30
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat Restaurant ‘x’
Restoran ‘x’merupakan salah satu restoran atau café yang menawarkan menu gelato, serta menawarkan berbagai makanan mulai dari appetizer hingga dessert, dan berbagai minuman. Di Surabaya outlet restoran ‘x’ telah tersebar menjadi lima outlet yaitu di Raya Gubeng, Galaxy Mall, Surabaya Town Square, Food Festival, dan HR. Muhammad. restoran ‘x’ yang berada di jalan Raya Gubeng dibuka pada tanggal 18 Desember 2000, dan pemilik restoran ‘x’ ini adalah Bapak Andre. Tujuan dari restoran ‘x’ ini bukan hanya mencari laba saja tetapi juga akan mengembangkan restoran dengan sistem franchise serta memberikan pelayanan yang memuaskan dan menjaga kualitas produk. restoran
‘x’ beroperasi setiap hari, Senin-Minggu pukul 10.00 - 22.00 WIB, dan pada hari weekend beroperasi lebih lama hingga pukul 23.00 WIB. restoran ini memiliki kapistas tempat duduk yang bisa menampung sebanyak ± 70 orang. Restoran yang terletak di Raya Gubeng ini memiliki jumlah staff sebanyak 34 orang, dimana pembagiannya adalah sebagai berikut; 12 orang di departement kitchen, 4 orang di departement bar, 12 orang departement service, 2 orang manager restoran, dan 4 orang casual. Karyawan di restaurant ’x’ mempunyai pembagian jam kerja yang dibagi menjadi tiga jam kerja (shift), yaitu: shift pertama (10.00-16.00), middle shift (15.00-20.00), dan shift yang terakhir (16.00-22.00). Setiap meja yang ada di area restoran ‘x’ ini dilayani atau di handle oleh satu orang server, dengan batas waktu yang dibutuhkan minimal tujuh menit dan batas waktu maksimalnya adalah lima belas menit. Restoran ‘x’ beroperasi setiap hari, Senin-Minggu pukul 10.00 - 22.00 WIB, dan pada hari weekend mereka tutup lebih lama yaitu pukul 23.00 WIB. Area restoran ‘x’ ini dibagi menjadi 5 bagian, yaitu: area restoran , area kitchen, area bar, dan office manager yang letaknya bergabung dengan gudang dan ruang inventory.
31
Jenis Menu yang ditawarkan di restoran ‘x’ ini adalah jenis masakan fussion yaitu masakan dari asia dan juga masakan dari eropa, restoran ‘x’ ini selain membuat menu makanan juga membuat menu ice cream gelato, menu ice cream gelato yang ditawarkan di restoran ‘x’ ini termasuk disukai dan cukup terkenal di daerah Surabaya. Gelato merupakan dessert yang berasal dari Italia. Di mana Gelato berasal dari kata Gelare yang berarti Frozen Dessert. Gelato merupakan ice dessert yang memiliki kandungan lemak yang rendah (low fat), sekitar 5-7% dalam setiap gramnya. Gelato di restoran ‘x’ merupakan menu istimewa karena bahan dasarnya langsung dari Italy dan menggunakan susu sapi yang murni dan yang telah melalui proses pasteurisasi serta tidak menggunakan fresh cream sehingga tetap low fat.
Setiap tahun restoran ‘x’ ini melakukan pembaharuan menu (generate new menu), dimana makanan dan minuman yang dijual di restoran ‘x’ (baik produk Gelato, maupun makanan dan minuman lainnya) setiap bulan akan di evaluasi tingkat penjualannya. Apabila menu tersebut kurang favorit, maka akan digantikan dengan menu yang baru.
32 4.1.2 Struktur Organisasi Restaurant ‘x’
Gambar 4.1 Struktur Organisasi restoran ‘x’
Sumber: Wawancara dengan Manager Restoran ‘x’
a. Owner : Pemilik Restoran ‘x’
b. Assistant Director : Bertanggung jawab kepada owner dan tugasnya mengepalai Manager Outlet, Head Chef dan Manager Office.
c. Manager Outlet : Tugasnya mengepalai Assistant Manager dan memberikan report operasional harian kepada Assistant Director.
d. Head Chef : Bertugas sebagai kepala Chef atau yang mengepalai Chef- Chef yang ada di restoran ‘x’.
e. Manager Office : Tugasnya mengurusi operasional di bidang purchasing dan production. Bekerja sama dengan Head Chef untuk pembelian barang dan produksi.
Owner
Assistant director
Assistant manager Manager outlet
Production Manager
office
Leader
Purchasing Head chef
Cook helper
33
f. Assistant Manager : Tugasnya bertanggung jawab kepada Manager Outlet.
g. Cook Helper : Tugasnya membantu Head Chef dalam preparation sampai finishing.
h. Purchasing : Tugasnya membeli barang-barang (bahan-bahan) yang diperlukan di restoran ‘x’.
i. Production : Tugasnya membuat bahan-bahan makanan setengah jadi seperti ice cream, adonan pancake dan waffle, dan lain-lain.
j. Leader : Bertugas sebagai Captain Service dan memberikan komando atau instruksi kepada para server.
4.2. Hasil Penelitian
4.2.1 Uji Validitas dan Realibilitas
PreTest dilakukan kepada 34 responden karyawan dan 40 responden konsumen di Restaurant ‘x’ Surabaya. Untuk menguji validitas tiap item, apakah item-item tersebut dapat mengukur konsep dari tiap variabel, dilakukan dengan menggunakan corrected item-total correlation. Sedangkan untuk menguji reliabilitas digunakan cronbach alpha. Hasil perhitungan uji validitas dan reliabilitas dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas Layout internal (X1)
No Indikator Empirik Corrected Item-Total Correlation
R tabel Keterangan
1 Layout internal (X1) 0,864 0,3388 Valid
2 Kualitas udara (X2) 0,808 0,3388 Valid
3 Penerangan (X3) 0,751 0,3388 Valid
4 Kebersihan (X4) 0,841 0,3388 Valid
5 Suhu ruangan (X5) 0,830 0,3388 Valid
6 Keamanan (X6) 0,818 0,3388 Valid
7 Kontrol kebisingan (X7) 0,944 0,3388 Valid
Sumber: Data yang diolah
34
Dari Tabel 4.1. Dari masing-masing pernyataan yang terdapat pada kuesioner hasil corrected item total correlation untuk setiap pernyataan lebih besar dari r tabel (0,3388). Hasil pengujian validitas yang telah dilakukan tersebut menunjukkan hasil korelasi yang signifikan (menggunakan α = 5%) antara masing-masing skor pernyataan terhadap total skor sehingga dapat dikatakan valid.
Tabel 4.2. Uji Reliabilitas dengan Cronbach Alpha
Variabel Nilai alpha Kesimpulan
Lingkungan kerja 0.765 Reliabel
Produktivitas 0,700 Reliabel
Dari tabel 4.2. masing-masing pernyataan yang terdapat pada kuesioner hasil cronbach-alpha untuk setiap pernyataan lebih dari 0.60. Hasil pengujian reliabilitas yang telah dilakukan untuk mengukur lingkungan kerja dan produktivitas menunjukkan hasil lebih dari 0.60, maka dapat dikatakan reliabel.
4.2.2. Deskripsi Profil Responden
4.2.2.1. Deskripsi Profil Responden Karyawan
Profil responden bertujuan untuk menggambarkan keadaan dari responden yang diteliti secara keseluruhan, analisa deskriptif dalam penelitian ini ditujukan kepada karyawan restoran ‘x’. Dimana data deskriptif diperoleh dari hasil jawaban kuisioner yang telah disebarkan kepada 34 responden karyawan restoran ‘x’.
Berdasarkan hasil kuesioner, maka diketahui karakteristik responden yang menjadi sampel sebagai berikut:
35
Tabel 4.3. Jenis Kelamin Karyawan Restoran ‘x’
Jenis
kelamin Frekuensi Persentase
Laki-Laki 18 53
Perempuan 16 47
Total 34 100
Sumber: Lampiran 5
Dari tabel 4.3. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 18 responden (45%) berjenis kelamin pria dan 16 responden (40%) adalah berjenis kelamin wanita.
Tabel 4.4. Marital Status Karyawan Restoran ‘x’
Sumber: Lampiran 5
Dari tabel 4.4. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden belum menikah yaitu sebanyak 21 orang (62%), sedangkan yang sudah menikah sebanyak 13 orang (38%).
Tabel 4.5. Usia Karyawan Restoran ‘x’
Usia Frekuensi Persentase
< 20 tahun 9 26
20-<30 tahun 19 56 30-< 40tahun 6 18
Total 34 100
Sumber: Lampiran 5
Dari tabel 4.5. dapat diketahui bahwa usia karyawan restoran ‘x’ yang dibawah 20 tahun sebanyak 9 orang (26%), kemudian usia antara 20-30 tahun sebanyak 19 orang (56%), dan usia 30-40 tahun sebanyak 6 orang (18%)
Marital Status Frekuensi Persentase
Menikah 13 38
Belum menikah 21 62
Total 34 100
36
Tabel 4.6. Tingkat Pendidikan Karyawan Restoran ‘x’
Sumber: Lampiran 5
Dari tabel 4.6. dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan karyawan restoran ‘x’ sampai dengan SMA adalah sebanyak 15 orang (44%), kemudian sampai dengan D3 sebanyak 18 orang (52%), dan sampai dengan S1 adalah sebanyak 1 orang (3%).
Tabel 4.7. Lama Kerja Karyawan Restoran ‘x’
Lama Kerja Frekuensi Persentase
< 1 tahun 7 21
1 - < 2 tahun 16 46
2-<3 tahun 7 21
3 - < 4 tahun 2 6
> 4 tahun 2 6
Total 34 100
Sumber: Lampiran 6
Dari tabel 4.7. diketahui bahwa lama kerja karyawan restoran ‘x’ yang dibawah 1 tahun sebanyak 7 orang (21%), kemudian selama 1-2 tahun sebanyak 16 orang (46%), selama 2-3 tahun sebanyak 7 orang (21%), selama 3-4 tahun sebanyak 2 orang (6%), dan diatas 4 tahun sebanyak 2 orang (6%).
4.2.2.2 Deskripsi Profil Responden Konsumen
Profil responden bertujuan untuk menggambarkan keadaan dari responden yang diteliti secara keseluruhan, analisa deskriptif dalam penelitian ini ditujukan kepada konsumen restoran ‘x’. Dimana data deskriptif diperoleh dari hasil
Pendidikan Frekuensi Persentase Sampai dengan SMA 15 44
D3 18 52
S1 1 3
Total 34 100
37
jawaban kuisioner yang telah disebarkan kepada 40 responden konsumen restoran
‘x’. Berdasarkan hasil kuesioner, maka diketahui karakteristik responden yang menjadi sampel sebagai berikut:
Tabel 4.8. Jenis Kelamin Konsumen
Sumber: Lampiran 6
Dari tabel 4.8. diketahui bahwa jenis kelamin konsumen perempuan lebih banyak daripada konsumen laki-laki, konsumen perempuan sebanyak 21 orang (52,5%), sedangkan konsumen pria hanya 19 orang (47,5%).
Tabel 4.9. Usia Konsumen
Usia Frekuensi Persentase
17-20 tahun 2 5
21-25 tahun 11 27.5
26-30tahun 14 35
30-40tahun 10 25
< 40 tahun 3 7.5
Total 40 100
Sumber: Lampiran 6
Dari tabel 4.9. diketahui bahwa usia responden yang berumur 17-20 tahun sebanyak 2 orang (5%), kemudian usia 21-25 tahun sebanyak 11 orang (27,5%), usia 26-30 tahun sebanyak 14 orang (35%), usia 30-40 tahun sebanyak 10 orang (25%), dan usia diatas 40 tahun sebanyak 3 orang (7,5%).
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-laki 19 47.5
Perempuan 21 52.5
Total 40 100
38
Tabel 4.10. Frekuensi Konsumen Datang ke Restaurant ‘x
Sumber: : Lampiran 6
Dari tabel 4.10. diketahui frekuensi konsumen datang ke restoran ‘x’
dalam 1 bulan, datang 1 kali sebanyak 13 orang (32,5%), datang 2 kali sebanyak 14 orang (35%), datang 3 kali sebanyak 8 orang (20%), datang 4 kali sebanyak 5 orang (12,5%).
Tabel 4.11. Jumlah Biaya yang Dikeluarkan oleh Konsumen
Sumber: Lampiran 6
Dari tabel 4.11. diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan dibawah Rp.50.000 sebanyak 4 orang (10%), kemudian biaya yang dikeluarkan antara Rp.50.000-Rp.150.000 sebanyak 22 orang (55%), dan biaya Rp.150.000- Rp.250.000 sebanyak 14 orang (35%)
4.2.3 Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Bebas dan Variabel Terikat
Berikut ini adalah deskripsi tanggapan responden mengenai variable layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3) kebersihan ditempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja
Frekuensi datang ke restaurant’x’
Frekuensi Persentase
1 kali 13 32.5
2 kali 14 35
3 kali 8 20
4 kali 5 12.5
Total 40 100
Biaya yang dikeluarkan Frekuensi Persentase
< Rp. 50.000 4 10
Rp. 50.000 - Rp. 150.000 22 55 Rp.150.000- Rp. 250.000 14 35
Total 40 100
39
(X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) sebagai variabel bebas serta produktivitas karyawan (Y) sebagai variabel terikat.
Rumus Skala Interval :
likert skala Nilai
terendah Nilai
- tertinggi Nilai
Interval
Skala
5
1 - Interval 5
Skala 0,8
Tabel 4.12. Skala interval
No Skala interval Keterangan 1 1 - 1,8 Sangat Tidak Setuju ( STS)
2 1,81 - 2,6 Tidak Setuju (TS)
3 2,61 – 3,4 Netral (N)
4 3,41 – 4,2 Setuju (S)
5 4,21 - 5 Sangat Setuju (SS)
Tabel 4.13. Deskriptif Variabel Lingkungan Kerja
No. Indikator empirik Mean Standart
Deviasi
Kategori
X1.1 Penempatan meja dan kursi di restoran ‘x’ memudahkan karyawan bergerak bebas dalam melayani tamu
3,41 0,821 Setuju
X1.1 Penempatan peralatan-peralatan di dalam kitchen restoran
‘x’ memudahkan karyawan bergerak bebas dalam bekerja.
3,65 0,646 Setuju
X2.1 Pertukaran udara di kitchen restoran ‘x’ cukup baik sehingga karyawan tidak merasa pengap.
3,88 0,769 Setuju
X2.2 Pertukaran udara di dalam area restoran ‘x’ cukup baik sehingga karyawan tidak merasa pengap.
3,94 0,649 Setuju
X3.1 Penerangan atau pencahayaan di restoran ‘x’ tidak membuat mata karyawan cepat lelah sehingga dapat bekerja
3,82 0,576 Setuju
40 secara maksimal.
X3.2 Penerangan atau pencahayaan di kitchen restoran ‘x’ tidak membuat mata karyawan cepat lelah sehingga dapat bekerja secara maksimal.
3,76 0,699 Setuju
X4.1 Kebersihan di restoran ‘x’ cukup bersih sehingga membuat karyawan merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam bekerja.
3,79 0,641 Setuju
X4.2 Kebersihan di kitchen restoran ‘x’ cukup bersih sehingga karyawan merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam bekerja.
3,79 0,592 Setuju
X5.1 Suhu ruangan yang sejuk di restoran ‘x’ menyebabkan karyawan tidak merasa gerah dan tidak membuat cepat lelah.
3,71 0,676 Setuju
X5.2 Suhu ruangan yang sejuk di kitchen restoran ‘x’
menyebabkan karyawan tidak merasa gerah dan tidak cepat lelah.
3,62 0,697 Setuju
X6.1 Alat pemadam kebakaran di restoran ‘x’ dapat bekerja atau berfungsi dengan baik
3,74 0,710 Setuju
X6.2 Peralatan-peralatan ( kompor, tabung gas, dll) di dalam kitchen restoran ‘x’ dapat bekerja atau berfungsi dengan baik.
3,74 0,710 Setuju
X7.1
Bunyi blower yang ada di dalam kitchen restoran ‘x’
mengganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja.
2,94 0,983 Netral
X7.2 Musik yang ada di dalam restoran ‘x’ mengganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja.
2,91 1,164 Netral
Sumber: Data yang diolah
Dari tabel 4.13. diketahui bahwa mayoritas karyawan restoran ‘x’
menjawab Setuju pada kuisioner dan sesuai dengan kriteria yang diharapkan, hanya pada variable kontrol kebisingan (X7) saja mayoritas responden menjawab Netral.
41
Tabel 4.14. Deskriptif Variabel Penelitian Produktivitas
No. Indikator empirik Mean Standart
Deviasi
Kategori
Y1.1 Karyawan tepat waktu pada saat menanggapi keperluan pelanggan.
4,05 0,959 Setuju
Y1.2 Karyawan bertindak cepat pada saat menanggapi keperluan pelanggan.
4,10 0,900 Sangat
Setuju Y1.3 Karyawan bertindak sopan dalam menanggapi keperluan
pelanggan.
4,25 0,899 Sangat
Setuju Sumber: Data yang diolah
Dari tabel 4.14. diketahui bahwa mayoritas konsumen restoran ‘x’
menjawab Setuju pada kuisioner tentang produktivitas karyawan, hanya pada pertanyaan ketiga saja mayoritas konsumen menjawab sangat setuju.
4.2.4. Analisa Uji Asumsi Klasik 4.2.4.1. Uji Multikolinearitas
Tabel 4.15. Hasil Uji Multikolinearitas
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
Layout internal (X1) .635 1.574 Kualitas udara (X2) .470 2.128 Penerangan (X3) .709 1.411 Kebersihan (X4) .594 1.683 Suhu ruangan (X5) .641 1.559
Keamanan (X6) .668 1.497
Kontrol kebisingan (X7) .852 1.174 a. Dependent Variable: Produktivitas
Sumber: Data yang diolah
42
Tabel 4.15. menunjukkan variabel – variabel bebas penelitian yang terdiri dari lingkungan kerja tidak terjadi hubungan kuat satu dengan yang lain, atau bebas multikolinearitas, karena masing-masing memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0.1 dan VIF kurang dari 10.
4.2.4.2. Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.16. Uji heteroskedastisitas
Sumber: Data yang diolah
Pada gambar 4.16. dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak tanpa ada pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas.
43 4.2.4.3. Uji Normalitas
Gambar 4.17. Gambar grafik histogram
Sumber: Data yang diolah
Dari gambar grafik histogram 4.17. di atas dapat disimpulkan bahwa grafik tersebut memiliki pola distribusi yang normal. Grafik garisnya memiliki bentuk lonceng atau membentuk grafik parabola yang sempurna yang melengkung di bagian tengah menyesuaikan dengan grafik bar-nya. Selanjutnya untuk menilai uji normalitas disertakan juga gambar grafik normal p-p plot untuk mendukung hasil uji dari gambar histogram.
44
Gambar 4.18. Normal Plot untuk Uji Normalitas
Sumber: Data yang diolah
Dari gambar 4.18. di atas terdapat hal yang juga ditunjukkan oleh grafik scatterplot atau grafik normal plot-nya. Pada grafik normal plot-nya, terlihat titik- titik menyebar di sekitar garis diagonalnya sehingga dapat disimpulkan bahwa grafik ini berdistribusi normal dan tidak menyimpang dari garis. Dari kedua gambar grafik yang telah ditunjukkan di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa model regresi ini telah memenuhi asumsi normalitas.
4.2.5. Analisa Regresi Linier Berganda
Analisa regresi mengukur kekuatan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independennya. Analisa regresi linier berganda berfungsi untuk menguji seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variasi nilai variabel dependen. Berikut adalah penjabaran dari rumus regresi linier berganda:
ei X β X β X β X β X β X β X β β
Y 0 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7
45
Tabel 4.19. Hasil Estimasi Perhitungan Regresi Linier Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 5.872 3.097 1.896 .069
Layout internal (X1) .300 .303 .203 .988 .332
Kualits udara (X2) -.139 .391 -.085 -.356 .725
Penerangan (X3) .021 .340 .012 .063 .950
Kebersihan (X4) .808 .371 .461 2.178 .039
Temperature (X5) .103 .317 .066 .326 .747
Keamanan (X6) .019 .307 .012 .062 .951
Kontrol kebisingan (X7) -.217 .154 -.249 -1.406 .171 a. Dependent Variable: Produktivitas
Sumber: Data yang diolah
Setelah dilakukan olah data, maka rumus regresi linier berganda dijabarkan sebagai berikut:
Y = 5,872+0,300 . X1 – 0,139. X2 + 0,021 . X3 + 0,808. X4+ 0,103 . X5 + 0,019 X6
. – 0,217. X7
Keterangan:
Y = Produktivitas karyawan a = konstanta
X1 = layout internal X2 = Kualitas udara
X3 = Penerangan atau pencahayaan X4 = Kebersihan di tempat kerja X5 = Suhu ruangan
46 X6 = Keamanan di tempat kerja
X7 = Kontrol kebisingan di tempat kerja bi = nilai koefisien regresi
Untuk dapat memberikan sebuah gambaran dari masing-masing parameter tersebut maka penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. a = 5,872
Konstanta (a) sebesar 5,872 menunjukkan besarnya nilai variabel terikat Y yaitu produktivitas karyawan bila variabel bebasnya yaitu X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7 dianggap konstan. Artinya, jika tidak ada variabel bebasnya yaitu layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7), maka kepuasan pengguna adalah sebesar 5,872
2. b1 = 0,300
Koefisien regresi variabel layout internal (X1) sebesar 0,333 menunjukkan hubungan yang positif terhadap kepuasan pengguna. Artinya bila variabel bebas layout internal (X1) naik sebesar satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan meningkat sebesar 0,300. Sehingga bila layout internal (X1) semakin baik, maka produktivitas karyawan makin meningkat juga
3. b2 = – 0,139
Koefisien regresi variabel kualitas udara (X2) sebesar – 0,139 menunjukkan hubungan yang negatif terhadap produktivitas karyawan.
Artinya bila variabel bebas kualitas udara (X2) naik sebesar satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan turun sebesar 0,139
4. b3 = 0,021
Koefisien regresi variabel penerangan atau pencahayaan (X3) sebesar 0,021 menunjukkan hubungan yang positif terhadap produktivitas karyawan.
Artinya bila variabel bebas penerangan atau pencahayaan (X3) naik sebesar
47
satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan meningkat sebesar 0,021.
Sehingga bila spenerangan atau pencahayaan (X3) semakin baik, maka produktivitas karyawan makin meningkat juga.
5. b4 = 0,808
Koefisien regresi variabel kebersihan tempat kerja (X4) sebesar 0,808 menunjukkan hubungan yang positif terhadap produktivitas karyawan. Artinya bila variabel bebas kebersihan tempat kerja (X4) naik sebesar satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan meningkat sebesar 0,808. Sehingga bila kebersihan tempat kerja (X4) semakin baik, maka produktivitas karyawan makin meningkat juga.
6. b5 = 0,103
Koefisien regresi variabel suhu ruangan (X5) sebesar 0,103 menunjukkan hubungan yang positif terhadap produktivitas karyawan. Artinya bila variabel bebas suhu ruangan (X5) naik sebesar satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan meningkat sebesar 0,103. Sehingga bila suhu ruangan (X5) semakin baik, maka produktivitas karyawan makin meningkat juga.
7. b6 = 0,019
Koefisien regresi variabel keamanan di tempat kerja (X6) sebesar 0,019 menunjukkan hubungan yang positif terhadap produktivitas karyawan. Artinya bila variabel bebas keamanan di tempat kerja (X6) naik sebesar satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan meningkat sebesar 0,019. Sehingga bila keamanan di tempat kerja (X6) semakin baik, maka produktivitas karyawan makin meningkat juga.
8. b2 = -0,217
Koefisien regresi variabel kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) sebesar - 0,217 menunjukkan hubungan yang negatif terhadap produktivitas karyawan.
Artinya bila variabel bebas kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) naik
48
sebesar satu satuan dan variabel bebas yang lain dianggap konstan, maka variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan akan turun sebesar 0,217
Dari hasil analisis regresi linier berganda ini, maka diketahui dari ketujuh faktor lingkungan kerja hanya variabel layout internal (X1), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), dan keamanan di tempat kerja (X6), saja yang berpengaruh secara positif terhadap produktivitas karyawan.
4.2.6 Analisa Koefisien Korelasi Berganda
Analisis koefisien korelasi bertujuan untuk menganalisis kuat atau tidaknya pengaruh secara bersama-sama dari variabel bebas layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) terhadap produktivitas karyawan (Y). Sedangkan koefisien determinasi berganda (R square) bertujuan untuk menganalisis seberapa besar kontribusi atau variasi naik turunnya produktivitas karyawan (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7). Hasil analisis koefisien korelasi berganda disajikan dalam Tabel 4.19 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.20. Koefisien Korelasi dan Determinasi Berganda
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .554a .307 .120 1.67282
a. Predictors: (Constant), x7, x1, x3, x5, x6, x4, x2 b. Dependent Variable: Produktivitas
Sumber: Data yang diolah
Dari tabel 4.20. diketahui Lingkungan Kerja berpengaruh sebesar 30,7%
terhadap produktivitas, sisanya sebesar 69,3% dipengaruhi oleh faktor- faktor lain.
49
Koefisien korelasi berganda (R) yang ditunjukkan pada Tabel 4.27.
sebesar 0,554 menunjukkan bahwa antara variable bebas layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) mempunyai hubungan yang kuat terhadap produktivitas karyawan (Y). Koefisien determinasi berganda (R square) yang ditunjukkan pada Tabel 4.27. sebesar 0,307. Namun sebailnya untuk jumlah variabel bebas lebih dari dua lebih baik digunakan Adjusted R square, yang adalah 0,120. Hal ini menunjukkan pengaruh dari bebas layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) terhadap Y (produktivitas karyawan) adalah sebesar 0,307 atau 30,7% yang menunjukkan bahwa variasi naik turunnya produktivitas karyawan (Y) dipengaruhi sebesar 30,7% oleh variabel bebas bebas layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) dan sisanya 69,3% dipengaruhi oleh faktor lain.
4.3. Pengujian Hipotesis
4.3.1. Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F)
Uji hipotesis dengan Uji F digunakan untuk menguji apakah pengaruh variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) terhadap variabel produktivitas karyawan (Y) secara simultan adalah signifikan.
50 Tabel 4.21. ANOVA (b)
ANOVAb
Model
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 32.184 7 4.598 1.643 .168a
Residual 72.757 26 2.798
Total 104.941 33
a. Predictors: (Constant), x7, x1, x3, x5, x6, x4, x2 b. Dependent Variable: Produktivitas
Sumber: Data yang diolah
Adapun prosedur uji F adalah sebagai berikut : a. Hipotesis Statistik
H0: β1= β2 = β3 = 0 artinya secara simultan tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel apabila α = 0,05 serta degree of freedom (df) atau derajat kebebasan pembilang (dk1) terhadap variabel produktivitas karyawan (Y).
H1: β1, β2, β3 ≠ 0, artinya secara simultan ada pengaruh yang signifikan antara variabel apabila α = 0,05 serta degree of freedom (df) atau derajat kebebasan pembilang (dk1) terhadap variabel produktivitas karyawan (Y).
b. Menentukan titik kritis (Ftabel)
a) Tingkat signifikansi (α) ditetapkan sebesar 5%
b) Derajat kebebasan pembilang (df1) = k = 7 c) Derajat kebebasan penyebut (df2) = 66
51
c. Hasil perhitungan besarnya Fhitung pada analisis regresi menunjukkan angka sebesar 1,643 apabila α = 0,05 serta degree of freedom (df) atau derajat kebebasan pembilang (df1) 4 dan 66, yang diperoleh dari :
n – k – 1 =74 – 7– 1 = 66
sehingga diperoleh Ftabel (0,05, 7/66) = 2.14 d. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel
Apabila Fhitung ≤ Ftabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak Apabila Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima
e. Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) secara simultan terhadap variabel produktivitas karyawan (Y).
Karena Fhitung = 1,643, lebih kecil dari Ftabel = 2.14 maka H1 ditolak dan H0
diterima berarti terdapat pengaruh variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) tidak simultan terhadap variabel produktivitas karyawan (Y).
4.3.2. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Uji hipotesis dengan distribusi t ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara individu dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.
Sebelum menyatakan apakah layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), kebersihan tempat kerja (X4), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) secara parsial mempengaruhi produktivitas karyawan (Y) haruslah terlebih dahulu dilakukan uji signifikansi terhadap koefisien regresi dan pengujiannya menggunakan uji T.
52
Tabel 4.22. Hasil Uji “t”
Model T Sig. Keterangan
(Constant) 1.896 0.069 Tidak signifikan Layout internal (X1) 0.988 0.332 Tidak signifikan Kualitas udara (X2) -0.356 0.725 Tidak signifikan Penerangan (X3) 0.063 0.950 Tidak signifikan Kebersihan (X4) 2.178 0.039 signifikan Suhu ruangan (X5) 0.326 0.747 Tidak signifikan Keamanan (X6) 0.062 0.951 Tidak signifikan Kontrol (X7) -1.406 0.171 Tidak signifikan a. Dependent Variable: Produktivitas
Sumber: Data yang diolah
Dari tabel 4.22. di atas dapat terlihat bahwa variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) tidak berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Hal ini dapat diketahui dari nilai signifikansi variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) yang jauh lebih besar dari 0.05. Sedangkan variabel kebersihan tempat kerja (X4) berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap produktivitas karyawan yang dapat diketahui dari nilai signifikansinya lebih kecil dari 0.05. Hasil di atas dapat membuktikan hipotesa penelitian yang kedua dimana hanya variabel kebersihan tempat kerja (X4) yang berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap produktivitas karyawan restoran ‘x’ sedangkan untuk variabel kualitas udara (X2) dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) tidak berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas karyawan.
53
Begitu pula dengan hipotesa penelitian yang ketiga juga dapat diketahui.
Namun, variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap produktivitas karyawan restoran ‘x’ ternyata bukan variabel kualitas udara (X2), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) melainkan variabel kebersihan tempat kerja (X4) yang paling berpengaruh. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai uji t-nya yang paling tinggi daripada nilai variabel lainnya, yaitu sebesar 2,178.
4.4. Pembahasan
1. Dalam hasil uji regresi linear berganda hasil dari R-Square hanya sebesar 30,7% saja, sisanya yang sebesar 69,3% dipengaruhi oleh faktor lain.
2. Pada hasil uji F, untuk variable lingkungan kerja adalah sebesar 1,643 hal ini masih berada dibawah standar tabel F yaitu sebesar 2,08 dan nilai signifikannya hanya sebesar 0,168 masih lebih besar dari batas maximun nilai signifikan sebesar 0,005. Hal ini disebabkan karyawan sudah terbiasa dengan lingkungan kerja karyawan sehingga peningkatan ataupun penurunan kondisi lingkungan kerja tidak berpengaruhi secara signifikan terhadap produktivitas karyawan. Hal ini terbukti dari nilai R-Square yang hanya sebesar 30,7% saja, yang berarti nilai tersebut masih dibawah 50% sedangkan 69,3% dipengaruhi oleh faktor lain oleh karena itu R-Square tidak bisa mencapai atau dibawah 50%.
3. Dari hasil uji T dapat terlihat bahwa variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) tidak berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap produktivitas karyawan.
Hal ini dapat diketahui dari nilai signifikansi variabel layout internal (X1), kualitas udara (X2), penerangan atau pencahayaan (X3), suhu ruangan (X5), keamanan di tempat kerja (X6), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) yang jauh lebih besar dari 0.05. Sedangkan variabel kebersihan tempat kerja (X4) berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap produktivitas karyawan yang dapat diketahui dari nilai signifikansinya lebih kecil dari 0.05.
54
Hasil di atas dapat membuktikan hipotesa penelitian yang kedua dimana hanya variabel kebersihan tempat kerja (X4) yang berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap produktivitas karyawan restoran ‘x’ sedangkan untuk variabel kualitas udara (X2) dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) tidak berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas karyawan.
Begitu pula dengan hipotesa penelitian yang ketiga juga dapat diketahui.
Namun, variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap produktivitas karyawan restoran ‘x’ ternyata bukan variabel kualitas udara (X2), dan kontrol kebisingan di tempat kerja (X7) melainkan variabel kebersihan tempat kerja (X4) yang paling berpengaruh. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai uji t-nya yang paling tinggi daripada nilai variabel lainnya, yaitu sebesar 2,178.