ISSN 0852-2715
JURNAL
LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PELATIHAN ICT
STAF LPM UNIMED
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Pelindung
:
Prof.Dr.
Syawal Gultom, M. Pd (Rektor Unimed)Penasehat
:
Prof. Selamat Triano, M. Sc., Ph.D (PembanbJ Rektor 1),Drs. Chalrul Azmi, M. Pd (PembanbJ Rektor ll), Drs. B. Ambartta, M. Pd (PembanbJ
Rektor
ill), Dr.
Ber1in Sibarani, M. Pd (PembanbJRektor
IV).Penanggung
lawab :Dr.
M. Rajab Lubis, M.S (Ketua LPM Unimed) KetuaDewan Penyunting :
Purwanto, S. SiSelaetaris Dewan Penyunting : Drs. Muslim, ST., M.
PdPenyunting Ahli : Dr.
Budi Valianto,M. Pd.,
Dr.
Bomok Sinaga, M.Pd.,
Prof. Agung Sunamo, M. Pd., Drs. Yuniarto Mujisusatyo, M.Pd.,
Sarbartta Pchan, S.Pd.
Anggota
Penyunting :
Ora.Eva
Martina Ginting, M. Si., Drs. Supriyanto,MT.,
Ora.Evi
Aswlta,M.
Si.,M. Pd., Drs.
Gamat ·Kartono, M. Si., Darwin Partaungan Lubis, S. Si., M. Si.Bendahara : Subaida lubis,
SE .
Tata Usaha :
Stat
I
Pegawai LPM UnimedSekretariat:
I
Alamet
Redabl : JalanProf.
Ani Abbas Manopo - Kampus Unimed. JalanWillem
Iskandar Pasar V Medan Estate 20221 Telepon (061) 6632195Jurnal pengabdian kepada masyarakat ini terbit 4 (em pat) kali dalam setahun. Topik atau fokus pennasalahan adalah penerapan Ipteks dan pengembangan kewirausahaan.
Redaksi
menerima b.llisan dan diterbitkan dengan ketentuan sebagai berikut :1. Naskah harus asli dan belum pemah dimuat dalan jurnal maupun media lain.
2. Naskah diketik dengan komputer 2 spasi ukuran kwarto dengan jumlah 6-12 halaman.
3. Naskah dikirim ke LPM Unimed dengan melampirkan : Print out (hard copy) dan dlsket atau cx:l (soft copy)
4. Naskah ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia baku ilmiah.
5.
Memuat abstrak 1()()-200 kata diketiksatu spasi.
6.
Gambar atau fotD (jlka ada) dicetak hitam putih.7. Daftar pustaka ditulis tanpa
nomor
dan diurut secara alpabetis dan sesuai dengan APA.8. lsi b.llisan bukan tanggung jawab redaksi dan redaksi hanya menyuntlng tanpa merubah
kata.
Puji dan Syukur Kehadirat Tuh
. I LPM Unimed edisi Juni 2(
maka 1uma .
Pada edisi kali ini
yakm
Volut judul yang terdiri dari delapan tuKewirausahaan. .
Kami ucapkan terima kaslh
rbi
pihak yang telah membantu pene'
· · befmanfa·
Semoga
Juma•n•
[image:2.618.13.412.22.509.2]DAFrARISI
IPTEKS
1. Pembuatan Tepas dari Pelepah Satang Kelapa Sawit di Desa Pulau Sembilan Untuk
Meningkatkan Pendapatan Keluarga (Ahmad Sahat, Brisman, Suci)... 1
2. Analisis Swot Penggunaan dan Pengembangan e-Learning dalam Pendidikan (Muliawan Rrdaus) ... 9
3. Pemanfaatan Blog Dalam Perkuliahan Jarak Jauh (Said Iskandar AI Idrus) ... 15
4. Peranan Komputasi dalam matematika untuk Peningkatan Kualitas Peserta Didik (Zulfahmi Indra) ... 20
5. Kiat-kiat Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa (Naeklan Simbolon) ... 27
6. Peranan Musik Dalam Pembelajaran (Amrizal) ... 33
7. Penerapan Pendekatan Kontekstual pada Materi Bakteri (Hasruddin) ... 41
8. Manajemen Data LPM Sebaqai Unit Layanan Masyarakat Berbasis ICT ( R. Bastian) ... 47
KEWIRAUSAHAAN
9. Penguasaan Kompetensi Kultur Jaringan Bagi Mahasiswa Biologi dan Peluang Berkarir untuk Keilmuan dan Pengembangan Budaya Kewirausahaan (Fauziyah Harahap)... 54M. 2005.
Kaifa.
M.
2005.
: Kaifa.
Systematic Design
New York: Wesley
A. 2002.
Strateg;Jakarta:
Yogyakarta :
Be/ajar Oputat
PENERAPANIPTEKS
Penerapan Pendekatan Kontekstual pada Materi
Bakterl
Oleh
HasruddinPembelajaran materi bakteri di sekolah seyogianya dapat menjadikan siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi bakteri seharusnya dapat diinggat lebih lama da/am benak siswa dan mereka dapat menghubungkan konsep bakteri dengan konsep lainnya. Melalui pembelajaran ォッョエ・ォウエオ。セ@ kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa per/u ditumbuhkembangkan. Siswa didorong rasa ingin tahunya dan tertarik be/ajar bakteri me/alui kegiatan yang melibatkan mereka dalam
proses
be/ajar. Dengan demikian, pembelajaran akan menjadi efektif dalam mencapai kompetensi dan tujuan yang te/ah direncanakan.A.
Pendahuluan
Bakteri termasuk mikroorganisme dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun keberadaannya ada pada diri manusia dan di sekitar atau di lingkungan hidup manusia. Kata lain untuk bakteri ini dikenal dengan istilah kuman. Masyarakat mengenal kuman ini, sehingga seringkali orangtua melarang anak-anaknya untuk mencuci tangan terlebih dahulu untuk menghindarl<an kuman dari tanggannya. Namun sayangnya, untuk menghindarkan kuman ini biasanya seseorang itu mencud tangannya saja tanpa menggunakan sabun.
Materi bakteri yang diajarl<an di sekolah umumnya berl<aitan dengan definisi bakteri, dri-dri bakteri, reproduksi bakteri, contoh-rontoh bakteri, dan peranan bakteri datam kehidupan. Guru biologi dalam mengajarkan bakteri 101, umumnya menggunakan pendekatan deduk.tif. Untuk memulai pembelajaran biasanya guru menanyakan kepada siswa "Apakah bakteri itu?" Mulai pembelajaran dengan menanyakan kepada siswa tentang definisi merupakan
an
pembelajaran dengan pendekatan deduktif. Guru memulaipembelajaran dari yang bersifat umum kemudian ke yang bersifat khusus.
Guru selanjutnya bertanya tentang dri-dri bakteri. Interaksi yang dilakukan cenderung antara guru dengan siswa, tanpa lebih jauh mendorong interaksi antara siswa dengan siswa lainnya. Memang guru sudah menerapkan metode tanya jawab kepada siswa, namun masih belum menggunakan pertanyaan tingkat tinggi. Dapat dikatakan bahwa, meskipun guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, namun pertanyaannya masih cenderung menggunakan pertanyaan tingkat rendah, yang masih tergolong tingkat kognitif Cl (Ingatan) atau C2 (Pemahaman). Bila siswa diberi kesempatan bertanya, umumnya tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan. Kalaupun ada siswa yang bertanya dapat dipastikan bahwa siswa yang bertanya hanyalah siswa yang ke itu-itu saja.
Kelas tidak hidup, karena siswa cenderung menghafakan materi bakteri tanpa memaknainya. Siswa tidak mampu menghubungkan materi bakteri dengan konsep biologi lainnya. Kerjasama antara siswa masih belum ditumbuhkembangkan. Hal ini menjadi persoalan dalam
PENERAPANIPTEKS
(2} Mengumpulkan data melalui observasi. Aktivitas dalam pembelajaran bakteri dapat
dilakukan seperti berikut ini:
- Membaca buku-buku mikrobiologi atau sumber lain untuk mendapatkan informasi
pendukung.
- Melakukan pengamatan terhadap koloni bakteri yang ditumbuhkan pada cawan Petri
dan · menghitungnya dengan
menggunakan colony
counter.
[image:5.618.13.412.22.509.2](3) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya, misalnya:
- Siswa menggambarkan berbagai bakteri penyebab penyakit dalam bentuk poster dan
ditempelkan di dlnding sekofah. - Siswa membuat penggolongan bakteri.
Siswa membuat laporan kegiatan praktikum tentang bakteri.
(4) Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, ternan sekelas, atau
audiensyang lain.
- Siswa menyajikan hasil karyanya di depan kelas.
- Siswa memberikan tanggapan terhadap hasil karya temannya, dan memberikan tanya
jawab di kalangan siswa.
- Siswa memunculkan ide-ide baru berl<aitan dengan bakteri.
- Siswa menempelkan poster-poster bakteri sebagai hasil karyanya di dinding sekolah.
4.
Masfcuakat
Betajar
(
Leaming
Community)
Dalam pendekatan kontekstual, kegiatan pembelajaran dilakukan dalam kelompok-kelompok belajar. Kelompok belajar dibentuk oleh guru dengan memperhatikan karakteristik siswa. Dalam kelompok belajar terdapat kernampuan siswa yang berbeda atau dapat juga berbeda dari faktor jenis kelamin. Keadaan kolompok yang bersifat heterogen ini mernungkinkan siswa yang pintar akan
mengajari siswa
yang
lemah.Siswa
yang
pendiam akan terbuka untuk mengajukan pertanyaan pada siswa yang
cerdas.
Pada
proses
pembelajaran materibakteri sebaiknya siswa dibagi dalam kelompok-kelompok heterogen. Hal ini memungkinkan siswa berkomunikasi untuk berbagi gagasan dan pengalaman serta bekerja sarna untuk memecahkan masalah. Dalam aktivitas leilming community atau
rnasyarakat belajar menurut Nurhadi dan Senduk (2003) hasil kerja kelompok lebih baik daripada kerja secara individual.
Soff:ski/1 juga akan dapat terbentuk
dalam aktivitas pembelajaran. Leaming
community rnenciptakan situasi dan kondisi
yang memungkinkan seseorang
siswa
belajar dengan siswa lainnya. Beberapaoont:oh
soff:ski/1 dapat dibentuk melalui aktivitas belajar ini, menurut Nurhadi dan Senduk (2003) yaitu: (1) Ada rasa tanggung jawab dan kerja sama antara anggota kelompok untuk saling memberi dan menerima; {2)Ada
kernauan untuk menerima pendapat orang lain; (3)Ada
kesediaan untuk menghargai pendapat orang lain; dan (4) Ada rasa tanggung jawab kelompok, semua anggota dalam kelompok mempunyai tanggung jawab yang sama.sNp・セ。ョHセゥョァI@
Dalam pembelajaran bakteri sebenamya dapat memungkinkan siswa terampil dalam mengisolasi bakteri dari biakan campuran menjadi biakan mumi. Siswa juga dapat melafalkan nama-nama bakteri
yang
kadang-kadang masih sulit bagi siswa. Untuk itu, guru bukan satu-satunya model, tetapi siswa yang lainnya dapat dijadikan model bagi siswa secara keseluruhan. Sardiman (2007) menyatakan bahwa dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa.ZAAjuセrAャAnalセZNNApイZNA・AANAョセァ。AAA「、セャ。AANAョZNNAZkANZAA・セッ。AAャャ、。AAANNAAm。ウAAAAャAZカャA。AANAイ。AAャォ PR。エANNZvオッャ・ZᄋNNjQセUNANZnセッZZZANUVセtィセョセNセxvセjセオセョャキRPPセYセMMMMMMTT@
PEl
Guru
dapatュ・ュ「・イゥォ。セ@
tba aimana cara
ー・ョァァオセョ@
ュセォイ」@
minggunakan jarumョセャ。siLs」@
menggunakancolonY
coun
r.
(200S) menyatakan bahwa . asas
セ@
adalah proses pernbela]aran . memperagakan sesuatuウ・セ。@
c yang dapat ditiru oleh setiap Sardiman (2007) menambahkan、ゥセ@
dengan pemberian model yang . oleh guru, maka siswa dapat ュセョ@ menggunakan model yangエ・ャセィ@
d•la lni bertUjuan untuk mencapa• kom yang harus dicapai.6. Penllaian Sebenamya (Aul
セエGI@
oalam kegiatan
セ「e@
aten. bakteri bahwa penilaian tidam "tikat
dilakukan untuk mencapa• . ng siswa, tetapi juga
ォ・エ・イ。ュA^Gャセョ@
セ。ョ@
Oleh sebab itU, bentukー・セャ。。ョ@
tida dengan tes tertulis, tetapl、。セエ@
'ta dengan observasi tehadap。セvi@
dalam kelompok, aktivitas 51swa. kegiatan tanya jawab,pセZ。@
laporan praktikum, ーッウエセセ@ UQ セ。L@ n belajar siswa. Hal •m se]ala pendapat Sardiman (2007)
「。ィセ@
penerapan asesmen。セ・ョエゥォ@
pengumpulan data membenkan 9 perkembangan belajar siswa.
1 •
Refleksi {
Reflektion)Sanjaya (2008) menyatak2 refleksi adalah
proses .
ー・ョセ@
pengalaman yang telah d1pelaJ1 dilakukan dengan cara mengurutka kejadian-kejadian atau pembelajaran yang dilaluinya. Nul Senduk (2003) menambahkan melalui refleksi siswa dapat .ュセ@
gambaran terhadapォセャ。セ@
pengetahuan yang baru saja ditemRealisasi pelaksanaan dalam materi bakteri dapat
dengan memberikan kesempata
yang
lemah. Siswa yangセォ。@
untuk mengajukansaswa
yanga!rdas.
proses .
pembeJajaran
materiSlswa
dibagi dalam.
heterogen.
Hal inisaswa
berkomunikasi untuk dan pengalaman sertaュセ・」。ィォ。ョ@ masalah.
ledmmg community atau
menurut Nurhadi dan
kerja
kelompok
lebih
secara
individual. Juga akan dapatterbentuk
pembeJajaran.
learningsitl.lasi dan kondisi
.
seseorang siswa
Slswa
lainnya. Beberapa.
セー。エ@
dibentukmelalui
101, menurut Nurhad; dan
(1)
Ada rasa
tanggung ウ。セ@ antara anggota safrng memberi danAda
kemauan untuk orang lain; (3)Ada
menghargai pendapat (4) Ada
rasa
tanggung semua anggota dalam tanggung jawab yangPENERAPANIPTEKS
Guru dapat memberikan model bagaimana cara penggunaan mikroskop, menggunakan jarum inokulasi, dan menggunakan colony counter. Sanjaya (2008) menyatakan bahwa asas modeling
adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh
yang dapat ditiru oleh setiap siswa.
Sardiman (2007) menambahkan bahwa dengan pemberian model yang dilakukan oleh guru, maka siswa dapat meniru dan menggunakan model yang telah dilakukan. Ini bertujuan untuk mencapai kompetensi yang harus dicapai.
6. Penllaian Sebenamya
(Authenticaウウ・ウウュ・ョセ@
.Dalam kegiatan pembelajaran materi bakteri bahwa penilaian tidak
hanya
dilakukan untuk mencapai tingkat kognitif siswa, tetapl juga keterampilan dan afektif. Oleh sebab itu, bentuk penilaian tidak hanya dengan tes tertulis, tetapi dapat dilakukan dengan observasi tehadap aktivitas siswa dalam kelompok, aktivitas siswa dalam kegiatan tanya jawab, presentasi siswa, laporan praktikum, poster siswa, dan jurnal belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Sardiman (2007) bahwa dengan penerapan asesmen autentik proses pengumpulan data memberikan gambaran perkembangan belajar siswa.7. Refteksi ( Reflektion)
Sanjaya (2008) menyatakan bahwa refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang ·telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang dilaluinya. Nurhadi dan Senduk (2003) menambahkan bahwa melalui refleksi siswa dapat memberikan gambaran terhadap kegiatan atau pengetahuan yang baru saja diterimanya.
Realisasi pelaksanaan refleksi dalam materi bakteri dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada
siswa
untuk membuat catatan dalam bentuk jumal belajar siswa. Jumal belajar dapat dibuat pada buku isi 32 lembar yang senantiasa ditulis siswa sesudah belajar bakteri baik di sekolah maupun di rumah atau di labarotorium. Refleksi dapat juga dijadikan sebagai alat penilaian apakah siswa sudah memiliki kemajuan belajamya.c.
Penutup
Pembelajaran materi bakteri dengan penerapan pendekatan konstekstual diharapkan siswa mampu menguasai substansi secara baik dan dapat mengaplikasikan materi dalam kehidupan nyata siswa. Pendekatan kontekstual dapat dlterapkan pada materl bakterf karena pada materi ini siswa diharapkan memiliki kompetensi yang komprehensif tidak saja · kognitif, tetapi afektif dan juga
psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2002. Manajemen Peningkatan
Mutu Berbasis Sekolah. Buku 5
Pembelajaran Kontekstual.
Departemen Pendidikan
Nasional,
Direktorrat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah L.anjutan Tingkat Pertama.Irianto, Koes. 2006. Mikrobio/ogi: Menguak
Dunia Mikroorganisme. Bandung: OJ.
Yrama Widya.
Johnson, Elaine B. 2008. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan
Kegiatan Be/ajar Mengajar
Mengasyikkan dan Bermakna.
Pnerjemah Ibnu Setiawan. Bandung: Mizan Learning Center.
Muslich, Masnur. 2008. Pembelajaran
Berbasis Kompetensi dan kッョエ・ウォエオ。セ@
Panduan bagi Guro, Kepala Seko/ah,
PENERAPANIPTEKS
(2) Mengumpulkan data melalui observasi. Aktivitas dalam pembelajaran bakteri dapat
dilakukan seperti berikut ini:
- Membaca buku-buku mikrobiologi atau sumber lain untuk mendapatkan informasi
pendukung.
- Melakukan pengamatan terhadap koloni bakteri yang ditumbuhkan pada cawan Petri
dan · menghitungnya dengan
menggunakan colony
counter.
[image:7.618.13.412.22.509.2](3) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya, misalnya:
- Siswa menggambarkan berbagai bakteri penyebab penyakit dalam bentuk poster dan
ditempelkan di dlnding sekolah. - Siswa membuat penggolongan bakteri.
Siswa membuat laporan kegiatan praktikum tentang bakteri.
(4) Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, ternan sekelas, a tau
audiensyang lain.
- Siswa menyajikan hasil karyanya di depan kelas.
- Siswa memberikan tanggapan terhadap hasil karya temannya, dan memberikan tanya
jawab di kalangan siswa.
- Siswa memunculkan ide-ide baru berkaitan dengan bakteri.
- Siswa menempelkan poster-poster bakteri sebagai hasil karyanya di dinding sekolah.
4.
Masyarakat
Betajar
(Learning
Community)
Dalam pendekatan kontekstual, kegiatan pembelajaran dilakukan dalam kelompok-kelompok belajar. Kelompok belajar dibentuk oleh guru dengan memperhatikan karakteristik siswa. Dalam kelompok belajar terdapat kemampuan siswa yang berbeda atau dapat juga berbeda dari faktor jenis kelamin. Keadaan kolompok yang bersifat heterogen ini memungkinkan siswa yang pintar akan
mengaJan siswa
yang
Jemah.Siswa
yang pendiam akan terbuka untuk mengajukan pertanyaan pada siswa yang cerdas.Pada
proses
pembelajaran materi bakteri sebaiknya siswa dibagi dalam kelompok-kelompok heterogen. Hal ini memungkinkan siswa berkomunikasi untuk berbagi gagasan dan pengalaman serta bekerja sama untuk memecahkan masalah. Dalam aktivitaslearning community
atau masyarakat belajar menurut Nurhadi dan Senduk (2003) hasil kerja kelompok lebih baik daripada kerja secara individual.Softski/1 juga akan dapat terbentuk
dalam aktivitas pembelajaran. Leaming
community
mendptakan situasi dan kondisiyang memungkinkan seseorang siswa belajar dengan siswa lainnya.
Beberapa
contoh softski/1 dapat dibentuk melalui aktivitas belajar ini, menurut Nurhadi dan Senduk (2003) yaitu: (1) Ada rasa tanggung jawab · dan kerja sama antara anggota kelompok untuk saling memberi dan menerima; (2) Ada kemauan untuk menerima pendapat orang lain; (3)Ada
kesediaan untuk rnenghargai pendapat orang lain; dan (4) Ada rasa tanggung jawab kelompok, semua anggota dalam kelompok mempunyai tanggung jawab yang sama.sNp・セ。ョHnセゥセ@
Dalam pembelajaran bakteri sebenamya dapat memungkinkan siswa terampil dalam mengisolasi bakteri dari biakan campuran menjadi biakan mumi. Siswa juga dapat rnelafalkan nama-nama bakteri yang kadang-kadang masih sulit bagi siswa. Untuk itu, guru bukan satu-satunya model, tetapi siswa yang lainnya dapat dijadikan model bagi siswa
secara
keseluruhan. Sardiman · (2007) menyatakan bahwa dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa.セjuAZAArAQAnaセlZjpZZAゥ・AAAョ。。。AAZ「、AAZAAAゥ。AAAョセkセ・・ー。AAャ、。AAANAAm。ウAeAャカオ。AASイ。AAAォZAAA。エキvANAZッQAAZᄋNNNAQNRUNAZAnセッZZANUVセtィANAAョセ@ • N。xvNNANNNNN]jAAAオAANAゥョャオRPPセYセ@ _ _ _ _ _ _ 44
PEN
Guru dapat ュ・ュ「・イゥォ。セ@
bagaimana cara penggun_aan m!kroS menggunakan jarum mokulaSI, menggunakan
colony
counter.
Sar (2008) menyatakan bahwa . asas /11()(Jadalah proses pembelaJaran . de memperagakan sesuatu ウ・セ。ャ@
a
yang dapat ditiru oleh setiapti
Sardiman (2007) menambahkan . dengan pemberian model yang、ャセエ@
oleh guru, maka siswa dapat ュセ@ menggunakan model yang telah d1lak Ini bertujuan untuk rnencapai kom yang harus dicapai.&.
