79
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan Penelitian
Struktur penelitian ini berhubungan dengan ekologi-arsitektur yaitu hubungan interaksi ekosistem mangrove dengan permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir (Kampung Garapan). Studi penelitian lebih terfokus kepada permukiman pesisir yang mempunyai interaksi dengan ekosistem mangrove, maka dalam mengumpulkan data harus dilakukan observasi ke tapak secara langsung.
Pendekatan metode penelitian yang dipergunakan adalah secara kuantitatif, yaitu metode yang lebih mengarah pada kajian pengukuran secara obyektif terhadap lingkup eksisting. Dengan metode kuantitatif, maka penelitian ini diharapkan akan lebih akurat. Dalam penelitian ini jenis data yang didapat berupa tabel dan diagram yang merupakan perbandingan variabel-variabel tertentu. Variabel penelitian adalah atribut/ sifat/ nilai/
obyek/ kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
Keterkaitan macam-macam variabel terhadap lingkup permasalahan perkampungan pesisir Desa Tanjung Pasir:
a. Variabel independen (variabel bebas, stimulus, predictor, antecedent).
Variabel bebas: variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (variabel terikat). Yang
menjadi variabel bebas pada lingkup permasalahan ini ialah penduduk permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir.
b. Variabel dependen (variabel terikat, output, kriteria, konsekuen).
Variabel terikat: variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam SEM disebut variabel indogen.
Yang menjadi variabel terikat pada lingkup permasalahan ini ialah keadaan permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir.
c. Variabel Moderator (variabel independen ke-2)
Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Yang menjadi variabel moderator pada lingkup permasalahan ini ialah ekosistem mangrove pesisir Desa Tanjung Pasir.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan melakukan 1. Obeservasi langsung terhadap lingkup eksisting permukiman pesisir, 2. Studi literatur dengan mengambil data-data berdasarkan referensi yang berkaitan dengan proyek yang akan dirancang dan 3. Interview dengan mengadakan tanya jawab atau konsultasi langsung dengan warga sekitar lokasi proyek.
Hal yang dilakukan dalam studi literatur:
- Mencari referensi mengenai penanganan permukiman kumuh.
- Mencari referensi mengenai penanganan rob atau abrasi terhadap pemukiman pesisir.
- Mencari referensi mengenai ekologi ekosistem mangrove.
3.3 Tahap-Tahap Penelitian
a. Tahap Persiapan
Pada proses ini akan dilakukan pengumpulan semua data-data yang terkait dengan proyek, topik dan tema.
b. Tahap Penelitian
- Menganalisa data terkait keadaan eksisting permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir, data pemukiman kumuh dan data rob atau abrasi.
- Menentukan peremajaan yang cocok untuk Desa Tanjung Pasir.
- Menganalisa permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir berdasarkan 4 (empat) aspek yang digunakan sebagai standard analisa pada perancangan arsitektur, yaitu aspek lingkungan, aspek manusia, aspek bangunan dan aspek ekologi.
Objek Penelitian: (Data Tapak)
Lokasi Tapak : Kampung Garapan
Luas lahan : 56500
KDB : 60%
: 60% x 56500 = 34000 m²
KLB : 2 x 56500 = 113000 m²
Ketinggian maks. : 113000 : 34000 = 3 Lapis
Batas area lahan :
Utara : Laut Jawa
Selatan : Desa Tegal Angus
Barat : Desa Tanjung Burung
Timur : Desa Muara
Peruntukan lahan : Permukiman pesisir
Lingkup observasi yang peneliti lakukan terhadap Desa Tanjung Pasir:
- Menganalisa keinginan warga akan sebuah permukiman yang lebih tertata dan bisa menyelesaikan dampak masalah rob atau abrasi untuk mendapatkan desain yang tepat sasaran.
- Menganalisa keadaan eksisting Desa Tanjung Pasir dengan menggunakan penggabungan teori Amos Rapoport 1977 (Human Aspects of Urban Form: Towards a Man-Environment Approach to Urban Form and Design) dengan teori Roger Trancik 1986 (Finding Lost Space: Theories of Urban Design), sebagaimana kajian yang sudah diuraikan pada Kaitan Teori Dengan Pemecahan Masalah (pembahasan 2.4).
c. Tahap Penyajian Analisa
Hasil dalam penelitian akan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar zoning tapak, gubahan massa bangunan dan sirkulasi dalam tapak (pola hijau, pola penyebaran fasilitas, pola jalan, dsb).
3.4 Teknik Analisis Data
Tahap selanjutnya yaitu tahap analisa data. Setelah dilakukan pengumpulan data, maka data tersebut dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam menganalisa data, digunakan metode observasi untuk mengamati 4 (empat) aspek yang ditekankan dalam analisa (aspek lingkungan, manusia, bangunan dan ekologi). Untuk memastikan keakuratan suatu data, peneliti juga menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan data agar lebih spesisfik mengenai keadaan Desa Tanjung Pasir, perubahan-perubahanya, persetujuan warga akan peremajaan tempat tinggalnya dan mengetahui kebutuhan ruang apa saja yang perlu disediakan
nantinya. Hasil studi analisis ini kemudian akan menghasilkan sebuah skematik desain.
Berikut data-data yang berhasil dirangkum oleh peneliti berdasarkan eksisting wilayah tapak pada permukiman Kampung Garapan dan disajikan dalam bentuk tabel:
Tabel 3.1Data-data berdasarkan eksisting wilayah tapak
NO SASARAN KEGUNAAN DATA YANG
DIBUTUHKAN
HASIL DARI DATA YANG DIBUTUHKAN
VARIABEL DATA
JENIS
DATA SUMBER
1.
Identifikasi kondisi
fisik
Untuk mengetahui
kondisi lingkupan
fisik dipermukiman
Desa Tanjung Pasir, sebagai acuan dalam menganalisa
aspek lingkungan dan bangunan
sebagai landasan untuk bab IV
A => Aspek lingkungan: (1) infrastruktur, (2)
jumlah penduduk, (3)
kepemilikan lahan, (4) kondisi tanah &
jenis mangrove (5) pencapaian ke tapak, (6) orientasi tapak, (7) lebar jalan &
arus lalu lintas, (8) tata ruang luar, (9) zoning
tapak & (10) sirkulasi dalam
tapak.
B => Aspek bangunan: (1)
bentuk dasar masa bangunan,
(2) pola masa bangunan, (3) skyline, (4) struktur & (5)
utilitas.
A => Aspek lingkungan: (1) jalan (perkerasan dan non perkerasan), jembatan, dermaga kelas nelayan tok-tok, madrasah/TPA,
ruang terbuka multi fungsi. (2) 390 kk. (3) 70% legal & 30% ilegal.
(4) pesisir berlumpur &
ekosistem mangrove didominasi jenis
Rhizopora dibudidayakan. (5) melalui Jalan Tanjung
Pasir Raya. (6) tidak mempunyai arah yang jelas. (7) 8m dan 2 arah
sampai muka permukiman. (8) tidak
ada konsep penataan.
(9) tidak ada konsep penzoningan dan (10)
pola sirkulasi yang jelas.
B => Aspek bangunan:
(1) cenderung berbentuk persegi dengan elemen tunggal. (2) pola teratur dengan dominan bentuk persegi. (3) 70% 1 lantai
% 30% 2 lantai. (4) sebagian besar menggunakan pondasi
batu kali. (5) saluran MCK cenderung langsung membuang ke
aliran kali muara.
A =>
Identifikasi kondisi fisik sebagai
analisa lingkungan
B =>
Identifikasi kondisi fisik sebagai
analisa bangunan
A =>
Primer
B =>
Primer
Observasi, wawancara
dan mendatangi
kantor lingkup Kabupaten Tangerang
NO SASARAN KEGUNAAN DATA YANG DIBUTUHKAN
HASIL DARI DATA YANG DIBUTUHKAN
VARIABEL DATA
JENIS
DATA SUMBER
2.
Identifikasi kondisi non fisik
Untuk mengetahui
kondisi lingkupan non
fisik dipermukiman
Desa Tanjung Pasir, sebagai acuan dalam menganalisa
aspek manusia
sebagai landasan untuk bab IV
=> Aspek manusia: (1) status sosial, (2)
mata pencaharian, (3)
income, (4) etnis/suku & (5)
agama.
=> Aspek manusia: (1) golongan ekonomi lemah & rata-rata tidak
sampai tamat sekolah menengah atas. (2) nelayan, wiraswasta, usaha pengolahan ikan,
pengelolaan &
penyewaan kapal, perdagangan lingkup
hasil laut serta penjualan perlengkapan
penangkap ikan. (3) pendapatan per-rumah
tangga antara 30.000 sampai 150.000 per-hari
atau 1.500.000 per- bulan. (4) sebagian besar asli keturunan kampung pantura Tangerang. (5) 100%
WNI & mayoritas beragama Islam.
=>
Identifikasi kondisi non fisik sebagai analisa manusia
=>
Primer
Observasi, wawancara dan studi
literatur
3. Tipologi rumah
Untuk mengetahui
kondisi lingkupan
fisik (karakteristik) dipermukiman Desa Tanjung Pasir, sebagai acuan dalam menganalisa
aspek kontekstual,
budaya, modernisasi
untuk landasan bab
IV
=>
Karakteristik:
(1) bentuk denah, (2) jenis
rumah, (3) material pembentuk &
(4) arah budaya.
=> Karakteristik: (1) sebagian besar mengacu pada standarisasi rumah tinggal, karena masih
terintegrasi dengan pusat perkotaan dan pusat pelayanan kawasan sekitar wilayah
kabupaten. (2) 70%
semi modern & 30%
semi gubuk. (3) perkerasan pada bangunan semi modern
& kayu pada bangunan semi gubuk. (4) campuran atau tidak
kontekstual.
=>
Identifikasi kondisi karakteristik
sebagai analisa kontekstual, budaya dan modernisasi
=>
Primer Observasi
Sumber: Hasil Olahan Peneliti
1
8 9 10
Hasil studi dokumentasi peneliti melingkupi maping seti selama penelitian:
Analisa dan asumsi jawaban dari
1. Musholla kelas desa (kondisi bangunan sangat perlu diremajakan) 2. Jalan sekitar dermaga (kondisi jalan sangat perlu diremajakan kar
tidak ada unsur perkerasan sehingga menimbulkan masalah san
3. Kondisi dermaga (kondisi dermaga sangat perlu diremajakan dan juga terjadi pendangkalan pada muara sehingga nelayan susah melaut)
4. Kondisi permukiman yang sangat penuh sampah sehabis diterjang rob (sangat perlu penanganan serius terkait peran
5. Pembukaan lahan sebagai tambak makin merajalela (sangat perlu adanya pola penataan permukiman yang baik)
KAMPUNG GARAPAN SEBAGAI FOKUS AREA
PENELITIAN
2 3
Hasil studi dokumentasi peneliti melingkupi maping seti selama penelitian:
Analisa dan asumsi jawaban dari hasil studi penelitian:
a kelas desa (kondisi bangunan sangat perlu diremajakan) Jalan sekitar dermaga (kondisi jalan sangat perlu diremajakan kar tidak ada unsur perkerasan sehingga menimbulkan masalah san
Kondisi dermaga (kondisi dermaga sangat perlu diremajakan dan juga terjadi pendangkalan pada muara sehingga nelayan susah melaut)
Kondisi permukiman yang sangat penuh sampah sehabis diterjang rob (sangat perlu penanganan serius terkait perancangan)
Pembukaan lahan sebagai tambak makin merajalela (sangat perlu adanya pola penataan permukiman yang baik)
4
5
6
7
Hasil studi dokumentasi peneliti melingkupi maping setiap sudut area
a kelas desa (kondisi bangunan sangat perlu diremajakan) Jalan sekitar dermaga (kondisi jalan sangat perlu diremajakan karena tidak ada unsur perkerasan sehingga menimbulkan masalah sanitasi) Kondisi dermaga (kondisi dermaga sangat perlu diremajakan dan juga terjadi pendangkalan pada muara sehingga nelayan susah melaut) Kondisi permukiman yang sangat penuh sampah sehabis diterjang rob
Pembukaan lahan sebagai tambak makin merajalela (sangat perlu
6. Kondisi sekitar permukiman warga (sangat perlu penataan ruang luar) 7. Kondisi hunian warga yang sangat perlu diremajakan dari segi kosep
hunian.
8. Kondisi aliran kali muara yang sudah multifungsi sebagai MCK.
9. Area program rantai emas tumbuhan estuaries, mencakup tumbuhan mangrove jenis rhizopora pada lahan tidal wetland.
10. Bangunan sebagai tempat pendaratan ikan nelayan Kampung Garapan (sangat perlu dikembangkan menjadi Tempat Pelelangan Ikan agar dapat lebih meningkatkan perekonomian warganya)
3.5 Bagan Alur Penelitian
TOPIK
SUSTAINABLE DEVELOPMENT
TEMA
SUSTAINABLE ECOLOGY
JUDUL:
PERMUKIMAN PESISIR DENGAN PENDEKATAN EKOLOGI BERKELANJUTAN DI TANJUNG PASIR
ANALISA
LINGKUNGAN
MANUSIA
BANGUNAN
EKOLOGI
SKEMATIK DESIGN
HASIL DESIGN REDEVELOPMENT
HUNIAN PESISIR