• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

34

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi tempat penelitian.

Peneliti melakukan praktek laut kurang lebih 12 bulan diatas kapal PGN FSRU LAMPUNG. Kapal tersebut merupakan kapal dari perusahaan pelayaran PT. HOEGH LNG yang berpusat di Oslo, Norway. Kapal tersebut merupakan kapal LNG dengan tipe FSRU (Floating Regasification Unit) fixed sistem dengan tower yoke. Kapal bernama PGN FSRU LAMPUNG beroperasi di Labuhan Maringgai Lampung Selatan.

B. Deskripsi auxiliary cooling fresh water pump.

Peneliti melakukan penelitian berfokus pada auxiliary fresh water pump yang ada diatas kapal PGN FSRU LAMPUNG. Berikut tipe dan beserta riciannya :

Manufacturer : Shinko Industries Ltd Type : Vertical sntrifugal No. of sets : SVA350M

Capacity : 600 m3/h at 150 KPa Motor : 440 V, 30 KW, 900 rpm

C. Hasil penelitian.

(2)

Dalam melakukan peneletian, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan mengumpulkan data dari dokumentasi.

Dalam metode wawancara peneliti melibatkan ETO dan masinis II yang lebih berpengalaman dan bertanggung jawab dalam operasional motor listrik diatas kapal PGN FSRU LAMPUNG.

1. Sistem pengasutan motor listrik.

Peneliti melakukan wawancara dengan masinis II mengenai pengasutan motor listrik yaitu bagaimana menentukan jenis atau tipe motor listrik sesuai dengan beban. Menurut beliau menuturkan sebagai berikut :

“gak ada kita mikir-mikir dan hitung menghitung untuk motor listrik sebuah machinery. Kalau ada motor listrik yang rusak atau breakdown kita beli dan ganti sama persis dengan sebelumnya”. (waw. 16 September 2019)

Sedang hasil wawancara dengan ETO sebagai berikut :

“saya tidak pernah menghitung, mengkalkulasi atau apapun itu.

Jika ada motor listrik di machinery yang breakdown akan saya ganti sesuai manual book nya”. (waw. 16 September 2019) Dalam menentukan sistem pengasutan sebuah motor listrik juga harus memperhatikan faktor-faktor yang perlu diperhatikan selain beban hal ini juga dijelaskan oleh ETO :

“yang pertama kita harus melihat daya motornya hal ini akan mempengaruhi komponen listrik pendukung lainnya pada control panel. Yang kedua adalah menentukan kecepatan putar

(3)

nya atau rpm, karena disetiap machinery kebutuhan nya berbeda-beda ada yang membutuhkan kecepatan tinggi pada awal penyalaan dan ada juga yang membutuhkan kecil putarannya namun membutuhkan torsi yang besar”. (waw. 1 Oktober 2019)

Hal tersebut juga sependapat dengan masinis II. Dia mengatakan :

“kita butuh motor listrik yang berapa volt 220V atau 440 V.

Lalu perlu dilihat kita butuh flow seberapa banyak per hour nya dan juga memperhatikan spesifikasi lainnya. Itu bisa kamu baca pada nameplatenya”. (waw. 3 Oktober 2019)

Dari hasil wawancara diatas ada beberapa faktor yaitu spesifikasi yang perlu diperhatikan dalam menentukan motor lstrik selain beban. Ada 5 point penting sebelum melakukan instalasi motor listrik, informasi tersebut dapat dilihat pada nameplate motor listrik diantaranya :

1. Horsepower rating.

Sebelum melakukan instalasi motor listrik perlu dilihat horsepower nya karena akan mempengaruhi dari hasil kecepatan putaran motor yang dihasilkan.

2. Frekuensi.

Frekuensi merupakan gelombang sinus yang berasal dari tenaga listrik AC yang mempunyai satuan Hz. Pastikan motor

(4)

listrik memiliki frekuensi 60 Hz karena output generator diatas kapal menghasilkan frekuensi 60 Hz.

3. Arus maksimal kerja.

Besaran arus pada motor listrik dipengaruhi oleh rata-rata beban, tegangan dan frekuensi yang tertera pada nameplate motor listrik. Ini merupakan point yang sangat penting karena akan mempengaruhi instalasi dan sistem proteksi pada control panel fresh water cooling pump.

4. Duty cycle.

Melakukan penginstalan motor listrik juga memperhatikan duty cyle yaitu lama waktu motor listrik dapat beroperasi dalam periode tertentu. Penggunaan fresh water cooling pump perlu motor listrik yang dapat beroperasi berlanjutan sehingga menggunakan motor listrik berjenis continues rating.

5. Kelas insulasi.

Merupakan besaran suhu yang dapat ditoleransi oleh gulungan kawat motor listrik tersebut. Kesalahan dalam menentukan berakibat naiknya suhu motor listrik dan terbakar.

Didalam sistem pengasutan motor listrik peneliti juga menanyakan kepada ETO, bagaimana menentukan sistem pengasutan motor listrik sesuai dengan beban, beliau menjelaskan :

“hanya satu yang perlu diingat, untuk sistem pengasutan motor listrik koneksi star delta hanya dapat diaplikasikan motor listrik yang mempunyai 5 hp keatas. Untuk motor listrik yang

(5)

mempunyai 5 hp kebawah hanya bisa diinstal dengan koneksi star saja”. (waw. 25 November 2019)

Hal tersebut senada dengan masinis II, beliau menerangkan :

“untuk yang star delta motor listriknya minimal punya power 5 hp atau lebih”. (waw. 25 November 2019)

Atas dasar hasil wawancara penelitian diatas dapat disimpulkan, bahwa dalam mengaplikasikan sistem pengasutan motor listrik diperlukannya pengalaman dan pengetahuan dari instalator dalam memahami karakteristik motor listrik berupa daya, frekuensi, kelas insulasi dan sebagainya yang bisa dilihat pada nameplate motor listrik. Kesalahan dalam menentukan motor listrik dapat mengakibatkan rusak atau terbakarnya motor listrik bahkan breakdownnya sebuah machinery.

2. Menentukan perangkat listrik.

Peneliti melakukan wawancara terkait instalasi motor listrik.

Peneliti bertanya kepada masinis II, apa saja hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan instalasi motor listrik, beliau menjelaskan :

“memahami karakteristik motor listrik sesuai dengan kebutuhan seperti yang dijelaskan sebelumnya lalu ada pemeriksaan alat untuk starting motor listrik seperti MCCB, kontaktor, OVL, timer, push button, amp meter dan current

(6)

transformer yang akan diinstal pada control panel”. (waw. 4 Januari 2020)

Gambar 4.1 : local group starter panel “kapal PGN FSRU LAMPUNG”.

Selanjutnya dijelaskan oleh ETO :

“kita mesti harus tau perangkat listrik apa saja yang dibutuhkan dan juga tepat karena seperti breaker punya kapasitas arus yang berbeda-beda dan juga perangkat lainnya punya karakteristik dan kemampuannya yang berbeda-beda”. (waw. 3 Januari 2020)

Setelah menentukan apa saja perangkat listrik yang dibutuhkan, langkah selanjutnya menentukan kapasitas arus yang akan dilewati oleh MCCB, ETO menjelaskan :

“untuk menentukan kapasitas arus maka dilakukan perhitungan dasar daya 3 fasa P = √3.V.I.Cosα” (waw. 7 Januari 2020) Hal tersebut juga dipertegas oleh masinis II, beliau mengatakan :

(7)

“dicari dulu besar arus yang mengalir sesuai dengan beban motor yang akan ditanggung” (waw. 7 Januari 2020)

Berdasarkan hasil wawancara ETO dan masinis II untuk menginstal MCCB harus mengetahui arus yang akan mengalir. Ini dapat diperoleh dengan malakukan perhitungan berdasarkan spesifikasi fresh water cooling pump yaitu 440 V, 30 KW, 900 rpm.

Maka, P = √3.V.I.Cosα 30.000 = √3.440.I.0,85 30.000 = 647,787.I I = 30.000/ 647.787

I = 46,31 Amp.

Arus normal ketika motor listrik berputar adalah 46,31 Amp sehingga perlu diinstal MCCB yang mempunyai ukuran diatas nilai tersebut yaitu 50 Amp.

(8)

Gambar 4.2 : starting control panel fresh water cooling pump

“kapal PGN FSRU LAMPUNG”

Meteran arus pada control panel fresh water cooling pump menunjukkan angka sekitar 45 sampai 47 ampere.

Tidak hanya MCCB, sistem pengasutan star delta juga membutuhkan kontaktor, kabel dan OVL yang sebagai sistem proteksi yang tepat, hal ini diterangkan ETO sebagai berikut :

“untuk kontaktor utama dan kontaktor star harus memiliki kapasitas arus yang sama sesuai yang dijelaskan tadi tapi untuk kontaktor delta itu kapasitas nya lebih kecil, saya lupa caranya.

Untuk kabel jelas seperti arus kerja motor yang mengalir dan OVL itu arus kerja motor plus 10% nya”. (waw. 28 Maret 2020)

Berbeda dengan pendapat masinis II yang mengaku kurang tahu mendalam persoalan permasalahan kelistrikan. Beliau mengatakan :

“saya gak tau terlalu yang teoritis tentang kelistrikan jadi untuk hitung menghitung menentukan alat saya kurang paham. Tapi untuk ukuran kabel pasti harus sesuai dengan kemampuan hantar arus beban yang akan ditanggung”. (waw. 30 Maret 2020)

(9)

Dalam sistem pengasutan motor listrik star delta menggunakan 3 buah kontaktor. Kontaktor 1 sebagai main kontaktor, kontaktor 2 sebagai koneksi star, kontaktor 3 sebagai koneksi delta.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ETO maka kontaktor 1 dan kontaktor 2 harus memiliki kapasitas arus yang sama atau lebih besar dengan arus kerja fresh water cooling pump yaitu 46,31 Amp sehingga bisa diinstal kontaktor ukuran 50 Amp. Untuk kontaktor 3 sebagai koneksi delta nilai arus akan lebih kecil dari nilai arus

kerja normal motor. Nilai tersebut diperoleh dengan perhitungan, Ifasa = Iline/ √3

Ifasa = 46,31/ √3 Ifasa = 26,73 Amp

Maka kontaktor yang akan diinstal harus memiliki nilai kapasitas diatas nilai Ifasa tersebut yaitu kontaktor berukuran kapasitas 32 Amp.

Untuk pengamanan motor listrik agar tidak terjadi overheating maka diatur OVL (Over Load Relay), arus normal kerja motor ditambah 10% arus normal kerja, sehingga

I = Inormal + 10%.Inormal

I = 46,31 + 10%.46,31 I = 46,31 + 4,631 I = 50,941 Amp.

Maka OVL diatur 50,941 Amp yang dibulatkan menjadi 51 Amp.

(10)

Untuk ukuran kabel menggunakan kabel yang mempunyai KHA (Kemampuan Hantar Arus) yang sama dengan arus normal kerja fresh water cooling pump 46,31 Amp sehingga digunakan kabel berukuran 10 mm2.

(11)

44 A. KESIMPULAN.

Dari hasil penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi tentang sistem pengasutan motor listrik 3 fasa pada fresh water cooling pump dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Dalam melakukan instalasi motor listrik harus mengetahui sistem pengasutan yang tepat. Dengan memahami beban motor saat beroperasi dan juga mempertimbangkan spesifikasi yang ada pada nameplate motor listrik diantaranya : horsepower, frekuensi, arus maksimal kerja, duty cycle dan kelas insulasi. Dalam hal sistem pengasutan tidak semua motor bisa diinstal koneksi star delta hanya motor yang memiliki kapasitas 5 hp atau keatas sedangkan motor listrik yang berkapasitas 5 hp kebawah hanya dapat diinstal koneksi star saja.

2. Memahami karakteristik motor listrik berdasarkan nameplate motor listrik akan mempengaruhi bagaimana penginstalan starting pada control panel. Karena setiap komponen juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda-beda seperti MCCB, kontaktor dan OVL ketidaktepatan dalam menentukan komponen dan sistem proteksi yang tepat akan berakibat sering trip nya motor listrik dan meningkatnya suhu motor yang bisa mengakibatkan terbakarnya motor listrik. Jika hal-hal tersebut terjadi dan mengakibatkan fresh water cooling pump

(12)

menjadi shutdown maka akan berdampak pada kerja permesinan yang lain yaitu overheat nya suatu permesinan dan menjadi trip atau bahkan yang lebih buruk yaitu terjadinya blackout karena generator yang overheat.

B. SARAN.

Adapun saran peneliti untuk mengantisipasi sebelum kejadian-kejadian buruk tersebut terjadi yaitu sebelum melakukan instalasi sebuah motor listrik harus dilakukan pengecekan ulang baik dari menentukan perangkat elektroniknya maupun memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja motor listrik. Melakukan pemantauan suhu dan melakukan perawatan berkala juga tidak kalah penting untuk mencegah kerusakan pada fresh water cooling pump. Jika fresh water cooling pump mengalami shutdown maka mualim dan engineer agar selalu berkoordinasi dengan baik agar tidak terjadi blackout.

Referensi

Dokumen terkait

Obat di Puskesmas Mandala Medan dan Puskesmas Dahadano Botombawo Kabupaten Nias Sumatera Utara Berdasarkan Indikator Penyimpanan Obat Aspek Indikat or Pertanyaan

Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu menerapkan dan menguasai konsep dasar analisis survival dalam melakukan inferensi pada bidang ilmu kehidupan

Pelayanan laboratorium puskesmas merupakan salah satu unsur penting dalam Pelayanan laboratorium puskesmas merupakan salah satu unsur penting

Penurunan LDL dapat mengembalikan fungsi endotel.( Candra 2007). Keempat fraksi lipid darah selanjutnya dianalis menggunakan uji regresi untuk menentukan fraksi lipid darah yang

Kelemahan penggunaan teknik ini adalah relatif sukar, jumlah protoplas yang dihasilkan tidak banyak, keefektifannya dibatasi hanya pada sel-sel yang dapat diplasmolisa

Untuk membangun usaha perkebunan atau kehutanan dalam skala luas diperlukan bibit dalam jumlah banyak dengan mutu yang baik, yaitu bibit segar, daun tidak rontok, batang utuh,

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk

Anak membutuhkan stimulus dalam meningkatkan kemampuan motorik halus seperti melakukan senam otak, yang bertujuan memfasilitasi bagian otak kanan dan otak kiri agar dapat