• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 DAMPIT Kelas / Semester : XI / 2

Tema : Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Internasional Sub Tema : Kerja Sama Ekonomi Internasional

Pasangan KD : 3.8 Mendeskripsikan Kerjasama ekonomi internasional

4.8 Menyajikan bentuk dan manfaat kerja sama ekonomi internasional;

Alokasi waktu : 2 x 45 menit (pertemuan ke 8) A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah pembelajaran peserta didik diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian kerjasama ekonomi internasional 2. Menjelaskan manfaat kerjasama ekonomi internasional

3. Mengolah data/informasi untuk membuat kesimpulan tentang kerjasama ekonomi internasional 4. Menyajikan bentuk-bentuk dan manfaat kerjasama ekonomi internasional.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Sumber Belajar Pendekatan, Model dan Metode

Whattsapp, Google classroom

Buku Paket Ekonomi XI

Video Pembelajaran

Modul, bahan ajar, internet, dan sumber lain yang relevan

Pendekatan : Saintifik

Model : Discovery Learning

Metode : Tanya jawab, Diskusi, penugasan dan Presentasi

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Sintak Deskripsi

Pendahuluan

 guru membuka pelajaran dengan melakukan kegiatan awal rutin (berdoa dan memeriksa kehadiran siswa)

 guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajarai dalam kehidupan sehari-hari

 Menyampaikan tujuan pembelajaran

 Membagi kelompok belajar siswa

 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesusai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti

Penutup

Stimulasi/pe mberian rangsangan

Peserta didik menyaksikan tayangan video materi tentang kerjasama ekonomi internasional (link video youtube sudah dikirim di google classroom) (literasi)https://www.youtube.com/watch?v=KfX88U1vk3w

Pengumpulan Data

Peserta didik mengerjakan lembar kerja dan menuliskan temuan hasil pengamatan terhadap video/materi pembelajaran secara berkelompok Pengolahan

Data

Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data dari hasil pengamatan dengan cara berdiskusi tentang materi pengertian, manfaat kerjasama ekonomidengan bantuan pertanyaan dalam Lembar Kerja Peserta Didik (colaboration dan critical thingking)

Verifikasi Masing-masing kelompok menyajikan hasil diskusi dan anggota kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya atau menanggapi.

Comunication and critical thingking

Generalisasi Secara bersama-sama peserta didik membuat kesimpulan hasil diskusi.(creativity)

Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi, dan memberikan penghargaan atau apresiasi kepada proses dan hasil pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik’

 Guru bersama peserta didik memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (refleksi)

 Guru memberikan tes /tanya jawab terkait materi kerjasama ekonomi internasional

 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan yang akan datang

 M engakhiri kegiatan pembelajaran dengan pesan dan motivasi untuk semangat belajar dan diakhiri doa penutup dan salam

(2)

C. Penilaian Pembelajaran

1. Penilaian sikap melalui jurnal selama kegiatan pembelajaran 2. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis atau lisan

3. Penilaian keterampilan melalui portofolio/ unjuk kerja

Malang, 6 April 2022 Mengetahui

Kepala Sekolah SMAN 1 Dampit Guru Mata Pelajaran

HARI KUSRINI ,S.Pd., MM HARI KUSRINI, S.Pd., MM NIP. 19700910 199503 2 004 NIP. 19700919 199503 2 00

(3)

Lampiran materi.

KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

A. Pengertian

Kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama di bidang ekonomi antara dua atau lebih negara yang saling menguntungkan. Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional Banyak negara yang melakukan kerja sama ekonomi internasional karena menyadari bahwa kerja sama ekonomi internasional memberikan manfaat. Kerja sama ini dapat dilakukan antara negara maju dengan negara berkembang, atau antara sesama negara maju. Kerja sama antara negara maju dengan negara berkembang diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar barang mentah dengan barang jadi, atau pertukaran barang mentah dengan modal dan tenaga ahli. Sedangkan kerja sama antara sesama negara maju diwujudkan dalam bentuk pertukaran tenaga ahli serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Dilihat dari letak geografisnya, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:

a. Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama di bidang ekonomi yang dilakukan oleh banyak negara di dunia.

b. Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam suatu kawasan tertentu.

c. Kerja sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan dengan negara-negara yang berada di kawasan yang lain.

Berdasarkan banyaknya negara peserta, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut:

a. Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh dua negara.

b. Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh lebih dari dua negara.

Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama Antarnegara.

Setiap kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarNegara:

a. Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan

Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja sama antarnegara.

1) Perbedaan sumber daya alam Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam.

2) Perbedaan iklim dan kesuburan tanah.Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman.

3) Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia.

4) Perbedaan ideologi Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflikninternasional.

Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada.

b. Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan

Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja sama antarNegara :

1) Kesamaan sumber daya alam Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara.

(4)

2) Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis) Negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk kepentingan wilayah dari masing-masing negara anggotanya.

3) Kesamaan ideologi Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negaranegara di Atlantik Utara yang berideologi liberal. Selain itu, negaranegara yang tidak memihak pada blok Barat ataupun blok Timur membentuk kerja sama dalam organisasi Nonblok.

4) Kesamaan agama Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa negara untuk bergabung dalam suatu organisasi.

Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kerjasama antarnegara:

a. Terbatasnya kemampuan suatu negara dalam memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang tidak terbatas.

b. Adanya perbedaan kondisi geografis, sosial ekonomi, dan ilmu pengetahuan masing- masing negara.

c. Perbedaan faktor produksi yang dimiliki oleh masing-masing negara.

Secara rinci, kerja sama ekonomi internasional bertujuan sebagai berikut:

a. Mencukupi Kebutuhan dalam Negeri Tidak ada negara yang memiliki semua barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Bagi negara yang memiliki kelebihan suatu produk tertentu dapat menjual ke negara lain sehingga semua negara dapat memperoleh barang yang dibutuhkan.

b. Meningkatkan Produktivitas dalam Negeri Dengan melakukan kerja sama ekonomi dengan negara lain, suatu negara bisa memperoleh bahan produksi yang belum dimiliki. Sumber- sumber produksi yang tidak terdapat di dalam negeri bisa diimpor dari luar negeri. Dengan demikian, produksi di dalam negeri menjadi lebih lancar sehingga produktivitasnya meningkat.

c. Memperluas Lapangan Kerja Kerja sama ekonomi internasional membuat ketercukupan sumber-sumber produksi yang semula tidak dimiliki oleh suatu negara. Oleh karena ketercukupan sumber-sumber produksi maka proses produksi bisa berjalan. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja.

d. Meningkatkan Pendapatan Negara melalui Ekspor Ekspor dilakukan apabila harga di luar negeri lebih tinggi daripada di dalam negeri. Oleh karena itu, ekspor dapat meningkatkan pendapatan karena perolehan penjualan meningkat.

e. Memperkuat Rasa Persahabatan Dengan melakukan kerja sama ekonomi internasional, jalinan persahabatan negara-negarayang terlibat menjadi semakin baik. Hal ini karena adanya kesadaran bahwa mereka saling membutuhkan.

Lampiran Penilaian :

1. Teknik Penilaian (terlampir) a. Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

No Nama Siswa Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

BS JJ TJ DS

1 Soenarto 75 75 50 75 275 68,75 C

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :

• BS : Bekerja Sama

• JJ : Jujur

• TJ : Tanggun Jawab

• DS : Disiplin Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik

(5)

75 = Baik 50 = Cukup 25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai - Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut serta

mengusulkan ide/gagasan. 50

250 62,50 C

2

Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

50

3 Saya ikut serta dalam membuat

kesimpulan hasil diskusi kelompok. 50

4 ... 100

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan - Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman. 100

450 90,00 SB

2 Memberikan solusi terhadap

permasalahan. 100

3 Memaksakan pendapat sendiri

kepada anggota kelompok. 100

4 Marah saat diberi kritik. 100

5 ... 50

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) - Penilaian Jurnal (Lihat lampiran) b. Pengetahuan

(6)

- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)

- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan - Penugasan (Lihat Lampiran)

Tugas Rumah

a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik

b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik

c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian.

c. Keterampilan

- Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

No Aspek yang Dinilai

Sangat Baik (100)

Baik (75)

Kurang Baik

(50)

Tidak Baik

(25) 1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa 4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor) 100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah Keterangan :

100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran) - Penilaian Produk (Lihat Lampiran) - Penilaian Portofolio

Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll Instrumen Penilain

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 2 3 4

2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial

Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :

1) Jelaskan tentang Sistem Pembagian Kekuasaan Negara!

2) Jelaskan tentang Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian!

3) Jelaskan tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan!

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ………..

Kelas/Semester : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Ulangan Harian Ke : ………..

Tanggal Ulangan Harian : ………..

(7)

Bentuk Ulangan Harian : ………..

Materi Ulangan Harian : ………..

(KD / Indikator) : ………..

KKM : ………..

No

Nama Peserta

Didik

Nilai Ulangan

Indikator yang Belum Dikuasai

Bentuk Tindakan Remedial

Nilai Setelah

Remedial Keterangan 1

2 3 4 5 6 dst b. Pengayaan

Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :

1) Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara yang relevan.

2) Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

4) Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara yang ada di lingkungan sekitar.

(8)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Kerjasama Ekonomi Internasional

PENGERTIAN KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

Untuk memenuhi semua kebutuhannya, suatu negara perlu bekerja sama dengan negara lain atau perlu kerja sama ekonomi internasional. Dewasa ini dengan semakin modern kebudayaan umat manusia di suatu negara, justru semakin tinggi tingkat kebergantungannya terhadap negara lain. Kerja sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Kerja sama tersebut dapat terjadi hanya melibatkan dua negara saja maupun lebih. Dalam lingkup kehidupan bernegara. Saat ini hampir tidak ada negara yang dapat hidup sendiri. Suatu negara pasti membutuhkan kerja sama ekonomi dengan negara lain

Nama anggota kelompok:

1. ………..

2. ………..

3. ………..

4. ………..

KEL:

Apa yang akan kalian pelajari:

Pengertian kerjasama ekonomi internasional

Manfaat kerjasama ekonomi internasional

Petunjuk

 Tulislah nama kelompok dan anggota kelompok

 Baca dan pahami LKS ini dengan cermat

 Diskusikan dan kerjakan LKS dengan teman kelompokmu

(9)

Kerjasama internasional akan terjadi bila kedua Negara menganggap akan teradapat keuntungan dalam bekerjasama terutama dalam bidang ekonomi. Kerjasama internasional yang baik akan meningkatkan perekonomian kedua Negara bila kerjasamanya bilateral atau banyak Negara bila kerjasamanya lebih dari dua Negara.

Pertanyaan:

Dari wacana di atas jelasakan pengertian kerjasama ekonomi internasional

………

………

………..

MANFAAT KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

Carilah informasi dan diskusikan bersama anggota kelompok anda tentang manfaat kerjasama ekonomi internasioal beserta contohnya

………

………

………

………..

(10)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Kerjasama Ekonomi Internasional

BENTUK-BENTUK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

Di bawah ini beberapa contoh bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional yang dilakukan oleh Indonesia:

1. Hubungan Internasional Indonesia dengan banyak negara di seluruh dunia Hubungan Indonesia dengan PBB dalam bentuk perundingan mengenai hukum internasional dan tindakan terkait dengan masalah internasional. Dengan hubungan ini negara Indonesia berhak untuk mengajukan pandangan terhadap isu internasional. Bergabungnya Indonesia ke dalam PBB mempercepat proses penyelesaian konflik Indonesia – Belanda (penjajah), sehingga mau mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949

2. Hubungan Internasional Indonesia dengan Korea Hubungan internasional Indonesia dengan Korea berjalan di segala bidang. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Di bidang pendidikan, Indonesia dan Korea melakukan suatu kerjasama dalam bentuk beasiswa bagi siswa dan mahasiswa Indonesia untuk belajar di Korea. Beberapa program beasiswa diturunkan dari beberapa lembaga dan universitas di Korea. Ada pula yang diturunkan oleh Kedutaan Besar Korea di Indonesia. Program beasiswa ini tentunya membantu para siswa dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri, khususnya Korea. Program yang ditawarkan biasanya beasiswa S1, S2, hingga S3

