• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER DAYA KELAUTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SUMBER DAYA KELAUTAN "

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

6 -

MEMBANGUN

SUMBER DAYA KELAUTAN

INDONESIA

Gagasan dan Pemikiran Guru Besar Universitas Hasanuddin

Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc., Ph. D Prof. Dr. Ir. H.M. Natsir Nessa, MS

Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, MP

(2)

MEMBANGUN

SUMBER DAYA KELAUTAN

INDONESIA

Gagasan dan Pemikitan

Guru Besar Universitas Hasanuddin

(3)

�--- ttwJ, . ';4n. &,,.. .

MEMBANGUN

SUMBER DAYA KELAUTAN

INDONESIA

Gagasan dan Pemikiran

Guru Besar Universitas Hasanuddin

Editor:

Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc., Ph. D Prof Dr. Ir. H.M. Natsir Nessa, MS

Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, MP

Pengantar:

Prof Dr. Ir. Acbmad Amiruddin

Kerja sama:

Kasanuddln University Press

(4)

Dicerak oleh Percetakan TPB

ISBN: 978-979-493-565-l Cerakan Pertama: Agusrus 2013

: Yuku HF Frandy dan Dwi M Nasriti

: www.encon.corn Korekror

llusrrasl Sampul PT Penerbit 1PB Press

Karnpus !PB Taman Kcncana Boger

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

Dllarang memperbanyak buku ini ranpa izin rerrulis dari Penerblr Editor:

Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc., Ph. D Prof Dr. Ir. H.M. Natsir Nessa, MS

Pro£ Dr. Ir. Hj. Andi Niarriningsih, MP

Penyunring : Nia. Januarini Desain Sampul dan Penata Isl : Ardhya Pratarna Copyright© 2013 Universiras Hasanuddin

MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN lNDONESIA

Gagasan dan Perniki ran

Guru Besar Universitas Hasanuddin

(5)

Kata Pengantar

Telah tiba saamya kica membangun maritim sebagai rulang punggung acau pilaryang mampu menopangkehidupan bangsa Indonesia yang lebih sejahrera, balk uncuk kepcntingan hari ini maupun anak cucu k.ica yang akan darang.

Oleh karena iru, gagasan pcmbangunan kernaritirnan harus dipandang clan dikembangkan dalam perspekrif yang lebih luas, baik dari segi ekologi, sosial, budaya, pilitik, maupun ekonomi.

Memasuki usia

yang

ke-5

7, UNHAS

yang didirikan dengan pola ilmiah pokok (PIP) pengembangan kelaucan da.n dengan cema yang clia.ngkat pada Dies Naralis Tahun 2013 "Mewujudkan lnsan llmiah Berbasis Benua Maritim"

akan menjadi rnotivasi spirit

kita

uncuk ba.ngga akan kebesara.n Universiras Hasanuddin menuju masa mendacang dcngan peran yang lebih straregis clan sejaja.r dengan universitas kelas dunia. Saya berharap gaga.san dan pemik.iran Guru Besar Universitas Hasanuddin yang memiliki kepcdulian cinggi dalam membangun Benua Maricim Indonesia yang

kernudian

cercuangdalam sebuah karya buku ini dapat memberikan oprimisme clan semangac bagi semua komponen bangsa pada umumnya dan masyarakat rnaritim pa.da khususnya dalarn memba.ngkickan ckonomi berba.sis maririm yang menyejahrerakan.

Akhir kata saya mengucapkan selamat aras direrbitkannya buku

Membangun

Sumber

Daya

Kelautan Indonesia yang rnerupakan sebuah gagasan dan pemikiran dari para Guru Besar Universitas Hasanuddin. Kiranya buku ini merupakan bagian dari sumbangsih

siviras akadernik UNHAS

yang dapar rnernperluas wawasan kelaucan bagi ma.syarakac umum serta memberi pemahaman ten rang peran dan fungsi sumber daya kelaucan bagi percepatan pembangunan nasional.

Makassar, 1 Juli 2013

Prof. Dr. Achmacl Amirucldin

(6)

Prakata Rektor UNHAS

Kelaucan sudah menjadi perharian besar sejak zarnan bahari. Laucdiungkapkan sebagai hal yang sangat berarri dalam kitab-kirab suci maupun dalam rnitos Yunani. Hal tersebur seiring clengan kemajuan reknologi clan peradaban manusia yang menjadikan laut semakin menjadi misreri yang merangsang keingintahuan manusia penghuni planet bumi ini.

Saya menyambuc baik direrbitkannya buku Membangun Sumher Daya Kelautan Indonesia yang merupakan rangkaian kegiatan dalam Dies Naralis ke-57 rahun2013 Universitas Hasanuddin. Kehadiran buku yang merupakan kumpulan gagasan dan pemikiran para Guru Besar Universitas Hasanuddin yang didirikan dengan pola ilmiah pokok (PIP) pengembangan kelautan ini, saya harapkan dapar memberikan sumbangsih yang signi6kan dalam membangun sumber daya kelautan Indonesia. Tulisan ini adalah kumpulan pemikiran mengenai pengernbangan sumber kekayaan lauc

yang

k.ica miliki dan telah disampaikan oleh para guru besar dalarn pidato penerirnaan anggoca Senac Universicas Hasanuddin.

Harapan saya, penulisan buku seperti ini dapar rerus dilanjutkan, cidakhanya pada peringatan Dies Naralis ke-57, tetapi seriap rahun dapar diterbitkan sebuah buku yang menghirnpun gagasan pemikir-pemikir clan peneliti Universiras Hasanuddin dalam membangun Indonesia ke depan.

Akb.irnya saya ucapkan selamac aras direrbitkannya buku ini, semoga Allah

Swr.

senanciasa mencurahkan rahmat clan

hidayah-Nya

kepada kira dan insransi yang kita cinrai, Universiras Hasanuddin.

Makassar,

Juli 2013

Rektor Universicas Hasanuddin (Prof. Dr.

�- dr.

Idrus A Parurusi)

(7)

Sambutan Editor

l mversltas Hasanuddin yang

didirikan

dengan pola ilmiah pokok (PIP) pengernbangan kelaucan di tahun 2013 memasuki usia yang ke-57. Rangkaian egiacan Dies Naralls ke-57 Universitas Hasanuddin tahun .ini bertemakan .\1ewujudkan

Insan Ilmiah

Berbasis

Benua

Maritirn".

Fakulras

Ilmu Kelauran can Perikanan

clan

Fakulcas Hukurn Universitas Hasanuddin yang menjadi panitia penydenggara kegiatan Dies Nacalis ke-57 memprakarsai penerbitan sebuah buku

berjudulMembangun Samber Daya Kelautan Indonesia, Gagasan, .an Pemikiran Guru Besar Uniuersitas Hasanuddin.

Tulisan ini adalah

kurnpulan

pemikiran dari berbagai sudut pandang mengenai permasalahan dan solusi pengembangan sumber kekayaan laut yang kira miliki dan dapar dijadikan sebagai tulang punggung penggerak pembangunan bangsa Indonesia ke depan. Kumpulan tulisan berupa gagasan dan pemikiran yang telah melalui proses editor ini telah disampaikan oleh para guru besar dalarn rapac senat luar biasa pembacaan pidaro penerimaan anggora Senat Guru Besar Universiras Hasanuddin.

Kumpulan

gagasan clan pemikiran Guru Besar Universicas Hasanuddin berhubungan dengan pengembangan sumber daya kelaucan yang dituangkan dalam buku ini terdiri atas lima bagian utama. Pertama; konservasi dan keanekaragarnan hayaci lauc;

kedua,

pernanfaaran sumber daya kelaucan berkelanjucan;

ketiga,

pengelolaansumberdayahayatilaur;

keempat;

komribusi sains dalam pengelolaan sumber daya laur: dan

kelima,

aspek hukum pengembangan

dan

pengelolaan sumber daya laur, Buku ini diharapkan dapar menjadi referensi bagi para pemangku kepemingan, para alumni, pelaku pembangunan sektor kelautan ke depan, bahkan para mahasiswa

yang

sernentara ini mempersiapkan

diri

untuk menjadi pemikir dan peneliri yang mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran baru yang selalu relevan dengan zaman.

(8)

Ucapan cerima kasih rim editor ingin disampaikan kepada semua pihak yang relah berkenan mernbantu penerbiran ini clan

tak

lupa pula menyampaika:

permohonan maaf bila ada haJ yang cidak berkenan, Kricik dan saran tern saja kami terima dengan rerbuka uncuk perbaikan di kemudian hari.

Akhimya. karni rim editor mengucapkan selarnar memperingaci Dies Nara.lis

yang ke-57,

semoga

Allah Swt.

senantiasa

mencurahkan

rahmac dan

hidayah- Nya

agar Universitas Hasanuddin mclalui karya pemikiran dan gagasan

guru

besar dalam buku mi menjadi bencuk komicmen dan sumbangsih instiru unruk kepentingan bangsa clan negara.

Makassar, Juli 201 Tim Editor

Prof.

Andi

Iqbal Burhanuddin, M.Fish.

Sc,

Ph.D Prof. Dr. lr. H.M. Narsir Nessa, M Pro£ Dr. Ir. H]. Andi Niartiningsih, MP

(9)

Daftar

ISi

KATA PENGANTAR v

PRAKATAREKTOR UNHAS vii

SAMBUTAN

EOITOR Ix

DAFTA.R lSI xi

Bagian Saru

KONSERVASI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI LAUT

I

1 Srracegi Konservasi clan Rehabilicasi Biota. Langka uncu.k

Mempenahankan Keanekaragaman Hayati Laur clan Peningkatan Pendapatan Masyarakac Pesisir clan Kepulauan

(Prof Or.

Ir.

Hj. Andi Niarriningsih, MP) 3

2

Fenomena Perkembangbiakan Karang: Pduang, Tancangan,

clan

Impl.ikasinya dalam Konservasi Terumbu Karang Indonesia

(Prof. Or.

Ir.

Chair Rani, M.Si) 15

3

Terumbu Karang Indonesia di Tengah Globalisasi dan Ancaman Pernanasan Global

(Prof Dr.

Ir.

Jamaluddin Jompa, M.Sc) 29

4

Degradasl

Scok,

Pengelolaan,

dan

Konservasi

Ikan

Terbang di Selat

Makassar dan Laue

Flores Sulawesi

Sela

can

(Prof. Dr. Ir, Syamsu Alam Ali, MS) 45

(10)

xii

Sombutan EDITOR

BagianDua

PEMANFAATAN SUMBERDAYA KELAUTAN

BERKELANJUTAN .

Konsrribusi Ekosiscem Mangrove dalam Meningkackan Pocensi Sumber Daya Perikanan Pesisir dan Laue Secara Berkelanjucan

(Prof

Dr. Am ran Saru, ST, M.Si) .

2

Reviralisasj Pemberdayaan Masyarakac Pesisir bagi Kesejahteraan Nelayan

(Prof Dr.

Ir.

Aris Baso, .tvf.Si) .

3 Sumber Daya Hayati Laut: Bioreakror Komponen Bioakrif Makanan Fungsional

(Pro£ Dr. lr. Merusalach, M.Sc) .

4

Peranan Osea.nografi

dalarn

Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan

(Prof

Dr.

Ir.

Musbir Tahir,

M.Sc) ···

5 Cephalopoda: Keanekaragaman Hayati dan Pduang Pengembangannya

(Pro£ Dr. Ir. Sharifuddin Bin Andy Omar, M.Si)

1-.

6 Teknologi Reproduksi dalam Perspekcif Pemba.ngunan Perikanan Benanggung Jawab dan Berkelanjucan

(Prof Dr. lr. Yushinca Fujaya, M.Si.)

1.,

Bagian Tiga

PENGELOLAAN SUMBER DAYAHAYATJ LAUT 14 · 1 Pendekacan Ekologis dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir

dan Laur

(Prof Dr. Ir. H. Ambo Tuwo, DEA) 14-

2 Rancang Bangun AJar Penangkapan Ikan Berbasis Selektivitas untuk Menunjang Perikanan yang Berkelanjuran

(Pro£ Dr. Ir. Najamuddin, Dipl.FGT., M.Sc) 15-

(11)

Daft or ISi

>\agian Empat

KONTRIBUSI SAINS DALAM PENGELOLAAN

SOMBER D.AYA LAUT 217

3 Kerusakan Lapisan Ozon dan Implikasinya rerhadap Pengelolaan Laur di Indonesia

(Prof Dr.

Ir.

Ra.djuddin Syamsuddin, M.Sc) 175

'1 Menuju Paradigma Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan sebagai Implementasi dari

Sustainable Fisheries Development

(Prof. Dr.

Ir.

Sudirman, MP) 187

5 Rekonstruksi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan

Bcrbasis

Masyarakar sebagai Basis Pencapaian £konomi Biru

(Prof. Dr.

Ir.

Yusran Nur Indar, M.Phil) 205

Peranan Taksonomi Ikan dalam Pengembangan Pembangunan Bidang

Kelautan

dan Perikanan

(Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish.

Sc.,

Ph. D) 2 I 9 Penggunaan Imunosrimulan sebagai Salah Satu Alcernacif dalam

Penanggulangan Penyakir Virus pada

Perneliharaan

Udang yang Berwawasan Ramah Linglrungan di Indonesia

(Prof DR. TR. Alex Ranretondok, M. Agr. Sc) 237 Konrribusi

Otolithometry-Sclerocbronology

dalam Perspekrif

Peningkatan Akurasi Pengelolaan Surnber Daya Uran

(Prof. Dr. Ir. Budimawan, DEA) 247

Peranan Ikhciologi dalam Pengembangan Perikanan Berkelanjucan

(Prof Dr. Ir. Hj. Farida Gassing, MS) 261

Peranan Fisiologi Hewan Air dalam Peningkacan Produksi Budi Daya Perairan

(Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusri Karim, M.Si) 271

xiii 2

4

3

9

(12)

xiv

Doftar ISi

Bagian Lima

ASPEK HUKUM PENGEMBANGAN DAN PENGEWLAAN

SOMBER D.AYA LA.UT 2

Penerapan Prinsip Keadilan Sosial (Socia/Justice) dalam Pengaruran Penguasaan clan Pernilikan Tanah

di

Wilayah Pesisir dan Pulau- pulau Kecil di Indonesia

(Prof Dr. Farida

Parittingi, SH,

MH)

3

2 Sengkcca Perikanan Inrernasional dan Nasional

(Prof Dr. SM. Noor, SH,

MH)

2

PROFIL PENULIS 32

(13)

BAGIAN EMPAT

KONTRIBUSI SAINS

DALAM PENGELOLAAN

SUMBER DAYA LAUT

(14)

Peranan Fisiologi Hewan Air dalam Peningkatan Produksi Budi Daya Perairan

Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusri Karim, M.Si.

Pendah uluan

Sumber daya perairan Indonesia, terurama yang menyangkuc penyediaan ,ahan pangandaJam bidang perikanan yang memiliki pocensi besar merupakan .akror penring dalam menunjang pembangunan bangsa. Kebumhan akan umber daya cersebur dirasakan sernakin lama semakin meningkac sdaras

·engan meningkacnya perkembangan penduduk dan pembangunan di eluruh sektor kehidupan. Oleh sebab itu, pemanfacaan sumber daya perairan

arus diusahakan seoprirnal mungkin tanpa mengganggu kelescariannya . -ecara geografis, Indonesia yang cerlecak pada 95-141 • bujur timur dan 6"

ncang ucara sampai 11 ° lincang selatan clan d.iapic oleh dua buah benua yaicu .sia dan Australia merupakan perairan rropika yang membujur di sepanjang Khaculisciwa. Posisi silang cersebuc sangac memengaruhi iklim dan sifar-sifar eanologi laucan Indonesia, sehingga mempunyai arri yang sangac pencing .n pemahaman ekosiscem esensial unruk pengclolaan sumbcr daya hayaci rairan yang cepac. Oleh sebab itu, hidup dan berkembang biak beraneka gam jenis biota perairan karena didukung oleh fakcor lingkungan yang cocok, :::.uk sifar 6.sik, kimia, dan biologis. Dengan dernikian, perairan Indonesia kup kaya dengan berbagai jenis biota perairan yang dapac d.ijad.ikan spesies mggulan untuk budi daya karena memiliki nilai ekonomis ringgi clan

(15)

MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN INOONESIA Gagasan dan Pemikiran Guru Besar Unrve�itas Hasanuddin

merupakan komodiras ekspor nonmigas seperti ikan kerapu, kepiting, lobster, tripang, rumput laur, kekcrangan, dan sebagal Pocensi sumber daya perairan 1 ndonesia yang besar membuac bida rnenjadi salah satu aspek yang diprioriraskan bagi Pembangu Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun mcngamr bidang perikanan rnenyebutkan bahwa dalam usaha rujuan pcmbangunan nasional berdasarkan wawasan nusanta;

pcrikanan harus mampu ikut serta mewujudkan kekuacan ekon upaya meningkatkan kerahanan

nasional,

Peran serta clan sumban pcrikanan daJam proses pembangunan nasional, rnisalnya ( 1) devisa negara rnelalui kegiacan ekspor basil perikanan; (2) mening masyarakat; dan (3) mcningkackan kesejahreraan masyarakat. Hal dcngan masyarakac yang bckerja dan mencari nafkah di bidang

pc

Menu rut Sularso (2012) ada bebcrapa alasan penring kenapa perikc daya perlu dikembangkan, yaitu (1) Produksi dari perikanan beberapa kawasan sudah menunjukkan gcjala

overjishingdan

perlu stok; (2) lkan mcrupakan komoditas strategis sebagai salah saru u menjaga ketahanan pangan karena kandungan proteinnya san clan keburuhan akan ikan unruk memenuhi konsumsi masyar memngkacnya preferensi masyarakar terhadap ikan rnaupun um sernakin meningkat; (3) Peluang pasar (claya serap pasar) dunia produk ikan makin

tinggi

sebagai dampak makin meningkacnya ko perminraan

(demand

jauh lebih tinggi dari

supply);

dan (4) Fakcor budi daya

ikan

rersedia, seperti lahan (perairan rawar, payau, dan

la

luas), benih, pakan. sarana produksi sepeni keramba jaring apung jaring sudah dapat diproduksi di dalam negeri.

Potensi Budi Daya clan Permasalahan

Prospek pengembangan perikanan budi

daya

di Indonesia cukup ce didukung oleh kecersediaan lahan, keanckaragaman

hayari

(bi kondisi fisiografi, clan sumber daya manusia. lnclonesia memlliki g yang cukup panjang, yakni 95.181 km, memiliki lahan yang sangat I pengembangan budi daya perairan. Data starisrik perikanan budi da menyeburkan potensi lahan budi daya laut, air payau, dan air rawar I clan ti ngkar pemanfuacannya seperri disajikan pada Tabel I.

272

(16)

BAGIAN EMPAT Kontribus, Sams dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut

fabcll Porensi, pemanfaacan, clan cingkat pemantaatanlahan budi

daya

[cnis Budl D a

Budi Daya Laut 4,48

Budl Daya Air l'a):tll 1.225.000 749.220 61, I(,

Budi D�ya_Ai_r_11_,,_r __ 2_2_3_0._5_00 2_-�9._8_6 l_2_,5_5, __

Sumbcr: ·ratistlk Perikanan Budi Daya (2011)

Berdasarkan Tabcl l terlihar bahwa ringkai pemanfaaran lahan unruk budi

daya masih rendah rerutarna unruk hudi daya lauc clan air tawar yakni baru mencapai

4.48

dan

11.55°�.

Semencara itu, ringkac pemanfaaran lahan uncuk budi daya air payau mencapai 61.16%.

Di

sisi lain,

rersedia

lahan

rambak

sekitar 2.963.717 ha yang tersebar di

berbagai wilayah

di Indonesia dengan ringkat pernanfaaran baru mencapai

682.85..,.

ha.

Di

bebcrapa wilayah Indonesia rnasih rerdapar unit-unir perrambakan yang belum dimanfaackan secara rnaksimal, bahkan masih

cerdapar

kawasan yang sama sekali belum dikelola, sehmgga menjadi lahan udur. Hal tcrscbur menunjukkan bahwa pengembangan budi

daya

cambak untuk budi

daya

air

payau

(brachkisuvuer culture) masih sangat memungkinkan.

jika dibandingkan dcngan negara-negara

yang

dianggap sebagai pelopor usaha marikulrur seperri Jepang dan beberapa negara di Eropa seperri Norwegia, Inggris,

maka

Indonesia mcmang

bcrada

di bawah negara-negara

rersebur dalarn

usaha ini. Belajar dari pengalaman negara-negara yang cukup maju

dalam usaha

mankultur <lapat

diarnbil

kesimpulan

bahwa

keberhasilan

usaha

budi daya clan pernbenihan yang lebih kornperitifhanva dimungkinkan mclalui pcrbaikan nutrisi, opcimasi lingkungan, pengembangan aspek zoorcknik, diagnosis, dan pengendalian pcnyakit. Semua hal tersebur memerlukan berbagai kajian

yang lebih mendalarn. salah sacunya secara fisiologis.

Fisiologi Hewan Air

Fisiologi hewan air merupakan salahsacu cabang ilmu biologi yang mempelajari cencang fungsi, rnekanisrne, dan cara kerja dari organ, jaringan, serta sel-sel dalarn tubuh suatu organisme perairan. Ilmu 6siologi merupakan gabungan berbagai disiplin ilrnu, seperti biokirnia, generik, immunologi, dan lain-lain.

Srudi

6siologi relah dilakukan scjak zaman sebelum masehi cerurama tencang

hal-hal

yang berkairan dengan pengobaran. Pada masa itu studi rersebut

273

Pemanf taan

(17)

MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN INDONESIA Gagasan dan Pemikiran Guru Besar Univer5itas Hasanuddin

banyak

dilakukan

di Yunani, China, dan Timur Tengah, dan studi yant dilakukan masih berkucac pada fisiologi manusia. Awal ketertarikan rnanusn rerhadap fisiologi hewan diduga erar kairannya dengan usaha manusia unta mengembangkan ternak dan budi daya ikan. Orang-orang Asia terutamz di China sejak zarnan kuno relah mempelajari bagaimana ikan berrelur Keburuhan pakan ikan relah dipelajari sejak orang perrama kali mengen pancing.

Disiplin ilmu fisiologi celah berkembang sejak lama, sejak Galen (131-20 SM), seorang bangsa Yunani yang percarna kali melakukan percobaan

dzr

pembedahan pada hewan untuk menenrukan scrukrur dan fungsi tubuh Sebagai seorang ahli fisiologis beliau menemukan fungsi dari otak dan sar dan memeragakan bahwaarceri berisi darah bukan udara. Selanjutnya Wil Harvey (1578-1657), seorang bangsa lnggris telah meneliri sistern pered darah. Pada cahun 1628 beliau mencrbirkan

Studi

Anatomi

Mengmai Ger.

[antung dan Darah

pada

Heu/an. Harvey menjdaskan bagairnana pert

kali

atrium kemudian ventrikel cerisi dan kosong karena konrraksi otot menyimpulkan bahwa darah mengalir dari jancung melalui arceri

dan

kern ke janrung rnelalui vena.

Dengan diremukannya mikroskop dan sel, fisiologi mengalami kema]

Rene Descartes (1596-1650) melakukan serangkaian percobaan dan be bcrpendapac bahwa "jiwa hewan" rirnbul dalam janrung, disimpan d orak dan melalui saraf mengalir ke otot sehingga sesuai dengan jurnlah menyebabkan kontraksi dan relaksasi. Demikian pula halnya den percobaan yang dilakukan oleh Charles Bell (1774-1842) dan Fran Megendie (1783-185 5) memberikan su mbangan pengcrahuan pen rnengenai fungsi dari orak dan saraf rulang belakang schingga ilrnu fisio mcngalami kemajuan.

Beberapa ilmuwan lainnya sepertiJohannes Muller (I 801-1858) mempcl srfar dari saraf dan kapller-kapiler. Claude Bernard (1833-1878) merup salah scorang penganjur fisiologi eksprirncnral dan sumbangannya besar sc mcngenai peranan hari, jamung, dan otak, Claude Bernard menemukan bah hcwan yang dapar bertahan hidup di lingkungannya harus mempercahan srabiliras pada lingkungan inrernal atau cairan cuhuhnya. Bernard berpenda bahwa penyebab ccrjadinya berbagai rcaksi yang menstabllkan lingkun internal ialah adanya senyawa khusus yang dihasilkan oleh semua orz dan dikeluarkan ke cairan jaringan. Pernyataan rersebur rnenjadi pelo

274

(18)

BAGIAN EMPAT Kontnbusi Sains dafam Pengelolaan Sumber Daya Laut

ulnya gagasan mengenai hormon dan regulasi atau pengaruran kimia.

iumya Ernest Starling

(1866-1927)

memberi banyak sumbangan dalarn ogi peredaran darah

clan

sifat dari limfa dan bersama William Bayliss

..oo-1924)

menjelaskan koncrol hormonal dari sekresi cairan pankreas. Pada

1929

WB Cannor, seorang

ahli

fisiologi asal Amerika, mengembangkan san Bernard clan memperkenalkannya dengan isrilah homeostasis.

,eosrasis merupakan upaya organisme untuk mempertahankan keadaan

• melalui suaru proses

aktif

melawan perubahan.

- fisiologi pada clasarnya menggunakan dua pandangan yakni filosofi .anisrik dan vicalisrik. Filosofi mekaniscik berpandangan bahwa semua mena kehidupan dapat ditengahkan menururhukum-hukum fisikakimia.

entara iru, filosofi vitalistik berpandangan bahwa kehidupan adalah nyawa kekuaran vital dan bahwa keberadaan rubuh suaru organisrne adalah ak dan melalui nyawa rersebut. Selaio penjelasan secara mekanik, banyak .iwan yang menjelaskan kehidupan secara kirnia, Sejak sebelum abad

18

rapa ahli kirnia mencluga bahwa terdapar hubungan antara respirasi clan bakaran. Namun hubungan rersebur secara kimla baru dapat dibukrikan .a

akhir

abad

18.

Pada masa iru Stephen Hale berhasil mengisolasi clan -igkarakterisasi gas yang merupakan temuan pentiog unruk menjelaskan irasi pada hewan secara kimia, Selanjumya Antoine Lavoisier dengan

�rimennya menemukan oksigen. Beliau menjelaskan bahwa proses irasi sebagai suaru pembakaran larnbat atau oksidasi yang menggunakan gen dan melepaskan karbondioksida. Namun demikian, sering rerjadi bedaan pendapar anrara

ahli

kimia clan fisiologi terhadap pendekaran g diguoakan unruk menjelaskan fenomena vital pacla rubuh hewan. Para i fisiologi kurang percaya bahwa rekasi kimia dalam rabung reaksi kimia at memberikan konrribusi dalam memahami proses kehidupan. Namun, kirnia seperri Liebig yang cerkenaJ dengan hukum kekebalan marerinya

;:1at membukcikan pada mak.hluk hidup. Liebig menjelaskan bahwa proses mia yang terjadi daJam rubuh makhluk hidup dengan mengukur clan nimbang semua komponen yang masuk daJam saluran pencernaan dan ,g diekskresi oleh rubuh. Demikian pula halnya dengan Calaude Bernard ,g merevolusi pengetahuan metabolisrne hewan.

la

membuktikan bahwa ah hewan menganclung guJa walaupun cidak dipasok dari makanan clan la yru1g diabsorbsi dari makanan dipecah kerika melewaci hari, paru-paru, n jaringan lainnya.

275

(19)

MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN INDONESIA Gagasan dan Pem,' nan G, ru Besar Unrversttas Hasanuddin

OaJam banyak hal, fisiologi merupakan dasar dari iLnu pe.rikanan. 0 karcna cakupan dari fisiologi hewan air sangac luas, maka ilmu ini

di

mcnjadi bagian-bagian yang lcbih spesifik antara lam fisiologi ikan, foio krusrase, fisiologi rnoluska,

dan

lain-lain, sedangkan pembagian fisiol berdasarkan organnya dapat dibedakan atas fisiologi sel, fisiologi umurn, fisiolog1 pc:rbandingan.

Bcberapa hal pencing yang diperlukan uncuk mempelajari fisiologi hew air ancara lain lingkungan internal, cairan rubuh, homeostasis, regulasi, adaprasi, Hal-hal rcrsebur dianggap sebagai konsep dasar dalam mcmpda fungsi rubuh hewan karena setiap sistem hid up (pada semua tingkacan) se bereaksi tcrhadap perubahan-pcrubahan yang rerjadi pada lingkungann Lingkungan internal ialah cairan dalam rubuh hewan yang merupakan tern hidup bagi sel pcnvusun tubuh. Cairan cubuh hewan melipuri darah, cai interstisial, cairan selomik. dan cairan

lain

yang cerdapar dalam rubuh. Un dapar bertahan hidup, hewan air harus mcnjaga acau mcngatur scabili lingkungan internalnya ancara lain dengan keasaman arau

pH,

suhu rub kadar garam, kandungan air, dan kandungan nutrien atau gizi. Horneosta adalah suaru kondisi yang mempercahankan konstansi lingkungan ince dalam hal ini bukan dirnaksudkan sebagai suaru kcadaan lingkungaz internal rubuh yang recap dan tidak berubah, mdainkan suaru kondisi

ya

rclatlf konsran, tcrkoordinasi dengan baik, dan srabil, Adaptasi rnerupakac proses yang dialami hewan air unruk menyesuaikan diri dengan perubah lingkungan.

Peran Fisiologi dalam Budi Daya Perairan

Budi daya perairan merupakan upaya uncuk memelihara arau mernproduk organisrne perairan melalui penerapan reknik domesrikasi (membuar kond lingkungan yang mirip dengan habitat a.sli organisme yang dibudidayakar penumbuhan hingga pengelolaan usaha yang berorientasi ekonomi. Ag.

organisme budi daya bisa cumbuh dengan baik diperlukan \\ awasan dan ilrr pengerahuan yang mendukung

bagi

pemeliha.raan organisme rersebur, salah sarunya ilmu fisiologi hewan air.

Fisiologi hewan air merupakan pengerahuan da.sar unruk memaharr proses-proses acau mekanisme pengacuran tubuh. Proses-proses tersebi, adalah osmoregulasi, pencernaan dan penyerapan makanan, merabolisme penggunaan energi untuk berbagai aktivitas, percumbuhan, molting pad krusrase (udang dan kepicing)

dan

lain-lain unruk membuac organisme dapa,

276

(20)

BAGIAN EMPAT Kontribusi Sains dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut

dan meningkatk.an produksinya melalui optirnalisasi fungsi-fungsi rubuh organisme.

yang

perlu kita keiahui dalam fislologi hewan air adalah bagaimana

"UengbJi clan menganalisis proses fisiologis } ang berlangsung agar me dapat hidup dan rumbuh. Analisis rersebut melipuri berbagai :;m,aran, perhitungan, clan hubungan yang bervariasi antara proses

c dan

penumbuhan.

Arrinya dengan

proses yang

baik, maka

akan dihasilkan pertumbuhan yang baik pula karena clidukung oleh berbagai 'ingkungan vang cocok dengan karakrer pertumbuhan organismc

ut. Oleh

karcna

kornpleksnya

permasalahan dalam proses kehidupan perkcmbangan ilmu fisiologi hewan air

dewasa

ini

relah

mendorong pcneliri unruk mencari clan menemukan berbagai mecode yang dapac ..asikan pada orgaoisme budi daya. Hal tersebur clilakukan scbagai upaya menmgkackan produksi bud, daya mclalui peningkaran kelangsungan percumbuhan, clan jumlah organisme melalui pernbuahan secara

• Berbagai metode

juga

telah diremukan untuk

melahirkan

berbagai

rganisme bud, daya yang unggul, dengan mengawinkan spesies-spesies baik clan menghilangkan sifat-sifar yang ridak diinginkan.

gi telah banyak membanru dalam peningkatan produksi budi daya ran. Dengan mempelajari Jan memahami sifar-sifar fisiologis suaru srnc, kira dapar rnernodifikasi lingkungan organismc rersebur unruk tingan budi daya yang kita inginkan, menentukan jenis pakan (diet), zandungan nucrisi pakan sesuai dengan keburuhan ikan agar dapat hidup

umbuh

dengan cepat.

Beberapa

parameter lingkungan yang sangac ngaruh terhadahap perturnbuhan organisme antara lain saliniras, suhu,

ksigen rerlarur dalam air, pakan, dan lain-lain.

media budi daya, saliniras selain dapac mengontrol cingkar kelayakan c, juga sangat berperan dalam memcngaruhi akriviras

faali

organisrnc.

· i ancara

kelav akan

habitat,

kerersediaan pakan,

akrivitas

faali

organisme rnenentukan kelangsungan hid up organisme. Dengan mernabami proses- osrnoregulasi pada ikan arau krustase kira dapar memelihara organisme

at pada sallr-itas yang optimum sehingga efisien dalam pemanfaatan agar laju perrumbuhannya besar. Hasil penelitian rnenunjukkan bahwa

e- windu

iPenaeus monodon)

rumbuh dengan

baik

pada saliniras

15-25 10-30

ppr unruk

P. rhinensis, 30

ppt uncukP.

escelentus

dan

Metapenaeus eros,

34 ppt unruk

P. merguiensis,

sedangkan unruk

ikan

bandeng

15-

pc (Kumlu

et al.

2001: Huynh dan Focedar 2004; Kusworo 2004).

277

(21)

MEMBANGUN SUMBER DA YA KELAUTAN INDONESIA Gagasan dan Pemikiran Guru Besar UniverntasHasanuddm

Suhu merupakan salah saru faktor lingkungan yang memengaruhi aktiv konsumsi oksigen, laju rnetabolisme, kelangsungan hidup, pertumbuhan

molting

krustasea (Kumlu

et

al 2001; Whiteley et al 2001; Hoang et ,

l. _

Villareal et al 2003; Zacharia dan

Kakati

2004; XiangU et al. 2004; Ku dan Kir 2005). Hubungan ancara laju penumbuhan kepiting

dan

suhu cWaporkan oleh beberapa peneliti bahwa laju perrumbuh.,- . dengan suhu air media. Perairan yang mernpunyai suhu tinggi ce akan rneningkatkan pertumbuhan dan memperpendek masa interva, krustasea (Hoang et

al.

2003; Xiangli

et al.

2004). Dilaporkan b perrumbuhan dan frekuensi

molting Penaeus semiculatus

meningkac salinitas

tinggi

dan menurun pada salinitas rendah (Kumlu dan

Kir

2 Kuntiyo

et al

(1994) mendapatkan perrurnbuhan kepiting bakau ce pada suhu 26-32°C.

pH merupakan indikaror keasaman serta kebasaan air. Nllai pH ini pen··

unruk dipertimbangkan, karena dapac memengaruhi proses dan kecepa reaksi kimia di dalam air serta reaksi biokomia

di

dalam tubuh organis-nc perairan. Wang et al. (2002) mengemukakan bahwa pada pH rendah da ringgi terjadi peningkacan penggunaan energi atau penurunan produksi energi dan penahanan/penekanan metabolisme energi aerobik, Jika organisme dipelihara pada pH rendah maka jumlah mukus pada permukaan insang akan meningkar. Keasaman rendah

akan

mengganggu keseimbangan asam-b sa darah dan menurunkan konsencrasi NaCl dalam darah yang pada akhirnya akan mengacaukan metabolisme rubuh organisme. Efek lebih lanjut adaJah kerusakan insang sehingga proses respirasi dan keseimbangan asarn-basa daJam darah cerganggu (Boyd 1990), penurunan laju rnerabolisme, dan dapat memengaruhi potensi coksin (Wang et al. 2002).

Jika

perairan bersifar asam (pH rendah), organisme (ikan dan kruscasea) dapat mengalami kelambacan pertumbuhan dan merusak pengaturan ion (Wang

et al.

2002), daya racun nirrit akan meningkac (Chen dan Cheng 2000), sedangkan pada pH ringgi daya racun amonia rnenjadi meningkat (Wang et al. 2002). Chen dan Chen (2003) merangkum beberapa hasil penelitian rencang toksitas akut pH pada krustase. Dijelaskan bahwa pH rendah mernperlambat perrumbuhan

Penaeus monodon,

mengganggu pengaturan ion pada

crayfish

dan

tiger prawn,

keridakseimbangan asam basa pada crayfish dan udang air cawar. Menurut Kttntiyo

et al.

(1994) dan Christensen

et

al. (2005), perrumbuhan kepicing bakau maksirnal pad.a pH ancara

7.5-8.5

clan udang putih pada pH

7.8-8-3.

278

(22)

BAGIAN EMPAT Kontnbusi sains dalam Pengelolaan Sumber Oaya Laut

rnernbanru memecahkan masalah penyakic Oengan bantuan ilmu fisiologi kira telah rs-jerus penyakit baik }ang disebabkan oleh virus menjangkici organisme budi daya sehingga mampu ingkatkan sistern irnun sebagai perrahanan rerhadap juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan erang penyakit. Kondisi lingkungan yang buruk bisa ada organisme sehingga kerahanan rubuhnya menurun _ _..__"'"' pcnyakit. Perubahan lingkungan yang ekstrirn seperti

�1 Nino dan La Nina yang mengakibackan perubahan pcnaikan suhu dan saliniras air lauc sehingga dapar bagi kehidupan organisme budi daya. Na.mun demikian, peningkaran nutrisi pakan kulrivan, pcrbaikan mutu etik, clan penggunaan imunosrimulan d.iharapkan dapat

ersebut,

banyak tantangan yang harus kita jawab dalam fisiologi peningkaran produks.i budi daya. Para ilmuwan ditunrur ..:mu clan ceknologi unruk memecahkan rnasalah-rnasalah di di daya melalui pendalaman reproduksi, genetik, nurrisi, endaliannya, serta memahami inreraksi bidang-bidang 2embangan reknologi dalam peningkatan produksi budi

ologi dalarn Pembenihan

_ri kegiaran usaha budi daya perairan yang berkelanjutan

ia cara budi daya yang berranggung jawab harus dimulai -cnihan sampai dengan pembesarannya. Oalam hal ini, }ang mencukupi, mucu benih juga merupakan salah saru rhasilan usaha budi daya.

'han merupakan fakcor pencing dalam keberlanjutan sehingga pernbenihan rnenjadi salah saru fakcor penenru kegiaran budi daya. Terbacasnya stok benih di alam

� Iatan budi daya sering rerhambar dan bahkan terhenri zsedianya organisme yang

akan

dipelihara unruk kemudian kegiatan budi daya. Oleh sebab iru, diperlukan suatu upaya .asalahan benih tersebur. Kegiatan pemben.ihan merupakan

279

(23)

MEMBANGUN SUMB£R DAYA KELAUTAN INDONESIA Gagasan dan Pemikiran Guru Besar Untversitas Hasanuddin

salah saru solusi untuk memecahkan permasalahan kurangnya ketersediaaa benih di alam. Dengan rnernproduksi benih secara massa1 clan berkualiras rnaka kegiatan budi daya bisa berlangsung secara berkesinambungan.

Kemajuan di bidang pcrikanan budi daya sangat direnrukan oleh penguasaar reknologi pembenihan. Fisiologi telah banyak membantu dalam usah pembenihan sehingga banyak metode yang telah dikembangkan. Beberap di antaranya reknik ablasi rangkai mara pada krustase (udang dan kcpicing penggunaan hormon dan kelenjar hipofua pada

ikan.

Ablasi cangkai mar bertujuan unrukmenghilangkan fungsihormon yangmenghambat kematangar gonad (

Gonad inhibiting hormone,

GlH) clan memacu kerja hormon yan�

memacu kemacangan gonad krustase. Teknik

hipofisasl

berrujuan unru mernpercepat cerjadinya pemijahan sehingga risiko induk cidak memija, semakin berkurang, dan merangsang cerjadinya pemijahan sesuai denga, wakru yang direnrukan, Mecode-mecode rersebur relah memberikan manfaat yang besar rerhadap pembenihan terutama

da!am

penyediakan induk-indus, yangsiap memijah. Lim et

al.

(1989) mendaparkan induk udang berina marang gonad dalam wakcu 35 hari serelah ablasi, sedangkan induk betina yang ridar diahlasi memerlukan

wakru

2 bulan unruk marang gonad. Demikian pula halnya dengan hasil penelitian Sunusi (2012) yang mendapatkan

wakru

marang gonad clan pemijahan lebih singkar pada induk udang purih yang diablasi dibandingkan dengan canpa ahlasi. Sementara iru, teknik hipofisas berhasil

dilakukan

pada beberapa jenis ikan air rawar antara lain oleh Rovar

et al.

(2008) pada ikan sidar berina, Pucra (201 O) pada ikan pancau dengar menggunakan kdenjar hipofisa

ikan

mas.

Fisiologi juga berperan dalam memproduksi benih yang cahan cerhadap penyakir, perrumbuhan yang cepat, memiliki kecahanan rerhadap Iingkunga, atau media yang ekstrem, efisien dalam menggunakan pakan, serta tida, mengandung residu bahan kirnia

clan

obar-obaran yang dapat merugika- manusia d-anlingkungan. Rendahnya cingkar kelangsungan hidup pada sradis larva merupakan masalah utama yang dihadapi panti-panri pembenihan.

Dengan memperbaiki nutrisi pakan alami melalui aplikasi bioteknik inovauf (bioenkapsulasi) dengan earn memperkaya pakan hidup

(BrachiomtS plicatiu

dan

Artemia)

dengan nutrien esensial, seperti asam lemak

ro-3

HUFA

clan

vitamin

maka

nutrisi pakan larvadapacdiringkatkandan sekaligus mendukung keberhasilan usaha tersebur, Karim (2000) mendapatkan tingkac kelangsungar hidup larva kepiring bakau yang diberi pakan alami hasil bioenkapsulasi

280

(24)

BAGIAN EMPAT Kontribusi Sains dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut

gayaan) dengan asam lemak ro-3 HUFA stadia zoea-rnegalopa sebesar

13% dan megalopa-crabler 94,77%, sedangkan yang diberi pakan tanpa gkayaan hanya 8,20% pada stadia zoea-megalopa dan megalopa-crablet c, Demikian pula halnya dengan penggunaao imunosrimulan (P-glucan lipopolisakarida) dapat meningkatkan daya

rahan

udang windu

iPenaeus

iadon) rerhadap penyakir (Rantetondok et al. 2003). Bahkan dewasa ini ggunaan probiotik dalam mendukung keberhasilan produksi benih relah embangkan dalam usaha pernbenihan.

-npai saat ini pengembangan clan perbaikan metode pembenihan unruk nghasilkan benih unggul dalam budidaya melalui pendekaran fisiologi sih terus dilakukan. Beberapa pakar yang

telah

bcrhasil membenihkan ikan

:i krustase antara lain Edward Danahkusumah pada ikan kerapu, Haryanti .ra udang, Komar Surnantadinata pada ikan air tawar, Sri Juwana pada

.mgan,

clan lain-lain.

,elajar dari Pengalaman Pembenihan Kepiting

Bakau

F ning bakau atau

mud crab

merupakan salah saru kornoditas perikanan crnilai ekonomis penring dan telah dibudidayakao secara komersial di

<:>erapa negara tropis rermasuk di Indonesia. Kepicing ini memiliki rasa ging yang lezat dan bernilai

gizi

tinggi, yakni mengandung protein 44,85- .58%, lemak 10,52-13,08%, dan energi 3.579-3.724 kkal/g. Selain iru, ging kepiting mengandung berbagai nutrien penring seperti mineral dan un lemak ro-3. Oleh sebab itu, kepiring bakau memiliki harga jual yang ..mp cinggi dan potensial unruk dikembangkan (Karim 2012).

.rmintaan kepiting yang cenderung meningkac setiap rahunnya, baik berasal .ui dalam negeri terutama dalam mernenuhi perminraan restoran dan hotel- orel berraraf internasional maupun

di

pasaran luar negeri sebagai komoditas

tspor

menyebabkan

ekploirasi

kepiting cenderung tidak

rerkendali.

Negara- egara rujuan utama ekspor kepiting Indonesia adalah Amerika Serikar, hina, jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, dan sejumlah egara di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Bahkan ekspor kepiting ke .merika saja mencapai 450 ton setiap

bulan,

[umlah rersebur belum dapat _ penuhi karena kererbarasan hasil tangkapan di alam dan produksi budi daya

:mg

masih sangar minim.

281

(25)

MEMBANGUN SUMBER DA YA KELAUTAN INDONESIA Gagasan dan Pernikiran Guru Besar Univee5itas Hasan11ddln

Guna memenuhi kebutuhan konsumen akan kepi ting bakau dipeclukan upaya pengembangannya melalui budi dayanya secara intensif Budi daya kepicing bakau dapar dilakukan sepanjang tahun karena cukup tersedia areal unruk

budi

dayanya

cukup

tersedia dan kemampuan kepiting hidup pada rentang saliniras yang lebar. Namun kendala urama yang dihadapi dala.m usaha budi dayanya adalah

kerersed

iaan

bcnih.

Beberapa pan ti

pernben

i

han

sudah mampu memproduksi benih kepiting bakau, tetapi produksl benih yang dihasilkan masih sangar rendah sehingga belum mampu memenuhi keburuhan

akan

benih kepiting.

Berbagai

masalah yang dihadapi dan

salah

sarunya adaJah masih rendahnya tingkar kelangsungan hidup (survival rate)

pada

stadia larva terurama pada stadia zoea hingga megalopa. Berbagai penelitian relah dilakukan untuk mengarasinya anrara lain perbaikan nurrisi pakan larva melalui bioenkapsulasi dengan asa.m lemak ro-3 HUFA (Karim 2000), kajian fuiologis larva kepiting bakau (Karim 2001), pemeliharaan larva kepidng bakau pada berbagai kondisi pencahayaan (Karim

et al.

2003), optimalisasi salinitas bagi pemeliharaan larva kepiring bakau (Rusdi dan Karim 2006), peningkacan kekebalan larva kepicing bakau

melalui

pencegahan serangan parasir dengan pemberian glukosa pada media pemeliharaan (Ranretondok dan Karim 2010), dan osmoregulasi pada larva kepiting bakau (Karim 2011).

Penutup

Sebagai penutup berdasarkan uraian sebelumnya, fisiologi hewan air berperan sangat penting dalam menunjang

keberhasilan

peningkatan produksi

perikanan budi

daya dan pembenihan.

Dalam

perkembangannya,

fisiolog

hewan air selalu diarahkan untuk bagaimana dapat meningkatkan produks

budi

daya perairan.

Daftar Pustaka

Alvares

AL,

IS Racotra,

0

Arjona,

E

Palacios.

2004.

Salinity Stress

Test

as a Predictor

of

Survival During Growout in Pacific White

Shrim (Litopenaeus

vannamei). Aquaculture. 237: 237-249.

Boeuf G, P Payan. 2001. How Should Salinity Influence Fish Grow

de

Review.

Comp Biochem Pbysiol.

l30C: 411-423.

282

(26)

BAGIAN EMPAT Kontribus1 Sains dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut

Boyd CE. 1990.

Water Quality in Ponds far Aquaculture.

Alabama: Birmingham Publishing Co.

Chen JC, SY Cheng. 2000. Recovery of

Penaeus monodon

From Functional Anaemia

After

Exposure to Sublechal Concenrration of Nitrite ar

Different

pH

Levels. Aquat.

Toxicol.

50: 73-83.

Chen JC, PG Chia. 1997. Osmotic and ionic concenrrarions of

Scylla

serrata (Forskal) subjected co different salinity levels.

Comp. Biocbem Pbysial.

17 A (2): 239-244.

Christensen SM.DJ Macintosh, NT Phuong. 2005. Pond Production of The Mud Crab

Sey/id paramamosain

(Estampador) and

S. oliuacea

(Herbst) in che Mekong Delea, Vietnam, Using Two Different Supplementary Diers. Aqua. Res., 35: 1013-1024.

Frarini S, M Vannini. 2002. Generic Differentiation in Mud Crab

Scylla serrnta

(Decapoda: Porrunidae) Within the Indian Ocean.}.

Exp. Mar.

Biol Ecol. 272: 103-116.

Hoang T. M Barchiesis, SY Lee, CP Keenan, GE Marsden. 2003. Influences of Light Intensity and Phoroperiod on Moulting and Growth of

Penaeus merguiensis

Cultured Under Laboratory Conditions.

Aquaculture.

216:

343-354.

Huynh MS, R Fotedar. 2004. Growth, Survival, Hemolymph Osmolaliry, and Organosomacic Indices of The Western King Prawn

iPenaeus

laticulatus Kihinouye, 1896) Reared ar Different Salinities. Aquaculture.

234: 601-614.

Karim MY. 2000. Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, dan Ketahanan Stress Larva Kepiring Bakau

(Scyl/,a serrata Forsskal)

yang Diberi

Pakan

Rotifer (Brachioma plicatilis)

Hasil

Bioenkapsulasi dengan

Asam Lemak w-3

HUFA Buletin I/mu Petemakan

dan

Perikanan, Vol.

VJ

(l): 77-86.

Karim MY. 2011. Perubahan Osmolaritas Hemolimfe Larva Kepiting Bakau

(Scylla

tranquibanca; Sebagai Respons Adaprasi Salinitas. Buletin Penelitian LP2M Uniuersitas Hasanuddin, Vol II (1): 21-26.

Kumlu M, OT Eroldogan, B Saglamcimur.2001. Effect of Salinity and Added Substrates on Growth and Survival of

Metapenaem monoceros

{Decapoda:

Penaeidae) Post Larvae. Aquaculture. 196: 177-188.

Kumlu M, M K.ir. 2005. Food Consumption, Moulting, and Survival of

Penaeus semiculatus

During Over-Wintering.

Aqua.

Res. 36: 137-143.

283

(27)

MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN INDONESIA Gagasan dan Pemlklran Guru Besar Universitas Hasanuddin

Kunciyo, Z

Arifin,

T Supratomo. 1994. Pedoman .Budi Daya Kepiting Bakau

(Scylla

serratn) di Tambak. Dirckrorat jenderal Perikanan, Balai Budi Daya Air Payau,

J

epara.

Kusworo BA 2004. Pengelolaaan Kualicas Air pada Pernbesaran Bandeng.

Deparremen Kelauran dan Perikanan. Jakarra.

Lignot

JH, JC Cochard, C Soyez, P Lemaire, G Charmancier.

1999.

Osmoregulatory Capacity According to Nucrirional Srarus, Molt Stage and Body Weight in

Penaeus styiirostris. Aquaculture.

170: 79-92.

Lim LC, H Heng, L Choong. 1989. Manual of Breeding of Banana Prawn Primary Production. Deparcemem Ministry of National Development Republic of Singapore.

Fish. Handbook

No.3.

llyas $,

F

Cholik, A Poernomo, W Ismail, INSRabegnatar, R Arifudin, S Koesoemadinata, E Danakusumah, S Partasasrnira, 1987.

Petunjuk Teknis Bagi Pengoperasian Unit Usaha Pembenihan (Hatchery) Udang Windu.

Badan Penelirian dan Pengernbangan Pertanian, Jakarta.

Mananes, AAL, CD Meligeni, AL Goldemberg. 2002. Responsse to Environmental Salinity of Na•-K+ATPase in Individual Gills of the Euryhaline Crab

Cyrtograpsus angulatus.). Exp. Mar. Biol. Ecol.,

274:

75-85.

