5.1. Pertanian
5.1.1. Komoditas Tanaman Pangan
uasan areal yang potensial untuk pengembangan komoditas pertanian seluas 32.702 Ha atau 38,87 % dari luas wilayah Kabupaten (84.140 Ha), terdiri dari lahan sawah 6.832 Ha
(20,90%), tegal/kebun 9.477 Ha (28,98%), perkebunan 15.162 Ha (46,37 %) dan pekarangan 6.205 Ha (18,98 %). Persediaan pangan sebagai sumber gizi bagi kehidupan, merupakan kebutuhan pokok yang harus dikonsumsi setiap hari. Kebutuhan pangan bagi
masyarakat merupakan salah satu komoditas strategis, karena erat kaitannya dengan upaya stabilitas Ketahanan Nasional. Pengadaan pangan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, serta sesuai persyaratan gizi, selalu menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat sesuai UU Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan dan PP Nomor 68 Tahun 2002 Tentang Ketahanan Pangan.
Ketersediaan tanaman pangan khususnya beras di Kabupaten Jembrana mencapai 37.238,70 ton, sedangkan kebutuhan beras di Kabupaten Jembrana sesuai standar Pola Pangan Harapan (Nasional) 36.013,10 ton, sehingga masih ada kelebihan pangan sejumlah 1.225,60 ton.
Komoditas tanaman pangan yang merupakan kebutuhan utama, yang sering disebut Bama (Bahan Makanan Utama), terdiri dari : padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar dan ubi kayu.
Adapun data komoditas tanaman pangan di Kabupaten Jembrana Tahun 2010 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5. 1 Data Komoditas Tanaman Pangan di Kab. Jembrana Tahun 2010
No. Jenis Komoditas
Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton) Keterangan
1. Padi 13.823 11.146 58,79 65.527,33 Gabah Kering Giling (GKG) 2. Jagung 371 380 42,67 1.621,46 Pipilan Kering 3. Kedelai 1.522 1.431 11,52 1.660 Biji Kering 4. Kacang Tanah 70 37 17,19 63,20 Biji Kering 5. Kacang Hijau 144 144 11,11 160,12 Biji Kering
6. Ubi Kayu - 50 215,00 1.075 Ubi Basah
7. Ubi Jalar 2 2 196,42 39,30 Ubi Basah
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Berdasarkan data komoditas tanaman pangan di Kabupaten Jembrana tahun 2010, tanaman pangan yang paling banyak dihasilkan adalah jenis komoditas padi dengan produksi sebesar 65.527,33 Ton, jagung dengan produksi sebesar 1.621,46 ton dan kedelai sebesar 1.660 ton. Adapun data komoditas tanaman pangan tersebut lima tahun terkahir di Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut.
A. Komoditas Padi
Secara umum produksi padi dihasilkan di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Produksi padi paling banyak adalah dihasilkan di Kecamatan Mendoyo dengan produksi sebesar 29.638 Ton dengan luas tanam sebesar 5.233 Ha. Sedangkan produksi paling kecil adalah di Kecamatan Pekutatan dengan produksi sebesar 5.294 Ton dengan luas tanam 996 Ha.
Tabel 5. 2 Komoditas Padi
No. Kecamatan Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha)
Rata-rata Produksi (Kw/Ha)
Produksi
(Ton) Keterangan
1. Melaya 2.519 1.941 53,10 10.306,71 Gabah Kering Giling (GKG) 2. Negara 3.636 2.415 59,15 14.284,73 3. Jembrana 1.439 1.186 60,23 7.143,28 4. Mendoyo 5.233 4.697 63,10 29.638,07 5. Pekutatan 996 907 58,37 5294,16 Jembrana 2010 13.823 11.146 58,79 65.527,33 2009 7.552 10.083 64,34 64.882,08 2008 12,380 9,219 61,46 56.660,00 2007 9,449 9,097 60,05 49.757,00 2006 6,854 9,262 63,40 53.845,00
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Gambar 5. 1 Produksi Komoditas Padi Tahun 2010
B. Komoditas Jagung
Produksi jagung di Kabupaten Jembrana terutama dihasilkan di tiga kecamatan di Kabupaten Jembrana, yaitu : Melaya, Jembrana dan Mendoyo. Produksi terbesar adalah di Kecamatan Melaya dengan total produksi 1.120,91 Ton dengan luas tanam 229 Ha. Berikut adalah data komoditas jagung lima tahun terakhir di Kabupaten Jembrana.
0.00 5,000.00 10,000.00 15,000.00 20,000.00 25,000.00 30,000.00 Produksi (Ton)
Tabel 5. 3 Komoditas Jagung
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Gambar 5. 2 Produksi Komoditas Jagung Tahun 2010
C. Komoditas Kedelai
Produksi kedelai tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Jumlah produksi terbesar adalah di Kecamatan Mendoyo dengan total produksi 545 Ton dengan luas tanam 458 Ha. Sedangkan wilayah Kabupaten Jembrana dengan total produksi paling sedikit adalah di Kecamatan Pekutatan dengan total produksi hanya 61 Ton dengan luas tanam 53 Ha. Berikut adalah data komoditas kedelai di Kabupaten Jembrana lima tahun terakhir.
