• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Om Swastiastu,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Om Swastiastu,"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

(2)

i

KATA PENGANTAR

Om Swastiastu,

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat - Nya lah kami dapat menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP ) Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Tahun 2021

Laporan ini disusun sebagai wujud pertanggung jawaban pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan didalam rencana strategi Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dan sebagai perwujudan akuntabilitas kinerja yang dicerminkan dari hasil pencapaian kinerja berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, akan tetapi semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan dapat digunakan sebagai media pertanggung jawaban kinerja serta umpan balik bagi peningkatan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan karunianya bagi kita semua.

Om. Çanthi, Çanthi, Çanthi. Om

Denpasar, 2022

Direktur

RSUD Wangaya Kota Denpasar

dr. Anak Agung Made Widiasa,Sp.A.,MARS Pembina Utama Muda

NIP. 19701002 200012 1 005

(3)

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Ringkasan Eksekutif ... 1

BAB I Pendahuluan ... 2

1.1 Latar Belakang... 2

1.2 Isu Strategis ... 6

1.3 Struktur Organisasi ... 9

1.4 Sistematika Penulisan ... 11

BAB II Rencana Kerja Tahun 2021 ... 12

2.1 Rencana Strategis RSUD Wangaya Kota Denpasar ... 12

2.2 Perjanjian Kinerja ... 15

BAB III Akuntabiltas Kinerja ... 17

3.1 Pengukuran Capaian Kinerja ... 17

3.2 Analisis Capaian Kinerja Tahun 2021 ... 18

3.3 Analisis Efisiensi Sumber Daya ... 19

3.4 Program Inovasi... 24

3.5 Perbandingan Capaian Kinerja ... 25

3.6 Permasalahan dan Tindaklanjut ... 25

BAB IV Penutup ... 27

4.1 Kesimpulan ... 27

(4)

1

Ringkasan Eksekutif

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung jawaban kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Fungsi penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintaah adalah :

- Sebagai media hubungan kerja organisasi.

- Sebagai wujud tertulis pertanggung jawaban kepada pemberi amanah/mandat - Sebagai media akuntabilitas

- Sebagai media informasi

Tujuan penyusunan dan penyampaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) adalah untuk mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah kepada pihak - pihak yang memberi amanah, serta sebagai sarana untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang telah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya. Kondisi yang terjadi selama ini, bahwa sistem informasi yang dimiliki pemerintah tidak berfokus ke hasil, pengukuran kinerja dan pelaporan secara tradisional berfokus ke input (sumber daya apa yang dipakai, proses dan keluaran), serta kurang menekankan pada outcomes yang dicapai sebagai hasil usaha pemerintah, yaitu apa manfaat terhadap kehidupan masyarakat.

Isu strategik yang dihadapi oleh RSUD Wangaya Kota Denpasar yaitu belum optimalnya mutu pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit merupakan organisasi yang padat modal dan pengetahuan yang senantiasa berkembang setiap saat. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi isu tersebut adalah meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, meningkatkan sarana dan prasarana serta mengembangkan pelayanan unggulan. Rencana kinerja tahun 2021 merupakan breakdown dari Rencana Strategi Bisnis (RSB) tahun 2016 - 2021.

Perjanjian kinerja adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu 1 (satu) tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Perjanjian Kinerja RSUD Wangaya Kota Denpasar disusun berdasarkan pada Rencana Kinerja Tahun 2021 yang telah ditetapkan sehingga secara substansial Perjanjian Kinerja Tahun 2021 tidak ada perbedaan dengan Rencana Kinerja Tahun 2021.

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan menghitung pencapaian realisasi dari target yang ditetapkan pada awal tahun 2021.

(5)

2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LKjIP) RSUD Wangaya Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 merupakan pertanggung jawaban pelaksanaan program dan kegiatan. Program dan kegiatan yang tercantum dalam Rencana Strategi Bisnis (RSB) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) diimplementasikan dalam bentuk Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada pelaksanaan APBD tahun 2021, sebagai upaya RSUD Wangaya Kota Denpasar untuk mewujudkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan tugas dan kewajiban pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

RSUD Wangaya berupaya merespon masukan, saran dan pendapat masyarakat yang termuat dari usulan program dan kegiatan sesuai dengan prinsip - prinsip good governance.

Agar prinsip good governance dapat diimplementasikan dengan baik, maka dibutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah secara integral. Good governance yang efektif menuntut adanya koordinasi yang baik, profesionalisme, etos kerja dan moral yang tinggi. Terselenggaranya good governance merupakan persyaratan utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan yang terdapat dalam Rencana Strategi Bisnis RSUD Wangaya Kota Denpasar.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih, bertanggung jawab dan bebas KKN. Konsep dasar akuntabilitas adalah penjelasan managerial yang bertanggung jawab dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.Hal ini berarti setiap jajaran aparatur bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilaksanakan dan kegiatan tersebut benar - benar direncanakan dan dilaksanakan dengan baik.

Pelaksanaan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) RSUD Wangaya Kota Denpasar berdasarkan pada Peraturan perundang - undangan sebagai berikut :

1. Undang - undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

2. Undang - undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan

(6)

3

Undang - undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

3. Undang - undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

4. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar pelayanan Minimal; Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2016 tentang pembentukan dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah.

Salah satu asas penyelenggaraan negara di dalam Undang - undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN bahwa untuk mewujudkan Penyelenggara Negara yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara sungguh2 dan penuh tanggung jawab. Asas akuntabilitas berorientasi hasil lebih lanjut dituangkan dalam tiga paket Undang - undang reformasi keuangan negara yaitu Undang - undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang - undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang - undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Asas ini menjadi landasan perubahan paradigma dari pemerintahan berorientasi input (input oriented) menjadi pemerintahan yang berorientasi hasil (outcome oriented).

Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (peraturan pelaksanaan Undang - undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara) mewajibkan Instansi Pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk menyusun laporan keuangan yang dilengkapi dengan laporan kinerja. Pengungkapan informasi tentang kinerja ini merupakan perubahan paradigma penganggaran pemerintah yang berorientasi kepada kinerja.

(7)

4

Sebelum reformasi orientasi akuntabilitas dalam manajemen pemerintahan terbatas hanya pada aspek keuangan saja dalam arti akuntabilitas hanya mencakup bagaimana anggaran digunakan. Akuntabilitas keuangan hanya menekankan aspek kepatuhan terhadap regulasi dibidang keuangan saja. Seiring dengan semangat reformasi orientasi akuntabilitas mengalami perluasan yang tidak terbatas pada aspek kepatuhan saja, tetapi juga menekankan pada aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas (3E). Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah mempertegas bahwa selain akuntabilitas keluaran/hasil dari kegiatan juga dibutuhkan adanya akuntabilitas kinerja. Peraturan Pemerintah ini mendefinisikan kinerja sebagai keluaran/hasil dari kegiatan/program yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur. Hal ini juga merubah paradigma dari pemerintahan berorientasi input (input oriented) menjadi pemerintahan yang berorientasi hasil (outcome oriented).

Asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Setiap instansi pemerintah diwajibkan mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu persyaratan untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya.

Sistem AKIP merupakan salah satu instrument untuk mewujudkan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsive terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya, terwujudnya transparansi instansi pemerintah, terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional, dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, sebagai perwujudan pertanggung jawaban pelaksanaan misi organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka disusunlah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Tahun 2021 sebagai perwujudan Akuntabilitas Kinerja yang dicerminkan dari hasil pencapaian kinerja berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya berdiri sejak tahun 1921. Tahun 1990 menjadi rumah sakit kelas C. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 23 Tahun 2001 Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya menjadi Unit Swadana, dan menjadi Rumah Sakit

(8)

5

Kelas B Non Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 538/Menkes/SK/2003. Berdasarkan Keputusan Walikota Denpasar Nomor 96 tahun 2008 tanggal 23 Juli 2008 Badan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pada tahun 2014 RSUD Wangaya Kota Denpasar telah lulus akreditasi versi 2012 dengan kategori paripurna dan reaudit eksternal ISO 9001:2008 dengan predikat lulus. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.02.02/MENKES/487/2015, tanggal 8 Desember 2015 RSUD Wangaya sudah ditetapkan menjadi rumah sakit Tipe B Pendidikan. Pada tahun 2017 RSUD Wangaya meraih sertifikat akreditasi SNAR 1 rumah sakit sebagai pengakuan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan lulus tingkat paripurna bintang lima pada tanggal 14 Juli 2017 dan berlaku sampai dengan 12 Juni 2020 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Karena adanya status bencana nasional atau kedaruratan kesehatan masyarakat corona virus disease 2019 (covid-19), maka survei akreditasi Bulan Maret 2020 belum bisa dilaksanakan sampai status bencana nasional dicabut. Tahun 2021 pandemi covid-19 belum berakhir dan status bencana nasional belum dicabut sehingga akrediatsi belum bisa dilaksanakan.

Tugas Pokok

Berdasarkan Undang - Undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009 Tugas pokok Rumah Sakit adalah memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

Fungsi

1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;

2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis;

3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan;

4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan tehnologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidangkesehatan ;

5. Menyelenggarakan pelayanan administrasi umum dan keuangan.

Fasilitas Rumah Sakit

- Luas tanah : 23.271 m2 - Luas Bangunan : 12.063,372 m2

(9)

6

- Listrik : PLN dan Genset

- Air : PDAM dan Sumur Dalam

- Komunikasi/Telpon : (0361) 222141, 222142, 222487, 235637, 235919, 234532, 235911, 235775, 235818, 224114

- Faximile : (0361) 224114

- Website : http://rsudwangaya.denpasarkota.go.id - E - mail : [email protected] dan

[email protected]

- Limbah : untuk pengolahan limbah RSUD Wangaya memiliki : IPAL dan Incenerator

- Ambulance : 6 Unit - Instalasi : 19 Instalasi - Poliklinik : 18 Poliklinik - Ruang rawat : 9 Bangsal

- Tempat tidur : 210 Tempat tidur.

1.2 Isu Strategis

Belum optimalnya mutu pelayanan rumah sakit

Di dalam mengidentifikasi isu - isu strategis dan menganalisa faktor lingkungan strategik, baik yang mendorong maupun yang menghambat terhadap pencapaian visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dipergunakan teknik analisa SWOT berbasis balanced score card, faktor lingkungan strategik dikelompokkan ke dalam faktor internal dan eksternal. Faktor internal diidentifikasikan berdasarkan empat perspektif balanced score card yaitu pelanggan, proses internal organisasi, inovasi dan pertumbuhan atau SDM dan finansial. Identifikasi faktor eksternal mengacu pada perspektif pelanggan, proses internal organisasi, inovasi dan pertumbuhan atau sumber daya manusia serta finansial. Hasil identifikasi faktor lingkungan strategik yang berpengaruh terhadap pencapaian visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

NO

PERSPEKTIF

BSC

A. FAKTOR INTERNAL 1. KEKUATAN

(STRENGTHS)

2. KELEMAHAN (WEAKNESSES) 1 Pelanggan/

Customer

a. Pertumbuhan pasien terus meningkat.

a. Masih banyak terjadi keluhan terhadap pasien.

b. Loyalitas Pasien cukup tinggi

b. Kurang tertibnya penerapan jam berkunjung ke RSUD Wangaya

(10)

7 c. Tanggapan terhadap

keluhan pelanggan sudah baik.

c. Respontime di loket pendaftaran dan farmasi masih diatas SPM 2 Proses internal

organisasi

a. Telah terakreditasi KARS sertifikat paripurna

a. Belum lengkapnya peralatan medis

b. Nilai SAKIP sudah BB b. Kurang optimalnya

manajemen pemeliharaan sarana dan prasarana c. Evaluasi pelayanan

dilakukan secara rutin

c Kurangnya sarana gedung pelayanan.

3 Inovasi dan Pertumbuhan/

SDM

a. Pengelolaan Pelayanan sudah berbasis SIMRS

a. Reward dan Punishmen belum diterapkan secara penuh.

b. Terbukanya peluang pengadaan SDM mandiri

b. Belum lengkapnya Tenaga Sub Spesialis.

c. Pegawai yang

mendapatkan pendidikan dan pelatihan sudah sesuai standar SPM.

c. Masih kekurangan Tenaga Perawat

4 Keuangan/

Finansial

a Pembayaran claim sudah baik

a. Belum bisa dilakukan Brigging system antara tarif Rumah Sakit INACBGS.

b Sistem remunerasi sudah baik.

b. Masih tingginya biaya pengadaan persediaan c. Transparansi pengelolaan

keuangan.

c. Tarif biaya pelayanan yang belum kompetitif

B. FAKTOR EKSTERNAL NO PERSPEKTIF

BSC

1.PELUANG (OPPORTUNITIES)

2. ANCAMAN (THREATS) 1 Pelanggan/

Costumer

a. Kota Denpasar menuju Total coverage BPJS

a. Pelaksanaan rujukan berjenjang

b. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan sudah semakin tinggi

b. Ada beberapa Rumah Sakit dengan tipe yang sama di Kota Denpasar.

c. Banyaknya kasus-kasus yang ditangani di rujukan TK.II.

c. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan RS semakin

meningkat.

2 Proses internal organisasi

a. Tingginya dukungan

Pemerintah Kota Denpasar

a. Regulasi yang sering berubah-ubah

b.

c.

Adanya pengembangan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan

Adanya pengembangan kerjasama di Bidang Pelayanan

b.

c.

Keberadaan lembaga lain sebagai competitor yang memberikan daya saing yang lebih bagi masyarakat

Belum semua unit berorientasi pemuasan pelanggan

3 Inovasi dan pertumbuhan SDM

a. Ketrampilan SDM memberi layanan sudah baik

a. Kejahatan dunia maya semakin meningkat b. Perkembangan IT sangat

pesat

b. MEA (Masyarakt Ekonomi Asean)

c. Taraf hidup masyarakat sudah semakin baik

c. Keluhan dapat disampaikan melalui media masa

4 Keuangan/

Finansial

a.

b.

Fleksibilitas pengelolaan keuangan

Audit KAP dengan hasil

a. Perbedaan tarif Rumah Sakit dengan tarif INACBGS cukup tinggi

(11)

8

SO = 0,41; 0,67

1 2 3 4 5

-1 -2 -3 -4 -5

WTP b. Masih adanya pasien terlantar c. RSUDW ditetapkan

sebagai Zona Integritas

c. Adanya hutang pasien umum yang tidak bisa ditagih

Kuadran I (positif, positif)

Posisi ini menandakan sebuah “usaha” atau organisasi yang kuat dan berpeluang.

Rekomendasi strategi yang diberikan adalah “Progresif”, artinya usaha atau organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat mungkin untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal

1.3 Struktur Organisasi

Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung jawab kepada Walikota Denpasar melalui Sekretaris Daerah Kota Denpasar. Dalam melaksanakan tugas sehari - hari, dibantu oleh 3 (tiga) Wakil Direktur, 4 (empat) Kepala Bidang, 3 (tiga) Kepala Bagian, 8 (delapan) Kepala Seksi, 9 (sembilan) Kepala Sub.Bagian, dengan susunan organisasi sebagai berikut :

TNB S = 2,41

TNB O = 2,50

Kuadran I ( SO ) Strategi Progesif Kuadran II (ST)

Strategi Diversifikasi

Kuadran III (WO) Strategi Rasionalisasi

Kuadran IV (WT) Strategi Liquidasi

-5 - 4 -3 -2 -1 TNB T=--1.83

TNB W = --2,00

Gambar 3.1. Peta Posisi Strategis RSUD Wangaya Kota Denpasar

(12)

9

1. Direktur, terdiri dari :

1. Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan 2. Wakil Direktur Penunjang dan Pengembangan SDM 3. Wakil Direktur Administrasi Umum

2. Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, terdiri dari : 1. Kepala Bidang Pelayanan Medik, terdiri dari :

a. Kepala Seksi Rawat Jalan, Rawat Inap dan Rawat Intensif b. Kepala Seksi Rawat Darurat dan Tindakan Medik

2. Kepala Bidang Keperawatan, terdiri dari : a. Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan b. Kepala Seksi Pengembangan Profesi

3. Wakil Direktur Penunjang dan Pengembangan SDM, terdiri dari : 1. Kepala Bidang Penunjang, terdiri dari:

a. Kepala Seksi Penunjang Medik b. Kepala Seksi Penunjang Non Medik

2. Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Promosi, terdiri dari : a. Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan

b. Kepala Seksi Promosi

4. Wakil Direktur Administrasi Umum, terdiri dari:

1. Kepala Bagian Umum, terdiri dari : a. Kepala Sub. Bagian Tata Usaha b. Kepala Sub. Bagian Kepegawaian c. Kepala Sub. Bagian Rumah Tangga 2. Kepala Bagian Keuangan, terdiri dari :

a. Kepala Sub. Bagian Anggaran b. Kepala Sub. Bagian Perbendaharaan

c. Kepala Sub. Bagian Akuntansi dan Verifikasi 3. Kepala Bagian Bina Progrm dan Publikasi, terdiri dari :

a. Kepala Sub. Bagian Perencanaan

b. Kepala Sub. Bagian Pendataan dan Pelaporan

c. Kepala Sub. Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat 5. Kelompok Jabatan Fungsional

(13)

10

1.4 Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan

Menguraikan tentang latar belakang dibuatnya laporan, isustrategisyang menguraikan tentang kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki,Struktur Organisasi RSUD Wangaya Kota Denpasar sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2008.

Bab II Rencana Kinerja

Menguraikan tentang visi dan misi, nilai, janji layanan, program dan kegiatan,sasaran dan cara mencapai sasaran yang dijabarkan dalam kebijakan, program rumah sakit yaitu peningkatan pelayanan rumah sakit.

Bab III Akuntabilitas Kinerja

Menguraikan dan membandingkan pencapaian realisasi dengan target yang ditetapkan.

Bab IV Penutup

Merupakan kesimpulan dari semua laporan yang juga berisikan saran kepada semua pihak.

(14)

11

BAB II

RENCANA KINERJA TAHUN 2021

2.1 Rencana Strategis RSUD Wangaya Kota Denpasar Tahun 2016 - 2021

Penyusunan rencana dikelompokkan ke dalam perencanaan jangka panjang (20 tahun) yang menghasilkan grand strategy, perencanaan jangka menengah (5 tahun) dan perencanaan jangka pendek (1 tahun). Perencanaan jangka menengah lebih dikenal dengan nama Rencana Strategi Bisnis (RSB), sedangkan perencanaan jangka pendek disebut Rencana Kerja Tahunan atau Rencana Kerja Bisnis. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 25 dan Nomor 108 Tahun 2000 bahwa setiap periode lima tahun, SKPD diwajibkan menyusun Rencana Strategi atau Rencana Strategi Bisnis yang selanjutnya dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Bisnis (Rencana Strategis Bisnis).

Rencana Strategis Bisnis (RSB) memuat visi dan misi rumah sakit, program dan kegiatan serta tujuan, sasaran, strategis kebijakan tahun 2016 - 2021, serta memuat penjabaran program dan kegiatan setiap tahunnya.

Perencanaan strategis merupakan proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi,peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Proses ini menghasilkan suatu rencana strategis yang setidaknya memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategis kebijakan dan program serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya.

V i s i

Visi adalah kristalisasi dari nilai-nilai dan cita-cita bersama yang merupakan gambaran kedepan apa yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut visi yang ingin diraih oleh RSUD Wangaya Kota Denpasar dalam kurun waktu 5 tahun ke depan adalah: "Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama, Inovatif, Unggul Dalam Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Berbasis Budaya Kerja."

M i s i

Misi adalah kewajiban atau sewaka dharma yang dilaksanakan dalam upaya mewujudkan visi, agar organisasi tetap eksis. Mengacu pada tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan, maka misi yang diemban oleh RSUD Wangaya Kota Denpasar adalah : 1) Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau dengan mengutamakan

keselamatan pasien.

(15)

12

2) Mengelola sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan secara optimal.

3) Mengembangkan kompetensi sumberdaya manusia serta meningkatkan peran Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelatihan.

4) Mengelola administrasi umum, keuangan, dan sarana prasarana secara optimal.

Maksud, Tujuan dan Fungsi RS Maksud

1. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan (curatif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan (promotif) dan pencegahan (preventif) serta melaksanakan upaya rujukan.

2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit.

Tujuan

1. Memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna Fungsi

1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit ;

2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis ;

3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan ;

4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan ;

5. Menyelenggarakan pelayanan administrasi umum dan keuangan Budaya RS

1. Melayani adalah kewajiban (sewaka dharma) 2. Mengawali pekerjaan dengan doa.

3. Senatiasa senyum, ramah, sopan santun dan rendah hati.

4. Empati kepada pasien (mendengarkan, penuh perhatian, peduli, responsif dan suka menolong).

5. Menjaga kebersihan (rapi, berpenampilan menarik) 6. Menjunjung tinggi nilai profesionalisme.

(16)

13

MOTTO

”Melajani Sedjak Tahoen 1921”

Janji Layanan

“Memberikan pelayanan yang aman dan bermutu“

Sebagai Rumah Sakit Milik Pemerintah Kota Denpasar, Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya mengemban misi ke 3 Kota Denpasar yaitupeningkatan pelayanan publik melalui tata kelola kepemerintahan yang baik (good governanace) berdasarkan penegakan supremasi hukum (law enforcement). Mendukung tujuan 3 yaitu meningkatkan pelayanan public melalui tata kelola kepemerintahan (good government) . dan mewujudkan sasaran ke 10 yaitu meningkatnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel, dan melaksanakan program ke 6 ( 22 ) padmaksara yaitu meningkatkan aksebilitas, kapasitas dan kualitas kesehatan. Untuk mencapai visi, misi, tujuan, sasaran dan Program Pemerintah Kota Denpasar maka RSUD Wangaya menetapkan Visi, Misi Rumah Sakit.

Keterkaitan RPJMD Kota Denpasar Tahun 2016 - 2021 dengan program RSUD Wangaya Kota Denpasar :

Misi : Peningkatan pelayan publik melalui tata kelola kepemerintahan yang baik (good government) berdasarkan penegakan supremasi hukum (law enforcement)

(misi ke 3 RPJMD 2016 - 2021)

Tujuan : Meningkatkan pelayanan publik melalui tata kelola kepemerintahan (good government)

(tujuan ke 3 RPJMD 2016 - 2021)

Sasaran : Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel (sasaran ke 10 RPJMD 2016 - 2021)

Padmaksara : Meningkatkan aksebilitas, kapasitas dan kualitas kesehatan (program ke 6 (22) )

Strategi : Meningkatkan kesejahteraan (welfare society) menuju kebahagiaan (strategi ke 6 RPJMD 2016 - 2021)

Arah kebijkan : Kesehatan dan kesejahteraan sosial

(arah kebijakan ke 2.2.c RPJMD 2016 - 2021) Program RS : Peningkatan Pelayanan rumah sakit

Input : Anggaran

Rp. 161.514.626.108,-

Output :

Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat

Outcome :

Meningkatnya Indek Kepuasan Masyarakat

(17)

14

2.2 Perjanjian Kinerja

Perjanjian kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah/tanggung jawab/kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggung jawab/kinerja. Dengan demikian perjanjian kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya. Perjanjian kinerja ini akan menggambarkan rencana capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Tujuan umum diterapkannya perjanjian kinerja adalah : - Intensifikasi pencegahan korupsi

- Peningkatan kualitas pelayanan publik

- Percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.

Tujuan khususnya adalah :

- Meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur.

- Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah (mandat).

- Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

- Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur.

- Sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.

Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar telah membuat perjanjian kinerja tahun 2021 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada.

Perjanjian kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2021. Perjanjian Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar disusun dengan berdasarkan pada Rencana Kinerja Tahun 2021 yang telah ditetapkan, sehingga secara substansial Perjanjian Kinerja Tahun 2021 tidak ada perbedaan dengan Rencana Kinerja Tahun 2021. Substansi yang ada dalam Rencana Kinerja Tahunan maupun Perjanjian Kinerja adalah memuat tentang sasaran - sasaran strategis yang akan dicapai pada tahun 2021 yang telah mengacu pada Rencana Bisnis Strategis Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Tahun 2016 - 2021.

(18)

15

Perjanjian Kinerja Tahun 2021 RSUD Wangaya Kota Denpasar

Tujuan Sasaran Indikator

Kinerja Utama Target Program

1 2 3 4 5

Meningkatkan pelayanan

kesehatan kepada masyarakat

Meningkatnya kepuasan masyarakat

Indeks kepuasan masayarakat

83.5 % Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat

Program

1. Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit

Anggaran

Rp 161.514.626.108,-

Keterangan

Sumber Dana BLUD

(19)

16

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Sedangkan LKjIP adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. LKjIP merupakan produk akhir SAKIP yang menggambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan kegiatan.

RSUD Wangaya Kota Denpasar, berkewajiban membuat pelaporan yang accountable melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang terkandung dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/618/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tersebut diatas memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian program kegiatan yang menghasilkan kinerja yang baik maupun yang masih kurang baik pada Tahun Anggaran 2021

3.1 Pengukuran Capaian Kinerja

Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 dan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239 IX/6/8/2003 Tanggal 25 Maret 2003, tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah, Kinerja RSUD Wangaya Kota Denpasar diukur berdasarkan Tingkat Pencapaian Sasaran dan Program/Kegiatan melalui Rencana Kinerja yang dibandingkan dengan realisasinya.

Pencapaian sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan realisasi Indikator Sasaran. Pencapaian Kinerja Program/Kegiatan diperoleh dengan cara membandingkan Target dengan Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan yang terdiri dari Input, Output, Outcome. Indikator - indikator kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

- Kelompok indikator input (masukan), adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Indikator masukan ini antara lain berupa sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi dan peraturan.

(20)

17

- Kelompok Indikator output (keluaran) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai dari hasil kegiatan dan program yang dapat berupa fisik maupun non fisik berdasarkan masukan yang digunakan.

- Kelompok indikator outcomes (hasil) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka waktu menengah. Outcomes merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

Kemudian atas hasil pengukuran kinerja tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran strategis. Pengukuran tingkat efisiensi dilakukan dengan membandingkan realisasi dengan target sebuah kegiatan berdasarkan indikator masukan dan keluaran. Sedangkan untuk pengukuran tingkat efektivitas adalah dengan membandingkan target dan realisasi berdasarkan indikator keluaran dan hasil.

Untuk sebuah kegiatan yang kondisinya jika semakin tinggi angka realisasi menunjukan pencapaian kinerja yang semakin baik, maka digunakan rumus :

Setelah memperoleh angka capaian, maka dilakukan analisis dan evaluasi.Evaluasi terhadap setiap indikator kinerja dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang hal - hal yang mendukung keberhasilan dan hal yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan satu kegiatan. Tujuannya adalah untuk mengetahui pencapaian suatu sasaran/kegiatan, dinilai dan dipelajari guna perbaikan lebih lanjut.

3.2 Analisis Capaian Kinerja Tahun 2021

Tujuan Sasaran Indikator

Kinerja Utama Target Realisasi Program

1 2 3 4 5

Meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat

Meningkatnya kepuasan masyarakat

Indeks kepuasan masayarakat

83,5 % 83.80% Program

pemenuhan upaya kesehatan

perorangan dan upaya kesehatan masyarakat

Persentase Capaian

=

Realisasi Rencana

X 100 %

(21)

18

Program

1. Pemenuhan Upaya Kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat

Anggaran

Rp 161.514.626.108,-

Keterangan

Sumber Dana BLUD

Tingkat capaian kinerja, setelah dibandingkan antara target dan realisasi dapat dianalisa sebagai berikut :

Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan indikator : Persentase kepuasan masyarakat kepada kinerja pelayanan

Indek kepuasan masyarakat atas pelayanan di RSUD Wangaya tahun 2021 mencapai 83,91%, melampaui dari target 83,5%. Perhitungan indek kepuasan masyarakat meliputi pelayanan di rawat jalan, rawat inap, rawat darurat dan instalasi penunjang seperti laboratorium serta radiologi. Indek kepuasan masyarakat mencapai 83,91% disebabkan karena sebagian besar masyarakat sudah merasakan pelayanan yang diterima sudah sesuai dengan harapan mereka. Hal ini disebabkan karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang melayani sudah sesuai kepada kompetensi dan sarana prasarana yang ada sudah sesuai dengan standar.

3.3 Analisa Efisiensi Sumber Daya

1. Analisis Efisiensi Sumber Daya Manusia

RSUD Wangaya merupakan Rumah Sakit Tpe B Pendidikan milik Pemerintah Kota Denpasar. Mulai tahun 2008 telah ditetapkan sebagai PPK-BLUD dimana efektif dan efisien menjadi landasan dalam setiap kegiatan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Berbicara masalah kebutuhan Sumber Daya Manusia ( SDM ) , sesuai dengan hasil perhitungan analisa beban kerja kebutuhan tenaga untuk kegiatan rumah sakit adalah sebanyak 1.044 orang. Jumlah SDM per Desember 2021 tenaga yang ada saat ini 991 orang yang terdiri dari PNS sebanyak 463 orang, Non PNS sebanyak 503 orang dan tenaga kontrak covid Dinas Kesehatan Kota Denpasar sebanyak 25 orang. Dari segi jumlah RSUDW telah melakukan efisiensi sebanyak 50 orang, hal ini dapat kita sebut efisiensi karena dengan kekurangan tenaga, kinerja rumah sakit dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Data kunjungan pasien selama 3 (tiga) tahun terakhir adalah :

Tahun Jenis Pelayanan

Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Darurat (IGD)

2019 84.709 13.847 36.581

2020 70.711 9.242 24.600

2021 79.079 8.279 20.265

(22)

19

Berdasarkan tabel diatas terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien tahun 2020 ke tahun 2021. Hal ini disebabkan kondisi pandemic covid-19 yang melanda sehingga mempengaruhi kunjungan pasien dimana pasien takut ke RS

Kegiatan Pelayanan Dalam Masa Pandemi Covid-19 yang dilakukan RSUD Wangaya Kota Denpasar

1. Menyiapkan ruang isolasi untuk pasien covid-19

a. Berdasarkan surat keputusan Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar Nomor 188.45/75/RSUDW/2020 tentang penetapan ruang isolasi Corona Virus Desease (covid-19) pada RSUD Wangaya Kota Denpasar di tetapkan 50 tempat tidur.

b. Berdasarkan surat keputusan Direktur Nomor 188.45/13/RSUDW/2021 ruang isolasi menjadi 71 TT.

c. Berdasarkan surat keputusan Direktur Nomor 188.45/97/RSUDW/2021 ruang isolasi menjadi 109 TT.

d. Berdasarkan surat keputusan Direktur Nomor 188.45/118/RSUDW/2021 ruang isolasi di tetapkan menjadi 78 TT seiring dengan menurunnya pasien covid-19.

e. Berdasarkan surat keputusan Direktur Nomor 188.45/133/RSUDW/2021 ruang isolasi di tetapkan menjadi 47 TT.

2. Menyiapakan oxygen concentrator dan tabung oksigen a. Oxygen Concentrator (OC) sebanyak 65 buah

Sumbangan dari :

- Kemenkes RI melalui Dinkes Propinsi Bali sebanyak 30 buah - Kemenko Marvest melalui Dinkes Propinsi Bali sebanyak 10 buah - BNPB sebanyak 4 buah

- Dinkes Kota Denpasar sebanyak 11 buah - Milik RSUD Wangaya Kota Denpasar 10 buah b. Tabung Oksigen 6 M3 sebanyak 160 buah c. Tabung 1 M3 sebanyak 50 buah

3. Pembelian alat-alat kedokteran untuk penanganan covid sumber dana APBD 2021 1. Broncoscopy Portable 1 unit (sebelumnya tidak tersedia)

2. Echo Portable 1 unit (sebelumnya tidak tersedia) 3. Incubator warmer 1 unit (sebelumnya tidak tersedia) 4. Infan warmer 1 unit (sebelumnya tidak tersedia) 5. Air Purifier 2 unit (sebelumnya sudah tersedia 10 unit)

6. Capp Electronic Pipette 0,2 – 10 UL 2 buah (sebelumnya tidak tersedia)

(23)

20

7. Capp Electronic Pipette 50 – 1000 UL 4 buah (sebelumnya tidak tersedia) 8. Extraction 1 unit (sebelumnya tidak tersedia)

9. Mobile X-Ray 1 unit (sebelumnya sudah tersedia 1 unit)

10. Oksigen Concentrator 10 unit (kemudian dapat sumbangan 44 unit)

Data Pasien Covid-19 Tahun 2021

DATA PASIEN COVID 19 DARI JANUARI - DESEMBER 2021

No Bulan SUSPECT CONFIRM MENINGGAL SEMBUH DISCHARGE DIRUJUK ISOLMAN APS

1 Januari 80 125 17 125 1 1 8 0

2 Februari 89 122 21 116 16 1 0 1

3 Maret 67 118 13 124 26 2 0 2

4 April 49 101 20 100 12 0 0 1

5 Mei 55 23 10 53 27 1 0 0

6 Juni 36 54 9 21 24 0 1 0

7 Juli 67 245 29 170 14 0 0 3

8 Agustus 74 230 76 176 29 7 0 5

9 September 57 73 19 99 27 4 0 1

10 Oktober 30 17 10 26 19 1 0 0

11 Nopember 16 3 3 3 14 0 0 0

12 Desember 22 5 2 1 18 0 0 0

Total 642 1.116 229 1.014 227 17 9 13

Data Rapid Antibodi dan Swab PCR Tahun 2021

No Bulan Jumlah Pasien

1 Rapid Antibodi 7.432

2 Swab PCR 15.285

Data Pasien Covid-19 Bulan Maret 2021 – Desember 2021

No Jenis Layanan Jumlah

1 Rawat Jalan 5.725

2 Rawat Inap 1.507

(24)

21

Data Kinerja Rumah Sakit (BOR Covid-19 Januari – Desember 2021)

No Bulan BOR (%) Rata-rata

1 Januari 67%

43.25%

2 Februari 70.93%

3 Maret 57.10%

4 April 58.73%

5 Mei 25.52%

6 Juni 23%

7 Juli 86.13%

8 Agustus 76.23%

9 September 31.77%

10 Oktober 14.94%

11 Nopember 3.17%

12 Desember 4.52%

Refocusing Anggaran Dalam Masa Pandemic Covid-19

Program/Kegiat an

Target

Program/Kegiatan Target Program/Kegi

atan

Realisasi

fisik keuangan fisik keuangan fisik keuangan

Program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan

masyarakat

Program

pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan

masyarakat

Program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan

masyarakat

28.450.000.000

- Alat

Kedokteran

12.690.000.000

- Alat

Kedokteran

5.625.000.000 Belanja Jasa

Pelayanan kesehatan bagi

ASN

15.125.000.000 Air purifer

230.000.000 Air purifer

230.000.000 Belanja Jasa

Tenaga

Kesehatan

13.325.000.000 Bed ICU

630.000.000

Bed Side Monitor

600.000.000

Bed Side Monitor

500.000.000

Capp Electronic Pipette 02-10UL

25.000.000

Capp Electronic Pipette 02-

10UL

25.000.000

Capp Electronic Pipette 50-

1000UL

50.000.000

Capp Electronic Pipette 50-

1000UL

50.000.000

(25)

22

Centrifuge

132.000.000

DR Mobile X

Ray

2.700.000.000

DR X Eay

2.800.000.000 EKG

300.000.000

EKG

100.000.000 Extraction

400.000.000

Extraction

400.000.000 High Flow Nasal Canula

280.000.000

Flowmeter O2

60.000.000 Infus Pump

210.000.000

High Flow Nasal

Canula

560.000.000 Nebulizer

18.400.000

Infus Pump

150.000.000

Pulse

Oxymeter

88.200.000

Mobile X Ray

500.500.000

Refrigerator

Medical

79.100.000

Nebulizer

23.000.000 Stetoscope

13.600.000

Oksigen generator

4.449.750.000 Syringe Pump

225.000.000

Pulse Oxymeter

126.000.000 Tensimeter

20.000.000

Refrigerator

Medical

200.000.000 Thermo Gun

3.200.000

Stetoscope

17.000.000

Transfer

Stretcher

270.000.000

Syringe Pump

450.000.000

Vital Sign

Monitor

112.500.000

Tensimeter

20.000.000

Thermo Gun

3.250.000

Transfer Stretcher

270.000.000

Ventilator

806.000.000

Vital Sign

Monitor

187.500.000

COVID

5.121.971.184 COVID

5.121.971.184

Broncoscopy

portable

500.000.000 Broncoscopy

portable

500.000.000

Echo portable

783.000.000 Echo portable

783.000.000

FACS

1.800.000.000 FACS

1.800.000.000

Incubator

Transport

457.576.000

Incubator

Transport

457.576.000

Infant Warmer

281.395.184 Infant Warmer

281.395.184

USG Anastesi

1.300.000.000 USG Anastesi

1.300.000.000

(26)

23

Kinerja Rumah Sakit Umum Dearah Wangaya Kota Denpasar

2. Analisis Efisiensi Pengelolaan Keuangan

Tahun 2021 realisasi fisik mencapai 91,23%, presentase ini adalah gabungan antara BL dan BTL.

Untuk BL capaian fisiknya sah 100%, sedangkan capaian keuangan 92,53%

3. Analisis Efisiensi Sarana dan Prasarana

Tahun 2021 biaya pemeliharaan Rp. 2.848.450.000,- atau 2,14% dari total anggaran sebesar Rp. 133.305.081.924,-. Standar penganggaran untuk pemeliharaan seharusnya 5%, tetapi Rumah Sakit Wangaya dengan 2,14 % sudah dapat melakukan pemelihaan sarana prasarana dan alat kesehatan dengan baik.

No Indikator Kriteria Baik Realisasi 2020 Realisasi 2021 I Variabel Bisnis Internal

1 BOR (%) 60 % - 85 % 50.36 49,95

2 ALOS (hari) 6 - 9 hari 4.03 4,42

3 BTO (kali) 40 - 50 kali 44.20 39,35

4 TOI (hari) 1 - 3 hari 4.10 4,64

5 GDR (%) < 45 % 59.04 69,58

6 NDR (%) < 25 % 33.72 42,72

7 IDR (%) 0 142.86 0,85

8 MDR (%) 0 2.25 103,26

9 AKB 0 40.00 38,00

10 AKI 0 6.00 2,00

II IKM 77 % 83.63 % 83.80%

III Pendapatan RS - 108.551.978,98 118.370.818.269,21

(27)

24

3.4 Program Inovasi

3.5 Perbandingan Capaian Perjanjian Kinerja Selama 3 Tahun

Indek Kepuasan Masyarakat atas pelayanan di RSUD Wangaya Kota Denpasar tahun 2019&

2020 IKM yang dicapai melebihi dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat sudah merasakan pelayanan yang diterima sesuai dengan harapan mereka.

Untuk tahun 2021 Indek Kepuasan Masyarakat sebesar 83.91% melebihi dari target 83,5%.

Tujuan Sasaran

Indikator Kinerja

Utama

2019 2020 2021

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi

Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat

Meningkatnya Kepuasan Masyarakat

Indeks Kepuasan Masyarakat

82% 83,63% 83% 83,30% 83,5% 83,91%

(28)

25

3.6 Permasalahan dan tindaklanjut Permasalahan :

1. Kunjungan pasien menurun khususnya pasien – pasien essential karena pandemic covid-19.

2. Kekurangan alat kesehatan.

3. Kekurangan SDM Tenaga Kesehatan.

4. Kondisi bangunan sebagian besar sudah tua dan rapuh Tindak lanjut :

1. Untuk mengatasi jumlah pasien yang menurun, maka RSUD Wangaya menetapkan alur pelayanan khusus pasen covid yang tidak bercampur dengan pelayanan essensial yang ada dan juga membuka ruang operasi khusus pasien covid, lab PCR untuk swab, ruang HD khusus covid-19 Selain itu juga membuka pelayanan baru seperti pelayanan ESWL (pemecahan batu dengan laser) dan pelayanan radiologi (CT Scan) dengan 128 slices.

2. Penyiapan ruang isolasi dengan mengubah fungsi ruangan sebagai contoh gedung praja amerta yang sebelumnya dimanfaatkan untuk perawatan pasien rawat inap kelas vip dirubah menjadi ruang isolasi yang merawat pasien covid-19 dan merenovasi ruangan.

3. Melakukan refocusing anggaran untuk pengadaan alat kesehatan.

4. Mengadakan alat kesehatan baik dengan anggaran BLUD maupun dengan mengajukan usulan ke Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

5. Bekerjasama dengan Dinas PU Kota Denpasar untuk mengusulkan Pembangunan Gedung IGD dan Poliklinik.

(29)

26

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) selain merupakan media pertanggungjawaban, juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kinerja Instansi Pemerintah. Sebagai bahan pertanggungjawaban, LKjIP Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar ini merupakan sarana instrospeksi diri bagi unit kerja dan diharapkan dapat memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan, serta berguna dalam penyusunan rencana dimasa mendatang.

Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar sebagaimana tercermin dalam misinya, yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan bermutu serta terjangkau semua lapisan masyarakat. Tujuan yang akan dicapai adalah meningkatkan mutu pelayanan dengan tetap mempertahankan efisiensi. Sasarannya adalah peningkatan mutu sumber daya manusia, sarana dan prasarana kesehatan. Dan selanjutnya memberikan pelayanan kesehatan perseorangan secara

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar tahun 2020 berdasarkan pada Instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi.

Berdasarkan pada pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja yang telah dilakukan berdasarkan sasaran dan indikator kinerja utama dapat dikatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar telah berhasil dalam melakukan program dan kegiatan yang sesuai dengan target yang ditetapkan.

Gambar

Gambar 3.1. Peta Posisi Strategis RSUD  Wangaya Kota Denpasar

Referensi

Dokumen terkait

(LKjIP) Pemerintah Kota Balikpapan telah disusun, sebagai bentuk informasi. pertanggung jawaban atas pelaksanaan kinerja yang telah dilaksanakan

Untuk mengukur keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang akan digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja,

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang berkewajiban untuk mengupayakan pencapaian dan implementasi Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan,

Dalam rangka pencapaian Visi, Misi, dan Sasaran tersebut, Kementerian Pertanian menyusun arah dan kebijakan pembangunan pertanian 2010-2014 yaitu: (1) Melanjutkan dan memantapkan

Di dalam buku ini memuat: (1) Struktur Organisasi Program Pascasarjana, (2) Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Program Pascasarjana, (3) Surat Keputusan Direktur

Untuk mengetahui, menilai sekaligus mengevaluasi pertanggung jawaban pelaksanaan misi organisasi pemerintah daerah khususnya kewenangan di bidang kependudukan dan

Kualitas kerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi

Kebijakan ditetapkan untuk mengarahkan program dan kegiatan organisasi agar fokus terhadap pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang sudah ditetapkan. Berikut