• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif kuantitatif. penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha menggambarkna kegiatan penelitian. Penelitian deskriptif ini juga disebut penelitian pra eksperimen karena dalam penelitian ini dilakukan eksplorasi, menggambarkan dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan.

Penelitian deskriptif ini hanya berusaha menggambarkan secara jelas dan sekuensial terhadap pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sebelum para peneliti terjun ke lapangan dan mereka tidak menggunakan hipotesis sebagai petunjuk arah dalam penelitian.

Sedangkan penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah menggembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.

Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

3.2 Tempat dan waktu penelitian

Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil objek penelitian pada PT.Heavenly Nutrition Indonesia cabang bandung yang berlokasi di Jalan Mutumanikam No.69 Buah Batu dengan outlet yogya riau junction. Yang menjadi bahan untuk penelitian adalah Promosi Penjualan dan Iklan terhadap Minat Beli Konsumen produk Heavenly Blush Yogurt.

(2)

3.3 Operasional Variabel

Oprasional Variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar-benar sesuai dengan judul penelitian.

Variabel itu sendiri dalam konteks penelitian menurut Sugiono (2010:58) ,

“Variabel penelitian adalah segala sesuatu berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (Independent) adalah Promosi Penjualan (X1) dan Iklan (X2) sedangkan yang menjadi variabel terikat (Dependent) adalah Minat Beli (Y). Berikut adalah penjelasan mengenai variabel dependen dan independen:

Variabel Bebas (Variabel Independent ) Variabel ini disebut sebagai variabel stimulis, predictor, antecendent. Dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Adapun dalam penelitian ini yang menjadi variabel independennya adalah:

1. Promosi Penjualan (X1) 2. Iklan (X2)

Variabel Terikat (Variabel dependen) disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Minat Beli (Y).

Berdasarkan pengertian di atas maka skala yang digunakan di atas variabel Independent dan Dependent adalah skala ordinal dengan tujuan untuk memberikan informasi berupa nilai pada jawaban. Variabel-variabel tersebut diukur oleh instrumen pengukur dalam bentuk quesioner berskala ordinal.

(3)

Tabel 3.1 Operasional Variabel

Variabel Konsep Variabel Indikator Skala

Promosi penjualan

(X1)

Alat promosi konsumen utama meliputi sample produk, kupon,

pengembalian tunai, harga khusus, premi, barang khusus iklan, penghargaan dukungan, pajangan dan demonstrasi, di titik pembelian, dan kontes, undian serta permainan.

Kotler dan Amstrong , (2008 : 206-207)

1. Sample

• Adanya pemberian sample gratis produk tertentu

2. Kupon

• Adanya pemberian kupon/voucher untuk syarat pembelanjaan tertentu

3. Paket Harga

• Adanya pembelian produk beli 1 gratis 1 4. Premium

• Adanya potongan harga dalam periode tertentu 5. Hadiah/Gimmick

• Adanya penawaran dengan program hadiah 6. Diskon

• Adanya potongan harga pada periode tertentu 7. Undian

• Diadakanya undian utk konsumen pada periode tertentu

8. Demo

• Diadakannya demo produk agar konsumen lebih mengenal dan lebih mengetahui.

9. Promosi Gabungan

• Dilakukan agar promo kegiatan lebih menarik dan tidak monoton.

10. Tawaran Uang Kembali

• Agar konsumen tidak merasa kecewa jika terjadi produk rusak atau kesalahan.

Ordinal

(4)

Iklan (X2) Iklan merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga

menimbulkan rasa yang menyenangkan yang mengubah pikiran

seseorang untuk melakukan pembelian.

(Tjiptono, 2008:226)

1. Informative Advertising

• Memberikan brosur yang berisikan produk

knowledge

2. Persuanding Advertising

• Ditempatkannya Sales Promotin Girl untuk membujuk pembeli 3. Reminding Advertising

• Memasang iklan dan selalu menayangkan di media cetak atau elektronik.

4. Entertaiment Advertising

• Mengadakan iklan setiap minggunya.

Ordinal

Minat beli Konsumen (Y)

Minat beli timbul setelah adanya proses evaluasi alternatif, seseorang akan membuat suatu rangkaian pilihan mengenai produk yang hendak dibeli.

Kotler, Bowen dan Makens (1999:156)

1. Minat Eksploratif

• Mencari informasi tentang produk

• Mengetahui perbedaan produk

• Menyukai keunggulan produk

• Meyakini kualitas produk

2. Minat Referensial

• Merekomendasikan produk pada orang lain 3. Minat Transaksional

• Keinginan mencoba untuk membeli produk 4. Minat Preferensial

• Menjadikan produk sebagai pilihan utama.

Ordinal

Sumber Data : Diolah

(5)

3.4 Teknik dan Cara Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dipakai dalam penelian harus merupakan data yang benar, karena apabila data yang digunakan salah, untuk itu diperlukan suatu teknik dalam mengumpulkan data penelitian yang dapat dilakukan melalui beberapa cara.

Menurut Sugiono (2009:137), “Teknik Pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuisioner (angket), observasi (pengamatan) dan gabungan ketiganya”.

Metode pengumpulan data merupakan cara-cara untuk memperoleh data dan keterangan yang diperlukan dalam penelitian. Untuk menunjang hasil penelitian.

Maka penulis melakukan pengumpulan data yang diperlukan dengan dua cara, yaitu penelitian lapangan dan studi pustaka, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Penelitan Lapangan (Field Research)

Yaitu penelitiaan yang dilakukan secara langsung di perusahaan yang menjadi objek penelitian. Data yang diperoleh merupakan data primer yang diperoleh dengan cara :

a. Observasi pengamatan (langsung) yaitu dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di lokasi untuk memperoleh data yang diperlukan. Penulis melakukan pengamatan pada PT.Heavenly Nutrition Indonesia di Bandung.

b. Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan msalah yang dibahas. Penulis mengadakan hubungan langsung dengan pihak-pihak yang dianggap dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam teknik wawancara ini, penulis mengadakan tanya jawab kepada sumber yang dapat memberikan data atau informasi yang berkaitan.

c. Dokumentasi merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah dokumen-dokumen yang terdapat dalam perusahaan.

d. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis

(6)

kepada responden untuk kemudian dijawabnya. Kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup yang telah diberi skor, dimana data tersebut nantinya akan dihitung secara statistik. Kuisioner tersebut berisi daftar pertanyaan yang ditunjukan kepada responden yang berhubungan dalam penelitian ini. Hasil dari kuisioner ini yaitu berupa data-data mengenai pengaruh promosi penjualan dan iklan terhadap minat beli konsumen.

2. Study Pustaka

Yaitu mengumpulkan data dan mempelajari atau membaca pendapat para ahli yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti untuk memperoleh landasan teori-teori yang tepat.

3.4.2 Cara Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian mengenai skripsi ini adalah data premier dan data sekunder.

a. Data Primer

Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya.

Pengumpulan data primer dalam penelitian ini yaitu dengan cara menyebarkan kuisioner untuk variabel promosi penjualan (X1), variabel Iklan (X2) dan variabel Minat Beli konsumen (Y) kepada konsumen Heavenly Blush Bandung.

b. Data Sekunder

Data Sekunder adalah landasan teori yang akan digunakan sebagai pendukung dalam pembahasan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelaah dan perbandingan beberapa literatur berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, artikel situs web, dan penelitian-penelitian sebelumnya yang memiliki hubungan dengan masalah yang diteliti yang akan dijadikan bahan pengujian data empiris, serta sebagai landasan teoritis dalam melakukan pembahasan hasil penelitian. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk memperoleh sebanyak mungkin teori

(7)

yang diharapkan akan dapat menunjang data yang dikumpulkan dan pengolahannya lebih lanjut dalam penelitian ini.

3.5 Teknik Penentuan Sampel 3.5.1 Populasi

Dalam melaksanakan penelitian selalu dihadapkan pada sumber data tertentu yang diharapkan dapat memberikan informasi dan keterangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Adapun sumber data dalam penelitian sering disebut dengan populasi penelitian Menurut Sugiyono (2015) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel menurut Sugiyono (2015) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini , yang menjadi populasi adalah seluruh konsumen yang datang ke Outlet Yogya Riau Junction. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner pada bulan November 2017 selama satu minggu, peneliti mendapatkan hasil kuisioner sebanyak 350 responden.

3.5.2 Sampel

Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut (Sangadji Sopiah, 2010:189) :

n = N 1+  Dimana :

n = ukuran Sampel N = ukuran populasi

e = Taraf Kesalahan (error) sebesar 0.10 (10%)

dari rumus di atas, maka besarnya jumlah sampel (n) adalah sebagai berikut :

(8)

n = 350 1+350 (0.10)²

= 350 1 + 3,5 n = 77,8

Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh besarnya sampel sebanyak 77,8 dan akan dibulatkan menjadi 78 orang.

3.6 Metode Pengujian Data

Metode pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini perlu diuji validitas dan reabilitas. Pengujian ini dilakukan agar pada saat penyebaran angket instrumen-instrumen penelitian tersebut sudah valid dan reable, yang artinya alat ukur untuk mendapatkan data sudah dapat digunakan.

3.6.1 Pengujian Validitas

Uji validitas berguna untuk mengetahui kevalidan atau kesesuaian angket yang telah dibuat. Hal ini didukung oleh teori Sugiyono (2010:2) menjelaskan bahwa valid adalah “Menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti”.

Berdasarkan data di atas, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test (kuisioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur. Suatu alat ukur dikatakan valid apabila dia melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas dalam penelitian ini yaitu untuk menggambarkan variabel promosi penjualan (X1), variabel iklan (X2) dan variabel Minat Beli konsumen (Y).

Instrumen dalam penelitian mempunyai peranan yang sangat penting, karena data yang diolah merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan

(9)

berfungsi sebagai alat pembuktian kebenaran hipotesis. Uji validitas dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kuisioner yang disiapkan telah dapat mengukur variabel yang ingin diukur. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur atau mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Menutut Sugiyono (2010:183) , “Untuk menentukan tingkat validitas suatu item kuisioner, dapat dilakukan dengan metode Korelasi Pearson Product Moment”, adapun rumusnya sebagai berikut :

 = ∑  − ∑  ∑ 

 ∑  − ∑  ∑ −

Dimana :

ʳ

= Korelasi Produk Moment

 = Jumlah instrumen sementara

∑ 1 = Jumlah skor suatu item

∑ 1  = Jumlah total skor jawaban

∑ 1 = Jumlah kuadrat skor jawaban suatu item jawaban

∑ 1 = Jumlah kuadrat skor jawaban

Koefisien korelasi di atas kemudian dibandingkan dengan r kritis sebesar 0,30 (Sugiyono 2010:126). Jadi, jika nilai r hitung > r kritis, maka item dalam instrumen dapat dinyatakan valid, dan jika nilai r hitung ≤ r kritis, maka item dalam instrumen dinyatakan tidak valid.

3.6.2 Pengujian Reliabilitas

Setelah dilakukan uji validitas atas pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini, selanjutnya diuji kedalamnya (Reliabilitas), reliabilitas berarti dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Menurut sugiyono 2010:121 “Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama”. Uji realibilitas dimaksudkan untuk menguji sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya

(10)

selama aspek yang diukur belum berubah. Instrumen dinyatakan reliabel apabila hasil koefisien realibilitas ≥ 0,70. Untuk menguji tingkat realibilitas dapat dilakukan dengan menggunakan tes belah dua dari (Split half) dengan langkah- langkah sebagai berikut :

a. Membagi nilai item-item yang valid menjadi dua belahan berdasarkan nomor genap dan ganjil. Item ganjil dimasukan ke dalam belahan pertama (X) dan item genap dimasukan ke dalam belahan kedua (Y)

b. Korelasi skor total belahan pertama dengan skor total belahan kedua dapat dicari dengan menggunakan teknik korelasi Produk Moment.

c. Karena angka yang diperoleh adalah angka korelasi dari suatu alat ukur yang dibelah, maka harus dicari angka realibilitasnya untuk keseluruhan item tanpa dibelah.

Sebelum uji realibilitas, terlebih dahulu dicari koefisien korelasi dengan rumus :

 = ∑   − ∑ ∑ 

 ∑ − ∑   ∑  − ∑ 

Dimana :

n = Jumlah responden A = Variabel nomor ganjil B = Variabel nomor genap

Setelah koefisien korelai diketahui, uji reabilitas dengan menggunakan rumus Spearman Brown sebagai berikut :

" = 2$

1 + $

Dimana :

" = Realibilitas internal seluruh item

$ = Korelasi produk moment antara belahan pertama dan kedua

Setelah didapat nilai kredibilitas instrumen (&' ()*), maka nilai tersebut dibandingkan dengan  +, yang sesuai dengan jumlah responden dan taraf nyata.

Bila &' ()* -./0123 maka instrumen tersebut dikatakan reliabel, sebaliknya jika

&' ()* 4./0123 maka instrumen tersebut dikatakan tidak reliabel.

(11)

3.7 Analisis Data

3.7.1 Analisis Deskriftif

Analisa deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk mengnalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2010: 206). Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang data yang sudah terkumpul.

Menurut sifatnya data yang diperoleh dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu :

a. Data Kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk numerik dan dapat digunakan untuk mendukung penelitian sehingga dapat menyatakan kebenaran dari hipotesanya.

b. Data Kuantitatif yaitu data yang berbentuk numerik dan dapat digunakan untuk menjawab hipotesa yang diajukan.

Apabila data hasil penelitian sudah terkumpul diproses dan dianalisa, maka analisa dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif. Analisa secara kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan jawaban responden yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel-tabel, sedangkan analisa kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisa statistik.

Untuk mengolah data yang didapat dari hasil angket yang telah dijawab oleh responden maka diberi angka atau skala yang dipakai untuk pengukuran yaitu skala likert. Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2010:93).

(12)

Tabel 3.2 Bobot atau Skala Nilai

No JAWABAN

PERTANYAAN

SKOR JAWABAN

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Cukup Setuju (CS) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Untuk mengetahui bagaimana tingkat interval kedua variabel maka selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban responden. Untuk memudahkan penilaian dari rata-rata tersebut, maka dibuat interval sebesar 5 (lima). Rumus yang digunakan untuk mencari panjang kelas interval menurut Sudjana (2005:47) adalah sebagai berikut :

Panjang Kelas Interval = Rentang Kelas

Banyak Kelas Interval

Dimana :

Rantang Nilai = Nilai tertinggi – Nilai terendah Banyak kelas interval = 5

Berdasarkan rumus di atas, maka panjang interval adalah : Panjang kelas interval = 5 – 1 = 0,8

5

Maka interval dari kriteria penilaian adalah sebagai berikut :

(13)

Tabel 3.3 Kriteria Penilaian Interval Keterangan 1,00 - 1,80 Sangat Kurang 1,81 - 2,60 Kurang

2,61 - 3,40 Cukup Baik 3,41 - 4,20 Baik 4,21 - 5,00 Sangat Baik

3.7.2 Analisis Verifikatif

Sedangkan analisis verifikatif adalah sebuah metode yang mempelajari penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi berdasarkan data-data yang terdapat dalam sampel penelitian.

Penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan (Suharsimi Arikunto, 2009:8). Adapun rumus yang digunakan untuk menguji kebenaran hipotesisi ini adalah :

1. Analisis Korelasi Pearson Produk Moment

Analisis ini menurut Sugiyono (2007:102) digunakan untuk mengetahui hubungan antara Variabel X terhadap Variabel Y dengan rumus sebagai berikut :

 = ∑ 5 − ∑ ∑ 5

67 ∑ − ∑ 87 ∑ 9 − ∑ 98 Dimana :

R = Koefisien Korelasi n = Jumlah Sample X = Variable Independent

Y = Variable Dependent Untuk dapat memberikan interpretasi koefisien korelasi, maka dapat digunakan pedoman sebagai berikut :

(14)

Tabel 3.4

Pedoman Kekuatan Hubungan Antar Variable No Interval Korelasi Tingkat Hubungan

1 0,00 - 0,199 Sangat Rendah

2 0,20 - 0,399 Rendah

3 0,40 - 0,599 Cukup kuat

4 0,60 - 0,799 Kuat

5 0,80 - 1,000 Sangat Kuat

Sumber Sugiyono, 2010:184

2. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien

determinasi adalah antara nol dan satu.Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel - variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas.Nilai yang mendekati satu berarti variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2001). Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai R square

3.7.3 Path Analisis

Path analysis dikembangkan oleh Sewal Wright pada tahun 1934, yang merupakan pengembangan dari korelasi dan memliki kedekatan dengan regresi berganda. Menurut Streiner (2005). “Path analysis merupakan perluasan dari regresi berganda dan yang memungkinkan analisis model-model yang lebih kompleks”. David Garson (2003) dari North Caroline State University mendefinisikan path analysis sebagai “model perluasan regresi dengan dua atau lebih model hubungan sebab akibat yang dibandingkan oleh peneliti.” Dengan menggunakan metode path analysis maka tidak hanya dapat menghitung secara simultan seluruh variable bebas terhadap variabel terikat, tetapi juga dapat diketahui pengaruh secara parsial dari masing-masing variable bebas terhadap variabel terikat. Metode path analysis memiliki beberapa model, antara lain model

(15)

regresi linier berganda, model mediasi,model gabungan antara regresi berganda dan mediasi, danmodel kompleks. Pada penelitian ini akan digunakan path analysis dengan model regresi linier berganda. Beritkut ini adalah langkah- langkah dalam analisis jalur :

1. Merumuskan hipotesis

Hipotesis : Promosi penjualan dan iklan memiliki pengaruh terhadap Minat Beli konsumen.

2. Membuat model diagram jalur

Model diagram jalur dibuat berdasarkan variabel-variabel yang dikaji, dalam penelitian ini variabel yang dikaji adalah Promosi penjualan, Iklan dan Minat Beli konsumen.

Gambar 3.1

Diagram jalur pengaruh Promosi penjualan dan Iklan terhadap Minat Beli Konsumen

Koefisien jalur mengindikasikan besarnya pengaruh langsung dari suatu variabel yang mempengaruhi terhadap variabel yang dipengaruhi atau dari suatu variabel eksogen terhadap variabel endogen. Untuk lebih memperjelas setiap koefisien jalur dapat dilihat pada sebuah path diagram. Perhatikan

X1

X2

3. Menghit ung koefisi en jalur secara s imult an Hipotesis dalam bentuk statis tik dirumus kan sebagai ber ikut :

rx1x2 Y

ρyx1

ρyx2

ε

ρyε

(16)

kembali gambar 3.1 dapat kita lihat koefisien-koefisien jalur sebagai berikut:

a. Pyx1 adalah koefisien jalur untuk pengaruh langsung X1 terhadap Y b. Pyx2 adalah koefisien jalur untuk pengaruh langsung X2 terhadap Y c. Pyε adalah koefisien jalur untuk pengaruh langsung ε terhadap Y d. r

x1x2 = koefisien korelasi antara X1 dan X2

Di samping menggunakan diagram jalur untuk menyatakan model yang di analisis, dalam analisis jalur juga dapat ditampilkan dalam bentuk persamaan yang biasa disebut persamaan struktural. Persamaan struktural menggambarkan hubungan sebab akibat antar variabel yang diteliti yang dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis. Perhatikan kembali diagram jalur pada gambar 3.1, model ini dapat dibuat model persamaan struktural matematis sebagai berikut :

Dari diagram di atas didapatkam persamaan strukturalnya yaitu :

persamaan diatas menyatakan hubungan kausal dari X1 dan X2 serta ε terhadap Y

3. Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinas digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y, maka digunakan rumus koefisien determinasi, sebagai berikut :

Dimana :

KD = Koefisien Determinasi atau seberapa jauh perubahan variabel terikat r² = Kuadrat dari koefisien korelasi ganda

100% = sebagai penggali untuk mengetahui hasil dalam bentuk persentase Kriteria untuk analisis koefiisien determinasi adalah :

a. Jika Kdmendekati nol ( 0 ), berarti pengaruh variabel independent terhadap dependent lemah.

KD = r²x100%

Y = Pyx1x1+Pyx2x2+ε

(17)

b. Jika KD mendekati satu ( 1 ), berarti pengaruh variabel independent terhadap dependent kuat.

3.8 Rancangan Pengujian Hipotesis

Agar dapat diketahui apakah antara variabel ada yang mempunyai pengaruh harus dilakukan pengujian hipotesis. Hipotesis yang akan diuji dan dibuktikan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara variabel yang sudah dijabarkan sebelumnya, maka pengujian yang dilakukan adalah hipotesis Nol (Ho) yang diterima atau ditolak, tergantung pada hasil perhitungan, sedangkan (Ha) hipotesis tandingan atau alternatif. Jika Ho diterima maka Ha ditolak, demikian juga sebaliknya.

Untuk menguji apakah pengaruh promosi penjualan dan iklan terhadap minat beli konsumen, uji hipotesis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Menguji Hipotesis

• Hₒ : : = 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara Promosi penjualan dan Iklan terhadap minat beli konsumen

• Hₐ : : > 0, artinya terdapat pengaruh antara Promosi penjualan dan Iklan terhadap minat beli konsumen

b. Taraf signifikasi dinyatakan sebesar ∝ = 5% atau 0,05 dengan derajat kebebasan sebesar dk = n – 2

Kriteria pengambilan keputusan :

1. Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima 2. Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak

Dengan demikian untuk mengetahui diterima atau tidaknya hipotesis yang dinyatakan penulis dalam penelitian ini perlu dilakukan perhitungan untuk mendapatkan besarnya nilai t. Yang mana hasilnya dari perhitungan tersebut akan disebut dengan t hitung dan akan dibandingkan dengan t tabel.

Adapun untuk menghitung besarnya t , rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

(18)

 = √ − 2

√1 −  Dimana :

t = nilai uji t

r = koefisien korelasi n = Jumlah sample

Berdasarkan pengujian hipotesis di atas maka penulis dapat menarik kesimpulan berdasarkan analisis dan pengujian hipotesis yang dilakukan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, juga didukung oleh teori-teori yang berkaitan dengan masalah-masalah yang diteliti dalam penelitian skripsi yang dilakukan penulis.

Referensi

Dokumen terkait

Modul pelatihan regulasi emosi ini disusun berdasarkan teori dari Greenberg (2002) yang terdiri dari keterampilan mengenal emosi, keterampilan mengekspresikan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sembelit pada ibu post partum 3 hari di Desa Margorejo

hipertrofi atau peningkatan isi sekuncup NOC :  Cardiac Pump effectiveness  Circulation Status  Vital Sign Status Kriteria Hasil: o Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan

Kepada staf dan seluruh dosen Fakultas Ilmu Kesehatan terkhusus Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah mengajarkan dan membimbing saya

Sedangkan variasi komposisi yang dilakukan pada toner buatan juga berpengaruh terhadap sifat magnetik, pada toner komposisi polimer, fly ash dan karbon (50:30:20) dengan

Pen- gukuran daya dukung habitat dilakukan secara kuantitatif melalui pengukuran produktivitas tumbuhan pakan MEP yang dalam hal ini dibatasi pada produktivitas buah dan

Peraturan Daerah ini dimaksudkan untuk menyesuaikan be­ sarnya harga pekerjaan bangunan dengan keadaaan dewasa ini dan mengatur dengan pasti besarnya uang pengganti biaya pembuatan

Pemerintah telah membuat suatu peraturan tentang tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) yang dihasilkan dari sebuah penelitian dalam Peraturan Meneteri Riset,