• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Telkom University merupakan perguruan tinggi swasta yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Kampus ini memiliki 7 Fakultas dengan 34 program studi. Telkom University berdiri sejak tahun 2013 dan saat ini sudah berakreditasi A. Pada 16 Agustus 2019, Telkom University mendapatkan peringkat nomor 1 perguruan tinggi swasta di Indonesia dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Telkom University saat ini memiliki 7 fakultas dengan 37 program studi. Fakultas yang ada di Telkom University yaitu:

1. Fakultas Ilmu Terapan 2. Fakultas Industri Kreatif 3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 4. Fakultas Komunikasi dan Bisnis 5. Fakultas Rekayasa Industri 6. Fakultas Teknik Informatika 7. Fakultas Teknik Elektro

Setiap tahunnya Telkom University menerima kurang lebih 7.000 mahasiswa baru.

Rata-rata usia dari mahasiswa baru Telkom University yaitu 17 sampai 25 tahun.

1.2 Latar Belakang Masalah

Keluarga adalah tempat utama dan akan selalu membantu seseorang selama hidupnya. Keluarga adalah sekelompok orang yang diikat oleh perkawinan atau darah, biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak atau anak-anak. Fungsi dan peranan dari keluarga sangat luas dan beragam, bergantung dari sudut pandang mana dilihatnya. Menurut sudut pandang biologi, keluarga memiliki fungsi untuk

(2)

keluarga memiliki fungsi untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian sehingga bayi yang kecil menjadi anak yang besar yang berkembang dan diperkembangkan seluruh kepribadiannya, sehingga tercapai gambaran kepribadian yang matang, dewasa, dan harmonis. Kemudian dari sudut pandang pendidikan, keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan informal, tempat dimana anak memperkembangkan dan diperkembangkan kemampuan-kemampuan dasar yang dimiliki, sehingga mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki dan memperlihatkan perubahan perilaku dalam berbagai aspeknya seperti yang diharapkan atau direncanakan (Gunarsa, 2016).

Masa remaja menurut Hurlock (Herlina, 2013) dibagi menjadi dua bagian, yaitu masa remaja awal (11/12 – 16/17 tahun) dan masa remaja akhir (16/17 – 18 tahun).

Pada masa remaja akhir, seseorang sudah mampu mencapai transisi masa remaja menuju ke masa dewasa (Herlina, 2013). Kehidupan remaja banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar tempat ia tinggal. Sebagai contoh remaja yang hidup di kota besar akan sangat berbeda kehidupannya dengan remaja seusia yang tinggal di kota kecil. Perbedaan ini lah yang akan memberikan warna tersendiri terhadap kehidupan seorang yang menginjak usia remaja (Gunarsa, 2016). Berikutnya ada masa dewasa muda atau dewasa dini yang menurut Hurlock (Maulidya et al., 2018) masa ini terjadi pada rentan usia 21 – 40 tahun. Pada masa dewasa dini, merupakan masa puncak dari perkembangan sosial pada masa remaja akhir. Dimana pada masa ini ketegangan emosi akan meningkat karena kekhawatiran akan masa depan (Natari, 2015).

Terjadinya interaksi dan komunikasi dalam keluarga akan berhubungan satu dengan yang lain, saling memberikan stimulus dan respon. Interaksi antara anak dengan orang tua akan membentuk gambaran tertentu pada masing-masing pihak sebagai hasil dari komunikasi. Anak-anak mempunyai gambaran tertentu tentang orang tuanya. Hasil dari adanya gambaran tersebut, maka akan terbentuk juga sikap- sikap tertentu dari masing-masing pihak. Bagi orang tua, anak sebagai objek. Sikap

(3)

orang tua pada anak akan membentuk sikap anak pada orang tuanya, sebaliknya pada orang tua akan terbentuk sikap tertentu pada anaknya (Maunah, 2016).

Setiap orang tua memiliki interaksi keluarga yang berbeda diterapkan kepada anak-anaknya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Setyowati komunikasi dalam keluarga akan mempengaruhi anak dalam belajar mengenal dirinya maupun orang lain serta memahami perasaannya sendiri maupun orang lain. Maka setiap anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, baik secara intelektual maupun emosional, yang pada akhirnya bisa menjadi dasar bagi kecerdasan yang lain, yaitu kecerdasan sosial, moral, dan spiritual (Setyowati, 2013). Interaksi keluarga sendiri memiliki arti proses interaksi orang tua dan anak yang meliputi kegiatan seperti memelihara, mendidik, membimbing, serta mendisiplinkan dalam mencapai proses kedewasaan baik secara langsung maupun tidak langsung (Agustiawati, 2014). Menurut Hurlock (Agustiawati, 2014), ada 3 bentuk interaksi keluarga yang sering diterapkan (Agustiawati, 2014), seperti: (a) Interaksi keluarga otoriter, interaksi keluarga ini adalah jenis interaksi keluarga yang menerapkan aturan bahwa orang tua lah yang berhak menentukan segala sesuatu tentang anaknya. Apabila anak tidak mau menuruti maka orang tua tidak segan untuk memberi hukuman kepada anaknya. (b) Interaksi keluarga demokratif, interaksi keluarga ini merupakan jenis interaksi keluarga yang memberi kebebasan berpendapat dan memilih kepada anak namun tetap harus memperhatikan aturan-aturan dari orang tua. (c) Interaksi keluarga permisif, interaksi keluarga jenis ini melihat orang tua yang cenderung bersikap cuek kepada anaknya sehingga memberikan kebebasan tanpa adanya aturan kepada anaknya.

Interaksi keluarga yang diterapkan kepada anak-anaknya pasti merupakan yang terbaik menurut orang tua. Setiap anak pasti memiliki pola interaksi berbeda dengan keluarganya. Interaksi yang terjadi dalam suatu keluarga akan membentuk presentasi diri pada seorang anak. Buruknya kualitas interaksi yang tercipta dalam komunikasi keluarga dapat menyebabkan anak memiliki sifat yang mengarah kepada perbuatan yang negatif, seperti berani bersikap kasar pada orang tua, hingga yang paling

(4)

mencuri, melakukan kekerasan, atau tawuran (Suharto et al., 2015). Remaja yang memiliki interaksi keluarga orang tua yang berbeda (interaksi keluarga otoriter, interaksi keluarga demokratif, dan interaksi keluarga permisif) menunjukkan adanya perbedaan prestasi yang menunjukkan bahwa interaksi dalam keluarga dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa (Agustiawati, 2014). Hasil penemuan lainnya adalah semakin baik lingkungan keluarga remaja atau siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta, maka semakin tinggi pula minat belajar siswa atau remaja (Prihantoro, 2013).

Kemudian ada pula penelitian yang mengatakan bahwa semakin baik dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada seorang remaja, maka mereka akan memiliki konsep diri yang positif, dan begitu pula sebaliknya (Firmansyah, 2018).

Presentasi diri yaitu bagaimana cara kita menampilkan diri kita di muka umum agar dapat dilihat orang lain sebagaimana kita ingin dilihat. Menurut Jones & Pittman (Rosenberg & Suls, 1983), terdapat beberapa jenis strategi seseorang dalam mempresentasikan dirinya, diantaranya yaitu (a) stiation, dalam strategi ini dijelaskan bahwa seseorang menampilkan dirinya dengan tujuan agar dinilai sebagai pribadi yang hangat dan menyenangkan. (b) Intimidation, dalam strategi ini dijelaskan bahwa seseorang menampilkan dirinya dengan tujuan agar orang melihatnya sebagai orang yang kuat dan berbahaya. (c) Self-promotion, dalam strategi ini dijelaskan bahwa seseorang menampilkan dirinya dengan tujuan agar orang lain dapat menilainya sebagai orang yang berprestasi dan cerdas. (d) Exemplification, dalam strategi ini dijelaskan bahwa seseorang menampilkan dirinya sebagai orang yang jujur, disiplin, dan tidak sombong. Orang yang menggunakan strategi ini menginginkan orang lain menilai bahwa dirinya memiliki moral yang baik. (e) Supplication, dalam strategi ini dijelaskan bahwa seseorang menampilkan dirinya dengan memperlihatkan kelemahan pada dirinya agar mendapat pertolongan atau simpati dari orang lain.

Setiap individu akan mempresentasikan dirinya secara verbal maupun non verbal kepada orang lain yang berinteraksi dengannya, maka dari itu, presentasi diri lebih kepada menunjukan image atau citra diri kepada khalayak.

(5)

Berdasarkan hasil pra-riset, ditemukan bahwa adanya mahasiswa Telkom University yang berprestasi dan tidak berprestasi, seperti yang ada pada telkomuniversity.ac.id , ada beberapa mahasiswa Telkom university yang berhasil menjuarai Fisheries Competition and Education Festival di sekolah tinggi perikanan, Jakarta (Telkom University, 2020). Berita lain yang dimuat dalam edukasi.sindonews.com, ada 2 orang mahasiswa Telkom University berhasil menciptakan alat pelindung dokter gigi yang sangat dibutuhkan dikala pandemi ini (Purwadi, 2020). Kedua berita tersebut menampilkan anak-anak yang berprestasi.

Jika seorang anak dapat berprestasi, maka pasti ada faktor-faktor yang mendukung anak tersebut menjadi anak yang berprestasi, salah satunya yaitu interaksi dalam keluarga. Pada penelitian ini, peneliti ingin mencari tahu apakah ada hubungan antara interaksi keluarga dengan kemampuan presentasi diri seorang mahasiswa. Setiap presentasi diri adalah hasil yang ditimbulkan dari interaksi yang terjadi dalam sebuah keluarga. Interaksi dalam keluarga pasti berbeda-beda sehingga membuat presentasi diri juga pasti berbeda-beda. Namun, hal ini harus dibuktikan melalui penelitian empiris.

Dari penelitian-penelitian yang sudah ada sebelumnya, masih sangat sedikit yang membahas tentang kaitan kedua hal ini. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Isni Agustiawati yang berjudul “Pengaruh pola asuh orangtua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 26 Bandung”, kemudian ada penelitian lain yang dilakukan oleh Lilik Rodiana yang berjudul

“Pengaruh Interaksi Orangtua – Anak Terhadap Kreativitas Verbal Siswa Kelas 2 SMP Dharma Wanita Malang”. Jika dilihat dari judulnya, maka sebenarnya penelitian-penelitian yang sudah ada belum ada yang mencari hubungan antara kedua variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Sehingga dari penelitian-penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa belum ada kejelasan tentang hubungan antara interaksi keluarga dengan kemampuan presentasi diri.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dari pembahasan di atas, peneliti memutuskan untuk membahas tentang “Hubungan antara Interaksi Keluarga dan Kemampuan

(6)

Presentasi Diri Mahasiswa Telkom University”. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasi Pearson dengan cara pengambilan data melalui penyebaran kuesioner. Teori Interaksi Keluarga dan Presentasi Diri atau Self Presentation menjadi teori yang dapat digunakan sebagai landasan untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian ini.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut:

1. Seberapa besar hubungan antara interaksi keluarga dan kemampuan presentasi diri pada mahasiswa Telkom University angkatan 2020?

2. Bagaimana setiap tipe interaksi keluarga dapat menjelaskan keterkaitannya dengan aspek kemampuan presentasi diri pada mahasiswa Telkom University angkatan 2020?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara interaksi keluarga dan kemampuan presentasi diri mahasiswa Telkom University angkatan 2020,

2. Untuk mengetahui bagaimana setiap tipe interaksi keluarga dapat menjelaskan keterkaitannya dengan aspek kemampuan presentasi diri pada mahasiswa Telkom University angkatan 2020.

1.5 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan memiliki kegunaan yang baik dari segi teoritis maupun praktis. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kegunaan teoritis

Manfaat atau kegunaan yang diinginkan ada dalam penelitian kali ini secara teoritis yaitu dapat menjadi referensi pada penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan interaksi keluarga dan juga kemampuan presentasi diri.

2. Kegunaan praktis

(7)

Manfaat atau kegunaan yang diinginkan ada dalam penelitian kali ini secara praktis yaitu dapat menjadi acuan untuk membangun keluarga yang baik bagi seluruh mahasiswa dan orang tua mahasiswa.

1.6 Waktu Penelitian

Berikut adalah tabel yang berisi tentang waktu pelaksanaan penelitian:

Tabel 1. 1 Waktu Penelitian Sumber: Olahan Data Peneliti (2021)

No. Kegiatan Penelitian Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1 Pencarian topik dan judul

2 Penyusunan BAB 1 3 Penyusunan BAB 2

4 Penyebaran kuesioner pra riset 5 Penyusunan BAB 3

6 Menyerahkan proposal skripsi 7 Revisi proposal skripsi 8 Penyebaran kuesioner 9 Pengolahan data 10 Penyusunan BAB 4 11 Penyusunan BAB 5 12 Menyerahkan skripsi 13 Revisi skripsi

Tahun 2020 Tahun 2021

Jadwal (Bulan)

Gambar

Tabel 1. 1 Waktu Penelitian  Sumber: Olahan Data Peneliti (2021)

Referensi

Dokumen terkait

Secara teoritis, penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan tentang penerapan Mobile Technology Acceptance Model untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap

Penelitian ini digunakan sebagai informasi dan referensi dalam hal minat yang ditimbulkan untuk menonton bioskop dilihat dari faktor-faktor yang akan

Terciptanya kepuasan konsumen dapat memberikan manfaat diantaranya, hubungan antara perusahaan dengan konsumen secara harmonis, memberikan dasar yang baik bagi

Manfaat akademis dalam penelitian ini adalah agar penelitian ini dapat bermanfaat untuk menjadi bahan referensi untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan bidang studi

Sehingga diperlukan pemahaman lebih dalam pada niat masyarakat terhadap kegunaan internet banking dan penggunaan transaksi secara mobile pada provinsi-provinsi Indonesia,

Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk ilmu pengetahuan sebagai referensi penelitian selanjutnya berkaitan dengan beberapa hal yang berhubungan dengan

Dapat dijadikan wacana atau referensi tambahan bagi rekan-rekan mahasiswa yang berminat mempelajari dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai analisis

1.4 Manfaat Penelitian Manfaat khusus yang didapat dari hasil penelitian ini antara lain : 1.4.1 Manfaat teoritis Secara teoritis, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi