• Tidak ada hasil yang ditemukan

- BAB III - TINJAUAN TEMA. Dalam pembangunan Mix use ini kami mengambil tema konsep Arsitektur Modern.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "- BAB III - TINJAUAN TEMA. Dalam pembangunan Mix use ini kami mengambil tema konsep Arsitektur Modern."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

- BAB III -

TINJAUAN TEMA

3.1 Pengertian Umum 3.1.1 Arsitektur modern

Dalam pembangunan Mix use ini kami mengambil tema konsep Arsitektur Modern.

Modern berasal dari kata latin modo , yang berarti “ barusan”

• Adalah hasil pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih

“manusiawi” yang ditrapkan pada bangunan.

• Adalah totalitas daya, upaya dan karya dalam bidang arsitektur yg dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, progresip, hebat dan kontemporer sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya.

• Adalah arsitektur yang ilmiah sekaligus artistik dan estetik, atau arsitektur yang artistik & estetik yang dapat dipertanggungkan secara ilmiah.

Marina City and IBM Plaza (Chicago ), Trelic Tower ( London) (WWW.Google.Arcitect Modern)

(2)

Arsitektur modern dicirikan oleh penyederhanaan bentuk dan penciptaan hiasan

dari struktur dan tema bangunan.. Varian pertama yang dikandung pada awal abad ke-20.. Arsitektur modern diadopsi oleh banyak berpengaruh arsitektur arsitek dan pendidik, tetapi sangat sedikit "bangunan modern" yang dibangun pada paruh pertama abad ini.. mendapatkan popularitas setelah Perang Dunia II dan menjadi gaya arsitektur yang dominan untuk kelembagaan dan gedung-gedung perusahaan selama tiga dekade.

Karakteristik yang tepat dan asal-usul dari arsitektur modern masih terbuka untuk interpretasi dan perdebatan.

Arsitektur modern biasanya dicirikan oleh:

Adopsi dari prinsip bahwa bahan-bahan dan persyaratan fungsional menentukan hasil.

Adopsi dari mesin estetika.

Penekanan dari garis horisontal dan vertical.

Ciptaan hiasan menggunakan struktur dan tema bangunan, atau penolakan terhadap ornamen.

Suatu penyederhanaan dan penghapusan bentuk "tidak perlu detail"

Adopsi dari struktur diungkapkan .

Form follows function.

Perancangan kali ini kami mengambil konsep Arsitektur modern Futuristik, dimana kami mengembangkan suatu karya yang bebas dengan mengikuti perkembangan jaman, yang melihat perkembangan arsitektur ke depan tanpa meninggalkan ciri khas awalnya.

Semua perancangan mengikuti perkembangan jaman dalam pemilihan design, material, interior dan struktur bangunan yang merubah bangunan yang kuno menjadi menyatu dengan bangunan modern ke masa yang akan datang.

(3)

3.1.2 Modernisasi

3.1.2 .1 Pengertian Modernisasi

Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.

Jadi, Modernisasi adalah Proses yang ditempuh untuk sampai atau menuju periode waktu “ masa kini “ tersebut, atau modernisme dalam pengertian kultural atau suprastruktural mencakup juga periode yang sama di awal 1990-an – fase pertama yang heroik dari eksperimentasi modernis dalam literatur , musik , seni visua; dan arsitektur.

Istilah modernisasi, telah dipakai untuk menyatakan adanya perubahan sosial yang besar. Tapi istilah tersebut tidak sederhana untuk dipahami artinya secara harpiah.

3.1.2.2. Pendapat Para Ahli Tentang Modernisasi

Ada bebarapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi yaitu:

a.Astrid S. Susanto

Modernisasi ialah kesempatan pembangunan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan.

b.Koentjaningrat

Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.

c.Wilbert E Moore

Modernisasi adalah suatu kehidupan bersama yang tradisional dalam arti teknologi serta organisasi sosial kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menandai Negara-negara barat yang stabil.