Putra RM. 2010. Pengaruh Kornbinasi Penyunrikan

hCG

dan

Ekstrak

Kelenjar Hipofua Ikan Mas Terhadap Daya Rangsang Ovulasi dan Kualitas T elur

Uran

Pan tau

(Rasbora Lateristriata

Blkr).

[umal Perikanan danKe'4utan.15

(1): 1-15.

Rankin

JC,

J

Davenport. 1981.

Animal Osmoregulation.

Blackie, Glasgow and London.

Ranretondok A, MN Nessa, LMuslimin, A Tahir, M Hatta. 2003. Pengaruh Imunoscimulan �-Glucan clan lipopolisacarida rerhadap Aktivitas Lisozim pada Udang Windu

(Penaeus monodon). [urnal I/mu Kelautan dan Perikanan Torani.

Vol. 13 ( 1): 1-9.

Rovara 0, R Affand.i, MZ Junior, S Agungproyono, M Toelihere, 2008.

Pemarangan Gonad Ikan Sidar Betina

(Anguilla bicolor)

Melalui lnduksi Eksrrak Hipofisis.

[umal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia.

Vol. 15 (1): 69-76

Rusdil, Karim MY. 2006. Salinitas Optimum Bagi Sintasan clan Pertumbuhan Crabler Kepiting Bakau

(Scylla paramamosainy. [urnal Sains & Teknowgi.

Vol. 6 (3): 149-157.

284

(28)

BAGIAN EMPAT Kontribusi Sa Ins dalam Pengelolaan Sumber Daya Llut

Schmidt-Nielsen,

K.

1990. Animal Physiology: Adaptation and Fnuironment.

Third edition. 41h ed. New York: Cambridge Universiry Press.

Smith

LS.

1982. Introduction to

Fish

Physiowgy.

T.f:H. USA: Publications, Inc.

Starisrik Perikanan Budi Daya. 2011. Buku Statistik Kelautan dan Perikanan 201

!.

www.staciscik.kkp.go.id./inde.x.php/arsip/c/56/buku-scatiscik- kelaucan-dan-pcrikanan-2011 Diakses pada tanggal 5 April 2013.

Scyrishave

B, K Rewitz, 0

Andersen. 2004. Frequency Moulting by Shore Crabs Carcinus meanas (L.) Changes Their Colour and Their Succes in Mating and

Physiological

Performance.].

F.xp. Mar.

Biol. Ecol. 313 : 317-336.

Sularso

A. 2012.

Bisakah

Budi Daya Ikan

Menjadi

Andalan Sekror Perikanan.

Majalab Samudera. www .ajisularso.com/bisakah-bud idaya-ikan-menjadi- andalan-sekror-perikanan. Diakses pada canggal 10 April 2013.

Sunusi H. 2012. Pengaruh Ablasi Mata dan Pemijahan Berulang Terhadap Kualitas Telur dan Larva Udang Putih tFenneropenaei« merguensis).

Disertasi. Program Pascasarjaoa, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Towle OW, RS Paulsen, D Weihrauch, M Korsylewski, C Salvador, L Jean-Herve, C Spanings-Pierrot. 2001. Na•+K'-ATPase in Gills of The Blue Crab Callinectes sapidus: cDNA Sequencing and Salinity-Related Expression of a-Subunit mRNA and Protein.

j. Exp.

Biol. 204: 4005- 4012.

Villarreal H, A Hernandez-Llamas, R Hewitt. 2003. Effect ofSalinicy, Survival, and Oxygen Consumption of Juvenil Brown Shrimp, Farjantepenaeus californiensis (Holmes). Aqua. Res. 34: 187-193.

Wang WN, AL Wang, I Chen, Y Liu, RY Sun. 2002. Effecr of pH on Survival, Phosphorus Concentration, Adenylace Energy Charge and Na· - K•ATPase Activities of Penaeus chinensis Osbeckjuvenils. Aquat. Toxicol.

60: 75-83.

Warner GF. 1977. The Biology of Crabs. London: Elek Science.

Wedemeyer, GA. 1996. Physiology of Fish in Intensive Aquaculrure System.

New York: Chapman and Hall. 232 pp.

Whiteley NM. FR Robertson,

J

Meagor, AJ El Haj, EW Taylor. 2001.

Protein Synrhesis and Specific Dynamic action in Crustaceans: Effect of Temperarur. Comp. Biochem. Physiol. 128A: 595-606.

285

(29)

MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN INDONfSIA Gagasan dan PemlkJran Guru Besar Universitas Hasanuddin

Xiangli T, D Suanglin W Fang, W Lixin. 2004. The Effect of T emperacure Change on the Oxygen Consumption of Juvenile Chinese Shrimp

Fenneropenaeus cbinensis

Osbeck.].

Exp. Mar. Biol Ecol.

310: 59-72.

Zacharia S, VS Kakati, 2004. Optimal Salinity and Temperacur of

Early

Developmental Stages of Penaeus merguensis de Man. Aquaculture. 232:

378-382.

286

(30)

PT Penerbit IPB Press Hasanuddin University Press

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di daerah khatulistiwa dan dikelilingi oleh sejumlah laut. Laut Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati dan nonhayati, antara lain berbagai jenis ikan dengan potensinya yang cukup besar, pusat distribusi terumbu karang dunia, alga, dan minyak bumi. Keanekaragaman tersebut berpotensi bagi pengembangbiakan biota laut. Untuk itu, sumber kekayaan alam tersebut harus dikelola secara berkelanjutan untuk sebesar- besarnya kesejahteraan rakyat.

Keanekaragaman hayati bidang perikanan dan kelautan memiliki beragam nilai atau arti bagi kehidupan. Tidak hanya bermakna sebagai modal untuk menghasilkan produk dan [asa saja atau aspek ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial, lingkungan, sistem pengetahuan, dan etika. Keanekaragaman hayati memberi peluang manusia untuk memperoleh ruang hidup. Di dalam ruang hidup itu tersedia bekal kehidupan untuk dikelola secara bijaksana oleh manusia agar tidak terjadi degradasi lingkungan secara alami atau akibat ulah manusia.

INDONESIA

MEMBANGUN

SUMBER DA YA KELAUTAN

Gagasan dan Pemikiran

Guru Besar Universitas Hasanuddin

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini dilakukan variasi perlakuan panas terhadap paduan Al-Si-Cu-Fe meliputi solid solution treatment dan.

Dalam event kerapan sapi, penonton tidak hanya disuguhi kecepatan sapi, tetapi juga tradisi lok-olok yang berlangsung setelah kerapan sapi berakhir.. Dalam

Hasil penelitian ini menujukan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa akan tetapi gender , usia, kemampuan akademis

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan culture shock pada mahasiwa asal Medan misalnya makanan di Bandung lebih manis daripada daerah tempat asalnya yang lebih pedas, perbedaan

Indikator Materi pokok Kegiatan pembelajaran Penilaian Alokas i waktu Sumber belajar Teknik Bentuk instrume n Mendeskrip sikan 1. Sistem pencernaan pada manusia 

29 tersebut, laporan posisi keuangan konsolidasian per 31 Desember 2013 dan 1 Januari 2013/31 Desember 2012 serta laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan laporan

Larva stadium pertama hidup dari mikroorganisme dalam tinja, menyilih menjadi larva stadium dua yang juga hidup dari mikroorganisme dalam tinja, dan kemudian