3.Hubungan Internasional Indonesia dengan Negara-Negara ASEAN Hubungan Indonesia dengan negara-negara ASEAN salah satunya di bidang perdagangan yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) yaitu dimana negara-negara yang berada di kawasan ASEAN dapat melakukan perdagangan bebas untuk

melakukan ekspor impor tanpa dikenakan bea cukai..

Nama anggota kelompok:

1. ………..

2. ………..

3. ………..

4. ………..

KEL:

Apa yang akan kalian pelajari:

Bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional

Lembaga-lembaga kerjasama ekonomi internasional

Petunjuk

 Tulislah nama kelompok dan anggota kelompok

 Baca dan pahami LKS ini dengan cermat

 Diskusikan dan kerjakan LKS dengan teman kelompokmu

(11)

4.Hubungan Internasional Indonesia – Norwegia Hubungan bilateral Indonesia – Norwegia dalam bidang energi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sebagai hasil nyata dari perjanjian kerjasama bidang energi yang ditandatangani di Jakarta tanggal 18 September 1995. Salah satu contoh dekatnya hubungan antara kedua negara ini dapat dilihat dari meningkatnya kegiatan seminar dalam bidang peningkatan produksi minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery), dan teknologi laut dalam.

5. Hubungan Internasional Indonesia-Inggris Hubungan Indonesia – Inggris berjalan di sektor perekonomian. Salah satu bentuk koneksi dagang Indonesia-Inggris adalah ekspor migas ke Inggris karena Inggris tak memiliki cadangan minyak bumi. Guna menutupi kekurangannya terpaksa pemerintah British Raya mencari koneksi dagang terhadap negara penghasil minyak bumi termasuk Indonesia. Bentuk kerjasama Indonesia-Inggris di sektor perdagangan antara lain ekspor baja, karet alam, mebel dari kayu ke Inggris. Sebaliknya Inggris mengekspor bahan pangan berupa gandum, makanan olah lainnya, berbagai macam jenis mesin pabrik dan teknologi IT ke Indonesia.

Pertanyaan:

Dari wacana di atas berikan analisismu tentang beberapa artikel tersebut termasuk dalam bentuk

kerjasama apa serta berikan alasan anda

………

………

………..

LEMBAGA-LEMBAGA KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

Carilah informasi dan diskusikan bersama anggota kelompok anda tentang lembaga-lembaga kerjasama ekonomi internasional dan carilah artikel tentang kerjasama Indonesia dengan lembaga- lembaga tersebut ……….

………

………

………

………..

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Menyajikan informasi hasil identifikasi pemanfaatan sumber daya alam hayati bagi kesejahteraan masyarakat dengan kurang sistematis.. Belum mampu menyajikan informasi

Dengan Tanya jawab peserta didik dapat menentukan 3 sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif dengan benar.. Dengan melakukan pengamatan

Melalui penayangan video dan slide powerpoint di proyektor serta diskusi, peserta didik dapat menganalisis faktor pendorong kerjasama antarnegara-negara ASEAN

Dengan penugasan secara online tentang membuat poster, siswa mampu menjelaskan tentang pentingnya peran hewan sebagai sumber daya alam dalam menjaga

Alokasi Waktu Sumber Belajar Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan Negara tetangga Keadaan alam Indonesia dan Negara tetangga •

Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya1. Bahan tersebut dapat berupa benda mati maupun benda hidup yang

Menyebutkan contoh kerusakan sumber daya hutan dan laut di Indonesia dan negara-negara ASEAN. Disajikan kasus kerusakan hutan di Indonesia, peserta didik dapat menganalisis 3

Peserta didik Bersama-sama mendiskusikan penyusunan 20 gambar dengan mencocokan gambar yang termasuk sumber daya alam yang dapat di perbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat di