• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Sumber : Pusdalop BPBD Kota Pangkalpiang 7 November 2021, Prov. Kep. Babel, 2021)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "(Sumber : Pusdalop BPBD Kota Pangkalpiang 7 November 2021, Prov. Kep. Babel, 2021)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS CUACA EKSTREM

BANJIR DAN ANGIN KENCANG DI WILAYAH KEC. RANGKUI, KEC. GERUNGGANG, DAN KEC. TAMAN SARI KOTA PANGKALPINANG

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA - BELITUNG TANGGAL 7 NOVEMBER 2021

(Sumber : Pusdalop BPBD Kota Pangkalpiang 7 November 2021, Prov. Kep. Babel, 2021)

A. ANALISIS KEJADIAN TANGGAL 7 NOVEMBER 2021 1. INFORMASI KEJADIAN

KEJADIAN - Banjir dan genangan air di wilayah pemukiman warga di Kec. Rangkui (Kelurahan Keramat, Kelurahan Bintang), Gerunggang (Kelurahan Bukit Sari), Taman Sari (Kelurahan Batin Tikal) Kota Pangkalpinang pada hari Minggu tanggal 07 November 2021 sekitar pukul 14.40 WIB

(2)

- Pohon Tumbang di dekat SD 3 Pangkalpinang, Kec. Gerunggang (Kelurahan Kacang Pedang), Kota Pangkalpinang

LOKASI - Kec. Rangkui, Gerunggang dan Taman Sari, Kota Pangkalpinang TANGGAL 7 November 2021

DAMPAK - Banjir dan genangan air di wilayah pemukiman warga di Kec. Rangkui (Kelurahan Keramat, Kelurahan Bintang), Gerunggang (Kelurahan Bukit Sari), Taman Sari (Kelurahan Batin Tikal), Kota Pangkalpinang dengan ketinggian air mencapai ± 30 cm – 50cm

- Pohon Tumbang di dekat SD 3 Pangkalpinang, Kec. Gerunggang (Kelurahan Kacang Pedang), Kota Pangkalpinang

2. DATA PENGAMATAN a. DATA CURAH HUJAN

NO LOKASI TANGGAL KEJADIAN CH (mm)

1. AWOS Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang

07 November 2021 59.7 (Pukul 13.00 -

16.00 WIB)

b. DATA ANGIN

NO LOKASI TANGGAL KEJADIAN Kecepatan Angin

(Knots) 1. AWOS Stasiun Meteorologi Depati

Amir Pangkalpinang

07 November 2021 12

(Pukul 14.30 WIB)

3. ANALISIS METEOROLOGI

Pola Angin 3000 ft

Peta streamline (Gambar 1) ketinggian 3000 feet pada tanggal 07 November 2021 jam 00 UTC menunjukkan adanya sirkulasi eddy di Utara Kalimantan, Selatan Kalimantan, Utara Sumatra, dan ada pusat tekanan rendah (low) di Samudra Hindia. Fenomena atmosfer sirkulasi Eddy dan low menyebabkan terbentuknya belokan angin (shearline) di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut menyebabkan perlambatan kecepatan angin sehingga potensi pertumbuhan awan konvektif sangat besar di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

SST (sea surface temperature)

Kondisi suhu muka laut (Gambar 2) di perairan wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan sekitarnya pada tanggal 7 November 2021 berkisar antara 29oC hingga 31 oC. Suhu muka laut yang hangat mengindikasikan pasokan uap air cukup banyak untuk terbentuk hujan. Nilai anomali suhu muka laut tanggal 7 November 2021 di perairan wilayah Kepulauan Bangka Belitung -0.5 hingga +2.00 oC terhadap normalnya. Nilai anomali positif tersebut menunjukkan air laut dalam kondisi hangat sehingga sangat mendukung dalam pembentukan awan-awan konvektif penyebab hujan lebat dan angin kencang.

SST Nino 3.4 Indeks Nino 3.4 (Gambar 3) bernilai -0.80 yang menunjukkan suplai uap air dari Samudera Pasifik Timur ke Samudera Pasifik Barat signifikan.

MJO Fase konvektif MJO (Gambar 4) terpantau berada di kuadran 4, yaitu di Maritime Continent. Kondisi ini berkontribusi terhadap proses pertumbuhan awan di wilayah Indonesia.

Indeks Surge Nilai indeks Surge (Gambar 5) sebesar 14.5. Nilai ini mengindikasikan adanya aliran massa udara dingin ke wilayah Indonesia bagian barat dan

(3)

berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Kelembapan Udara Relatif

Data analisis kelembapan udara relatif (Gambar 6) untuk wilayah Bangka Belitung yang bersumber dari Sub Bidang Prediksi Cuaca tanggal 7 November 2021 jam 00 UTC, menunjukkan RH untuk lapisan permukaan - 850hPa cukup tinggi berkisar antara 80 – 100%. Lapisan 700 hPa berkisar 70 – 90 %. Lapisan 500 hPa kelembapan udara berkisar 60-90

%. Hal tersebut menunjukkan udara diatas wilayah Kepulauan Bangka Belitung relatif lembab sehingga sangat mendukung terjadinya pembentukan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Bangka Belitung.

Udara Atas (Radio Sonde)

Stabilitas atmosfer yang diperoleh dari pengamatan udara atas pada tanggal 7 November 2021 pukul 00 UTC (Gambar 7) diperoleh nilai-nilai indeks stabilitas atmosfer. Nilai K Indek 34.1 termasuk dalam kategori sedang yang menunjukkan energi potensial konvektif yang kuat, dan potensi terjadi thunderstorm cukup besar. Begitu juga nilai LI bernilai - 2.6 yang menunjukkan kondisi udara dalam keadaan labil dan sangat memungkinkan terjadinya thunderstorm. Hal tersebut juga diperkuat oleh nilai BRN yang menunjang terjadinya badai guntur.

Pola diagram hodograph hingga ketinggian 3 km menunjukkan kurva berlawanan arah jarum jam di Belahan Bumi Selatan mengindikasikan adanya adveksi udara hangat, mengindikasikan adanya masukan udara lembab ke wilayah Bangka Belitung, udara hangat dan lembab ini dapat berkontribusi signifikan pada pembentukan awan hujan.

INDEKS 00.00 UTC (07.00 WIB)

K Index 34.1

LI - Lifted Index -2.6

BRN 224

Citra Radar Citra radar Maxdisplay-Z (Gambar 8) Pangkalpinang tanggal 7 November 2021 menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah di Bangka Belitung. Reflektivitas dengan nilai 35 – 55 dBZ yang mengindikasikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau sejak pukul 06.51 UTC hingga sore hari di wilayah Kota Pangkalpinang Citra Satelit Citra satelit produk Himawari-8 EH (Gambar 9) pukul 06.50 UTC

menunjukkan terdapat pertumbuhan awan konvektif di sekitar wilayah Pangkalpinang yang ditandai dengan suhu puncak awan -34 hingga - 69oC atau berwarna jingga. Awan konvektif semakin besar dan meluas, pada pukul 07.20 UTC citra satelit di sekitar wilayah Pangkalpinang menunjukkan warna jingga terang hingga merah yang mengindikasikan sebagai awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan terjadinya hujan lebat disertai guntur dan angin kencang. Awan Cumulonimbus masih terpantau hingga pukul 07.50 UTC dan mulai meluruh setelahnya.

Terdapat kesalahan parallax untuk lokasi awan satelit Himawari kurang lebih 5 – 10 km ke kiri dari lokasi awan yang sebenarnya.

(4)

4. KESIMPULAN

Kejadian cuaca ekstrem di wilayah Kota Pangkalpinang pada tanggal 7 November 2021 disebabkan adanya liputan awan Cumulonimbus yang mengakibatkan curah hujan tinggi disertai angin kencang di Kec. Rangkui, Gerunggang, Taman Sari, Kota Pangkalpinang.

Curah hujan yang tinggi dan angin kencang disebabkan oleh adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus yang intens akibat adanya shearline di atas wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Aktifitas skala global La Nina, skala regional MJO dan Cold Surge yang melintasi wilayah Kepulauan Bangka Belitung menambah potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus jadi lebih besar. Berdasarkan citra radar dan satelit menunjukkan bahwa pada saat kejadian cuaca ekstrem terdeteksi adanya awan konvektif (Cumulonimbus) di atas wilayah Kec.

Rangkui, Gerunggang, Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kep. Bangka Belitung

5. PROSPEK KEDEPAN

Berdasarkan data dari Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika serta ditunjang data input prakiraan cuaca yang digunakan dalam operasional Stasiun Meteorologi Kelas I Pangkalpinang, kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Bangka Belitung hingga 2 hari ke depan, masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat dapat disertai dengan guntur dan angin kencang terutama pada pagi, siang dan dini hari di beberapa wilayah.

6. INFORMASI PERINGATAN DINI

Tanggal 07 – 11 – 2021 Pukul 13.50 WIB

Update Peringatan Dini Cuaca Wilayah Kep. Bangka Belitung tanggal 7 November 2021 pukul 13:50 WIB:

Masih berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 14:20 WIB di wilayah perairan Utara Bangka, Utara Belitung, Kec.

Jebus, Kelapa, Tempilang, Belinyu, Riausilip, Bakam, Pudingbesar, Mendo Barat, Merawang, Simpangkatis, Koba, Lubuk Besar, Airgegas, Toboali, Namang, Gerunggang, Gabek, Tamansari, Pangkalbalam,

Bukitintan, Rangkui, Girimaya, Pangkalan Baru, Pemali, Sungailiat, Sijuk, Kelapakampit, Damar, Manggar, Simpangrenggiang, Badau, Tanjungpandan, dan dapat meluas ke Kec. Sungaiselan, Leparpongok, dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 16:50 WIB.

Prakirawan - BMKG Kep. Bangka Belitung

(5)
(6)

7. LAMPIRAN

Gambar 1. Streamline 3000 feet tanggal 7 November 2021 jam 00 UTC dan 12 UTC

Gambar 2. Suhu muka laut dan anomalinya berdasarkan data analisis tanggal 7 November 2021

Gambar 3. Indeks SST Nino3.4 tanggal 7 November 2021

(7)

Gambar 4. Grafik Kuadran MJO tanggal 7 November sampai 21 November 2021

Gambar 5. Indeks Surge tanggal 7 November 2021

(8)

Gambar 6. Peta Analisis Kelembapan Udara per lapisan tanggal 7 November 2021 jam 00 UTC

(9)

Gambar 7. Profil Udara Atas Pangkalpinang tanggal 7 November 2021 jam 00 UTC

(10)

Citra Radar Jam 06.51 UTC Citra Radar Jam 07.15 UTC

Citra Radar Jam 07.34 UTC Citra Radar Jam 07.55 UTC Gambar 8. Citra Radar 07 November 2021 Jam 06.51 UTC hingga 07.55 UTC

(11)

Citra Satelit EH 07-11-21 Jam 13.50 WIB Citra Satelit EH 07-11-21 Jam 14.10 WIB

Citra Satelit EH 07-11-21 Jam 14.30 WIB Citra Satelit EH 07-11-21 Jam 14.50 WIB

Gambar 9. Citra Satelit 7 November 2021 Jam 06.50 - 07.50 UTC

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas 1

Pangkalpinang ttd

KURNIAJI, M.Si

NIP. 198608152009111001

Pangkalpinang, 8 November 2021 Forecasters On Duty

1. Nenden Wardani, S.Tr NIP.199310222013122001

Gambar

Gambar 2. Suhu muka laut dan anomalinya berdasarkan data analisis tanggal 7 November 2021
Gambar 4. Grafik Kuadran MJO tanggal 7 November sampai 21 November 2021
Gambar 6. Peta Analisis Kelembapan Udara per lapisan tanggal 7 November 2021 jam 00 UTC
Gambar 7. Profil Udara Atas Pangkalpinang tanggal 7 November 2021 jam 00 UTC
+2

Referensi

Dokumen terkait

g) benda-benda universal, misalnya tanah, air, api, udara, langit, bulan, bintang, matahari, dan tumbuh-tumbuhan (Tarigan, 1985:3--4).. Sesuai dengan unsur kategori kosakata

Tidak boleh melakukan tindakan yang menyangkut risiko pribadi atau tanpa pelatihan yang sesuai.. Evakuasi

Disebabkan dapatan kajian menunjukkan elemen dalam model McKinsey masih relevan dengan pentadbiran di era abad ini, maka pengunaan instrumen 7s-McKinsey bagi mengukur

Dalam rangka perlindungan dan pemberdayaan petani, kelompok tani, dan atau gapoktan terhadap jatuhnya harga gabah, beras dan atau jagung disaat panen raya dan

Maka perlu dilakukan penelitian untuk melihat hubungan antara karakteristik umur dan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan tentang Tanaman Obat Keluarga dalam

a. Pemohon Informasi mengajukan permintaan informasi public kepada petugas pelayanan informasi. Petugas Pelayanan Informasi memberikan formulir permohonan informasi

Implementasi adalah tahap penerapan sistem yang dilakukan jika sistem disetujui, proses implementasi dilakukan sebagai akhir dari desain informasi akuntansi persediaan

Hasil perhitungan kenyamanan termal di Kampus Unsrat menunjukan bahwa RTH yang yaitu FMIPA. RTH FAPERTA, FATEK, FISIP, FH, FKM A, dan FKM B sangat tidak nyaman