• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN DODI ARIF, SE.,MM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPEMILIKAN PERUSAHAAN DODI ARIF, SE.,MM."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

DODI ARIF, SE.,MM.

(2)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

Faktor yang harus diperhatikan :

a. Modal yang dimiliki dan modal tambahan

untuk

pengembangan.

b. Metode dan luasnya pengawasan terhadap

perusahaan.

c. Rencana pembagian laba.

(3)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

Macam-macam bentuk perusahaan :

1. Perusahaan Perorangan

2. Firma

3. Perseroan komanditer (CV).

4. Perseroan Terbatas ( N V )

5. Perseroan Terbatas Negara ( persero )

6. Koperasi

(4)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

1. Perusahaan Perseorangan

– Bentuk ini biasanya dipakai untuk perusahaan kecil atau perusahaan yang baru memulai usahanya.

– Perusahaan ini hanya dimiliki oleh satu orang

– Bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan.

– Walaupun perusahaan bentuk ini jumlahnya sangat banyak, tetapi volume penjualannya relative sedikit.

– Untuk mendirikan perusahaan tidak diperlukan ijin.

– Tidak ada pemisahan secara hukum antara kepentingan perusahaan dan kepentingan pribadi.

Kebaikkannya :

– Seluruh keuntungan menjadi haknya

– Kepuasan pribadi, dapat membuat keputusan sendiri , tidak perlu konsultasi – Kebebasan dan flekbilitas , keputusan dapat dibuat cepat

– Lebih mudah memperoleh kredit ,karena tanggungjawab tidak terbatas pada modal perusahaan saja, tetapi juga kekayaan pribadi, sehingga resiko kredit lebih kecil.

(5)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

Keburukan :

– Tanggungjawab pemilik tidak terbatas, kekayaan pribadi tremasuk sebagai jaminan trehadap seluruh hutang perusahaan.

– Sumber keuangan terbatas, karena pemilik hanya satu orang,maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana sangat terbatas.

– kesulitan dalam manajemen , mulai dari pembelian, penjualan,

pembelanjaan, pencarian kredit dan pengaturan karyawan dikerjakan sendiri.

– Kelangsungan usaha kurang terjamin, jika pemilik meninggal dunia dapat menyebabkan perusahaan perorangan ini akan berhenti kegiatannya.

– Kurangnya kesempatan karyawan untuk maju , karyawan perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relative lama.

(6)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

2. F i r m a ( Fa. )

Firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih atas nama bersama dan tanggung jawab anggota tidak tebatas. Laba dibagi berdasarkan

perbandingan modal yang disetor demikian pula jika terjadi kerugian .

Kebaikan :

– Jumlah modal lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan perorangan, sehingga lebih leluasa untuk memperluas usahanya.

– Memperoleh kredit lebih mudah, karena kemampuan keuangan lebih besar.

– Kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagiantugas, serta keputusan diambil bersama-sama.

Keburukan :

– Tanggungjawab tidak terbatas terhadap seluruh hutang perusahaan. – Jika salah satu anggota meninggal atau mengundurkan otomatis Firma bubar.

– Kerugian yang diakibatkan oleh seorang anggota harus ditanggung oleh seluruh anggota

(7)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

3. Perseroan Komanditer

Didalam perseroan ini terdapat 2 anggota sekutu (partner).

– Sekutu pimpinan (General Partner):

sekutu pimpinan yang aktif duduk sebagai pengurus modal yang disetor paling besar dan bertanggungjawab atas hutang-hutang perusahaan secara tidak terbatas.

– Sekutu terbatas (Limited Parner):

merupakan sekutu yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap hutang perusahaan sebesar modal yang disetorkan.

Kebaikan :

– Modal yang dikumpulkan lebih besar dibandingkan dengan Firma dan perusahaan perorangan.

– Kemampuan manajemen lebih besar – Memperoleh kredit lebih mudah

(8)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• Keburukannya ;

• Sebagian anggota atau sekutu mempunyai tanggung yang tidak

terbatas

• Modal yang sudah disetor sulit ditarik kembali,terutama untuk

sekutu pimpinan

• Disamping kedua sekutu diatas masih terdapat sekutu-sekutu

dibawah ini :

– Sekutu diam ( Silent partner ) , sekutu ini tidak ikut aktif dalam

perusahaan, tetapi diketahui umum bahwa mereka anggota perseroan komanditer.

– Sekutu rahasia ( Secret partner ), sekutu ini aktid di perusahaan, tetapi tidak diketahui umum bahwa mereka anggota perseroan komanditer. – Sekutu dorman ( dormant partner ), sekutu ini tidak aktif dan tidak

diketahui oleh umum bahwa mereka anggota perseroan komanditer. – Sekutu nominal ( nominal partner ), bukan pemilik perusahaan, tetapi

selalu diminta untuk memberikan saran dan usulan.

– Sekutu Senior dan Sekutu Yunior, keanggotaanya sesuai dengan lamanya melakukan investasi atau bekerja.

(9)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• 4. Perseroan Terbatas

– Perseroan Terbatas adalah perusahaan yang modalnya

terdiri dari saham-saham , pemegang saham yang disebut

stock holder yang mempunyai tanggung jawab terbatas

terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal yang

telah di setor.

– Perseroan Terbatas merupakan suatu badan hukum karena

memiliki kekayaan sendiri yang terpisah dari kekayaan

pribadi para pemegang saham.

– Keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham berupa

deviden yang dibagikan setiap tahun.

• Ada 2 saham yang dikeluarkan oleh Perseroan Terbatas.

Yaitu :

– saham biasa ( common stock )

(10)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• Dalam pendirian Perseroan Terbatas harus dibuat akte

notaris dan harus memenuhi syarat-syarat yang

ditentukan oleh pemerintah baik secara finansial

maupun secara hukum.

• Kekuasaan tertinggi Perseroan Terbatas adalah Rapat

Umum Pemegang Saham (RUPS).

• Rapat tersebut diadakan paling sedikit 1 kali dalam

setahun dan selambat-lambatnya 6 bulan setelah tutup

buku,

• Dalam rapat tersebut setiap pemegang saham memiliki

hak suara paling sedikit satu suara untuk satu lembar

saham.

• Keputusan rapat adalah suara paling banyak atau

mayoritas.

(11)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• Komisaris dan direksi diangkat dalam rapat umum

pemegang saham dan bertugas mengawasi segala

tindakan direksi dan menjaga agar tindakan direksi

tidak merugikan peusahaan dan menjalankan hasil

Rapat Umum Pemegang Saham.

• Dewan direktur diangkat oleh rapat umum pemegang

saham yang sering disebut sebagai board of director.

• Tugas direktur :

– Mengelola kekayaan perusahaan .

– Mengelola usaha-usaha perusahaan.

– Mewakili perusahaan di dalam dan diluar pengadilan. Jika

terjadi masalah hokum yang menyangkaut masalah

(12)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

Kebaikkan :

– Tanggung jawab yang terbatas dari pemegang saham terhadap hutang-hutang

– Saham dapat diperjual belikan dengan mudah.

– Mudah memperoleh tambahan modal dengan cara menerbitkan saham-saham baru.

– Manajemen dengan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan perusahaan lebih efisien

Keburukan :

– Biaya pendirian relatif mahal karena harus berbadan hukum. – Pendirin sulit karena memerlukan akte notaris dan izin khusus. – Perseroan Terbatas merupakan subjek pajak tersendiri sedangkan

deviden dikenakan pajak lagi sebagai pajak penghasilan dari pemegang saham.

– Kurangnya rahasia perusahaan karena semua perkembangan

(13)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

5. Perusahaan Negara ( Perseroan Terbatas Negara =

Persero)

Menurut peraturan pemerintah pengganti undang-undang

nomor 1 tahun 1969, persero adalah semua perusahaan yang

berbentuk perseroan terbatas dan diatur menurut kitab

undang-undang hukum dagang, dimana seluruh atau sebagian

saham-sahamnya dimiliki oleh Negara dan dipisahkan dari kekayaan

Negara.

Syarat-syarat pendiriannya diatur dalam peraturan

pemerintah Republik Indonesia nonor 12 tahun 1969 :

– Telah melakukan penyehatan sedemikian rupa sehingga

perbandingan faktor-faktor produksi memiliki perbandingan

yang rasional.

– Telah menyusun Neraca dan perkiraaan rugi-laba samapai saat

menjadi persero.

– Telah melunasi semua hutang kepada kas umum Negara.

– Ada harapan untuk mengembangkan usahanya.

(14)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• Perusahaan Umum (PERUM)

• Perusahaan Jawatan (PERJAN)

• Perusahaan Daerah (PD)

(15)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• 6. Koperasi

Berdasarkan undang-undang perkoperasian no.12 th 1967 dan

Undang-undang No. 25 tahun 1992

Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang

besifat sosial beranggotakan orang-orang / badan hukum

merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha

bersama,berdasarkan atas azas kekeluargaan dan kegotong

royongan.

• Fungsi koperasi Indonesia :

– Alat perjuangan ekonomi untuk memenuhi kesejahteraan

rakyat.

– Alat pendemokrasian ekonomi nasional.

– Sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa indonesia.

– Alat pembina insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan

ekonomi bangsa Indonesia serta mengatur tata laksana

perekonomian rakyat.

(16)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• Sumber keuangan koperasi :

– Dari anggota : simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela

– Pinjaman.

– Sisa hasil usaha.

• Berdasarkan fungsinya koperasi terbagi menjadi 3, yaitu :

1. Koperasi produksi.

2. Koperasi konsumsi.

3. Koperasi kredit.

• Berdasarkan luas daerah tebagi menjadi 4 yaitu :

1. Koperasi primer

2. Koperasi pusat : terdiri minimal dari 5 koperasi primer.

3. Gabungan koperasi : terdiri minimal dari 3 koperasi pusat.

4. Induk koperasi : terdiri minimal dari 3 gabungan koperasi.

(17)

KEPEMILIKAN PERUSAHAAN

• 7 Yayasan.

Yayasan merupakan badan hukum dengan

kekayaan yang dipisahkan, tujuan pendiriannya

bukan untuk mencari keuntungan, tetapi menitik

beratkan pada usaha-usaha sosial.

Yayasan dibentuk sebagai badan hukum yang

sesuai dengan kegiatan yang akan dijalankan di

luar kondisi persaingan usaha.

(18)

BENTUK-BENTUK KERJASAMA

Bentuk - bentuk kerjasama

• Joint Venture :

adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan,

baik perusahaan dalam negeri dengan perusahaan dalam

negeri maupun perusahaan dalam negeri dengan

perusahan asing.

Tujuan joint venture untuk mencapai konsentrasi kekuatan

– kekuatan ekonomi.

• Trust :

adalah bentuk organisasi perusahaan yang didirikan untuk

menghindari kerugian masing-masing anggota dan

memperbesar keuntungan perusahaan.

Trust dibentuk dengan menggabungkan beberapa

perusahaan ( merger ), seluruh kekayaan perusahaan lama

dipindahkan ke perusahaan baru, masing-masing anggota (

trustees ) mempunyai tanggungjawab terbatas sebesar

(19)

BENTUK-BENTUK KERJASAMA

• Sindikat:

adalah kerjasama antara beberapa orang atau perusahaan

untuk melaksanakan proyek khusus dibawah suatu

perjanjian. Bentuk ini masih terbatas pada bidang

keuangan, dimana sekelompok investor berusaha

mengkombinasikan sumber – sumber keuangan untuk

memperjual belikan surat-surat berharga dari suatu

perusahaan. Salah seorang dipulih sebagai manajer.

Perjanjian dalam Sindikat dibagi menjadi 2, yaitu :

– Bagian pertama dibuat bersama – sama dengan perusahaan

yang sahamnya akan dibeli. Sindikat membeli surat berharga

dengan tujuan untuk dijual kembali jika menguntungkan, atau

dapat juga penjualan berharga tersebut dilakukan dengan

system komisi.

– Bagian kedua, tentang keanggotaan dan cara – cara memperole

laba atau menanggung kerugian. Laba dan rugi biasanya dibagi

berdasarkan modal yang disetor :

(20)

BENTUK-BENTUK KERJASAMA

• Jika tanggungjawab tidak terbatas, masing – masing

anggota harus membayar harga beli dari seluruh surat –

surat berharga yang di setujuinya tanpa

memperhatikan terjual atau tidak .

• Jika tanggungjawab terbatas , masing – masing anggota

cukup membayar perbedaan antara harga beli dengan

harga jual surat berharga yang tidak terjual. Dengan

pengertian surat berharga yang belum terjual telah

disetujui untuk dibe

(21)

BENTUK-BENTUK KERJASAMA

4. Kartel

merupakan persekutuan antara beberapa perusahaan sejenis

dibawah suatu perjanjian tertentu. Masing – masing perusahaan tetap berdiri sendiri, mempunyai kedudukan yang sama.

Macam – macam kartel :

– Kartel daerah : membagi daerah pemasaran – Kartel produksi : menetukan luas produksi

– Kartel kondisi : menentukan syarat – syarat penjualan :

• Syarat penyerahan barang • Tempat penjualan

• Penjualan tunai atau kredit • Pemberian potongan.

– Kartel pembagian laba : laba dibagi berdasarkan volume penjualan masing – masing anggota.

– Kartel harga : menetukan harga minimum untuk mengurangi persaingan harga antar anggota .

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Namun, tanggung jawab terbatas pemegang saham dapat hapus jika memenuhi ketentuan Pasal 3 ayat (2) UU PT, antara lain persyaratan perseroan sebagai badan hukum

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pertama, permodalan dalam perseroan terbatas berasal dari para pemegang saham yang memasukkan modalnya ke perseroan, sedangkan modal

Namun, tanggung jawab terbatas pemegang saham dapat hapus jika memenuhi ketentuan Pasal 3 ayat (2) UU PT, antara lain persyaratan perseroan sebagai badan hukum

terbatas (PT) yang didasarkan atas 4 pertimbangan.. 1) Terbatasnya tanggung jawab pemegang saham pada besar modal yang ditanamkan dan tidak ikut serta menanggung hutang

Tanggung jawab pemegang saham sebesar setoran atas seluruh saham yang dimilikinya tidak berlaku apabila pemegang saham terbukti, antara lain: persyaratan Perseroan

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pertama, permodalan dalam perseroan terbatas berasal dari para pemegang saham yang memasukkan modalnya ke perseroan, sedangkan modal

Yang dimaksud dengan Perusahaan Perseroan, yang selanjutnya disebut Persero, adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang

Dokumen ini membahas tentang pemegang saham dan dewan komisaris dalam perusahaan PT (Perseroan