• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2010

TENTANG

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN

FUNGSI DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SUMBAWA BARAT,

Menimbang : a. bahwa organisasi perangkat daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dipandang perlu dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dengan pertimbangan adanya keselarasan antara efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan;

b. bahwa keselarasan antara efektifitas dan efisiensi sebagaimana dimaksud pada huruf a diperlukan dalam upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) serta untuk lebih meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan serta pengembangan kapasitas daerah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembara Negara Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286 );

(2)

3. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4340);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT dan

BUPATI SUMBAWA BARAT MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

(3)

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2008 Nomor 5) diubah sebagai berikut :

Ketentuan Pasal 2 ayat (1) diubah sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 2

(1) Membentuk Dinas Daerah yang terdiri dari : a. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; b. Dinas Kesehatan;

c. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi; d. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; e. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika; f. Dinas Pekerjaan Umum;

g. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM);

h. Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kebudayaan dan Pariwisata; i. Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan;

j. Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian;

k. Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset. (2) Dinas Daerah dipimpin oleh Kepala Dinas.

(3) Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(4) Pada Dinas dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

(5) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur dengan Peraturan Bupati.

(6) Bagi Dinas Daerah tertentu dapat ditetapkan Pejabat Fungsional.

2. Ketentuan BAB III Bagian Keenam diubah dan Pasal 5 diubah sehingga BAB III Bagian Keenam dan Pasal 5 secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut :

Bagian Keenam

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pasal 5

(4)

(1) Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri dari Kepala Dinas, 1 (satu) Sekretariat dan 3 (tiga) Bidang serta Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Susunan organisasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai berikut :

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, terdiri dari 3 (tiga)

Subbagian yaitu :

1. Subbagian Umum dan Kepegawaian; 2. Subbagian Keuangan;

3. Subbagian Koordinasi Penyusunan Program.

c. Bidang Sosial, terdiri dari 2 (dua) seksi

yaitu :

1. Seksi Bantuan Sosial;

2. Seksi Penanggulangan Sosial.

d. Bidang Tenaga Kerja, terdiri dari 2 (dua)

seksi yaitu :

1. Seksi Penempatan Pengendalian dan Pengawasan; 2. Seksi Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja.

e. Bidang Transmigrasi, terdiri dari 2 (dua)

Seksi :

1. Seksi Penempatan Transmigrasi; 2. Seksi Pembinaan Transmigrasi.

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

3. Diantara Bagian Ketiga dan Bagian Keempat BAB III disisipkan 1 (satu) Bagian yaitu Bagian Ketiga A serta diantara Pasal 5 dan Pasal 6 disisipkan 1 (satu) Pasal yaitu Pasal 5 A yang berbunyi sebagai berikut :

Bagian Ketiga A

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pasal 5 A

(1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri dari Kepala Dinas, 1 (satu) Sekretariat dan 3 (tiga) Bidang serta Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Susunan organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai berikut : a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, terdiri dari 3 (tiga) Subbagian yaitu : 1. Subbagian Umum dan Kepegawaian;

2. Subbagian Keuangan;

(5)

c. Bidang Pengolahan Data dan Informasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terdiri dari :

1. Seksi Pengolahan Data dan Informasi

Kependudukan;

2. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Pencatatan

Sipil.

d. Bidang Kependudukan, terdiri dari :

1. Seksi Administrasi Kependudukan;

2. Seksi Pengendalian Kependudukan.

e. Bidang Pencatatan Sipil, terdiri dari :

1. Seksi Kelahiran dan Kematian;

2. Seksi Perkawinan dan Perceraian.

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas. g. Kelompok Jabatan Fungsional.

3. Ketentuan Pasal 9 ayat (2) huruf b dan huruf c diubah sehingga keseluruhan Pasal 9 berbunyi sebagai berikut :

Pasal 9

(1) Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan terdiri dari Kepala Dinas, 1 (satu) Sekretariat dan 3 (tiga) Bidang serta Kelompok Jabatan Fungsi.

(2) Susunan organisasi Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan sebagai berikut :

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, terdiri dari 3 (tiga)

Subbagian yaitu :

1. Subbagian Umum dan Kepegawaian;

2. Subbagian Keuangan;

3. Subbagian Koordinasi Penyusunan Program;

c. Bidang Perikanan Tangkap Pengawasan dan Pulau-pulau Kecil, terdiri dari 2 (dua) Seksi yaitu :

1. Seksi Perikanan Tangkap dan Pengawasan;

2. Seksi Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau

Kecil;

d. Bidang Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan, terdiri dari 2 (dua) Seksi yaitu :

1. Seksi Perikanan Budidaya;

2. Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan; e. Bidang Peternakan, terdiri dari 2 (dua) Seksi yaitu :

(6)

2. Seksi Usaha Ternak dan Sarana Prasarana Peternakan f. Unit Pelaksana Teknis Dinas;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

4. Ketentuan BAB IV Bagian Ketiga diubah dan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (6) diubah sehingga BAB IV Bagian Ketiga dan Pasal 14 secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut :

Bagian Ketiga

Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Pasal 14

(1) Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi merupakan unsur pelaksana otonomi daerah.

(2) Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah dibidang Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan

lingkup tugasnya;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya;

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

e. penanganan proses perizinan sesuai kewenangannya;

f. pembinaan terhadap tenaga fungsional dan unit pelaksana teknis di lingkungan Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi;

g. pengelolaan urusan Ketatausahaan Dinas.

(5) Pembentukan Unit PelaksanaTeknis Dinas dengan Peraturan Bupati.

(6) Rincian tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Bupati.

(7) Bagan Struktur Organisasi Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Peraturan Daerah ini.

5. Diantara Bagian Ketiga dan Bagian Keempat BAB IV disisipkan 1 (satu) Bagian yaitu Bagian Ketiga A serta diantara Pasal 14 dan Pasal 15 disisipkan 1 (satu) Pasal yaitu Pasal 14 A yang berbunyi sebagai berikut :

Bagian Ketiga A

(7)

Pasal 14 A

(1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana otonomi daerah.

(2) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan

lingkup tugasnya;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya;

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

e. penanganan proses perizinan sesuai kewenangannya;

f. pembinaan terhadap tenaga fungsional dan unit pelaksana teknis di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

g. pengelolaan urusan Ketatausahaan Dinas.

(4) Pembentukan Unit PelaksanaTeknis Dinas dengan Peraturan Bupati.

(5) Rincian tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Bupati.

(6) Bagan Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III A Peraturan Daerah ini.

6. Lampiran VII diubah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Daerah ini.

Pasal II

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.

Ditetapkan di Taliwang

pada tanggal, 20 Desember 2010 BUPATI SUMBAWA BARAT,

(8)

Diundangkan di Taliwang

pada tanggal, 20 Desember 2010

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT,

AMRULLAH ALI

(9)

LAMPIRAN III PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2010

TANGGAL 20 DESEMBER 2010

STRUKTUR ORGANISASI

DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

BUPATI SUMBAWA BARAT,

ZULKIFLI MUHADLI KEPALA DINAS UPTD SEKSI PENANGGULGN SOSIAL SEKSI BANTUAN SOSIAL BIDANG SOSIAL BIDANG TRANSMIGRASI SEKSI PEMBINAAN TRANSMIGRASI SEKSI PENEMPATAN TRANSMIGRASI BIDANG TENAGA KERJA SEKSI HUB. INDSTRIAL DAN PERSY. KRJ SEKSI PENMPTN PENGNDLN DAN PENGAWASAN PERKEBUNAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIAT SUB BAGIAN KOORDINASI PENYSNAN PROG. SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM & KEPEGAWAIAN

(10)

LAMPIRAN III A PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2010

TANGGAL 20 DESEMBER 2010

STRUKTUR ORGANISASI

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

BUPATI SUMBAWA BARAT,

KEPALA DINAS UPTD SEKSI PENGLHAN DATA DAN INFORMASI PENCCTAN SIPIL SEKSI PENGLHAN DATA DAN INFORMASI KEPENDUDUKAN BIDANG PENGLHAN DATA DAN INFORMASI DUKCAPIL BIDANG PENCATATAN SIPIL SEKSI PERKAWINAN DAN PRCERAIAN SEKSI KELAHIRAN DAN KEMATIAN BIDANG KEPENDUDUKAN SEKSI PENGENDALIAN KEPENDUDUKAN SEKSI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIAT SUB BAGIAN KOORDINASI PENYSNAN PROG. SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM & KEPEGAWAIAN

(11)

LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2010

TANGGAL 20 DESEMBER 2010

STRUKTUR ORGANISASI

DINAS KELAUTAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN

BUPATI SUMBAWA BARAT,

ZULKIFLI MUHADLI KEPALA DINAS UPTD KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIAT SUB BAGIAN KOORDINASI PENYSNAN PROG. SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM & KEPEGAWAIAN SEKSI PERIKANAN TANGKAP DAN PENGAWASAN BIDANG PERIKANAN TANGKAP PENGAWASAN DAN PULAU-PULAU KECIL SEKSI KELAUTAN PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SEKSI PERIKANAN BUDIDAYA BIDANG BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN SEKSI PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN SEKSI PRODUKSI DAN KESEHATAN TERNAK BIDANG PETERNAKAN SEKSI USAHA TERNAK DAN SARANA PRASRN. PETERNAKAN

Referensi

Dokumen terkait

Setelah didapat hasil validasi lapangan suhu dan vegetasi dilakukan analisis hubungan antara kenaikan suhu di Kota Bandar Lampung dengan kerapatan vegetasi dan

KOH adalah senyawa yang bersifat basa sehingga untuk mengidentifikasi reaksi abu kayu dengan air menghasilkan KOH adalah dengan menggunakan indikator phenolptalein yang

Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian tentang “Pengaruh Tingkat Kunjungan terhadap Kualitas Air Di kawasan Wisata Sungai Sampuren Putih Kecamatan Sibolangit

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya, dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Efektivitas Penggunaan Media Messengger Whatsapp

KEDUA : Lokasi Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh ditetapkan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan melibatkan peran masyarakat

Kesimpulan Thyphoid adalah penyakit menular yang bersifat akut yang biasanya mengenai pada saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari tujuh hari dan

Untuk mengatasi permasalahan tingginya biaya produksi dalam budidaya ikan terutama pakan dilakukan dengan menggunakan bahan baku pakan yang murah dan mudah didapatkan, salah

Hasil penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis 1 bahwa sertifikasi, supervisi akademik, dan internal locus of control mempunyai pengaruh yang signi- fikan