Kewenangan Pengadilan Agama Dalam Penjatuhan Talak di Bawah Tangan Berdasarkan Hukum Islam Dikaitkan Dengan Undang - Undang No.1 Tahun 1974 dan Undang -Undang No. 50 Tahun 2009.
Teks penuh
Dokumen terkait
STATUS KEDUDUKAN HARTA YANG DIBERIKAN PADA SAAT ” TEH PAI ” DALAM PROSESI ADAT TIONGHOA DITINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG-UNDANG NO1. TAHUN 1974 Futu
Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi : (1) apakah perjanjian kawin yang dibuat di bawah tangan sah menurut ketentuan Pasal 29 ayat (1) Undang-undang
Baik hukum Islam dan Undang- undang Republik Indonesia membolehkan jika adanya perkawinan fasid dan ataupun pihak yang dirugikan dalam perkawinan dengan seorang
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan memperoleh kejelasan mengenai status hukum juga mengkaji dan menentukan upaya hukum yang dapat
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa status dari perkawinan kontrak menurut Hukum Islam dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan adalah
Sehubungan dengan pengaturan tentang perkawinan anak di bawah umur tanpa izin orang tua dalam Fiqih Islam, Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun
1) Perkawinan anak di bawah umur dipandang dari sistem Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam Hukum Islam menyatakan bahwa perkawinan di bawah umur
Sehubungan dengan pengaturan tentang perkawinan anak di bawah umur tanpa izin orang tua dalam Fiqih Islam, Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun