• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO CABANG MAKASSAR A. NUR AYU INDAH LESTARY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO CABANG MAKASSAR A. NUR AYU INDAH LESTARY"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO

CABANG MAKASSAR

A. NUR AYU INDAH LESTARY 105960106511

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2015

(2)

i

ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO

CABANG MAKASSAR

A. NUR AYU INDAH LESTARY 105960106511

SKRIPSI

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Strata Satu (S-1)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2015

(3)

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : AnalisisPenerapanStrategiPemasaran pada

RumahMakanAyamBakarWong Solo CabangMakassar Nama : A.NurAyu Indah Lestary

Stambuk : 105960106511

Konsentrasi : SosialEkonomiPertanian Program Studi : Agribisnis

Fakultas : Pertanian

Disetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Ir.Muh.Arifin Fattah, M.Si. AsriyantiSyarif, SP,M.Si.

Diketahui

DekanFakultasPertanian Ketua Prodi Agribisnis

Ir.SalehMolla, M.M. Amruddin, S.Pt.,M.Si.

(4)

iii

PENGESAHAN KOMISI PENGUJI

Judul : Analisis Penerapan Strategi Pemasaran pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar

Nama : A.Nur Ayu Indah Lestary Stambuk : 105960106511

Konsentrasi : Sosial Ekonomi Pertanian Program Studi : Agribisnis

Fakultas : Pertanian

KOMISI PENGUJI

Nama Tanda Tangan

1. Ir.Muh.Arifin Fattah, M.Si _______________

Ketua Sidang

2. AsriyantiSyarif, SP,M.Si _______________

Sekretaris

3. Amruddin, S.Pt.,M.Si _______________

Anggota

4. Rahmawati, S.Pi.,M.Si _______________

Anggota

Tanggal Lulus :

(5)

iv

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul : Analisis Penerapan Strategi Pemasaran pada Rumah Makan Rumah Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar adalah benar merupakan hasil karya yang belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang ditertibkan maupun tidak ditertibkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka dibagian skripsi ini.

Makassar, 06 September 2015

A.Nur Ayu Indah Lestary

10960106511

(6)

v

ABSTRAK

A.NUR AYU INDAH LESTARY. 105960106511. Analisis Penerapan Strategi Pemasaran pada Rumah Makan Rumah Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar. Dibimbing oleh ARIFIN FATTAH dan ASRIYANTI SYARIF.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang selama ini diterapkan dan faktor yang menjadi kendala pada rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Informan yaitu Manajer yang secara konsep mengetahui dan memahami seluk beluk strategi yang dipakai dan cara memasarkan produknya, kepala bagian keuangan yang menangani keluar masuknya keuangan, kepala bagian SDM (personalia) yang mengetahui kualitas kerja karyawan baik karyawan bagian penjualan, pengiriman maupun kasir, dan mengambil 10 konsumen untuk mengetahui tanggapan atau respon mengenai Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar.

Analisis data yang digunakan dengan metode analisis SWOT yang meliputi analisis IFAS dan EFAS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis IFAS diperoleh nilai 2,8. Hal ini mengindikasikan bahwa sudah dapat memanfaatkan kekuatan dan sudah mampu mengatasi kelemahan internal. EFAS diperoleh nilai 2,7. Hal ini mengindikasikan bahwa Rumah Makan Rumah Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar terhadap lingkungan eksternal adalah cukup baik. Dari hasil matrik IE, strategi yang diterapkan yaitu strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal/stabilitas. Dan strategi yang perlu direkomendasikan kepada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar yaitu menggunakan peluang serta kekuatan yang ada, antara lain mempertahankan budaya bisnis rumah makan yang islami secara konsisten dengan dukungan masyarakat yang mayoritas muslim, mengoptimalkan sistem manajemen, menjadikan budaya islami rumah makan sebagai ciri khas rumah makan Wong Solo, meningkatkan pelayanan yang cepat dan prima, memberi diskon atau harga khusus untuk pelanggan setia, serta melakukan kegiatan promosi secara optimal. Dan kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pangsa pasarnya yaitu kurangnya sarana dan prasarana dalam pengembangan pemasaran/ promosi dan rumah makan Wong Solo bukan restoran cepat saji sehingga konsumen biasanya kecewa jika pelayanan dalam penyajian makanan lambat disajikan.

Kata kunci : Strategi pemasaran, dan Analisis SWOT.

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya yang tiada henti diberikan hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Analisis Penerapan Strategi Pemasaran pada Rumah Makan Rumah Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar”.

Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Ir. Muh. Arifin Fattah, M.Si, selaku pembimbing I dan Asriyanti Syarif, SP, M.Si, selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi dapat

diselesaikan.

2. Bapak Ir. Saleh Molla, M.M selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Amruddin, S.Pt., M.Si selaku Ketua Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

(8)

vii

4. Kedua orang tua Anwar Jumaris dan Ibunda Yusmah, Kakak dan adikku tercinta beserta segenap keluarga yang senantiasa memberikan bantuan, baik moril maupun material sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

5. Seluruh Dosen Jurusan Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali segudang ilmu kepada penulis.

6. Kepada Bapak Didik selaku pimpinan Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar beserta seluruh staf-stafnya, yang telah banyak memberikan informasi dan bimbingan selama penulis melakukan penelitian.

7. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi dari awal hingga akhir yang penulis tidak dapat sebut satu persatu.

Akhir kata penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam penulisan skripsi ini, semoga karya tulis ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan. Semoga kristal-krital Allah SWT senantiasa tercurahkan kepadanya. Amin.

Makassar, 06September 2015

A.NurAyu Indah Lestary

(9)

viii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN KOMISI PENGUJI ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah... 5

1.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 5

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Strategi Pemasaran ... 7

2.1.1. Pengertian Strategi Pemasaran ... 7

2.1.2. Bauran Pemasaran ... 9

2.2. Analisa Lingkungan Perusahaan ... 11

2.3. Analisis SWOT ... 14

2.4. Kerangka Berfikir ... 16

III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ... 18

3.2. Teknik Penentuan Sampel ... 18

3.3. Jenis dan Sumber Data ... 19

(10)

ix

3.4. Teknik Pengumpulan Data ... 20

3.5.Teknik Analisis Data ... 21

3.6. Teknik Analisis Data ... 27

3.6. Definisi Operasional ... 28

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Letak Geografis ... 30

4.2. Sejarah Berdirinya Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar... 30

4.3. Visi Misi dan Tujuan Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar... 31

4.4. Struktur Organisasi ... 33

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Lingkungan Internal dan Eksternal Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo CabangMakassar ... 40

5.2.Penerapan Strategi Pemasaran ... 45

5.3. Kondisi Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar Dalam Analisis SWOT... 44

5.3.1. Analisis Internal Faktor Evaluation (IFE) ... 44

5.3.2. Analisis Eksternal Faktor Evaluation (EFE) ... 55

5.4. Analisis Matrik Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) ... 63

5.5. Kendala-kendala RMABWS Cabang Makassar dalam meningkatkan pangsa pasar dan menghadapi pesaingnya ... 66

VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Saran ... 68

6.2. Kesimpulan ... 69

(11)

x DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

(12)

xi

DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

Teks

1. Diagram Matrik SWOT ... 26 2. Matrik Internal Factor Evaluation (IFE)Rumah Makan

Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar ... 54 3. Matrik External Factor Evaluation (EFE) Rumah Makan

Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar ... 60 4. Matrik Internal Eksternal(IE) Rumah Makan Ayam Bakar

Wong Solo Cabang Makassar ... 61 5. Penyusunan Matrik SWOT Rumah Makan Ayam Bakar

Wong Solo Cabang Makassar ... 63

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman

Teks

1. Unsur-unsur Program Penjualan dan Distribusi ... 8 2. Kerangka Pemikiran Analisis Penerapan Strategi

Pemasaran Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo ... 17 3. Struktur Organisasi Rumah Makan Ayam Bakar

Wong Solo Cabang Makassar ... 34

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Halaman

Teks

1. Kuesioner Penelitian... 70

2. Peta Lokasi Penelitian ... 77

3. Rekapitulasi Data Hasil Penelitian ... 78

4. Dokumentasi Penelitian ... 81

5. Surat Izin Penelitian ... 86

6. Riwayat Hidup ... 87

(15)
(16)
(17)

1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, selama penduduk dunia masih ada maka kebutuhan akan makanan akan tetap meningkat. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia maka kebutuhan akan makanan juga meningkat, sehingga menciptakan peluang bisnis yang sangat besar. Hal ini yang memancing banyak investor untuk melakukan bisnis rumah makan, sehingga sampai sekarang bisnis rumah makan atau restoran semakin berkembang di Indonesia, (Anonim, 2010).

Situasi krisis global dewasa ini memaksa pihak manajemen perusahaan untuk semakin cepat tanggap akan perubahan lingkungan yang demikian cepat.

Profesionalisme tampaknya kini semakin dibutuhkan. Pengendalian perusahaan tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan intuisi atau pengalaman saja, namun pengetahuan menjadi faktor penting lain yang perlu dipadukan. Maka dalam kondisi resesi seperti yang kita hadapi saat ini, tugas manajemen dalam mengendalikan perusahaan menjadi lebih berat lagi, (Anonim, 2010).

Umumnya perusahaan dalam proses pemasarannya mempergunakan strategi yang biasa dikenal dengan bauran pemasaran (Marketing mix). Strategi pemasaran tersebut menyangkut produk (Product), harga (Price), promosi (Promotion), tempat (Place). Dari keempat faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang harus diperhatikan oleh manajer pemasaran dalam mengambil kebijakan mengenai strategi pemasaran, akan tetapi dari keempat faktor tersebut promosi dirasa paling

(18)

2 dominan dalam peranan pemasaran dimana tanggung jawab pemasaran yang penting adalah merencanakan dan mengkoordinasikan strategi promosi terpadu dan memilih strategi untuk komponen-komponen promosi, (Kotler, 2005).

Rumah makan ayam bakar Wong Solo merupakan salah satu rumah makan yang sedang berkembang saat ini. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1991, rumah makan ini terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Dengan sistem waralaba yang dijalankannya, jumlah outlet-nya terus bertambah. Pada tahun 2010 jumlah outlet-nya sudah mencapai 42 buah yang terbesar di beberapa kota besar di Indonesia. Selain di dalam negeri, rumah makan ayam bakar Wong Solo juga sudah berhasil memasuki pasar luar negeri. Hal ini ditandai dengan dibangunnya dua buah outlet di Negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura.

Rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin (samping kampus Nobel) Makassar, dimana tempatnya cukup strategis. Dalam perkembangannya, Persaingan dibidang industri rumah makan semakin ketat, rumah makan ayam Bakar Wong Solo cabang Makassar dituntut untuk mengharapkan strategi pemasaran yang tepat yang dapat dijadikan senjata dalam perang persaingan antar rumah makan. Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu. Perusahaan dapat dua atau lebih program pemasaran secara bersamaan, sebab setiap jenis program (seperti periklanan, promosi, penjualan, personal selling, layanan pelanggan, atau pengembangan

(19)

3 produk) memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap permintaan. (Chandra, 2002 dalam Syamsuri, 2010)

Sejak dua tahun kemarin ini kecenderungan pasar dan konsumen mulai berubah, pasar dan konsumen menjadi lebih sensitif terhadap kualitas dan variasi produk serta pelayanan konsumen. Dengan adanya fenomena tersebut rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar segera mengubah orientasinya dengan memposisikan dirinya sebagai rumah makan yang mempunyai slogan halalan toyyiban guna menguasai benak orang alias konsumen dan rumah makan ini melakukan peningkatan sistem pelayanan dengan delivery service. Sehingga dengan layanan yang baru tersebut pelanggan tidak harus datang ke rumah makan tersebut, tetapi cukup memesan melalui telepon dan produk yang diinginkan dengan mudah didapatkan oleh konsumen. Program ini diharapkan dapat melindungi pangsa pasar dengan mempertahankan konsumen yang sudah ada.

Melihat kenyataan yang ada dilapangan dari beberapa pesaing outlet makanan yang ada strategi yang dilakukan hanya untuk menarik konsumen, maka rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar melakukan suatu strategi yang mampu untuk menerapkan keimanan di dalam berbisnis, karena bekerja atau berbisnis dalam memenuhi kebutuhan hidup dalam pandangan islam dinilai disamping memberikan perolehan materi. Strategi menurut Jauck dan Glueck (1996) adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang menyatukan keunggulan suatu perusahaan dengan tantangan lingkungan dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama suatu perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat.

(20)

4 Banyak tantangan dalam menjalankan bisnis rumah makan karena persaingan usaha, apalagi jika menggunakan manajemen syariah. Tantangan yang utama adalah berkaitan dengan kehalalan usaha menurut Yusanto (2002) adalah pemahaman yang bersangkutan tentang aturan-aturan Islam yang berkaitan dengan usaha itu (misalnya, tentang riba, akad syirkah, dan sebagainya).

disamping tantangan tersebut terdapat tantangan eksternal berupa iklim yang kondusif bagi perkembangan wirausaha muslim. Ketika praktek tak lagi mengenal etika, wirausaha muslim termasuk rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar yang ingin memegang syariah akan menghadapi tantangan yang berat.

Disamping itu tantangan juga datang dari regulasi ekonomi pemerintah, misalnya menyangkut kredit (yang riba) atau perizinan yang berbelit-belit sehingga membuka peluang riswah (sogok-menyogok) yang sangat dicela Islam. Semua ini bisa mengendurkan kegairahan berwirausaha.

