41 BAB IV
GAMBARAN UMUM PENELITIAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Film “Positif”
Film pendek “Positif” merupakan film pendek produksi dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di sutradari oleh Hanung Bramantyo dan Jeihan Angga. Film pendek “Positif” ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Film pendek
“Positif” adalah projek dari pemerintah yang memiliki tujuan untuk menghimbau masyarakat Indonesia agar tetap waspada akan keadaan sosial di masa pandemi. Film “Positif” ditayangkan melalui kanal Youtube milik Hanung Bramantyo “The Bramantyo’s”.
Produksi film “Positif” adalah suatu projek dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informartika RI dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya Covid-19. Dengan latar belakang cerita yang mendeskripsikan kondisi masyarakat di saat masa pandemi dan dibalur dengan adegan komedi di dalamnya guna menghibur masyarakat di masa sulit seperti ini.
4.1.2 Profil Film “Positif”
Gambar 4. 1 Poster Film Pendek "Positif"
Judul Film : Positif
Rilis : 1 Januari 2021
42 Durasi : 38 menit, 30 detik
Sutradara : Hanung Bramantyo & Jeihan Angga Penulis Skenario : Jeihan Angga & Windha Pramesti Produser : Erwin Ernada
Pemain : Yusril Fahriza, Sekar Sari, Broto Wijayanto, Aryudha Fasha, Eka Wahyu Primadani, Eko Aris Setiawan, Daniel Godan, Eza Yoga, Ivan Dagang, Winda Kusuma, Putri Anggita, Oktavianus, Annaas Arrohim, Eka Tioda, Eca Eviana, Margaretha, Wahyu Dhiarto, Rama, Mas Made
Editor : Jeihan Angga
Produksi : Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan KOMINFO RI 4.1.3 Sinopsis Film “Positif”
Menceritakan tentang seseorang bernama Tegar (Yusril Fahriza) yang tidak percaya dengan adanya Covid-19. Tegar meyakini bahwa Covid- 19 hanyalah akal-akalan pemerintah untuk kepentingan pribadi, berbeda dengan istrinya Rini (Sekar Sari) yang patuh akan peraturan dari pemerintah untuk mentaati protokol kesehatan. Tegar percaya diri bahwa tubuhnya sehat hingga akhirnya Ia terkena Covid saat hasil SWAB dari kantor tempat Tegar bekerja menunjukkan hasil positif. Tegar akhirnya di karantina di asrama bersama dengan pasien positif Covid-19 lainnya.
Selama karantina, Tegar masih tidak percaya dengan Covid-19 karena dirinya merasa bahwa tubuhnya masih segar dan sehat. Meskipun tenaga medis yang bertugas menjelaskan bahwa Tegar termasuk dalam pasien OTG (Orang Tanpa Gejala), Tegar masih berserikeras untuk keleuar dari karantina. Selang beberapa hari, ada pasien meninggal karena Covid- 19 ini yang mana adalah teman sekamar Tegar. Suatu malam, Tegar berencaa untuk kabur namun Ia malah melihat hantu temannya yang sudah meninggal hingga pingsan. Akhirnya Tegra sadar ketika terbangun dari pingsannya bahwa Covid-19 nyata adanya.
43 4.1.4 Sutradara Film “Positif”
A. Hanung Bramantyo
Gambar 4. 2 Hanung Bramantyo (Liputan6.com)
Hanung Bramantyo adalah seorang sutradara Indonesia.
Lahir di Yogyakarta, 1 Oktober 1975. Dikenal sebagai sutradara dengan karya yang telah banyak memenangkan penghargaan.
Hanung, panggilan akrabnya memiliki latar pendidikan yang sesuai dengan apa yang menjadi pekerjaannya sekarang. Hanung Bramantyo merupakan lulusan Film dari Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenia Jakarta, namun sebelumnya Hanung pernah berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia namun tidak sampai lulus hingga pindah ke bidang yang ia geluti di IKJ.
Hanung Bramantyo berhasil medapatkan beberapa penghargaan selama karirnya menjadi seorang sutradara. Di antaranya adalah berhasil membawa pulang piala citra di Festival Film Indonesia dalam kategori sutradara terbaik pada film Brownies (2005) (IMDb, Hanung Bramantyo, 2021). Di awal masa pandemi, ketika pemerintah memberlakukan karantina, Hanung merasa bosan karena tidak dapat berkarya. Akhirnya Ia memulai membuat film pendek bersama anak-anaknya di rumah hanya bermodalkan kamera ponsel (CNNIndonesia, 2020). Film pendek “Positif” juga salah satu karya Hanung Bramantyo di masa pandemi.
44 Karya-karya dari Hanung Bramantyo sduah tidak asing lagi di masyarakat luas, terutama di industri perfilman. Sebanyak 44 film telah disutradari oleh Hanung, Ia juga menulis naskah dengan jumlah 17 naskah dan memproduseri film sebanyak 17 film (IMDb, Hanung Bramantyo, 2021). Beberapa karya tersebut adalah Catatan Akhir Sekolah (2005), Ayat-ayat Cinta (2008), dan Bumi Manusia (2019). Lewat film Ayat-ayat Cinta Hanung menuai kesuksessan yang tinggi. Film Ayat-ayat Cinta diangkat dari film karya Habiburrahman El-Shirazy dengan judul yang sama yang akhirnya juga mendapatkan kesuksesan di Malaysia dan Singapura, itu adalah awal kesuksesan dari Hanung Bramantyo. Berikut adalah karya dari Hanung Bramantyo:
No. Judul Film Tahun
1. Catatan Akhir Sekolah 2005
2. Fairish the Series (TV mini Series) 2005
3. Brownies 2005
4. Jomblo 2006
5. Lentera Merah 2006
6. Kamulah Satu-satunya 2007
7. Get Married 2007
8. Legenda Sundel Bolong 2007
9. Ayat-ayat Cinta 2008
10. Doa yang Mengancam 2008
11. Perempuan Berkalung Sorban 2009
12. JK (Short Film) 2009
13. Get Married 2 2009
14. Menebus Impian 2010
15. Sang Pencerah 2010
16. Tanda Tanya 2011
17. Tendangan dari Langit 2011
18. Pengerjar Angin 2011
19. Perahu Kertas 2012
20. Perahu Kertas 2 2012
21. Cinta Tapi Beda 2012
22. Gending Sriwijaya 2013
23. Soekarno: Indonesia Merdeka 2013
45
24. 2014 2014
25. Hijab 2015
26. Cinta Paling Agung (TV Movie) 2015
27. Talak 3 2016
28. Love is Trap (Short Film 2016
29. Rudy Habibie 2016
30. Surga yang Tak Dirindukan 2 2017
31. Kartini 2017
32. Jomblo 2017
33. Benyamin Biang Kerok 2017
34. The Gift 2017
35. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta 2018
36. Bumi Manusia 2018
37. Habibie & Ainun 3 2019
38. Benyamin Biang Kerok 2 2020
39. Tersanjung (2020) 2021
40. Adit Sopo Jarwo: The Movie 2021
41. Positif (Short Film) 2021
42. Miracle in Cell No. 7 2022
43. Satria Dewa: Gatotkaca (post-production) 2021 44. Garis Waktu (post-production) -
Tabel 4. 1 Film Karya Hanung Bramantyo (IMDb, Hanung Bramantyo, 2021)
B. Jeihan Angga
Gambar 4. 3 Jeihan Angga (IG: @jeihan.angga)
46 Jeihan Angga Pradana atau yang labih dikenal dengan Jeihan Angga adalah salah satu Sutradata film Indonesia. Lahir pada 6 November 1990. Jeihan Angga lebih banyak berkecimpung di film pendek daripada film panjang. Karya-karyanya juga kebanyakan film pendek yang sering didistribusikan lewat festival film. Film panjang pertamanya adalah film Mekkah I’m Coming (2020) produksi dari Dapur Film yang dikerjakan bersama Hanung Bramantyo. Dalam film itu pula Jeihan mendapatkan beberapa penghargaan dan apresiasi dari penonton dan kritikus film. Salah atunya adalah sebagai Sutradara Pilihan pada Fsetival Film Tempo dan Skenarip Terpilih. Selain itu dalam penghargaan Piala Maya Jeihan Angga terpilih sebagai Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana Terpilih. Jeihan Angga juga sering menjadi penulis scenario pada filmnya.
Jeihan Angga adalah lulusan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta di Fakultas Seni Media Rekam. Karyanya yang cukup popular adalah film pendek Anak Lanang (2017) namun Jeihan Angga di sini berperan sebagai Produser (IMDb, Jeihan Angga, 2021). Selain itu Jeian Angga juga pernah menjadi Sutradara dalam Video Musik milik Hanin Dhiya dalam albumnya dengan judul Cerita Hanin Dhiya. Prestasi yang pernah diraih oleh Jeihan Angga adalah memenangkan beberapa kategori dalam festival film, seperti dalam kategori Honorable Mention di Panasonic Young Filmmaker pada film Anak Lanang (2017) dan dalam kategori Short Movie terpilih dalam JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2017 di sini Jeihan Angga berperan sebagai produser. Berikut adalah karya Jeihan Angga sebagai Sutradara
No. Judul Film Tahun
1. Gara-gara Bendera 2011
2. On the Way 2013
3. Riding the Lights 2013
4. Ambyar 2015
47
5. Here I’m Waiting for You 2015
6. Mekah I’m Coming 2019
7. Positif 2021
8. Garis Waktu -
Tabel 4. 2 Film Karya Jeihan Angga (IMDb, Jeihan Angga, 2021) 4.1.5 Pemain Film “Positif”
A. Yusril Fahriza (Tegar)
Gambar 4. 4 Yusril Fauzia (klaklik.com)
Yusril Fahriza adalah seorang Aktor dan Komika Indonesia.
Memiliki nama lengkap Yusril Ihza Fahriza’ lahir di Lamongan Jawa Timur, 4 Juni 1989. Karirnya dalam dunia seni peran adalah pada film Cek Toko Sebelah (2016) memerankan seorang bernama Naryo. Yusril Fahriza adalah lulusan Ilmu Komunikasi FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selain itu, Yusril Fahriza juga tergabung dalam komunitas Stand Up Indo Jogja sebagai komika atau komedi tunggal. Karakter yang dimainkan dalam film
“Positif” adalah karakter yang tidak percaya dengan Covid-19.
B. Sekar Sari (Rini)
Gambar 4. 5 Sekar Sari (Tribunsolo.com)
48 Sekar Sari adalah seorang pemeran dan penari asal Yogyakarta. Lahir di Yogyakarta, 23 Desember 1988 Sekar Sari merupakan orang yang memiliki latar belakang kesenian.
Keahliannya dalam akting pertama kali ditunjukkan pada film Siti (2014) yang mana Ia langsung didapuk menjadi pemeran utama.
Dalam film Siti, Sekar Sari berhasil mendapatkan penghargaan pada The Singapore Film Festival sebagai aktor terbaik (Bestari, 2020).
Sebelum terjun ke dunia seni peran, Ia pernah tergabung dalam Projek “Recording the Future (RtF)” yaitu projek penelitian seni budaya dan kearsipan sejak tahun 2012 (IMDb, Sekar Sari, 2021) Selain itu Sekar Sari juga pernah tampil dalam teater musikal dengan judul Ayun-ayun Negeri (2020) sebagai Juru Pengarah Perempuan.
Sekar Sari di film “Positif” berberan sebagai Istri Tegar yang kalem, lemah lembut, dan penyabar.
C. Broto Wijayanto (Pak Asep)
Gambar 4. 6 Broto Wijayanto (IG @broto_wijayanto) Broto Wijayanto adalah seorang seniman asal Yogyakarta memiliki nama asli Muhammad Arif Wijayanto kelahiran Demak Jawa Tengah, 11 Februari 1976. Beliau juga mengajar kesenian di sekolah dan teater. Karirnya dalam dunia seni sanbat beragam.
Menjadi Pembina dan Pengajar di Deaf Art Community, menjadi guru di SMKN 1 Kasihan, Bantul Yogyakarta, Pengajar teater di Art for Children. Bahkan Broto Wijayanto adalah salah satu pendiri
49 Bengkel Pantomim Yoogyakarta yang sekrang leboh dikenal dengan Bengkel Mime Theater. Broto Wijayanto merupakan lulusan dari Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Yogyakarta.
Dalam film “Positif” Beliau berperan sebagai Pak Asep, pasien Covid-19 sekaligus teman kamar Tegar.
D. Aryudha Fasha (Trimbil)
Gambar 4. 7 Aryudha Fasha (IG @aryudhafasha)
Aryudha Fasha adalah seorang Aktor dan Penulis Naskah. Beberapa film yang pernah Ia mainkan adalah Mekah I’m Coming (2019), Jack (2019), dan Aum! (2021). Dalam karirnya Aryudha Fasha pernah menyutradarai beberapa film pendek bersama teman- temannya. Aryudha Fasha juga pernah bermain dalam Ludruk dengan judul Giras Lakon Sarip Tambak Oso. Di film “Positif ia berperan sebagai Trimbil, teman kerja Tegar.
E. Eka Wahyu Primadani
Gambar 4. 8 Eka Wahyu Primadani (IG: @ekakecap)
50 Eka adalah seorang Aktor dan AD (Asisstant Director). Ia juga memiliki beberapa projek pada film pendek menjadi orang di belakang layer dan pernah terlibat menjadi Aktor dalam bebrapa projek. Ia berperan sebagai teman kerja Tegar di film “Positif’.
4.2 Profil Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah orang yang dijadikan sumber data oleh peneliti dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2013) subjek penelitian adalah suatu atribut, sifat, atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variable tertentu Yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2013). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan subjek sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pemilihan subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang penyintas Covid-19 sebanyak 10 orang.
Pemilihan subjek Mahasiswa Ilmu Komunikasi adalah karena pertama, mahasiswa adalah usia dimana mereka memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir, dan memiliki rencana yang matang ketika akan melakukan tindakan. Beripikir secara kritis dan bertindak secara cepat merupakan sifat yang melekat pada diri seorang mahasiswa (Siswoyo, 2007). Kedua, Ilmu Komunkasi UMM adalah Ilmu yang salah satunya mempelajari tentang kajian teks media dan film seperti yang ada pada mata kuliah Dasar-dasar Syuting, Media dan Masyarakat, Research for Audio Visual, Hukum Media Massa dan lain sebagainya. Berikut adalah subjek yang sudah ditentukan oleh peneliti:
1. Irawan Ardi Wicaksono
Irawan, panggilan akrabnya adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017 asal Blitar yang pernah positif Covid-19. Irawan juga merasakan dampak di masa pandemi seperti mudah sakit, daya tahan tubuh menjadi lemah. Irawan adalah orang yang gemar menonton film, Ia juga adalah salah satu anggota dari UKM Kine Klub UMM. Saat
51 menjalani karantina ketika dinyatakan positif, Irawan berada di kontrakan tempat Ia tinggal di Malang dan mendapatkan termasuk mahasiswa yang mendapatkan bantuan sosial dari kampus.
Pendapatnya mengenai masa pandemi di lingkungan sekitarnya adalah bahwa masyarakat masih bisa mengerti dan memeahami apa yang sedang terjadi dan masih bisa untuk mematuhi apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah, Irawan juga mengatakan bahwa Ia kurang bersosialisasi dengan masyarakat setempat.
2. Akbar Raidandi
Akbar Raidandi atau memiliki nama sapaan Akbar merupakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2018. Saat dinyatakan positif, setelah menjalani tes SWAB Antigen, posisi Akbar berada di Malang, hingga Ia susah untuk berinteraksi dengan keluarga yang jauh dan terganggu karena tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya terutama untuk kuliah.
Akbar adalah mahasiswa yang juga aktif di HMJ Ilmu Komunikasi.
Akbar juga telah mendapatkan bantuan sosisal dari kampus, yang menurutnya itu sangat membantu karena Ia susah untuk keluar rumah dan tidak ada yang membantu. Karena jauh dari keluarga Akbar hanya menggantungkan bantuan dari teman ketikan membutuhkan sesuatu seperti makanan dan keperluan yang lain.
3. Zida Nafidah Balqis
Zida Nafidah Balqis atau yang akrab dipanggil Zida ini adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017. Saat ini selain sibuk sebagai Mahasiswa tingkat akhir, Zida juga bekerja di Mahatma Organizer sebuah Wedding Organizer yang berbasis di asal daerahnya yakni Lumajang. Zida pernah dinyatakan Covid-19 setelah menjalani tes SWAB Antigen sebelum memulai pekerjaannya. Zida mengeluh di masa pandemi seperti ini banyak pekerjaan yang tidak dapat dilakukan sesuai target. Banyak klien dari Mahatma yang akhirnya membatalakan acara karena takut dengan penyebaran Covid-19.
52 4. Herlina Putri
Herlina Putri yang biasa dipanggil Puput adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2020 asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Puput adalah salah satu mahasiswa yang pernah dinyatakan positif Covid-19, dan mengeluh tentang bagaimana Ia akhirnya memiliki keterbatasan untuk berkegiatan di luar rumah karena harus karantina mandiri di rumah. Puput mengaku Ia tertular oleh salah satu keluarganya.
Puput adalah mahasiswa yang belum pernah merasakan kuliah offline, Puput mengatakan jika sangat meninginkan untuk segera bertemu dengan teman-teman seangkatannya. Karena dari awal kuliah Puput hanya berada di rumah, dan saat dinyatakan positif Covid-19 Ia karantina di rumah dan didampingi oleh keluarganya. Masyarakat sekitar Puput masih sangat menjunjung tinggi budaya setempat yang menurut Puput hal tersebut yang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat di lingkungannya tidak percaya dengan Covid-19.
5. Mochammad Alfian Sya’bani
Mochammad Alfian Sya’bani atau yang biasa disapa Fian merupakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2018 yang pernah tergabung dalam organisasi HMJ Ilmu Komunikasi. Fian pernah dinyatakan positif Covid-19, setelah menjalani tes SWAB PCR. Fian memiliki gejala anosmia dan pernafasan saat positif. Posisi Fian saat dinyatakan positif di Malang.
Kondisi di masa pandemi, mengakibatkan Fian mengalami masa sulit terutama dalam hal ekonomi. Masalah ekonomi di keluarganya adalah dampak yang paling dirasakan Fian. Sehingga ketika akan melakukan aktivitas sedikit terhambat apalagi Fian jauh dari keluarga.
Fian juga mengatakan dengan adanya program dari kampus untuk membantu mahasiswanya di masa pandemi Fian jadi terbantu dengan menerima bantuan sosial.
6. Galuh Kusuma Wardhani
53 Galuh Kusuma Wardhani atau yang memiliki nama panggilan Galuh adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2019. Selain sibuk menjalani harinya sebagai mahasiswa, Ia juga aktif dalam organisasi HMJ Ilmu Komunikasi. Galuh memiliki gejala mual, panas, anosmia, dan radang tenggorokan sebelum dinyatakan positif Covid-19 setelah tes SWAB Antigen. Di masa pandemi Galuh mengatkan sangat susah untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Karena Galuh adalah mahasiswa yang aktif, Galuh merasa pada saat pandemi menjadi susah untuk berinteraksi sesama teman organisasi.
Tugas dan kegiatan harus ditunda dan menjadi serba online dalam menjalani aktivitas dan harus menyesuaikan dengan suasana baru.
7. Dandi Ade Prasetya
Dandi Ade Prasetya atau yang akrab disapa Dandi adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2019 yang pernah dinyatakan positif Covid-19. Posisi Dandi saat karantina mandiri adalah di kost yang membuatnya kesulitan untuk melakukan aktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti bahan makan. Dandi bersyukur akhirnya mendapat bantuan sembako dari kampus.
Ketatnya peraturan dari pemerintah membuat Dandi susah untuk berinteraksi dan berkativitas di luar. Dandi sangat bosan ketika harus membatasi kegiatannya yang awalnya Ia sering bertemu dengan teman- temannya ketika melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa menjadi harus tetap di rumah saat pemerintah membatasi aktivitas di luar rumah.
Apalagi pada saat Dandi dinyatakan positif Covid-19, Dandi hanya mengandalkan bantuan dari teman-temannya dan bantuan dari kampus.
8. Hazel Nafis M
Hazel Nafis M atau yang biasa disapa Hazel adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2020 asal Jawa Tengah. Hazel merupakan Mahasiswa yang saat ini juga aktif bergabung dalam UKM Kine Klub UMM. Saat menjlani karantina mandiri, Hazel berada di rumah dengan keluhan deman dan anosmia. Menurutnya di masa pandemi dampak
54 yang paling dirasakan adalah berkurangnya kegiatan sosial dan menurunnya ekonomi keluarga. Banyaknya peraturan dari pemerintah yang membuatnya bingung sehingga Hazel hanya berdiam diri di rumah.
9. Dina Kamelia
Dina Kamelia yang memiliki nama panggilan akrabnya Dina merupakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2018. Dina juga sekarang aktif dalam berorganisasi dengan mengikuti salah satu UKM di kampus yakni Kine Klub UMM, bahkan ikut dalam kepengurusan menjadi Bendahara Umum. Dina pernah dinyatakan Covid-19 setelah menjalani tes SWAB antigen dengan awal gejala sesak nafas, anosmia, dan batuk. Karena posisi Dina ada di kost, di Malang, Dina melalui masa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk bersosialisasi dengan orang lain.
10. Annisa Wandari
Annisa Wandari atau yang biasa dipanggil Annisa adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2020. Annisa merupakan Mahasiswa baru yang belum pernah merasakan kuliah secara tatap muka. Saat dinyatakan Covid-19, gejala yang dirasakan Annisa adalah anosmia. Setelah Annisa tidak dapat merasakan rasa dan mencium aroma, Annisa bergegas untuk tes SWAB Antigen. susah untuk bersosialisasi dengan teman adalah dampak yang paling dirasakan Annisa di masa pandemi.
Bukan hanya Annisa saja yang positif Covid-19 namun ada anggota keluarganya juga yang positif. Dengan begitu saat mereka dinyatakan Covid-19 mereka hanya menjalankan karantina mandiri di rumah dan lapor kepada pemerintah setempat, Kepala Desa dan mendapatkan bantuan dari desa berupa sembako.