Pandangan saya terhadap kebijakan lockdown yang dilakukan pemerintah?
Nama: Muhammad Bonny Arif Nim: 10616021
A. Penanganan global virus corona di Indonesia
Sejak dilaporkan kejadian pertama pada tanggal 2 maret 2010, Indonesia juga terus mempersiapkan diri terhadap ancaman pendemik .tanggal 15 maret. Pemerintah menerapkan pembatasan social (physical distancing), yang diikuti dengan penegtesan pada area yang paling rawan. Pemerintah daerah juga telah menutup sekolah dan menganjurkan tempat/usaha kerja untuk membatasi kegiatan dan mendorong karyawannya agar bekerjadari rumah. pemberitahuan tanggap darurat bencana kesehatan juga telah di aktifkan di berbagai daerah,termasuk maklumat kapolri tentang kepatuhan terhadap penanganan virus corona tanggal 19 maret 2020. Namun sampai dengan tanggal 29 maret ini trend jumlah kejadian corona terus meningkat .
Apabila dibandingkan dengan data pertanggal 9 maret yang lalu yang hanya 19 kejadiaan terkonfirmasi,data perhari sudah mencapai 1155 kejadian atau hanya dalam 20 hari, sudah bertambah lebih dari 1100 kejadian atau sekitar 572 kejadian perhari sehingga interpensi pemerintah melalui pembatasan social ini di nilai belum efektif. Oleh karna itu, beberapa unsur masyarakat menyarankan agar pemerintah menerapkan ‘paksaan‘ (lockdown) dari padah imbauan mengingat tingkat kesadaran , kedisplinan, dan kepatuhan masyarakat yang diragukan.
Melihat karakteritisk indonesia sebagai negara kepulauan yang besar, maka lokdown di tingkat nasional tidak akan efektif seperti Negara kontinetal di eropaataucina. Data satgas covid 19 menunjukkan bahwa pulau jawa yang banyak memiliki daerah berisiko tinggi (red zone), sehingga yang dipikirkan adalah mengisolasi satu pulau jawa yang tentunya akan berdampak pada 60 persen popoulasi dan 70 persen perekonomian nasional . walaupun belum ada studi perkiraan dampaknya, tetapi pilihan tersebut akan menggoyang ketahanan ekonomi nasional . sehingga perlu terobosan system lockdown di level daerah , baik penetuan lokasi , durasi waktu, maupun pentahapan daerah yang di – lockdown .
B. Pertimbangan Lockdown di Level Kota
Setidaknya ada beberapa kriteria berlapis (tiers ) yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan kota yang diterapkan lokdown :
1.Tier 1 – pulau jawa dan provinsi Sulawesi selatan dan Kalimantan timur sebagi area terpapar paling besar per 90 maret .
2.Tier 2 – kota besar( >500 ribujiwa ) dan kota sedang (> 250 ribujiwa ) yang terdapat di pulau jawa, provinsi Sulawesi selatan dan Kalimantan timur . diperkirakan terdapat 10 kota besar dan 56 -60 kota sedang .
3.Tier 3 – ratio kasus corona perpopulasi di masing-masing kota tersebut. dengan menggunakan kuartil, maka akan terkelompokkan menjadi 3 kelas prioritas .
Setelah terindetifikasi kota-kota dengan kriteria tersebut, adalah maka opsi pertama penutupan simpul pergerakan eksternal (bandara, terminal/stsiunkreta,pelabuhan) dan internal kota (jaringanjalan )dengan tidak membahayakan cadangan logistik pangan dan medis di masing-masing daerah . opsi berikutnya adalah karantina tempat (rumah,kantor,sekolah,dll) dan hal ini yang harus dipertimbangkan dengan matang. Setidaknya ada empat tantangan yang perlu diperhatikan dalam penyiapannya, yaitu antara lain:
1. Kehandalan data rinci. Berbeda dengan cina yang integrasi antar data digital sudah lebih advance dan lebih banyak pakar data (data scientists) yang bisa menglola big data, ketersidiaan data digital dan pakar data masih minim, sehingga pengolahan dan analisis data untuk kecepatan pengambilan keputusan pada wilayah mana dan untuk skala ruang waktu seperti apa yang akan dilockwon belum bisa efektif.
2. Sistem permukiman perkotaan yang padat dan tidak terartur.
3. Keretersediaan ASN pejabat karantina kesehatan yang kompeten.
4. Selain penglolaan pembiayaanya manajemen dampak sosial akibat penerapan lockdown yang dapat menjatuhkan sanksi pidana bagi orang atau pelaku yang melanggar kekarantinaan kesehatan tersebut juga perlu diantisipasi.
Temuan teknologi otomotif yang mempengaruhi luasnya kawasan perkotaan dan pengolahan limbah industri yang berdampak pada kesehatan, maka sudah tidak mungkin lagi kota dibangun tanpa pengaturan ruang privat, tetapi menuntut adanya rencana yang komprehensif. Oleh karena itu, salah satu tujuan perencanaan kota adalah merekayasa lingkungan binaan yang memastikan warganya bisa hidup sehat dan ikut menjaga kesehatan, tetapi juga menciptakan ruang-ruang antar bangunan untuk kejadian pandemik kesehatan.
Dalam merespon kejadian pandemik seperti virus global corona ini, peran perencanaan kota dapat dibagi ke dalam empat tahapan, yaitu:
1. pada awal kejadian, perencanaan kota memberikan rekomendasi tempat yang paling efektif dan efisien untuk dilakukan pemeriksaan awal pada area yang diduga akan terjangkiti virus tersebut.
2. pada saat kejadian, perencanaan kota dapat merekondasikan tempat-tempat yang paling aman dan memenuhi standar dan memenuhi standard an fasilitas ruang isolasi bagi para flu suspect.
3. pada saat penanganan krisis, perencanaan kota dapat merekomendasi system lockdown yang tepat bagi pihak berwenang, terutama identifikasi jalur-jalur keluar/masuk orang melalui kendaraan umum dan pribadi, terutama dari simpul-simpul pergerakan besar dan tempat berkumpulnya warga.
4. pada saat pasca kejadian, perencanaan kota dapat melakukan evaluasi keefektian penerapan lockdown dan merumuskan berbagai perbaikan standar perencanaan kota agar lebih tangguh terhadap kejadian luar biasa.
Dalam penentuan sistem lockdown, perencanaan kota memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan karena pada prinsipnya para perencanaan kota mengetahui sistem perumahan dan permukiman pada kota tersebut. Pada umunya kita sebagai planner mengetahui kepadatan permukiman, Tipologi perumahan, sebaran fasum fasos dan komersial, dan bagaimana unsur-unsur tersebut terkoneksi melalui system transportasi, ICT, air, dan energy pada saat merencanakan tata ruangnya. Secara terperinci, kita sebagai planner dapat memberikan rekomendasi.
KESIMPULAN
Virus corona merupakan virus yang diawali di Negara cina/kota wuhan. Hampir diseluruh Negara terkena dampak dari virus ini. New York City yang dikenal sebagai kota pusat bisnis global dengan jalanannya yang tidak pernah kosong dan selalu ramai orang, kini menjadi kota yang sepi. Semua orang memilih berdiam diri dirumah menghindari kontak dengan orang lain. New York sendiri menjadi negara bagian Amerika Serikat yang memiliki kasus penderita Covid-19 terbanyak saat ini.Virus corona tersebut virus yang baru dan belum ada obatnya. Untuk melakukan penelitian dalam virus ini sangat membutuhkan waktu yang lama, para ilmuwan kesehatan juga kewalahan dengan adanya virus covid19 ini.Virus corona ini sangat mematikan bagi manusia apabila tidak cepat di obati dan yang lebih parahnya lagi virus ini dengan mudah menular dan tidak memandang umur seseorang. Tak kurang beberapa hari hampir di seluruh dunia terkena wabah virus corona.
Saya setuju dengan di lakukannya lockdown terhadap wilayah, mengapa? Karena melihat tingkat penyebaran corona yang semakin meningkat setiap hari, walaupun aspek-aspek lain seperti ekonomi, terhambat pembangunan, dan lain-lain harus terkena dampaknya, solusi ini yang tepat menurut saya. Melihat dari Negara-negara lain yang terkena dampak wabah covid19 yang melakukan lockdown alhasil memutus mata rantai virus corona dan memberhentikan peningkatkan virus tersebut. Tetapi di samping itu pemerintah harus juga mempertimbangkan ekonomi masyarakat atau setidaknya kebutuhan primer, dan kredit/pembayaran yang lain. Hal ini memerlukan kebijakan/solusi pemerintah untuk mengatasi pandemik. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan kota dapat hadir memberi bantuan langsung, baik itu dalam bentuk uang atau pemenuhan kebutuhan pokok agar mencegah para pekerja informal melakukan interaksi langsung dengan warga lainnya.
Kebijakan yang tegas, tepat dan cepat menurut saya harus dilakukan karena melihat data yang ada sudah mencapai lebih kurang 1600 orang yang terjangkit dan belum lagi orang yang masa pantau corona (ODP), Tentu hal ini sangat membutuhkan ruangan perawatan yang banyak dan waktu yang lama. Bukan hanya pemreintah seluruh unsur swasta dan masyarakat harus saling membantu dan hadir untuk memerangi wabah covid19. Semakin kompak semua unsur dalam memutus penyebaran wabah ini, semakin cepat pula wabah ini akan berakhir. walaupun sebagai masyarakat biasa kita juga bisa berjuang dengan mengikuti anjuran dari pemerintah (#pahlawan dirumah aja), Masyarakat kelas atas bisa membantu masyarakat kelas bawah dalam kebetutuhan primer nya dan juga masyarakat bisa membuat gerakan donasi alat perelengkapan seperti ( APD, masker, hand sanitizer dan lain). Dengan adanya virus ini, kita bisa mengambil hikmah dan pembelajaran seperti, pentingnya mencuci tangan, saling membantu, jaga jarak dan imunitas di jaga, hal positif seperti ini banyak kita ceroboh dan lupa, padahal itu salah pola hidup sehat yang harus kita jalankan…