Tantangan ini bisa diatasi dengan menerapkan manajemen strategi bersaing secara utuh dan menyeluruh dan setiap aktivitas usaha rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar. Manajemen yang dilandasi oleh prinsip-prinsip syariah dapat mendorong usaha akan memenangkan persaingan industri yang kompetitif prinsip-prinsip manajemen strategi syariah mempunyai tujuan yang bukan hanya materi akan tetapi juga untuk mencari ridho‟ Allah SWT. Bisnis yang didasari oleh Islam mampu memotivasi orang-orang yang menjalankannya merasakan kenikmatan beribadah.

Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai

“analisis penerapan strategi pemasaran pada rumah makan ayam bakar Wong Solo

(21)

5 cabang Makassar”. Karena sepanjang pengetahuan penulis, didalam dunia bisnis pasti memliki banyak pesaing dan dalam persaingan sangat diperlukan strategi khusus untuk mengatasinya. Rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar merupakan salah satu usaha waralaba yang memiliki strategi tersendiri sehingga rumah makan tersebut tetap bertahan dalam persaingan yang ketat dalam menghadapi pesaingnya. Selain itu, rumah makan Wong Solo mudah diakses oleh penulis sehingga dapat mempermudah melakukan penelitian.

1.2. Rumusan masalah

Melihat pesatnya persaingan pemasaran saat ini akan barang (produk) dan jasa, maka hal ini sangat membutuhkan suatu strategi bersaing yang tepat guna memasarkan barang (produk) yang diproduksi. Maka muncul berbagai permasalahan diantaranya :

1. Bagaimana strategi pemasaran yang digunakan pada rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar dalam menghadapi persaingan ?

2. Faktor apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan strategi pemasaran pada rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar?

1.3.Tujuan dan kegunaan 1.3.1. Tujuan

1. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang selama ini diterapkan oleh rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar.

(22)

6 2. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi kendala pada rumah

makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar dalam merealisasikan strategi pemasaran.

1.3.2.Kegunaan

1. Bagi pelaku bisnis, diharapkan penelitian dan penulisan dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas dari strategi yang telah dijalankan selama ini dan juga memberikan alternatif strategi yang digunakan oleh rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar.

2. Bagi mahasiswa, diharapkan penelitian dan penulisan dapat dijadikan sarana untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang didapat pada saat perkuliahaan kedalam praktek nyata.

3. Bagi pihak lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan dapat juga digunakan sebagai perbandingan untuk penelitian yang akan datang.

(23)

7

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Strategi Pemasaran.

2.1.1. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta rumusan pada pendayagunaan dan semua alokasi sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut (Rangkuti, 2009 ). Secara umum, strategi dapat diartikan sebagai sekumpulan pilihan kritis untuk perencanaan dan penerapan serangkaian rencana tindakan dan alokasi sumber daya yang penting dalam mencapai tujuan dan sasaran, dengan mempertimbangkan keunggulan kompetitif, komperatif, dan sinergis ideal berkelanjutan kearah cakupan dan perspektif jangka panjang keseluruhan yang ideal dari individu atau organisasi.

Menurut Kotler (2005), Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Pemasaran sering digambarkan sebagai

“seni menjual produk“. Tujuan Pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu sesuai dengan pelanggan.

Menurut Chandra (2002) dalam Syamsuri (2010), Mengatakan proses pemasaran yang meliputi penjualan dan distribusi dapat memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen melalui empat langkah pokok yaitu :

(24)

8 1) Menentukan tujuan dan distribusi dalam rangka menerapkan strategi

pemasaran perusahaan

2) Mengidentifikasi daya tarik penjualan yang paling tepat untuk digunakan dalam pencapaian tujuan

3) Menentukan dan menugaskan sumber daya manusia dan finansial yang dibutuhkan untuk program penjualan dan distribusi

4) Mengevaluasi kinerja program dalam rangka menyesuaikan program bilamana perlu, maka dari keempat proses pemasaran tersebut dapat digambarkan dalam gambar seperti dibawah ini :

Sumber : Dikutip dari Gregorius Chandra, 2002 dalam Syamsuri, 2010 Gambar 1. Unsur-unsur Program Penjualan dan Distribusi

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada

Menetapkan Tujuan Penjualan dan Distribusi

Memilih Daya Tarik Penjualan

Menentukan Anggaran

Mengevaluasi Kinerja Program Modifikasi Program

(25)

9 maupun pembeli potensial. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses pemasaran itu terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barang- barang diproduksi. Keputusan-keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk dan pasarnya, harganya, dan promosinya, (William Stanto, 1995 dalam Syamsuri, 2010).

Ditinjau dari sudut pandang yang berbeda, maka dari beberapa teori tersebut pada substansinya tujuan pemasaran akan membentuk seperti kurva linear dimana pertemuan antara tahapan-tahapan yang dijalani oleh perusahan dalam proses pemasaran,dengan kebutuhan (konsumen) dalam proses memenuhi kebutuhannya.

Jadi strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu (Chandra, 2002 dalam Syamsuri, 2010).

2.1.2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran pemasaran (Marketing mix) merupakan salah satu konsep dasar dalam perusahaan pemasaran modern. Bauran pemasaran adalah seperangkat variabel pemasaran yang terkontrol dimana perusahaan menggabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran (Kotler, 2002).

Bauran pemasaran meliputi produk, harga, tempat (distribusi), dan promosi.

1) Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebuhan.

(26)

10 2) Harga merupakan sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin)

yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah komunikasi dari barang beserta pelayanannya.

3) Tempat/Distribusi merupakan kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar atau mempermudah penyampaian barang dan jasa kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan.

4) Promosi merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran, maksudnya dengan komunikasi pamasaran, aktifitas pemasaran berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan mengingatkan pasar sasaran atau perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk perusahaan yang bersangkutan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran (Marketing mix) adalah satu istilah yang menggambarkan seluruh unsur pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan untuk mencapai tujuan perusahaan, misalnya mencapai laba, peningkatan target penjualan, menguasai pasar, dan sebagainya. Perusahaan dalam menetapkan Marketing mix harus berpegang pada prinsip ekonomi, yaitu

“dengan pengorbanan tertentu ingin mendapat hasil yang sebesar-besarnya”, maka perusahaan harus mengkombinasikan unsur-unsur Marketing mix dengan sebaik- baiknya. Strategi sering digunakan oleh organisasi-organisasi dalam mencapai tujuannya begitu juga dalam dunia bisnis. Biasanya istilah strategi sering digunakan dalam perang guna memenangkan pertempuran dengan lawannya, namun kali ini strategi juga dipergunakan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya. Adapun pengertian strategi sendiri menurut para ahli yaitu :

(27)

11 Menurut (Tjiptono, 1997) Strategi diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.

Dari pengertian strategi diatas, maka dapat dikatakan bahwa strategi adalah sebuah rencana dari perusahaan yang terintegrasi guna mencapai tujuan perusahaan dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan.

Dalam konteks bisnis, strategi menggambarkan arah bisnis yang mengikuti lingkungan yang dipilih dan merupakan pedoman untuk mengalokasikan sumber daya dan usaha suatu organisasi atau perusahaan. Setiap organisasi atau perusahaan membutuhkan strategi manakala situasi berikut : (Tjiptono, 1997)

1) Sumber daya yang dimiliki terbatas

2) Ada ketidakpastian mengenai kekuatan bersaing organisasi 3) Komitmen terhadap sumber daya tidak dapat diubah lagi

4) Keputusan-keputusan harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu 5) Ada ketidak pastian mengenai inisiatif

2.2. Analisis Lingkungan Perusahaan

Analisa lingkungan perusahaan bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi ancaman maupun peluang (saat ini dan masa depan) yang mungkin berpengaruh terhdap keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan, (Iriantara, 2004).

(28)

12 2.2.1. Analisis Lingkungan Eksternal

Menurut Kotler (2002) mengatakan bahwa lingkungan eksternal itu dapat dipengaruhi oleh :

1) Demografi

Demografi merupakan studi statistik tentang kependudukan beserta karakteristik distribusinya dan yang paling dipantau oleh pemasar adalah popolasi, karena oranglah yang membentuk pasar.

Faktor demografi adalah ukuran populasi, bauran usia populasi , tingkat pendidikan, serta pola rumah tangga.

2) Kondisi perekonomian

Kondisi perekonomian juga dapat mempengaruhi sistem pemasaran perusahaan. Adapun elemen yang termasuk dalam kondisi perekonomian adalah faktor pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, defisit atau surplus perdagangan, defisitatau surplus anggaran, tingkat tabungan bisnis, dan tingkat suku bunga.

3) Faktor sosial dan budaya

Faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup perempuan sebagai tenaga kerja, keragaman tenaga kerja, sikap terhadap kualitas hidup bekerja, sikap terhadap lingkungan, pergerakan pilihan pekerjaan dalam karir, serta pergerakan pilihan berkaitan dengan karakteristik produk dan jasa.

(29)

13 4) Politik dan hukum

Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan politik dan hukum karena lingkungan dibentuk oleh hukum.

Peraturan perundang-undangan bisnis memiliki tiga tujuan utama yaitu melindungi perusahaan dari persaingan yang tidak sehat, melindungi konsumen dari praktek bisnis yang tidak sehat, dan melindungi kepentingan masyarakat dari perilaku bisnis yang tidak terkendali.

Pemasar harus memiliki pengetahuan kerja yang baik mengenai peraturan perundang-undangan utama yang melindungi persaingan, konsumen dan masyarakat.

5) Persaingan

Persaingan yang terjadi antara beberapa perusahaan dapat berasal dari perusahaan lain dalam satu industri, atau dari perusahaan lain yang menghasilkan barang atau jasa substitusi. Di dalam industrinya perusahaan harus mengetahui struktur biaya, politik, harga, promosi, dan beberapa aspek lain yang dapat mempengaruhi perencanaan serta operasinya.

2.2.2. Analisis Lingkungan Internal

Salah satu kegunaan analisa lingkungan internal adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan. Sehingga nantinya perusahaan dapat menetapkan strateginya dengan tepat dalam kondisi lingkungan yang selalu berubah-ubah. Dalam melakukan analisis lingkungan internal dilihat dari sisi sumber daya manusia, tetapi juga

(30)

14 mencakup sumber daya finansial, pemasaran dan penelitian serta pengembangan, (Iriantara, 2004).

2.3. Analisis SWOT

Adapun perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan manajer dalam melakukan fungsi pemasarannya adalah dengan menganalisa kondisi lingkungan internal maupun eksternal pada perusahaan itu sendiri yang biasa dikenal dengan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktor, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (Strengths) mampu mengambil keuntungan (Advantage) dari peluang (Opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (Advantage) dari peluang (opportunities), selanjutnya bagaiman kekuatan (Strengths) mampu menghadapi ancaman (Threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi

(31)

15 kelemahan (Weaknesses) yang mampu membuat ancaman (Threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Sondang (1995) Ada beberapa faktor dalam menetukan proses menganalisis faktor lingkungan diantaranya :

a. Fakto-faktor kekuatan (Strength)

Adalah antara lain kompetisi khusus yang terdapat dalam organisasi yang berakibat pada pemilikan keunggulan komperatif yang unit usaha dipasaran.

b. Faktor-faktor kelemahan (Weakness)

Ialah keterbatasan atau kekurangan sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi penampilan kinerja organisasi yang memuaskan.

c. Faktor-faktor peluang (Opportunities)

Ialah berbagai situasi lingkungan yang menguntungkan bagi suatu satuan bisnis.

d. Faktor-faktor Ancaman (Threats)

Adalah faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu satuan bisnis.

Pada umumnya manajer perusahaan menggunakan analisis SWOT untuk melakukan fungsi manajerialnya. Karena dengan analisis SWOT ini manajer mampu dan mengetahui kondisi objektif perusahaan dan akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat. Menurut Sondang (1995), Adapun korelasi antara analisi SWOT dengan pengambilan keputusan adalah sebagai berikut

(32)

16 1) Analisis SWOT memungkinkan para pengambil keputusan kunci dalam

suatu perusahaan menggunakan kerangka berfikir logis dalam pembahasan yang mereka lakukan yang menyangkut situasi dalam organisasi berbeda, identifikasi dan analisis berbagai alternatif yang layak untuk dipertimbangkan dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada alternatif yang diperkirakan paling ampuh.

2) Analisis SWOT ialah dengan perbandingan secara sistematik antara peluang dan ancaman eksternal di satu pihak dan kekuatan dan kelemahan internal di lain pihak.

3) Tantangan utama dalam penerapan analisis SWOT terletak pada identifikasi dari posisi sebenarnya suatu satuan bisnis.

2.4. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan alur penelitian yang dipakai oleh seorang peneliti. Kerangka pemikiran merupakan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan. Sebuah usaha rumah makan pasti mempunyai startegi-strategi khusus dalam meningkatkan pangsa pasarnya dan menghadapi pesaingnya. Maka untuk menganalisis kondisi rumah makan khususnya rumah makan ayam bakar wong solo cabang makassar ditinjau dari dua analisis lingkungan yaitu analisis lingkungan internal dan analisis lingkungan eksternal. Dari menganalisis lingkungan internal dan ekstrenal tersebut rumah makan ayam bakar wong solo cabang Makassar dapat menentukan strategi yang tepat untuk menghadapi pesaingnya.

(33)

17 Gambar 2. Kerangka Pemikiran Analisis Penerapan Strategi Pemasaran

Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Analisis

Lingkungan Eksternal

Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar

Analisis Lingkungan

Internal

Strategi Pemasaran Peluang dan

Ancaman di Lingkungan

Kekuatan dan Kelemahan Rumah

Makan Wong Solo

Analisis SWOT

(34)

18

III. METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian telah dilakukan di rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar, Jalan Sultan Alauddin No. 226 Makassar. Pemilihan lokasi ini dilakukan dengan pertimbangan karena rumah makan ini merupakan salah satu rumah makan yang memiliki ciri khas dengan bangunan yang medern bercampur tradisional serta masakan yang berasal dari daerah Jawa Tengah.

Lokasi tersebut memiliki beberapa pesaing rumah makan sejenis, antara lain rumah makan sederhana, rumah makan Pak Tjomot, lesehan Pak Dani, dan lain sebagainya bahkan rumah makan yang bukan sejenisnya juga menjadi pesaing yang dapat menjadi tolak ukur bagi manajemen dalam mendapatkan perhatian konsumen yang dituju. Penelitian dilakukan mulai Juli sampai dengan Agustus 2015.

3.2. Teknik Penentuan Sampel

Teknik penentuan sampel merupakan suatu cara pengambilan sampel yang representatif atau mewakili dari populasi data penelitian. Berdasarkan sampel ini peneliti dapat mendapatkan hasil yang merupakan penggambaran dari populasi yang diteliti, untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi kasus pada rumah makan Wong Solo, proses pengambilan data menggunakan teknik informan yang dimana informan merupakan orang yang bisa memberikan informasi-informasi utama yang dibutuhkan dalam penelitian.

(35)

19 Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Informan yaitu memilih orang yang dianggap sangat mengetahui tentang produk rumah makan ayam bakar wong Solo cabang Makassar yaitu Manajer yang secara konsep mengetahui dan memahami seluk beluk strategi yang dipakai dan cara memasarkan produknya, kepala bagian keuangan yang menangani keluar masuknya keuangan, kepala bagian SDM (personalia) yang mengetahui kualitas kerja karyawan baik karyawan bagian penjualan, pengiriman maupun kasir, dan mengambil 10 konsumen untuk mengetahui tanggapan atau respon mengenai rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar.

3.3. Jenis dan Sumber Data

Sumber data adalah obyek darimana data dapat diperoleh. sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber data yaitu :

1) Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh peneliti atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data baru. Data ini mempunyai dua metode atau teknik dalam pengumpulan datanya, yaitu metode interview (wawancara) dan observasi/pengamatan langsung pada obyek selama kegitan penelitian di lapangan, (Iqbal Hasan, 2002).

2) Data sekunder

Data sekunder yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang ada atau data yang

(36)

20 diperoleh oleh pihak lain, melalui dokumen-dokumen yang telah tersedia pada perusahaan dan sebagainya, (Iqbal Hasan, 2002).

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah suatu prosedur untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga metode yang sudah lazim digunakan dalam penelitian kualitatif, diantaranya adalah :

1) Metode Observasi/ pengamatan

Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat, mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat, formulir, dan alat mekanik, (Mardalis, 1999 ).

Dalam penelitian ini, peneliti akan nantinya mengamati makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar meliputi lokasi pemasarannya, kinerja para karyawan, produk yang ditawarkan, dan strategi bersaing yang digunakan dalam memasarkan produknya sehingga dapat meningkatkan pangsa pasarnya.

2) Metode interview/ wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui percakapan dan tatap muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti, (Mardalis, 1999).

(37)

21 Perihal yang mau ditanyakan mengenai tentang makna strategi bersaing serta yang berkaitan dengan pemasaran versi rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar.

3) Metode Dokumentasi

Yang dimaksud metode dokumentasi adalah sekumpulan berkas yakni mencari data mengenai hal-hal berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, agenda dan sebagainya.

Dari pengertian diatas, dapat dipahami bahwa metode dokumentasi dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada atau catatan-catatan yang tersimpan, baik itu berupa catatan transkip, buku, surat kabar, dan lain sebagainya.

Dokumentasi ini digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Dengan dokumentasi peneliti mencatat tentang profil rumah makan ayam bakar Wong Solo, yang meliputi : Sejarah berdirinya, struktur organisasi beserta job diskription, produk-produknya, dan lain sebagainya.

3.5. Teknik Analisis Data

Metode analisis data merupakan kumpulan alat-alat analisis yang digunakan di dalam penelitian untuk mengolah suatu data. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, dimana analisis datanya dilakukan dengan cara non statistik, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan dalam kategori-kategori

(38)

22 untuk memperoleh kesimpulan. Jadi, analisis data kualitatif yaitu setelah data diperoleh data diproses, dianalisis dan dibandingkan dengan teori-teori dan kemudian di evaluasi. Hasil evaluasi tersebut yang akan ditarik kesimpulan untuk menjawab permasalahan yang muncul.

Pada penelitian kali ini adalah dengan mengumpulkan semua data yang ada, baik data primer (melalui metode wawancara dan observasi) maupun data sekunder (melalui dokumentasi). Kemudian menganalisis dan akhirnya mengambil kesimpulan atas analisisnya.

Analisis data akan dilakukan setelah pengumpulkan data-data yang diperlukan. Peneliti menganalisis menggunakan metode analisis SWOT yang meliputi analisis IFAS dan EFAS sebagai bagian dari analisis SWOT, yang berdasarkan pada kondisi objektif lingkungan internal maupun lingkungan eksternal.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam proses perumusan matrik IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary), (Rangkuti, 2006).

a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom

b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategi perusahaan. (semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00)

c. Hitung rating (dari kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (Poor),

(39)

23 berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan.

Rating :

1 = Merupakan kelemahan utama 2 = Merupakan1 kelemahan yang kecil 3 = Merupakan kekuatan yang kecil 4 = Merupakan kekuatan utama

Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkan dengan rata-rata industri atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan besar sekali nilainya adalah 1, sedangkan jika kekuatan perusahaan sangat besar, nilainya adalah 4. Jadi, rating mengacu pada kondisi perusahaan, sedangkan bobot mengacu pada industri dimana perusahaan berada.

d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (Outstanding) sampai dengan 1,0 (Poor).

e. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor- faktor strategi internalnya. Skor nilai ini dapat digunakan untuk

(40)

24 membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.

Sedangkan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam proses perumusan matrik EFAS (Eksternal Strategic Faktor Analysis Summary), (Rangkuti, 2006).

a. Susunlah dalam kolom 1 faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi perusahaan.

b. Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis. Hitung Rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (Poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan.

Rating :

1 = merupakan ancaman utama 2 = merupakan ancaman yang kecil 3 = merupakan peluang yang kecil 4 = merupakan peluang utama

Jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1. Sebaliknya, jika peluangnya sangat besar ratingnya 4. Rating ditentukan berdasarkan efektivitas strategi perusahaan. Dengan demikian, nilainya didasarkan pada kondisi perusahaan.

c. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor

(41)

25 pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (Outstanding) sampai dengan 1,0 (Poor).

d. Jumlahkan semua skor untuk mendapatkan skor total bagi perusahaan yang dinilai. Skor total 4,0 mengidentifikasi bahwa perusahaan merespon dengan cara yang luar biasa terhadap peluang-peluang yang ada dan menghindari ancaman-ancaman di pasar industrinya. Sementara itu, skor total sebesar 1,0 menunjukkan bahwa perusahaan tidak memanfaatkan peluang-peluang yang ada atau tidak menghindari ancaman-ancaman eksternal.

Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategi perusahaan adalah matrik SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi.

(42)

26 Tabel 1. Diagram Matrik SWOT

STRENGHTS (S) Tentukan faktor-faktor

kekuatan internal

WEAKNESSES (W) Tentukan faktor-faktor kelemahan internal OPPORTUNITIES (O)

Tentukan faktor-faktor peluang eksternal

Strategi SO Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

Strategi WO Ciptakan strategi yang meminimalkan

kelemahan untuk memanfaatkan peluang THREATS (T)

Tentukan faktor-faktor ancaman eksternal

Strategi ST Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

Strategi WT Ciptakan strategi yang meminimalkan

kelemahan dan

menghindari ancaman Sumber : Dikutip dari Freddy Rangkuti, 2006

a. Strategi SO

Strategi yang di buat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya.

b. Strategi ST

Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman

c. Strategi WO

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

IFAS EFAS

(43)

27 d. Strategi WT

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

3.6. Matriks Internal dan Eksternal

Menurut Rangkuti (2006), suatu perusahaan membutuhkan parameter faktor daya tarik pasar sebagai faktor eksternal dan faktor kekuatan pasar sebagai faktor internal. Adapun cara mengukur daya tarik pasar dan kekuatan pasar adalah sebagai berikut :

a. Tentukan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik pasar dan kekuatan pasar

b. Proporsi pembobotan untuk seluruh faktor tidak boleh melebihi dari 1,00 (baik untuk daya tarik pasar dan kekuatan pasar)

c. Untuk setiap faktor yang mempengaruhi pada daya tarik pasar dan kekuatan pasar diberi skor 1-2 rendah, 2-3 sedang, 3-4 tinggi.

d. Untuk memperoleh nilai dari masing-masing faktor yang mempengaruhi daya tarik pasar dan kekuatan pasar dilakukan dengan mengalikan bobot dan skor.

e. Adapun yang menjadi faktor daya tarik pasar : ukuran pasar, pertumbuhan pasar, marjin, teknologi dan lain-lain. Sedangkan yang menjadi faktor kekuatan pasar : pangsa pasar, pertumbuhan pangsa pasar,

(44)

28 mutu, merek, produksi, riset dan pengembangan, distribusi, promosi, bahan baku, dan manajemen.

3.7. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan pen jelasan dari variabel-variabel yang sudah diidentifikasi, maka diperlukan defenisi operasional dari masing-masing variabel tersebut antara lain :

a. Strategi adalah sebuah rencana yang diterapkan dari Rumah Makan yang terintegrasi dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan guna mencapai tujuan

b. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok yang dilakukan antara rumah makan dengan konsumen yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

c. Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi rumah makan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu.

d. Bauran pemasaran (Marketing mix) adalah satu istilah yang menggambarkan seluruh unsur pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan untuk mencapai tujuan perusahaan, misalnya mencapai laba, peningkatan target penjualan, menguasai pasar, dan sebagainya.

(45)

29 e. Lingkungan Internal yaitu dilihat dari kekuatan dan kelemahan pada

rumah makan ayam bakar Wong Solo

f. Lingkungan Eksternal yaitu dilihat dari peluang dan ancaman pada rumah makan ayam bakar Wong Solo

g. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategi yang digunakan rumah makan untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis rumah makan.

h. Rumah makan Wong Solo merupakan bisnis rumah makan tradisional besar yang bermotto halalan thoyyiban yang menyajikan menu makanan tradisional nusantara atau diambil dari berbagai daerah di Indonesia.

(46)

30

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1. Letak Geografis

Letak rumah makan ayam bakar Wong Solo sangat strategis terletak diperbatasan kota Makassar dan Gowa yaitu di Jl. Sultan Alauddin no.226 Makassar yang merupakan jalur menuju pusat kota Makassar. Kawasan Alauddin merupakan kawasan perkantoran dan juga kawasan kampus yang dimana ini merupakan nilai lebih dari lokasi rumah makan ayam bakar Wong Solo Makassar.

Di luar itu R.M Wong Solo Makassar terletak kurang lebih 6 km dari pusat kota Makassar.

4.2. Sejarah Berdirinya Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo

Rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar diresmikan pada tanggal 25 April 2004 yang mendapatkan kehormatan diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan H.M.Amin Syam dan juga H. Puspo Wardoyo sebagai pendiri rumah makan Wong Solo yang berhasil mengembangkan cabang-cabang di seluruh Indonesia bekerja sama dengan H. Masrur Lantanro sebagai pemilik hak franchise Makassar, dengan mengacu perkembangan kota Makassar yang semakin mengalami kemajuan khususnya di bidang pariwisata.

Awal Puspo Wardoyo pendiri rumah makan Wong Solo membuka warung kaki lima pada tahun 1991 di Jl. SMA II Pandang Golf Polonia Medan dengan dilandasi iman, taqwa dan kesungguhan. Tahun 2005 kini telah memiliki lebih dari 34 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan untuk Go Internasional

(47)

31 rumah makan Wong Solo telah membuka cabang diluar negeri diantara yang telah dibuka Singapura dan Malaysia.

Rumah makan Wong Solo dapat dimiliki oleh setiap orang dengan sistem waralaba (Franchise) yang syarat-syaratnya telah ditetapkan oleh sistem manajemen rumah makan Wong Solo. Disamping itu nilai lebih dari rumah makan Wong Solo adalah Halalan Thoyyiban, halal artinya produksi dari proses di rumah makan Wong Solo adalah diperhatikan aspek kehalalan yaitu diproses dengan memperhatikan hukum-hukum agama islam. Thoyyiban (baik) artinya menu-menu yang disajikan berasal dari bahan-bahan yang segar (fresh) dan memiliki nilai gizi yang tinggi, disamping itu zakat 10% dari hasil usaha digunakan untuk hal-hal kemasyarakatan.

4.3. Visi Misi dan Tujuan Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo

Manjemen rumah makan ayam bakar Wong Solo pusat mempunyai visi sebagai berikut : “ Menjadi bisnis waralaba makanan bernuansa islami yang profesional dan maju. Misi manajemen ayam bakar wong solo pusat antara lain :

a. Mengelola usaha atau bisnis dengan menerapkan bisnis secara islami b. Mencetak generasi insani ayam bakar Wong Solo yang unggul dan

sukses baik di dunia maupun di akhirat dengan menanamkan akhlak yang baik dan penerapan budaya islami.

Berbicara mengenai filosofi, Puspo Wardoyo sebenarnya mempunyai suatu pandangan yang sederhana tetapi maknanya sangat dalam bahwa hidup ya bisnis, bisnis ya ibadah, hidup ya ibadah, jadi ketiganya walaupun secara istilah berbeda

(48)

32 tetapi bagi Puspo Wardoyo maknanya sama, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, sebagaimana diterangkan dalam ayat Alqur‟an sebagai berikut :

























































Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih (yaitu), kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” ( QS : Ash Shaff : 10-11)















Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (ibadah).” (QS : Adz-Dzaariyat : 56)

Dua ayat diatas jelas bahwa antara hidup dan bisnis itu merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Kunci sukses ayam bakar Wong Solo tidak lepas dari hukum-hukum Allah dan memahami bahwa hal terpenting dalam menjalankan roda perniagaannya adalah bagaimana suatu pekerjaan tersebut justru dapat menyelamatkan diri dari siksa api neraka. Insani rumah makan ayam Bakar Wong Solo memandang bekerja adalah beribadah. Disetiap outlet tersedia sarana peribadatan berupa mushollah dan mewajibkan pendalaman agama bagi para staf dan karyawan secara terus-menerus.

(49)

33 Adapun tujuan rumah makan Wong Solo adalah mencapai laba yang memadai guna membiayai pertumbuhan rumah makan dan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran rumah makan yang lain.

4.4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan kerangka hubungan antar satuan-satuan organisasi yang didalamnya terdapat jabatan, tugas serta wewenang yang masing- masing mempunyai peranan tertentu dalam kesatuan yang utuh. Artinya suatu struktur organisasi bukanlah sekedar membantu menentukan batas-batas pembagian wewenang, tanggung jawab dan tugas antar personel saja, akan tetapi mendiskripsikan keseluruhan kerangka kerja serta fungsi-fungsi yang dapat berhubungan satu dengan yang lain.

Struktur organisasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi serta tujuan yang diharapkan mempunyai pengaruh terhadap kelancaran kerja keseluruhan yang pada akhirnya akan mengantarkan dan mengarahkan pimpinan rumah makan tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

(50)

34 GAMBAR STRUKTUR ORGANISASI

(51)

35 Adapun uraian seacara garis besar tentang tugas masing-masing bagian antara lain sebagai berikut :

1. Manajer

a. Manager rumah makan bertanggung jawab kepada direktur atau kepada pemilik

b. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan operasional rumah makan yang meliputi kegiatan operasi/produksi, keuangan dan personalia

c. Bertanggung jawab menjaga dan memelihara agar operasi rumah makan selalu sesuai dengan standar Wong Solo

d. Membawahi langsung kepala keuangan, operasional, produksi dan personalia

2. Bagian Keuangan

a. Bertanggung jawab langsung kepada manajer

b. Membawahi langsung bagian akuntansi, bendahara dan kasir

c. Membuat laporan keuangan yang akan dilaporkan ke Wong Solo pusat d. Mengkoordinasikan perkerjaan akuntasi dengan keuangan perusahaan 3. Bagian Personalia

a. Bertanggung jawab langsung kepada manajer

b. Mengurus perijinan perusahaan demi kelancaran operasi perusahaan c. Menyelenggarakan urusan administrasi perusahaan

d. Melakukan pembinaan kepada karyawan 4. Bagian Operasional

a. Bertanggung jawab langsung kepada manajer

(52)

36 b. Bertugas mengkoordinasikan kegiatan operasional rumah makan c. Membawahi langsung bagian belanja, gudang, kapten area,

maintenence dan jaga malam 5. Bagian Produksi

a. Bertanggung jawab langsung kepada manajer

b. Mengkoordinasikan kegiatan produksi rumah makan

c. Bertanggung jawab akan produksi dan kualitas dari semua menu yang disajikan kepada tamu

d. Membawahi langsung kapten tongseng, dapur, bumbu, minuman, blonk/bakar dan gorengan

6. Bendahara

a. Bertanggung jawab langsung kepada keuangan

b. Melakukan perencanaan kebutuhan keuangan perusahaan dan menjaga arus kas perusahaan

7. Kasir

a. Bertanggung jawab kepada kepala keuangan b. Menerima pembayaran tamu

c. Melakukan transaksi kasir dengan benar

d. Mencatat barang-barang belanja pada pagi hari dengan benar e. Ramah dan senyum

8. Customer Service

a. Mengarahkan tamu ke tempat duduk

b. Melayani semua permintaan tamu dengan baik

(53)

37 c. Membantu memberi informasi dalam memilih menu yang ada

d. 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) e. Menjaga kebersihan area

f. Mencatat semua permintaan tamu dan merekap dibagian stelling masing-masing

9. Gudang

a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala operasional

b. Memeriksa dan memelihara ketersediaan barang dan bahan yang dibutuhkan untuk operasional rumah makan

c. Memelihara dan menjaga barang-barang yang distock di gudang d. Melayani

10. Belanja

a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala operasional

b. Bertanggung jawab terhadap pembelian barang yang diperlukan meliputi bahan baku, bahan pembantu dan peralatan operasional

11. Keamanaan dan parkir

a. Bertanggung jawab langsung kepada kepala operasional b. Mengatur parkir dan keamanan kendaraan tamu

c. Menjaga keamanan rumah makan

d. Mengawasi dan menjaga kendaraan-kendaraan yang sedang parkir 12. Minuman

a. Membuat juice sesuai dengan keinginan tamu b. Memilih kualitas buah yang terbaik

(54)

38 c. Mengatur urutan menu yang telah dipesan

d. Membersihkan dan menata kembali semua peralatan dan perlengkapan stelling

13. Tongseng/ Dapur

a. Memasak masakan segar (fresh) menu yang dipesan pembeli langsung dimasak itu juga

b. Memasak dengan cepat dan tepat dengan memenuhi standar ukuran bumbu yang telah ditentukan

c. Memeriksa kualitas bahan baku sebelum dimasak d. Menyiapkan semua perlengkapan dan peralatan

e. Mengatur sajian menu masakan sehingga siap untuk disajikan 14. Gorengan

a. Menyiapkan minyak goreng untuk kelancaran penggorengan b. Mengontrol kualitas bahan baku basah yang akan digoreng c. Menyiapkan bumbu goreng di stelling

d. Menggoreng sesuai dengan permintaan tamu 15. Bakaran

a. Menyiapkan arang untuk persediaan kelancaran bakaran b. Menyiapkan segala perlengkapan dan peralatan bakaran c. Membakar sesuai dengan pesanan tamu

16. Blonk

a. Memeriksa kualitas ayam yang datang dari supplier, apakah sesuai dengan standar bahan baku Wong Solo

(55)

39 b. Memeriksa kualitas seafood (udang, cumi, ikan)

c. Menyiapkan segala perlengkapan dan peralatan blonk 17. Maintenance

a. Bertugas untuk menjaga area taman

b. Memeriksa semua kerusakan bangunan dan memperbaikinya c. Menjaga kebersihan area taman rumah makan

(56)

40

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar

Lingkungan internal menunjukkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yang berpengaruh pada keefektifan pencapaian tujuan perusahaan, dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan meminimalkan kelemahan yang ada, (Iriantara, 2004).

Analisis lingkungan internal dapat dilakukan berdasarkan pendekatan fungsional, dilakukan dengan cara menganalisis faktor keuangan dan sumber daya manusia.

a) Keuangan

Kondisi keuangan perusahaan menentukan kegiatan usaha dimasa yang akan datang. Berdasarkan wawancara dengan Mulia Ningsih bagian staf keuangan diperoleh penjelasan bahwa :

“Sejauh ini, rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar tidak mengalami masalah dalam pemenuhan maupun kewajiban keuangan tetapi hanya sedikit kurang tertibnya manajemen keuangan yang dilakukan oleh kasir, tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah dalam rumah makan ayam Bakar Wong Solo cabang Makassar.” (hasil wawancara 27 Juli 2015)

Dari hasil penjelasan tentang keuangan rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar, dapat dinyatakan bahwa harus segera dilakukan perbaikan sistem keuangan yang diterapkan karena kurang tertibnya manajemen keuangan yang dilakukan oleh kasir. Walaupun tidak menjadi masalah bila dibiarkan terus menerus akan menjadi penghambat dalam proses kinerja organisasi rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar.

(57)

41 b) Sumber Daya Manusia (SDM)

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Lukman staf bagian SDM (Sumber Daya Manusia) rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar di peroleh penjelasan bahwa :

“Sumber daya manusia yang dimiliki oleh rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar sebagian besar hanya menempuh pendidikan hingga tingkat Sarjana, SMA atau sederajat dan bekerja pada bagian administrasi, tukang masak, baik penjualan, pengiriman maupun kasir dan tidak membedakan status.” (hasil wawancara 27 Juli 2015)

Rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar tidak membedakan status karyawannya karena yang terpenting adalah kualitas dan kreatifitas kerja karyawan dan pelayanan yang baik dan ramah terhadap pelanggan, baik karyawan laki-laki maupun perempuan semua sama dan bekerja sama dalam meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Analisis lingkungan eksternal dilakukan dengan cara menganalisis faktor demografi, ekonomi, sosial budaya, politik hukum, teknologi dan persaingan.

a) Demografi

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Didik ( manajer rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar) menjelaskan bahwa :

“Produk rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar dapat dijangkau oleh semua semua kalangan, baik kalangan atas maupun kalangan menengah kebawah.” (hasil wawancara 27 Juli 2015)

Secara demografi penduduk indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk yang signifikan setiap tahunnya. Dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat maka akan bertambah pula segmen yang ada pada rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar dan meningkatnya kebutuhan

(58)

42 konsumsi masyarakat. Hal ini menjadi peluang rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar untuk memperluas pangsa pasarnya.

b) Ekonomi

Kondisi perekonomian pada saat ini dan prediksi masa yang akan datang, tentunya akan sangat mempengaruhi penentuan dan kebijakan suatu strategi yang tepat serta diharapkan akan membawa sebuah keberhasilan dalam menjalankan roda usahanya dalam rangka mencapai kesejahteraan suatu bisnis.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Didik (manajer rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar) menjelaskan bahwa :

“Kondisi perekonomian Indonesia dan khususnya di Makassar sangat mempengaruhi rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar dalam meningkatkan pangsa pasarnya dan juga dalam menentukan harga yang ditetapkan karena penentuan harga pada rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar ini menyesuaikan dengan kondisi perekonomian kota Makassar. seperti pada waktu perekonomian Indonesia belum stabil, kenaikan harga BBM yang semakin tinggi yang mana harga bahan baku untuk membuat produksi ayam mengalami kenaikan dan biaya transportasi juga meningkat maka rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar juga menaikkan harga menu makanan yang ada, dan hal ini mengakibatkan sedikit berkurangnya konsumen yang ada di rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar pada waktu itu.” (wawancara 27 Juli 2015)

Hal ini menjadi ancaman bagi rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar dalam meningkatkan pangsa pasarnya. Kenaikan BBM turut mempengaruhi melambungnya harga dari segala macam kebutuhan masyarakat. Mulai dari kebutuhan transportasi sampai harga barang kebutuhan sehari-hari. Bukan hanya masyarakat yang dibuat bingung dan resah akibat kenaikan BBM tetapi juga kalangan dunia usaha, dimana kenaikan harga BBM juga akan diikuti oleh kenaikan tarif listrik khusus kepada golongan usaha produksi semakin sulit untuk berkembang. Tren positif dari pertumbuhan

(59)

43 ekonomi merupakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan dunia usaha pada umumnya. Sebaliknya tren yang negatif akan menghambat atau merugikan bagi perkembangan dunia usaha secara umum. Dengan adanya pertumbuhan perekonomian Indonesia maka semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terutama di perkotaan.

c) Politik Hukum

Kegiatan usaha suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh arah, kebijakan, dan stabilitas politik suatu negara dimana perusahaan itu beroperasi karena lingkungan dibentuk oleh hukum. Faktor politik bisa saja menjadi hambatan bila kondisinya tidak stabil, dan sebaliknya jika stabil maka akan mendukung kelancaran dunia usaha. Peraturan perundang-undangan bisnis memiliki tiga tujuan utama yaitu melindungi perusahaan dari persaingan yang tidak sehat, melindungi konsumen dari praktek bisnis yang tidak sehat, dan melindungi kepentingan masyarakat dari perilaku bisnis yang tidak terkendali.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Didik (manajer rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar) menjelaskan bahwa :

“Dalam rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar khususnya pemasaran perundang-undangan hukum juga sangat diprioritaskan untuk melindungi rumah makan, konsumen, dan masyarakat dari persaingan dan praktek bisnis yang tidak sehat, produk rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang Makassar juga sudah terjamin kehalalan kebersihannya oleh Departemen Kesehatan dan MUI.” (hasil wawancara 27 Juli 2015)

Dengan adanya perundang-undangan hukum maka rumah makan, konsumen, masyarakat akan terlindungi dari persaingan dan bisnis yang tidak sehat. Produk ayam yang ada di rumah makan ayam bakar Wong Solo cabang

Gambar

Tabel 4. Matrik Internal Eksternal Posisi Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo   Cabang Makassar (IFAS, EFAS)
Tabel  5.  Penyusunan  Matrik  SWOT  Rumah  Makan  Ayam  Bakar  Wong  Solo  Cabang Makassar
Gambar 1. Brand Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Makassar
Gambar 3. Responden konsumen saat mengisi kuesioner penelitian
+5

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimanastrategi-strategi yang digunakan untuk membangun persepsi konsumen pada Rumah Makan Ayam Geprek Spesial cabang Yogyakarta dan SurakartaC.

persepsi mengenai mate-@ bauran pemasaran yang selama ini diterapkan oleh pentsahaan. Restoran Ayam Bakar Wong Solo Cabang Booor menyediakan berbagai macam menu

strategi pengembangan bisnis pada Rumah Makan Ikan Bakar Masto Medan adalah.. Strategi Agresif, dimana fokus strategi tersebut yang dilakukan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan pengadaan pasokan bahan baku karkas ayam Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” Jember yang

Berdasarkan hasill analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Makan Ayam

Skripsi berjudul; Pengaruh Produk, Harga, Lokasi dan Fasilitas Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi kasus pada “Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo

Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pelayanan prima berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan pada rumah makan ayam bakar Wong Solo

Untuk proses seleksi karyawan yang akan menduduki posisi strategis dalam perusahaan atau tempat yang memerlukan sumber daya manusia yang handal maka Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo