Veri Antoni
Departemen Hukum Bisnis/Dagang, Fakultas Hukum, UGM 081807102413, [email protected], [email protected]
HUKUM PERUSAHAAN
(Persekutuan Perniagaan)
MAGISTER KENOTARIATAN
FAKULTAS HUKUM,
HUKUM PERUSAHAAN (BISNIS )DALAM KERANGKA HUKUM SECARA UMUM BERDASARKAN PENGOLONGAN HUKUM KLASIK
HUKUM PUBLIK HUKUM PRIVAT
HUKUM -HUKUM BARU LAINNYA
(Hukum Perburuhan, Hukum Paja, Hukum Hubungan Industrial, dan lain-lain) HTN
HAN H. ACARA
H. PIDANA
HUKUM
DAGANG/HUKUM PERUSAHAAN
HUBUNGAN HUKUM PERDATA DENGAN HUKUM DAGANG
• Hukum Perdata merupakan Hukum Umum dari Hukum
Dagang.
• Hukum Umum: aturan hukum yang berlaku pada umumnya.
• Hukum Khusus: aturan hukum yang berlaku untuk hal-hal
yang khusus saja.
• Misalya, Mengatur perj/perikatan ex Buku III KUHPer ,
khusus tg perj/perikatan di lapangan bisnis;
• Berlakunya asas hukum “lex specialist derogat legi
generale”
ketentuan hukum bersifat khususmengesampingkan ketentuan hukum bersifat khusus, sebagaimana tersebut dalam Pasal 1 Kitab Undang-Undang
Hukum Dagang (KUHD), “Ketentuan dalam KUH Perdata
PENGERTIAN PERUSAHAAN
•
Pengertian paling sederhana Hukum Dagang adalah
Hukum bagi Pedagang.
•
Ps 2 ( lama ) WvK/KUHD :
Kooplieden zijn diegenen
welke daden van koophandel uitoefenen en daarvan
hun gewoon beroep maken
•
Pedagang : mereka yang menjalankan perbuatan
perniagaan sebagai pekerjaan sehari-hari.
lanjutan
Beberapa Kelemahan:
•
Pedagang : melakukan perbuatan perniagaan;
•
Perbuatan Perniagaan : membeli barang untuk dijual
lagi;
•
Perkembangan
bisnis
tidak
selalu
demikian,
berdagang bisa hanya dengan menjadi agen, suplier,
konsinyasi, semuanya tidak membeli barang, tapi
melakukan kegiatan dagang.
•
Catatan
Lanjutan..
•
Kemudian 2 Juli 1934, Ps 2 sd 5 WvK dihapus,
termasuk istilah
koollieden/koophandel
dalam WvK
diganti dengan istilah
bedrijf/bedrijfshandelinghen
; atau
Perusahaa
.
•
Penggantian istilah tersebut tdk disertai
authentieke
interpretatie ;
Lanjutan..
Baik berdasarkan Memorie van Toelichting dari
Minister van Justitie maupun Doktrin (Molengraaff,
Polak) dan Yurisprudensi, baru dapat dikatakan ada
perusahaan, APABILA:
1. pihak yang berkepentingan bertindak secara
tidak terputus-putus,
2. terang-terangan,
3. didalam kedudukan tertentu,
4. berhubungan dengan pihak ketiga,
La juta …
• Indonesia telah membuat rumusan resmi pengertian Perusahaan, antara lain:
1. UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan,
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba .
2. UU No. 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan,
La juta …
• UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Perusahaan adalah :
a. setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;
b. usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
PENGATURAN(SUMBER HUKUM PERUSAHAAN)
•
KUHPerdata (Persekutuan Perdata)
•
KUHDagang (Firma dan CV)
•
UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan
•
UU No. 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan
•
UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN
•
UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi
PERUBAHAN DAN PENCABUTAN BEBERAPA
KETENTUAN DALAM KUHD OLEH UNDANG-UNDANG
No Tahun DasarPerubahan/Pencabut an
Materi
1 1927 STB 1927 No 146 SBL PERUBAHAN : PEDAGANG WAJIB MEMELIHARA BUKU HARIAN DAN BUKU COPI, DGN ADANYA STB TSB DI ATAS WAJIB MENGADAKAN CATATAN MENGENAI KEKAYAAN PERUSAHAAHAN NYA MNRT SYARAT YG DIMINTA OLEH PERUSAHAAN
2 1938 STB 1938 No. 276 PSL 2 S/D PSL 5 DICABUT
DILANSIR PENGERTIAN MENJALANKAN PERUSAHAN
DIKATAKAN MENJALANKAN PERUSAHA AN APBL IA SECARA TERUS MENERUS TERANG-TERANGAN DAN TDK TERPUTUS PUTUS BERHUB. DGN PIHAK KETIGA UTK TUJUAN MENCARI KEUNTUNGAN
DGN ADANYA PENCABUTAN INI KUHD YG SEMULA HUKUMNYA PEDAGANG BERUBAH
MENJADI HUKUMNYA ORANG YANG MEN - JALANKAN PERUSAHAAN - DGN KATA LAIN PENGERTIAN PEDAGANG DAN PERBUATAN
PERNIAGAAN DICABUTPENGERTIANNYA DISERAHKAN DALAM PRAKTEK.
Lanjutan..
dicabut dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan TerbatasDgn Diundangkan UU No. 5 Thn 1995, yang kemudian dicabut dengan UU No. 40 Tahun 2007, maka Bagian Ketiga Buku I KUHD
dinyatakan Tidak Berlaku Lagi
UU No 5 Tahun 995 dan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. TERBATAS
4 1998 UU No 8 Tahun 1998 tentang Dokumen Perusahaan
UU No 8 Tahun 1998 mencabut ketentuan Pasal 6 KUHD.
BEBERAPA KEWAJIBAN PERUSAHAAN
• Kewajiban Daftar Perusahaan dan Penyampaian Laporan Keuangan (UU No. No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan)—Kemendag RI.
• Kewajiban Membuat Dokumen Perusahaan (UU No. 8 Tahun 1997)
• Kewajiban Di Bidang Domisili Perusahaan
• Kewajiban Di Bidang Ketenagakerjaan:
Wajib Lapor Ketenagakerjaan,
Peraturan Perusahaan,
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek),
Upah Minimum Provinsi (UMP)
• Kewajiban Di Bidang Perpajakan (Nomor Pokok Wajib Pajak
NPWP /Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak PKP
WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN (UU No. 3 Tahun 1982)
PENGUSAHA WAJIB
DAFTARKAN PERUSAHAAN
NYA
KECUALI
PERUSAHAAN KECIL
PERORANGAN
DAFTAR PERUSAHAAN
TUJUAN DAN SIFAT DAFTAR
PERUSAHAAN
•
Publikasi
Mencatat bahan-bahan keterangan
yang dibuat secara benar dari suatu
perusahaan dan merupakan sumber informasi
resmi untuk semua pihak yang
berkepentingan mengenai identitas, data,
serta keterangan lainnya tentang perusahaan
yang tercantum dalam Daftar Perusahaan
dalam rangka menjamin kepastian berusaha.
KEWAJIBAN DAFTAR PERUSAHAAN
• Setiap perusahaan wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan KECUALI Perusahaan Negara yang berbentuk Perusahaan Jawatan (PERJAN) dan Perusahaan Kecil Perorangan (dijalankan oleh anggota keluarga).
• Pendaftaran dilakukan pada kantor tempat pendaftaran perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri.
• Apakah PERJAN masih ada? Cek UU BUMN!
• Perusahaan yang dimaksud adalah:
Badan Hukum Termasuk Koperasi
Persekutuan
Perorangan
MATERI YANG DIDAFTARKAN
•
Lihat Pasal 11
–
16 UU No. 3 Tahun 1982
•
Bandingkan dengan Contoh Tanda Daftar
SANKSI
•
Dgn sengaja atau kelalaian tidak memenuhi
kewajiban diancam pidana penjara
selama-lamanya 3 bulan atau denda rp.3.000.000,--tindak
pidana ini merupakan kejahatan
•
Dgn segaja mendaftarkan keliru / tdk lengkap
WAJIB MEMBUAT DOK.PERUSAHAAN (UU No. 8
Tahun 1997)
DOK. PRSH
DOK KEU.
DOK.LAIN TERDIRI
BUKTI PEMBUKUAN
DATA
PENDUKUNG CATATAN
DATA
TULISAN LAIN
NERACA
DOKUMEN PERUSAHAAN
•
Pada awalnya diatur dalam Pasal 6 KUHD
•
Ketentuan ini sekarang telah dicabut & diatur lebih
lanjut oleh UU Dokumen perusahaan
Lanjutan..
•
Dokumen
perusahaan terdiri
dari DOKUMEN
KEUANGAN dan DOKUMEN LAINNYA.
•
Dokumen Keuangan terdiri dari: catatan, bukti
pembukuan, dan data pendukung administrasi
keuangan, yang merupakan bukti adanya hak dan
kewajiban perusahaan.
Lanjutan..
•
Catatan terdiri: neraca tahunan, perhitungan
laba rugi tahunan, rekening, jurnal transaksi
harian.
•
Bukti pembukuan terdiri dari warkat-warkat
yang digunakan sebagai dasar pembukuan
yang mempengaruhi perubahan kekayaan,
utang, dan modal.
PENGALIHAN DAN LEGALISASI
• Dokumen perusahaan dapat dialihkan ke dalam mikrofilm atau media lainnya.
• Pengalihan Dokumen Perusahaan Wajib Dilegalisasi.
• Legalisasi dapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau pejabat di lingkungan atau pejabat di lingkungan perusahaan yang ditunjuk dan harus dibuatkan berita acaranya.
• Legalisasi adalah tindakan pengesahan isi dokumen perusahaan yang dialihkan atau ditransformasikan ke dalam mikrofilm atau media lain atau menyatakan bahwa isi dokumen perusahaan yang terkandung di dalamnya sesuai dengan aslinya.
BERITA ACARA DAN DAFTAR PERTELAAN
•
Dibuat pada saat terjadinya pengalihan
dokumen ke dalam mikrofilm atau media lain.
•
Pada Berita Acara Pengalihan tersebut wajib
dilampirkan Daftar Pertelaan atas dokumen
perusahaan yang dialihkan ke dalam mikrofilm
atau media lain.
•
Daftar Pertelaan
daftar yang memuat
PEMUSNAHAN DOKUMEN
•
Dokumen perusahaan yang telah dialihkan ke
dalam mikrofilm atau media lain dapat
dimusnahkan kecuali pimpinan perusahaan
menentukan lain.
•
Demikian juga catatan, bukti pembukuan dan
bukti pendukung administrasi keuangan
Lama Penyimpanan..
•
Catatan: 10 tahun terhitung sejak akhir tahun
buku perusahaan yang bersangkutan.
•
Data pendukung adm. Keuangan disesuaikan
dengan kebutuhan perusahaan.
•
Dokumen lain ditetapkan berdasarkan nilai
guna dokumen perusahaan tersebut.
•
Jangka waktu dokumen administrasi keuangan
BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN
•
Perusahaan Perorangan: UD, PB
•
Persekutuan Perniagaan
–
Bukan Badan Hukum
• Persekutuan Perdata
• Firma
• CV
–
Berbadan Hukum
• Perseroan Terbatas, Tertutup: Terbuka, BUMN (Persero dan Perjan)
BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN PERNIAGAAN
PERKUMPULAN/PERSEKUTUAN
Partnership Firma CV PT
BUKAN BADAN HUKUM BADAN HUKUM
ASOSIASI ORANG ASOSIASI MODAL
PERUSAHAAN DAGANG
30
BADAN HUKUM
•
Badan Hukum, Legal entity, korporasi, dll
•
Badan Hukum: sesuatu oleh hukum diakui atau
dianggap sebagai subyek hukum sehingga dapat
melakukan perbuatan hukum layaknya orang.
•
Ciri dari suatu badan hukum:
1. Mempunyai K
ekayaan terpisah;
2. Mempunyai tujuan tertentu;
3. Mempunyai kepentingan sendiri;
4. Mempunyai organisasi yg teratur.
PENGERTIAN
• Perkumpulan: perhimpunan atau perserikatan orang baik yang didirikan dan diakui oleh kekuasaan umum seperti daerah otonom, badan keagamaan, atau yang didirikan untuk satu maksud tertentu yang tidak bertentangan undang-undang, ketertiban umum, dan kesusilaan.
• Partnership atau persekutuan perdata adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu (inbreng) ke dalam persekutuan dengan tujuan untuk membagi keuntungan yang diperoleh.
• Persekutuan Firma adalah persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama (firma).
• PT adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU ini serta peraturan pelaksanaanya (Pasal 1 UU No. 40 Tahun 2007)
• Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yan dipisahkan. (UU No. 19 Tahun 2003)
PERKEMBANGAN TANDA DAFTAR PERUSAHAAN DIY (2005-2009)
Sumber: Dinas Perindagkop UKM DIY
No BADAN USAHA TAHUN
2005 2006 2007 2008 2009
1 PT 2477 2754 2904 3322 3662
2 Koperasi 655 666 707 771 812
3 CV 4799 5315 5688 6671 7393
4 Firma 63 64 64 66 66
5 Perorangan 19799 20.617 21202 22599 24069
6 Bentuk Lain 358 360 363 375 382
PERUSAHAAN PERORANGAN
Veri Antoni
SEKILAS PERKUMPULAN
•
Pengaturan: Pasal 1653
–
1665.
•
Perkumpulan: perhimpunan atau perserikatan
orang baik yang didirikan dan diakui oleh
kekuasaan umum seperti daerah otonom,
badan keagamaan, atau yang didirikan untuk
satu maksud tertentu yang tidak bertentangan
undang-undang, ketertiban umum, dan
•
Karakteristik Perkumpulan
–
Memperoleh pengesahan dari Menteri sebagai
Badan Hukum
—
pengesahan AD, shg dapat
melakukan perbuatan hukum;
–
Pengurus perkumpulan berwenang mewakili
perkumpulan di dalam dan di luar pengadilan
berdasar kuasa undang-undang; (1655 KUH
Perdata);
• Semua tindakan pengurus mengikat perkumpulan
• Seandainya perbuatan atau tindakan pengurus
menyimpang dari kewenangan atau kekuasaan yang diberikan kepadanya dalam AD, tindaka itu tetap
•
Lanjututan:
–
Pengurus perkumpulan wajib memberi
pertanggungjawaban kepada anggota atas
kepengurusan perkumpulan yang disampaikan
dalam rapat anggota;
–
Keputusan Rapat diambil dengan suara terbanyak
dan masing-masing anggota mempunyai hak suara
yang sama; (1659 KUH Perdata);
–
Tanggungjawab Anggota;
• Tidak bertanggungjawab secara pribadi terhadap perikatan-perikatan yang dibuat perkumpulan
• Segala hutang hanya dapat dilunasi dari harta kekayaan perkumpulan
PERUSAHAAN PERORANGAN
•
Perusahaan perorangan; UD (Usaha Dagang);
PD (Perusahaan Dagang):
sole trader, sole
proprietorship;
perusahaan yang biasanya
dijalankan oleh satu orang pengusaha
—
one
man corporation, een maanszaak.
•
Kedudukannya tidak tegas seperti Maatschap,
Firma,
CV,
yang
diatur
dalam
KUHPerdata/KUHD;
lahir
dari
hukum
kebiasaan.
PERUSAHAAN PERORANGAN
KELEBIHAN
• Aktivitas relatif sedikit dan
sederhana, shg organisasi mudah;
• Biaya organisasi rendah;
• Pemilik bebas mengambil
keputusan;
• Keuntungan menjadi hak
pemilik perusahaan;
• Rahasia perusahaan
terjamin;
• Pemilik lebih giat berusaha;
• Pendirian dan pembubaran
mudah karena tidak memerlukan formalitas tertentu
KEKURANGAN
• Tanggungjawab pemilik tidak terbatas;
• Sumber keuangan perusahaan terbatas;
• Status bukan badan hukum;
• Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin;
• Aktvitas manajemen dilakukan sendiri;
PERSEKUTUAN PERDATA
(MAATSCHAAP/PARTNERSHIP)
Veri Antoni
41
PERSEKUTUAN PERDATA
•
Persekutuan Perdata,
Partnership, Maatschap:
kawan,
sekutu, Kongsi, Kompanyon, Asosiasi, Kemintraan. Diatur
dlm Ps 1618
–
1652 KUHPdt.
– Jika tidak menjalankan perusahaan disebut perserikata
perdata .
•
Persekutuan Perdata adalah PERJANJIAN (ISI PERJANJIAN
PARTNERSHIP) antara dua orang atau lebih yg
mengikatkan diri utk memasukkan sesuatu (inbreng:
pemasukan, modal, kontribusi) kedalam persekutuan,
dengan maksud utk membagi keuntungan yg diperoleh
karenanya.(Ps 1618 KUHPerdata.
•
Inbreng dan kerjasama adalah unsur mutlak utk
adanya persekutuan perdata. Inbreng: uang, barang,
tenaga kerja ( skill: lahiriah- tenaga, batiniah
–
profesi,
keahlian
).42
ISI PERJANJIAN
•
Bagian
“
inbreng
“
dan cara memasukkannya.
•
Cara kerja atau pembagian pengurusan.
•
Pembagian keuntungan ( ila tdk diatur berlaku
KUHPdt).
•
Tujuan kerjasama.
•
Jangka waktu.
•
Dll.
43
PENDIRIAN DAN KEWAJIBAN
•
Prinsip : lisan sdh lahir atau berdiri partnership,
krn partnership adl perjanjian ex 1313 j0 1618
KUHPdt;
•
Praktek: selalu dibuat dg Akta Notaris. Fungsi akta
hanya sbg alat bukti existensi Partnership thp
pihak ketiga;
•
Akta
didaftarkan
di
Kantor
Kepaniteraan
Pengadilan Negeri, sekarang seharusnya di Kantor
Pendaftaran Perusahaan ex UU No.3 Thn 82 Tg
WDP utk kepentingan atau tujuan publikasi;
KEANGGOTAAN
•
Diletakkan pada sifat kapasitas kepribadian
(persoonlijke capacitiet) dari orang sekutu
yang bersangkutan
–
Sama-sama satu profesi, mis, pengacara; Amin
a d Asso iates , part er , o pag o ,
Co.
–
Ada hubungan keluarga
–
Teman Karib
•
Bentuk usaha yang biasa digunakan para
PENGGURUSAN PERSEKUTUAN
•
Pengangkatan pengurus melalui 2 cara:
–
Diatur sekaligus bersama-sama akta pendirian: sekutu
statuter (gerant statutaire);
• Tidak dapat diberhentikan, kecuali alasan yang benar
menurut hukum, mis, tidak cakap, sakit dlm waktu lama, dll. Yg dapat memberhentikan adalah maatschap itu sendiri.
–
Diatur sesudah persekutuan perdata berdiri dengan
akta khusus; sekutu mandater (gerant mandataire);
• Kedudukannya sama dengan seorang pemegang kuasa, shg
HUBUNGAN INTERNAL
•
Para sekutu dapat dapat menunjuk salah seorang
diantara mereka atau pihak ketiga sebagai pengurus
persekutuan (gerant mandataire); (Psl 1637
KUHPerdata);
– Pengurus ini bertindak melakukan tindakan kepengurusan yang
dianggap perlu, walaupun tidak disetujui oleh beberapa rekan sekutu, asal dng itikad baik.
– Sekutu lain yang bukan pengurus, tidak dapat bertindak dan
mengikat persekutuan dgn pihak lain.
• Bila tidak ada, maka setiap sekutu dianggap secara timbal balik telah memberi kuasa, untuk melakukan
kepengurusan.
• JADI, jika tidak dinyatakan secara tegas dlm perjanjian pendirian, setiap sekutu berhak bertindak atas nama
HUBUNGAN EKSTERNAL
(Tanggungjawab Terhadap Pihak Ketiga)
•
Pasal 1642-1645;
– Apabila seorang sekutu mengadakan hubungan dengan pihak ketiga, maka sekutu yang bersangkutan saja yang bertanggungjawab atas perbuatan2 hukum yg dilakukan thdp pihak ketiga—meskipun ia mengatakan bahwa ia berbuat untuk kepentingan persekutuan.
– Perbuatan sekutu tersebut baru mengikat sekutu-sekutu lainnya apabila:
• Sekutu tersebut diangkat sebagai pengurus secara gerant statutaire;
• Terdapat ada surat kuasa dari sekutu-sekutu lainnya;
• Hasil perbuatannya atau keuntungan telah dinikmati persekutuan
– Bila seorang sekutu mengadakan hubungan dengan pihak ketiga, maka para sekutu itu dapat dipertanggungjawabkan sama rata, meskipun inbrengnya tidak sama, kecuali
JENIS-JENIS PERSEKUTUAN PERDATA
•
Maatschap Umum (Psl 1622 KUHPerdata)
–
Meliputi apa saja yang akan diperoleh selama
persekutuan berdiri;
–
Inbreng ditentukan secara jelas/terperinci.
•
Maatschap Khuusus (Psl 1623 KUHPerdata)
–
Gerak usaha ditentukan secara khusus
49
PEMBUBARAN
• Pasal 1646 KUH Perdata menentukan bahwa persekutuan perdata bubar bila telah terjadi salah satu dari:
– Lewatnya waktu yang ditentukan dlm perjanjian pendirian
• Jika didirikan untuk jangka waktu tertentu, namun tetap diteruskan oleh para mitranya, maka dianggap didirikan untuk waktu tidak tent
– Musnahnya barang atau diselesaikannya perbuatan yg menjadi pokok persekutuan
– Atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang anggota sekutu (pengunduran diri)
• Tidak dapat terjadi sebelum waktu yang ditunjuk, kecuali jika semua mitra setuju atau perintah pengadilan.
• Pengunduran diri harus pada waktunya dan dengan itikad baik.
– Jika salah satu anggota sekutu meninggal, ditempatkan dibawah pengampuan atau pailit—kerjasama persekutuan bersifat perorangan
PERSEKUTUAN FIRMA
(VENNOOTSHAP ORDER FIRMA)
Veri Antoni
51
PERSEKUTUAN
FIRMA Fa
•
Diatur dlm Ps 15 sd 35 KUHD.
•
Firma (vennotshap order firma, general partnership,
commercial partnership): tiap persekutuan perdata
yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan
memakai nama bersama atau firma.
– Nama bersama dapat diambil oleh seorang sekutu, gabungan sekutu, mis, Fa Lenggang & Brothers, Fa Ambari (Amir, Basyir, dan Heri). Oki, ketentuan KUH Perdata tentang Persekutuan Perdata juga berlaku sejauh tidak diatur khusus dlm KUHD dan akta pendirian
•
Merupakan bentuk Partnership (persekutuan) Khusus,
kerana
menjalankan perusahaan dgn memakai nama
bersama (firman)
;
– Bertindak keluar sbg perusahaan dgn nama bersama (satu nama); semua perbuatan hukum dilakukan atas nama firma—
•
Mempunyai sistem pertanggungjawaban secara
pribadi antar sekutu untuk seluruhnya.
– Risiko dari badan usaha ditanggung bersama oleh para sekutu, termasuk dengan harta pribadinya (tanggung renteng)
– Pasal 18 KUHD, didala persekutuan dgn firma setiap sekutu bertanggungjawab secara pribadi dan untuk seluruhnya bagi perikatan-perikatan persekutua .
KARAKTERISTIK FIRMA
•
Sekutu firman (firmant) telah saling kenal
•
Perjanjian dapat dilakukan: notaris atau
dibawah tangan;
•
Memakai nama bersama dlm kegiatan usaha;
•
Adanya tanggungjawab dan risiko yg tidak
54
PENDIRIAN
• Psl 22 KUHD mengharuskan dengan Akta Notaris, tapi tidak ada sanksinya jika tidak dilakukan, bahkan disebutkan juga,
ketiadaa akta notaris tidak boleh dijadikan alasan untuk
merugikan pihak ketiga .
• Sehingga, pada prinsipnya cukup lisan spt pd partnership. Praktek selalu dibuat dg Akta Notaris, dg ketentuan harus didaftargadilan Negeri dan diumumkan dlm TBNRI.
• Praktek tdk pernah diumumkan, hanya didaftarkan di Kepaniteraan PN, seharusnya di Kantor Pendaftaran Perusahaan ex UU No.3 Thn 1982 Tentang Wajib Daftar Perusahaa.
– Selama pendaftarab dan pengumuman blm didaftarkan dan
diumumkan, pihak ketiga dapat mengangap firma tersebut Persekutuan Umum;
• Menjalankan segala macam urusan
• Didirikan untuk waktu yang tidak terbatas
•
Fungsi akta sama dg partnership, hanya utak
alat bukti tg eksistensi Firma pd pihak ketiga.
•
Praktek
selalu
membuat
pembukuan
layaknya perusahaan pd umumnya.
•
Praktek sbg perusahaan--memulai aktivitas
PENGURUS FIRMA
•
Harus diatur dalam perjanjian pendirian firma
(gerant statutaire);
–
Jika tidak ada maka harus diatur sendiri dalam satu
akta (gerant mandataire), yang juga harus didaftarkan
pada Kepaniteraan PN dan diumumkan dalam TBNRI
(utk mengetahui siapa yang menjadi pengurus Firma,
untuk mengadakan hubungan dengan pihak ketiga.
• Jika tidak ditentukan, maka semua sekutu dapat bertindak
keluar mewakili firma yang mengikat sekutu-sekutu lainnya .
HUBUNGAN ANTAR SEKUTU (INTERNAL)
•
Semua sekutu firma merupaka pengurus firma
dan bisa melakukan hubungan hukum keluar
untuk dan atas nama Firma. Krn, memiliki sifat
kebersamaan (nama bersama);
–
Oki, tanggungjawab para sekutu dalam firma
bersifat pribadi untuk keseluruhan (tanggung
renteng; solidier)
•
Namun, tidak menutup kemungkinan dlm akta
pendirian menetapkan sekutu tertentu
TANGGUNG JAWAB SEKUTU BARU
•
Dapat menambah sekutu baru, asalkan
persetujuan bulat semua sekutu lama.
Konsekuensi:
–
Polak; Enngens: tidak dapat diminta
pertanggungjawaban atas perikatan atau utang
firma yang telah ada, kecuali menyetujui.
–
Soekardono: dapat dimintakan
HUBUNGAN EKSTERNAL (PIHAK KETIGA)
•
Setiap sekutu mempunyai wewenang untuk
mengadakan perikatan dengan pihak ketiga untuk
kepentingan persekutuan
—
jika tidak dikecualikan
dianggap saling memberi kuasa.
–
Oki, asas pertanggungjawaban sekutu adalah pribadi
untuk keseuruhan (solider/renteng)
• Yaitu: tanggungjawab dengan kekayaan pribadi, untuk semua
perikatan yang dibuat persekutuan firma, meskipun yang membuat adalah sekutu lain, termasuk perikatan-perikatan yang timbul karena perbuatan melawan hukum. Apabila salah satu sekutu telah melunasi kewajiban terhadap pihak ketiga, ia membebaskan sekutu lain.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FIRMA
KELEBIHAN
• Kemampuan manajemen lebih besar krn ada
pembagian kerja
• Pendirian relatif lebih muda
• Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi
• Para sekutu firma memiliki kedudukan yang sama
• Memiliki hak dan kewajiban yang sama
KEKURANGAN
• Tanggungjawab pemilik tidak
terbatas (internal)
• Ada kemungkinan sekutu yang
tidak memiliki integritas
melakukan perbuatan hukum yang merugikan firma
• Kerugian disebabkan seorang
sekutu ditanggung bersama
• Kelangsungan hidup
PERBANDINGAN MAATSCHAP DAN FIRMA
MAATSCHAP
• Ada pertanggungjawaban
sendiri2 dan para sekutu terikat masing2 utk seluruh utang
maatschap;
• Masing2 anggota tdk dpt
mengikat anggota sekutu lain, kecuali dg surat kuasa khusus;
• Praktek jarang membuat kekayaan terpisah (
pembukuan), namun sudah ada yg mulai membuat pembukuan;
• Didirkkan berdasarkan
perjanjian, tdk harus dg akta otentik, ada yg membuat akta otentik;
• Tdk ada keharusan pendaftaran dan pengumuman dlm TBNRI
• Fungsi akta hanya sbg alat bukti.
FIRMA
• Ada pertanggungjawaban secara pribadi utk seluruhnya dan
pertanggungjawaban sec tanggung renteng;
• Masing-masing anggota sekutu dapat mengikat anggoa sekutu lain.
• Membuat harta kekayaan terpisah ( pembukuan ) ;
• Didirikan atas dasar perjanjian , dg akta otentik, didaftarkan dan diumumkan di TBNRI ;
• Pembagian keuntungan
62
PEMBUBARAN FIRMA
•
Oleh karena Fa pada dasarnya dalah
Partnership Khusus, mk cara mengakhiri Fa
spt diatur di dalam Ps 1646 KUHPdt berlaku
pula bagi Fa, kecuali diatur lain di dalam Akta
Pendirian;
–
Lampaunya jangka waktu pendirian
–
Musnahnya barang atau diselesaikan usaha yg
menjadi tugas pokok
–
Kehendak dari seorang sekutu atau beberapa
sekutu
Anggota Firma Meninggal/Keluar?
•
Apabila salah seorang anggota meningga atau keluar,
berhentilah eksistensi Firma
—
krn keanggotaan bersifat
pribadi.
•
Akan tetapi dlm praktek, eksistensi Firma dapat
diteruskan dgn pengantian anggota:
– Untuk itu anggota peserta membuat perjanjian yang menyatakan firma dapat berjalan meskipun salah seorang anggota meningal dunia, dia dpt diganti dgn adli waris atau diteruskan tanpa ahli waris; atau
– Apabila salah seorang mengundurkan diri, dapat diteruskan tanpa penggantian dgn cara lebih dahulu dilakukan perhitungandgn anggota baru yg mengundurkan diri tersebut.
•
Agar cara tersebut mengikat pada pihak ketiga,
perubahan AD harus dibuat dalam bentuk Akta Notaris,
didaftarkan pada PN dan diumumkan dlm TBNRI
•
Dlm hal terjadi pengalihan kpd oran lain
– Tanggungjawab yang keluar harus dialihkan kepada penggantinya
•
Ada mekanisme pemberasan dan penyelesaian
(
vereffening, liquidate
) terhadap kekayaan
firma. Likuidasi biasanya diselesaikan dulu
melalui kekayaan Fa yg dipisahkan. Jika ternyata
kurang maka harta pribadi anggota sekutu
dijadikan jaminan atas piutang Fa thp pihak
ketiga.
–
Anggota lain dapat melanjutkan firma apabila bubar,
dengan tetap memakai nama yg sama, apabila:
• Kelanjutan tersebut dituangkan dalam bentuk Akta Notaris;
• Didaftarkan di kepaniteraan PN
PERSEKUTUAN KOMANDITER
(COMMANDITAIR VENNOOTSHAP)
Veri Antoni
66
COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP (CV)
• Pengaturan Pasal 16 – 35 KUHD
• C.V. adalah perusahaan yg didirikan oleh satu orang atau lebih dengan satu orang atau lebih yg lain sebagai pelepas uang (sekutu Komanditer)
– Pasal 19 KUHD, Persekutuan dengan jalan meminjam uang atau disebut juga persekutuan komanditer, diadakan antara seorang sekutu atau lebih yang bertanggungjawab secara pribadi dan untuk seluruhnya dengan seorang atau lebih sebagai peminjaman uang .
• Disebut Persekutuan Komanditer, krn memilik sekutu pelepas uang dan yang tidak ikut campur di dalam mengurus perusahaan.
•
CV mempunyai 2 sekutu :
–
Sekutu aktif (sekutu kerja, sekutu komplementer,
sekutu
pengurus)
—
memasukan
modal
dan
mengurus CV (bertanggungjawab sampai harta
pribadi)
–
Sekutu pasif (sleeping partner, sekutu diam,
sekutu tdk kerja, sekutu komanditer )
—
memasukkan modal saja. (bertanggungjawab
sebatas modal saja).
• Jika terlibat melakukan pengurusan, maka ia akan dipertanggungjawabkan seperti sekutu kerja.
68
PENDIRIAN CV
•
Tdk berbeda dg Maaatschap dan Fa, secara yuridis
cukup lisan.
•
Praktek selalu dibuat dg akta notaris, yg berfungsi
sebagai alat bukti adanya CV.
•
Status hukumnya tetap bukan badan hukum
menurut KUHD.
HUBUNGAN INTERNAL SEKUTU
•
Sekutu Aktif: selain memasukkan uang atau benda ke
dalam persekutuan, juga melakukan pengurusan.
– Memikul tanggungjawab tidak terbatas atas kerugian yang diderita persekutuan dalam usahanya, kecuali lain dlm
perjanjian pendirian, secara solider (renteng).
•
Sekutu Pasif (komonditer): hanya memasukkan uang
semata
– Apabila dilanggar, maka ia dapat dipertanggungjawabkan seperti sekutu kerja.
– Dalam hal tertentu dapat diatur hak-hak intern sekutu pasif, mis, terkait rapat, pembukuan, atau kemungkina menjadi Komisaris.
HUBUNGAN HUKUM EKSTERNAL
•
Hanya sekutu kerja saja (pengurus:
JENIS-JENIS CV
• CV diam-diam: belum menyatakan dirinya secara terang sebagai CV.
– Bertindak keluar, perusahaan masih menyatakan dirinya sbg
firma, tapi ada sekutu yang berstatus sebagai sekutu komanditer.
• CV Terang-terangan (Terbuka): menyatakan diri secara terang sebagai CV. Mis, dipapan nama, kop surat, dll,
tertulis kata CV .
• CV Atas Saham: modal CV terdiri dar kumpulan saham.
– Tidak diatur dlm KUHD, muncul karena praktek bisnis semata—untuk dapat menghimpun dana.
– Hakikatnya sama dengan CV terang-terangan, hanya saja modalnya terdiri atas saham-saham.
CV ATAS SAHAM
• Persamaan dengan PT
– Modal terdiri atas saham
– Memiliki pengawas dari Komisaris.
• Pada CV dapat ditetapkan seorang dari sekutu sbg komisaris.
• Perbedaan dengan PT
– Dlm CV atas saham ada sekutu kerja pertanggungjawaban
secara pribadi (pertanggungjawaban penuh) Vs Direksi dlm PT tidak bertanggungjawab secara pribadi (pertanggungjawaban terbatas);
– Dlm CV atas saham, Diresksi boleh diangkat utk selamanya,
sedangkan pada PT bisa diberhentikan sewaktu-waktu
• Apabila sekutu komanditer meninggal dunia, tidak mempengaruhi eksistensi kelansungan persekutuan.
• Apabila sekutu komplementer yang meningal dunia, maka perusahaan menjadi bubar dan selanjutnya diadakan
COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP
KELEBIHAN
• Spesifikasi dalam aktivitas semakin terlihat
• Proses pendirian relatif mudah
• Kemampuan manajemen lebih besar
• Terdapat sekutu komanditer yang memiliki peranan dalam
pengembangan modal dan perusahaan
• Modal yang dikumpulkan dapat lebih besar karena ada peluang masuknya sekutu komanditer lain utk bergabung
• Mudah melakukan kredit dan ekspansi usaha
KEKURANGAN
• Sebagian sekutu yang menjadi sekutu komplementer memiliki tanggungjawab terbatas
• Sulit menarik kembali modal yang telah disetorkan
• Sekutu komideter tidak memiliki akses untk mengelola perusahaan • Kemungkinan perusahaan salah
urus lebih besar, karena hak mutlak sepenuhnya ditangan sekutu komplementer
PEMBUBARAN CV
•
CV pada hakikatnya adalah Fa, shg pembubaran
Firma berlaku juga di CV.
•
Sama hal dengan firma, harus dilakukan dengan
aka otentik yang dibuat dihadapan Notaris,
didaftarkan di Kepaniteraan PN, dan diumumkan
dlm TBNRI dan proses pembeberasan (baik
keuntungan maupun kerugian)
PERBEDAAN
FIRMA
• Tidak ada pembedaan
kedudukan diantara sekutu
• Semua sekutu memiliki hak
dan tanggungjawab yang sama
• Semua sekutu adalah
pengurus, tetapi boleh
ditunjuk satu atau lebih sekutu tertentu dalam akta pendiran;
• Tidak mengenal adanya
Komisaris
CV
• Ada pembedaan kedudukan diantara para sekutu
• Para sekutu memiliki hak dan tanggungjawab
berbeda
• Pengurus mutlak dari sekutu komplementer
HUKUM PERSEROAN TERBATAS
Veri Antoni
77
PENGERTIAN
• PT adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal,
didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha
dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan
memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU ini serta peraturan pelaksanaanya (Pasal 1 UU Angka 1 UU PT).
• Pengertian Perseroan Terbatas terdiri dari dua kata, yakni perseroan dan terbatas . Perseroan merujuk kepada modal PT yang terdiri dari sero-sero atau saham-saham. Adapun kata terbatas merujuk kepada pemegang yang luasnya hanya sebatas pada nilai nominal semua saham yang dimilikinya.
• PT memperoleh status BH pada tanggal diterbitkannya
78
CIRI KHAS (KARAKTERISTIK) PT
• Sebagai badan hukum mandiri (persona standi in judicio), legal entity, legal body, sehingga dapat melakukan perbuatan hukum.
• Sebagai asosiasi modal bukan orang.
• Kekayaan dan utang PT adalah terpisah dari kekayaan utang dan pemegang saham.
• Pemegang saham hanya bertanggungjawab sebatas saham yang dimilikinya (limited liability).
• Pemegang saham tidak bertanggung jawab atas kerugian PT melebih saham yg dimiliki kecuali terkena ketentuan Pasal 3 UUPT
(Piercing the Corporate veil).
• Adanya pemisahan tegas antara fungsi pemegang saham ( RUPS ) dengan fungsi Direksi.
• Memiliki Komisaris sebagai Supervisor Direksi.
CIRI POKOK PERSONALITAS PERSEROAN
•
Perseroan diperlalukan sebagai Wujud yang Terpisah
dan berbeda dari pemiliknya;
•
Dapat menggugat dan digugat atas nama Perseroan
itu sendiri;
•
Perseroan dapat memperoleh, menguasai, dan
mengalihkan miliknya atas namanya sendiri;
•
Tanggungjawab pemegang saham, terbatas sebesar
nilai sahamnya;
•
Pemegang Saham tidak mengurus perseroan kecuali
dia dipilih sebagai anggota Direksi
PIERCING CORPORATE VEIL
•
Pemegang saham dapat diminta pertanggungjawaban
melebihi sahamnya apabila:
a. Persyaratan perseroan sebagai badan hukum belum atau tidak terpenuhi;
b. Pemegang saham dengan itikad buruk memanfaarkan perseroan untuk kepentingan pribadi;
c. Pemegang saham terlibat dalam perbuatan melawan hukum yang dilakukan perseroan;
d. Pemegang saham secara melawan hukum mengunakan kekayaan perseroan, yang mengakibatkan kekayaan perseroan tidak cukup melunasi utang perseroan.
LIMITED LIABILITY Vs PIERCING CORPORATE VEIL
•
Limited liability
: menyatakan bahwa
pemegang saham dalam suatu perseroan
terbatas tidak dapat dimintai
pertanggungjawaban melebihi jumlah yang
andil modal mereka.
–
semakin relevan ketika dihubungkan dengan
juridische fictie
bahwa (PT
)
adlh
chtspersoon, yang
dianggap en
ntitas terpisah dari pengurusnya
(pemegang saham, direktur, dan pegawai)
–
Prinsip
limited liability
menawarkan perlindungan
dan kepastian hukum kepada investor
Karena,
pertanggungjawaban yang tidak terbatas
– Akan tetapi, apabila diterapkan secara kaku, prinsip
limited liability justru dapat menimbulkan ketidakadilan. Faktanya, perlindungan hukum pemegang saham dan pengurus telah menimbulkan moral hazard, dimana
pemegang saham seringkali menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi mereka.
•
Oleh karena itu, munculah apa yang disebut dengan
PCV:
pemisahan kekayaan dan tanggungjawab
terbatas dianggap sebagai tabir yang melindungi
stakeholder
perusahaan dari tanggungjawab tidak
terbatas, yang dalam keadaan tertentu, cadar yang
membatasi badan hukum dengan pengurusnya
Penerapan PCV secara universal
•
Penerapan PCV karena perusahaan tidak
mengikuti formalitas tertentu
•
Penerapan PCV terhadap badan-badan hukum
yang hanya terpisah secara artifisial.
Penerapan PCV berdasarkan hubungan
kontraktual.
•
Penerapan PCV karena perbuatan melawan
hukum atau tindak pidana.
•
Penerapan PCV dalam hubungan dengan
Penerapan PCV dalam UU PT
•
Direksi melanggar Anggaran Dasar atau perubahan
Anggaran Dasar perseroan;
•
Formalitas pendirian perseroan belum terpenuhi baik
oleh Pemegang Saham;
•
Pemegang saham yang bersangkutan baik langsung
maupun tidak langsung dengan itikad buruk
memanfaatkan perseroan semata-mata untuk
kepentingan pribadi;
•
Pemegang saham yang bersangkutan terlibat dalam
perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh
perseroan; atau
•
Pemegang saham yang bersangkutan baik langsung
maupun tidak langsung secara melawan hukum
...lanjutan..
•
Perolehan saham melalui mekanisme
pembelian saham kembali oleh perseroan
yang tidak sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan,
•
Direksi dan atau Komisaris tidak melaksanakan
fiduaciary duty;
•
Perhitungan laporan tahunan oleh Direksi dan
atau Komisaris, khususnya laporan keuangan
yang tidak benar atau menyesatkan;
•
Direksi dan atau merupakan penyebab
86
PERBUATAN HUKUM SEBELUM PT MENJADI
BADAN HUKUM
•
Perbuatan hukum yang dilakukan calon pendiri
untuk perseroan yang belum didirikan, mengikat
perseroan setelah perseroan menjadi badan hukum
apabila RUPS Pertama secara tegas menyatakan
menerima atau mengambilalih semua hak dan
kewajiban yang timbul dari perbuatan hukum
tersebut.
•
RUPS Pertama harus dilaksanakan paling lama 60
hari setelah perseroan memperoleh status badan
hukum.
•
Sanksi: bila tidak diterima, tidak diambil alih, oleh
RUPS Pertama, pendiri bertanggung jawab secara
pribadi untuk seluruhnya
.
87
PROSEDUR MENDIRIKAN PT
•
Dua orang (kecuali BUMN) datang ke Notaris mohon
dibuatkan AKTA PENDIRIAN yang berisi Anggaran Dasar
PT. Akta Notaris adalah syarat adanya PT (syarat
mutlak).
•
Akta Pendirian tersebut oleh Notaris akan dimintakan
pengesahan kpd Menteri Kehakiman. Skrng melalui
sistem administrasi badan hukum ( sisminbakum )
secara on-line dg prosedur yg cepat. Permohonan hrs
dilengkapi NPWP, Bukti ( kuitansi ) setoran saham, dll.
•
Akta yang sudah mendapat pengesahan Menteri harus
diumumkan di Tambahan Berita Negara RI untuk tujuan
publikasi dan diumumkan serta didaftarkan di Kantor
Pendaftaran Perusahaan sesuai UU No.3 Tahun 1982
tentang Wajib Daftar Perusahaan.
Lanjutan..
• Setelah perseroan memperoleh status badan hukum dan pemegang saham kurang dari 2 orang, maka dalam jangka waktu paling lama 6 bulan, pemegang saham tersebut wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain atau
mengeluarkan saham baru kepada orang lain (Pasal 7 UU PT)
• Dalam hal tidak dialihkan atau dikeluarkan saham baru, maka pemegang saham tersebut bertanggung jawab secara pribadi atas segala perikatan dan kerugian perseroan atau dapat
89
FUNGSI AKTA PENDIRIAN PT
•
Akta pendirian PT yang berisi AD PT merupakan
syarat mutlak untuk berdirinya PT. Selain sebagai
alat bukti yang kuat: lahiriah, formal dan material.
•
Akta pendirian secara internal berfungsi sebagai
aturan main diantara para pemegang saham
dengan organ PT
ANGGARAN DASAR PERSEROAN
•
Memuat sekurang-kurangnya:
a. Nama dan tempat kedudukan perseroan
b. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan c. Jangka waktu berdirinya perseroan
d. Besar jumlah modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. e. Jumlah saham, klasifikasi saham
f. Nama jabatan dan jumlah anggota direksi dan dewan komisaris g. Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS.
h. Tata cara pengangkatan, penggantian, pemberhentian anggota dewan direksi dan dewan komisaris
i. Tata cara pengunaan laba dan pembagian dividen
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
•
Huruf (a), (b), (c), besarnya modal dasar,
pengurangan modal ditempatkan dan disetor,
perubahan status PT dari tertutup menjadi
terbuka
atau
sebaliknya
Harus
Mendapatkan Persetujuan Menteri.
•
Perubahan Anggaran Dasar di luar hal
tersebut
Cukup
diberitahukan
kepada
92
MODAL DAN SAHAM
•
Modal (kapital): kekayaan total seseorang atau
suatu badan atau nilai total dari suatu usaha
ekonomi, kekayaan usaha yang segera dapat
diubah ke dalam bentuk kontan, bagian pokok dari
pinjaman sebagai yang dibedakan dari bunga,
bahkan sering diartikan sebagai sejumlah uang
atau
bagian
nilai
kekayaan
yang
dapat
mendatangkan penghasilan.
93
MODAL DAN SAHAM (lanjutan)
• Modal dasar: modal maksimum dimana dapat dikeluarkan saham tanpa perubahan anggaran dasar.
– Jumlah modal dasar harus disebut dalam AD
– Batas Minimal Modal Dasar
– Undang-undang yang mengatur kegiatan usaha tertentu dapat menentukan jumlah minumum yang lebih besar
– Perubahan modal dasar merupakan perubahan AD tertentu.
• Modal ditempatkan: sejumlah modal dengan nilai nominal yang diambil oleh para pendiri.
•
UUPT menentukan PT harus mempunyai
modal dasar minimal Rp 50 juta kecuali
bidang usaha lain yang ditentukan lebih
besar. Misalnya, Bank dan Asuransi.
•
Dari modal dasar tersebut palilng sedikit
25% harus telah ditempatkan dan disetor
penuh yang dibuktikan dengan bukti
penyetoran yang sah.
•
Pengeluaran saham lebih lanjut yang
MODAL DAN SAHAM (lanjutan)
• Pada waktu pendirian PT, modal yang disetor
merupakan kekayaan pertama PT dan merupakan kekayaan sendiri PT. UUPT telah mengatur sedemikian rupa sehingga PT benar-benar mempunyai kekayaan riil, yaitu dengan ketentuan bahwa penyetoran berupa uang harus dibuktikan dengan kuitansi yang sah.
• Fungsi kekayaan PT : Disamping merupakan kekayaan
PENYETORAN MODAL
• Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan atau bentuk lainnya
• Dalam hal penyetoran saham dilakukan dalam bentuk lain, penilaian setoran modal saham ditentukan berdasarkan nilai wajar yg ditetapkan sesuai harga pasar atau ahli yang tidak terafiliasi dengan perseroan.
• Jika mrpk benda tidak bergerak harus diumumkan dalam satu surat kabar atau lebih, dlm jangka waktu 14 hr setelah akta pendirian dittd atau setelah RUPS memutuskan penyetoran saham tsb.
• Dalam praktik di Pasar Modal penyetoran saham dilakukan dengan cara: dengan uang tunai, konversi hutang PS, kapitalisasi saham ditahan, surplus hasil aktiva tetap, inbreng saham perusahaan lain dan harta tetap.
LARANGAN HAK TAGIH SEBAGAI KOMPENSASI
PENYETORAN MODAL
• Pemegang saham dan kreditur lainnya yg mempunyai hak tagihan thdp perseroan tidak dapat menggunakan hak tagihnya sbg kompensasi kewajiban penyetoran, kecuali disetujui oleh RUPS.
• Hak tagih terhadap perseroan yang dapat dikompensasi dengan setoran saham adalah hak tagih atas tagihan terhadap perseroan yg timbul karena:
1. Perseroan telah menerima uang atau penyerahan benda yg dapat dinilai dengan uang:
2. Pihak yang menjadi penjamin utang perseroan telah membayar lunas hutang perseroan;
3. Perseroan menjadi penjamin utang dari pihak ketiga dan telah menerima manfaat yang dapat dinilai dengan uang
98
PERLINDUNGAN MODAL PT
• UUPT antara lain menentukan : Pembelian kembali ( buy back ) saham PT oleh PT harus dibayar dari laba bersih sepanjang tidak menyebabkan kekayaan bersih PT menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan yang wajib.
• Jumlah nilai nominal seluruh saham bersama saham yang dimiliki anak perusahaan, gadai saham, atau jaminan fiducia tidak boleh melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan, kecuali diatur lain dlm peraturan perundang-undangan di pasar modal.
• Pembelian kembali dilakukan yang bertentangan dengan ketentuan di atas batal demi hukum dan Direksi bertanggungjawab secara tanggungrenteng atas kerugian yang diderita oleh pemegang saham yang beritikad baik.
99
PENAMBAHAN MODAL PT
•
Penambahan
modal
perseroan
wajib
memperoleh persetujuan RUPS atau komisaris
yang diberikan kewenangan oleh RUPS.
100
PENGURANGAN MODAL
• Pengurangan modal dilakukan dengan keputusan RUPS
dan keputusan itu diberitahukan secara tertulis kepada kreditur dan diumumkan dalam TBNRI dan 2 (dua) surat kabar paling lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal keputusan.
• Kreditur dapat mengajukan keberatan dalam waktu 60
(enam puluh) hari terhitung sejak pengumuman.
• Perseroan wajib memberikan jawaban dalam waktu 30
101
SAHAM
•
Saham atau
“
bukti kepemilikan
”
adalah bagian
pemegang saham di dalam perseroan, yang
dinyatakan dengan angka dan bilangan yang
tertulis pada surat saham yang dikeluarkan oleh
perseroan.
•
Saham dikeluarkan atas nama pemiliknya.
•
Nilai saham harus dicantumkan dalam mata uang
rupiah.
•
Saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan
kecuali
berdasarkan
ketentuan
perundang-undangan Pasar Modal.
•
Direksi Perseroan wajib membuat Daftar Pemegang
Saham.
HAK PEMEGANG SAHAM
•
Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam
RUPS.
•
Menerima pembayaran dividen dan sisa
kekayaan likuidasi,
•
Menjalan hak-hak lain berdasarkan
Jenis Saham
(PS 48 UU No. 40/2007)
•
Saham perseroan dikeluarkan
atas nama (op-naam)
•
Hal itu berbeda dgn pasal 24 UU
no.1 Tahun 1995, dimana
saham dapat dikeluarkan atas;
–
Saham atas tunjuk
(aan-toonder) DAN
104
•
Didalam PT dikenal jenis-jenis saham antara
lain:
•
Saham biasa: Saham yang diberikan kepada
setiap orang yang memasukkan inbreng
uang kepada PT.
•
Saham utama: Saham ini memberikan
kepada pemegangnya hak lebih dari saham
biasa dalam hal keuntungan dan/atau saldo,
pada waktu PT bubar.
•
Saham
utama
kumulatif:
Saham
ini
memberikan kepada pemegangnya hal lebih
daripada
saham
utama,
disamping
mempunyai hak atas keuntungan dan/atau
saldo seperti saham utama, masih diberi hak
atas deviden tunggakan.
105
JENIS SAHAM (lanjutan)
•
Saham prioritas: Saham yang memberi hak
kepada pemiliknya hak berbicara khusus
dalam RUPS yang biasanya mempunyai
kekuatan mutlak.
•
Saham pendiri: Saham yang diberikan
sebagai balas jasa terhadap jasa para
pendiri PT.
•
Saham bonus: Saham yang diberikan kepada
106
DPS DAN DAFTAR KHUSUS
• Perseroan harus menyelenggarakan Daftar Pemegang
DEVIDEN
• Seluruh laba bersih setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, kecuali ditentukan lain dalam RUPS.
• Dividen hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba yang positif.
• Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku Perseroan berakhir sepanjang diatur dalam anggaran dasar Perseroan.
• Pembagian dividen interim dapat dilakukan apabila jumlah kekayaan bersih Perseroan tidak menjadi lebih kecil daripada jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib.
DIVIDEN (Lanjutan)
• Pembagian dividen interim ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris.
• Dalam hal setelah tahun buku berakhir ternyata Perseroan menderita kerugian, dividen interim yang telah dibagikan harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan.
• Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen interim.
• Dividen yang tidak diambil setelah 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal yang ditetapkan untuk pembayaran dividen lampau, dimasukkan ke dalam cadangan khusus.
• RUPS mengatur tata cara pengambilan dividen yang telah dimasukkan ke dalam cadangan khusus
109
ORGAN PT
• Organ PT terdiri : RUPS, KOMISARIS dan DIREKSI. (Pasal 1 Angka 2 UU PT)
• RUPS: organ perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam UU dan atau anggaran dasar.
• Dewan Komisaris: organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta anggaran dasar serta memberi nasehat kepada Direksi.
RUPS (Pasal 75
–
91)
•
RUPS mempunyai wewenang yang tidak
diberikan kepada Direksi atau Komisaris.
•
Pemegang
saham
berhak
memperoleh
keterangan yang berkaitan dengan perseroan
dari direksi dan dewan komisaris sepanjang
berhubungan dengan mata acara rapat.
•
RUPS dalam mata acara lain tidak berhak
RUPS (lanjutan..)
•
RUPS terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS lainnya.
•
RUPS tahunan wajib diadakan dalam jangka waktu
paling lambat setelah tahun buku berakhir.
•
RUPS lainnya dapat diadakan setiap waktu
berdasarkan
kebutuhan
untuk
kepentingan
perseroan.
KEPUTUSAN RAPAT DI LUAR RUPS
Pasal 91 UU PT
Pe ega g “aha dapat juga e ga
il
keputusan yang mengikat di luar RUPS dengan
syarat pemegang saham dengan hak suara
menyetujui secara tertulis dengan
DIREKSI (Pasal 92-107 UU PT)
• Direksi menjalankan pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan.
• Direksi berwenang menjalankan pengurusan sesuai dengan kebijakan yang dipandang tepat dalam batas yang ditentukan dalam UU dan atau anggaran dasar.
DIREKSI (lanjutan..)
•
Setiap anggota direksi bertanggungjawab
penuh secara pribadi atas kerugian perseroan
apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai
menjalankan
tugas
dimana
DIREKSI (lanjutan..)
• Anggota Direksi tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian apabila dapat membuktikan:
a. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya
b. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dgn maksud dan tujuan perseroan;
c. Tidak mempunyai benturan kepentingan atas tindakan langsung pengurusan yang mengakibatkan kerugian;
d. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.