• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT SARANA DISTRIBUSI DAN LOGISTIK 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1 LAPORAN KINERJA DIREKTORAT SARANA DISTRIBUSI DAN LOGISTIK 2021"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Selama tahun 2021, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik telah melaksanakan berbagai kinerja untuk mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan pada awal tahun sebagaimana tertuang pada Perjanjian Kinerja Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Tahun 2021 Nomor 95/PDN.3/PERKIN/01/2021 tanggal 27 Januari 2021.

Dalam rangka mewujudkan sasaran meningkatnya pengembangan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik telah melakukan bimbingan teknis aplikasi SIPR, rapat koordinasi pemantauan, pemantauan pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan, diseminasi informasi terkait pemantauan pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan, serta evaluasi penerima alokasi dana tugas pembantuan sehingga sampai akhir tahun 2021, diperoleh persentase jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi sebesar 100% dari target sebesar 100% (capaian kinerja yang diperoleh 100%). Selain kinerja tersbut, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik juga telah melakukan diseminasi purwarupa pasar rakyat, rapat koordinasi daerah penerima tugas pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan, penelaahan dokumen teknis dan administrasi dana tugas pembantuan, dan lain-lain sehingga diperoleh persentase pembangunan sarana perdagangan yang sesuai dengan perencanaan sebesar 96% dari target 85% (capaian kinerja yang diperoleh 113%).

Dalam rangka mewujudkan sasaran meningkatnya hasil pembinaan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik telah melaksanakan kegiatan sekolah pasar sehingga diperoleh persentase pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan (diluar gerai maritim) yang telah dibina sebesar 12% dari target 10%

(capaian kinerja yang diperoleh 120%).

Dalam rangka mewujudkan sasaran meningkatnya partisipasi pelaku usaha dalam perdagangan antar pulau yang melaporkan manifest domestik, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik telah melaksanakan kegiatan sosialisasi Permendag 92 Tahun 2020 baik secara online maupun offline di Jakarta serta bimbingan teknis pengisian daftar muatan (manifes domestik) antarpulau baik secara online maupun offline sehingga diperoleh jumlah jenis barang yang dilaporkan oleh pelaku usaha (cargo owner) pada data manifest domestik sebanyak 18 jenis dari target 18 jenis (capaian kinerja yang diperoleh 100%). Selain kinerja tersbut, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik juga telah melakukan optimalisasi gerai maritim dan temu usaha gerai maritim sehingga diperoleh jumlah pelaku gerai maritim yang difasilitasi pada program penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di darat, laut dan udara di daerah 3TP sebanyak 649 pelaku gerai maritim dari target 235 pelaku gerai maritim (capaian kinerja yang diperoleh 276%).

Tabel 1. Realisasi dan Capaian Kinerja 2021

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

1 Persentase jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi

100% 100% 100%

2 Persentase pembangunan sarana perdagangan yang sesuai dengan perencanaan

85% 96% 113%

3 Persentase pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan (diluar gerai maritim) yang telah dibina

10% 12% 120%

(4)

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian 4 Jumlah jenis barang yang dilaporkan oleh pelaku

usaha (cargo owner) pada data manifest domestik

18 jenis 18 jenis 100%

5 Jumlah pelaku gerai maritim yang difasilitasi pada program penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di darat, laut dan udara di daerah 3TP

235 pelaku

gerai maritim

649 pelaku

gerai maritim

276%

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR Error! Bookmark not defined.

RINGKASAN EKSEKUTIF 2

DAFTAR ISI 5

DAFTAR TABEL 6

DAFTAR GAMBAR 6

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Peran Strategis ... 7 B. Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ... 8 C. Aspek Strategis dan Permasalahan Utama Organisasi ... 10 BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis ... 14 B. Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2021... 14 C. Perjanjian Kinerja 2021 ... 17 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi ... 20 A.1 Sasaran 1: Meningkatnya pemanfaatan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat ... 20 IK1 Persentase jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi 20 IK2 Persentase pembangunan sarana perdagangan yang sesuai dengan perencanaan 34 A.2 Sasaran 2: Meningkatnya hasil pembinaan pelaku usaha ... 39

IK3 Persentase pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan (diluar gerai

maritim) yang telah dibina 39

A.3 Sasaran 3: Meningkatnya partisipasi pelaku usaha dalam perdagangan antarpulau yang melaporkan manifest domestic ... 42 IK4 Jumlah jenis barang yang dilaporkan oleh pelaku usaha (cargo owner) pada data

manifest domestik 42

IK5 Jumlah pelaku gerai maritim yang difasilitasi pada program penyelenggaraan

kewajiban pelayanan publik angkutan barang di darat, laut dan udara di daerah 3TP 45 B. Kinerja Anggaran... 48 BAB IV PENUTUP

a.Kesimpulan 49

b.Saran langkah kedepan 49

LAMPIRAN:

1. Struktur Organisasi ... 50 2. Dokumen Perjanjian Kinerja ... 51 3. Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran ... 54

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Realisasi dan Capaian Kinerja 2021 ... 3

Tabel 2. Kekuatan Pegawai Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik ... 9

Tabel 3. Rencana Kerja Tahunan Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Tahun 2021 ... 14

Tabel 4. Detil kegiatan pendukung rencana kerja tahun 2021 ... 15

Tabel 5. Realisasi dan capaian IK 1 ... 20

Tabel 6. Matriks Pemantauan Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP 2021 ... 27

Tabel 7. Realisasi dan capaian IK 2 ... 34

Tabel 8. Daftar Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP 2021 ... 35

Tabel 9. Realisasi dan capaian IK 3 ... 39

Tabel 10. Jumlah pelaku usaha pasar rakyat yang mengikuti program kegiatan sekolah pasar pada tahun 2021 ... 39

Tabel 11. Realisasi dan capaian IK 4 ... 42

Tabel 12. Realisasi dan capaian IK 5 ... 45

Tabel 13. Rekap pelaku gerai maritim yang terdaftar di Sistem Informasi Gerai Maritim ... 45

Tabel 14. Realisasi Anggaran ………..43

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Bagan Struktur Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik ... 9

Gambar 2. Progress Pembangunan/Revitalisasi Pasar TP 2021 ... 25

Gambar 3. Kegiatan reviu dokumen perencanaan teknis pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan Tahun 2021 ... 35

Gambar 4. Dokumentasi salah satu sesi kegiatan sekolah pasar ... 42

Gambar 5. Dokumentasi kegiatan optimalisasi gerai maritim... 46

Gambar 6. Dokumentasi kegiatan temu usaha gerai maritim... 47

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Peran Strategis Organisasi Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) menjadi pedoman Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik dalam penerapan sistem akuntabilitas kinerja untuk pengembangan dan penerapan sistem pertanggung jawaban penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan yang tepat, jelas terukur dan akun tabel, dan terselenggaranya pemerintah yang good governance.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bangsa Indonesia, pada umumnya saat ini dihadapkan pada perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis mempengaruhi paradigma kepemerintahan yang baik (good governance) yang memberikan nuansa peran dan fungsi yang seimbang antara pemerintah, swasta dan masyarakat, dengan prinsip- prinsip yang mendasarinya antara lain: transparansi, partisipasi dan akuntabilitas. Untuk mewujudkan aparatur negara yang profesional serta memahami tugas dan fungsinya, diperlukan instrumen yang mampu mengukur indikator pertanggung jawaban setiap penyelenggara negara dan pemerintahan. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, antara lain:

1 ) TAP MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2) Undang undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam pasal 3 TAP MPRI XI tersebut dinyatakan bahwa asas-asas umum penyelengaraan negara meliputi asas kepastian hukum, asas tertib penyelengaraan negara, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas dan asas akuntabilitas;

3) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

4) INPRES Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi; dan 5) Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Kementerian Negara serta susunan organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I.

Peraturan tersebut pada hakekatnya menyatakan bahwa setiap instansi pemerintah diwajibkan mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Tujuan mengimplementasikan SAKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang akuntabel dan terpercaya (good governance). Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Keputusan Menteri Perdagangan

(8)

(Kepmendag) Republik Indonesia Nomor 794/M-DAG/KEP/08/2015 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Lingkungan Kementerian Perdagangan.

Sesuai amanat yang tertuang dalam Rencana Jangka Menengah Nasional Tahun 2020- 2024, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik dalam arah kebijakan pembangunan perdagangan dalam negeri periode dimaksud dititik beratkan kepada "Penguatan sistem logistik yaitu dengan adanya peningkatan efisiensi distribusi nasional untuk kelancaran arus barang dan jasa antarwilayah. Pelaksanaannya dilengkapi dengan pembangunan sarana dan prasarana pendukung efisiensi distribusi dan logistik, diantaranya: Pusat Logistik Berikat, pengembangan National Logistic Ecosystems, serta peningkatan kualitas pasar rakyat melalui perbaikan tata kelola, penerapan SNI pasar dan pemanfaatan teknologi digital."

Sejalan dengan itu, peran sektor perdagangan semakin penting dalam perekonomian nasional, baik secara kuantitas maupun kualitas. Semakin pentingnya sektor perdagangan terlihat dari kegiatan-kegiatan yang lebih mengedepankan kegiatan usaha perdagangan untuk mendukung sektor lain seperti sektor industri, telekomunikasi, transportasi, pertanian, kehutanan, perikanan, turisme, pertambangan, dan lain-lain. Dukungan kegiatan tersebut memberikan pengaruh yang positif terhadap meningkatnya kontribusi sektor perdagangan dalam pembangunan ekonomi secara nasional.

Logistik adalah bagian dari rantai pasok (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi dan arus uang melalui proses pengadaan, pengiriman, transportasi, distribusi dan pelayanan penghantaran sesuai dengan jenis, kualitas, jumlah, waktu dan tempat yang dikehendaki konsumen secara aman, efektif dan efisien mulai dari titik asal sampai dengan titik tujuan. Dengan demikian peranan jasa logistik sangat menentukan untuk memperlancar arus distribusi barang untuk mewujudkan stabilitas harga dan stok, meminimalisir disparitas harga baik antar daerah maupun antar waktu, serta memperkuat daya saing komoditi nasional baik untuk pasar dalam negeri maupun internasional.

Sejalan dengan itu, peran sektor perdagangan semakin penting dalam perekonomian nasional, baik secara kuantitas maupun kualitas. Semakin pentingnya sektor perdagangan terlihat dari kegiatan-kegiatan yang lebih mengedepankan kegiatan usaha perdagangan untuk mendukung sektor lain seperti sektor industri, telekomunikasi, transportasi, pertanian, kehutanan, perikanan, pariwisata, pertambangan, dan lain-lain. Dukungan kegiatan tersebut memberikan pengaruh yang positif terhadap meningkatnya kontribusi sektor perdagangan dalam pembangunan ekonomi secara nasional. Kegiatan-kegiatan ini antara lain meliputi perbaikan pelayanan publik, peningkatan iklim usaha, pembangunan/revitalisasi pasar tradisional, peningkatan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan barang penting, penurunan disparitas harga antar provinsi serta stabilisasi harga.

B. Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai struktur organisasi sebagaimana gambar di bawah ini. Saat ini jumlah sumber daya manusia di lingkungan Direktorat SARANA DISTRIBUSI DAN LOGISTIK 2021 berjumlah (53) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang eselon II, 1 (satu) orang subbagian Tata Usaha, dan 51 (lima puluh satu) orang Jabatan Fungsional. Sesuai dengan ketentuan Peraturan

(9)

Menteri Perdagangan Organisasi dimaksud Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, p enyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dibidang SARANA DISTRIBUSI DAN LOGISTIK 2021 perdagangan.

`

Gambar 1. Bagan Struktur Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik

Dalam melaksananakan tugas dimaksud, berikut kekuatan personil Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik sebagai berikut:

Tabel 2. Kekuatan Pegawai Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik

Uraian Posisi Tambah Kurang Posisi

`Menurut Jabatan

 Eselon II 1 - - 1

 Sub Bagian Tata Usaha 1 - - 1

 Fungsional 15 5 - 20

 Pelaksana 33 - 2 31

Menurut Golongan

 Golongan IV 9 2 - 11

 Golongan III 40 1 - 41

 Golongan II 1 - 1

 Golongan I 0 - - 0

Menurut Pendidikan

Direktur Sarana Distribusi Dan Logistik

Koordinator Bidang Pengembangan Sarana

Perdagangan

Pengembangan Sarana Perdagangan Wilayah Barat

Pengembangan Sarana Perdagangan Wilayah Timur

Koordinator Bidang Pengelolaan Sarana

Perdagangan

Pembinaan Gudang Dan Pusat

Distribusi

Pembinaan Pasar Dan Minuman

Beralkohol

Koordinator Bidang Kerjasama Logistik

Kerjasama Logistik Pemerintahan

Kerjasama Logistik Non Pemerintahan

Koordinator Bidang Perdagangan Antarpulau, Darat, Dan

Perbatasan

Perdagangan Antarpulau, Darat

Dan Perbatasan Wilayah Barat

Perdagangan Antarpulau, Darat

Dan Perbatasan Wilayah Timur

Koordinator Bidang Pemantauan Sarana

Perdagangan

Pemantauan Sarana Perdagangan Wilayah Barat

Pemantauan Sarana Perdagangan Wilayah Timur Sub Bagian Tata Usaha

(10)

 S3 0 - - 0

 S2 21 - - 21

 S1 31 - - 31

 Sarmud/D3 1 - - 1

Sumber: Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik 2021

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 80 Tahun 2020 tugas pokok Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik adalah melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik 2021 perdagangan, dan mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sarana distribusi, pengelolaan sarana distribusi, kerja sama logistik, perdagangan antar pulau dan perbatasan, serta pengawasa sarana distribusi dan perdagangan antar pulau;

2. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sarana distribusi, pengelolaan sarana distribusi, kerja sama logistik, perdagangan antar pulau dan perbatasan, serta pengawasan sarana distribusi danperdagangan antar pulau;

3. Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan sarana distribusi, pengelolaan sarana distribusi, kerja sama logistik, perdagangan antar pulau dan perbatasan, serta pengawasan sarana distribusi dan perdagangan antar pulau;

4. Penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan sarana distribusi, pengelolaan sarana distribusi, kerja sama logistik, perdagangan antar pulau dan perbatasan, serta pengawasan sarana distribusi dan perdagangan antar pulau

5. Penyiapan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana distribusi, pengelolaan sarana distribusi, kerja sama logistik, perdagangan antar pulau dan perbatasan, serta pengawasan sarana distribusi dan perdagangan antar pulau; dan 6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sarana Distribusi dan

Logistik 2021.

C. Aspek Strategis dan Permasalahan Utama Organisasi Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik

Peran dari Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik dalam menunjang arah kebijakan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri yaitu meningkatkan integrasi perdagangan antar dan intra wilayah melalui pengembangan jaringan distribusi perdagangan, untuk mendorong kelancaran arus barang sehingga ketersediaan barang dan kestabilan harga dapat terjaga. Peran tersebut diharapkan dapat mendorong kearah sistim logistik nasional yang efektif dan efisien yang mampu mengintegrasikan daratan dan lautan menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat, sehingga dapat menjadi penggerak bagi terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim. Sistim Logistik juga memiliki peran strategis dalam mensinkronkan dan menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjadi benteng bagi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional.

(11)

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik 2021 sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 80 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan, terdapat beberapa isu strategis antara lain sebagai berikut.

Pengembangan Sistem Logistik Nasional

Terkait dengan Pengembangan Sistem Logistik Nasional khususnya yang menjadi tanggung jawab dari Kementerian Perdagangan c.q Direktorat Sarana Distribusi dan Logisitk, permasalahan strategis yang dihadapi adalah “Tingginya biaya logistik nasional sehingga menyebabkan harga yang terbentuk di tingkat konsumen menjadi kurang terjangkau dan terjadi disparitas harga antara kawasan timur Indonesia dengan kawasan barat.” Disamping itu, beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan sistem logistik nasional adalah:

a. Gerai Maritim merupakan sebuah sistem distribusi logistik bahan pokok antar pulau yang terintegrasi melalui jalur laut. Tujuan strategis Kementerian Perdagangan RI meluncurkan program ini adalah untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting di berbagai wilayah terpencil dan terluar Indonesia, serta mengurangi disparitas harga antardaerah terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.

b. Kapasitas dan kompetensi SDM yang masih kurang memadai khususnya pemahaman tentang sistem logistik nasional dan konektivitas baik dari segi kuantitas maupun dari kualitas. Hal ini menyebabkan lambatnya pelaksanaan rencana aksi sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan dan jumlah rekomendasi dan masukan yang masih harus ditingkatkan.

c. Data dan informasi terkait dengan logistik yang masih rendah sehingga sulit untuk dapat memberikan analisa dan rekomendasi yang tepat dan akurat.

Pengelolaan Pasar Rakyat

Pengelolaan pasar rakyat yang ideal hendaknya meliputi perencanaan, pengorganisasian, implementasi serta monitoring dan evaluasi. Pengelolaan ini terkait dengan kinerja dari pasar rakyat itu sendiri. Jika pasar rakyat tersebut dikelola secara baik maka diharapkan penghasilan pedagang akan meningkat dan kesejahteraan pun akan meningkat, kesejahteraan pedagang meningkat, sehingga terwujudnya pasar rakyat yang bersih, aman, nyaman, ramah, tertib, jujur, dan sehat serta melestarikan nilai sosial budaya. Permasalahan terkait pengelolaan pasar rakyat antara lain adalah:

a. Tumpah tindihnya kebijakan pengelolaan pasar rakyat baik ditingkat pusat maupun daerah antar dinas terkait adanya perbedaan pelaksanaan kebijakan pusat dan daerah;

b. Rendahnya penegakkan hukum atas pelanggaran kebijakan/aturan yang telah dibuat sehingga banyak pedagang yang berjualan hingga meluap ke bahu jalan atau berjualan hingga barang dagangan menutupi lorong/koridor pasar rakyat; sampah yang dibuang tidak pada tempatnya; banyaknya kios atau los yang disewakan oleh pemilik sehingga kios atau lapak tidak lagi menjadi milik pedagang melainkan milik segelintir orang yang menguasai kios atau lapak dan menguasai sewa kios atau los tersebut;

c. Kemampuan pengelola pasar rakyat yang rendah dalam mengelola ketertiban pedagang dan melakukan pemberdayaan terhadap pedagang;

(12)

d. Pengelolaan pasar rakyat yang dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah di daerah sehingga menyulitkan koordinasi pengelolaan;

e. Tidak adanya sebuah lembaga pengelola pasar rakyat yang diberi wewenang pengelolaan pasar rakyat secara utuh;

f. Sebagian besar pasar rakyat tidak mengalokasikan hasil retribusinya untuk pemeliharaan pasar tradisional tersebut;

g. SDM pengelola yang tidak memahami manajemen pasar rakyat. Yang dimaksudkan adalah kepala pasar rakyat tidak memiliki visi dan misi mengenai pengembangan pasar rakyat maupun pengelolaannya secara baik;

h. Jumlah SDM pengelola pasar rakyat tidak sesuai dengan luasan pasar rakyat sehingga tidak memungkinkan pengelola dapat melakukan tugasnya dengan baik;

i. Penghasilan yang kurang memadai bagi pengelola pasar rakyat sehingga tidak memotivasi pengelola untuk bekerja secara optimal;

j. Pengelolaan retribusi pasar rakyat, sewa maupun pendapatan lainnya yang kurang transparan;

k. Tidak adanya pengelolaan keuangan pasar rakyat dengan sistem pembukuan dan pencatatan yang baik dan transparan serta tidak adanya sistem audit keuangan yang akuntabel;

l. Sistem penarikan retribusi yang tidak optimal sehingga dapat memberikan peluang kepada oknum untuk melakukan penyelewengan retribusi;

m. Tidak adanya pengelolaan keamanan pasar rakyat sehingga sebagai besar pasar dikuasai oleh preman pasar;

n. Tidak adanya pengaturan zonasi pedagang yang akhirnya menyulitkan pengelola pasar rakyat dalam melakukan pengelolaan yang baik dan tertata rapi;

o. Tidak adanya penanda zonasi yang membedakan produk atau komoditas yang dijual dalam pasar rakyat sehingga hal ini terkadang membingungkan pembeli maupun pengunjung;

p. Tidak adanya pengaturan lahan parkir, area bongkar muat, MCK, dan fasilitas pendukung lainnya sehingga setiap fasilitas pasar tidak dapat dimanfaatkan secara optimal;

q. Tidak adanya pengecekan timbangan atau adanya bahan berbahaya dalam komoditas yang diperdagangkan di pasar rakyat;

r. Pengelolaan air bersih dan listrik yang kurang baik sehingga mengakibatkan ketidaksediaan air bersih ataupun tidak adanya hidran untuk mencegah kebakaran;

s. Pengelolaan sampah dan limbah pasar yang kurang baik sehingga sering mengakibatkan pasar tradisional menjadi kotor dan bau.

Permasalahan Disparitas harga dan kesenjangan perdagangan antar wilayah Pengaruh musim terutama berpengaruh pada komoditi pertanian, perkebunan dan hasil- hasil sumber daya alam lainnya yang tidak tahan lama, sehingga pada musim panen harga cenderung turun dan pasa musim tanam harga mengalami kenaikan. Pengaruh musim ini pada

(13)

gilirannya mempengaruhi kelancaran pasokan ke daerah- daerah diluar sentra produksi dengan daerah luar. Biaya logistik dalam negeri dan kualitas pelayanan merupakan permasalahan utama menyebabkan belum optimalnya kinerja logistik Indonesia. Permasalahan utama ini muncul sebagai akibat beberapa kondisi sebagai berikut:

a. Rendahnya tingkat penyediaan insfrastruktur baik kuantitas maupun kualitas;

b. Banyaknya pungutan tidak resmi dan biaya transaksi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi;

c. Tingginya waktu pelayanan ekspor dan impor yang disertai dengan adanya hambatan operasional pelayanan pelabuhan;

d. Terbatasnya kapasitas dan jaringan pelayanan penyedia jasa logistik nasional

(14)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

Pada sub bab ini diuraikan penjelasan secara ringkas yang berkaitan dengan dokumen di bawah ini:

A. Rencana Strategis

Sesuai amanat yang tertuang dalam Rencana Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik dalam arah kebijakan pembangunan perdagangan dalam negeri periode dimaksud dititik beratkan kepada "Penguatan sistem logistik yaitu dengan adanya peningkatan efisiensi distribusi nasional untuk kelancaran arus barang dan jasa antarwilayah. Pelaksanaannya dilengkapi dengan pembangunan sarana dan prasarana pendukung efisiensi distribusi dan logistik, diantaranya: Pusat Logistik Berikat, pengembangan National Logistic Ecosystems, serta peningkatan kualitas pasar rakyat melalui perbaikan tata kelola, penerapan SNI pasar dan pemanfaatan teknologi digital."

Rencana Strategis merupakan suatu proses awal dari rangkaian proses dalam usaha untuk mencapai tujuan. Berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri telah ditetapkan misi, tujuan dan sasaran yang akan dilaksanakan. Tujuan dari yang hendak dicapai Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri yang ingin dicapai antara lain adalah:

1. Peningkatan pelayanan perizinan/non perizinan sektor perdagangan dalam negeri terkait penyederhanaan prosedur dan waktu serta harmonisasi kebijakan perdagangan dalam negeri;

2. Stabilitas harga bahan pokok yang terkendali, supaya kemampuan/daya beli masyarakat terjaga

3. Penurunan disparitas harga bahan pokok antar provinsi

4. Peningkatan kontribusi sector perdagangan besar dan eceran terhadap produk domestik bruto;

5. Pengembangan sarana distribusi dan kapasitas penyedia jasa logistik B. Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2021

Dalam rangka mendukung visi, misi, sasaran strategis dan program Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, maka telah disusun Rencana Kerja Tahunan Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Tahun 2021 sebagai berikut:

Tabel 3. Rencana Kerja Tahunan Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Tahun 2021

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Meningkatnya pemanfaatan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat

Persentase Jumlah Pasar Rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi

Persen 100

Persentase Pembangunan Sarana Perdagangan yang sesuai dengan perencanaan

Persen 85

(15)

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 2. Meningkatnya hasil

pembinaan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan

Persentase pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan (diluar gerai maritime) yang telah dibina

Persen 10

3. Meningkatnya aktivitas

perdagangan antar pulau

Jumlah jenis barang yang dilaporkan oleh pelaku usaha (cargo owner) pada data manifest domestik

Jumlah 18

Jumlah pelaku gerai maritim yang difasilitasi pada program penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di darat, laut dan udara di daerah 3TP

Jumlah 235

4. Terwujudnya dukungan layanan teknis dan

administrasi yang berkualitas

Indeks kulitas layanan teknis dan

administrasi Direkotrat Sarana Distribusi dan Logistik

Persen 80

Tabel diatas merupakan Rencana Kerja Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Tahun 2021, untuk mendukung Rencana Kerja dimaksud diperlukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai Rencana Kerja Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik tersebut, berikut terlampir detail kegiatannya:

Tabel 4. Detil kegiatan pendukung rencana kerja tahun 2021

NO INDIKATOR

KINERJA SUB KOMPONEN ANGGARAN

1 2 3 4

1 Persentase Jumlah Pasar Rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi

Koordinasi Penyusunan Juknis Pemantauan Sarana Perdagangan

dan Perdagangan Antarpulau 50.000.000

Verifikasi Data Pemantauan Sarana Distribusi dan Perdagangan

Antarpulau dan Perbatasan 153.970.000

Pemantauan Perdagangan Antar Pulau dan Perbatasan 224.160.000 Evaluasi Pengawasan Perdagangan Antarpulau dan Perbatasan 0 Bimbingan Teknis Aplikasi Online SI Pasar Rakyat 431.235.000 Partisipasi pada Seminar/konferensi/workshop kebijakan

Pemantauan Sarana Distribusi dan Perdagangan Antarpulau Perbatasan

164.540.000

Evaluasi Pengawasan Sarana Distribusi 157.730.000

Pemantauan Sarana Distribusi 1.324.240.000

Koordinasi Pemantauan Pembangunan/Revitalisasi Sarana

Distribusi Perdagangan 187.317.000

2 Persentase Pembangunan Sarana Perdagangan yang sesuai

Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat 110.004.000

Pembangunan/Revitalisasi Gudang Non SRG 0

Koordinasi Penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan di Bidang

Pengembangan Sarana Distibusi 0

(16)

dengan perencanaan

Pengembangan Prototipe Pasar Rakyat 3.500.000

Diseminasi Prototipe Pasar Rakyat 242.200.000

Kunjungan Kerja dan Peresmian Pasar Rakyat 232.713.000 Koordinasi Persiapan Operasionalisasi Gudang di Pasar Rakyat 94.600.000

Identifikasi Pasar Rakyat 680.980.000

Koordinasi antar Instansi Terkait Pengembangan Sarana Distribusi

Perdagangan 830.250.000

Pembahasan dan Reviu Dana TP APBN 2021 3.059.290.000 Identifikasi Dalam Rangka Pengembangan Gudang di Pasar Rakyat 0 3 Persentase

pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan (diluar gerai maritime) yang telah dibina

Koordinasi Penyusunan Kebijakan Perdagangan di Bidang

Pengelolaan Sarana Distribusi 51.689.000

Penyusunan Rancangan SKKNI Pengelola Pasar Rakyat 252.593.000 Penyusunan Rancangan SKKNI Pengelolaan Pusat Distribusi /

Gudang 10.998.000

Penghimpunan dan Penyediaan Informasi Pusat Distribusi/Gudang 242.086.000

Pencatatan Omset Pasar 1.530.925.000

Penghimpunan dan penyediaan informasi kebijakan terkait minuman

beralkohol 104.930.000

Peningkatan Kemampuan Pengelola Pasar 881.530.000

Pendampingan dan Sertifikasi SNI Pasar Rakyat 618.307.000

Pelaksanaan Aktivasi Pasar 174.386.000

Pelaksanaan Workshop SNI Pasar Rakyat 427.910.000

Workshop Implementasi Kebijakan Pergudangan di Daerah 0 Partisipasi pada Seminar/Workshop/Konfrensi tentang Pengelolaan

Sarana Distribusi 99.000.000

Tindak Lanjut Pemantauan Pengelolaan Pasar Rakyat 482.900.000 FGD dalam rangka Kebijakan Perijinan SIUP Minuman Beralkohol 12.945.000 Bimbingan Teknis Pengelolaan Pusat Distribusi / Gudang 0 Koordinasi dan Fasilitasi Implementasi Pemanfaatan TIK di Pasar

Rakyat 250.000.000

Pelaksanaan Sekolah Pasar 2.379.280.000

4 Jumlah jenis barang yang dilaporkan oleh pelaku usaha (cargo owner) pada data manifest domestik

Evaluasi Penyempurnaan Permendag Nomor 29/M-

DAG/PER/5/2017 tentang Perdagangan Antarpulau 697.924.000 Penyusunan Permendag Nomor 29/M-DAG/PER/5/2017 tentang

Perdagangan Antarpulau 0

Identifikasi Pengembangan Kegiatan Perdagangan di Daerah

Perbatasan 815.000.000

Bimtek Manifest Domestik 495.159.000

Workshop Perdagangan di Daerah Perbatasan 728.570.000 Rapat Koordinasi Terkait Perdagangan Antar Pulau dan Perbatasan 604.814.000

(17)

C. Perjanjian Kinerja 2021

Penyusunan Perjanjian Kinerja mengacu pada RPJPN 2005-2025, Rencana Strategis Kementerian Perdagangan serta Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Penjabaran dari Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri disusun secara sinergis, terintegrasi dan berkesinambungan dengan kegiatan pada Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik yang dituangkan pada Perjanjian Kinerja Per tahun.

Tujuan khusus Perjanjian kinerja adalah untuk:

Bimtek Sistem Informasi Perdagangan Antarpulau dan Antarprovinsi

Nasional (SIPAP Nasional) 286.480.000

Koordinasi Integrasi Manifest Domestik dengan Nasional Logistik

Ekosistem 0

Validasi Data Neraca Produksi dan Konsumsi 0

5 Jumlah pelaku gerai maritim yang difasilitasi pada program penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di darat, laut dan udara di daerah 3TP

Evaluasi Kebijakan Perdagangan di Bidang Logistik 0 Koordinasi Penyusunan Kebijakan Perdagangan di Bidang Logistik 28.873.000 Bimbingan Teknis dan Pengembangan SIGM 150.000.000 Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Depo Gerai Maritim 0

Koordinasi Ekspansi Gerai Maritim 305.060.000

Koordinasi/Partisipasi pada Forum

Koordinasi/Seminar/Konfrensi/Workshop dan Sidang Terkait Logistik 185.136.000 Optimalisasi Keikutsertaan Pedagang, Produsen, Distributor dan

Ekspedisi Dalam Rangka Gerai Maritim 667.050.000

Temu Usaha Pemasaran Produk Unggulan Daerah Gerai Maritim

dan di Daerah Perbatasan 237.640.000

6. Indeks kulitas layanan teknis dan administrasi Direkotrat Sarana Distribusi dan Logistik

Prasarana 477.170.000

Renovasi Ruangan 746.334.000

Sinkronisasi Program Kerja Internal dan Eksternal 618.001.000 Koordinasi/partisipasi pada forum

koordinasi/seminar/konfrensi/workshop 235.250.000

Kegiatan Pengelolaan Keuangan, BMN, Program dan Evaluasi 625.000.000 Partisipasi pada Sosialisasi Keuangan dan Perbendaharaan 0

Pengarsipan Dokumen Keuangan 159.720.000

Dalam Rangka Kegiatan Kepegawaian 402.066.000

Penguatan Pembinaan Kinerja Internal 95.000.000

Penghapusan BMN 51.346.000

Operasional Pelaksanaan Inventarisasi asset 32.000.000 Kelancaran Pelaksanaan Perkantoran dan Pimpinan 446.600.000

Pemeliharaan 0

Total 26.064.895.000

(18)

1) Meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur 2) Wujud nyata komitmen antara penerima dengan pemberi amanah

3) Dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, dan

4) Menciptakan tolak ukur dasar evaluasi kinerja aparatur.

Berikut adalah Perjanjian Kinerja Tahun 2021 Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan dalam Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan dan Kapasitas Logistik Perdagangan

Tabel 5. Perjanjian Kinerja Tahun 2021 Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan dalam Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan dan Kapasitas Logistik

Perdagangan

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET PREDIKSI CAPAIAN (%) TW I TW II TW III TW IV

1.

Meningkatnya Pengembanga n Sarana Perdagangan yang

Mendukung Aktifitas Ekonomi Masyarakat

Persentase Jumlah Pasar Rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi

Rumus (Jumlah Pasar yang Dimonitoring tahun 2021/Jumlah pasar yang terbangun 2021 x 100%)

Persen

100 25% 50% 75% 100%

Persentase

Pembangunan Sarana Perdagangan yang sesuai dengan perencanaan (Realisasi

Pasar/Jumlah Pasar yang akan dibangung x 100%)

Persen

85 25% 50% 75% 100%

2.

Meningkatnya hasil

pembinaan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan

Persentase

pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan (diluar gerai maritime) yang telah dibina

(Pertumbuhan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan Tahun 2020 X 10% = Jumlah Target Pertumbuhan Pelaku Usaha tahun 2021)

Persen

10 25% 50% 75% 100%

3. Meningkatnya partisipasi Pelaku Usaha

Jumlah jenis barang yang dilaporkan oleh pelaku usaha (cargo

Jumlah

18 25% 50% 75% 100%

(19)

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET PREDIKSI CAPAIAN (%) TW I TW II TW III TW IV dalam

perdagangan antar pulau yang melaporkan manifest domestik

owner) pada data manifest domestik

Jumlah pelaku gerai maritim yang difasilitasi pada program

penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di darat, laut dan udara di daerah 3TP

Jumlah 235 25% 50% 75% 100%

4.

Terwujudnya dukungan layanan teknis dan

administrasi yang berkualitas

Indeks kulitas layanan teknis dan administrasi Direkotrat Sarana Distribusi dan Logistik (Realisasi anggaran, Rekon Satker dengan KPPN, IKU yang dijelaskan dalam Form IKU, dan Lapkin yang tepat waktu / 4 X 100%)

Persen

80 25% 50% 75% 100%

Rencana aksi Direktorat Sarana Distribusi Dan Logistik di tahun 2021 sesuai dengan perjanjian kinerja direktur sarana distribusi dan logistik. Pada triwulan 1, yaitu persiapan dari segi teknis maupun admistratif dalam rangka pelaksanaan kegiatan di direktorat sarana distribusi dan logistik. Pada triwulan ke-2, Direktorat menargetkan telah melaksanakan kegiatan sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), diseminasi, pertemuan teknis dengan daerah serta beberapa kegiatan yang sifatnya sinergi dengan stakeholder di daerah. Triwulan ke-3, Direktorat menargetkan finalisasi/penyelesaian rumusan kebijakan menjadi Permendag/PP/Perpres serta pelaksanaan sosialisasi kebijakan baru tersebut. Triwulan ke- 4, Direktorat menargetkan menyelesaikan seluruh kegiatan yang ada, baik yang sifatnya teknis maupun administratif.

(20)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada bagian ini akan dibahas capaian kinerja Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dalam mencapai 3 (tiga) sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, yaitu: (1) meningkatnya pengembangan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat; (2) meningkatnya hasil pembinaan pelaku usaha di bidang sarana perdagangan; dan (3) meningkatnya partisipasi Pelaku Usaha dalam perdagangan antar pulau yang melaporkan manifest domestik.

 Sasaran 1 Meningkatnya pengembangan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat

Meningkatnya pemanfaatan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat diukur dengan dua indikator kinerja yaitu: a. (IK1) Persentase Jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi; serta b. (IK2) Persentase pembangunan sarana perdagangan yang sesuai dengan perencanaan. Apabila target pada dua indikator ini tercapai maka diharapkan sasarannya juga terwujud.

IK1 Persentase jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi Indikator kinerja pada tahun 2021 ini berbeda dengan indikator kinerja tahun 2020 kemarin. Persentase jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi ditetapkan sebagai indikator karena dianggap mampu menggambarkan kondisi meningkatnya pemanfaatan sarana perdagangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kementerian Perdagangan pada Tahun 2017 telah mewajibkan untuk menerapkan Prototipe Pasar Rakyat terhadap semua daerah dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Rakyat yang dianggarkan melalui alokasi Dana Tugas Pembantuan yang diharapkan antara lain agar:

a. Pasar Rakyat yang dibangun memiliki tampilan (Keseragaman/kesamaan desain) Pasar Rakyat menjadi lebih nyaman bagi pedagang dan konsumen;

b. Pengelolaan Pasar Rakyat lebih modern dapat mampu berkompetesi dan berdaya saing dengan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang dapat menarik konsumen untuk berbelanja di Pasar Rakyat menjadikan omzet pedagang meningkat; serta c. Meningkatkan pelayanan dan akses lebih baik kepada masyarakat konsumen

sekaligus menjadikan Pasar Rakyat sebagai penggerak roda perekonomian daerah.

Tabel 6. Realisasi dan capaian IK 1

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Keterangan Persentase jumlah pasar

rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi

100% 100% 100% Seluruh pasar rakyat hasil revitalisasi telah dimonitor dan dievaluasi

(21)

Sesuai Permendag 21 Tahun 2021 Pasal 30 ayat (1) bahwa “Menteri mendelegasikan kewenangan pemantauan Pembangunan/Revitalisasi Sarana Perdagangan yang pembiayaannya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.” Dalam menjalankan amanat tersebut dan untuk mencapai tujuan pasar rakyat, maka Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik perlu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat.

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 menjelaskan bahwa Monitoring merupakan kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana suatu kegiatan, melakukan identifikasi serta antisipasi permasalahan yang terjadi dan kemungkinan terjadi agar dapat segera diambil tindakan. Sedangkan Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan membandingkan antara realisasi masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar. Tujuan dari kegiatan monitoring adalah untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan realisasi dan untuk menilai kesesuaian antara apa yang direncanakan dengan hasil yang diwujudkan. Sedangkan evaluasi diperlukan untuk mendapatkan feedback dari para unit kerja terkait agar dalam pelaksanaan yang akan datang dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi.

Pada tahun 2021, sebanyak 111 unit pasar dari 98 Kab/Kota mendapatkan alokasi anggaran Dana Tugas Pembantuan untuk melakukan pembangunan/revitalisasi pasar rakyat dengan total anggaran Rp515.500.000.000,-.Dari total 111 unit pasar yang dialokasikan (terbit DIPA) dari 98 Kab/Kota, sebanyak 2 unit pasar dari 2 Kab/Kota mengundurkan diri dengan alasan keterbatasan waktu lelang, masalah rencana pembiayaan perencanaan dan sebagainya. Pasar yang mengundurkan diri yaitu Pasar Trienggadeng di Kab. Pidie Jaya dan Pasar Desa Makmur di Kab. Nunukan. Sehingga jumlah pasar yang melaksanakan pembangunan/revitalisasi pada tahun 2021 adalah 108 unit pasar dari 96 Kab/Kota.

Tabel 7. Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Melalui Dana Tugas Pembantuan Dalam Waktu 3 Tahun Terakhir

Tahun

Jumlah pasar rakyat (unit)

Terbit DIPA Mengundurkan Diri Putus kontrak Terbangun

2019 256 43 11 201

2020 134 14 1 119

2021 111 2 1 108

256

43 11

201 134

14 1

111 119

2 1

108

0 50 100 150 200 250 300

Terbit DIPA Mengundurkan Diri Putus Kontrak Terbangun

Jumlah Pasar (Unit)

2019 2020 2021

(22)

Gambar 2. Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Melalui Dana Tugas Pembantuan Dalam Waktu 3 Tahun Terakhir

Adapun data yang menjadi tolak ukur dalam indikator kinerja ini adalah jumlah pasar rakyat yang telah mendapatkan DIPA pada tahun anggaran 2021 yang dimonitor dan dievaluasi perkembangan pembangunannya. Pemantauan dilakukan dengan melakukan tinjauan lapangan dan pelaporan perkembangan Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat melalui Sistem Informasi Pasar Rakyat (SIPR). Pemantauan melalui SIPR sesuai dengan amanat Permendag 21 Tahun 2021 Pasal 43 ayat 1 (satu) bahwa “Gubernur atau bupati/wali kota yang melaksanakan pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan berupa pasar rakyat melalui Dana Tugas Pembantuan, harus menyampaikan perkembangan pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan melalui SIPR.” Laporan yang sudah diinput kemudian diverifikasi oleh Tim Verifikator dari Direktorat Sarana Distribusi dan Logisik.

Penyampaian perkembangan pembangunan/revitalisasi dilakukan setiap 2 (dua) minggu sampai pembangunan/revitalisasi pasar rakyat selesai dilaksanakan. Sedangkan pemantauan melalui tinjauan lapangan dilakukan dengan melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan pasar rakyat dengan membawa Berita Acara Pemantauan Pembangunan Sarana Perdagangan dan Kuisioner Pemantauan Pembangunan Sarana Perdagangan.

Adapun proses bisnis yang menjadi ruang lingkup dalam pemantauan pembangunan/revitalisasi sarana perdagangan adalah sebagai berikut:

Gambar 3. Ruang Lingkup Pemantauan Pembangunan/Revitalisasi Sarana Perdagangan

Dalam rangka monitoring dan evaluasi Pembangunan/ Revitalisasi Pasar Rakyat Tahun 2021 melalui dana APBN dalam bentuk Tugas Pembantuan (TP), maka Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik telah melakukan langkah-langkah Monitoring dan Evaluasi untuk mencapai target, antara lain:

Pasar Terbit DIPA

Pantauan Lelang Fisik dan Pengawasan

Kontrak

Pantauan Realisasi Fisik dan Realisasi

Anggaran

Finalisasi

(23)

1. Melakukan Bimbingan Teknis Aplikasi SIPR sebanyak 2 (dua) kali secara virtual dengan tujuan memberikan informasi tentang tata cara pelaporan perkembangan realisasi Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat melalui aplikasi SIPR.

Gambar 4. Bimbingan Teknis Aplikasi SIPR TA. 2021

2. Melakukan Rapat Koordinasi Pemantauan dengan cara virtual mengundang daerah penerima alokasi dana Tugas Pembantuan sebanyak 98 Kab/Kota terdiri dari 111 unit Pasar Tahun Anggaran 2021 dengan tujuan agar KPA dan/atau PPK mendapatkan informasi yang jelas mengenai langkah-langkah persiapan pelaksanaan pembangunan Pasar rakyat serta kesepahaman regulasi tentang pelaksanaan Pembangunan/ Revitalisasi Pasar Rakyat melalui Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2021.

Gambar 5. Webinar Koordinasi Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP2021

3. Melakukan Pemantauan Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat baik secara daring melalui SIPR ataupun secara fisik melalui kunjungan lapangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemantauan progress realisasi fisik serta realisasi anggaran yang dituangkan dalam Matriks Pemantauan yang diperbaharui setiap 2 (dua) minggu.

(24)

Gambar 6. Pemantauan Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP2021 4. Melakukan Diseminasi Informasi terkait Pemantauan Pembangunan/Revitalisasi

Pasar Rakyat sebanyak 3 (tiga) kali secara virtual dengan pembahasan yaitu Tagging PEN, Addendum Kontrak, dan Evaluasi Tahap Akhir Pengawasan.

Gambar 7. Diseminasi Informasi Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP2021

5. Melakukan Kegiatan Evaluasi sebanyak 1 (satu) kali secara virtual dengan mengundang 96 Kab/Kota penerima alokasi dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2021 yang terdiri dari 109 unit Pasar yang melakukan pembangunan/revitalisasi pasar.

Gambar 8. Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP 2021

Dari jumlah pasar yang melaksanakan pembangunan/revitalisasi pada tahun 2021, 111 unit atau 100% telah dimonitor dan dievaluasi dengan rincian pada Tabel X. Realisasi tersebut sama dari target sebesar 100%, sehingga capaian yang diperoleh terhadap Indikator

(25)

Kinerja “Persentase jumlah pasar rakyat hasil revitalisasi yang dimonitor dan dievaluasi” adalah 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik dalam melaksanakan melakukan monitoring dan evaluasi pasar rakyat yang telah direvitalisasi sudah sangat baik dan dapat mencapai target yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil kegiatan Evaluasi Revitalisasi/Pembangunan Pasar Rakyat TP 2021, maka didapatkan perkembangan Pembangunan Pasar Rakyat dari Dana TP TA. 2021 per tanggal 18 Januari 2022 sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi adalah sebagai berikut:

a. Jumlah Pasar Progress 100% : 82 unit b. Jumlah Pasar Progress 50%-99% : 25 unit c. Jumlah Pasar Progress dibawah 50% : 1 unit d. Jumlah Pasar mengundurkan diri : 2 unit e. Jumlah Pasar Putus kontrak : 1 unit

Gambar 9. Progress Pembangunan/Revitalisasi Pasar TP 2021

Sampai akhir tahun 2021, jumlah pasar yang telah menyelesaikan pembangunan/

revitalisasi sampai dengan 100% adalah sebanyak 82 unit pasar, sehingga terdapat 26 unit pasar yang belum menyelesaikan pembangunan sampai dengan tahun anggaran 2021 selesai. Sehubungan dengan terbitnya PMK Nomor 184/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Pada Masa Pandemi Covid-19 yang Tidak Terselesaikan Sampai Dengan Akhir Tahun Anggaran 2021 dan akan dilanjutkan Pada Tahun Anggaran 2022, maka sebanyak 26 unit pasar telah menginformasikan kepada Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik bahwa akan melakukan perpanjangan masa kontrak lewat tahun anggaran.

Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2021 dialokasikan untuk Revitalisasi/Pembangunan Sarana Perdagangan berupa Pasar Rakyat dan Gudang Non SRG. Terdapat 2 (dua) unit Gudang Non SRG yang mendapatkan alokasi Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2021 yaitu pada Kab. Nunukan dan Kab. Maluku Barat Daya.

Dari dua gudang tersebut, Kab. Nunukan menyatkan mengundurkan diri sedangkan Pembangunan Gudang Non SRG di Kab. Maluku Barat Daya telah selesai dibangun tepat waktu.

Keterlambatan penyelesaian pembangunan/revitalisasi pada tahun angaran 2021 disebabkan oleh beberapa permasalahan. Permasalahan pelaksanaan anggaran Satker

82 25

1 1

Fisik 100%

Fisik >50%

Fisik <50%

Putus Kontrak

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Progress Pembangunan/Revitalisasi Pasar TP 2021

(26)

Tugas Pembantuan secara umum, terbagi menjadi 2 (dua) yaitu perencanaan/kebijakan dan pelaksanaan anggaran. Masing-masing permasalahan antara lain :

a. Terlambatnya penerbitan DIPA Satker Tugas Pembantuan yang sebagian besar terbit pada Triwulan II, sehingga Satker tidak cukup waktu untuk melakukan pelelangan pembangunan pasar.

b. Ketidaksinkronan perencanaan pembangunan pasar dengan sarana pendukungnya (misalnya: belum tersedia akses jalan).

c. Perubahan kebijakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota terkait lokasi pembangunan pasar.

2. Pelaksanaan Anggaran

a. Gagal lelang dan tidak cukup waktu untuk melakukan lelang ulang.

b. Pekerjaan selesai pada Q4 sehingga output tidak dapat dinikmati masyarakat dalam tahun anggaran yang sama.

c. Keterlambatan pengajuan SPM di akhir tahun, dll).

Dalam pembangunan/revitalisasi pasar rakyat kedepannya, tentunya kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dengan Dinas Perdagangan daerah sangat diperlukan.

Usulan solusi dari permasalahan pelaksanaan anggaran Satker Tugas Pembatuan, diantaranya:

1. Perencanaan/Kebijakan

a. Percepatan proses seleksai daerah penerima alokasi dana tugas Pembantuan dan pembahasan rencana alokasi;

b. Melakukan sinkronisasi rencana alokasi dana Tugas pembantuan dengan pemerintah Daerah terkait sesuai PMK Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

c. Pengesahan DIPA TP ditargetkan paling lambat bulan Januari; dan

d. Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan program melalui TP dan mengalihkan pada DAK Fisik atau terdapat kebijakan sanksi penyelesaian pekerjaan dengan menggunakan APBD apabila tidak selesai dalam satu tahun anggaran.

2. Pelaksanaan Anggaran

a. Supervisi ketat pada Satker Tugas Pembantuan;

b. Target output tercapai maksimal pada Q3;

c. Koordinasi intensif dengan KPPN dan Kanwil DJPb setempat; dan

d. Pemberian sanksi terhadap Kabupaten yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu berupa blacklist untuk tidak lagi mendapatkan alokasi dalam kurun waktu tertentu.

(27)

Tabel 7. Matriks Pemantauan Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat TP 2021

NO KAB/KOTA NAMA PASAR NOMOR DIPA Fisik

(%)

AWAL KONTRAK

AKHIR KONTRAK

PER-

PANJANGAN Keterangan 1 Kab. Aceh Utara Binjee

SP DIPA-

090.02.4.069292/2021

93,87 08 September 2021

31 Desember

2021

Meuje Matang Ubi 83,00 07 September

2021

31 Desember 2021

07 Januari

2022 Lewat Tahun 2 kab. Aceh Timur Lamkuta SP DIPA-

090.02.4.060432/2021 98,40 30 September 2021

28 Desember 2021

22 Januari

2022 Lewat Tahun 3 Kab. Bireuen Samalanga

SP DIPA-

090.02.4.069342/2021

95,10 30 Agustus 2021 27 Desember 2021

22 Januari

2022 Lewat Tahun

Lueng Daneun 95,00 30 Agustus 2021 27 Desember

2021

22 Januari

2022 Lewat Tahun 4 Kab. Aceh Selatan Ujong Tanoh

SP DIPA-

090.02.4.060532/2021

94,00 03 September 2021

31 Desember 2021

50 hari

kalender Lewat Tahun

Inpres Tapak

Tuan 90,05 03 September

2021

31 Desember 2021

50 hari

kalender Lewat Tahun 5 Kab. Aceh Besar Cot Goh

SP DIPA-

090.02.4.069279/2021

85,00 18 September 2021

30 Desember 2021

30 hari

kalender Lewat Tahun

Jantho 88,00 26 Oktober 2021 31 Desember

2021

30 hari

kalender Lewat Tahun 6 Kab. Pidie Jaya Trienggadeng SP DIPA-

090.02.4.352419/2021 Mengundurkan DIri

7 Kab. Aceh Tamiang Tualang Baro II SP DIPA-

090.02.4.069364/2021 100,00 12 September 2021

31 Desember

2021

8 Kab. Aceh Tengah Silih Nara SP DIPA-

090.02.4.060727/2021 85,33 05 Oktober 2021 31 Desember 2021

19 Februari

2022 Lewat Tahun 9 Kab. Nagan Raya Serbajadi SP DIPA-

090.02.4.061539/2021 42,00 16 September 2021

31 Desember

2021 31 Maret 2022 Lewat Tahun 10 Kota Subulussalam Penang SP DIPA-

090.02.4.065610/2021 100,00 14 Oktober 2021 27 Desember 2021

21 Januari

2022 Lewat Tahun 11 Kab. Aceh Barat Daya Mata Ie SP DIPA-

090.02.4.061226/2021 100,00 16 Agustus 2021 13 Desember

2021

12 Kota Sabang Bertingkat SP DIPA-

090.02.4.352416/2021 65,25 01 Oktober 2021 29 Desember

2021 18 Maret 2022 Lewat Tahun

(28)

NO KAB/KOTA NAMA PASAR NOMOR DIPA Fisik (%)

AWAL KONTRAK

AKHIR KONTRAK

PER-

PANJANGAN Keterangan 13 Kota Langsa Ikan dan Sayur SP DIPA-

090.02.4.069383/2021 95,13 28 September 2021

26 Desember 2021

20 Januari

2022 Lewat Tahun

14 Kab. Dairi Sumbul SP DIPA-

090.02.4.069364/2021 90,04 21 Juli 2021 07 Desember

2021 09 Maret 2022 Lewat Tahun 15 Kab. Batu Bara Pagurawan SP DIPA-

090.02.4.060727/2021 100,00 10 Agustus 2021 22 Desember 2021

24 Desember

2021 Tidak

16 Kab. Tapanuli Selatan Sipagimbar SP DIPA-

090.02.4.061539/2021 100,00 26 Agustus 2021 08 Desember

2021

17 Kab. Tapanuli Tengah Manduamas SP DIPA-

090.02.4.065610/2021 100,00 06 Juli 2021 02 November

2021

18 Kab. Labuhanbatu Aek Nabara SP DIPA-

090.02.4.061226/2021 100,00 29 September 2021

31 Desember 2021

05 Januari

2022 Lewat Tahun 19 Kab. Tapanuli Utara Sipahutar SP DIPA-

090.02.4.352416/2021 87,00 07 Oktober 2021 31 Desember

2021 31 januari 2022 Lewat Tahun 20 Kab. Sijunjung Nagari Pematang

Panjang

SP DIPA-

090.02.4.069383/2021 70,15 06 September 2021

31 Desember 2021

19 Februari

2022 Lewat Tahun 21 Kab. Tanah Datar Nagari Sumanik SP DIPA-

090.02.4.352422/2021 100,00 15 September 2021

31 Desember

2021

22 Kab. Indragiri Hilir Kecamatan Reteh SP DIPA-

090.02.4.099473/2021 45,00 29 Oktober 2021 31 Desember

2021 PUTUS KONTRAK

23 Kab. Musi Banyuasin Air Putih Ulu SP DIPA-

090.02.4.352429/2021 100,00 08 Juni 2021 04 Desember

2021

24 Kab. Muara Enim Tanjung Kemala SP DIPA-

090.02.4.110560/2021 100,00 01 Oktober 2021 30 Desember

2021

25 Kab. Banyuasin Cangkring SP DIPA-

090.02.4.352427/2021 100,00 22 September 2021

20 Desember

2021

26 Kab. Tanggamus Sinagalih 100,00 20 Agustus 2021 30 Desember

2021

27 Kab. Subang Cisalak SP DIPA-

090.02.4.352444/2021 100,00 11 Oktober 2021 24 Desember

2021

28 Kab. Bogor Ciseeng

SP DIPA-

090.02.4.029360/2021

100,00 06 Oktober 2021 04 Desember 2021

24 Desember

2021 Tidak

Klapanunggal 100,00 12 Oktober 2021 10 Desember

2021

22 Desember

2021 Tidak

Referensi

Dokumen terkait

Sasaran kegiatan I yaitu Meningkatnya Daya Saing Industri Pengolahan Nonmigas dengan indikator Jumlah tenan inkubator berbasis teknologi yang terbentuk dan

Pada tahun 2021, Indikator Direktorat Kesehatan Keluarga Tahun 2021 sesuai Perjanjian Kinerja Direktur Kesehatan Keluarga Tahun 2021, yang berhasil mencapai target adalah

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Direktorat Hukum dan Perjanjian Ekonomi dan Direktorat Hukum dan Perjanjian Sosial Budaya bekerjasama dengan

Untuk mendukung tujuan dan sasaran program Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan telah ditetapkan kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal

Laporan Kinerja Direktorat Kepelabuhanan Perikanan tahun 2021 merupakan pertanggungjawaban ataas kinerja instansi pemerintah dalam rangka mencapai tujuan, sasaran

Berdasarkan pengukuran indikator kinerja dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020, dari 2 Indikator kinerja kegiatan dengan sasaran meningkatnya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan

Sasaran kegiatan I yaitu Meningkatnya Daya Saing Industri Pengolahan Nonmigas dengan indikator Jumlah tenan inkubator berbasis teknologi yang terbentuk dan

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, maka dalam rangka mendukung pencapaian empat target sukses Kementerian