(4)

menyimpulkan bahwa Modernisasi adalah suatu proses perubahan sikap warga negara untuk hidup sesuai tuntutan zaman, dimana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern. Orang cenderung mengartikan modernisasi sebagai westernisasi terutama pada sikap pera pelakunya yang cenderung selalu meniru secara mutlak pengaruh barat yang masuk. jika orang tidak mengikuti cara ini, orang itu akan dianggap tidak modern walaupun banyak pengaruh barat yang masuk tidak cocok untuk ditiru bangsa kita. tidak sedikit orang beranggapan modernisasi sebagai suatu bentuk kebebasan yang tidak lagi menghiraukan norma-norma yang masih melekat pada suatu masyarakat.

3.1.2. 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modernisasi

Faktor – factor yang mempengaruhi Modernisasi adalah sebagai berikut

a. Adanya penemuan, perkembangan, serta penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Perkembangan di bidang politik dan ideologi demokratis

c. Kemajuan di bidang perekonomian dengan penerapan sistem efisiensi dan produktivitas.

(sumber : E:\brows\J E L L E Q D E S I G N_ ARSITEKTUR MODERN.mht)

3.1.2.4. Gaya modern

Gaya modern adalah gaya yang simple,bersih,fungsional,stylish,trendy,up- to-date yang berkaitan dengan gaya hidup modern ditopang oleh kemajuan teknologi ,dimana banyak hal yang sebelumnya tidak bisa dibuat dan didapat menjadi tersedia bagi banyak orang.

Dalam gaya hidup modern,masyarakat didalamnya cenderung menyukai hal-hal yang mudah dan cepat,karena berbagai alat dibuat secara industrial untuk kemudahan manusia.sifat dasar gaya hidup modern adalah tuntutan untuk bergerak dan melakukan segala sesuatu dengan lebih cepat,yang didukung oleh teknologi dan industrialisasi.

(5)

Teknologi dikembangkan untuk membuat pekerjaan dan kehidupan sehari- hari lebih cepat dan mudah,misalnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan manusia berkomunikasi menggunakan alat semacam telepon dan komputer.

Kualitas dan kecepatan menjadi hal yang penting dalam gaya hidup modern sehingga terdapat kecenderungan untuk melihat nilai benda-benda berdasarkan besar fungsi atau banyaknya fungsi benda tersebut serta berdasarkan kesesuaian dengan gaya hidup yang menuntut serba cepat,mudah dan fungsional .

(sumber : wikipedia.org/wiki/modern_architect)

3.2. Candranaya antara kejayaan masa lalu dan kenyataan sekarang

Apabila dilihat dari kondisi lapangan yang ada ,lahan ini mrmpunyai keunikan karena didalamnya terdapat suatu bangunan bersejarah yang dilindungi oleh Monumente Ordonante tahun 1931 nomor 238,yang kemudian diperkuat dengan keputusan Mentri P dan K nomor 0128-M-1988 tanggal 27 februari 1988 .Monumente ordonentie 1931 berisi tentang penetapan beberapa gedung , musium, negara. Berdasarkan undang-undang nomor 5-1992 tanggal 21 maret 1992 tentang benda cagar budaya maka pada tingkatan daerah diterbitkan keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor475-1993 tanggal penetapan-penetapan bangunan bersejarah sebagai Benda Cagar Budaya.Pada SK Gubernur KDH DKI Jakarta tertanggal 29 maret 1993 Gedung candranaya termasuk dalam daftar bangunan cagar budaya

Tampak candranaya saat ini , yg bangunan bagian samping dan lantai 2 bagian belakang sudah tidak ada, karena terkena proyek apartemen Gambar 2.

(6)

diwilayah DKI jakarta kotamadya jakarta barat dengan no urut 30. (hal ini merupakan penyempurnaan keputusan gubernur DKI CB 11/1/12/27 tertanggal 10 januari 1972,dimana gedung candranaya ditetapkan sebagai cagar budaya yang ditanda tangani oleh PJS Gubernur DKI Ali Sadikin dengan tembusan antara lain oleh Presiden Republik Indonesia .Mentri dalam negeri dan Mentri pendidikan dan kebudayaan.Dengan adanya bangunan candranaya yang ketinggian peilnya jalan yang ada didepannya berkisar antara 50 cm serta mempunyai historis yang tinggi dan ditunjang dengan keluarnya izin membangun mix-use pada lahan tersebut merupakan hal yang sangat aneh ,sehingga dalam pelaksanaanyapun mempunyai perlakuan konservasi yang sangat istimewa .

A. Besaran Lahan :

Dahulunya mempunyai besaran lahan : sekitar 2,4 ha denga batasan lahan, utara pertokoan ,Selatan pertokoan ,timur jalan gajah mada ,barat : perkampungan . Pada saat mulai pendataan tahun 1994 bangunan

belakang 2 lantai sudah tidak ada .

B.Kolam teratai :

Mempunyai lahan yang cukup luas didepannya terdapat jalan besar yang dilalui sungai pada depan dan belakang rumah terdapat taman yang cukup luas pada taman belakang terdapat kolam taman teratai yang sekarang sudah tidak ada lagi.

Denah Gedung Candranaya

Gambar 3. Gambar 4. Gambar Tampak Gedung

Candranaya

(7)

C.Ruang-ruang dalam :

Bangunan rumah sang mayor dibagi menjadi beberapa bagian yaitu : 1. Ruang umum untuk menerima tamu

2. Ruang semi privat dimana tamu akrab dapat mengikuti sembahyang 3. Ruang privat /pribadi sebagai tempat hunian untuk keluarg

4. Ruang service berupa dapur ruang untuk selir dan anak-

5. Countryard.( untuk memisakhan rg tamu yang terletak didepan dan ruang untuk sembahyang dibelakangnya

3.2.1. Obyek dan Daya Tarik Candranaya

Sedangkan pengertian obyek dari candranaya ini akan direvitalisasi supaya bangunan candranaya akan terangkat dengan dibangunnya mixed-use Mall

& Apartemen yang modern.Dengan aturan konservasi dan bisnis menjadi seimbang .dan akan direvitalisasi bangunan Candranaya menjadi ; pusat kebudayaan cina yang begitu berpariatif umumnya menjadi daya tarik pengunjung Mall & Apartemen ini :

a) Akan adanya tempat pameran-pameran kebudayaan cina.

b) Konsultasi Fengshui atou Rajah Tangan dan sekte topi hitam.

c) Adanya ciri khusus yang bersifat langka diantara Mall & Apartemen modern.

d) Adanya sarana penunjang lainnya.

e) Tempat hang out yang nyaman dan modern ditengah bangunan tua dan langka yaitu Candranaya.

Gambar 6.

(8)

”Revitalisasi adalah kegiatan pemugaran yang bersasaran untuk mendapatkan nilai tambah yang optimal secara ekonomi , sosial dan budaya ” 8)

Gambar Ruang dan ornamen Candranaya

Ornamen di atas pintu (lengkung (Dok Pribadi )

pintu lengkung (Dok. 1995 )

R. Semi Privat untuk Sembahyang (Dok Pribadi )

Kuda2x atap –dgn ornament, kecapi, papan catur, dan gulungan lukisan Skylight (Dok Pribadi )

R. Semi Privat tengah dengan tiang2x kayu (Dok Pribadi ) plafon dgn lukisan ornament pada

kamar tidur (Dok Pribadi )

Teras depan dgn lampion2x (Dok Pribadi )

Pa kua, ornament pada handle pintu sebagai penolak bala (Dok Pribadi )

(9)

3.2.2. Ragam hias ornamen bangunan candranaya a. Atap melengkung

struktur yang paling istimewa pada rumah istimewa pada rumah sang mayor pada sisusunan rangka atapnya yang disebut ‘Tau-kung”seperti rumah cina lainnya.

b. Jendela bulan

pintu-pintu utama di rumah sang mayor disusun menurut garis sumbu utama ,oleh karenanya antara pintu dengan pintu yang lain akan terletak berhadapan pintu-pintu tersebut mempunyai dua daun pintu yang diatasnya dihiasi oleh hiasan cina.

c. Dinding struktural

Tidak ada struktur lain yang lebih unik dibanding atap tadi ,rumah sang mayor memakai dinding sebagai struktur oleh karenanya dindingnya berukuran 30 cm,dan kolomnya mengikuti kelipatan 3,6,9 kolom yang ada selalu menyatu dengan struktur atap.

Gambar 7.

Gambar 8.

(10)

d. Ragam hias penolak bala

Pa Kua adalah hiasan yang terletak di pintu utama berfungsi sebagai pengetuk pintu seperti pada rumah-rumah kuno pada umumnya benda ini berbentuk segi delapan .Pa Kua menggambarkan empat penjuru mata angin dan empat penjuru sekundernya ,Pa Kua dianggap mempunyai kekuatan mengusir roh jahat dan ancaman bagi seisi rumah terbuat dari besi yang dicat warna emas.

e. Jamur linchi

hiasan ini terdapat pada penutup pintu utama menjadi bagian pada ornamen Pa kua dan menghiasi anggota tambahan dibagian atas kuda- kuda,selain itu ada juga pada panel-panel pintu ,jamur itu melambangkan umur yang panjang.

Gambar 9. Pa kua atau Penolak bala

Gambar 10. Jamur Linchi

(11)

f. Buku, papan catur, kecapi, gulungan lukisan

Ragam hias ini terdapat pada balok dibawah kuda-kuda (skylight) dan teras depan melambangkan seorang pemilik rumah seorang cendikiawan dan kayaraya.

g. Makhluk surgawi

Hiasan naga terdapat pada kuda-kuda menghadap utara selatan panel- panel diatas ruang-ruang sembahyang .

3.3 Kronologis pembangunan mixuse

Dengan diizinkannya dibangun bangunan mixuse yang mengelilingi ,otomatis berbagai macam kebijakan akhirnya akan selalu diada-ada kan sebab melihat dari sempitnya lahan sebetulnya sangat memaksa kalo diatasnya berbagai macam bangunan akan berdiri disana .untuk sampai pada tujuan pembangunan tersebut maka berbagai macam instensif diberikan oleh pemerintah,antara lain :

Gambar 11.

Gambar 12.

(12)

1. Pembongkaran bangunan belakang 2 lantai,dengan alasan bangunan tersebut dibangun dibelakang (tidak berbarengan dengan bangunan induknya)

2. Supaya alat-alat berat dapat masuk ke lahan bagian belakng (dalam proses pembangunan apartement) maka bangunan sayap kanan dan kiri serta bangunan belakang boleh dibongkar dahulu .semua elemen bangunan disimpan digudang dengan catatan kalau pembangunan struktur apartemen sudah selsai ketiga bangunan tersebut akan dibangun kembali.

3. Untuk menambah luas ruang komersial maka diatas bangunan sayap kanan dan kiri dibangun pertokoan dan itupun diizinkan pula dengan catatan bangunan tersebut tersebut berupa struktur portal sehingga tidak mengganggu banguanan sayap kanan dan kiri.

4. Setelah diadakan perhitungan yang matang pemilik merasa keberatan dengan harga struktur portal tersebut .akhirnya permintaan untuk menanam dua kolom disetiap sisipun diizinkan ,sehingga bangunan sayap kiri dan kanan tersebut atapnya akan terterobos oleh kolom raksasa tersebut.

5. Hal berikut yang terjadi adalah pada awalnya bangunan candranaya tidak tertutup bangunan apapun didepannya .akan tetapi kembali akan kebutuhan akan efektifitas ruang komersial yang dikehendaki akhirnya diperbolehkan didepan bangunan candranaya dibangun bangunan hotel yang mengantung sehingga candranaya apabila dilihat dari depan seperti ada bingkainya.

6. Masalah lain timbul yaitu kebutuhan akan ruang parkir sehingga dibawah hotel dibikin basement .Pada saat raam pada bangunan mulai dibangun muncul masalah baru yaitu ketinggian lantai basement kurang memenuhi persaratan sehingga halaman bangunan candranaya dicor beton setinggi 1.20 cm tersebut seperti terbenam ,jadi harapan candranaya sebagai point of interest dilokasi tersebut musnah sudah.

(13)

3.3.1 Kronologis pembongkaran dan pelaksanaan konservasi yang telah dilakukan .

1. Melakukan survei awal Pertama kali pekerjaan yang dilakukan adalah melakukan survei awal keseluruh site dan bangunan candranaya sehingga penelitian mempunyai gambaran umum tentang berbagai hal dan kendalanya yang nanti akan dihadapi.

1. Melakukan pengukuran site dan bangunan setelah program kerja disepakati mulai melakukan dsecara rinci baik mengenai peil site maupun pengukuran sitenya sendiri terhadap as jalan ,setelah itu dilakukan pengukuran rinci terhadap bangunan baik pertikal maupun horisontal.

2. Melakukan pendataan setelah pengukuran selsai diadakan pendataan secara item elemen yang berada disetiap ruang dengan cara memberikan kode-kode tertentu .selain itu juga memberikan keterangan tentang kapan elemen tersebut didata ,oleh siapa, selain itu bagaimana kondisi dari elemen tersebut.

3. Membuat laporan ,laporan dibuat sesuai dengan format laporan ilmiah . 4. Pelaksanaan konservasi aktif melakukan pembongkaran bangunan

gazebo yang berada diantara bangunan inti dan bangunan belakang . ( Gambar Di lembar berikutnya )

3.3.2 Usulan Awal penggunaan Bangunan Candra Naya

Bangunan Candra naya akan dimanfaatkan sebagai galeri dan reataurant yang banyak digemari masyarakat seperti Seafood atau yang lainnya sehingga area tersebut akan banyak dikunjungi masyarakat. Artinya dengan mempertahankan bangunan Candra Naya, sebagai bangunan cagar budaya terbukti dapat bermanfaat dan dapat menghidupi dirinya sendiri.

Tapi dalam hal ini kami ingin mengubah candranaya menjadi sebuah galeri China Tionghoa, yang didalamnya terdapat sejarah Chandranaya dari masa lalu hingga sekarang sampai akhirnya diputuskan oleh pemerintah sebagai bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan dan dipertahankan.

(14)

3.3.3. Gedung Candranaya saat ini dengan sisa- sisa yang masih bertahan

Gambar samping kanan bangunan candranaya Gambar belakang bangunan candranaya Gambar samping kiri

bangunan candranaya

Gambar teras belakang bangunan candranaya

Gambar tampak depan bangunan candranaya

(15)

3.4 Peraturan Pelaksanaan Pelestarian

Pelaksanaan pelestarian terdapat pada BAB IV pasal 15 yang berbunyi :

1. Pelaksanaan pelestarian mencakup kegiatan penataan terhadap kawasan , lingkungan dan bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah

2. Pengendalian lingkungan dan bangunan cagar budaya harus sesuai dengan rencana kota, dan sebaliknya rencana kota harus menunjang pelestarian lingkungan dan bangunan cagar budaya 3. pelestarian lingkungan dan bangunan cagar budaya harus

memperhatikan prinsip-prinsip

4. pemugaran yang meliputi keaslian bentuk, bahan, penyajian dan tat letak dengan memperhatikkan nilai sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Pada pasal 16 berbunyi :

Pelestarian lingkungan cagar budaya Golongan 1 harus mengikuti petunjuk sebagai berikut :

a. Lingkungan dan bangunan tidak boleh dirubah dari aslinya

b. Apabila kondisi fisik lingkungan uruk dan rusak dapat dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali sama sepeti semula sesuai dengan aslinya dengan menggunakan bahan/komponen yang sama/sejenis atau memiliki karakter yang sama.

Pada pasal 17 berbunyi :

Plestarian lingkungan cagar budaya golongan 2 dilaksanakkan denagn ketentuan sebagai berikut :

a. Penataan lingkungan dilakukan dengan tetap mempertahankan keaslian unsur-unsurlingkungan serta arsitektur bangunannya yang menjadi cri kawasan

b. Apabila kondisi fisik mengalami kerusakkan dan atau kemusnahan maka dimungkinkandilakukan pembangunan baru

(16)

c. Dimungkinkan dilakukannya adaptasi terhadap fungsi-fungsi baru sesuai rencana kota tanpa mengurangiketentuan pada pada huruf (a) pada pasal ini

d. Pelestarian bangunan cagar budaya yang berada dilingkungan ini harus mengikuti ketentuan pemugaran bangunan cagar budaya dengan golonagan yang lebih tinggi dan atau terbanyak jumlahnya

Pada pasal 18 berbunyi :

Pelestarian lingkunagn cagar budaya golongan 3 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Penataan lingkungan dapat dilakukan dengan penyesuaian- penyesuaian terhadap rencana kota dengan tidak mengurangi unsur keaslian terutama yang menjadi ciri khas kawasan

b. Dimungkinkan adanya pembangunan baru sesuai ketentuan pada huruf (a) pada pasal ini

c. Pemugaran bangunan cagar budaya di lingkungan ini harus mengikuti ketentuan pemugaran bangunan cagar budaya sesuai golongannya

3.5 Sarana Mall & Apartemen dan Candranaya

Sarana Mix use Mal, Apartemen dan bangunan bersejarah candranaya yang saling menunjang menjadi satu kesatuan karya arsitek yang terpadu.

Candranaya a. Galeri b. Restaurant c. Taman d. Kuil e. Gazebo

f. Pusat Budaya China Tionghoa

(17)

Mall

a. Anchor tenant besar b. Anchor tenant kecil c. Retail

d. Restaurant dan food court e. Time zone

f. Auditorium utama

Apartemen a. Jogging Track b. Swimming Fool c. Fitness Center d. CCTV

e. Kid play ground f. Lounge

g. Function hall h. Cafetaria

Gambar

Gambar 3.  Gambar 4.  Gambar Tampak Gedung
Gambar  Ruang dan ornamen Candranaya
Gambar 10.  Jamur Linchi
Gambar samping kanan  bangunan candranaya Gambar belakang bangunan candranaya Gambar samping kiri

Referensi

Dokumen terkait

Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang

Konsekuensi dari pendekatan bentuk adalah fungsi di dalamnya harus memiliki luasan yang disesuaikan dengan bentuk yang sudah ada. Atau sebaliknya, luasan ditentukan

Adapun isi laporan penggunaan peralatan adalah catatan dari pemakaian peralatan utama maupun perlatan bantu selama proses pekerjaan persiapan sampai kegiatan

Tujuan perkawinan dalam Islam adalah untuk memenuhi tuntutan hajat tabiat kemanusiaan, berhubungan antara laki-laki dan perermpuan dalam rangka mewujudkan suatu

Resilience Membangun keterkaitan dan manfaat antarkota dan desa-kota Membangun IDENTITAS PERKOTAAN INDONESIA berbasis karakter fisik, keunggulan ekonomi, budaya lokal Kota

Magnet permanen adalah suatu bahan yang dapat menghasilkan medan magnet yang besarnya tetap tanpa adanya pengaruh dari luar atau disebut magnet alam karena memiliki sifat

– Termasuk ke dalam kelompok ini adalah valve yang dirancang untuk mayoritas aplikasi yang umum:.. • Lower-pressure: ANSI Class 150

Data rendemen tebu memiliki ragam yang berbeda-beda tiap waktu tanam atau tidak homogen sehingga terindikasi ada perlakuan yang memberikan pengaruh berbeda. Berbeda dengan