Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 1
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Hasil pengukuran kinerja terhadap 11 Program (meliputi 7 Program Pembangunan dan 4 Program Rutin) dan 90 kegiatan (meliputi 85 kegiatan pembangunan dan 5 kegiatan yang termasuk ke dalam Program Rutin) sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahun 2014, menunjukkan bahwa secara umum Disnakertransduk Prov. Jawa Timur telah mencapai kinerja baik terkait pelaksanaan pembangunan di bidang Ketenagakerjaan, Ketransmigrasian dan Kependudukan, meski masih terdapat beberapa indikator yang belum memenuhi target. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja. Untuk mendapatkan data kinerja yang akurat, lengkap, tepat waktu dan konsisten, maka penetapan indikator–indikator kinerja serta rencana pencapaiannya dilakukan sejak awal perencanaan program dan kegiatan.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan target dari setiap indicator kinerja sasaran dengan realisasi yang dicapai oleh indicator kinerja tersebut, sehingga diketahui selisih kinerjanya (performance gap). Berdasarkan performance gap tersebut, dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja di masa mendatang. Dalam proses pengukuran kinerja tersebut, diperhatikan prinsip-prinsip keseimbangan biaya dan manfaat, efisiensi dan efektivitas.
Penilaian tingkat capaian kinerja setiap sasaran dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) jenis skala penilaian pengukuran yang masing-masing terdiri dari 4 (empat) kategori sebagai berikut :
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 2
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
a. Apabila indikator sasaran bermakna capaian positif, maka skala penilaian yang digunakan adalah :
SKOR CAPAIAN KATEGORI
4 > 100 % Sangat baik 3 75 % - 100 % Baik 2 55 % - 74 % Cukup 1 < 55 % Kurang
b. Apabila indikator sasaran bermakna capaian negatif, maka skala penilaian yang digunakan adalah :
SKOR CAPAIAN KATEGORI
1 > 100 % Kurang 2 75 % - 100 % Cukup 3 55 % - 74 % Baik
4 < 55 % Sangat Baik
PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2014
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1. Meningkatnya tenaga kerja yang terampil/ kompeten.
% peningkatan lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan atau kompetensi.
30,00 % 21,64 % 72,13 2. Meningkatnya tenaga
kerja yang dimagang-kerjakan.
% peningkatan calon tenaga kerja yang dimagangkerjakan di : - Dalam negeri
- Luar negeri 13,00 30,00 % % 25,31 9,08 % % 69,85 84,37 3. Meningkatnya
produktivitas kerja. % pertumbuhan produktivitas perusahaan/UKM yg diberi bimbingan konsultasi produktivitas.
30,00 % 42,09 % 140,30 4. Meningkatnya
pelayanan pelatihan & produktivitas.
- Hasil survey IKM pelayanan pelatihan.
- Hasil survey IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks UPT PK
- Hasil survey pelayanan produktivitas. 81,00 75,00 81,15 79,94 75,75 79,07 98,69 101,00 97,44 5. Meningkatnya penempatan tenaga kerja di sektor formal.
• % penempatan pencari kerja. • Pengembangan jejaring
informasi lowongan kerja : • % perusahaan anggota aktif
PLKT.
• % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja.
60,00 80,00 20,00 % % % 64,03 80,11 40,85 % % % 106,72 100,14 204,25
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 3
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
6. Meningkatnya
pelayanan penempatan tenaga kerja.
Hasil survey IKM :
• Pelayanan penempatan tenaga kerja.
• Pelayanan TKI (Tenaga Kerja Indonesia). 80,00 76,50 74,33 76,30 92,91 99,74 7. Meningkatnya
per-luasan lapangan kerja di sektor informal.
% tenaga kerja di sektor informal yang mampu belajar usaha & mempunyai pendapatan tetap (usahanya tetap eksis).
97,00 % 97,50 % 100,52
8. Menurunnya
perse-lisihan hub. industrial. % penurunan kasus perselisihan hub. industrial. 15,00 % 6,08 % 40,53 9. Meningkatnya
perbaikan syarat kerja & kesejahteraan pekerja.
• % peningkatan upah pekerja. • % peningkatan Peraturan
Perusahaan (PP)
• % peningkatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). 10,00 35,00 27,00 % % % 15,37 17,03 20,51 % % % 153,70 48,66 75,96 10. Meningkatnya pelayanan pembinaan hubungan industrial.
Hasil survey IKM pelayanan
pembinaan hubungan industrial. 81,25 82,87 101,99 11. Meningkatnya K3 yang
kondusif. • % penurunan kasus kecelakaan kerja. • % peningkatan perusahaan yg
mendapat penghargaan K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) :
• Kecelakaan Nihil (Zero Accident). • SMK3 (Sistem Manajemen K3). 17,00 25,00 25,00 % % % 14,23 17,05 47,37 % % % 83,71 68,20 189,48 12.
Meningkatnya kepe-sertaan jamsostek aktif. % kepesertaan jamsostek aktif : • Orang (tenaga kerja).
• Perusahaan. 40,00 67,00 % % 34,30 67,53 % % 100,79 85,75 13. Meningkatnya
ling-kungan kerja yang aman, higienis dan nyaman, serta tenaga kerja yang sehat, selamat dan produktif.
• % pengujian kualitas udara emisi & ambien.
• % pemeriksaan lingkungan kerja & tenaga kerja.
96,00 95,00 % % 90,49 100,00 % % 94,26 105,26 14. Meningkatnya
pelayanan K3. Hasil survey IKM pelayanan K3. 78,50 80,33 102,33
15. Meningkatnya angka kepemilikan dokumen kependudukan.
% kepemilikan e-KTP dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan) Tunggal melalui perekaman data e-KTP. 100 % 89,68 % 89,68 16. Meningkatnya realisasi pemberangkatan transmigrasi. % penempatan transmigran di daerah penempatan transmigrasi (Kepala Keluarga). 70,00 % 44,43 % 63,47 17. Meningkatnya kemandirian transmigran. % transmigran yg berhasil meningkatkan taraf ekonomi & sosialnya.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 4
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
3.1. CAPAIAN KINERJA DISNAKERTRANSDUK PROV. JAWA TIMUR 3.2.1 Sasaran 1 : Meningkatnya tenaga kerja yang terampil/kompeten
Dimaksudkan untuk mewujudkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk mengisi kesempatan kerja di dalam dan luar negeri. Indikator beserta capaian kinerjanya adalah sebagai berikut :
INDIKATOR
KINERJA TARGET 2014 REALISASI 2014 % 2013 2012 2011 REALISASI 2010 2009
% peningkatan lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan atau kompetensi. 30,00 % 21,64% 72,13 10,05% -28,75% 37,99% 65,66% n.a
Penciptaan lapangan kerja yang produktif diawali oleh tersedianya tenaga kerja yang kompeten. Untuk mendapatkan kompetensi kerja yang memadai, calon tenaga kerja harus dibekali pelatihan untuk memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan/keahlian tertentu. Seseorang yang telah mengikuti pelatihan kerja mendapat pengakuan atas keterampilan/kompetensinya berupa sertifikat keterampilan/kompetensi. Sertifikat keterampilan dikeluarkan oleh BLK atau Lembaga Pelatihan, sedangkan sertifikat kompetensi dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) atau LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi).
a. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014
Pada tahun 2014, target peningkatan lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan/kompetensi sebesar 30%, realisasi 21,64% atau capaian kinerjanya sebesar 72,13% (kategori “cukup”).
b. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun Sebelumnya
- Tahun 2014 : Target sebesar 30%, realisasi 21,64% (capaian kinerjanya 72,13%). Lulusan pelatihan yang mendapat sertifikat keterampilan/
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 5
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
kompetensi sebanyak 160.497 orang, terdiri dari peserta pelatihan LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) 152.208 orang dan pelatihan di UPT PK (BLK) 8.289 orang.
- Tahun 2013 : dari target peningkatan 30%, realisasi sebesar 10,05% atau capaian kinerjanya 33,50%. Lulusan pelatihan yang mendapatkan sertifikat keterampilan/kompetensi mencapai 131.940 orang, terdiri dari peserta pelatihan LPKS 109.560 orang dan pelatihan di UPT PK (BLK) 22.380 orang. - Tahun 2012 : dari target peningkatan 20%, realisasi -28,75% (capaian
kinerja -143,75%) atau turun dari tahun sebelumnya menjadi 119.888 orang, terdiri dari peserta pelatihan LPKS 103.880 orang dan pelatihan di UPT PK (BLK) 16.008 orang.
- Tahun 2011 : dari target peningkatan 10%, realisasi 37,99% (capaian kinerja 379,9%). Lulusan pelatihan yang mendapatkan sertifikat keterampilan/kompetensi mencapai 168.262 orang, terdiri dari peserta pelatihan LPKS 158.674 orang dan pelatihan di UPT PK (BLK) 9.588 orang. - Tahun 2010 : dari target kenaikan 5% realisasi 65,66% (capaian kinerjanya
1.313,2%). Lulusan pelatihan yang mendapatkan sertifikat keterampilan/ kompetensi mencapai 121.937 orang, terdiri dari peserta pelatihan LPKS 117.361 orang dan pelatihan di UPT PK (BLK) 4.576 orang. Kenaikan yang sangat signifikan di tahun 2010 dikarenakan mulai berjalannya pendataan pelatihan yang dilaksanakan oleh LPKS.
- Tahun 2009 : Lulusan pelatihan yang mendapatkan sertifikat keterampilan/ kompetensi mencapai 73.609 orang, terdiri dari peserta pelatihan LPKS 67.180 orang dan pelatihan di UPT PK (BLK) 6.429 orang. Tahun 2009 belum dapat ditentukan target kenaikannya karena di tahun 2008 data pelatihan dari LPKS belum tersedia secara akurat. Namun di tahun 2008 lulusan pelatihan yang mendapatkan keterampilan/kompetensi sebanyak 7.872 orang.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 6
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
Diagram 3.1
Perkembangan target dan capaian kinerja
persentase peningkatan lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan atau kompetensi tahun 2009 – 2014
c. Perbandingan Realisasi Kinerja Hingga Tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah Renstra Disnakertransduk Prov. Jawa Timur Tahun 2009-2014
Di periode akhir (tahun kelima) Renstra, realisasi kinerja peningkatan lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan atau kompetensi mencapai 21,64% atau belum memenuhi target Renstra sebesar 30%.
d. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan Standar Nasional dan Provinsi Lain
Perbandingan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketenagakerjaan :
Salah satu pelayanan dasar SPM Bidang Ketenagakerjaan adalah pelayanan pelatihan kerja, yang meliputi indikator (1) Besaran tenaga kerja yg mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi, dengan target Nasional 75% di tahun 2016, dan (2) Besaran tenaga kerja yg mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat, dengan target Nasional 60% di tahun 2016.
Perbandingan dengan Prov. Jawa Barat dan Jawa Tengah : • Indikator kinerja pelatihan Prov. Jawa Barat :
Jumlah tenaga kerja terlatih :
a. Jumlah tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi : target 160 orang realisasi 160 orang (capaian 100%).
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 7
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
b. Jumlah tenaga kerja yang memiliki sertifikat pelatihan : target 1.320 orang realisasi 2.588 orang (capaian 196,06%).
• Indikator kinerja pelatihan Prov. Jawa Tengah : a. Jumlah tenaga kerja terampil berbasis kompetensi. b. Jumlah tenaga kerja terampil berbasis masyarakat. (Dalam proses penyusunan laporan kinerja)
Indikator kinerja pelatihan Prov. Jawa Barat dan Jawa Tengah berupa ”jumlah” tenaga kerja yang telah dilatih, sedangkan indikator kinerja Prov. Jawa Timur berupa % peningkatan lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan atau kompetensi, sehingga capaian kinerjanya tidak dapat dilakukan perbandingan. Jika diperbandingkan secara kuantitatif, lulusan pelatihan yang mendapatkan sertifikat keterampilan/kompetensi di Jawa Timur mencapai 160.497 orang, berasal dari pelatihan yang dilaksanakan oleh 16 UPT Pelatihan Kerja (BLK) Pemerintah Prov. Jawa Timur maupun Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS). e. Analisis Penyebab Keberhasilan atau Peningkatan/Kinerja, dan
Alternatif Solusi yang Telah Dilakukan
Analisis penyebab keberhasilan atau peningkatan kinerja :
Besarnya angka kelulusan pelatihan mengindikasikan makin banyaknya calon tenaga kerja yang memiliki skill maupun kompetensi yang didukung oleh sertifikat keterampilan dan/atau sertifikat kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Dengan bekal skill/kompetensi dan sertifikat, tenaga kerja yang telah dilatih lebih memiliki daya saing dan kekuatan tawar (bargaining position) untuk mengisi peluang di pasar kerja dalam maupun luar negeri.
Pada saat yang bersamaan, untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki skill dan kompetensi memadai, serta mampu bersaing di pasar kerja dalam negeri maupun luar negeri, perlu didukung oleh ketersediaan sarana-prasarana lembaga pelatihan yang memadai sehingga output pelatihan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan standar kompetensi yang diakui oleh pasar kerja di dalam maupun luar negeri. Hingga saat ini, kondisi sarana-prasarana maupun
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 8
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
fasilitas pelatihan di 16 (enam belas) UPT Pelatihan Kerja atau BLK benar-benar belum memadai sehingga masih banyak diperlukan revitalisasi. Terkait hal tersebut, maka di tahun 2014 prioritas diarahkan pada :
• Menyelesaikan reposisi 16 (enam belas) UPT Pelatihan Kerja atau BLK menjadi bertaraf internasional. Terkait hal itu, salah satu fokusnya adalah pembangunan sarana-prasarana UPT Pelatihan Kerja (BLK), termasuk revitalisasi fasilitas lainnya, antara lain mesin/peralatan pendukung pelatihan agar lebih sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan dunia usaha. Dengan makin memadainya sarana-prasarana pelatihan, maka ke depan output pelatihan berupa tenaga kerja dengan skill/kompetensi memadai akan lebih meningkat, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
• Prioritas lainnya adalah pembangunan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di UPT-UPT Pelatihan Kerja, untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas pelaksanaan uji/sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja. Dengan demikian, semakin banyak tenaga kerja kompeten yang mendapatkan pengakuan atas kompetensi kerjanya melalui uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi. • Efisiensi paket Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Based Training)
dari Kemnakertrans RI. Sebagai gambaran, pada tahun sebelumnya paket Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk tiap UPT PK rata-rata sebanyak 13 paket, tetapi pada tahun 2014 mengalami penurunan signifikan menjadi rata-rata hanya 3 paket untuk setiap UPT PK. Kondisi ini mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang dilatih serta lulusan pelatihan di tahun 2014.
Disamping itu, terjadi kenaikan jumlah siswa pelatihan dari LPKS karena mulai tahun 2014 diintensifkan pendataan pelatihan LPKS. Diberlakukannya Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (KA-LPK) memberi kontribusi terhadap pendataan, dimana LPKS saat ini telah memberikan data secara konkret.
Alternatif solusi yang telah dilakukan :
• Menyelesaikan target pembangunan dan revitalisasi sarana-prasarana 16 UPT PK, dan pada saat bersamaan secara bertahap.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 9
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
• Mengintensifkan fungsi Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) untuk mencetak tenaga kerja yang terampil/kompeten.
f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Upaya pencapaian indikator ini didukung oleh alokasi APBD maupun APBN di 16 UPT PK. Untuk sumber dana APBD, alokasi Rp. 55.250.000.000,- realisasi Rp. 52.996.830.637,- (95,92%). Untuk sumber dana APBN, alokasi Rp. 4.229.620.000,- realisasi Rp. 4.210.907.905,- (99,56%).
Dari sisi personil, pencapaian indikator didukung oleh 286 Instruktur di 16 UPT PK. Namun keberadaan Instruktur ini semakin minim dengan banyaknya yang memasuki purna tugas, sehingga sangat diperlukan kaderisasi untuk menambah Instruktur baru dari segi kuantitas, sekaligus meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dan pengembangan.
g. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja
• Pengembangan dan penguatan kompetensi antara lain dilakukan dengan mewujudkan 16 (enam belas) UPT Pelatihan Kerja menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi. Salah satu arah pengembangannya adalah terwujudnya UPT Pelatihan Kerja menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi, juga menjadi TUK (Tempat Uji Kompetensi). Di Jawa Timur, kini terdapat 28 TUK di 11 (sebelas) UPT Pelatihan Kerja, yaitu untuk subkejuruan las, mesin logam, listrik, otomotif (roda 2 dan roda 4), multi media, aneka kejuruan, teknologi mekanik, pertanian, teknologi informatika, garmen, komputer, dan LMI (Logam Mesin Indonesia).
• Siswa yang dilatih menunjukkan peningkatan mutu melalui sertifikasi/uji kompetensi. Hal ini disumbang oleh kebijakan Pemerintah Prov. Jawa Timur untuk mereposisi 16 (enam belas) UPT Pelatihan Kerja menjadi bertaraf internasional. Kurikulum pelatihan senantiasa dikembangkan dan
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 10
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
disempurnakan agar lebih mengikuti perkembangan IPTEK dan kebutuhan pasar kerja di dalam negeri maupun luar negeri.
• Untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, pada tahun 2014 telah terbentuk 16 Production Training Center (PTC) di 10 (sepuluh) UPT Pelatihan Kerja, dari semula hanya ada 1 PTC di tahun 2011. Pembentukan PTC di beberapa UPT Pelatihan Kerja telah berkembang sangat pesat, mengingat PTC didirikan sebagai sebuah lembaga yang menjalankan fungsi pelatihan sekaligus berproduksi.
• UPT Pelatihan Kerja juga menjalankan fungsi penempatan lulusan di pasar kerja, yaitu mempertemukan lulusan dengan lowongan kerja, dan diharapkan dapat menjembatani kerjasama antara perusahaan dengan lembaga pelatihan. Untuk mendukung fungsi tersebut, UPT didukung Kios 3in1 (pelatihan – sertifikasi – penempatan) guna meningkatkan partisipasi kalangan pendidikan dalam menciptakan tenaga kerja yang berkeahlian guna menekan pengangguran.
• UPT-UPT Pelatihan Kerja menjalin kerjasama dengan
perusahaan-perusahaan di wilayah kerjanya melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di bidang pelatihan, pemagangan atau penempatan kerja. Dengan demikian, alumni siswa pelatihan UPT PK memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan/kompetensinya dan berpeluang lebih besar untuk mengisi kesempatan kerja di sektor formal. 3.2.2 Sasaran 2 : Meningkatnya tenaga kerja yang dimagangkerjakan
Dimaksudkan untuk mewujudkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi untuk mengisi kesempatan kerja di dalam dan luar negeri. Indikator dan capaian kinerjanya adalah sebagai berikut :
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 11
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
INDIKATOR
KINERJA TARGET 2014 REALISASI 2014 % 2013 2012 2011 REALISASI 2010 2009
% peningkatan calon tenaga kerja yang di-magangkerjakan di :
- Dalam negeri 13,00% 9,08% 69,85 93,16 6,01 -7,73 20,21 n.a - Luar negeri 30,00% 25,31% 84,37 60,67 50,00 26,58 229,17 -73,33
Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang dilaksanakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan Instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, untuk menguasai keterampilan/keahlian tertentu. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM agar menjadi terampil, kompeten dan produktif dengan meningkatkan keterlibatan/peran serta dunia usaha. Pemagangan merupakan langkah konkret pelaksanaan konsep link and match yang memastikan pendidikan dan pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lebih memastikan lulusan pendidikan dan pelatihan kerja terserap di dunia kerja. Pemagangan dilaksanakan di dalam negeri maupun luar negeri (magang ke Jepang).
a. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014
Untuk magang dalam negeri, target peningkatan sebesar 13%, realisasi 9,08%, sehingga capaian kinerjanya mencapai 69,85% (kategori ’cukup’). Sedangkan untuk magang luar negeri, target peningkatan sebesar 30%, realisasi 25,31%, sehingga capaian kinerjanya sebesar 84,37% (kategori ’baik’).
b. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun Sebelumnya
- Tahun 2014 : Untuk magang dalam negeri, target peningkatan 13%,
realisasi 9,08% (capaian kinerjanya 69,85%), dimana tenaga kerja yang mengikuti magang sebanyak 5.946 orang, meliputi magang yang dilaksanakan Pemerintah 460 orang dan magang mandiri 5.486 orang yang
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 12
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
dibina Disnakertransduk Prov. Jawa Timur. Untuk magang luar negeri, target peningkatan 30%, realisasi 25,31% (capaian kinerjanya 84,37%), dengan jumlah tenaga kerja yang dimagangkan sebanyak 302 orang.
- Tahun 2013 : Untuk magang dalam negeri, target peningkatan 11%,
realisasi 93,16% (capaian kinerjanya 846,91%), dimana tenaga kerja yang dimagangkan 5.451 orang, meliputi magang yang dilaksanakan Pemerintah 760 orang dan magang mandiri 4.691 orang. Untuk magang luar negeri, target peningkatan 30%, realisasi 60,67% (capaian kinerjanya 202,23%), dengan jumlah tenaga kerja yang dimagangkan 241 orang.
- Tahun 2012 : Magang dalam negeri, target peningkatan 9%, realisasi 6,01% (capaian kinerjanya 66,78%), dimana yang dimagangkan 2.822 orang, meliputi magang dari Pemerintah 700 orang dan magang mandiri 2.122 orang. Untuk magang luar negeri, target peningkatan 20%, realisasi 50% (capaian kinerjanya 250%), dengan jumlah yang dimagangkan 150 orang.
- Tahun 2011 : Magang dalam negeri, target peningkatan 7%, realisasi -7,73% (capaian kinerjanya -11,04%), dimana yang dimagangkan turun menjadi 2.662 orang, meliputi magang dari Pemerintah 580 orang dan magang mandiri 2.082 orang. Untuk magang luar negeri, target peningkatan 10%, realisasi 26,58% (capaian kinerjanya 265,8%), dengan jumlah yang dimagangkan 100 orang.
- Tahun 2010 : Magang dalam negeri, target peningkatan 5%, realisasi 20,21% (capaian kinerjanya 404,2%), dimana yang dimagangkan 2.885 orang, meliputi magang dari Pemerintah 800 orang dan magang mandiri 2.085 orang. Untuk magang luar negeri, target peningkatan 7%, realisasi 229,17% (capaian kinerjanya 3.273,86%) karena terjadi penambahan tenaga kerja magang yang sangat signifikan menjadi 79 orang.
- Tahun 2009 : Magang dalam negeri, target peningkatan 3%, yang
dimagangkan 2.400 orang, meliputi magang dari Pemerintah 500 orang dan magang mandiri 1.900 orang. Capaian kinerja peningkatan tidak dapat
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 13
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
ditentukan karena data magang mandiri tahun 2008 belum tersedia secara akurat. Untuk magang luar negeri, target peningkatan 5%, realisasi -73,33% (capaian kinerja -146,67%) karena terjadi penurunan tenaga kerja magang sangat signifikan menjadi 24 orang (semula 90 orang di tahun 2008).
Diagram 3.2
Perkembangan target dan capaian kinerja
persentase peningkatan calon tenaga kerja yang dimagangkerjakan di dalam negeri tahun 2009 – 2014
Diagram 3.3
Perkembangan target dan capaian kinerja
persentase peningkatan calon tenaga kerja yang dimagangkerjakan di luar negeri tahun 2009 – 2014
c. Perbandingan Realisasi Kinerja Hingga Tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah Renstra Disnakertransduk Prov. Jawa Timur Tahun 2009-2014
Di periode akhir (tahun kelima) Renstra, realisasi kinerja magang dalam negeri maupun magang luar negeri belum mencapai target Renstra (target peningkatan magang dalam negeri 13% dan magang luar negeri 30%).
d. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan Standar Nasional dan Provinsi Lain
Perbandingan dengan Prov. Jawa Barat dan Prov. Jawa Tengah :
Baik Prov. Jawa Barat maupun Jawa Tengah tidak memiliki indikator kinerja pemagangan, sehingga capaian kinerjanya tidak dapat diperbandingkan.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 14
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
e. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/ Penurunan Kinerja, dan Alternatif Solusi yang Telah Dilakukan
Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja :
• 16 UPT Pelatihan Kerja saat ini semakin banyak mengadakan kerjasama (MoU) dengan perusahaan-perusahaan di wilayah kerjanya, sehingga banyak siswa yang telah mengikuti pelatihan dapat ditampung di perusahaan untuk dimagangkerjakan. Di samping itu, makin banyak perusahaan yang menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengadakan magang kerja di perusahaannya. Namun dari segi % peningkatannya tidak terlalu signifikan, antara lain karena magang dari Pemerintah alokasinya tidak sebesar tahun sebelumnya.
• Di satu sisi, bertambahnya jumlah peserta magang Jepang dari tahun ke tahun menunjukkan makin banyaknya calon siswa magang yang memenuhi syarat untuk belajar kerja di Jepang. Namun, calon tenaga kerja yang dimagangkerjakan ke Jepang semakin kecil persentase kenaikannya karena ketatnya seleksi yang dilakukan langsung oleh Kemnakertrans RI serta IMM Jepang (Association for International Manpower Development of Medium and Small Enterprises).
Alternatif solusi yang telah dilakukan :
Melakukan pembinaan program magang mandiri ke Kab./Kota untuk meningkatkan peluang tenaga kerja mendapatkan pembelajaran bekerja melalui program magang di perusahaan.
f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Upaya pencapaian indikator ini didukung oleh alokasi APBD maupun APBN di Bidang Pelatihan dan Produktivitas. Untuk sumber dana APBD, alokasi Rp. 840.000.000,- realisasi Rp. 839.076.000,- (99.89%). Untuk sumber dana APBN, alokasi Rp. 1.207.080.000,- realisasi Rp. 1.207.080.000,- (100%).
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 15
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
Dari sisi personil, pencapaian indikator ini didukung oleh personil Bidang Pelatihan dan Produktivitas sebanyak 23 orang.
g. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja
• Pembinaan program magang mandiri ke Kab./Kota untuk meningkatkan
peluang tenaga kerja mendapatkan pembelajaran bekerja melalui program magang di perusahaan.
• Mensosialisasikan dan mengoptimalkan FKJP (Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan) di Kab./Kota untuk mendorong pelaksanaan program magang dalam negeri di Kab./Kota.
3.2.3 Sasaran 3 : Meningkatnya produktivitas kerja
Dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas yang diarahkan pada program peningkatan kinerja UKM (usaha kecil dan menengah). Indikator dan capaian kinerjanya adalah sebagai berikut :
INDIKATOR
KINERJA TARGET 2014 REALISASI 2014 % 2013 2012 2011 2010 2009 REALISASI
% pertumbuhan pro-duktivitas perusahaan/ UKM yg diberi bimbingan konsultasi produktivitas. 30,00% 42,09% 140,30 26,83 24,34 23,89 n.a n.a
Salah satu pola pendekatan produktivitas adalah peningkatan produktivitas (productivity improvement) yang diarahkan pada peningkatan kinerja UKM (usaha kecil dan menengah). Program utamanya adalah pelatihan berbasis manajemen kewirausahaan dan produktivitas maksimal 60 JP, sehingga tidak serta-merta dapat meningkatkan produktivitas kerja karena jenis pelatihan lebih bersifat soft skill. Karenanya, pelatihan ditindaklanjuti dengan bimbingan konsultasi manajemen kewirausahaan dan produktivitas untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh selama pelatihan, sesuai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 16
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
oleh mantan peserta pelatihan, agar dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya. Jenis bimbingan konsultasi manajemen kewirausahaan dan produktivitas diantaranya berupa pembenahan sistem produksi dan tempat kerja, pembenahan administrasi dan pembukuan sederhana, pembuatan kelayakan usaha, sistem pemasaran, dan sebagainya, sesuai kebutuhan mantan peserta pelatihan, dengan kisaran waktu 1 s.d. 3 bulan. Pada tahun 2014, perusahaan eks peserta pelatihan yang mengikuti bimbingan konsultasi manajemen kewirausahaan dan produktivitas dipilih secara acak sebesar 36,43% (tiga tahun sebelumnya sampling hanya sebesar 5%). Sebelum dilakukan program bimbingan konsultasi, perusahaan diukur tingkat produktivitasnya, yaitu rasio antara omzet penjualan dengan jumlah tenaga kerja (Rp/TK) untuk mengetahui kondisi awal sebelum dilakukan perbaikan produktivitas melalui program bimbingan konsultasi. Pengukuran kembali dilakukan setelah dilakukan program bimbingan konsultasi untuk mengetahui kondisi akhirnya apakah mengalami peningkatan atau tidak.
a. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014
Target pertumbuhan produktivitas perusahaan/UKM yang diberi bimbingan konsultasi produktivitas sebesar 30%, realisasi 42,09%. Dengan demikian, capaian kinerjanya sebesar 140,30% (kategori “sangat baik”).
b. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun Sebelumnya
• Tahun 2014 : Target pertumbuhan produktivitas perusahaan/UKM yang diberi bimbingan konsultasi produktivitas sebesar 30%, realisasi 42,09%, sehingga capaian kinerjanya 140,30%. Hasil pengukuran tingkat produktivitas 306 perusahan yang mengikuti bimbingan konsultasi menunjukkan bahwa tingkat produktivitas sebelum mengikuti program bimbingan konsultasi sebesar Rp. 1.769.025,49. Sedangkan tingkat
produktivitas setelah program bimbingan konsultasi menjadi Rp. 2.513.593,73. Dengan demikian tingkat produktivitas 306 perusahaan
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 17
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
mengalami pertumbuhan (peningkatan) rata-rata 42,09%. Artinya tiap tenaga kerja berkontribusi meningkatkan omzet penjualan sebesar 42,09%. • Tahun 2013 : Dari target pertumbuhan produktivitas 26%, realisasi 26,83%
sehingga capaian kinerjanya 103,19%. Hasil pengukuran tingkat produktivitas 43 perusahan yang mengikuti program bimbingan konsultasi menunjukkan bahwa tingkat produktivitas rata-rata awal sebelum mengikuti bimbingan konsultasi adalah Rp. 1.664.300 per tenaga kerja. Sedangkan tingkat produktivitas rata-rata akhir setelah program bimbingan konsultasi menjadi Rp. 2.110.750 per tenaga kerja. Artinya, tingkat produktivitas 43 perusahaan mengalami peningkatan rata-rata 26,83%, dimana tiap tenaga kerja berkontribusi meningkatkan omzet penjualan sebesar 26,83%.
• Tahun 2012 : target pertumbuhan sebesar 23% realisasi 24,34% sehingga capaian kinerjanya 105,83%. Hasil pengukuran tingkat produktivitas 40 perusahan yang mengikuti bimbingan konsultasi menunjukkan, tingkat produktivitas rata-rata awal sebelum mengikuti bimbingan konsultasi adalah sebesar Rp. 1.562.850 per tenaga kerja. Sedangkan tingkat produktivitas rata-rata akhir setelah bimbingan konsultasi sebesar Rp. 1.943.200 per tenaga kerja. Artinya, tingkat produktivitas 40 perusahan mengalami pertumbuhan rata-rata 24,34% (tiap tenaga kerja berkontribusi meningkatkan omzet penjualan 24,34%).
• Tahun 2011 : dari target pertumbuhan 20%, realisasi 23,89%, capaian kinerja sebesar 119,45%. Hasil pengukuran tingkat produktivitas 37 perusahaan yang mengikuti bimbingan konsultasi menunjukkan bahwa tingkat produktivitas rata-rata awal sebelum mengikuti bimbingan konsultasi sebesar Rp. 1.525.500 per tenaga kerja. Sedangkan tingkat produktivitas rata-rata akhir setelah bimbingan konsultasi menjadi Rp. 1.889.900 per tenaga kerja. Dengan demikian tingkat produktivitas 37 perusahaan mengalami peningkatan rata-rata 23,89% (setiap tenaga kerja berkontribusi meningkatkan omzet penjualan sebesar 23,89%).
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 18
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
• Tahun 2009 dan 2010 : belum dilakukan pengukuran secara spesifik sehingga tidak dapat diperoleh data akurat (not available).
Diagram 3.4
Perkembangan target dan capaian kinerja pertumbuhan produktivitas perusahaan/UKM yang diberi
bimbingan konsultasi produktivitas tahun 2009 – 2014
c. Perbandingan Realisasi Kinerja Hingga Tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah Renstra Disnakertransduk Prov. Jawa Timur Tahun 2009-2014
Di periode akhir (tahun kelima) Renstra, realisasi kinerja pertumbuhan produktivitas perusahaan/UKM yang diberi bimbingan konsultasi produktivitas mencapai 42,09% atau telah melebihi target Renstra sebesar 30%.
d. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan Standar Nasional dan Provinsi Lain
• Perbandingan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang
Ketenagakerjaan (Permenakertrans Nomor 2 Tahun 2014) :
Indikator SPM Bidang Ketenagakerjaan yang terkait dengan produktivitas tenaga kerja adalah besaran tenaga kerja yg mendapatkan pelatihan kewirausahaan, dengan target Nasional 60% di tahun 2016. Indikator kinerja sasaran Disnakertransduk Prov. Jawa Timur terkait produktivitas tenaga kerja berbeda dengan indikator SPM, karena lebih menitikberatkan pada pertumbuhan produktivitas tenaga kerja UKM, mengingat tujuan akhir pembinaan produktivitas adalah agar tingkat produktivitas tenaga kerja meningkat sehingga berpengaruh positif terhadap perkembangan UKM. Namun Disnakertransduk Prov. Jawa Timur melakukan penghitungan capaian SPM pelayanan pelatihan kewirausahaan tahun 2014, dengan hasil
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 19
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
44,21% (tenaga kerja yang mendaftar pelatihan kewirausahaan 1.900 orang dan yang mengikuti pelatihan 840 orang).
• Perbandingan dengan Prov. Jawa Barat dan Prov. Jawa Tengah :
- Indikator kinerja produktivitas kerja Prov. Jawa Barat :
Tingkat produktivitas per tenaga kerja : target 21.670.930/orang, realisasi 21.670.930/orang (100%).
- Indikator kinerja produktivitas kerja Prov. Jawa Tengah :
Jumlah tenaga kerja terampil berbasis kewirausahaan (masih proses penyusunan laporan kinerja)
Indikator kinerja produktivitas kerja Prov. Jawa Tengah berbeda dengan indikator di Jawa Timur yaitu : % pertumbuhan produktivitas tenaga kerja, sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan capaian kinerjanya. Sedangkan untuk Jawa Barat, indikatornya adalah ”jumlah” produktivitas per tenaga kerja. Dari sisi kuantitas, pertumbuhan produktivitas tenaga kerja sebelum mengikuti bimbingan konsultasi sebesar 1.769.025,49, dan setelahnya meningkat menjadi Rp. 2.513.593,73 atau mengalami pertumbuhan rata-rata 42,09%.
e. Analisis Penyebab Keberhasilan atau Peningkatan/Kinerja, dan Alternatif Solusi yang Telah Dilakukan
Analisis penyebab keberhasilan atau peningkatan kinerja :
Peserta yang telah telah mendapatkan pelatihan dan bimbingan konsultasi produktivitas menerapkan ilmu/pengetahuan yang telah didapat dengan baik dan konsisten, sehingga berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja maupun usaha mereka.
Alternatif solusi yang telah dilakukan :
Mengintensifkan monitoring kepada binaan-binaan yang telah dilatih dan diberi bimbingan konsultasi produktivitas, agar dapat diberikan bimbingan perbaikan terhadap hal-hal yang menghambat usahanya. Dengan demikian, tingkat
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 20
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
produktivitas tenaga kerja maupun perusahaan dapat dipertahankan bahkan mengalami peningkatan secara konsisten.
f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Upaya pencapaian indikator ini didukung oleh alokasi APBD maupun APBN di UPT PPTK Surabaya. Untuk sumber dana APBD, alokasi Rp. 3.350.000.000 realisasi Rp. 2.894.759.450 (86,41%). Untuk sumber dana APBN, alokasi Rp. 344.785.000 realisasi Rp. 334.695.000,- (97,07%).
Dari sisi personil, pencapaian indikator ini didukung oleh 6 (enam) orang Instruktur Kejuruan Produktivitas dan Kewirausahaan.
g. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan Pencapaian Pernyataan Kinerja
• Mengoptimalkan fungsi laboratorium produktivitas untuk melaksanakan pengukuran, pelatihan serta pemberdayaan tenaga kerja maupun perusahaan/UKM yang dibina. Dengan demikian, dapat dipertahankan hasil-hasil yang telah dicapai serta selanjutnya dilakukan pengembangan melalui program-program yang sesuai secara berkesinambungan.
• Sebagai bentuk feedback bagi Disnakertransduk Prov. Jawa Timur, secara berkala dilakukan survey kepuasan binaan untuk mengetahui sejauhmana hasil pembinaan/pendampingan produktivitas memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan usaha mereka. Hasil survey kepuasan menjadi bahan evaluasi Disnakertransduk Prov. Jawa Timur untuk meningkatkan mutu pelayanan pembinaan produktivitas dan kewirausahaan.
3.2.4 Sasaran 4 : Meningkatnya pelayanan pelatihan dan produktivitas Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat yang memanfaatkan jasa pelayanan pelatihan maupun pelayanan produktivitas melalui hasil pengukuran survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Indikator dan capaian kinerjanya adalah sebagai berikut :
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 21
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
INDIKATOR KINERJA TARGET 2014 REALISASI 2014 % 2013 2012 2011 2010 2009 REALISASI
- Hasil survey IKM pelayanan pelatihan. - Hasil survey IKM
kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK
- Hasil survey IKM
pelayanan produktivitas. 81,00 75,00 81,15 79,94 75,75 79,07 98,69 101,00 97,44 79,98 n.a 78,25 79,39 n.a 81,01 78,10 n.a n.a 76,17 n.a n.a 76,70 n.a n.a
Survey IKM pelayanan pelatihan dan produktivitas terdiri dari : • Survey IKM pelayanan pelatihan :
Dilakukan terhadap siswa pelatihan di 17 UPT Pelatihan (16 UPT Pelatihan Kerja dan UPT Pelatihan Kependudukan), baik pelatihan Institusional, pelatihan Non Institusional atau MTU (Mobile Training Unit), pelatihan Swadana/Pihak-III, maupun pelatihan kependudukan, dengan kriteria pelatihan PBK (Pelatihan Berbasis Kompetensi) dan PBM (Pelatihan Berbasis Masyarakat).
• Survey IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK :
Dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah kerja 16 UPT Pelatihan Kerja (BLK), yang menempatkan tenaga kerja eks siswa UPT PK. Survey ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana kepuasan perusahaan pengguna tenaga kerja terhadap kualitas tenaga kerja yang merupakan eks siswa UPT PK. Kualitas kerja eks siswa UPT PK menjadi salah satu indikator keberhasilan UPT PK dalam melatih calon tenaga kerja hingga memiliki skill maupun kompetensi kerja yang sesuai kebutuhan perusahaan. Survey IKM ini baru dilaksanakan pada tahun 2014, menindaklanjuti hasil rekomendasi dari Tim SAKIP KemenPAN dan RB di tahun 2013, untuk segera dilaksanakan di 16 UPT Pelatihan Kerja. • Survey IKM pelayanan produktivitas :
Dilakukan terhadap perusahan/UKM yang mengikuti program bimbingan konsultasi produktivitas, untuk mengetahui dampaknya terhadap peningkatan produktivitas perusahaan/UKM.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 22
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
a. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014 • Survey IKM pelayanan pelatihan :
Dari target nilai IKM 81,00 realisasi sebesar 79,94 atau capaian kinerjanya sebesar 98,69% (kategori “baik”).
• Survey IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK :
Dari target nilai IKM 75,00 realisasi sebesar 75,75 atau capaian kinerjanya sebesar 101,00% (kategori “sangat baik”).
• Survey IKM pelayanan produktivitas :
Dari target nilai IKM 81,15 realisasi sebesar 79,07 atau capaian kinerjanya sebesar 97,44% (kategori “baik”).
b. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun Sebelumnya
- Tahun 2014 : Target nilai IKM pelayanan pelatihan sebesar 81,00, realisasi 79,94, capaian kinerjanya 98,69%. Target nilai IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK sebesar 75,00, realisasi 75,75, capaian kinerjanya 101,00%. Sedangkan target nilai IKM pelayanan produktivitas 81,15, realisasi sebesar 79,07 atau capaian kinerjanya 97,44%.
- Tahun 2013 : Target nilai IKM pelayanan pelatihan sebesar 80,00 terealisasi 79,98 atau capaian kinerjanya 99,98%. Untuk nilai IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK tahun 2013 belum ada (not available) karena baru dilaksanakan pada tahun 2014 atas rekomendasi Tim SAKIP KemenPAN dan RB. Sedangkan untuk nilai IKM pelayanan produktivitas, target sebesar 81,10 realisasi 78,25 atau capaian kinerja 96,49%.
- Tahun 2012 : Target nilai IKM pelayanan pelatihan sebesar 79,00 realisasi 79,39 atau capaian kinerjanya 100,49%. Untuk nilai IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK tahun 2012 belum ada (not available). Adapun nilai IKM pelayanan produktivitas sebesar 81,01 (survey IKM pelayanan produktivitas baru dilakukan pertama kali di tahun 2012).
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 23
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
- Tahun 2011 : Target nilai IKM pelayanan pelatihan sebesar 78,00 realisasi sebesar 78,10 atau capaian kinerjanya 100,13%. Sedangkan nilai IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK maupun IKM pelayanan produktivitas belum ada (not available).
- Tahun 2010 : Target nilai IKM pelayanan pelatihan sebesar 77,00 tercapai realisasi sebesar 76,17 atau capaian kinerjanya 98,92%. Adapun nilai IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK maupun IKM pelayanan produktivitas belum ada (not available).
- Tahun 2009 : Nilai IKM pelayanan pelatihan sebesar 76,70, dimana survey-nya pertama kali dilaksanakan pada tahun 2009. Sedangkan nilai IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK maupun IKM pelayanan produktivitas belum ada (not available).
Diagram 3.5
Perkembangan target dan capaian kinerja hasil survei IKM pelayanan pelatihan tahun 2009 – 2014
Diagram 3.6
Perkembangan target dan capaian kinerja
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 24
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
Diagram 3.7
Perkembangan target dan capaian kinerja hasil survei IKM pelayanan produktivitas tahun 2009 - 2014
c. Perbandingan Realisasi Kinerja Hingga Tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah Renstra Disnakertransduk Prov. Jawa Timur Tahun 2009-2014
Di periode akhir (tahun kelima) Renstra, realisasi kinerja survey IKM pelayanan pelatihan telah mendekati target tahun kelima Renstra (mencapai nilai 79,94 dari target nilai IKM 81,00). Demikian pula dengan survey IKM pelayanan produktivitas, telah mendekati target tahun kelima Renstra (mencapai nilai 79,07 dari target IKM 81,15). Sedangkan untuk survey IKM kepuasan pengguna tenaga kerja eks siswa UPT PK, di tahun pertama dilakukannya survey telah melebihi target Renstra (mencapai nilai 75,75 dari target IKM 75,00).
d. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan Standar Nasional dan Provinsi Lain
Perbandingan dengan capaian kinerja Prov. Jawa Barat dan Prov. Jawa Tengah :
Tidak ada indikator kinerja hasil survey IKM pelayanan pelatihan dan produktivitas. Dengan demikian, hasil kinerjanya tidak dapat diperbandingkan. e. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/
Penurunan Kinerja, dan Alternatif Solusi yang Telah Dilakukan Analisis Penyebab Keberhasilan atau Peningkatan Kinerja :
Secara umum, capaian nilai IKM pelayanan pelatihan dan produktivitas berfluktuasi. Meski persentase penurunan nilai IKM sangat kecil yaitu kurang
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 25
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
dari 1%, namun hal tersebut tetap menjadi bahan evaluasi, mengingat unit yang melaksanakan pelayanan pelatihan terdiri dari banyak UPT, terutama untuk IKM pelayanan pelatihan. Namun jika diamati secara keseluruhan, capaian nilai IKM pelayanan pelatihan maupun produktivitas pada periode tahun 2009 - 2012 berada pada nilai interval konversi IKM antara 62,51 – 81,25 dengan mutu pelayanan B (kinerja pelayanan ‘baik’).
Alternatif Solusi yang Dilakukan :
Secara berkala, tiap tahun dilakukan evaluasi terhadap hasil survey IKM yang dilaksanakan terakhir kalinya. Setiap unit pelaksana pelayanan juga diwajibkan untuk melakukan analisis secara resmi dan tertulis terhadap hasil survey (dititikberatkan pada item-item pelayanan yang mendapat nilai terkecil) serta melakukan evaluasi secara internal di masing-masing unit untuk perbaikan pelayanan di masa yang akan datang (analisis hasil survey IKM tiap unit pelaksana pelayanan tertuang di dalam laporan survey IKM tahunan).
f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Upaya pencapaian indikator ini didukung oleh alokasi APBD maupun APBN di UPT PPTK Surabaya. Untuk sumber dana APBD, alokasi Rp. 3.350.000.000 realisasi Rp. 2.894.759.450 (86,41%). Untuk sumber dana APBN, alokasi Rp. 344.785.000 realisasi Rp. 334.695.000,- (97,07%).
Dari sisi personil, pencapaian indikator ini didukung oleh 6 (enam) orang Instruktur Kejuruan Produktivitas dan Kewirausahaan.
g. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja
Secara keseluruhan, hasil survey IKM pelayanan pelatihan maupun produktivitas berada pada kinerja pelayanan ‘baik’. Hal ini diantaranya disumbang oleh keberadaan SPP (Standar Pelayanan Publik) sehingga UPT-UPT dalam melaksanakan pelayanan pelatihan berpedoman kepada SPP. Disamping itu, reposisi 16 UPT Pelatihan Kerja yang didukung keberadaan Kios 3in1
(pelatihan-Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 26
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
sertifikasi-penempatan), Production Traning Center (PTC), TUK (Tempat Uji Kompetensi), keberadaan laboratorium produktivitas, serta sarana-prasarana pendukung lainnya turut berkontribusi terhadap tingkat kepuasan masyarakat yang memanfaatkan jasa pelatihan dan produktivitas.
3.2.5 Sasaran 5 : Meningkatnya penempatan tenaga kerja di sektor formal
Dimaksudkan untuk mewujudkan penempatan tenaga kerja di dalam dan luar negeri. Indikator dan capaian kinerjanya sebagaimana deskripsi berikut :
INDIKATOR KINERJA TARGET 2014 REALISASI 2014 % 2013 2012 2011 2010 2009 REALISASI
• % penempatan pencari kerja.
• Pengembangan jejaring informasi lowongan kerja : - % perusahaan anggota
aktif PLKT.
- % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja. 60,00% 80,00% 20,00% 64,03% 80,11% 40,85% 106,72 100,14 204,25 58,41 75,07 20,34 54,33 75,00 96,67 42,08 64,19 15,38 n.a 60,78 18,18 n.a 72,88 n.a.
Kegiatan penempatan tenaga kerja dilakukan melalui mekanisme Antar Kerja, yaitu proses kegiatan penempatan tenaga kerja yang meliputi Informasi Pasar Kerja (IPK), pendaftaran lowongan, pendaftaran pencari kerja, bimbingan dan penempatan. Jenis Antar Kerja meliputi :
a. AKL (Antar Kerja Lokal) atau kegiatan yang membantu proses penempatan tenaga kerja antar Kab./Kota dalam satu provinsi;
b. AKAD (Antar Kerja Antar Daerah) atau kegiatan yang membantu proses penempatan tenaga kerja antar provinsi di dalam wilayah RI;
c. AKAN (Antar Kerja Antar Negara) atau kegiatan yang membantu proses penempatan tenaga kerja di luar negeri.
Sebagai salah satu inovasi dalam menjalankan fungsi Lembaga Penempatan Tenaga Kerja atau Bursa Kerja Pemerintah (BKP), pada akhir tahun
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 27
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
2008 Disnakertransduk Prov. Jawa Timur membentuk Pusat Layanan Karir Terpadu (PLKT). Fungsi PLKT dikembangkan sebagai model pelayanan penempatan tenaga kerja (Public Employment Service) terutama menyangkut penyebaran informasi lintas kab/kota (kliring system), pembinaan lembaga bursa kerja, pembinaan petugas fungsional Pengantar Kerja dan kegiatan bimbingan konseling. PLKT sebagai pusat layanan penempatan kerja memfasilitasi pencari kerja, perusahaan pemberi kerja/pengguna tenaga kerja, maupun kalangan pendidikan dan mitra kerja lainnya. Tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan jaringan mitra kerja serta mendekatkan hubungan antara dunia usaha dengan pencari kerja, terutama dari angkatan kerja muda terdidik yang mencari pekerjaan di sektor formal, baik yang sudah menyelesaikan ataupun sedang dalam masa pendidikan. Pelayanannya dilakukan secara offline (pelayanan langsung) maupun online melalui website www.infokerja-jatim.com. Pada tahun 2014, PLKT mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur untuk layanan publik percontohan tingkat Prov. Jawa Timur dengan kategori pelayanan ‘baik’, melalui programnya yang diberi nama “Ayo Kerja”.
a. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014 • % penempatan pencari kerja :
Target sebesar 60%, realisasi 64,03% atau capaian kinerjanya sebesar 106,72% (kategori “sangat baik”).
• Pengembangan jejaring informasi lowongan kerja, terdiri dari : - % perusahaan anggota aktif PLKT :
Target sebesar 80%, realisasi sebesar 80,11% atau capaian kinerjanya 100,14% (kategori “sangat baik”).
- % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja :
Target 20%, realisasi sebesar 40,85% atau capaian kinerjanya 204,25% (kategori “sangat baik”).
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 28
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
b. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun Sebelumnya
- Tahun 2014 :
Untuk indikator % penempatan pencari kerja, target 60% realisasi 64,03% atau capaian kinerjanya 106,72%. Pencari kerja yang mendaftar sebanyak 499.684 orang, dan pencari kerja yang ditempatkan 319.942 orang.
Untuk indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja :
(a) % perusahaan anggota aktif PLKT, target 80% terealisasi 80,11% atau capaian kinerjanya 100,14%. Perusahaan anggota PLKT berjumlah 880, sedangkan yang aktif menginformasikan lowongan kerja berjumlah 705 perusahaan.
(b) % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja, target 20% realisasi peningkatan sebesar 40,85% dari tahun lalu, atau capaian kinerjanya 204,25%. Mitra kerja pada jejaring bursa kerja (Bursa Kerja Khusus yang terkoneksi di website PLKT) berjumlah 100 lembaga, terdiri dari 15 BKK perguruan tinggi, 16 BKK UPT Pelatihan Kerja dan 69 BKK SMA/SMK. - Tahun 2013 :
Untuk indikator % penempatan pencari kerja, target 55% realisasi 58,41% atau capaian kinerjanya 106,2%. Pencari kerja yang mendaftar sebanyak 724.292 orang, dan pencari kerja yang ditempatkan 423.059 orang.
Untuk indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja :
(a) % perusahaan anggota aktif PLKT, target 75% terealisasi 75,07% atau capaian kinerjanya 100,09%. Perusahaan anggota PLKT berjumlah 694, sedangkan yang aktif menginformasikan lowongan kerja berjumlah 521 perusahaan.
(b) % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja, target 20% realisasi peningkatan 20,34%, atau capaian kinerjanya 101,70%. Mitra kerja jejaring bursa kerja berjumlah 71 lembaga, meliputi 14 BKK perguruan tinggi, 16 BKK UPT Pelatihan Kerja dan 41 BKK SMA/SMK.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 29
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
- Tahun 2012 :
Untuk indikator % penempatan pencari kerja, target 48% realisasi 54,33% atau capaian kinerjanya 113,19%. Pencari kerja yang mendaftar sebanyak 874.223 orang, dan pencari kerja yang ditempatkan 474.989 orang.
Untuk indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja :
(a) % perusahaan anggota aktif PLKT, target 70% dengan realisasi 75% atau capaian kinerjanya 107,14%. Perusahaan anggota PLKT berjumlah 524, sedangkan yang aktif menginformasikan lowongan kerja berjumlah 393 perusahaan.
(b) % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja, target 20% realisasi peningkatan sangat signifikan sebesar 96,67% dari tahun sebelumnya, atau capaian kinerjanya 483,35%. Mitra kerja jejaring bursa kerja berjumlah 59 lembaga, terdiri dari 13 BKK perguruan tinggi, 16 BKK UPT Pelatihan Kerja dan 30 BKK SMA/SMK.
- Tahun 2011 :
Merupakan tahun awal dilakukan penghitungan penempatan tenaga kerja sesuai SPM Ketenagakerjaan, dimana dicapai realisasi 42,08%. Pencari kerja yang mendaftar sebanyak 778.345 orang, dan pencari kerja yang ditempatkan 327.489 orang.
Untuk indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja :
(a) % perusahaan anggota aktif PLKT, target 60% dengan realisasi 64,19% atau capaian kinerjanya 106,98%. Perusahaan anggota PLKT berjumlah 444, sedangkan yang aktif menginformasikan lowongan kerja berjumlah 285 perusahaan.
(b) % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja, target 10% realisasi peningkatan 15,38%, atau capaian kinerjanya 153,80%. Mitra kerja jejaring bursa kerja berjumlah 30 lembaga, meliputi 9 BKK perguruan tinggi, 16 BKK UPT Pelatihan Kerja, dan 5 BKK SMA/SMK.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 30
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
Belum bisa diperoleh data % penempatan pencari kerja (not available) mengingat pengukuran indikator ini baru dilakukan tahun 2011, sesuai dengan pelaksanaan SPM bidang ketenagakerjaan.
Untuk indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja :
(a) % perusahaan anggota aktif PLKT, target 50% dengan realisasi 60,78% atau capaian kinerjanya 121,56%. Perusahaan anggota PLKT berjumlah 283, sedangkan yang aktif menginformasikan lowongan kerja berjumlah 172 perusahaan.
(b) % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja, target 5% realisasi peningkatan 18,18%, atau capaian kinerjanya 363,60%. Mitra kerja jejaring bursa kerja berjumlah 26 lembaga, meliputi 7 BKK perguruan tinggi, 16 BKK UPT Pelatihan Kerja, dan 3 BKK SMA/SMK.
- Tahun 2009 :
Belum bisa diperoleh data % penempatan pencari kerja (not available) mengingat pengukuran indikator ini baru dilakukan pada tahun 2011.
Untuk indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja :
(a) % perusahaan anggota aktif PLKT, target 40% dengan realisasi 72,88% atau capaian kinerjanya 182,20%. Perusahaan anggota PLKT berjumlah 118, sedangkan yang aktif menginformasikan lowongan kerja berjumlah 86 perusahaan.
(b) Pada satu tahun pertama PLKT berdiri, terdapat 22 BKK yang menjadi mitra kerja jejaring bursa kerja, yang terdiri dari 5 BKK perguruan tinggi, 16 BKK UPT Pelatihan kerja, dan 1 BKK SMA/SMK. Di tahun ini belum dapat ditentukan target peningkatan jumlah mitra kerja jejaring bursa kerja, mengingat PLKT baru didirikan di akhir tahun 2008.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 31
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
Diagram 3.6
Perkembangan target dan capaian kinerja persentase penempatan pencari kerja tahun 2009 – 2014
Diagram 3.7
Perkembangan target dan capaian kinerja
persentase perusahaan anggota aktif PLKT tahun 2009 – 2014
Diagram 3.8
Perkembangan target dan capaian kinerja
persentase peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja tahun 2009 – 2014
c. Perbandingan Realisasi Kinerja Hingga Tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah Renstra Disnakertransduk Prov. Jawa Timur Tahun 2009-2014
Di periode akhir (tahun kelima) Renstra, realisasi kinerja penempatan pencari kerja maupun pengembangan jejaring informasi lowongan kerja telah melebihi target Renstra : Untuk % penempatan pencari kerja realisasi kinerjanya 64,03% dari target 60%. Untuk % perusahaan anggota aktif PLKT, realisasi mencapai 80,11% dari yang ditargetkan 80%. Adapun untuk % peningkatan mitra kerja jejaring bursa kerja realisasinya 40,85% atau dua kali lipat dari target 20%.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 32
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
d. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan Standar Nasional dan Provinsi Lain
• Perbandingan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang
Ketenagakerjaan (Permenakertrans Nomor 2 Tahun 2014) :
Indikator kinerja penempatan tenaga kerja sama dengan indikator SPM untuk pelayanan penempatan tenaga kerja. Target capaian Nasional sebesar 40% di tahun 2016. Di tahun 2014, Disnakertransduk Prov. Jawa Timur telah mencapai SPM pelayanan penempatan tenaga kerja sebesar 64,03%, jauh melebihi target Nasional tahun 2016.
• Perbandingan dengan capaian kinerja Prov. Jawa Barat dan Prov.
Jawa Tengah :
• Indikator kinerja penempatan tenaga kerja Prov. Jawa Barat :
Jumlah serapan tenaga kerja melalui sektor usaha primer, sekunder dan tersier : target 450.000 orang dan realisasi 477.046 orang (capaian 106,01%).
• Indikator kinerja penempatan tenaga kerja Prov. Jawa Tengah : a. Jumlah penempatan tenaga kerja AKAN.
b. Jumlah penempatan tenaga kerja AKL. c. Jumlah penempatan tenaga kerja AKAD. (Dalam proses penyusunan laporan kinerja)
Indikator kinerja penempatan tenaga kerja Prov. Jawa Barat dan Jawa Tengah berupa ”jumlah” penempatan, sedangkan indikator Prov. Jawa Timur berupa % penempatan pencari kerja. Dengan demikian tidak dapat dilakukan perbandingan capaian kinerja dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Secara kuantitas, pencari kerja di Jawa Timur yang ditempatkan di tahun 2014 sebanyak 319.942 orang. Sedangkan jumlah penempatan di Jawa Barat lebih tinggi dibandingkan penempatan di Jawa Timur.
Sementara itu, kedua Provinsi tersebut tidak memiliki indikator pengembangan jejaring informasi lowongan kerja. Pengembangan
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 33
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
jejaring informasi lowongan kerja melalui Pusat Layanan Karir terpadu (PLKT) hanya ada di Disnakertransduk Prov. Jawa Timur.
e. Analisis Penyebab Keberhasilan atau Peningkatan/ Kinerja, dan Alternatif Solusi yang Telah Dilakukan
Analisis Penyebab Keberhasilan atau Peningkatan/Kinerja :
• Pada tahun 2014, meski penyerapan pencari kerja menunjukkan kinerja sangat baik (64,03% dari pencari kerja yang mendaftar), secara kuantitas terjadi penurunan jumlah pencari kerja yang ditempatkan. Kondisi ini antara lain dikarenakan :
- Penghematan alokasi APBN sebesar 35% berdampak pada turunnya
target perluasan kesempatan kerja di sektor informal;
- Berkurangnya kontribusi penempatan dari Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) akibat berkurangnya jumlah LPKS dari semula 988 menjadi 790 LPKS (terkait ijin operasional).
- Sulitnya menelusuri alumni Bursa Kerja Khusus (BKK) terutama dari perguruan tinggi pasca kelulusan;
- Kebijakan pengetatan penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur ke luar negeri, khususnya pada jabatan informal seperti Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) sebagai upaya perlindungan TKI, sehingga angka penempatan TKI melalui program AKAN (Antar Kerja Antar Negara) berkurang.
• Perusahaan yang aktif menginformasikan lowongan pekerjaan melalui Pusat Layanan Karir Terpadu (PLKT) meningkat pesat. Hal ini merupakan kontribusi dari kegiatan promosi dan sosialisasi melalui bursa kerja bulanan, kebijakan Disnakertransduk Prov. Jawa Timur terkait ”Pekan Pasar Kerja” yang berdampak pada makin intensifnya job fair Kab./Kota dan perguruan tinggi. Sarana media sosial juga terbukti cukup efektif mendorong penyebaran informasi keberadaan PLKT dan manfaatnya mengiklankan lowongan kerja bagi perusahaan. Selain itu, dilakukan kunjungan job
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 34
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
canvasing dan monitoring ke perusahaan anggota PLKT dan perusahaan baru oleh Petugas Fungsional Pengantar Kerja.
• Meningkatnya mitra kerja jejaring bursa kerja didorong kegiatan pemanduan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang mampu mengoptimalkan penempatan lulusan SMK dan perguruan tinggi. Selain itu, dilakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur serta Disnaker Kab./Kota untuk mengoptimalkan peran dan fungsi sekolah dan lembaga pelatihan kerja guna membantu penempatan alumninya.
Alternatif Solusi yang Dilakukan :
Guna mengoptimalkan angka penyerapan tenaga kerja di pasar kerja formal maupun di sektor informal, dilakukan :
• Sosialisasi dan pembinaan ke Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, perguruan tinggi, lembaga pelatihan kerja, serta Disnaker Kab./Kota untuk lebih mengefektifkan pelayanan dan pendataan penempatan kerja, khususnya alumni dari dunia pendidikan/alumni pelatihan.
• Bursa Kerja Bulanan, Pekan Pasar Kerja di bulan September (2 bulan pasca kelulusan), serta Bursa Kerja Bersama dengan Provinsi lain (Batam).
• Menggerakkan dan mendorong sektor-sektor lapangan usaha dan
keterlibatan SKPD lainnya untuk berkontribusi dalam perluasan lapangan kerja di Jawa Timur.
• Koordinasi dan peningkatan kemampuan SDM petugas antar kerja di
Disnaker Kab./Kota untuk memperkuat upaya penyerapan tenaga kerja. f. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Upaya pencapaian indikator ini didukung oleh alokasi APBD maupun APBN di Bidang Penempatan Tenaga Kerja serta UPT P3TKI Surabaya. Di Bidang Penempatan Tenaga kerja : sumber dana APBD, alokasi Rp. 6.400.000.000,- realisasi Rp. 6.061.958.024,- (94,72%). Sumber dana APBN, alokasi Rp. 1.005.898.000,- realisasi Rp. 876.070.750,- (87,09%).
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 35
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
Dari sisi personil, pencapaian indikator ini didukung oleh 6 (enam) orang Pejabat Fungsional Pengantar Kerja di Provinsi serta 19 Pengantar Kerja di Kab./Kota, ditambah dukungan personil dari petugas antar kerja baik di Provinsi maupun Kab./Kota.
g. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja
Terdapat kondisi positif terkait kenaikan persentase penempatan tenaga kerja/pencari kerja di sektor formal, yang antara lain dikarenakan :
• Naiknya angka penempatan melalui mekanisme AKL, AKAD dan AKAN yang pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi maupun Kab./Kota;
• Sebagai terobosan dalam mensosialisasikan, mengakomodasi peningkatan lowongan kerja, mengoptimalkan penempatan tenaga kerja, dan mengefektifkan fungsi layanan penempatan tenaga kerja, Disnakertransduk Prov. Jawa Timur menggagas bursa kerja bulanan, Pekan Pasar Kerja di bulan September (2 bulan pasca kelulusan), serta Bursa Kerja Bersama dengan Provinsi lain (Batam). Hal ini berdampak signifikan terhadap peningkatan partisipasi perusahaan yang melaporkan lowongan kerja, serta peningkatan jumlah penempatan tenaga kerja.
• Jejaring kerjasama informasi bursa kerja dengan pihak-pihak yang
berkontribusi tinggi terhadap penyediaan peluang kerja (dunia industri, asosiasi profesi, satuan pendidikan menengah dan perguruan tinggi) sehingga info peluang kerja di sektor formal semakin terbuka, banyak dan mudah diakses pencari kerja.
• Kunjungan promosi, job canvasing dan monitoring ke perusahaan anggota PLKT maupun perusahaan baru oleh Pejabat Fungsional Pengantar Kerja maupun petugas antar kerja.
• Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur, Disnaker Kab./Kota dan perguruan tinggi untuk pembinaan Bursa Kerja Khusus/career centre.
Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur JER B
ASUKI MAWA BEYA
JAWA TIMUR
III - 36
Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2014
• Mengoptimalkan fungsi UPT Pelatihan Kerja (BLK) Disnakertransduk Prov. Jawa Timur sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pelatihan, peningkatan skill dan kompetensi, sekaligus penempatan tenaga kerja yang berkualitas sesuai kebutuhan pasar kerja.
• Penyebarluasan Informasi Pasar Kerja melalui website www.infokerja-jatim.com, twitter dan media massa. Website dan twitter dapat diakses pencari kerja, perusahaan/dunia usaha maupun institusi yang membutuhkan tenaga kerja. Penggunaan sarana IT sangat bermanfaat dalam menyediakan informasi pasar kerja yang aktual, murah dan membantu mempercepat layanan penempatan tenaga kerja.
3.2.6 Sasaran 6 : Meningkatnya pelayanan penempatan tenaga kerja Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat yang memanfaatkan jasa pelayanan penempatan tenaga kerja melalui hasil pengukuran survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Indikator dan capaian kinerjanya :
INDIKATOR KINERJA TARGET 2014 REALISASI 2014 % 2013 2012 2011 2010 2009 REALISASI
Hasil survey IKM :
- Pelayanan penempatan tenaga kerja.
- Pelayanan TKI (Tenaga Kerja Indonesia). 80,00 76,50 74,33 76,30 92,91 99,74 74,81 71,27 74,66 72,35 76,25 67,17 78,56 76,43 79,07 75,77
Survey IKM pelayanan penempatan tenaga kerja terdiri dari :
1) Pelayanan penempatan tenaga kerja, meliputi pelayanan antar kerja, yakni (a) informasi pasar kerja/bursa kerja/penempatan kerja offline dan online, (b) pencabutan perpanjangan Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing atau IMTA, (c) rekomendasi penempatan tenaga kerja antar daerah, (d) ijin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta atau LPTKS untuk antar kerja lokal, dan (e) ijin operasional kantor cabang Pelaksana Penempatan TKI Swasta atau PPTKIS.