tegangan terhadap waktu, dV / dt.

(12)

- Tingkat kenaikan besar tegangan rangkaian dapat memicu sebuah SCR ke konduksi.

- Tingkat kenaikan besar tegangan rangkaian dapat memicu sebuah SCR ke konduksi.

-Sebagian besar aplikasi SCR dalam switching power, fase kontrol, helikopter, dan sirkuit

-Sebagian besar aplikasi SCR dalam switching power, fase kontrol, helikopter, dan sirkuit

inverter.

inverter.

SCR Commutation Methods

SCR Commutation Methods

komutasi: - Alam

komutasi: - Alam

- Paksa:

- Paksa:

• Self

• Self pergantian

pergantian

• Impulse

• Impulse

• Resonant Pulse

• Resonant Pulse

• Komplemen

• Komplemen

• Eksternal Load sisi

• Eksternal Load sisi

• Line

• Line-sisi

-sisi

SCR UTAMA

SCR UTAMA

Tujuan:

Tujuan:

Mengukur karakteristik pada keadaan-SCR utama rangkaian SCR dengan sirkuit t

Mengukur karakteristik pada keadaan-SCR utama rangkaian SCR dengan sirkuit t

urn-

urn-sering.

sering.

Peralatan:

Peralatan:

1 DL 2611 Jembatan penyearah tiga-fasa 1 DL

1 DL 2611 Jembatan penyearah tiga-fasa 1 DL 2612 SCR dengan turn-off circuit

2612 SCR dengan turn-off circuit

1 DL 2613 DC power supply

1 DL 2613 DC power supply

1 DL 2614 T

1 DL 2614 T

egangan referensi genera

egangan referensi genera

tor 1

tor 1 DL 2626 transformator listrik

DL 2626 transformator listrik

1 DL 2627

1 DL 2627 Kapasitor 

Kapasitor 

1 DL 2628 Super-cepat sekering (3x6.3 A)

1 DL 2628 Super-cepat sekering (3x6.3 A)

1 DL 2635 Universal beban

1 DL 2635 Universal beban

2 DL 2109T33 True rms meter 

2 DL 2109T33 True rms meter 

Circuit diagram

Circuit diagram

Prosedur Percobaan

Prosedur Percobaan

Pasang sirkuit diagram sesuai topografi di atas dengan resistor beban 300 Q ..

Pasang sirkuit diagram sesuai topografi di atas dengan resistor beban 300 Q ..

1) Sambungan

1) Sambungan

Hubungkan generator tegangan referensi DL 2614 ke catu daya 15 V/0/- 1 5V, Hubungkan

Hubungkan generator tegangan referensi DL 2614 ke catu daya 15 V/0/- 1 5V, Hubungkan

output UO generator tegangan gerbang SCR dan 0 V untuk katoda.

output UO generator tegangan gerbang SCR dan 0 V untuk katoda.

2) Pengaturan Dasar 

2) Pengaturan Dasar 

2.1) Tegangan referensi generator DL

2.1) Tegangan referensi generator DL 2614

2614

EXT / INT mengaktifkan posisi INT.

EXT / INT mengaktifkan posisi INT.

(0 / ±

(0 / ± 10V) / (0 / ±

10V) / (0 / ±

10V) menghidup

10V) menghidupkan (0 /

kan (0 / 10 V) posisi. Setpoint potensiome

10 V) posisi. Setpoint potensiometer ke 0 V.

ter ke 0 V. 2.2)

2.2)

Lead

Lead

Untuk mengatur kondisi kerja yang berbeda itu perlu untuk membuat hubungan yang cocok

Untuk mengatur kondisi kerja yang berbeda itu perlu untuk membuat hubungan yang cocok

memimpin positif dan resistansi beban, seperti ditunjukkan pada gambar berikut,

memimpin positif dan resistansi beban, seperti ditunjukkan pada gambar berikut,

Kami menyarankan untuk memutuskan sambungan tegangan listrik sebelum membuat

Kami menyarankan untuk memutuskan sambungan tegangan listrik sebelum membuat

perubahan pada sirkuit beban.

perubahan pada sirkuit beban.

2,3) Meter 

2,3) Meter 

Set AV / AC + DC pengukuran untuk voltmeter ammeter PI dan P2. Voltmeter P 1: kisaran

Set AV / AC + DC pengukuran untuk voltmeter ammeter PI dan P2. Voltmeter P 1: kisaran

berukuran 300 V.

berukuran 300 V.

 Ammeter P2: rentan

 Ammeter P2: rentang pengukuran 3

g pengukuran 3 A (1 A).

A (1 A).

DL DCA 203,1 DeLorenzo

DL DCA 203,1 DeLorenzo

3) Supply sirkuit: voltmeter indikasi P1 adalah 120 V tentang sejak SCR ini batal .

3) Supply sirkuit: voltmeter indikasi P1 adalah 120 V tentang sejak SCR ini batal .

Mengatur tegangan v0, untuk api SCR utama (UO = 2,5 ÷ 3 V): voltmeter indikasi P1 hampir 

Mengatur tegangan v0, untuk api SCR utama (UO = 2,5 ÷ 3 V): voltmeter indikasi P1 hampir 

nol sedangkan P2 ammeter menunjukkan saat ini mengalir.

nol sedangkan P2 ammeter menunjukkan saat ini mengalir.

4) Tegangan dan arus pengukuran

(13)

Mengukur:

Mengukur:

4.1) UT tersebut. tegangan antara anoda dan katoda dari SCR utama oleh voltmeter P1.

4.1) UT tersebut. tegangan antara anoda dan katoda dari SCR utama oleh voltmeter P1.

Menetapkan jangkaua

Menetapkan jangkauan ukur 3

n ukur 3 V.

V.

4.2) TI saat ini SCR utama oleh ammeter P2.

4.2) TI saat ini SCR utama oleh ammeter P2.

Masukkan nilai yang terukur untuk resistensi beban disarankan dalam tabel berikut dan

Masukkan nilai yang terukur untuk resistensi beban disarankan dalam tabel berikut dan

menghitung Pon, daya yang hilang pada perangkat selama suite-on.

menghitung Pon, daya yang hilang pada perangkat selama suite-on.

R(Ω) 300 200 100 50 33

R(Ω) 300 200 100 50 33

UT(V) 0,818 0,827 0,839 0,88 0,915

UT(V) 0,818 0,827 0,839 0,88 0,915

IT (A) 0,377 0,56 1,1 2,06 2,9

IT (A) 0,377 0,56 1,1 2,06 2,9

Poff = UT*IT (W)

Poff = UT*IT (W) 0,308 0,463 0,922 1,812 2,653

0,308 0,463 0,922 1,812 2,653

Karakteristik TI = f (UT) dari SCR utama.

Karakteristik TI = f (UT) dari SCR utama.

Kesimpulan

Kesimpulan

Dari data di atas,

Dari data di atas, kita dapat mengetahui karakteristik kerja dari SCR. Yaitu dengan mengatur 

kita dapat mengetahui karakteristik kerja dari SCR. Yaitu dengan mengatur 

tegangan UT (Volt) di naikan secara perlahan maka menyebabkan pemutusan pada

tegangan UT (Volt) di naikan secara perlahan maka menyebabkan pemutusan pada

Rangkaian tersebut dan nilai Arusnya terbaca.

Rangkaian tersebut dan nilai Arusnya terbaca.

SCR akan menghantar jika pada terminal gate diberi pemicuan yang berupa arus dengan

SCR akan menghantar jika pada terminal gate diberi pemicuan yang berupa arus dengan

tegangan positip dan SCR akan tetap on bila arus yang mengalir pada SCR lebih besar dari

tegangan positip dan SCR akan tetap on bila arus yang mengalir pada SCR lebih besar dari

arus

arus

TRIAC

TRIAC

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Simbol Skematik TRIAC

Simbol Skematik TRIAC

(14)

TRIAC

TRIAC, atau

, atau

Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) 

Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) 

adalah

adalah

sebuah komoromen

sebuah komoromen elektronik

elektronik

yang kira-kira ekivalen dengan dua

yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR

SCR

yang

yang

disambungkan

disambungkan antiparalel

antiparalel

dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama resmi untuk

dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama resmi untuk

TRIAC adalah

TRIAC adalah

Bidirectional Triode Thyristor 

Bidirectional Triode Thyristor 

. Ini menunjukkan sakelar dwiarah yang dapat

. Ini menunjukkan sakelar dwiarah yang dapat

mengalirkan

mengalirkan arus listrik

arus listrik

ke kedua arah ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat disulut baik

ke kedua arah ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat disulut baik

dengan tegangan positif ataupun negatif pada elektrode gerbang. Sekali disulut, komponen

dengan tegangan positif ataupun negatif pada elektrode gerbang. Sekali disulut, komponen

ini akan terus menghantar hingga arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya,

ini akan terus menghantar hingga arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya,

misal pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat

misal pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat

cocok untuk mengendalikan kalang AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat

cocok untuk mengendalikan kalang AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat

tinggi dengan arus kendali yang

tinggi dengan arus kendali yang sangat rendah. Sebagai tambahan, memberikan pulsa sulut

sangat rendah. Sebagai tambahan, memberikan pulsa sulut

pada titik tertentu dalam siklus AC memungkinkan pengendalian persentase arus yang

pada titik tertentu dalam siklus AC memungkinkan pengendalian persentase arus yang

mengalir melalui TRIAC

mengalir melalui TRIAC ((pengendalian fase

pengendalian fase

))..

Konstuksi Simbol TRIAC

Konstuksi Simbol TRIAC

Low-Curren

Low-Current

t TRIAC dapat mengontak

TRIAC dapat mengontak hingga

hingga kuat arus

kuat arus

1

1 ampere

ampere

dan mempunyai maksimal

dan mempunyai maksimal

tegangan sampai beberapa ratus volt.

tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Cu

Medium-Current TRIACS dapat

rrent TRIACS dapat mengontak sampai

mengontak sampai

kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.

kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.

Gejala transien-penyaklaran yang terjadi pada penyalur catu teganganadalah

Gejala transien-penyaklaran yang terjadi pada penyalur catu teganganadalah

penyebab utama dari pelanggaran laju kritis kenaikan-tegangan. Salahsatu cara

penyebab utama dari pelanggaran laju kritis kenaikan-tegangan. Salahsatu cara

untuk mengur

untuk mengurangi peng

angi pengaruh transi

aruh transien tersebut adal

en tersebut adalah mengguna

ah menggunakanp

kanp em

em ba

ba tt as

as

a t a u p e n e k a n R C s e p e r t i t e r l i h a t p a d a G a m b a r 4 . 4 . ( a ) . B i l a

a t a u p e n e k a n R C s e p e r t i t e r l i h a t p a d a G a m b a r 4 . 4 . ( a ) . B i l a

ge

ge ja

ja la

la transie

transien berkecepa

n berkecepatan tinggi terjad

tan tinggi terjadi pada tegangan catu, maka laju

i pada tegangan catu, maka laju

kenaikannyapada anode akan dikurangi oleh rangkaian RC tersebut. Laju

kenaikannyapada anode akan dikurangi oleh rangkaian RC tersebut. Laju

kenaikan

kenaikan

d

da

alla

am

mt e g

t e g a n g a n a

a n g a n a n o d e t

n o d e t i d a k h a

i d a k h a n y a b e

n y a b e r g a n t

r g a n t u n g p a

u n g p a d a h a r g

d a h a r g a R d a n

a R d a n

C

C ,

, tt e

e tt a

a p

p i

i jj u

u g

g a

a be

berg

rgan

antu

tung

ng pa

pada

da be

besa

sarn

rnya

ya ha

hamb

mbat

atan

an be

beba

ban.

n.Pirant

Pirant i SCR yan

i SCR yan g lebih

g lebih

besar masih dikenakan batas lain berupa

besar masih dikenakan batas lain berupa

l a j u k r i t i s k e n a i k a n a r u s . M i s a l n y a p i r a n t i C 7 0 1 d i k e t a h u i m e m p u n y a i l a j

l a j u k r i t i s k e n a i k a n a r u s . M i s a l n y a p i r a n t i C 7 0 1 d i k e t a h u i m e m p u n y a i l a j

u

(15)

lla

aju

juini, SCR yang

ini, SCR yang bersangkutan dapat

bersangkutan dapat menjadi rusak akibat

menjadi rusak akibat bintik

bintik -bintik panas

-bintik panas

((ho

ho ttspots) yang terjadi d

spots) yang terjadi didalamnya

idalamnya. Penggunaan sebuah ind

. Penggunaan sebuah inductor secara seri

uctor secara seri

s

se

ep

pe

errttiid i t u n j u k k

d i t u n j u k k a n

a n p a d a

p a d a G a m b a r

G a m b a r 4 . 4 . ( b )

4 . 4 . ( b ) a k a n

a k a n m e n g u r a n g

m e n g u r a n g i

i l a j u

l a j u k e n a i k a

k e n a i k a n

n

a

a rr u

u s

s ,

, d

d a

a n

n memb

membantu p

antu pemba

embatas RC d

tas RC dalam

alam mene

menekan la

kan laju ken

ju kenaika

aikan tega

n tegangan

ngan.Gamb

.Gambar (a

ar (a))

Penekan RC (R

Penekan RC (RC snubber

C snubber).(b) Penekanan

).(b) Penekanan laju kenai

laju kenaikan arus denga

kan arus dengan induktor Su

n induktor Su at

at u

u SC

SC R

R

memiliki tegangan gerbang

memiliki tegangan gerbang

G G V V

. S a a t t e g a n g a n i n i l e n i h d a r i

. S a a t t e g a n g a n i n i l e n i h d a r i

GT  GT  V  V 

, SCR akan hidup dan tegangan keluaran akan jatuh dari

, SCR akan hidup dan tegangan keluaran akan jatuh dari

CC  CC  V  V 

+

+

ke

kesuatu nilai yang rendah. Kadang

suatu nilai yang rendah. Kadang -kadang, hambatan gerbang

-kadang, hambatan gerbang digunakan disini.

digunakan disini.

H a m b a t a n i n i m e m b a t a s i a r u s g e r b a n g k e s u a t u n i l a i y a n g a m a n .

H a m b a t a n i n i m e m b a t a s i a r u s g e r b a n g k e s u a t u n i l a i y a n g a m a n .

T

T e

e g

g a

a n

n g

g a

a n

n masu

masukan ya

kan yang dib

ng dibutuh

utuhkan un

kan untuk me

tuk memicu s

micu sebua

ebuah SCR h

h SCR harus l

arus lebih d

ebih dari:

ari:

GT GT GT GT GT GT IN IN   R I V V   R I V V 

+=

+=

D a l a m p e r s a m a a n i n i ,

D a l a m p e r s a m a a n i n i ,

GT  GT  V  V 

dan

dan

GT  GT   I   I 

ad

ad al

al ah

ah tt eg

eg an

an ga

ga n

n da

da n

n ar

ar us

us pem

pemicu

icu ger

gerban

bang u

g untuk

ntuk pir

pirant

anti. K

i. Keun

euntung

tungan

an uta

utama

ma

dari SCR adalah penekanantombol yang sangat pendek berdasarkan penekanan tombol

dari SCR adalah penekanantombol yang sangat pendek berdasarkan penekanan tombol

ya

yang

ng re

rege

gene

nera

rati

tif.

f. In

Inimengurangi

imengurangi penurun

penurun an

an teg

teg angan

angan di

di dan

dan mengij

mengij inkan

inkan produk

produk si

si

ko

ko mp

mp on

on en

en SCR

SCR ,,ya

yang b

ng bisa

isa men

menaha

ahan ar

n arus y

us yan

ang san

g sangat b

gat besa

esar (1

r (100 a

00 ampe

mpere)

re).K

.K e

e b

b u

u rr u

u k

k a

a n

n

d a r i

d a r i S C R a

S C R a d a l a h

d a l a h p e m a t i a

p e m a t i a n .

n . P e m a t i a

P e m a t i a n d a r

n d a r i S C

i S C R h a n y

R h a n y a a d a

a a d a s a

s at u

t u c a

c ar a

r a y

ya i

a it u

t u

mengurangi arus yang mengalir melalui ini disamping arus

mengurangi arus yang mengalir melalui ini disamping arus

y

ya

an

ng

gu

utta

am

ma

a..S e b

S e b u a h

u a h t r

t r a n s

a n s i s t

i s t o r

o r b i s

b i s a j

a j u g a

u g a m e n

m e n e k a

e k a n t

n t o m b

o m b o l

o l a r u

a r u s d

s d a l a

a l a

m

(16)

ak

ak uk

uk an

an de

de ng

ng an

an se

se de

de rh

rh an

an ayaitu

ayaitu men

menghen

ghentika

tikan a

n arus

rus di

di bas

base. K

e. Keru

erugia

gianny

nnya

a

ad

ad al

al ah

ah wak

wak tu

tu pen

pen ek

ek an

an an

an to

to mb

mb ol

ol leb

lebih l

ih lama

ama da

dan se

n selam

lama p

a pene

enekan

kanan

an tom

tombol

bol da

dalam

lam

ke

kead

adaa

aaan

an te

tega

gang

ngan

an ya

yang

ng ti

ting

nggi

gidiba

diba ngu

ngu n d

n d ala

ala m

m ini,

ini, deng

deng an

an dem

dem iki

iki an

an ini

ini tid

tid ak

ak bisa

bisa

digunakan untuk penekanantombol untuk arus yang besar.

digunakan untuk penekanantombol untuk arus yang besar.

Jenis SCR

Jenis SCR

 Adapun jeni

 Adapun jenis-jenis dari S

s-jenis dari SCR antara lai

CR antara lain sebagai be

n sebagai berikut:1

rikut:1 .. L

L A

A S

S C

C R

R (( ll ii g

g h

h t

t a

a c

c tt ii v

v a

a tt e

e d

d

S C R )

S C R ) a d a l

a d a l a h j

a h j e n i s

e n i s S C R

S C R y a n g

y a n g a p a b

a p a b i l a

i l a t e r

t e r k e n a

k e n a s i n a

s i n a r

r m a

m at a

t ah a

h ar i

r i ( c

( ca h

a ha y

a ya

a y a

y an g

n g

cukup kuat ) akan menyebabkan elektron-elektronvalensi dalam SCR tersebut

cukup kuat ) akan menyebabkan elektron-elektronvalensi dalam SCR tersebut

akan dilepaskan dari orbit-orbitnya dan akanmenjadi elektron-elektron bebas. Ketika

akan dilepaskan dari orbit-orbitnya dan akanmenjadi elektron-elektron bebas. Ketika

elektron-elek

elektron-elektron ini

tron ini mengalir keluar dari kolektor akan

mengalir keluar dari kolektor akan memasuki basis transistor, maka

memasuki basis transistor, maka

pros

proses

es regen

regeneras

erasi

i akan

akanberl

berlangs

angsung

ung samp

sampai

ai LAS

LASCR

CR menja

menjadi

di tertu

tertutup.2

tup.2.. S

S C

C S

S (( s

s ii ll ii c

c o

o n

n

c o n t r o l l e d s w i t c h ) a d a l a h j e n i s S C R y a n g i d e n t i k d e n g a n

c o n t r o l l e d s w i t c h ) a d a l a h j e n i s S C R y a n g i d e n t i k d e n g a n

s a k l a r p e n a h a n S C S m e n y e d i a k a n s a l u r a n k e p a d a k e d u a b a s i s n y a s a t u

s a k l a r p e n a h a n S C S m e n y e d i a k a n s a l u r a n k e p a d a k e d u a b a s i s n y a s a t u

picuprategangan maju yang diberikan kepada salah satu basis tersebut akan

picuprategangan maju yang diberikan kepada salah satu basis tersebut akan

menutupi SCS, begitu pula sebalik

menutupi SCS, begitu pula sebalik nya bila diberi prategangan balik

nya bila diberi prategangan balik maka

maka a

aka

kan

n

me

mem

mbu

buka

ka p

pir

iran

anti

ti sa

sakl

klar

ar.3

.3 .. G

G C

C S

S (( g

g a

a tt e

e

--c o n t r o l l e d s w i t --c h ) a d a l a h s a k l a r y a n g

c o n t r o l l e d s w i t c h ) a d a l a h s a k l a r y a n g d i r a n c a n g

d i r a n c a n g

u n t u k d i b u k a d e n g a n c a r a m u d a h y a i t u d e n g a n p i c u p r a t e g a n g a

u n t u k d i b u k a d e n g a n c a r a m u d a h y a i t u d e n g a n p i c u p r a t e g a n g a n

n

b

b a

a ll ii k

k .

. U

U n

n tt u

u k

k G

G C

C S

S pe

penu

nutup

tupan

an dil

dilaku

akukan

kan de

denga

ngan p

n pic

icu p

u posi

ositi

tif da

f dan p

n pem

embu

buka

kaan

an

di

di la

la ku

ku ka

ka n

n de

de ng

ng an

an picu

picu nega

negatif ( a

tif ( atau de

tau dengan

ngan pem

pemutusa

utusan aru

n arus ren

s rendah )

dah )

Karakterist

Karakteristik SCR

ik SCR (Silicon Controlled

(Silicon Controlled Rectifier)

Rectifier)

1 . S e b u a h S C R t e r d i r i d a r i t i g a t e r m i n a l y a i t u a n o d a , k a t o d a , d a n g a t e .

1 . S e b u a h S C R t e r d i r i d a r i t i g a t e r m i n a l y a i t u a n o d a , k a t o d a , d a n g a t e .

S

S C

C R

R berbeda

berbeda dengan

dengan dioda rec

dioda rectifier biasa

tifier biasanya. SC

nya. SCR dibuat

R dibuat dari emp

dari empat buah

at buah lapisdi

lapisdi od

od a.

a.

SCR banyak digunakan pada suatu sirkuit elekr

SCR banyak digunakan pada suatu sirkuit elekr onika karena lebihefisien

onika karena lebihefisien

dibandingkan komponen lainnya terutama pada pemakaian

dibandingkan komponen lainnya terutama pada pemakaian

s

sa

ak

klla

ar

r e

elle

ek

kttrro

on

niik

k..2 .

2 . S C

S C R

R b i

b i a s

a s a n

a n y a

y a d i

d i g

g u n

u n a k

a k a n

a n u n

u n t u

t u k

k m e

m e n g

n g o n

o n t r

t r o l

o l

k h u s

k h u s u s n y

u s n y a

a p a d a

p a d a t e g a

t e g a n g a n t i n

n g a n t i n g g

g gi k

i k a r

a re n

e na

a

S C R d a p a t d i l e w a t k a n t e g a n g a n d a r i 0 s a m p a i

S C R d a p a t d i l e w a t k a n t e g a n g a n d a r i 0 s a m p a i

2 2 0 V o l t t e r g a n t u n g p a d a s p e s i f i k d a n t i p e d a r i S C R t e r s e b u t . S C R

2 2 0 V o l t t e r g a n t u n g p a d a s p e s i f i k d a n t i p e d a r i S C R t e r s e b u t . S C R

t i d a k a k a n m e n g h a n t a r a t a u o n , m e s k i p u n d i b e r i k a n t e g a n g a n m a j u s a m

t i d a k a k a n m e n g h a n t a r a t a u o n , m e s k i p u n d i b e r i k a n t e g a n g a n m a j u s a m

p

p a

a i

i p

p a

a d

d a

a t e g a

t e g a n g a n

n g a n b r e a k

b r e a k o v e r n

o v e r n y a

y a S C R

S C R t e r s

t e r s e b u t

e b u t d i c a p a

d i c a p a i

i ( V B R

( V B R

F

F )) .

. S

S C

C R

R a

a k

k a

a n

n m e n

m e ng h a

g h an t a

n t ar j i

r j ik a

k a p a d

p a da t

a te r m

e r mi n a

i n al g a

l g at e d

t e di b e

i b er i p

r i pe m i

e m ic u a

c u an y a

n y a

ng

ng be

be ru

ru pa

pa ar

ar u

u sdengan tega

sdengan tegangan po

ngan positip

sitip dan SC

dan SCR akan

R akan tetap on

tetap on bila a

bila arus yan

rus yang

g

me

me ng

ng ali

ali r

r pad

pada S

a SCR

CR leb

lebih

ih bes

besar d

ar dari

ari aru

arus ya

s yang

ng pe

penah

nahan (

an (IH)

IH).3

.3 .. S

S a

a tt u

u

s a t u n y a c a r a u n t u k m e m b u k a ( m e n g o f f

s a t u n y a c a r a u n t u k m e m b u k a ( m e n g o f f

-k a

k a n ) S

n ) S C R a

C R a d a

d a l a h

l a h d e n g

d e n g a n m e n

a n m e n g u

g ur a

r a n g

n g i

i a r

a ru s

u s

T r i g e

T r i g er ( I

r ( IT ) d i

T ) d ib a w a

b a w ah a

h ar u s

r u s p e n a h

p e n a ha n (

a n (I H ) .

I H ) . S C R

S C R a d a l a

a d a l ah t h

h t h y r

y r i s

i s tt o r

o r y a

y a n g

n g u n

u n ii

d i r

d i r e c t

e c t i o n

i o n a l ,

a l , k a r

k a r e n a

e n a k e t

k e t i k a

i k a t e

t e r k o

r k o n d u

n d u k s

k s i

i h a n

h a n y a

y a b i s

b i s a m

a me

elle

ew

wa

attk

ka

an

n a

arru

us

s

satu

satu ara

arah sa

h saja y

ja yaitu

aitu dari

dari ano

anoda me

da menuj

nuju kat

u katoda

oda. Art

. Artiny

inya,SC

a,SC R

R ak

ak ti

ti f

f ke

ke ti

ti ka

ka ga

ga te

te

--n y a

n y a d i b e

d i b e r i p

r i p o l a

o l a r i t

r i t a s p

a s p o s i t

o s i t i f

i f d a n

d a n a n t

a n t a r a

a r a a n o d

a n o d a d a

a d a n k a t o

n k a t od a

d an y

n ya

a d i

d ib i

b ia s

a s m a

m aj u

j u..

Dan

Dan ket

ket ika

ika sum

sum ber

ber yan

yan g m

g m asuk

asuk pada

pada SCR

SCR ada

ada lah

lah su

sumb

mber

er AC

AC,

, pr

pros

oses

es pe

peny

nyea

eara

raha

han

n

akan berhenti saat siklus negatif terjadi

akan berhenti saat siklus negatif terjadi

Susunan Material Thyristor

Susunan Material Thyristor

SCR (

(17)

Telah dibahas, bahwa untuk membuat thyristor menjadi ON kita harus memberi

Telah dibahas, bahwa untuk membuat thyristor menjadi ON kita harus memberi

arus

arus trigger 

trigger lapisan P yang dekat dengan katoda. Caranya dengan membuat

lapisan P yang dekat dengan katoda. Caranya dengan membuat

kaki

kaki gate

gate pada thyristor PNPN seperti pada gambar di bawah. Karena letaknya

pada thyristor PNPN seperti pada gambar di bawah. Karena letaknya

yang dekat dengan katoda, pin

yang dekat dengan katoda, pin gate

gate ini bisa juga disebut pin

ini bisa juga disebut pin gate

gatekatoda

katoda

((cathode gate

cathode gate). Beginilah SCR dibuat dan simbol SCR digambarkan seperti

). Beginilah SCR dibuat dan simbol SCR digambarkan seperti

ilustrasi di bawah.

ilustrasi di bawah. SCR dalam banyak literatur disebut Thyristor saja

SCR dalam banyak literatur disebut Thyristor saja ..

Susunan SCR hampir sama dengan susunan dioda empat lapis, hanya saja pada

Susunan SCR hampir sama dengan susunan dioda empat lapis, hanya saja pada

SCR terdapat tambahan satu terminal keluar pada basis transistor PNP yang

SCR terdapat tambahan satu terminal keluar pada basis transistor PNP yang

disebut

disebut Gate

Gate

Struktur, simbol, dan bentuk SCR

Struktur, simbol, dan bentuk SCR

Ilustrasi berikut menjelaskan susunan SCR dan rangkaian ekuivalen.

Ilustrasi berikut menjelaskan susunan SCR dan rangkaian ekuivalen.

Susunan SCR dan Rangkaian ekuivalen

Susunan SCR dan Rangkaian ekuivalen

Karakteristik Kurva SCR 

Karakteristik Kurva SCR 

Melalui kaki (pin)

Melalui kaki (pin) gate

gate tersebut memungkink

tersebut memungkinkan komponen ini

an komponen ini di

ditrigger 

trigger atau

atau

dipicu menjadi ON, yaitu dengan memberi arus

dipicu menjadi ON, yaitu dengan memberi arus gate

gate. Ternyata dengan memberi

. Ternyata dengan memberi

arus

arus gate

gate II

gg

yang semakin besar dapat menurunkan tegangan

yang semakin besar dapat menurunkan tegangan breakover 

breakover (V

(V

bobo

))

sebuah SCR. Tegangan ini merupakan tegangan minimum yang diperlukan SCR

sebuah SCR. Tegangan ini merupakan tegangan minimum yang diperlukan SCR

untuk menjadi ON. Sampai pada suatu besar arus

untuk menjadi ON. Sampai pada suatu besar arus gate

gate tertentu, ternyata akan

tertentu, ternyata akan

sangat mudah membuat SCR menjadi ON. Bahkan dengan

sangat mudah membuat SCR menjadi ON. Bahkan dengan

tegangan

tegangan forward 

forward yang kecil sekalipun. Misalnya 1 volt saja atau lebih kecil lagi.

yang kecil sekalipun. Misalnya 1 volt saja atau lebih kecil lagi.

Kurva tegangan dan arus dari sebuah SCR dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Kurva tegangan dan arus dari sebuah SCR dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar

gambar ini memperlihatkan dua rangkaian yang berbeda. Gambar  4.42 4.42 a) memperlihatkan bahwa ketiga
Gambar 4.50 merupakan salah satu tipe penyearah yang banyak diaplikasikan karena keandalannya.
Diagram dan skema SCR: 
ilustrasi di bawah. SCR dalam banyak literatur disebut Thyristor saja SCR dalam banyak literatur disebut Thyristor saja ..
+3

Referensi

Dokumen terkait

dengan peperangan yang terjadi sebelumnya, menurut Gowa sifat peperangan itu adalah perang suci dimana agama lebih menonjol, sehingga pada waktu kerajaan bersangkutan menyerah, tidak

(Yatim dan Masuch, 2007) di mana aktiviti mereka bentuk permainan digital di dalam bilik darjah membolehkan kanak-kanak menonjolkan kreativiti, melaksanakan idea yang asli

Suatu penelitian tentang pengaruh kondisi inkubasi, konsentrasi dan komposisi zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin terhadap proliferasi dan regenerasi gandum

Namun di Kabupaten Manggarai Barat sendiri masih terdapat beberapa kendala terkait kegiatan pariwisata,salah satunya adalah belum memiliki suatu sistem informasi yang tertata

Penggunaan Anakova ini digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis komparatif dua sampel secara bersama- sama.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh

Gunakake aplikasi Album kanggo ndeleng foto lan muter video sing dijupuk nganggo kamera, utawa ndeleng isi sing padha sing disimpen ing piranti.. Potret lan video ditampilake ing

ƒ Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman 3-10 meter di bawah permukaan tanah, maka disarankan menggunakan pondasi dangkal dengan perbaikan tanah atau