Melaya Negara Jembrana Mendoyo Pekutatan 1120.91 0 210.49 370.24 0 Produksi (Ton) No. Kecamatan Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton) Keterangan 1. Melaya 229 239 46,90 1.120,91 Pipilan Kering 2. Negara - - - - 3. Jembrana 52 52 40,48 210,49 4. Mendoyo 90 89 41,60 370,24 5. Pekutatan - - - - Jembrana 2010 371 380 42,67 1.621,46 2009 150 109 37,73 664,00 2008 399 381 38,33 460,00 2007 540 447 38,60 1.432,00 2006 302 33 37,73 83 ,00
Tabel 5. 4 Komoditas Kedelai No. Kecamatan Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton) Keterangan
1. Melaya 382 291 11,56 336 Biji Kering
2. Negara 419 419 11,58 485 3. Jembrana 210 210 11,10 233 4. Mendoyo 458 458 11,89 545 5. Pekutatan 53 53 11,51 61 6. Jembrana 2010 1.522 1.431 11,52 1.660 2009 2.700 2.614 13,88 3.630 2008 2.806 2.803 13.58 3.806 2007 1.116 933 11.09 1.017 2006 2.294 2.290 12.83 2.624
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Gambar 5. 3 Produksi Komoditas Kedelai Tahun 2010
5.1.2. Komoditas Hortikultura
Tanaman yang termasuk dalam Komoditas Hortikultura terdiri dari komoditas sayuran dan buah-buahan semusim, komoditas buah-buahan dan sayuran tahunan, Tanaman biofarmaka (tanaman obat) dan tanaman hias.
Komoditas buah-buahan yang ada di
0 100 200 300 400 500 600 Produksi (Ton)
Jembrana disajikan dalam profil ini antara lain : Jenis tanaman buah-buahan tahunan seperti : mangga, durian, pepaya, pisang dan rambutan. Sedangkan yang digolongkan dalam sayuran : kacang panjang, cabe dan ketimun. Perkembangan produksi beberapa tanaman hortikultura 5 (lima) tahun terakhir di Kabupaten Jembrana dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5. 5 Data Komoditas Tanaman Holtikultura di Kab. Jembrana Tahun 2010
No. Jenis Komoditas
Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton) Keterangan
1. Semangka 552 501 204,51 10.246 Buah Segar 2. Kacang Panjang 42 49 12,46 61,10
3. Cabe Besar 43 19 1,36 2,58
4. Ketimun 10 9 106,79 96,11
5. Terung 2 2 14,50 29
6. Melon 9 7 272,23 170,39
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Tabel 5. 6 Data Komoditas Tanaman Holtikultura di Kab. Jembrana Tahun 2010
No. Jenis Komoditas Jumlah Pohon Produksi (Ton)
1. Mangga 159.063 73,60 2. Durian 28.054 226,5 3. Pisang 955.519 16.827,1 4. Rambutan 65.390 823 5. Pepaya 41.579 287 6. Nenas 221.087 417 7. Sawo 10.802 284 8. Jeruk 17.013 428
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Pada Sub Sektor Hortikultura yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Jembrana yaitu tanaman semangka dimana setiap tahun terus dikembangkan dan telah mampu memenuhi kebutuhan lokal, regional dan nasional. Berikut adalah data komoditas semangka di Kabupaten Jembrana lima tahun terakhir.
Tabel 5. 7 Komoditas Semangka
No. Kecamatan Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Rata-rata Produksi (Kw/Ha) Produksi (Ton) Keterangan 1. Melaya 14 13 200,00 260 Buah Segar 2. Negara - - - - 3. Jembrana 33 33 173,03 571 4. Mendoyo 469 418 211,05 8.822 5. Pekutatan 36 36 164,72 593 Jembrana 2010 552 501 204,51 10.246 2009 550 743 207,93 15.449 2008 653 542 251,51 13.632 2007 646 699 217,75 15.221 2006 697 897 196,78 17.651
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Berikut disajikan grafik produksi komoditas semangka di Kabupaten Jembrana tahun 2010.
Gambar 5. 4 Produksi Komoditas Semangka Tahun 2010
5.1.3. Mutasi Lahan Sawah
Sebagian besar penggunaan lahan di Kabupaten Jembrana adalah digunakan untuk Tegal/ Kebun sebesar 42 % dengan luas lahan 9.477 Ha. Wilayah Kabupaten Jembrana yang memiliki luas Tegal/ Kebun terbanyak adalah Kecamatan Pekutatan dengan luas sebesar 4.518 Ha. Data Luas Lahan Sawah
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000
Melaya Negara Jembrana Mendoyo Pekutatan
dirinci menurut kecamatan selama 5 (lima ) tahun terakhir dapat dilihat pada Grafik berikut ini.
Tabel 5. 8 Data Luas Lahan Pertanian 5 (lima) tahun terakhir di Kabupaten Jembrana
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Berikut disajikan diagram produksi komoditas semangka di Kabupaten Jembrana tahun 2010.
Gambar 5. 5 Penggunaan Lahan di Kabupaten Jembrana Tahun 2010
Luas lahan sawah di Kabupaten Jembrana tahun 2010 mengalami peningkatan seluas 12 Ha, dimana luas lahan sawah pada tahun 2009 yaitu 6.820 Ha sedangkan pada tahun 2010 bertambah menjadi seluas 6.832 Ha. Peningkatan luas lahan sawah disebabkan karena alih fungsi lahan dari lahan kebun menjadi lahan sawah karena persediaan air irigasi sudah mencukupi. Disamping itu juga
30%
28% 42%
Luas Lahan Sawah (Ha) Luas Pekarangan (Ha) Luas Tegal/ Kebun (Ha)
No Kecamatan
Luas Lahan Sawah (Ha) Luas
Pekarangan (Ha) Luas Tegal/ Kebun (Ha) Jumlah (Ha) Irigasi 1/2 teknis Irigasi Sederhana Irigasi Non PU Tadah Hujan Jumlah 1 Melaya 1.217 - - 25 1.242 1.085 1.281 2.366 2 Negara 1.805 - - - 1.805 1.872 1.932 3.804 3 Jembrana 940 - - 50 990 1.560 1.610 3.170 4 Mendoyo 2.241 - - - 2.241 1.090 136 1.226 5 Pekutatan 476 78 - - 554 598 4.518 5116 Jembrana 2010 6.679 78 - 75 6.832 6.205 9.477 15.682 2009 6.125 43 584 68 6.820 6.112 7.321 20.253 2008 5.866 42 559 10 6.477 6.070 7.282 19.829 2007 5.819 524 110 32 6.485 6.067 7.869 20.421 2006 5.582 771 125 32 6.510 6.067 7.870 20.447
karena harga gabah yang cederung stabil jika dibandingkan dengan hasil kebun menyebabkan petani mengalihkan lahannya menjadi lahan sawah.
Gambar 5. 6 Mutasi Lahan Sawah di Kabupaten Jembrana Tahun 2006 s/d 2010
5.2. Perkebunan
5.2.1. Luas Areal dan Produksi
Melalui Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, komoditas yang dibina dalam Bidang Perkebunan terdapat beberapa jenis tanaman yang dibina antara lain Kelapa Dalam, Kelapa Genjah, Kopi Robusta, Cengkeh, Panili dan Kakao, serta akhir-akhir ini mulai tahun 2009 telah dirintis pengembangan komoditas Kapas. Dari komoditas tersebut diatas yang menjadi komoditi Unggulan dalam bidang Perkebunan di Kabupaten Jembrana adalah Komoditi Kakao. Berikut adalah disajikan luas areal Komoditas Perkebunan 5 (lima) tahun terakhir
6,832 6,820
6,477 6,485 6,510
2010 2009 2008 2007 2006
Tabel 5. 9 Luas areal Komoditas Perkebunan 5 (lima) tahun terakhir
No. Komoditas Luas Areal (Ha)
2006 2007 2008 2009 2010 1. Kelapa Dalam 44.654,25 11.204,75 16.724,75 16.724,75 16.724,75 2. Kelapa Deres 260,54 53,18 103,68 103,68 357,97 3. Kelapa Hybrida 342,00 62,40 139,80 139,80 114,50 4. Kelapa Genjah 302,00 538,91 335,71 335,71 345,01 5. Kopi Robusta 1.293,00 1.118,50 1.293,90 1.293,90 1.216,75 6. Cengkeh 3.470,00 2.613,50 3.469,25 3.469,25 3.446,85 7. Panili 266,00 203,94 265,11 265,11 228,42 8. Kakao 3.555,00 2.942,31 4.268,13 4.268,13 6.226,94 9. Kapok 5,00 1,10 5,00 5,00 5,00 10. Lada 7,80 7,80 7,80 7,80 7,80 11. Kemiri 12,92 6,46 3,23 3,23 3,23 12. Kenanga 27,00 26,71 26,71 26,71 26,71 13. Pinang 20,00 19,80 19,80 19,80 19,80 14. Kapas - - - 98,00 100,00 Jumlah 54.215,51 18.799,36 26.662,87 26.760,87 28.823,73
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Produksi komoditas perkebunan yang menjadi andalan Kabupaten Jembrana adalah Kelapa Dalam yang dalam lima tahun terakhir telah menghasilkan produksi paling tinggi diantara komoditas – komoditas lainnya. Untuk produktivitas kelapa dalam pada tahun 2010 sendiri telah menghasilkan sebanyak 20.377,05 Ton yang dibandingkan tahun sebelumnya telah mengalami perkembangan sebesar 11,06 % dari produksi pada tahun 2009 sebesar 18.348,61 Ton. Berikut adalah disajikan produksi komoditas perkebunan dalam lima tahun terakhir di Kabupaten Jembrana.
Tabel 5. 10 Produksi Komoditas Perkebunan 5 (lima) tahun terakhir
No. Komoditas Produksi (Ton)
2006 2007 2008 2009 2010 1. Kelapa Dalam 47.365,21 10.998,50 18.018,09 18.348,61 20.377,05 2. Kelapa Deres 2.134,53 315,58 932,80 886,16 2.752,70 3. Kelapa Hybrida 231,35 45,48 90,57 95,30 76,21 4. Kelapa Genjah 182,99 116,78 202,00 209,93 234,43 5. Kopi Robusta 264,39 261,88 265,01 278,60 290,45 6. Cengkeh 462,45 895,14 920,14 648,37 686,53 7. Panili 3,42 8,40 8,41 48,97 41,57 8. Kakao 2.199,29 2.265,61 2.818,16 3.376,50 2.885,41 9. Kapok 0,56 - - 0,69 - 10. Lada 1,20 1,20 - - - 11. Kemiri - - - - - 12. Kenanga 0,60 0,72 - - - 13. Pinang 1,38 1,39 - - - 14. Kapas - - - 0,84 0,88
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
5.2.2. Program dan Kegiatan
Beberapa program dan kegiatan bidang perkebunan yang telah dilaksanakan selama Tahun Anggaran 2010 antara lain :
A. Program Pengembangan Kelapa Dalam
Areal tanaman Kelapa di Kabupaten Jembrana dalam tahun 2010 seluas 16.725 Ha. yang terdiri dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seluas 578 ha, Tanaman Menghasilkan (TM) seluas 15.799 ha dan Tanaman Tua/Tanaman Rusak (TT/TR) seluas 348 ha. Dengan produktifitas berkisar 1.290 kg/ha/thn, Dilihat dari sisi umur, sebagian besar tanaman sudah berumur tua, hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius. Dalam kenyataan lapangan dapat dilihat bahwa petani lebih besar
melaksanakan kegiatan penebangan tanaman Kelapa Dalam, namum disisi lain tidak adanya aktivitas/kegiatan yang mengarah pada antisipasi pengurangan dampak penebangan tersebut, dalam artian kurang pendanaan kegiatan penanaman kembali atau pelestarian keberdaan Kelapa Dalam tersebut baik kuantias maupun kualitas tanaman .
Dengan melihat kondisi tanaman yang sudah sangat tua, dalam tahun 2010 Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perkebunan dengan dana APBN (TP Provinsi) telah mengadakan kegiatan peremajaan tanaman kelapa di Kabupaten Jembrana melalui pengadaan pembibitan Kelapa Dalam, untuk kegiatan Peremajaan Tanaman seluas 200 Ha, yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Melaya seluas 100 Ha, Kecamatan Negara seluas 50 Ha dan Kecamatan Mendoyo sebanyak 50 Ha.
B. Program Akselerasi Pengembangan Kapas
Komoditi Kapas di Kabupaten Jembrana mulai dirintis pengembangannya tahun 2009 melalui pendanaan Dana Tugas Pembantuan (TP) dari Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Demplot/ lahan contoh tanaman Kapas seluas 1,00 Ha lokasi di Desa Kaliakah, dan Akselerasi Pengembangannya seluas 97 Ha dengan produksi 721,5 Kg (kapas berbiji). Dilihat dari sisi produktifitas dirasa masih sangat rendah disebabkan oleh beberapa faktor alam seperti kurangnya pengairan pada saat tanaman membutuhkan air.
Dalam tahun 2010 dilanjutkan program pengembangan kapas dengan luasan 100 ha, dari luasan tersebut hanya berproduksi sejumlah 880 ha dari luas tanaman yang dipanen hanya dari luasan 29.49 Ha, dikarenakan dalam tahun 2010 terjadi iklim yang sangat ekstrim, tanaman kapas mengalami kebanjiran sehingga tanaman menjadi layu dan mati pada saat tanaman pase produksi (saat pembungaan dan ada sudah jadi buah). Lokasi Penamanan Kapas dalam tahun 2010 sebagai berikut :
Kecamatan Melaya Desa Warnasari seluas 40,5 Ha, Ekasari seluas 34,5 Ha Kecamatan Negara Desa Kaliakah seluas 25,0 Ha
C. Program Pengembangan Kakao
Tanaman Kakao di Kabupaten Jembrana merupakan komoditi unggulan bidang Perkebunan. Luas areal tanaman Kakao sampai dengan tahun 2010 seluas 6.226,94 Ha dengan areal produktif : 4.541 Ha dengan produksi 2.886,24 ton atau dengan rata-rata produktifitas 636 Kg/Ha yang melibatkan 13.040 kk Petani pekebun, Produktivitas tersebut masih berada dibawah potensi produksi potensial (2.000 kg/ha/tahun ), dan dibandingkan dengan produktivitas dari tahun - tahun sebelumnya kecenderungan menurun (Tahun 2009 produktivitas sebesar 837 kg/ha/th). Demikian juga halnya dilihat segi umur tanaman relatif sudah sangat tua, yakni sudah lebih dari 25 tahun, adanya serangan hama dan penyakit yaitu serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK), Helopeltis dan Penyakit Busuk Buah, Vascular Streak Dieback ( VSD) berakibat mati ranting . Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah sebagian besar pertanaman yang ada saat ini berasal dari bibit tidak jelas/tidak berasal dari varietas unggul, pemeliharaan tanaman belum sesuai anjuran teknis, menurunnya kualitas SDA, kurang mantapnya kelembagaan petani ( kelompok tani/subak Abian ) sebagai pendukung proses pembangunan disamping itu akses permodalan bagi petani belum mendukung sebagai sumber pendanaan khusus untuk pengembangan kakao.
5.3. Peternakan
5.3.1. Potensi Budidaya Peternakan
Daerah potensial sebagai kawasan peternakan di Kabupaten Jembrana berkisar 37.373 km2 atau sekitar 44,94 % dari luas Wilayah Kabupaten Jembrana, yang terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, tegalan dan lain sebagainya. Berbagai
dan rumput lapangan dapat tumbuh subur sebagai pakan ternak. Dengan kondisi yang demikian berbagai potensi ternak dapat berkembang di Kabupaten Jembrana yang terdiri dari ternak besar, kecil dan unggas.
5.3.2. Komoditas Peternakan
Untuk memudahkan dalam pendataan dan penerapan skala prioritas dalam perencanaan, komoditas yang dikelola di Bidang Peternakan Kabupaten Jembrana di kelompokan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu :
1. Komoditas Strategis adalah komoditas
yang memegang kendali motivasi manusia yang paling mendasar, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pakan hewani dari daging dan telur. Termasuk dalam komoditas strategis adalah Ayam Buras dan Ayam Ras Petelur
2. Komoditas Andalan adalah komoditas yang dikembangkan di Kabupaten
Jembrana sesuai dengan Agro Ekosistem (AES) dan menjadi komoditas sebagai penghasilan utama peternak. Termasuk dalam komoditas andalan adalah sapi, babi dan Ayam Broiler.
3. Komoditas Unggulan adalah salah satu dari komoditas andalan yang
paling menguntungkan untuk dikembangkan, mempunyai prospek pasar, SDA yang cukup dan sifat-sifat unggul karakteristik. Seperti ternak sapi bali
4. Komoditas Binaan adalah komoditas yang terinventarisasi di Bidang
Peternakan Kabupaten Jembrana. Termasuk didalammnya adalah ternak kerbau, kambing, kuda, itik dan aneka ternak.
5.3.3. Perkembangan Ternak 5 (lima) tahun terakhir
Berdasarkan hasil pendataan Registrasi Ternak di Kabupaten Jembrana tahun 2010, populasi ternak sapi 39.429 ekor, kerbau 2.794 ekor, kuda 115 ekor, kambing 10.816 ekor, babi 71.339 ekor, ayam ras 565.500 ekor, ayam buras 693.935 ekor, itik 57.832 ekor, aneka ternak 50.032 ekor (angsa 894 ekor, merpati 9.104 ekor, kera 49 ekor, kucing 2.849 ekor, anjing 37.136 ekor).
Sementara itu, potensi areal untuk penanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT) adalah seluas 16.836 ha (20%) dari luas wilayah Kabupaten Jembrana, dengan rincian : Lahan Sawah 4.209 Ha (25,0%) dan Lahan Kering seluas 12.627 Ha (75,0%).
Tabel 5. 11 Populasi Ternak 5 (lima) tahun terakhir
No. Jenis Ternak Populasi Ternak (Ekor)
2006 2007 2008 2009 2010 1. Sapi Potong 30.891 32.942 35.697 36.633 39.429 2. Kerbau 5.727 4.997 3.421 3.246 2.794 3. Kuda 254 222 131 117 115 4. Kambing 15.613 15.158 12.262 12.164 10.816 5. Babi 80.870 76.961 79.640 74.608 71.339 6. Ayam Pedaging 562.600 512.200 486.900 577.000 550.500 7. Ayam Petelur 75.000 63.057 48.000 15.000 15.000 8. Ayam Buras 761.360 556.958 624.337 622.609 693.935 9. Itik 76.707 69.272 56.779 64.327 57.832 10. Aneka Ternak 9.647 11.220 10.583 6.917 36.256
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
5.3.4. Produksi Daging dan Telur 5 (lima) tahun terakhir
Produksi daging terutama dihasilkan dari jenis ternak sapi yaitu dengan produksi sebesar 4.873,68 Ton pada tahun 2010. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya produksi daging sapi tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,53 % dari produksi tahun 2009 yaitu sebesar 4.528,08 Ton. Peningkatan produksi untuk daging sapi yang paling signifikan adalah pada tahun 2007 dengan produksi 503,72 Ton dan pada tahun 2008 dihasilkan produksi daging sapi sebesar 4.412,30 Ton. Berikut adalah produksi daging dalam 5 (lima) tahun terakhir di Kabupaten Jembrana.
Tabel 5. 12 Produksi Daging dalam 5 (lima) tahun terakhir
No. Jenis Ternak Produksi Daging (Ton)
2006 2007 2008 2009 2010 1. Sapi 390,05 503,72 4.412,30 4.528,08 4.873,68 2. Kerbau - - 431,51 401,22 345,36 3. Babi 1.881,11 62,85 1.066,70 999,26 955,62 4. Kambing 188,94 20,16 26,13 25,92 23,04 5. Ayam Buras 833,69 609,87 683,69 681,74 759,86 6. Ayam Petelur 57,38 48,19 36,72 11,47 11,47 7. Ayam Pedaging 466,97 425,13 404,12 466,47 561,18 8. Itik 31,43 28,72 23,56 26,70 13,98
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Gambar 5. 7 Produksi Daging Dalam 5 (lima) Tahun Terakhir
Produksi telur terutama dihasilkan dari jenis ternak Ayam Buras dengan jumlah produksi telur sebanyak 457,29 Ton pada tahun 2010. Selain mengasilkan telur Ayam Buras, juga dihasilkan telur Ayam Petelur sebanyak 118,65 Ton dan telur Itik sebanyak 311,03 Ton. Melihat perkembangan selama lima tahun terakhir, produksi telur di Kabupaten Jembrana secara umum adalah mengalami penurunan. Terutama produksi ayam petelur yang sejak pada tahun 2006 terus mengalami penurunan produksi dari 529,73 Ton menjadi 118 ,65 Ton pada tahun 2010.
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 2006 2007 2008 2009 2010
Sapi Kerbau Babi
Kambing Ayam Buras Ayam Petelur
Produksi telur dalam lima tahun terakhir di Kabupaten Jembrana dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 5. 13 Produksi Telur dalam 5 (lima) tahun terakhir
No. Jenis Ternak Produksi Telur (Ton)
2006 2007 2008 2009 2010
1. Ayam Buras 523,81 383,18 429,56 428,34 457,29 2. Ayam Petelur 592,73 498,79 379,68 118,65 118,65
3. Itik 412,56 372,56 305,36 346,00 311,03
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Berikut adalah disajikan grafik perkembangan produksi telur dalam 5 (lima) tahun terakhir di Kabupaten Jembrana. Berdasarkan grafik di bawah ini diketahui perkembangan produksi telur kurang mengalami perkembangan. Produksi telur itik dan ayam petelur selama kurun tahun 2006 – 2008 terus mengalami penururan, dan kenaikan pada tahun 2009 – 2010 pun kurang signifikan.
Gambar 5. 8 Produksi Telur dalam 5 (lima) Tahun Terakhir 0 100 200 300 400 500 600 700 2006 2007 2008 2009 2010
5.4. Kehutanan
5.4.1. Luas Hutan dan Fungsinya
Kawasan Hutan di Kabupaten Jembrana berada pada kelompok Hutan Yeh Leh Yeh Lebah (RTK 12) seluas 2.813,00 Ha dan Kelompok Hutan Bali Barat (RTK 19) seluas 38.536,27 Ha. Luas Kawasan Hutan
di Kabupaten Jembrana adalah 41.351,27 Ha atau 7,34 % dari Luas Pulau Bali; atau 31,83 % dari luas Kawasan Hutan Pulau Bali; atau 49,07 % dari luas daratan Kab. Jembrana. Kawasan Hutan Jembrana ± 80,471 % berupa Kawasan fungsi Lindung.
Tabel 5. 14 Luas Hutan di Kabupaten Jembrana Menurut Fungsinya Tahun 2010
No. Jenis Fungsi Hutan Luas (Ha) Persentase
1. Hutan Fungsi Lindung 33.240,27 80,471 % 2. Hutan Produksi Terbatas 2.610,20 6,319 %
3. Hutan Produksi Tetap 383,10 0,927 %
4. Hutan Konservasi/TNBB 5.073,70 12,283 %
Jumlah 41.307,27 100 %
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Tabel 5. 15 Luas Hutan di Kabupaten Jembrana Menurut Fungsinya per-Kecamatan Tahun 2010
No. Kecamatan Kelompok Hutan
No. RTK
FUNGSI HUTAN (HA)
Jumlah Hutan
Lindung
Hutan Produksi TN Hutan
Wisata
Tahura
Tetap Terbatas Mangrove
1. Melaya Bali Barat 19 7.945,50 383,10 2.610,20 - 5.339,00 - - 16.277,80
2. Negara Bali Barat 19 2.778,00 - - - - 2.778,00
3. Mendoyo Bali Barat 19 16.851,47 - - - 16.851,47 4. Pekutatan Bali Barat 19 2.813,00 - - - 2.813,00 5. Yeh Leh-Yeh Lebah 12 2.587,00 - - - 2.587,00 6. Jumlah 32.974,97 383,10 2.610,20 0,00 5.339,00 0,00 0,00 41.307,27
Gambar 5. 9 Lahan Hutan Berdasarkan Fungsinya Tahun 2010
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jembrana kawasan tersebut disepakati dipertahankan sebagai Sistem Penyangga Kehidupan wilayah hilir. Berdasarkan kondisi Bali merupakan Ekosistem Pulau maka didalam manajemen Pengelolaan Ekosistem harus berpikir Orientasi Satu Kesatuan Manajemen Pengelolaan. Skala prioritas Pengeloaan harus mengarah pada Prinsip Ekologi, kemudian prioritas masalah Sosial selanjutnya orientasi Ekonomi. Dalam Pembangunan sektor ekonomi, Bidang Pertanian sebagai tulang punggung pembangunan bidang ekonomi sangat tergantung pada kondisi tata lingkungan dan tata air serta Ekosistem wilayah Hulu sebagai sarana pendukung Produksi. Oleh sebab itu kondisi Lingkungan di Wilayah Hulu Jembrana mutlak dipertahankan .
5.4.2. Wilayah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
Wilayah Kabupaten Jembrana terbagi dalam 2 Satuan Wilayah Pengelolaan (SWP) DAS yaitu :
1. SWP DAS Klatakan Lubang seluas 46.963 Ha yang meliputi : - Kec. Melaya : 17.138 Ha
- Kec. Negara : 22.047 Ha - Kec. Mendoyo : 7.778 Ha
2. SWP DAS Biluk Poh Gumbrih seluas 33.913 Ha - Kec. Mendoyo : 21.621 Ha
- Kec. Pekutatan : 12.292 Ha 81%
6% 1% 12%
Hutan Fungsi Lindung Hutan Produksi Terbatas Hutan Produksi Tetap Hutan Konservasi/TNBB
Tabel 5. 16 Luas Sub DAS Klatakan Lubang dan Sub DAS Biluk Poh Gumbrih Tahun 2010
No. Sub DAS
Cakupan Luas
Jumlah (Ha) Luas
Kawasan Hutan (Ha)
Dalam Kawasan Hutan (Ha)
1. Biluk Poh Gumbrih 17.519,81 25.819,19 43.339 2. Klatakan Lubang 28.891,69 22.772,31 51.664
Jumlah 46.411,50 48.591,50 95.003 Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
5.4.3. Lahan Kritis
Kerusakan Hutan dan Lahan sampai dengan Tahun 2009 seluas ± 11.461,95 Ha atau 27 % dari luas Kawasan Hutan di
Kabupaten Jembrana, dengan rincian yaitu :
a. Hutan Produksi : 2.408,10 Ha (80,45 % dari luas Fungsi Produksi) b. Hutan Lindung : 8.914,14 Ha
(28,31 % dari luas Fungsi Lindung)
Sedangkan luas lahan kritis di Kab. Jembrana dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5. 17 Luas Lahan Kritis di Kabupaten Jembrana Tahun 2010
Kawasan
Tingkat Kekritisan Lahan (Ha)
Jumlah Sangat
Kritis Kritis Agak Kritis Potensial Kritis
Dalam Kawasan - 1.883 7.398 30.032 39.313
Luar Kawasan - - 3.225 4.835 8.090
Jumlah - 1.883 10.623 34.867 47.403 Prosentase 3,97 % 22,41 % 73,55 % 100 % Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Gambar 5. 10 Luas Lahan Kritis di Kabupaten Jembrana Tahun 2010
Adapun luas lahan kritis d masing-masing wilayah di Kabupaten Jembrana dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5. 18 Luas Lahan Kritis di Kabupaten Jembrana Tahun 2010
No. Kecamatan Desa/Kelurahan Luas (Ha) Keterangan
1. Melaya Blimbing Sari 2.707
Ekasari 3.282 Gilimanuk 2.510 Manistutu 1.727 Melaya 587 Tukadaya 2.863 Warna Sari 2.517
2. Mendoyo Mendoyo Dangin Tukad 412
Penyaringan 8.371
Pergung 1.387
Pohsanten 1.065
Tegalcangkring 1.290
Yeh Embang 2.891
Yeh Embang Kangin 2.777
Yeh Sumbul 910
3. Negara Baler Bale Agung 1.176
Batu Agung 2.235 Berangbang 1.157 Dauhwaru 817 Pendem 1.499 4. Pekutatan Asahduren 1.180 Gumbrih 1.029 Manggi Sari 1.356 4% 22% 74%
No. Kecamatan Desa/Kelurahan Luas (Ha) Keterangan Medewi 1.708 Pangyangan 393 Pekutatan 425 Pengeragoan 1.897 Pulukan 2.461 Total 52.736
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Berdasarkan Citra Landset Satelit Penutupan Lahan Kawasan Hutan Jembrana Tahun 2007, diketahui bahwa Kawasan Hijau Jembrana yang sebagian besar adalah Kawasan Hutan terus mengalami penurunan kondisi kualitas. Walaupun dari segi kwantitas, perkembangan Kawasan Hijau Jembrana masih merupakan bagian terluas dari peruntukan kawasan lainnya sebagaimana yang ditunjukkan dengan dimasukkannya Kabupaten Jembrana dalam 10 besar kabupaten di Indonesia yang memiliki Persentase Kawasan Hijau terluas oleh Kementrian Lingkungan Hidup dalam Lomba Menuju Indonesia Hijau Tahun 2007 dan 2008.
5.5. Perikanan
Pembangunan Perikanan budidaya di Kabupaten Jembrana meliputi budidaya ikan air tawar, budidaya laut, budidaya air payau (tambak) termasuk pembenihan ikan dan udang.
Pemilihan jenis usaha budidaya yang diterapkan dimasing-masing wilayah disesuaikan dengan potensi yang ada. Budidaya air tawar dilaksanakan di kecamatan Mendoyo, Pekutatan dan Melaya. Budidaya laut dilaksanakan di
kecamatan Melaya dan Negara dengan usaha budidaya kerang mutiara dan budidaya rumput laut. Sedangkan untuk budidaya air payau (tambak) dilaksanakan di kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Jembrana, Negara dan Melaya dengan komoditi udang dan bandeng. Selanjutnya perikanan tangkap meliputi 3 bagian, yaitu tradisional, menengah dan modern. Potensi utama kegiatan
penangkapan adalah penangkapan dengan alat tangkap purse seine dengan hasil tangkapan utama berupa ikan lemuru yang terkonsentrasi di Selat Bali.
5.5.1. Potensi Perikanan
Potensi Perikanan Budidaya yang ada di kabupaten Jembrana terdiri dari Budidaya Laut, budidaya air payau dan budidaya air tawar dengan pemanfaatannya sebagai berikut :
1. Perikanan Laut : Penangkapan : 56.947 ton/thn. Budidaya : 3.000 Ha. 2. Perikanan Darat : Tambak : 1.129,22 Ha. Kolam : 100,00 Ha. Minapadi : 652,00 Ha. Budidaya terintegrasi : 3.000,00 Ha. Bendungan : 2.387,00 Ha.
Tabel 5. 19 Data Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Jembrana Tahun 2010
No. Jenis Budidaya Potensi (Ha) Pemanfaatan (Ha) Prosentase
1. Budidaya Laut 3.000,00 311,00 74,94
2. Perairan Umum 12,85 5,00 38,91
3. Budidaya Air payau 1.129,00 363,45 32,19
4. Budidaya Kolam 100,00 7,88 31,84
5. Budidaya di sawah 652,00 50,78 9,67
6. Budidaya terintegrasi 3.000,00 60,00 2,00
Jumlah 7.893,85 798,11 10,11
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Potensi perikanan wilayah pesisir Kabupaten Jembrana seperti pada tabel berikut ini.
Tabel 5. 20 Data Potensi Wilayah Pesisir Kabupaten Jembrana Tahun 2010
No Kecamatan Desa/Kelurahan
Karakteristik Potensi Desa Pesisir Panjang Garis Pantai Material Utama Penyusun Pantai Luas (Ha) Kondisi Kegiatan Pendayagunaan
1. Melaya Gilimanuk 25 Pasir Baik Nelayan, Pariwisata
Melaya Pasir Baik Nelayan, Budidaya
Laut
Candikusuma Pasir Baik Nelayan, Budidaya
Laut
Tuwed Pasir Baik
2. Negara Baluk 10 Pasir Baik Nelayan, Budidaya
Cupel Pasir Baik Nelayan
Pengambengan Pasir Baik Nelayan, Budidaya, Industri ikan
Tegal Badeng Barat
Pasir Baik Nelayan
Tegal Badeng Timur
Pasir Baik Nelayan
Banyubiru Pasir Baik Nelayan
3. Jembrana Perancak 8 Pasir Baik Nelayan
Air Kuning Pasir Baik Nelayan
Yeh Kuning Pasir Baik Nelayan
4. Mendoyo Delod Brawah 24 Pasir Baik Pariwisata
Penyaringan Pasir Baik Budidaya
Yehembang Pasir Baik
Yeh Sumbul Pasir/Batu Baik Nelayan
Yehembang Kangin
Pasir/Batu Baik Nelayan
5. Pekutatan Medewi 15 Pasir/Batu Baik Nelayan, Pariwisata
Pekutatan Pasir/Batu Baik Nelayan
Gumbrih Pasir/Batu Baik Pariwisata
Pangyangan 82 Pasir/Batu Baik
Pengeragoan Pasir/Batu Baik
Pulukan Pasir/Batu Baik
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
5.5.2. Produksi Perikanan
Perkembangan produksi perikanan di Kabupaten Jembrana dalam 5 (lima) tahun terakhir seperti dalam tabel berikut ini.
