• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN EVALUASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METODE PENELITIAN EVALUASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENELITIAN EVALUASI METODE PENELITIAN EVALUASI

MATERI 5

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI KLAS A

PENGAMPU

DR. L.V.RATNA DEVI S.

MATERI 5

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI KLAS A

PENGAMPU

DR. L.V.RATNA DEVI S.

(2)

MELAKSANAKAN EVALUASI

ALASAN TERGANTUNG KEPENTINGAN

Bagi Sponsor:

Untuk

mengetahui sejauh mana dana yang

diberikan telah digunakan sebagaimana mestinya dan apakah

memiliki dampak

Bagi ilmuwan:

Untuk

kepentingan ilmiah

Bagi pejabat:

Untuk

mengetahui sejauh mana program yang dilancarkan di dalam

masyarakat menimbulkan perubahan

Bagi Staf program:

Untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat untuk memperbaiki sistem manajemen, sistem pelayanan,

meningkatkan partisipasi

masyarakat dan mungkin untuk meningkatkan dampak program

Bagi LSM:

Agar tidak mengulang kekeliruan ditempat lain, membagi

pengalaman bersama dengan lembaga yang lain

(3)

10 Alasan Melakukan Evaluasi (Feuerstein,1990) 10 Alasan Melakukan Evaluasi (Feuerstein,1990)

1. Untuk melihat keberhasilan 2. Mengukur kemajuan

3. Memperbaiki monitoring

4. Mengetahui apakah usaha sudah efektif 5. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan 6. Mengumpulkan informasi

7. Untuk melihat apakah biaya yang dikeluarkan untuk mendanai aktivitas program itu masuk akal.

8. Berbagi pengalaman

9. Meningkatkan efektifvtas

10.Melihat apakah suatu program benar-benar telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang disasar?

1. Untuk melihat keberhasilan 2. Mengukur kemajuan

3. Memperbaiki monitoring

4. Mengetahui apakah usaha sudah efektif 5. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan 6. Mengumpulkan informasi

7. Untuk melihat apakah biaya yang dikeluarkan untuk mendanai aktivitas program itu masuk akal.

8. Berbagi pengalaman

9. Meningkatkan efektifvtas

10.Melihat apakah suatu program benar-benar telah sesuai

dengan kebutuhan masyarakat yang disasar?

(4)

Evaluasi menurut pandangan para ahli

Menurut Weis: Tujuan utama evaluasi program : “menyumbang bagi perbaikan program atau kebijakan”

Evaluasi program untuk membantu pelayanan program Menurut Weis: Tujuan utama evaluasi program : “menyumbang

bagi perbaikan program atau kebijakan”

Evaluasi program untuk membantu pelayanan program

Menurut Shapiro : melalui monitoring dan evaluasi, dapat meninjau ulang, mengidentifikasi masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan, membuat penyesuaian agar lebih mungkin menimbulkan perbedaan (antara sebelum ada program dan setelah ada program di masyarakat)

Menurut Shapiro : melalui monitoring dan evaluasi, dapat meninjau ulang, mengidentifikasi masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan, membuat penyesuaian agar lebih mungkin menimbulkan perbedaan (antara sebelum ada program dan setelah ada program di masyarakat)

Menurut Christine Andrews Paulsen & Don Dailey: Arti penting Monitoring dan Evaluasi adalah : 1. Evaluasi menjaga program atau

intervensi pada jalur yang benar. 2. Evaluasi mengatakan pada kita apakah program itu berjalan atau tidak

Evaluasi menjaga program:

evaluasi yang dilakukan semasa pelaksanaan program, gunanya untuk; 1. mengetahui perubahan-perubahanakibat adanya program. 2. menilai sejauh mana

memberikan dampak. 3. mengetahui apakah ada dampak negatif yang tidak diharapkan. 4.

memperoleh informasi mengenai apakah perubahan tsb menyelesaikan

masalah/keadaan yang disasar

Evaluasi: apakah program berjalan?

Tujuan utama evaluasi adalah: apakah program telah mengatasi masalah? Apakah program telah menghasilkan dampak? Evaluasi dampak menjawab pertanyaan:

1. Apakah program melaksanakan tujuan yang telah dirumuskan?

2. Bagaimana hasilnya?

3. Apakah program/intervensi itu efektif untuk mengatasi masalah yang dimaksudkan untuk dipecahkan?

Bagaimana masalah itu teratasi?

4. Bagaimana caranya program/intervensi itu menghasilkan perbaikan?

(5)

Lanjutan “ Evaluasi menjaga program”

Pertanyaan khusus yang dapat dijawab dalam implementasi/pelaksanaan program:

1. Apakah program itu sesuai pada tempatnya?

2. Apakah program mencapai pada penduduk yang disasar? Apakah program itu dimaksudkan untuk membantu atau mempengaruhi dengan cara tertentu?

3. Apakah program itu dilaksanakan sesuai dengan visi yang dirumuskan?

4. Bagaimana program itu berubah dalam perjalanan waktu?

5. Apakah tantangan yang muncul untuk melaksanakan program?

6. Sejauh program itu berjalan, apa yang Nampak terjadi?

7. Bagaimanakah kepuasan orang-orang berkaitan dengan pemberian pelayanan yang diberikan oleh program? Apakah yang paling mereka sukai, dan apa yang menjadi perhatian mereka?

8. Berapa besar beaya untuk melaksanakan program? Dan apakah beaya itu layak?

9. Bagaimanakah keterkaitan antara beaya dengan pelayanan dan kualitas program?

10.Apakah keuntungan yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membenarkan beaya yang dikeluarkan?

(6)

Siapa yang melaksanakan evaluasi?

Yang seharusnya:

Peneliti profesional bersama masyarakat, staf program dan stakeholder( orang-orang yang berkepentingan dalam program.

Yang senyatanya:

1. Kadangkala dilakukan peneliti luar

(perguruan tinggi atau lembaga swasta yang dimintai bantuan mengevaluasi) 2. Kadangkala hanya dilakukan staf

program sendiri (instansi atau

penyelenggara program itu sendiri) Kekuatan Peneliti luar:

Memiliki latar belakang

pengetahuan mengenai metode penelitian evaluasi. Mereka merencanakan dengan baik, memilih metode yang tepat, analisis yang lengkap, pelaporan sesuai ukuran hasil laporan

penelitian

Melihat secara obyektif perilaku dan sikap masyarakat

Kelemahan peneliti dalam (staf program) Kurang terlatih dalam penelitian evaluasi.

Tidak menguasai metode penelitian.

Hanya menilai proyek berhasil atau tidak.

Melihat secara subyektif perilaku dan sikap masyarakat.

Berkepentingan atas keberhasilan program, maka ada kemungkinan menutupi kelemahan dan kekurangan pelaksanaan program.

(7)

Kapan melaksanakan evaluasi?

Waktu melaksanakan evaluasi tergantung beberapa hal

1. Jangka waktu program

2. Jenis metode monitoring dan evaluasi yang dipakai

3. Waktu yang tersedia dari para evaluator 4. Faktor musim

5. Waktu yang tersedia dari para sponsor program

(8)

Jangka waktu program. Bagi program yang berjangka pendek, monitoring harus segera dilakukan sebelum program itu berakhir. Tim peneliti harus segera melakukan evaluasi (ex-post facto evaluation) begitu program itu berakhir. Bagi program yang berjangka panjang, pekerjaaan evaluasi tidak perlu dilakukan terlalu dini karena dampak programnya belum dapat dilihat.

Disamping itu monitoring program yang berjangka panjang akan sangat menyita tenaga. Lebih baik monitoring dilakukan secara periodik saja.

Jenis metode monitoring dan evaluasi yang dipakai. Setiap metode

penelitian membutuhkan waktu yang berbeda lamanya. Menggunakan

kuesioner untuk mengumpulkan data dapat dilakukan secara cepat bila

tersedia tenaga pengumpul data yang memadai. Berbeda halnya dengan

pengumpulan data yang menggunakan interview indepth (wawancara

mendalam). Metode lain seperti Focus Group Discussion misalnya dapat

dilakukan satu hari saja

(9)

Waktu yang tersedia dari para evaluator. Bila melibatkan evaluator dari luar (misalnya dari Perguruan Tinggi) perlu memperhitungkan waktu-waktu sibuk di fakultas atau kesibukan pribadi dari calon peneliti. Demikian pula bila evaluasi melibatkan staf program, maka perlu juga diperhitungkan waktu-waktu sibuk mereka, misalnya pada akhir tahun mereka harus membuat laporan. Bila program itu diselenggarakan pada masyarakat pertanian, evaluasi pun harus memperhitungkan waktu waktu sibuk mereka. Janganlah melakukan evaluasi misalnya pada musim pengolahan tanah dan masa panen.

Faktor musim. Musim juga harus diperhitungkan. Di Indonesia yang mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan, sebaiknya tidak melakukan evaluasi pada musim penghujan karena akan banyak waktu yang tersita untuk menunggu redanya hujan. Lebih-lebih bila evaluasi dilaksanakan di daerah pedalaman atau pegunungan, hambatan hujan, banjir, dan beceknya tanah menjadi hambatan kelancaran penelitian.

Waktu yang tersedia dari para Sponsor Program. Bilamana sebuah proyek atau

program dilaksanakan atas dasar biaya dari sponsor, biasanya sponsor juga bermaksud untuk melihat sejauh mana perubahan telah terjadi. Tetapi umumnya mereka adalah orang-orang yang sangat sibuk sehingga hanya memiliki waktu yang sedikit untuk melihat program

(10)

Sasaran evaluasi

• Sasaran evaluasi adalah untuk mengetahui kemajuan program dalam mencapai sasaran- sasarannya

• Program , memiliki sasaran-sasaran program yang sering dinyatakan secara umum diawal program. Contoh: “mengurangi penderitaan”, “ memperbaiki cara hidup”

• Sasaran program inilah yang menjadi sasaran evaluasi. Akan tetapi kalau sasaran program seperti tersebut diatas, maka akan sulit mengubah sasaran tersebut menjadi sasaran yang dapat dievaluasi

• Oleh sebab itu sasaran evaluasi harus jelas, dapat diukur dengan cara tertentu. Sasaran evaluasi harus memilih prioritas masalah yang akan dievaluasi mengingat terbatasnya waktu, tenaga dan sumber daya

• Sasaran evaluasi difokuskan pada:

1. Perencanaan program, pelaksanaan program dan dampak program 2. Sistem pelayanan program

(11)

Sasaran Evaluasi (lanjutan)

Sasaran program dinyatakan secara resmi, agar dampak sesuai dengan sasaran resmi.

Namun ada juga dampak program yang terjadi diluar sasaran resmi.

Dampak eksternal (dampak limpahan) perlu diperhitungkan dalam kegiatan evaluasi.

Contoh: program pelebaran jalan memberikan dampak pada penggusuran. Program kredit pedesaan yang dimaksudkan agar terjadi kapitalisasi, menumbuhkan dampak menurunnya gotong royong karena ketergantungan terhadap sesama semakin

melemah.

Sasaran evaluasi program tidak harus kaku. Sasaran evaluasi ditentukan diawal

program dan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata dilapangan dan permasalahan2 baru yang timbul akibat program

Contoh: program yang semula untuk peningkatan pendapatan masyarakat miskin, perlu pula mengevaluasi sumber daya manusia dan sumber dana yang dimiliki oleh kaum miskin, sehingga evaluasi meliputi kegiatan ekonomi produktif dari kaum miskin.

(12)

Bagaimana memutuskan sasaran-sasaran yang akan dievaluasi?

• Keputusan akan tergantung pada faktor-faktor:

1. Apakah evaluasi akan dilakukan untuk melihat efisiensi dan kemajuan program ataukah untuk melihat dampaknya.

2. Harapan-harapan dan kebutuhan para pembuat kebijakan dan pemberi dana, misal apakah mereka mengharapkan hasil-hasil segera untuk

dijadikan dasar pengambilan kebijakan dan keputusan perencanaan

3. Apakah memiliki sumber daya, seperti staf program, uang, waktu, untuk melaksanakan evaluasi

Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan bagaimana sasaran-sasaran tersebut akan dievaluasi.

Evaluasi akan lebih mudah jika telah menggunakan indikator-indikator dalam memonitoring kemajuan

Indikator –indikator ini digunakan untuk mengukur kemajuan/perubahan yang telah dicapai

Indikator berisi pengukuran –pengukuran .

• Keputusan akan tergantung pada faktor-faktor:

1. Apakah evaluasi akan dilakukan untuk melihat efisiensi dan kemajuan program ataukah untuk melihat dampaknya.

2. Harapan-harapan dan kebutuhan para pembuat kebijakan dan pemberi dana, misal apakah mereka mengharapkan hasil-hasil segera untuk

dijadikan dasar pengambilan kebijakan dan keputusan perencanaan

3. Apakah memiliki sumber daya, seperti staf program, uang, waktu, untuk melaksanakan evaluasi

Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan bagaimana sasaran-sasaran tersebut akan dievaluasi.

Evaluasi akan lebih mudah jika telah menggunakan indikator-indikator dalam memonitoring kemajuan

Indikator –indikator ini digunakan untuk mengukur kemajuan/perubahan yang telah dicapai

Indikator berisi pengukuran –pengukuran .

(13)

Apa yang diharapkan dari melakukan evaluasi ?

Melaksanakan evaluasi :

Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan peneliti. Pertanyaan penelitian berkaitan dengan program evaluasi yang diketengahkan

(pelaksanaan maupun dampak

program) • Apakah hasil yang sesungguhnya

yang diharapkan

• Bagaimana program dapat menghasilkan hasil yang diharapkan

• Mengapa program dapat mengarah pada hasil

Cara menentukan pertanyaan

evaluasi, agar evaluator dan orang- orang yang terlibat dalam program mengembangkan gambaran yang bagus mengenai:

Gambaran semacam itu dapat membantu mengidentifikasi 1. bagaimana program diarahkan untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan . 2. mengapa suatu aktivitas diarahkan bagi tercapainya hasil . 3.

bagaimana mengevaluasi program untuk melihat bahwa evaluasi itu berjalan.

(14)

TUGAS MPE (5) TUGAS MPE (5)

• Sifat tugas : kelompok (3 orang)

• Tugas yang harus dikerjakan; kalian akan melakukan evaluasi program (pilih program pemerintah). Tuliskan alasan kalian melakukan evaluasi (pilih diantara 10 alasan dari Feuerstein). Alasan ini harus sesuai dengan fokus evaluasi (lihat materi 1). Menurut pandangan para ahli yang ada dimateri ini, pandangan mana yang sesuai dengan evaluasi program kalian? . Siapa yang melakukan evaluasi program kalian nanti, dan apa alasannya. Waktu melaksanakan evaluasi nanti, tergantung pada faktor apa saja, beri alasan. Tentukan sasaran evaluasi kalian berdasarkan sasaran program yang kalian pilih. Dan fokus evaluasai yang kalian pilih. Mengapa kalian memutuskan sasaran program tersebut, berdasarkan faktor-faktor yang ada di materi ini. Apa yang kalian harapkan dari melakukan evaluasi ini selain mendapatkan nilai maksimal Makul MPE?

• Kerjakan secara singkat dan jelas pada 1 (satu) lembar kertas A4. Spasi 1,15, times new roman 12, batas kiri,kanan, bawah,atas, 3 cm.

• Pada pekerjaan tugas, beri judul tugas, nama, NIM, klas

• Contoh pemberian nama ,NIM: Dian, NIM; Ratna , NIM; Nani, NIM)

• Batas pengumpulan tgl 31 Maret 2020, jam 10. di [email protected]

• Jika terlambat, nilai dipotong 25%. Jika terlambat 1 hari nilai dipotong 50%

• Sifat tugas : kelompok (3 orang)

• Tugas yang harus dikerjakan; kalian akan melakukan evaluasi program (pilih program pemerintah). Tuliskan alasan kalian melakukan evaluasi (pilih diantara 10 alasan dari Feuerstein). Alasan ini harus sesuai dengan fokus evaluasi (lihat materi 1). Menurut pandangan para ahli yang ada dimateri ini, pandangan mana yang sesuai dengan evaluasi program kalian? . Siapa yang melakukan evaluasi program kalian nanti, dan apa alasannya. Waktu melaksanakan evaluasi nanti, tergantung pada faktor apa saja, beri alasan. Tentukan sasaran evaluasi kalian berdasarkan sasaran program yang kalian pilih. Dan fokus evaluasai yang kalian pilih. Mengapa kalian memutuskan sasaran program tersebut, berdasarkan faktor-faktor yang ada di materi ini. Apa yang kalian harapkan dari melakukan evaluasi ini selain mendapatkan nilai maksimal Makul MPE?

• Kerjakan secara singkat dan jelas pada 1 (satu) lembar kertas A4. Spasi 1,15, times new roman 12, batas kiri,kanan, bawah,atas, 3 cm.

• Pada pekerjaan tugas, beri judul tugas, nama, NIM, klas

• Contoh pemberian nama ,NIM: Dian, NIM; Ratna , NIM; Nani, NIM)

• Batas pengumpulan tgl 31 Maret 2020, jam 10. di [email protected]

• Jika terlambat, nilai dipotong 25%. Jika terlambat 1 hari nilai dipotong 50%

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan dunia usaha semakin pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk atau jasa yang benar-benar mampu untuk memenuhi akan kebutuhan konsumen

Penyelenggaraan program pendidikan SMK harus ditata kembali sehingga benar-benar berorientasi pada program yang dibutuhkan masyarakat, meskipun kebutuhan masyarakat

c.) Kegiatan pembangunan lainnya yang sesuai dengan analisis kebutuhan dan kondisi desa yang diputuskan dalam musyawarah desa. Penggunaan Dana untuk Pemberdayaan

Hasil analisis menemukan bahwa efektivitas program pendidikan sistem ganda siswa Jurusan Akomodasi SMK Negeri 5 Denpasar dengan kebutuhan pasar tergolong efektif

Selain kebutuhan untuk menunjukkan bahwa proposal program akan menjadi efektif, ada juga kebutuhan untuk mendemonstrasikan bahwa program yang sedang berjalan sudah cukup baik

Adanya izin/persetujuan yang benar dilakukan sesuai.. dan kebutuhan

Langkah yang dapat dilakukan untuk pembangunan daerah ialah melaksanakan program pola kemitraan bagi masyarakat miskin yang ingin melakukan usaha, pengidentifikasian faktor

maupun keterampilan khususnya di jalur pendidikan nonformal melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan minat belajar masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh kepala SKB