RISET SAHAM HARIAN
Samuel Equity Research Tuesday, 25 October 2016
: 5,421.0 : +11.8 (+0.2%) : 4,050 Mn shrs : 5,327 Bn rupiah
CloseLast +/- %
BNII 396 78 24.5
PGAS 2,570 130 5.3
UNVR 44,400 250 0.6
SMBR 2,090 155 8.0
HMSP 4,080 -90 -2.2
BBCA 15,675 -125 -0.8
ASII 8,300 -75 -0.9
ICBP 9,500 -75 -0.8
Foreign Net Buy / Sell
Net Buy (Rpbn) Net Sell (Rpbn)
BBCA 56 BNLI 21
WSBP 25 TLKM 21
KLBF 23 UNTR 18
BSDE 22 BBRI 18
SMGR 21 SRIL 14 Money Market
Last
Close +/- %
USD/IDR 13,013 -29.0 0.2
JIBOR O/N 4.3 0.0 -
Infl (MoM) 0.2 - -
Dual Listing Securities Last
Close +/- %
TLKM 64.8 0.4 0.6
ISAT 34.4 0.7 2.1
EIDO 26.4 -0.1 -0.4
World Indices Last
Close +/- %
DJIA 18,223 77 0.4
S&P 500 2,151 10 0.5
Euro Stoxx 3,094 16 0.5
MSCI World 1,706 5 0.3
Nikkei 17,353 118 0.7
Hang Seng 23,604 230 1.0
Commodities Last
Close +/- %
WTI Oil 51 -0.3 -0.6
Market Value
Changes Leading Movers
Market Activity Tuesday, 25 Oct 2016 Market Index Index Movement Market Volume
Changes Changes
Changes
Changes Lagging Movers
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan, namun terbatas
Mayoritas bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam, meskipun fokus dari pelaku pasar masih tertuju pada beberapa pengumuman merger dan akuisisi dan rilis laporan keuangan kuartal ketiga. Selain bursa AS, mayoritas bursa Eropa juga ditutup menguat, didorong oleh mulai pulihnya kepercayaan pelaku pasar terhadap industri keuangan di sana, serta beberapa emiten yang mencatatkan kinerja di atas estimasi pasar.
Dari pasar regional Asia, pagi ini mayoritas bursa utama bergerak menguat, terutama Nikkei yang ditopang oleh pelemahan nilai tukar Yen.
IHSG ditutup menguat 0.2% ke level 5,421.0 pada hari Senin kemarin, yang didukung oleh penguatan saham-saham pada sektor agribisnis dan pertambangan, di mana investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp134 miliar di pasar reguler. Masih diwarnai oleh ‘wait and see’ nya para pelaku pasar terhadap rilisnya laporan keuangan kuartal ketiga dari para emiten, kami prediksikan IHSG untuk hari ini kembali menguat, namun bersifat terbatas, mengingat penguatan IHSG kemungkinan dapat dibayangi oleh potensi pelemahan nilai tukar Rupiah akibat kembali menguatnya dolar AS.
Highlights
BBRI : Laba bersih 9M16 meningkat tipis
ADHI : Turunkan target
WIKA : Mencari peluang pasar luar negeri
JPFA : Gelar PUB Obligasi Rp3 triliun
PGAS : Hingga 2019, panjang pipa gas mencapai 8.656km
TBIG : Siap bangun 2.000 menara hingga akhir tahun
SMBR : Memangkas target penjualan semen 2016 sebesar 6%
Gas :ESDM beropsi menurunkan harga gas dengan menurunkan penerimaan negara
Telekomunikasi: Pengguna internet di RI tembus 132 juta, 50,7%
melalui perangkat genggam dan komputer
BBRI: Laba bersih 9M16 meningkat tipis
Laporan keuangan 9M16 perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih 17% yoy menjadi Rp 50 triliun. Pendapatan komisi naik 23%, sementara biaya impairment kredit naik 61%. Laba operasinya naik 4% dan laba bersihnya tumbuh 3% menjadi Rp 18,9 triliun.
Kualitas aset tampak terjaga dengan NPL gross pada 9M16 sebesar 2,22% (9M15:
2,24%, 1H16: 2,31%). NIM tercatat 8,41% pada 9M16 (9M15: 8,08%, 1H16:
8,43%). (Investor Daily).
Comment:
Laba bersih itu mencerminkan 73% dan 74% dari estimasi kami dan konsensus untuk FY16 atau inline.
Analyst meeting terkait kinerja tersebut dijadwalkan hari ini dan kami akan merilis laporan terkait kinerja tersebut hari ini. BBRI: Buy; 17E’ PE: 9.8x, PBV: 1.8x.
ADHI: Turunkan target
PT Adhi Karya, Tbk (ADHI) menurunkan target perolehan kontrak baru tahun ini seiring dengan perkembangan proyek LRT ang tidak sejalan dengan perkiraan perusahaan. Adapun semula target kontrak baru sebesar Rp25tn, telah diturunk an menjadi Rp18tn.
Per Sept16, ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp11tn. Penurunan target kontrak baru tersebut juga telah mendorong perusahaan menurunkan target pendapatannya menjadi Rp12.3tn (dari Rp20tn) sedangkan laba diperkirakan lebih rendah dari target awal sebesar Rp750miliar. (Bisnis Indonesia). ADHI: Buy 10.25x P/E17E dan 1.27x PBV17E.
WIKA: Mencari peluang pasar luar negeri
PT Wijaya Karya, Tbk (WIKA) tetap akan berekspansi dan kini tengah mencari peluang pasar di luar negeri.. Beberapa delegasi dari negara Benua Afrika dan Benua Erpa mulai menawarkan kerjasama.
Kerjasama tidak menutup kemungkinan akan dilakukan namun WIKA a kan ettap selektif dalam memilih proyek. Adapun perolehan kontrak di luar negeri tersebut diharapkan akan ikut mendorong target pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 20%.
Tahun ini saja, kontrak baru luar negeri ditargetkan akan mencapai Rp1.06tn, sementara per Sept16 telah mencapai Rp657.70miliar. (Bisnis Indonesia). WIKA:
Buy 16.7x P/E17E dan 2.9 PBV17E.
JPFA: Gelar PUB Obligasi Rp3 triliun
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melangsungkan program PUB obligasi II senilai total Rp3 triliun. PUB II tahap I akan ditawarkan dalam dua seri, yakni seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan jatuh tempo pada Desember 2019, serta seri B bertenor lima tahun dan jatuh tempo 1 Desember 2021. Bunga obligasi akan dibayarkan tiap tiga bulan, di mana bunga pertama dibayarkan pada 1 Maret 2017.
Menurut keterangan dari manajemen, sebanyak 50% dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pelunasan sebagian PUB I tahap I tahun 2012, yang sebesar Rp1,25 triliun dan PUB I tahap II tahun 2012 sebesar Rp250 miliar. Selain itu, JPFA akan menggunakan 20% dana hasil penerbitan obligasi untuk pembayaran hutang kepada Bank Mandiri dan BCA. Perseroan akan menggelar masa pe nawaran awal pada 31 Oktober – 11 November, dan pernyataan efektif ditargetkan pada 22 November 2016 (Investor Daily). JPFA: Buy; 17E’PE: 9.2x, PBV: 1.6x.
PGAS: Hingga 2019, panjang pipa gas mencapai 8.656km
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berkomitmen untuk memperluas infrastruktur gas bumi nasional dengan menambah infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 1.680 km hingga 2019. Penambahan ini akan membuat panjang pipa PGAS mencapai 8.656 km dengan kapasitas mencapai 1.902 mmscf/d. Proyek pipa tambahan ini diantaranya proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai- Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya. Dana investasi berasal dari kas internal dan tidak mengandalkan APBN (Merdeka.com). PGAS: Buy; 9.3x P/E17E dan 1.2x PBV17E
TBIG: Siap bangun 2.000 menara hingga akhir tahun
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana membangun 2.000 menara hingga akhir tahun 2016. Penambahan menara ini sejalan dengan pertumbuhan operator telekomunikasi dalam upaya kualitas jaringan. Hingga Juni 2016, TBIG telah membangun 1.222 menara dengan investasi sebesar Rp 894 miliar (45% dari anggaran capex 2016, Rp 2 triliun).
TBIG sudah memiliki persetujuan menerbitkan global bond US$500 juta melalui TBG Global Pte Ltd dan penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan plafon senilai Rp 5 triliun. Di akhir tahun, TBIG akan membayar utang jatuh tempo dari obligasi tahap I sebesar Rp 190 miliar dan akan dibayar melalui kas internal.
(Kontan). TBIG: Under review.
SM BR: Memangkas target penjualan semen 2016 sebesar 6%
PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) pesimistis bisa mencapai target penjualan semen 2016 dan merevisi target penjualan sebesar 6% menjadi sebesar 1,6 juta ton.
Hingga September, penjualan SMBR mencapai 1,15 juta ton, naik 3% y-y. Sekitar 70% penjualan semen SMBR didistribusikan ke ritel.
SMBR optimis bisa mencetak penjualan 450.000 ton hingga akhir tahun dengan banyaknya proyek pembangunan di wilayah Sumatera bagian selatan, seperti persiapan SEA Games 2018, pembangunan wisma atlet, light rail transit (LRT) Palembang, tol Trans Sumatera dan beberapa proyek pembangkit listrik.
Hingga 3Q16, SMBR telah menyerap Rp 1,38 tirliun atau 60% belanja modal dari total anggaran sebesar Rp 2,3 triliun. SMBR menggunakan sebagian besar belanja modal untuk pembangunan pabrik semen Baturaja II Jambi dengan nilai investasi pabrik Rp 3,3 triliun. Pabrik ini berkapasitas 1,8 juta/tahun dan menambah kapasitas perseroan menjadi 3,8 juta /tahun, dimana ditargetkan bisa beroperasi di tahun depan. (Kontan). SMBR: Under review.
Gas: ESDM beropsi menurunkan harga gas dengan menurunkan penerimaan negara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertimbangkan untuk menurunkan harga gas dengan menurunkan penerimaan negara.
Opsi pertama adalah dengan menghilangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dimana negara berpotensi kehilangan pendapatan kurang lebih US$544 juta /tahun dengan harga gas di kisaran US$ 5,01/mmbtu.
Opsi kedua dengan menurunkan atau menghilangkan Pajak Penghasilan (PPh) dengan negara berpotensi kehilangan pendapatan US$ 719 juta /tahun dan harga gas di kisaran US$3,82/mmbtu. Jika kedua opsi diambil, maka potensi kehilangan pendapatan negara mencapai US$ 1,26 miliar/tahun. ( Liputan6.com).
Comment:
Apabila opsi ini yang diambil oleh pemerintah untuk menurunkan harga gas demi mencapai target Jokowi di harga gas US$6,0/mmbtu, maka marjin Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) akan terjaga di kisaran US$3.0/mmbtu, karena pemangkasan akan sekali lagi berada di hulu gas dan bukan di midstream gas. Utilities: Under review.
Telekomunikasi: Pengguna internet di RI tembus 132 juta, 50,7% melalui perangkat genggam dan komputer
Berdasarkan hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai industri internet di Indonesia, jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 132,7 juta orang, meningkat 51% dibanding survey 2014 yang hanya sebesar 88 juta. Angka ini merepresentasikan 51,8% total penduduk Indonesia yang mencapai 256,5 juta.
Dari total pengguna internet di Indonesia, 70% mengakses lewat perangkat mobile, detailnya, 67,2 juta (50,7%) melalui perangkat genggam dan komputer, 63,1 juta (47,6%) melalui ponsel pintar (smartphone) dan 2,2 juta (1,7%) hanya melalui komputer. Sekitar 65% atau 86,3 juta pengguna internet berada di Pulau Jawa, 15,7% di pulau Sumatera, 6,3% di Sulawesi, 5,8% di Kalimantan, 4,7% di Bali dan NTB, serta sebanyak 2,5% di pulau Maluku dan Papua. (Investor Daily).
Telekomunikasi: Overweight.
Ticker Rec. JCI Wgt Last price 1D Chg 5D Chg 1M Chg YTD Chg TP Cons TP SSI Upside
(%) (Rp) (%) (%) (%) (%) (Rp) (Rp) (%) 16E 17E 16E 17E 16E 17E 16E 17E
Banks
BMRI HOLD 4.4 11200 (0.2) (1.54) (2.6) 21.1 10970 10300 -8.0 14.1 11.5 1.7 1.5 12.0% 13.2% n/a n/a
BBCA HOLD 6.5 15675 (0.8) (1.42) 1.3 17.9 15934 14900 -4.9 20.3 17.2 3.7 3.2 18.3% 18.4% n/a n/a
BBRI BUY 5.1 12200 (0.2) 0.41 1.0 6.8 13228 13700 12.3 11.6 9.8 2.1 1.8 17.9% 18.3% n/a n/a
BBNI BUY 1.7 5450 0.5 (0.91) (1.4) 9.2 6299 6300 15.6 9.6 7.5 1.2 1.0 12.2% 13.9% n/a n/a
BBTN BUY 0.3 1940 1.6 - (2.8) 49.8 2223 2300 18.6 8.8 7.8 1.1 1.0 12.4% 12.6% n/a n/a
Consumer (Staples)
ICBP BUY 1.9 9500 (0.8) (1.04) 0.0 41.0 10078 10300 8.4 29.8 26.7 6.3 5.5 21.0% 20.8% 22.3 19.1
INDF BUY 1.3 8725 0.0 1.16 (1.7) 68.6 9837 9900 13.5 19.4 16.4 2.6 2.3 13.2% 14.2% 10.2 9.1
KLBF HOLD 1.4 1730 0.6 (0.29) (0.6) 31.1 1764 1700 -1.7 36.8 30.9 6.9 6.0 18.7% 19.6% 24.8 20.8
ROTI BUY 0.1 1575 (1.6) 0.96 1.0 24.5 1726 2000 27.0 29.7 22.2 5.6 4.7 18.9% 21.1% 13.9 12.3
ULTJ BUY 0.2 4650 (0.6) (2.11) 5.7 17.9 5663 5300 14.0 21.3 17.4 4.8 4.0 22.5% 23.0% 13.5 11.6
UNVR HOLD 5.8 44400 0.6 (0.73) (2.5) 20.0 43623 45200 1.8 53.0 47.4 63.1 55.3 118.9% 116.6% 37.0 33.9
SIDO BUY 0.1 560 1.8 (0.88) 7.7 1.8 628 730 30.4 17.5 14.4 3.1 2.9 17.7% 20.4% 8.0 6.4
Cigarette
HMSP HOLD 8.1 4080 (2.2) (2.63) (0.2) 8.5 4210 4390 7.6 40.0 35.8 13.3 12.1 33.3% 33.8% 28.7 26.0
GGRM BUY 2.2 65875 0.6 1.19 1.2 19.8 74929 77150 17.1 19.4 18.7 2.9 2.6 15.2% 14.1% 12.6 11.6
Healthcare
MIKA BUY 0.7 2800 (1.8) 0.72 2.6 16.7 3092 2950 5.4 60.9 53.8 11.3 10.3 18.6% 19.0% 33.1 29.8
SILO BUY 0.2 10325 (3.5) (3.28) (0.2) 5.4 12251 12500 21.1 137.7 106.4 5.6 5.1 4.1% 4.8% 18.0 14.7
Retail
MAPI BUY 0.1 5000 3.1 1.21 17.9 31.8 5139 5500 10.0 44.2 26.5 2.6 2.4 5.8% 8.9% 8.5 6.8
RALS BUY 0.2 1285 (0.4) 7.53 10.8 99.2 1311 1570 22.2 17.4 11.8 2.5 2.2 14.2% 18.4% 19.2 18.0
ACES BUY 0.3 875 (0.6) 2.94 (3.3) 6.1 968 960 9.7 29.2 22.4 5.0 4.3 17.2% 19.1% 16.8 14.9
LPPF HOLD 0.9 19000 (1.3) 2.15 (1.0) 8.0 22005 23150 21.8 21.8 19.5 23.2 14.6 106.4% 74.5% 17.3 15.5
Telco
EXCL BUY 0.5 2480 (0.8) 0.40 (4.6) (31.1) 3726 4550 83.5 16.3 16.0 1.4 1.3 8.4% 8.1% 5.4 4.7
ISAT HOLD 0.6 6400 0.0 (0.39) 14.8 16.4 7885 6600 3.1 29.0 19.5 2.6 2.3 8.9% 12.0% 4.2 3.7
TLKM BUY 7.3 4220 0.2 (0.47) (0.2) 36.5 4671 5000 18.5 20.0 15.9 4.7 4.1 23.6% 25.7% 8.2 7.5
Auto and HE
ASII BUY 5.8 8300 (0.9) 0.91 (3.5) 38.3 8638 9000 8.4 21.1 17.8 3.1 2.7 14.8% 15.2% 15.3 14.7
UNTR BUY 1.3 20325 0.6 2.65 13.4 19.9 18716 20500 0.9 17.5 15.5 1.9 1.8 10.7% 11.4% 4.8 4.2
Aviation
GIAA HOLD 0.2 390 0.0 (2.01) (9.3) 26.2 446 490 25.6 9.8 9.8 0.6 0.6 6.3% 6.5% 3.7 3.7
Property
BSDE BUY 0.7 2200 0.5 1.38 (0.5) 22.2 2449 2350 6.8 17.2 14.0 1.9 1.6 11.1% 11.8% 12.5 11.0
PWON BUY 0.6 740 2.8 7.25 8.8 49.2 704 710 -4.1 26.4 24.7 4.5 3.9 17.0% 15.8% 10.6 9.3
KPIG BUY 0.2 1500 0.7 7.14 20.0 6.4 n/a 1810 20.7 34.9 29.4 1.2 1.2 3.5% 4.1% n/a n/a
ASRI HOLD 0.2 466 1.3 5.43 (4.1) 35.9 441 390 -16.3 14.6 13.3 1.3 1.2 9.0% 9.1% 6.8 5.9
SMRA BUY 0.4 1700 1.2 (2.86) (0.9) 3.0 1879 1750 2.9 27.4 26.2 3.1 2.8 11.2% 10.5% 11.3 10.1
Construction
PTPP HOLD 0.3 4210 (2.1) 0.24 (0.9) 8.6 5417 4000 -5.0 21.7 17.1 4.1 3.4 18.9% 20.1% 10.8 9.5
ADHI HOLD 0.1 2300 0.0 (0.43) (3.0) 7.5 3309 2700 17.4 13.9 10.0 1.5 1.3 10.5% 13.1% 6.6 5.8
WSKT BUY 0.6 2590 (0.8) (1.15) (2.3) 55.1 3242 2900 12.0 22.5 18.5 3.3 2.9 14.5% 15.4% 22.4 19.0
WIKA BUY 0.3 2630 1.2 (4.36) 1.2 (0.4) 3660 3300 25.5 20.7 15.8 3.3 2.8 15.7% 17.8% 9.6 8.3
Cement
INTP HOLD 1.0 16650 1.4 (1.77) (8.3) (25.4) 18140 18000 8.1 12.8 11.6 2.4 2.2 18.3% 18.6% 7.9 6.6
SMGR HOLD 1.0 9975 (0.3) 0.76 (4.1) (12.5) 11369 10000 0.3 12.7 11.5 2.1 1.9 16.2% 16.3% 6.0 5.0
SMCB SELL 0.1 985 0.0 (1.50) (6.6) (1.0) 982 920 -6.6 -123.1 82.1 0.9 0.9 -0.7% 1.1% 10.4 8.5
Precast
WSBP BUY 0.3 570 0.9 0.88 n/a n/a 698 690 21.1 28.5 22.8 2.4 2.1 8.4% 9.4% 22.7 17.7
WTON BUY 0.1 895 (1.1) 1.13 1.1 8.5 1111 1150 28.5 28.0 21.3 2.8 2.3 10.2% 10.8% 20.1 15.6
Utility
PGAS BUY 1.1 2570 5.3 (0.77) (4.5) (6.4) 3086 3375 31.3 11.5 9.3 1.4 1.2 12.1% 13.3% 7.4 6.5
JSMR BUY 0.5 4610 2.2 1.10 (4.6) (11.8) 6225 6500 41.0 16.4 17.3 2.7 2.5 16.2% 14.3% 10.6 10.2
Coal and Metal
ANTM BUY 0.3 840 2.4 0.60 26.3 167.5 770 840 0.0 -40.0 80.0 1.1 1.1 -2.8% 1.4% 34.7 27.6
INCO HOLD 0.5 2670 (1.1) (2.91) (6.0) 63.3 2149 2800 4.9 202.3 28.9 1.1 1.1 0.6% 3.7% 14.1 9.1
TINS HOLD 0.1 790 3.3 (1.25) (0.6) 56.4 768 850 7.6 32.9 16.5 1.1 1.0 3.3% 6.3% 5.8 5.1
ITMG BUY 0.3 13075 (0.9) (6.61) 25.1 128.4 13919 15000 14.7 14.2 9.9 1.3 1.2 9.1% 12.2% 5.0 5.5
EV/EBITDA (x)
PE PBV ROE
Regional Indices 1D Change
Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
World 5.08 1,706 0.30 0.13 0.30 (1.36) 0.13 2.61 (0.02) 1,750 1,460
U.S. (S&P) 10.17 2,151 0.47 0.33 1.17 (0.62) (0.79) 5.25 3.67 2,194 1,810
U.S. (DOW) 77.32 18,223 0.43 0.11 0.76 (0.21) (1.46) 4.58 3.27 18,668 15,451
Europe 16.21 3,094 0.53 1.24 2.83 2.03 4.06 (5.31) (9.69) 3,524 2,673
Emerging Market 7.16 918 0.79 0.55 1.08 0.10 5.67 15.65 5.74 930 687
FTSE 100 (34.07) 6,986 (0.49) (0.51) 0.56 1.11 4.12 11.92 n/a 7,130 5,500
CAC 40 16.51 4,553 0.36 0.71 2.30 1.42 3.75 (1.82) (7.54) 5,012 3,892
Dax 50.44 10,761 0.47 1.08 2.45 1.26 5.52 0.17 (0.31) 11,431 8,699
Indonesia 11.76 5,421 0.22 0.22 0.20 0.60 3.83 18.03 16.50 5,483 4,331
Japan 124.08 17,359 0.72 0.71 2.33 3.61 4.44 (8.80) (7.79) 20,012 14,864
Australia 35.81 5,444 0.66 0.04 0.62 0.24 (1.61) 2.80 1.73 5,611 4,707
Korea (14.74) 2,033 (0.72) (0.37) (0.36) (1.03) 1.03 3.66 (0.36) 2,074 1,818
Singapore 2.04 2,859 0.07 0.57 0.99 0.06 (2.43) (0.83) (6.84) 3,105 2,528
Malaysia (0.01) 1,678 (0.00) 0.63 0.61 0.40 0.57 (0.87) (1.94) 1,729 1,601
Hong Kong 229.68 23,604 0.98 1.28 2.46 (0.35) 7.32 7.71 1.95 24,364 18,279
China 37.31 3,128 1.21 1.42 1.44 3.11 3.73 (11.61) (8.33) 3,685 2,638
Taiwan 20.10 9,343 0.22 0.27 1.30 0.62 3.90 12.05 7.71 9,357 7,628
Thailand 7.64 1,500 0.51 1.55 1.54 0.50 (0.58) 16.49 5.95 1,558 1,221
Philipines 6.52 7,616 0.09 (1.26) 0.59 (1.40) (5.38) 9.55 5.24 8,118 6,084
Monetary Indicators 1D Change
Points 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
JIBOR Overnight (%) (0.03) 4.29 (6.38) (0.62) (3.68) (43.47) (28.24) 8.26 4.29
Foreign Reserve (US$bn) n/a 115.67 n/a 1.88 5.36 9.19 13.72 115.67 100.24
Inflation Rate (%) n/a 0.22 n/a 1200.00 (66.67) (77.08) 540.00 0.96 (0.45)
US Fed Rate (%) 0.00 0.50 0.00 0.00 0.00 0.00 100.00 0.50 0.25
Indo Govt Bond Yld (10yr) - % (0.00) 7.05 (0.91) 2.61 (1.63) (19.43) (18.78) 9.11 6.77
Exchange Rate (per US$) 1D Change
Currency Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Indonesia 7.00 13020 (0.05) (0.09) 0.09 0.08 5.90 5.90 4.81 14,095 12,920
Japan 0.26 104.44 (0.25) (0.47) (0.55) (3.94) 15.11 15.11 15.95 123.76 99.02
UK (0.00) 1.22 (0.22) (0.35) (0.71) (5.89) (17.13) (17.13) (20.46) 1.55 1.18
Euro (0.00) 1.09 (0.08) (0.51) (0.98) (3.39) 0.10 0.10 (1.67) 1.16 1.05
China 0.00 6.78 (0.04) (0.49) (0.55) (1.61) (4.19) (4.19) (6.28) 6.78 6.32
Commodities Indicators 1D Change
Spot Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Oil (0.04) 50.48 (0.08) 0.10 0.38 13.49 17.04 36.29 13.18 51.93 26.05
CPO 98.00 2,822.00 3.60 3.29 1.95 5.46 21.64 13.56 21.22 2,828.00 2,186.00
Rubber 11.50 686.50 1.70 0.73 0.37 (0.22) 1.93 27.25 4.73 728.50 506.50
Coal 0.00 92.80 0.00 1.53 2.03 28.98 52.51 83.40 75.76 69.00 69.00
Iron Ore (0.49) 59.31 (0.82) 0.82 1.30 6.48 6.29 36.66 9.63 69.70 37.50
Tin 98.00 20,190.00 0.49 0.86 3.78 2.51 13.88 38.37 27.54 20,295.00 13,223.80
Nickel 145.00 10,105.00 1.46 (1.99) (1.80) (5.21) (2.93) 14.57 (3.90) 11,030.00 7,550.00
Copper 3.00 4,638.00 0.06 (0.71) (0.79) (4.47) (5.73) (1.42) (10.39) 5,240.00 4,318.00
Gold (3.90) 1,262.00 (0.31) (0.47) 0.61 (5.64) (4.64) 19.03 8.48 1,377.50 1,046.20
Source: SSI Research, Bloomberg
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year
Change (%) 1 Year
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year
Change (%) 1 Year
Research Team
Andy Ferdinand, CFA Head Of Equity Research,Strategy, Banking, Consumer
[email protected] +6221 2854 8148
Rangga Cipta Economist [email protected] +6221 2854 8396
Muhamad Makky Dandytra, CFTe Technical Analyst [email protected] +6221 2854 8382 Akhmad Nurcahyadi, CSA Auto, Aviation, Cigarette, Construction
Healthcare, Heavy Equipment, Property
[email protected] +6221 2854 8144 Arandi Ariantara Cement, Telecommunication, Utility [email protected] +6221 2854 8392 Marlene Tanumihardja Poultry, Retail, Small Caps [email protected] +6221 2854 8387 Sharlita Lutfiah Malik Mining, Plantation [email protected] +6221 2854 8339 Adde Chandra Kurniawan Research Associate [email protected] +6221 2854 8338
Private Wealth Management
Evelyn Satyono Head of PWM /
Head of Institutional Marketing
[email protected] +6221 2854 8380 Muhamad Alfatih CSA, CTA, CFTe Senior Technical Portfolio Advisor [email protected] +6221 2854 8129 Ronny Ardianto Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8399 Clarice Wijana Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8395
Wahyudi Budiono Dealer [email protected] +6221 2854 8152
Equity Sales Team
Kelvin Siwah Long Head of Equities [email protected] +6221 2854 8150
Yulianah Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8146
Indra S. Affandi Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8334 Lucia Irawati Head of Retail Equity Sales [email protected] +6221 2854 8173
Ferry Khusaeri Equity Sales [email protected] +6221 2854 8304
Iwan Setiadi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8313
Lia Chaterina Equity Sales [email protected] +6221 2854 8315
Amelia Sintama Equity Sales [email protected] +6221 2854 8308
Salt World Widjaja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8163
Jovita Widjaja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8314
James Wihardja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8397
Joseph Soegandhi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8872
Dian Anggraeni Equity Sales [email protected] +6221 2854 8301
Sylviawati Equity Sales [email protected] +6221 2854 8112
Verawati Gunawan Equity Sales [email protected] +6221 2854 8312
Cenni Liawisusi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8303
Frans Ferdiansah Equity Sales [email protected] +6221 2854 8337
Muhamad Faisyal Dealer [email protected] +6221 2854 8155
Wulan Budi Setyowati Dealer [email protected] +6221 2854 8369
Bismar Ferryaman Dealer [email protected] +6221 2854 8368
Online Trading Sales Team
Nugroho Nuswantoro Head Of Marketing OLT [email protected] +6221 2854 8372
Wahyu Widodo Marketing [email protected] +6221 2854 8371