IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
PT Great Giant Pineapple pertama kali didirikan pada pada tanggal 14 Mei 1979 secara yuridis formal dengan Akte Notaris No. 48. PT.Great Giant Pineapple berdiri melalui beberapa tahapan. Pada awal berdirinya PT Great Giant Pineapple dipelopori oleh PT Umas Jaya Farm (UJF). PT Umas Jaya Farm bergerak dalam bidang usaha perkebunan singkong dan pabrik tepung tapioka yang secara hukum telah berdiri sejak tahun 1973 dan memulai usahanya di Terbanggi Besar dengan dipelopori oleh 20 orang sebagai perintis.
Tahun 1979 PT Great Giant Pineapple memulai penanaman nanas. Nanas yang ditanam adalah jenis Smooth cayenne (nanas tanpa duri). Pada tahun 1983-1984 PT Great Giant Pineapple memulai pembangunan pabrik dan memulai ekspor perdana nanas kalengan sebanyak 4 kontainer pada tahun 1984.
Saat ini PT Great Giant Pineapple memiliki luas areal kurang lebih 32.200 ha dengan luas efektif penanaman 25.595 ha. Awalnya PT Great Giant Pineapple hanya memiliki luas 9.118 ha. Perkembangan luas areal PT
Great Giant Pineapple selama 35 tahun mengalami peningkatan yang cukup besar.
Pada bulan Februari 1996 PT Great Giant Pineapple telah mendapatkan sertifikat ISO 9002 dari Lyod Register yang berarti sistem kualitas yang diterapkan telah memenuhi Standar Internasional. Sertifikat sistem manajemen mutu lainnya seperti Sertifikat SMKS (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja) dari Sucofindo (1999), Sertifikat SA 8000 (Social Accountability) dari Bureau Veritas Quality Assurance (2001), serta Sertifikat ISO 14001, versi 2004 Tentang Pengelolaan Lingkungan Tahun 2006.
B. Keadaan Umum PT Great Giant Pineapple
PT Great Giant Pineapple berlokasi di Jalan Raya Arah Menggala KM 77 Terbanggi Besar Lampung Tengah. Secara geografis PT Great Giant Pineapple terletak pada 490 Lintang Selatan dan 1050 Bujur Timur pada ketinggian 46 m dari permukaan laut sehingga PT Great Giant Pineapple terletak pada daerah tropis.
Saat ini PT Great Giant Pineapple memiliki luas areal kurang lebih 32.200 ha dengan luas efektif penanaman 25.595 ha. Jumlah tenaga kerja di PT Great Giant Pineapple tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 3 (Bab I halaman 4). Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa pada tahun 2013, jumlah tenaga kerja di PT Great Giant Pineapple adalah 18.069 orang dengan jumlah terbesar pekerja PKWT Lepas yaitu sebanyak 10.059 orang.
Struktur organisasi dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Dalam struktur organisasi akan terlihat jelas kedudukan dan jabatan maka akan menjadi kerangka yang menunjukkan hubungan kerja satu dengan yang lain, sehingga akan jelas kedudukan, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini dapat dilihat dari gambar struktur organisasi PT GGP (Gambar 7).
Gambar 7. Struktur Organisasi PT Great Giant Pineapple
Keterangan :
= Garis Komando (Authority)
= Garis Koordinasi
Acc = Accounting
B & D = Business & Development
- Factory - F.M Plan I - F.M Plan II - F.M Plan III - Service - Forc. & Spr - Tech. Eng - Research - PP & C. Plan - QA & NPD
President Director &
Managing Director
Marketing Director Tax & Legal
Manager
Finance Director &
Associate
General Adm.
Director Associate Production
Director (CEQS)
Internal Audit Manager
Corp.
Development Director Board of Comissioners
- PJC - Asia - Europe - Traffic - TFI - SSN
- Finance &
- Acct Mgr - Treassury
Mgr - MIS Mgr
- Purchasing - Logistic - HRD Mgr - Gen.
- P.R. Mgr - B & D Mgr
- Tapioka Dev - Project
TFI = Transpacifik Incorporation CEQS = Chief Executive Quality System SSN = Sewu Segar Nusantara
Mgr = Manager
HRD = Human Resources & Development PP & C = Production Planning & Control TechEng = Technical Engineering
PIR = Perusahaan Inti Rakyat
MIS = Management Information System
QA & NPD = Quality Assurance & New Development Product
Berdasarkan Gambar 7 terlihat bahwa PT Great Giant Pineapple menerapkan struktur organisasi dengan tipe lini dan staf. Struktur organisasi lini dan staff merupakan kombinasi dari organisassi lini, tugas pimpinan dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran dan saran, serta data informasi yang dibutuhkan.
Organisasi lini dan staf merupakan organisasi besar dan kompleks dengan jumlah karyawan yang banyak, hubungan antara atasan dan bawahan tidak bersifat langsung. Dalam struktur ini, yang berperan sebagai pimpinan adalah pimpinan dari kelima departemen yaitu Production, Marketing, Corp Development Finance, dan General Administration. Masing-masing departemen memiliki staff yang berbeda sesuai bidang kerja.
Gambar 7 menunjukkan bahwa pemegang kekuasaan tertinggi pada PT Great Giant Pineapple adalah dewan komisaris namun yang menjalankan perusahaan adalah dewan direksi. Dewan direksi terdiri dari President Director yang dibantu oleh Managing Director. Managing Director membawahi beberapa departemen. Departemen tersebut adalah Production, Marketing, Corp Development Finance, dan General Administration. Setiap departemen dipimpin oleh seorang manajer.
Masing-masing departemen memiliki beberapa bagian yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan bidangnya.
Direktur produksi mengepalai beberapa bagian, yaitu Factory, Plantation I, Plantation II, Plantation III, Service, Forcing & Sprayer, Technical Engineering, Research & Development, PP & C. Plan (Production Planning & Control), QA & NPD. Masing-masing bagian dipimpin oleh seorang manajer.
Tugas Production Director bertanggung jawab dalam hal produksi.
Kegiatan produksi dimulai dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Masing-masing Plantation yang
menangani kegiatan produksi yang berbeda.
C. Keadaan Umum Plantation Grup II di PT Great Giant Pineapple
Plantation Grup II merupakan salah satu plantation di PT Great Giant Pineapple. Lokasi Plantation Grup II sebelah utara berbatasan dengan Tulang Bawang Barat, sebelah selatan berbatasan dengan Terbanggi Besar, sebelah barat berbatasan dengan Abung Semuli, dan sebelah timur
berbatasan dengan Jalan Lintas Timur Km 77.
PT Great Giant Pineapple memiliki luas efektif penanaman 25.595 ha. PT Great Giant Pineapple terbagi menjadi tiga Plantation. Luas areal
perkebunan PT Great Giant Pineapple di sajikan pada Tabel 9.
Tabel 9. Luas arel perkebunan PT Great Giant Pineapple tahun 2013
No Plantation Grup Luas (hektar)
1 I 7.413
2 II 8.179
3 III 10.003
Total 25.595
Tabel 9 menunjukkan luas areal perkebunan PT Great Giant Pineapple tahun 2013 pada masing-masing Plantation Grup. Luas areal Plantation Grup II adalah 8.179 hektar (ha). Plantation Grup II merupakan
plantation dengan luas terbesar kedua setelah Plantation Grup III.
Adapun struktur organisasi pada Plantation Grup II dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8. Struktur organisasi Plantation Grup II
Gambar 8 menunjukkan bahwa pada bagian Plantation Grup II Manajer memiliki kedudukan paling tinggi. Manajer membawahi Kepala
administrasi, Manager FE, Manager PG II, Manager PM dan Kepala wilayah. Dimana masing – masing manager mempunyai Kepala bagian (Kabag) dan Kepala seksi (Kasie). Kepala wilayah membawahi mandor umum dan kepala kebun.
Manajer
Mandor Umum Kasie Bibit
Ka.Wilayah Ka. Admin Manajer FE
Kabag PPO
Kasie Tanam
Kasie FS Manajer PM
Kabag PPO
Kepala Kebun Manajer PG II
Transport
Plantation Grup II memiliki 6 orang kepala wilayah. Setiap kepala wilayah memiliki 6 orang kepala kebun dan seorang mandor umum.
Masing- masing kepala wilayah memegang satu wilayah. Adapun wilayah di Plantation Grup dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Wilayah Plantation Grup di PT Great Giant Pineapple
No. Plantation Grup Wilayah Luas (hektar)
1. I 1, 2, 3, 4,5,6 7.413
2. II 7, 8, 9,10,11, 12 8.179
3. III 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21 10.003
Total 25.595
Tabel 10 menunjukkan bahwa masing-masing Plantation Grup memiliki wilayah yang berbeda. Wilayah PG II memiliki enam wilayah yakni wilayah 7, wilayah 8, wilayah 9, wilayah 10, wilayah 11 dan wilayah 12.
Luas dari setiap wilayah kurang lebih 150 hektar.
Jumlah tenaga kerja di Plantation Grup II yakni PKWT lepas sebanyak 6.500 orang, PKWT kontrak sebanyak 415 orang, dan PKWTT sebanyak 538 orang. Kepala kebun termasuk dalam PKWTT atau karyawan tetap.
Kepala kebun dan mandor umum memiliki tugas yang berbeda. Tugas kepala kebun yaitu bertanggung jawab terhadap kegiatan perawatan tanaman nenas mulai dari penanaman, pemeliharaan dan pemupukan.
Tugas seorang mandor umum adalah mengawasi dan memonitor semua pekerjaan setiap kepala kebun. Selain itu, perbedaan antara kepala kebun dan mandor umum yaitu kepala kebun mengelola suatu areal dengan luasan tertentu sedangkan mandor umum tidak.
Untuk jenjang karir, untuk menjadi seorang kepala kebun seseorang harus melewati tahap penyeleksian. Tahap ini tidak dijelaskan secara tertulis.
Oleh karena itu, atasan akan merekrut kepala kebun dilihat dari kemampuan orang tersebut dalam bekerja.
D. Evaluasi Kinerja
Menurut Wibowo (2007) dalam Sayekti dkk (2011) evaluasi kinerja dianggap sebagai suatu proses mengevaluasi kinerja pekerja, membagi informasi dengan pekerja dan mencari cara memperbaiki kinerjanya.
Standar kerja adalah ukuran, tolok ukur untuk mengukur baik buruknya kinerja karyawan. Evaluasi kinerja tidak mungkin dilaksanakan tanpa standar kinerja karyawan.
PT Great Giant Pineapple mengukur kinerja karyawan setiap tahun.
Penilaian kinerja kepala kebun dilakukan oleh kepala wilayah.
Perfomance Management System adalah sistem penilaian manajemen yang digunakan PT GGP untuk mengukur kinerja setiap karyawan. Penilaian kinerja kepala kebun dilihat dari aspek hasil kerja (What) dan perilaku kerja (How). Sebelumnya telah dijelaskan penilaian kinerja diperoleh dari penjumlahan What dan How. Evaluasi kinerja dilakukan setiap tahun.
Kepala kebun yang tidak mencapai standar kinerja akan diberi sanksi.
Adapun kriteria penilaian kepala kebun bagian Plantation Grup II di PT Great Giant Pineapple disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Kriteria penilaian kinerja kepala kebun bagian Plantation Grup II di PT Great Giant Pineapple dimensi What dan How
No. Kinerja Range Nilai
1. Luar biasa 8,2-9,0 A
2. Melebihi target 7,4-8,1 B
3. Sesuai target 6,6-7,3 C
4. Kurang dari target 5,8-6,5 D 5. Sangat kurang dari target 5,0-5,7 E
Tabel 11 menunjukkan penilaian akhir kepala kebun. Kinerja dikatakan baik jika memiliki nilai 7,4, dikatakan cukup jika memiliki nilai 6,6 hingga 7,3, dikatakan rendah jika nilai ≤6,5.