• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 114 / HUK / 2012 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 114 / HUK / 2012 TENTANG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 114 / HUK / 2012

TENTANG

UNIT KERJA PENGAWASAN PENGENDALIAN

PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL TAHUN 2012

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Mengingat :

a. bahwa untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010, sebagai upaya percepatan pelaksanaan program pembangunan nasional di bidang sosial, perlu dibentuk Unit Kerja Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di Lingkungan Kementerian Sosial Tahun 2012;

b. bahwa mereka yang namanya tercantum dalam Lampiran Keputusan ini, memenuhi syarat untuk diangkat sebagai anggota Unit Kerja dimaksud;

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967);

SALINAN

(2)

5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5294;

9. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;

10. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;

11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011;

12. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2009 tentang Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan;

13. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014;

SALINAN

(3)

14. Peraturan Menteri Sosial Nomor 86/HUK/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial;

Memperhatikan : 1. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;

2. Kontrak Kinerja Menteri Sosial Republik Indonesia dengan Presiden Republik Indonesia;

3. Arahan lisan Menteri Sosial pada Rapat Pimpinan Terbatas tanggal 2 Juli 2012;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL TENTANG UNIT KERJA

PENGAWASAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN

KESEJAHTERAAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL TAHUN 2012.

KESATU : Unit Kerja Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial, dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan ini.

KEDUA : Unit Kerja Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU, mempunyai tugas sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II Keputusan ini.

KETIGA : Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA, Unit Kerja Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial memperoleh informasi dari masing-masing unit kerja Eselon I berdasarkan sasaran yang dilakukan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Keputusan ini.

KEEMPAT : Sasaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA meliputi :

a. kontrak kinerja Menteri Sosial dengan Presiden;

b. kinerja Kementerian Sosial;

c. monitoring evaluasi regulasi;

d. tindak lanjut hasil pemeriksaan terkait kerugian negara; dan e. tugas lainnya yang diperintahkan oleh Menteri Sosial.

SALINAN

(4)

KELIMA : Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA, Ketua Unit Kerja Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara tertulis setiap bulan kepada Menteri Sosial.

KEENAM : Seluruh pembiayaan pelaksanaan tugas Unit Kerja Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial dibebankan pada DIPA Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial.

KETUJUH : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 25 September 2012

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, ttd.

SALIM SEGAF AL JUFRI Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth :

1. Para Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Sosial.

2. Para Pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Sosial.

3. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan.

SALINAN

(5)

LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 114 / HUK / 2012

TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2012

TENTANG : SUSUNAN KEANGGOTAAN UNIT KERJA PENGAWASAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL.

1. Pengarah : Inspektur Jenderal Kementerian Sosial

2. Ketua : Inspektur Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial

3. Sekretaris : Sekretaris Inspektorat Jenderal

4. Anggota I : Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

5. Anggota II : Inspektur Bidang Rehabilitasi Sosial

6. Anggota III : Inspektur Bidang Penunjang

7. Sekretariat : Kepala Bagian Program dan Pelaporan

Tim Kerja UKP3KS

Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Ketua : Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Sekretaris : Kasubbag Tata Usaha

Anggota : 1. Koordinator Auditor

2. Pengendali Teknis di lingkungan Inspektorat Bidang yang bersangkutan

Program Rehabilitasi Sosial

Ketua : Inspektur Bidang Rehabilitasi Sosial Sekretaris : Kasubbag Tata Usaha

Anggota : 1. Koordinator Auditor

2. Pengendali Teknis di lingkungan

SALINAN

(6)

Program Perlindungan dan Jaminan Sosial

Ketua : Inspektur Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial

Sekretaris : Kasubbag Tata Usaha

Anggota : 1. Koordinator Auditor

2. Pengendali Teknis di lingkungan Inspektorat Bidang yang bersangkutan

Program Penunjang

Ketua : Inspektur Bidang Penunjang

Sekretaris : Kasubbag Tata Usaha

Anggota : 1. Koordinator Auditor

2. Pengendali Teknis di lingkungan Inspektorat Bidang yang bersangkutan

Jakarta, 25 September 2012

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, ttd.

SALIM SEGAF AL JUFRI

SALINAN

(7)

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 114 / HUK / 2012

TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2012

TENTANG : TUGAS UNIT KERJA PENGAWASAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL.

1. Pengarah : a. memberikan pengarahan mengenai pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan; dan

b. bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial.

2. Ketua : a. mengoordinasikan pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial; dan

b. melaporkan secara berkala (setiap 1 bulan 1 kali) kepada Menteri Sosial tentang hasil koordinasi dan pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial.

3. Anggota : a. bertanggung jawab untuk tercapainya target- target Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial, yang dalam pelaksanaannya dibantu dan bersama-sama dengan para Eselon I dan Eselon II di lingkungan Kementerian Sosial; dan

b. melaporkan kemajuan pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial secara berkala (setiap 1 bulan 1 kali) kepada Menteri Sosial

SALINAN

(8)

4. Sekretaris : a. bertanggung jawab merencanakan, menyusun, dan melaksanakan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial; dan

b. melaporkan kemajuan pelaksanaan Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial secara berkala (setiap 1 bulan 1 kali) kepada Ketua.

5. Tim Kerja : a. memberikan informasi untuk menunjang kelancaran pelaksanaan “ Pengawasana Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial ”; dan

b. memantau dan menginformasikan perkembangan

“ Pengawasan Pengendalian Pembangunan Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kementerian Sosial ”.

Jakarta, 25 September 2012

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, ttd.

SALIM SEGAF AL JUFRI

SALINAN

(9)

LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 114 / HUK / 2012

TANGGAL : 25 SEPTEMBER 2012

TENTANG : SASARAN UNIT KERJA PENGAWASAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL.

I. Kontrak Kinerja Menteri Sosial dengan

Presiden IR I IR II IR III IR IV

1. Pengentasan kemiskinan di 50 (lima puluh) Kabupaten Tertinggal

2. Laporan Keuangan terkait dengan opini BPK

II. Kinerja Menteri Sosial

1. Laporan Penyerapan Anggaran

2. Perkembangan Pengadaan Barang dan Jasa

3. Laporan Keuangan Semester I/II (ketepatan waktu). Triwulan I/II/IV 4. LAKIP

5. Laporan Kegiatan Triwulan

6. Laporan Inpres Nomor 5 Tahun 2004

III. Monev Regulasi

Peraturan yang sudah, akan, dan penyempurnaan di bidang Kesejahteraan Sosial

IV. Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) terkait Kerugian Negara

1. BPK

2. Inspektorat Jenderal

SALINAN

(10)

V. Tugas Lainnya

1. Penyelesaian Asset Bermasalah 2. LHKPN

3. Wilayah Bebas Korupsi 4. Reformasi Birokrasi 5. SPIP

Jakarta, 25 September 2012

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, ttd.

SALIM SEGAF AL JUFRI

SALINAN

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 1 ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Untuk

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 70, Tambahan

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA, Ketua TIM Pelaksana bertanggung jawab dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan Program Keluarga

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 1 ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Untuk Mendukung

bahwa untuk melaksanakan ketentuan mengenai pengusulan pemberian Gelar sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan

bahwa mereka yang namanya tercantum dalam Lampiran Keputusan ini, memenuhi syarat untuk ditunjuk sebagai Panitia Nasional Pelaksanaan Hari Internasional Penyandang Cacat

Untuk itu dalam rangka melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 diperlukan kebijakan penanganan

dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Pemberian Piagam Kesetiakawanan Sosial Nasional kepada Karang Taruna,