Tabel 5. 21 Produksi Perikanan di Kabupaten Jembrana (Kg)
No Kecamatan
Perikanan Laut Perikanan Darat
Jumlah Penangkapan Budidaya Perairan Umum Tambak Kolam Air Tenang Kolam Air Deras Saluran Irigasi Mina Padi
1 Melaya 2.000.500 20.528 7.150 353.675 54.568 - - - 2.436.421 2 Negara 8.523.800 8.798 7.250 424.410 21.808 - - - 8.986.066 3 Jembrana 4.401.200 - 8.700 282.940 21.818 - - - 4.714.658 4 Mendoyo 4.661.900 - 6.700 70.735 65.458 3.000 - 100 4.807.893 5 Pekutatan 3.722.100 - 6.200 282.940 54.548 5.200 - 300 4.071.288 Tahun 2010 23.309.500 29.325 36.000 1.414.700 218.200 8.200 - 400 25.016.325 Tahun 2009 44.527.900 - 16.300 2.280.500 310.000 - 3.000 - 47.137.700 Tahun 2008 26.453.800 40.700 3.300 1.696.600 145.900 1.400 600 - 28.342.300 Tahun 2007 27.760.400 - 11.100 1.984.200 157.300 - 2.800 900 29.916.700 Tahun 2006 17.631.900 - 18.600 2.024.100 22.500 1.800 - 300 19.699.200
Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Kab. Jembrana
Tabel 5. 22 Nilai Produksi Perikanan di Kabupaten Jembrana (Rp. 000)
No Kecamatan Perikanan Laut Perikanan Darat Jumlah
Penangkapan Budidaya Perairan Umum Tambak Kolam Air Tenang Kolam Air Deras Saluran Irigasi Mina Padi
1 Melaya 3.276.819 3.997.771 88.082 11.574.721 661.200 - - - 19.598.593 2 Negara 13.961.984 1.713.337 89.315 13.889.666 264.247 - - - 29.918.549 3 Jembrana 7.209.166 - 107.178 9.259.777 264.368 - - - 16.840.489 4 Mendoyo 7.636.192 - 82.538 2.314.944 793.154 53.889 - 2.625 10.883.342 5 Pekutatan 6.109.344 - 76.387 9.260.492 661.069 93.411 - 7.875 16.208.578 Tahun 2010 38.193.505 5.711.108 443.500 46.299.600 2.644.038 147.300 - 10.500 93.449.551 Tahun 2009 92.994.300 - 206.900 51.049.640 4.628.100 - 60.800 - 148.939.740 Tahun 2008 60.898.388 1.221.000 31.200 29.690.500 1.248.450 18.000 7.200 - 93.114.738 Tahun 2007 42.956.150 - 97.850 52.800.000 1.447.300 - 44.800 14.100 97.360.200 Tahun 2006 35.450.483 - 109.712 69.426.750 174.850 35.350 3.200 105.200.345
Contents
5.1. Pertanian... 85
5.1.1. Komoditas Tanaman Pangan ... 85
5.1.2. Komoditas Hortikultura ... 89
5.1.3. Mutasi Lahan Sawah ... 91
5.2. Perkebunan ... 93
5.3. Peternakan ... 97
5.4. Kehutanan ... 102
5.5. Perikanan ... 106
Tabel 5. 1 Data Komoditas Tanaman Pangan di Kab. Jembrana Tahun 2010 ... 86
Tabel 5. 2 Komoditas Padi ... 87
Tabel 5. 3 Komoditas Jagung ... 88
Tabel 5. 4 Komoditas Kedelai ... 89
Tabel 5. 5 Data Komoditas Tanaman Holtikultura di Kab. Jembrana Tahun 2010 ... 90
Tabel 5. 6 Data Komoditas Tanaman Holtikultura di Kab. Jembrana Tahun 2010 ... 90
Tabel 5. 7 Komoditas Semangka ... 91
Tabel 5. 8 Data Luas Lahan Pertanian 5 (lima) tahun terakhir di Kabupaten Jembrana ... 92
Tabel 5. 9 Luas areal Komoditas Perkebunan 5 (lima) tahun terakhir ... 94
Tabel 5. 10 Produksi Komoditas Perkebunan 5 (lima) tahun terakhir ... 95
Tabel 5. 11 Populasi Ternak 5 (lima) tahun terakhir... 99
Tabel 5. 12 Produksi Daging dalam 5 (lima) tahun terakhir ... 100
Tabel 5. 13 Produksi Telur dalam 5 (lima) tahun terakhir ... 101
Tabel 5. 14 Luas Hutan di Kabupaten Jembrana Menurut Fungsinya Tahun 2010 ... 102
Tabel 5. 15 Luas Hutan di Kabupaten Jembrana Menurut Fungsinya per-Kecamatan Tahun 2010 ... 102
Tabel 5. 16 Luas Sub DAS Klatakan Lubang dan Sub DAS Biluk Poh Gumbrih Tahun 2010 .... 104
Tabel 5. 17 Luas Lahan Kritis di Kabupaten Jembrana Tahun 2010 ... 104
Tabel 5. 18 Luas Lahan Kritis di Kabupaten Jembrana Tahun 2010 ... 105
Tabel 5. 19 Data Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Jembrana Tahun 2010 . 107 Tabel 5. 20 Data Potensi Wilayah Pesisir Kabupaten Jembrana Tahun 2010 . 108 Tabel 5. 21 Produksi Perikanan di Kabupaten Jembrana (Kg) ... 109
Gambar 5. 1 Produksi Komoditas Padi Tahun 2010 ... 87
Gambar 5. 2 Produksi Komoditas Jagung Tahun 2010 ... 88
Gambar 5. 3 Produksi Komoditas Kedelai Tahun 2010... 89
Gambar 5. 4 Produksi Komoditas Semangka Tahun 2010 ... 91
Gambar 5. 5 Penggunaan Lahan di Kabupaten Jembrana Tahun 2010 ... 92
Gambar 5. 6 Mutasi Lahan Sawah di Kabupaten Jembrana Tahun 2006 s/d 2010... 93
Gambar 5. 7 Produksi Daging Dalam 5 (lima) Tahun Terakhir... 100
Gambar 5. 8 Produksi Telur dalam 5 (lima) Tahun Terakhir... 101
Gambar 5. 9 Lahan Hutan Berdasarkan Fungsinya Tahun 2010 ... 103