DISCLAIMER : PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREOF.
Iaf7400333sekuyah
MARKET REVIEW
WATCH LIST STOCK
IHSG
4,946.09
P
admin
GLOBAL HIGHLIGHT
Last +/- (%) WORLD INDEX HANGSENG 23,315.74 198.27 0.86% NIKKEI 14,994.80 -129.20 0.85% S&P/ASX200 5,469.65 5.62 0.10% FTSE 6,873.55 -1.45 -0.02% DOW JONES 16,945.92 2.82 0.02% EIDO 27.66 0.27 0.99% COMMODITY Gold 1,259.90 6.00 0.48% Oil (WTI) 104.33 -0.02 -0.02% Coal 72.58 0.10 0.13% CPO (RM) 2,400.00 -10 0.41% CURRENCY USD/IDR 11,803 27 0.22% UP A R A M I T R A
FOKUS PAGI
Rabu, 11 Juni 2014
www.paramitra.com
Change 61.00
Change % 1.24%
Foreign Net (Rp/Bill) 0.148
Day Range 4,893.70 - 4,946.09 Value (Rp/Bill) 4,400 Average PE 17.0 Year To Date 17.17% 1 Year 5.76% Source: Bloomberg Source : IDX
Ticker
Rating
Price Target Support Resist.
RALS Buy 1,260 1,340 1,230 1,275 TLKM BoW 2,525 2,580 2,485 2,550 INDF BoW 6,850 6,925 6,800 6,900 GGRM BoW 54,900 55,400 54,175 55,275 KAEF Hold 1,005 1,020 990 1,020 ANTM BoW 1,150 1,205 1,135 1,165 MPPA BoW 3,270 3,310 3,250 3,290 PGAS BoW 5,475 5,500 5,400 5,525 SMGR Buy 15,250 15,400 15,075 15,325 BBTN BoW 1,015 1,070 990 1,050 SIDO Buy 805 850 790 820
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari
Rabu (11/06/2014) diperkirakan akan bergerak
menguat pada kisaran 4,900-4,970. Indeks Dow
Jones Industrial average naik 2,82 poin atau kurang
dari 0,1% ke level 16.945,92. Bursa Asia menguat
untuk hari kelima seiring kenaikan saham-saham
sektor konsumer dan telekomunikasi. Indeks MSCI
Asia Pacific naik 0,2% ke level 144,14.
Pada bulan Mei ekspor China meningkat 7%
ketimbang periode sama tahun lalu atau melebihi
prediksi analis sebesar 6,7%. Di sisi lain, impor
China turun 1,6%, sehingga terjadi surplus US$
35,92 miliar yang menjadi level tertinggi selama
lima tahun. Hal itu berdampak pada harga tembaga
yang mendekati level terendah
turun sebesar
0,26% menjadi US$ 6.670 per ton dalam lima pekan
terakhir
(LME).
Penurunan
ini
di
tengah
kekhawatiran impor komoditas metal China yang
turun.
Source: Bloomberg,Reuteres,theice SoS : Sell On Strength; BoW : Buy On Weakness; Spec Buy : Speculative Buy
DAILY NEWS
SECTORAL PERFORMANCE
Last (Rp) +/- ( %) ) AGRI 2,328.58 25.56 1.11% MINING 1,546.84 7.46 0.48% BASIC-IND 527.67 5.94 1.13% MISC-IND 1,291.52 23.89 1.88% CONSUMER 2,045.19 25.20 1.24% PROPERTY 422.76 1.14 0.27% INFRASTRUC 1,087.83 14.98 1.39% FINANCE 655.88 11.44 1.77% TRADE 898.63 6.01 0.67% MANUFACTUR 1,281.43 17.51 1.38% MAKRO EKONOMIPemerintah diminta segera menaikan BBM subsidi
Tugas Pemerintah Baru, Naikkan Harga BBM Subsidi. Melihat kondisi APBN yang terus terbebani dari subsidi energi, Indonesia Resources Studies (IRESS) menantang pemerintahan baru untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, kebutuhan energi nasional sudah masuk status krisis dan untuk memenuhinya harus diimpor. Direktur IRESS, Marwan Batubara, mengatakan untuk mengurangi ketergantungan BBM, subsidi harus dialihkan kepada BBN
(bahan bakar nabati), selain lebih bersih, bahan baku BBN di dalam negeri melimpah, sehingga pemerintah tidak perlu impor. Produksi BBM nasional perhari hanya di kisaran 600 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi BBM nasional mencapai 1,5 juta barel perhari. Impor BBM pun semakin berat apabila Dollar terus menguat, sehingga member dampak yang buruk bagi APBN juga PDB Indonesia. (Ipotnews)
Indonesia menajdi negara tujuan Investasi langsung
Indonesia Bisa Menjadi Pusat Industri Manufaktur Asia. Perekonomian yang kuat dan ketidakpastian politik di negara-negara tetangga, bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat dalam industri manufaktur baru di Asia. Sejumlah perusahaan asing akan melakukan investasi langsung (Foreign Direct Invesment) seperti LG yang akan membangun pabrik di jawa barat, Toyota yang merencanankan untuk menginvestasikan US$337 juta untuk membangun pabrik baru di Indonesia, dan Foxconn yang akan bekerjasama dengan perusahaan dalam negeri tetapi masih menunggu kepastian politik di Indonesia.Upah tenaga kerja di Indonesia dianggap menarik, sehingga pihak asing bisa mempertimbangkannya demi efisiensi dan efektifitas perusahaan. Indonesia juga dikenal sebagai negara konsumtif, sehingga sangat menjanjikan bagi penjualan perusahaan-perusahaan tersebut. (Ipotnews)
Corporate News
BWPT: BWPT mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 134,8%
PT BW Plantation Tbk. (BWPT) mencatatkan lonjakan laba bersih 134,8% dari Rp36,23 miliar menjadi Rp84,99 miliar pada kuartal I/2014. Pendapatan perusahaan menguat 33% secara year-on-year (y-o-y). Jika pada kuartal I/2013 pendapatan perseroan ada di level Rp268,86 miliar tahun ini BWPT berhasil mengantongi hingga Rp356,75 miliar. Pada kuartal ini, perseroan juga meraup untung selisih kurs hingga Rp1,1 miliar. Pemasukan juga bertambah dari laba penjualan aset perusahaan senilai Rp714,62 juta. Sementara itu sepanjang kuartal I/2014 PT BWPT mencatatkan kenaikan volume produksi sebesar 8,6% menjadi 150.098 ton tandan buah segar (TBS) dari 138.250 ton pada periode yang sama tahun lalu. Adapun produksi minyak sawit mentah atau CPO naik 8,2% dari 30.195 ton menjadi 32.676 ton. Di sisi lain, dari segi penjualan CPO justru menurun 10% menjadi 36.011 ton dari 40.026 ton di kuartal I/2013 sedangkan penjualan TBS melonjak 79,8% ke level 27.748 ton. Dari segi harga BWPT pun mendulang untung. Data yang diperoleh dari perseroan menunjukkan rerata harga CPO BWPT terkerek 36,3% menjadi Rp8,21 juta per ton dan TBS menguat 4,2% ke level Rp1,04 juta per ton. Pada 2014, perseroan berencana meningkatkan target produksi sebesar 25% dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara
MYOR: Target penjualan MYOR sebesar Rp 14,15 triliun
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menargetkan penjualan sebesar Rp14,15 triliun pada 2014, naik 17,8% dibandingkan Rp12,01 triliun pada 2013. Laba emiten produsen makanan dan minuman ini ditargetkan sebesar Rp807,01 miliar. MYOR membidik kelas menengah dengan meluncurkan beberapa produk baru. Selain itu, perseroan juga berencana untuk meningkatkan porsi ekspor. Menurut direksi, langkah tersebut dilakukan dengan memasuki pasar baru, maupun memperdalam pemasaran di negara yang sudah menjadi tujuan ekpor sebelumnya. “Sumbangan ekpor tahun ini diperkirakan sekitar 36% dari total penjualan,” tulis direksi. Hingga akhir Maret 2014, perseroan sudah membukukan penjualan dan laba, masing-masing sebesar Rp3,49 triliun dan Rp119,56 miliar. Kontributor terbesar penjualan MYOR per Maret 2014 adalah pasar lokal yang mencapai 60% dan ekspor 40%. (Stockwatch)
AISA: AISA akan melakukan private placement sebesar Rp 658,35 miliar
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan menggelar aksi penambahan modal untuk memperkuat struktur permodalan untuk perluasan investasi dan modal kerja. Hal itu dilakukan dengan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD). Jumlah saham yang akan diterbitkan maksimal 10% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan atas saham seri B. Jumlah itu setara dengan 292,6 juta. (Kontan)
SRTG: SRTG menambah porsi sahamnya di MPMX
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus menambah kepemilikan saham di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan membeli 17.649.204 saham senilai Rp 23,82 miliar. Emiten investasi tersebut membeli saham milik Claris Investments Pte Ltd, perusahaan investasi dari Singapura. Harga pembelian yang disepakati para penjual dan pembeli yaitu Rp1.350 per saham. Ditambah biaya pembelian saham, Saratoga mengucurkan dana senilai Rp23,83 miliar. Setelah aksi pembelian saham yang dilakukan pada 6 Juni 2014 tersebut, Saratoga merupakan pemegang saham utama di Mitra Pinasthika telah memiliki 2.125.141.102 saham. (Investor Daily)
Date Event Forecast Previous
Monday, June 9 CPI y/y (China) 2.4% 1.8%
Tuesday, June 10 New Loans (China) 750B 775B
JOLTS Job Openings (U.S) 4.04M 4.01M
Wednesday, June 11 Crude Oil Inventories(U.S) -3.4M
10-y Bond Auction (U.S) 2.61/2.6
Federal Budget Balance(U.S) -142.8B 106.9B
Thursday, June 12 Retail Sales (U.S) 0.5% -0.3%
Unemployment Claims (U.S) 306K 312K
Import Price (U.S) 0.2% -0.4%
BI Rate 7.5%
Friday, June 13 Industrial Production y/y (China) 8.8% 8.7%
Fixed Asset Invesment (China) 17.1% 17.3%
PPI m/m (U.S) 0.1% 0.6%
Prelim UoM Consumer Sentiment (U.S) 83.2 81.9
PT. Paramitra Alfa Sekuritas
Cyber 2 Tower 20th Floor, Suite 2001, Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 No. 13, Jakarta 12950
Telp. : 3002-6700, Fax : 3002-6910
Website : www.paramitra.com
Research Division
Putu Yani Arini ( Head Of Research )
ext 264
[email protected]
Didit Ali Perdana
ext 184
[email protected]
Equity Sales Division
Ricky Bujung ( Head Of Equity )
ext 162-167
[email protected]
Teguh Prabowo
ext 157-168
[email protected]
Aron
ext 156
[email protected]
Parman
ext 166-159-169 [email protected]
Andriyana
ext 161
[email protected]
Disclaimer:
The information herein has been compiled by PT. Paramitra Alfa Sekuritas (Paramitra), from sources that we believe are reliable, but no representation or warranty, is expressed or implied, and as to its accuracy or completeness. All opinions and estimates included in this document constitute our judgment as of this date and are subject to change without notice. This information is not an offer to sell or buy any securities. Neither Paramitra nor its affiliates and employees accept any liabilities whatsoever for any loss arising from any use of this information. Members of Paramitra and its affiliates and employees may from time to time have a position in or with the securities mentioned herein. PT. Paramitra Alfa Sekuritas (Paramitra) generates mechanical trading system signals, and is not investment advice nor should it be construed as such. The information contained in this report is based on material we believe to be reliable; however, we do not represent that it is accurate, current, complete, or error free. Assumptions, estimates and opinions contained in this report constitute our judgement as of the date of the document and are subject to change without notice.Any projections are based on a number of assumptions as to market conditions and there can be no guarantee that any projected results will be achieved. Past performance is not a guarantee of future results. PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY