• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019

DINAS KEBUDAYAAN KABUPATEN BANTUL

(2)

Dinas Kebudayaan

kabupaten Bantul

(3)

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

DINAS KEBUDAYAAN

Alamat : Komplek II Pemerintah Kabupaten Bantul Telp.(0274) 2810756 Web : http//disbud.bantulkab.go.id, Email : [email protected]

KATA PENGANTAR

Amanat Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah untuk menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah. Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah dan Entitas Akuntansi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul juga berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Sehubungan dengan Laporan Keuangan ini, perlu diinformasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Laporan Realisasi Anggaran memberikan informasi tentang realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan.

2. Neraca menyajikan informasi tentang posisi aset, persediaan, kewajiban, dan ekuitas Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Per 31 Desember 2019

3. Catatan Atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap tentang hal-hal yang termuat dalam laporan keuangan. Catatan Atas Laporan Keuangan meliputi uraian tentang kebijakan fiskal, kebijakan akuntansi, dan penjelasan pos-pos laporan keuangan, daftar rinci atau uraian atas nilai pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan N eraca.

Kami menyadari bahwa laporan keuangan per 31 Desember 2019 ini masih belum sempurna, untuk itu dimohonkan tanggapan, saran dan kritik yang membangun dari pengguna laporan keuangan ini. Ke depan kami akan terus berupaya untuk dapat menyusun dan menyajikan laporan yang tepat waktu dan akurat sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta dapat meningkatkan akuntabilitas publik.

Bantul, 31 Desember 2019

Kepala

Nugroho Eko S.S.Sos.MM NIP. 197112301991011001

(4)

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

DINAS KEBUDAYAAN

Alamat : Komplek II Pemerintah Kabupaten Bantul Telp.(0274) 2810756 Web : http//disbud.bantulkab.go.id, Email : [email protected]

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul yang terdiri dari : (a) Neraca, (b) Laporan Realisasi Anggaran, dan (c) Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2019 sebagaimana terlampir adalah merupakan tanggung jawab kami.

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Bantul, 31 Desember 2019 Kepala

Nugroho Eko S.S.Sos.MM NIP. 197112301991011001

(5)

Sistematika CALK

Bab I Pendahuluan

1.1 Maksud dan Tujuan penyusunan laporan Keuangan 1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 1.3 Sistematika Penulisan CALK

Bab II Ekonomi Makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD

2.1 Ekonomi Makro 2.2 Kebijakan Keuangan

2.3 Indikator Pencapaian target kinerja

Bab III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan

3.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan

3.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

Bab IV Kebijakan Akuntasi

Bab V Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan

Bab VI Penjelasan atas informasi-informasi Non Keuangan

Bab VII Penutup

(6)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

Penyusunan Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai Organisasi Perangkat Daerah dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang relevan kepada stakeholder, mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan di Dinas kebudayaan Kabupaten Bantul selama satu periode pelaporan. Penyusunan Laporan Keuangan ini juga merupakan wujud pelaksanaan kewajiban dalam melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada satu periode pelaporan dalam rangka :

a. Akuntabilitas pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan, dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik;

b. Membantu para pengguna laporan keuangan, untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul selama satu periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban dan ekuitas dana yang dikelola Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul untuk kepentingan masyarakat;

c. Transparansi dalam memberikan informasi keuangan kepada seluruh masyarakat, berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuk dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan.

Adapun tujuan penyusunan Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Tahun 2018, adalah :

a. Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan;

b. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi dalam kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul sebagai entitas akuntansi serta hasil-hasil yang telah dicapai;

c. Menyediakan informasi mengenai bagaimana Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai entitas akuntansi mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya;

(7)

d. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan

Pelaporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan pemerintah, yaitu :

a. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, khususnya bagian yang mengatur keuangan Negara;

b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

c. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara;

d. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

e. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah;

f. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

g. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang P edoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

h. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

1.3 Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan

Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2003, yang dibagi ke dalam tujuh bab sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Bab ini berisi penjelasan mengenai maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan, landasan hukum penyusunan laporan keuangan, dan sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan.

Bab II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian Target Kinerja APBD

Bab ini memuat penjelasan mengenai makro ekonomi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, perubahan anggaran yang dilakukan pada Dinas Kebudayaan

(8)

Kabupaten Bantul, realisasi keuangan dibandingkan periode sebelumnya, dan penjelasan mengenai pencapaian target kinerja Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Bab III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan

Bab ini memuat ikhtisar realisasi pencapaian efektifitas dan efisiensi program dan kegiatan serta kendala dan hambatan dalam pencapaian kinerja tersebut.

Bab IV Kebijakan Akuntansi

Bab ini memuat mengenai entitas akuntansi pelaporan keuangan daerah, informasi mengenai basis akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, informasi mengenai penerapan kebijakan basis pengukuran atas penyusunan pos-pos laporan keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah.

Bab V Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan

Bab ini memuat rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos laporan keuangan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Bab VI Penjelasan atas Informasi-Informasi non Keuangan

Bab ini berisi informasi tentang hal-hal yang belum diinformasikan dalam bagian manapun dari laporan keuangan.

Bab VII Penutup

Memuat uraian penutup yang dapat berupa simpulan-simpulan penting tentang laporan keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

(9)

BAB II

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

2.1. Ekonomi Makro

Secara umum kondisi ekonomi makro menunjukkan pertimbangan -pertimbangan secara ekonomi dan strategis yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dalam rangka pengembangan kebudayaan di Kabupaten Bantul, dengan melihat pada aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi baik dalam skala lokal, regional, nasional dan internasional.

Hal tersebut di atas diwujudkan dalam Rencana Strategis Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Berdasarkan Renstra inilah kebijakan dan alokasi penganggaran selanjutnya dituangkan dalam APBD. Adapun Renstra Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai landasan dalam penetapan program kegiatan dalam skala tahunan dalam konteks ekonomi makro adalah sebagai berikut.:

VISI

Terwujudkan masyarakat Kabupaten bantul yang sehat cerdas dan sejahtera .berdasarkan nilai-nilai keagamaan .kemanusiaan dan kebangsaan dalam wadahNegara kesatuan republik Indonesia ( NKRI ).”

MISI

Mewujudkan kesejahteraan masyarakat difokuskan pada percepatan pengembangan perekonomian rakyat dan pengentasan kemiskinan meningkatkan kwalitas meningkatnya pemberdayaan dan perlindungan. Perlindungan budaya daerah pengembangan dan pemanfaatan kesenian nilai nilai tradisi dan budaya serta peningkatan kualitas pelestarian warisan budaya

TUJUAN

Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi. Tujuan pembangunan Kebudayaan Kabupaten Bantul yang hendak dicapai oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:

“Menngkatkan kualitas perlindungan,pengembangan dan pemanfaatan kesenian ,nilai-nilai tradisi dan budaya serta peningkatan kualitas pelestarian warisan budaya

(10)

SASARAN

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dalam jangka waktu tahunan. Dalam rencana pembangunan lima tahunan ini, sasaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul antara lain:

1. Meningkatnya perlindungan,pengembangan dan pemanfaatan seni dan budaya 2. Meningkatkan kualitas pelestarisan warisan budaya

KEBIJAKAN

1. Pelestarian dan pengembangan Seni Budaya 2. Pelestarian Sejarah,bahasa dan Sastra 3. Rehabilitasi Cagar Budaya

4. PenghargaanTerhadap Pelestarian budaya

5. Pengembangan kerjasama Antar Lembaga dan Antar Pemerintah 6. Pengembangan basis data potensi budaya

7. Pengembangan Dokumentasi Karya Seni

PROGRAM

Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis, dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan.

Program yang Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul pada Tahun 2019 adalah:

a. Pelayanan Administrasi Perkantoran;

b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;

c. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

d. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuang an e. Pengembangan Nilai Budaya

f. Pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya g. Pengelolaan warisan Budaya tak Benda

h. Pengelolaan Warisan Budaya Benda

2.2 Kebijakan Keuangan

Kebijakan keuangan yang ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul pada tahun 2019 juga mengikat dan dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai entitas akuntansi, meliputi hal-hal sebagi berikut:

➢ Pengelolaan Keuangan Daerah mengacu pada azas umum pengelolaan keuangan yaitu tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan;

(11)

➢ Jumlah yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap jenis Belanja;

➢ Semua transaksi keuangan daerah baik penerimaan daerah maupun pengeluaran daerah dilaksanakan melalui kas daerah;

Secara umum kebijakan keuangan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul meliputi:

1. Belanja

Anggaran Belanja Daerah untuk Dinas KebudayaanTahun Anggaran 2019 adalah sebesar Rp 9.225.866.405,-, terdiri dari Belanja Tidak langsung sebesar Rp 2.326.752.737,- dan Belanja Langsung sebesar Rp 6.899.113.668,-.

Realisasi anggaran belanja daerah sampai dengan 31 Desember 2019 pada Dinas Kebudayaan meliputi Belanja Tidak Langsung dari anggaran Rp.

2.326.752.737,- terealisir sebesar Rp 2.232.300.206,- atau 95.94%. Belanja Langsung dari anggaran Rp 6.899.113.668,- terealisir sebesar Rp 6.762.274.328,- atau sebesar 98,02 %, terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 221.325.000,- Belanja Barang/Jasa sebesar Rp 6.376.985.328,- dan Belanja Modal sebesar Rp 163.964.000,-

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD

Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai bagian fungsi Pelayanan Umum Pemerintah berusaha agar dapat mewujudkan target kinerja sebagi berikut:

• Indek Pembangunan Kebudayaan

(12)

BAB III

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kineja Keuangan

Pencapaian target kinerja keuangan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2019 dapat diuraikan sebagai berikut:

Belanja

Secara garis besar komposisi anggaran belanja Dinas Kebudayaan dalam APBD Kabupaten Bantul Tahun 2019 terdiri dari :

1. Belanja Tidak Langsung sebesar 25 % dari keseluruhan Anggaran Belanja Daerah Tahun 2019 yaitu sebesar Rp 9.225.866.405,- dan terealisir sebesar Rp 2.232.300.206 atau 95.94%. %

2. Belanja Langsung sebesar 75% dari keseluruhan Anggaran Belanja Daerah Tahun 2019 yaitu sebesar Rp 9.225.866.405,- dan terealisir sebesar Rp 6.762.274.328,- atau sebesar 98,02 %.

Anggaran Belanja Langsung didalamnya meliputi : - Belanja Pegawai : Rp 232.965.000 - Belanja Barang dan Jasa : Rp 6.498.173.668.

- Belanja Modal : Rp 167.975.000

Realisasi Tahun Anggaran 2019 untuk masing-masing komponen Belanja Langsung terdiri dari :

- Belanja Pegawai : Rp 221.325.000 atau 95%

- Belanja Barang dan Jasa : Rp 6.376.985.328,- atau sebesar 98.14%

- Belanja Modal : Rp 163.984.000,- atau 97,61%

Pembiayaan

Tidak terdapat pembiayaan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul pada Tahun 2019

Secara lebih detail gambaran realisasi pelaksanaan dan belanja program kegiatan sampai dengan 31 Desember 2019adalah sebagai berikut :

(13)

NO URAIAN JUMLAH ANGGARAN

JUMLAH SPJ

(LS+UP/GU/TU) KET s.d tgl 31 -12-2018

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1 Gaji Pokok PNS 1.768.375.040,00 1.743.281.380,00 2 Tunjangan Keluarga 195.937.046,00 178.682.102,00 3 Tunjangan Jabatan Struktural 164.655.000,00 144.990.000,00 4 Tunjangan Fungsional 3.600.000,00 2.160.000,00 5 Tunjangan Fungsional Umum 61.480.000,00 51.905.000,00 6 Tunjangan Beras 103.560.600,00 88.786.920,00 7 Tunjangan PPH/Tunjangan Khusus 12.131.811,00 8.115.754,00 8 Pembulatan Gaji 36.840,00 25.762,00 9 Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja 4.244.100,00 3.588.311,00 10 Iuran Jaminan Kematinan 12.732.300,00 10.764.977,00

JUMLAH BELANJA TIDAK

LANGSUNG 2.326.752.737,00 2.232.300.206,00

NO URAIAN ANGGARAN

SETELAH PERUBAHAN

JUMLAH TOTAL SISA ANGGARAN

BELANJA LANGSUNG

A. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 1 Keg. Penyediaan Jasa, Peralatan, dan Perlengkapan Kantor

1 Honor pengelolaan Keuangan dan Barang

30.540.000 30.540.000 0

2 Terbayarnya Honorium pegawai honor/tidak tetap

163.200.000 162.500.000 700.000

3 Belanja alat tulis kantor 64.711.868 62.996.860 1.715.008 4 Belanja Alat Listrik dan

Elektronik

10.343.640 10.318.000 25.640

5 Pembayaran belanja Matera dan benda Posi

3.300.000 3.300.000 0

6 Belanja Telepon 10.800.000 6.347.390 4.452.610

7 Belanja Listrik 840.000 657.706 182.294

8 Belanja Surat Kabar 2.760.000 2.436.000 324.000

(14)

9 Belanja Publikasi 21.440.000 20.000.000 1.440.000 10 Belanja Pajak Bumi dan

Bangunan

600.000 434.212 165.788

11 Belanja Premi Asuransi Kesehatan

4.608.000 2.795.000 1.613.000

12 Belanja Cetak 11.964.960 11.932.560 32.4000

13 Belanja Penggandaan 12.181.200 12.124.000 57.200 14 Belanja Pajak Bumi dan

Bangunan

600.000 681.792 558.208

15 Belanja Makanan dan minuman pelaksanaan kegiatan

1.925.000 1.925.000 0

16 Belanja Jasa Petugas Lapangan

2.750.000 2.750.000 0

JUMLAH 347.026.668 336.110.603 10.916.065 2 Keg. Penyediaan Rapat-rapat, Koordinasi, dan Konsultasi

1 Belanja makanan dan minum rapat

27.475.000 27.475.000 0

2 Belanja Makan Minum Tamu

4.000.000 375.000 3.525.000

3 Belanja perjalanan Dalam daerah

28.625.000 26.350.000 2.275.000

4 Belanja Perjalanan Luar daerah

335.917.000 314.804.000 21.112.510

JUMLAH 396.017.000 368.004.490 27.012.510 B. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR

1 Keg. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 1 Belanja Modal peralatan

dan mesin Ketik

5.000.000 3.300.000 1.900.000

2 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Kantor

2.550.000 2.400.000 250.000

3 Belanja Modal peralatan dan mesin pengadaan alat pembersih

3.000.000 2.365.000 636.000

(15)

4 Belanja Modal Peralatan dan Mesin – pengadaan personal komputer

63.000.000 62.100.000 - 900.000

5 Belanja Modal Peralatan dan Mesin – pengadaan Personal personal komputer

18.000.000 18.000.000 0

JUMLAH 91.650.000 87.965.000 3.685.000 2 Keg. Pemeliharaan Rumah dan Gedung Kantor

1 Belanja Pemeliharan Gedung dan Bangunan

85.200.000 83.292.500 1.907.100

2 Belanja Jasa Dan Konsultasi 1.800.000 1.800.000 0

JUMLAH 87.000.000 85.092.900 1.907.100

3 Keg. Pemeliharaan Kendaraan Dinas

1 Belanja Jasa Service 13.000.000 12.298.568 701.432.

2 Belanja Penggantian Suku Cadang

17.005.000 16.247.074 757.826

3 Belanja Bahan Bakar minyak/Gas dan Pelumas

218.493.000 218.432.875 80.125

4 Belanja Pajak Kendaraan Bermotor

6.400.000 3.345.300 3.051.700

5 Belanja Assosesoris Kendaraan

2.500.000 2.497.000 300.000

JUMLAH 257.396.000 252.823.817 4.574.183

4 Keg. Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan 1 Belanja Pemeliharan

perlengkapan kantor

49..000.000 46.740.273 2.259.727

JUMLAH 49.000.000 46.740.273 2.259.727 1 D. PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPAORAN CAPAIAN

KINERJA DAN KEUANGAN Keg. Pemutakhiran Data

1 Uang Lembur PNS 4.950.000 4.910.000 40.000-

2 Belanja Cetak 1.755.000 0 1.755.000-

3 Berlanja Penggandakan 590.000 550.000 40.000

4 Belanja Makanan dan Minuman Rapat

3.050.000 2.650.000 200.000

(16)

5 Belanja Makanan dan Minuman Lembur

5.450.000 4.380.000 1.090.000

6 Belanja Jasa dan Konsultasi Penelitian

51.280.000

JUMLAH 67.075.000 63.600.000 3.475.000 2. Keg. Penyusunan capaian Kinerja,keuangan,barang,kepegawaian dan ketatausahaan

1 Belanja Penggandaan 7.767.000 7.767.000 0-

2 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

17.750.000 17.750.000 0

3 Jasa Nara Sumber/Tenaga Ahli

4.000.000 4.000.000 0

JUMLAH 29.537.000 29.537.000 0 E. PROGRAM PENGEMBANGAN NILAI BUDAYA

1. Keg. Pelestarian dan aktualisasi Adat Budaya

1 Honorarium Tim Non PNS 2.975.000 2.975.000 0

2 Belanja Alat Tulis Kantor 250.000 250.000 0

3 Belanja alat- alat/perlengkapan

28.820.000 27.620.000 0

4 Belanja Dokumentasi 182.450.000 176.250.000 5 Belanja Dekorasi 2.300.000 2.000.000 6 Belanja Cetak 50.200.000 49.850.000

7 Belanja Penggandaan 10.470.000 8,150,000 2,320,000 8 Belanja Sewa Meja Kursi 15.225.000 14,725,000 500,000 9 Belanja Sewa Generator 266.000.000 261,970,000 4,030,000 10 Belanja Sewa Tenda 410.400.000 404,146,000 6,254,000 11 Belanja Sewa Pakaian

Adat/Tradisional

235.050.000 228,874,000 6,176,000

12 Belanja Sewa Sound System 399.500.000 391,940,000 7,560,000 13 Belanja sewa peralatan dan

perlengkapan kesenian/lomba

250.250.000 242,750,000 7,500,000

14 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

2.850.000 2,845,000 5,000

15 Belanja Makanan dan Minuman Pelaksanaan

295.500.000 294,367,745 1,132,255

(17)

Kegiatan

16 Belanja Barang yang diserahkan pada Masyarakat

150.000.000 149,550,000 450,000

17 Belanja Barang Untuk hadiah

0 0 0 -

18 Benja jasa pelaku seni Tradisional

2.172.950.000 - -0

JUMLAH 4,520,190,000 4,470,002,745 50,187,255 2 Keg. Pembuatan Film Dokumenter

1 Honorarium Tim Pengadaan Barang Dan Jasa

2,275,000 1,575,000 700,000

2 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

1,400,000 1,400,000 0 -

3 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - Pengadaan Barang- Barang Perpustakaan Film Bergerak dan Rekaman Video

76,325,000 75,999,000 326,000

JUMLAH 80,000,000 78,974,000 1,026,000

F PROGRAM PENGEMBANGAN KERJASAMA PENGELOLAAN KEKAYAAN BUDAYA Keg.Membangun Kemitraan pengelolaan Kebudayaan antar Daerah

1 Belanja alat-alat perlengkapann

2,500,000 2,500,000 0 -

2 Belanja Penggandakan 400,000 400,000 0 -

3 Belanja sarana mobiltas Darat

12,000,000 12,000,000 0 -

4 Belanja Pakaian Adat /Tradisional

4,000,000 4,000,000 0 -

5 Belanja Makanan dan Minuman Pelaksanaan Kegiatan

1,000,000 1,000,000 0 -

6 Belanja makanan dan minuman Kegiatan

8,000,000 6,000,000 2,000,000

7 Jasa Nara sumber /Moderator/Tenaga Ahli

20,000,000 20,000,000 0 -

JUMLAH 47,900,000 45.900,000 2,000,000

(18)

3. G PROGRAM PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA TAK BENDA Keg,pengembangan Nilai dan geografi Sejarah

1 Honorarium Tim Pengadaan Barang Dan Jasa

1,550,000 800,000 750,000

2 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

2,000,000 1,000,000 1,000,000

3 Belanja Jasa Penyusunan Buku Profil

45,000,000 44,935,000 65,000

JUMLAH 48,550,000 46,735,000 1,815,000 1 Keg. Penyelenggaraan Dialog Kebudayaan

1 Honorarium Pegawai Honorer/Tidak Tetap

300,000 300,000 0 -

2 Belanja alat-alat/perlengkapan 10,500,000 10,279,500 220,500 3 Belanja Transportasi dan

Akomodasi

7,000,000 7,000,000 0 -

4 Belanja Dokumentasi 1,000,000 1,000,000 0 -

5 Belanja Cetak 890,000 890,000 0 -

6 Belanja Penggandaan 1,900,000 1,900,000 0 -

7 Belanja Sewa

Gedung/Kantor/Tempat

1,400,000 1,400,000 0 -

8 Belanja Sewa Meja Kursi 580,000 580,000 0 -

9 Belanja Sewa Sound System 1,000,000 1,000,000 0 -

10 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

3,750,000 3,750,000 0 -

11 Belanja Makanan dan Minuman Pelaksanaan Kegiatan

5,950,000 5,950,000 0 -

12 Jasa Nara

Sumber/Moderator/Tenaga Ahli

6,950,000 6,950,000 0 -

JUMLAH 41,220,000 40,999,500 220,500 2 Keg. Seminar dalam rangaka revitalisasi dan reaktualisasi Budaya Lokal

1 Honorarium Tim Non PNS 13,000,000 13,000,000 0 -

2 Belanja alat-alat/perlengkapan 40,000,000 39,136,000 864,000

3 Belanja Dokumentasi 2,000,000 2,000,000 0 -

4 Belanja Publikasi 800,000 800,000 0 -

(19)

5 Belanja Cetak 2,650,000 2,650,000 0 -

6 Belanja Penggandaan 1,550,000 1,550,000 0 -

7 Belanja Sewa

Gedung/Kantor/Tempat

7,000,000 7,000,000 0 -

8 Belanja Sewa Meja Kursi 1,200,000 1,200,000 0 -

9 Belanja Sewa Sound System 3,000,000 3,000,000 0 -

10 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

1,750,000 1,750,000 0 -

11 Belanja Makanan dan Minuman Pelaksanaan Kegiatan

15,750,000 15,750,000 0 -

Jasa Nara

Sumber/Moderator/Tenaga Ahli

26,400,000 26,400,000 0 -

JUMLAH 115,100,000 114,236,000 864,000 4 Keg.Pengembangan Tata Nilai

1 Honorarium Tim Pengdaan Barangdan Jas

525.000 525.000 0

2 Belanja Alat-alat Perlengkapan 6.850.000 6.850.000

3 Belanja Dokumentasi 1.050.000 1.050.000 0

4 Belanja Publikasi 400.000 400.000 0

5 Belanja Cetak 6.000.000 6.000.000 0

6 Belanja Sewa Gedung Kantor/Tempat

2.000.000 2.000.000 0

7 Blanja Makanan danMinuman Rapat

1.800.000 1.500.000 300.000

8 Belanja Makanan dan minuman dalam Pelaksanaan kegiatan

9.625.000 9.625.000 0

9 Belanja jasa Konsultasi /Penelitian

30.000.000 29.975.000 25.000

10 Blanja Jasa

Narasumber/Moderator

8.000.000 6.500.000 1.500.000

11 JasaPeserta

Seminar/simposium/Workshop

7.000.000 7.000.000 0

JUMLAH 73.050.000 71.225.000 1.825.000

3 PROGRAM PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA BENDA

(20)

1 Keg.Sosialisasi pengelolaan warisan Budaya Cagar Budaya 1 Honorarium Tim Pengadaan

Barang Dan Jasa

4,050,000 1,575,000 2,475,000

2 Belanja Alat Tulis Kantor 10,507,000 10,507,000 0 -

3 Belanja alat-alat/perlengkapan 13,500,000 13,500,000 0 -

4 Belanja Dokumentasi 3,500,000 3,500,000 0 -

5 Belanja Publikasi 1,000,000 800,000 200,000

6 Belanja Cetak 2,000,000 2,000,000 0 -

7 Belanja Penggandaan 1,800,000 1,500,000 300,000

8 Belanja Sewa

Gedung/Kantor/Tempat

9,625,000 9,625,000 0-

9 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

30,000,000 29,975,000 25,000

10 Belanja Makanan dan Minuman Pelaksanaan Kegiatan

8,000,000 6,500,000 1,500,000

11 Belanja Jasa Konsultansi Penelitian 7,000,000 7,000,000 0 - 12 Jasa Nara

Sumber/Moderator/Tenaga Ahli

12,450,000 12,450,000 0 -

13 Honorarium Peserta Rapat/Sosialisasi

3,750,000 3,750,000 0 -

14 Belanja Jasa Transport Peserta 18,750,000 18,750,000 0-

JUMLAH 308,400,000 299,611,000 8,789,000

2 Keg. Seminar Pemanfaatan Cagar Budaya 1 Honorarium Tim Pengadaan

Barang Dan Jasa

3,000,000 875,000 2,125,000

2 Belanja Alat Tulis Kantor 1,650,000 1,650,000 0 -

3 Belanja alat-alat/perlengkapan 3,300,000 3,300,000 0 -

4 Belanja Dokumentasi 1,000,000 1,000,000 0-

5 Belanja Publikasi 200,000 200,000 0-

6 Belanja Penggandaan 2,250,000 2,250,000 0 -

7 Belanja Sewa

Gedung/Kantor/Tempat

1,500,000 600,000 900,000

Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

1,000,000 437,500 562,500

Belanja Makanan dan Minuman Pelaksanaan Kegiatan

6,250,000 6,250,000 0 -

(21)

Belanja Jasa Konsultansi Penelitian 100,000,000 97,894,500 2,105,500 Jasa Nara

Sumber/Moderator/Tenaga Ahli

3,150,000 3,150,000 0 -

Honorarium Peserta Rapat/Sosialisasi

5,500,000 5,500,000 0 -

JUMLAH 128,800,000 123,107,000 5,693,000 3 Keg, Rehab Cagar Budaya

1 Honorarium Tim Pengadaan Barang Dan Jasa

6,600,000 1,750,000 4,850,000

2 Belanja Penggandaan 650,000 650,000 0 -

3 Belanja Makanan Dan Minuman Rapat

1,500,000 1,310,000 190,000

4 Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan

138,500,000 135,899,500 2,600,500

5 Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan

125.480.000, 120.076.000,00 5.404.000,00

6 Belanja Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Masyarakat

37.375.000,00 0 37.375.000,

JUMLAH 147,250,000 139,609,500 7,640,500

TOTAL ANGGARAN REALISASI SISA

ANGGARAN 9,225,866,405 8,994,574,534 231,291,871

3.2 Hambatan dan Kendala Dalam Pencapaian Target Yang Telah Ditetapkan

Tidak terdapat hambatan dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program/kegiatan pada Tahun 2019.

.

(22)

BAB IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan Keuangan Daerah

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pemerintah Kabupaten Bantul merupakan entitas pelaporan yang wajib menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban yang berupa Laporan Keuangan, sedangkan Dinas Kebudayaan sebagai Organisasi Perangkat Daerah di wilayah Pemerintah Kabupaten Bantul merupakan entitas akuntansi y ang wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun Laporan Keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.

4.2 Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan

Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pada Dinas Kebudayaan adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas dalam neraca.

4.3 Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan

Basis pengukuran atas penyusunan pos-pos laporan keuangan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bantul adalah sebagai berikut:

a. Kas dan Setara Kas

Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di Bank yang setiap saat digunakan untuk membiayai kegiatan Pemerintah Kabupaten terdiri atas :

• Kas Pemerintah Daerah mencakup kas yang dikuasai, dikelola dan dibawah tanggung jawab Bendahara Umum Daerah, terdiri atas saldo rekening di Kas Daerah, setara kas dan uang tunai yang ada di Bendahara Umum Daerah.

Saldo rekening di Kas Daerah merupakan saldo kas Pemerintah Kabupaten yang berada di rekening Kas Daerah pada Bank-Bank yang ditunjuk oleh Bupati.

Setara Kas, antara lain berupa deposito kurang dari tiga bulan yang dikelola Bendahara Umum Daerah.

• Kas Pemerintah Daerah yang dikuasai dan dibawah tanggungjawab selain Bendahara meliputi Kas di Bendahara Pengeluaran dan Kas di Bendahara Penerimaan.

(23)

Kas di Bendahara Pengeluaran yang merupakan kas yang menjadi tanggungjawab/dikelola oleh Bendahara Pengeluaran berupa sisa UP/TU yang per tanggal neraca belum disetor ke Kas Daerah.

Kas di Bandahara Penerimaan merupakan saldo penerimaan yang bersumber dari pelaksanaan tugas pemerintahan Bendahara tersebut (saldo pungutan yang diterima) yang per tanggal neraca belum disetor ke Kas Daerah.

Kas dicatat sebesar nilai nominal dan dinyatakan dalam nilai rupiah. Jika terdapat kas dalam valuta asing maka harus dikonversi berdasarkan nilai kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal transaksi. Pada akhir tahun kas dalam valuta asing dikonversi ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca.

b. Persediaan

Persediaan adalah aset dalam bentuk barang atau perleng kapan (supplies) yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat dalam waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal pelaporan.

Persediaan dicatat pada akhir tahun periode akuntansi dihitung berdasarkan hasil inventarisasi fisik persediaan (physical inventory taking). Persediaan dinilai dalam neraca :

• Harga pembelian terakhir apabila diperoleh dengan pembelian;

• Harga standar bila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

• Harga/nilai wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi;

c. Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (dua belas) bulan. Investasi jangka panjang dibagi menurut maksud/sifat penanaman investasinya, yaitu nonpermanen dan permanen.

➢ Investasi Nonpermanen

Investasi nonpermanent adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan. Investasi ini diharapkan akan berakhir dalam jangka waktu tertentu, antara lain dalam bentuk dana bergulir, obligasi atau surat utang, penyertaan modal dalam proyek pembangunan.

Dana bergulir dinilai sebesar nilai bersih yang dapat ditagih. Obligasi dinilai sebesar nilai nominal. Penyertaan modal pada proyek pembangunan dinilai

(24)

sebesar biaya pembangunan termasuk biaya perencanaan dan biaya lain dalam rangka penyelesaian proyek sampai proyek diserahkan kepada pihak ketiga.

➢ Investasi Permanen

Investasi permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan. Investasi ini diharapkan tidak akan berakhir dalam jangka waktu tertentu.

d. Aset Tetap

Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian atau seluruh APBD melalui pembelian, pembangunan, hibah atau donasi, pertukaran aset lainnya dan dari sitaan atau rampasan.

Klasifikasi aset tetap yang digunakan adalah;

• Tanah

• Peralatan dan Mesin

• Gedung dan Bangungan

• Jalan, Irigasi dan Jaringan

• Aset Tetap Lainnya

• Konstruksi dalam pengerjaan

Aset tetap diakui pada saat diterima dan kepemilikan berpindah serta dinyatakan dalam neraca dengan harga perolehan. Apabila aset tetap dengan menggunakan harga perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap yang didasarkan pada harga perolehan yang diestimasikan.

Bila harga/biaya perolehan dinyatakan dalam valuta asing, maka nilai rupiah aset tersebut ditetapkan berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada saat perolehan.

Konstruksi dalam pengerjaan adalah aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan, biasanya merupakan aset yang dimaksudkan digunakan untuk operasinal pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Konstruksi dalam pengerjaan dicatat dengan biaya perolehan.

e. Aset Lainnya

Aset lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap , dan dana cadangan.

Aset lainnya terdiri dari:

1. Aset Tidak Berwujud

(25)

2. Tagihan Penjualan Angsuran

3. Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi 4. Kemitraan dengan pihak ketiga

5. Sewa dibayar dimuka 6. Aset lain-lain

Aset lainnya yang diperoleh melalui pembelian dinilai degan harga perolehan.

Dalam hal tagihan penjualan angsuran dari hasil penjualan aset pemerintah, harga perolehan merupakan harga nominal dari kontrak.

f. Kewajiban

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah, Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesial pada tanggal neraca. Kewajiban diklasifikasikan dalam jangka pendek dan jangka panjang;

1. Kewajiban Jangka Pendek

Kewajian jangka pendek merupakan kewajiban yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo kurang dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban terdiri dari:

• Utang Perhitungan Pihak Ketiga

• Utang Bunga

• Bagian Lancar Utang Jangka Panjang.

• Utang Jangka Pendek Lainnya

2. Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban jangka panjang merupakan kewajiban yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelapora n.

Ekuitas Dana

Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih Pemerintah Daerah yang merupakan selisih antara aset dengan kewajiban pemerintah yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar, Ekuitas Dana Investasi, dan ekuitas Dana Cadangan.

Ekuitas Dana L,ancar merupakan selisih antara jumlah nilai Aset Lancar dengan jumlah nilai Kewajiban Jangka Pendek.

(26)

Ekuitas Dana Investasi merupakan selisih antara jumlah nilai Investasi Permanen, Aset Tetap, Aset lainnya (tidak termasuk dana cadangan) dengan jumlah nilai Kewajiban Jangka Panjang.

Ekuitas Dana Cadangan merupakan akumulasi dana yang disisihkan dalam dana cadangan pada asset lainnya guna membiayai kegiatan yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran atau untuk membiayai kegiatan dengan tujuan tertentu.

3. Belanja

Belanja Daerah adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran tertentu yang menjadi beban daerah.

Basis pengakuan biaya adalah basis kas yaitu biaya diakui pada saat terjadi pengeluaran dan diukur sebesar kas yang dikeluarkan.

4.4 Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam standar akuntansi pemerintahan.

Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam standar akuntansi pemerintahan terutama yang menyangkut penilaian aset tetap yang belum sepenuhnya berdasarkan biaya perolehan atau nilai wajar pada saat perolehan serta belum dilakukannya penyusutan terhadap aset tetap.

(27)

BAB V

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

Berdasarkan PP 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pasal 100, Laporan Keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah terdiri dari: (a) Neraca, (b) Laporan Realisasi Anggaran, dan (c) Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2018

Laporan Realisasi APBD merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi dikelola oleh Dinas Kebudayaan pemerintah daerah yang memuat perbandingan antara realisasi pelaksanaan APBD dengan rencana yang tertuang dalam APBD. Dalam hal ini menghitung selisih antara realisasi pendapatan dengan anggaran pendapatan, realisasi pengeluaran dengan anggaran pengeluaran serta menghitung selisih antara realisasi penerimaan daerah dan realisasi pengeluaran daerah pada pos pembiayaan.

5.1. PERINCIAN DAN PENJELASAN POS-POS REALISASI APBD

5.1.1 REALISASI BELANJA

Dari rencana belanja daerah pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul yang tertuang dalam APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 9.225.866.405 realisasinya mencapai Rp 8.994.574.534 atau 97,50%. Adapun perincian dari realisasi belanja daerah pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul adalah sebagai berikut:

1) Belanja Langsung

Belanja langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal. Secara keseluruhan Belanja Langsung dari anggaran sebesar Rp 6.899.113.668,- realisasi TA 2019 sebesar Rp 6.762.274.328,- atau 98,02%, dengan sisa kas yg disetor sebesar Rp 136.839.340,-. Anggaran belanja langsung digunakan untuk kegiatan yang terdiri dari:

(28)

Uraian Anggaran Realisasi % Belanja Langsung Rp 6.899.113.668,- Rp 6.762.274.328 98,03 Belanja Pegawai Rp 232.965.000,- Rp 221.325.000 95.00 Belanja Barang &

Jasa Rp 6.498.173.668 Rp 6.376.985.328 98.14 Belanja Modal Rp 167.975.000 Rp 163.964.000 97.61

TOTAL Rp 6.899.113.668 Rp 6.762.274.328

2) Belanja Tidak Langsung

Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dipakai untuk membayar gaji dan tunjangan PNS di Lingkungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Dari rencana anggaran sebesar Rp 2.326.752.737,- realisasi per 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp 2.232.300.206,- atau 95.94%.

-

(29)

BAB VI

PENJELASAN ATAS INFORMASI – INFORMASI NON KEUANGAN

1. Dalam rangka perampingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang saat ini berganti nama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan penggabungan dan pemecahan dinas terkait demi efisiensi sesuai indikator dari Pemerintah Pusat dan disesuaikan dengan perumpunan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Dilanjutkan dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bantul. Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk perangkat daerah sebanyak duapuluh tujuh (27) Organisasi Perangkat Daerah dari tigapuluh tiga (33) SKPD. Salah satu diantaranya yaitu Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kebudayaan, seperti yang tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 Bab II Pasal 3 huruf (d) Nomor (19). Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dahulu digabung dengan nama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul.

Berdasarkan Peraturan Daerah tersebut, tentu saja berpengaruh terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Pada akhir tahun 2016, Pemerintah Kabu paten Bantul telah melakukan penggabungan dan pemisahan Barang Milik Daerah (BMD) baik berupa Aset Tetap maupun Persediaan. Penggabungan dan pemisahan Barang Milik Daerah tersebut menjadi saldo awal Tahun 2017 bagi Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dengan berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST)

(30)

BAB VII PENUTUP

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul merupakan rangkaian informasi terkini atas kondisi riil aspek keuangan Tahun Anggaran 2019 yang penyusunannya didasarkan pada pedoman yang telah ditetapkan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul.

Catatan Atas Laporan Keuangan Inspektorat Daerah Istimewa Yogyakarta ini struktur penganggarannya mendasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri dalam negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, dan sebagaimana telah diubah Kedua dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, dengan memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan serta Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah .

Sehubungan dengan itu, kami mengharapkan masukan dari berbagai pihak, dengan maksud untuk penyempurnaan dalam penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul untuk periode yang akan datang, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan bimbingan dan meridhoi upaya yang telah kami lakukan dalam rangka ikut menciptakan transparansi dalam pengelolaan keuangan .

Demikian Laporan Keuangan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2019 sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dan dijadikan sebagai laporan konsolidasian Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Bantul, 31 Desember 2019 Kepala Dinas

Nugroho Eko S.S.Sos.MM NIP. 197112301991011001

(31)

LAMPIRAN:

1. SPJ Fungsional Pengeluaran;

2. SPJ Fungsional Pendapatan;

3. Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Tahun 2019;

4. Daftar Register Penerimaan SPPD Tahun Anggaran 2019;

5. Laporan Pajak Bulan Desember 2019;

6. Laporan Realisasi Pajak Januari s/d Desember 2019;

7. Berita Acara Hasil Rekonsiliasi antara Penyusun Laporan Keuangan dengan Pengelola Barang periode 31 Desember 2019;

8. Rekapitulasi Belanja Gaji Tahun 2019;

9. Kartu Inventaris Barang KIB A, B ,C, D dan F per 31 Desember 2019;

10. Buku Inventaris per 31 Desember 2019;

11. Daftar Mutasi Aset Tetap Tahun 2019;

12. Daftar Rekapitulasi Persediaan per 31 Desember 2019;

13. Berita Acara Penghapusan Tahun Anggaran 2019;

14. STS Pengeluaran.

(32)

SURAT KETERANAGAN Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Nugroho Eko S.S.Sos.MM

NIP : 197112301991011001

Pangkat/ Golongan : Pembina Tk I /IV/b

Jabatan : Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul

Menerangkan Bahwa :

1. Aset yang dikelola Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul adalah sebagai berikut :

NO ASET SALDO

1 Tanah Rp. 107.263.000

2 Peralatan dan Mesin Rp. 1.777.373.857 3 Gedung dan Bangunan Rp. 5.571.594.461 4 Aset tetap lainya Rp. 466.270.200

Total Rp. 7.922.501.510

2. Seluruh aset tersebut dikelola dan dimanfaatkan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggara program/ kegiatan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Bantul.06 Maret 2020

Kepala

Nugroho Eko S.S.Sos.MM

Pembina TK I IV/b

NIP. 197112301991011001

(33)

DAFTAR ASET YANG TIDAK DIGUNAKAN TAHUN 2020

NO KODE BARANG NAMA BARANG JUMLAH MERK HARGA SATUAN JUMLAH HARGA TAHUN PEROLEHAN LOKASI KET

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> NIHIL >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Bantul, Desember 2019 Kepala Dianas Kebudayaan

Nugroho Eko S.S.Sos.MM

NIP 197112301991011001

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan umum laporan keuangan daerah adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas

Laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan laporan keuangan daerah

Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan

1 Peningkatan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah % Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah Yang Akuntabel 100% Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah

“Setiap orang yang dengan sengaja memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkap ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian pre eksperimental. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah

Pokok-pokok kebijakan tarif cukai 2013 antara lain: Mempertegas sistem tarif cukai hasil tembakau dengan penerapan tarif cukai full spesifik; mencabut Peraturan

Sebelumnya kami mohon maaf jika isi surat ini kurang berkenan di hati Saudara, mengingat biaya pesanan barang tanggal 1 Oktober 2011 dengan nomor faktur 998077 yang