Penllaian Sebenamya
(A4
aウウ・ssュエnセエj@
oatam kegiatan
pem
materi bakteri bahwaー・ョゥセ。ゥセョ@
tidak dilakukan untuk mencapa• .ongkatセ@
siswa, tetapi jugaォ・エ・イ。ュセャセョ@
セ。ョ@
tOteh sebab itu, bentuk
ー・セQャ。Q。ョ@
エゥ、。セ@
dengan tes tertulis, tetapl、。セエN@
、ャセ@
dengan observasi tehadap 。セエ。ウ@ dalam kelompok, aktivitas s•swa_ kegiatan tanya jawab,ーセョエ。ウ@
laporan praktikum,
ーッウエセセ@
UQセ。L@
dafj belajar siswa. Hal '"' se)alan pendapat Sardiman (2007) 「。ィセ@ penerapan asesmen autentik pengumpulan data memberikanga
perkembangan belajar siswa. 7. Refleksi ( Reflektion)Sanjaya (2008) menyataka refleksi adalah
proses .
ー・ョセe@ pengalaman yang telah d1pela)a dilakukan dengan cara mengurutkan kejadian-kejadian atauJ
pembetajaran yang ditatuinya. Nu Senduk (2003) menambahkan melalui refleksi siswa dapat .mer
gambaran temadap ォセL。セョ@pengetahuan yang baru saja ditenllJ Reatisasi petaksanaan datam materi bakteri dapat dengan memberikan kesempatan
yang
lemah. Siswa yangセォ。@
untuk mengajukan Slswa yangcerdas.
proses pembeJajaran materi
siswa
dibagi dalam . heterogen. Hal iniSlswa
beri<omunikasi untuk dan pengalaman serta untuk memecahkan masalahleiJming community
。エ。セ@
menurut Nurhad; dan
kerja
kelompoklebih
secara Individual. Juga akan dapat terbentuk
pembefajaran. Leaming
llel14ciot:t!Gin
situasi
dan kondisi. seseorang
siswa
Slswa
lainnya. Beberapa.
セ。ー。エ@
dibentuk melaluiセュL@ menurut Nurhadi dan yaitu: (1) Ada rasa tanggung ウ。セ@ antara anggota salrng memberi dan
Ada
kemauan untuk orang lain; (3)Ada
menghargai pendapat (4)
Ada
rasa tanggung semua anggota dalam tanggung jawab yang(Modeling)
pembelajaran bakteri memungkinkan siswa mengiso/asi bakteri dari menjadi biakan mumi. melafalkan nama-nama
masih sulit bag; guru bukan satu-satunya yang lainnya dapat bagi siswa secara
""rnllm"n (2007) menyatakan
pembelajaran kontekstual
I
model. Model dengan melibatkan siswa.
PENERAPANIPTEKS
Guru dapat memberikan
model
bagaimana cara penggunaan mikroskop, menggunakan jarum inokulasi, dan menggunakan colony counter. Sanjaya (2008) menyatakan bahwa asas modelingadalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Sardiman (2007) menambahkan bahwa dengan pemberian model yang dilakukan
oteh
guru, maka siswa dapat meniru dan menggunakan model yang telah dilakukan. Ini bertujuan untuk mencapai kompetensi yang harus dicapai.6. Penllaian Sebenamya
(Authentic Assessment'}Dalam kegiatan pembelajaran materi bakteri bahwa penilaian tidak hanya dilakukan untuk mencapai tingkat kognitif . siswa, tetapi juga keterampilan dan afektif. Oleh sebab itu, bentuk penilaian tidak hanya dengan tes tertulis, tetapi dapat dilakukan dengan observasi tehadap aktivitas siswa dalam kelompok, aktivitas siswa dalam l<egiatan tanya jawab, presentasi siswa, laporan praktikum, poster siswa, dan jumal belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Sardirnan (2007) bahwa dengan penerapan asesmen autentik proses pengumpulan data memberikan gambaran perkembangan belajar siswa.
1. Refleksi ( Reflelction)
Sanjaya (2008) menyatakan bahwa refleksi adalah
proses
pengendapan pengalarnan yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang dilaluinya. Nurhadi dan Senduk (2003) menambahkan bahwa melalui refleksi siswa dapat memberikan gambaran terhadap kegiatan atau pengetahuan yang baru saja diterimanya.Realisasi pelaksanaan refleksi dalam materi bakteri dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk membuat catatan dalam bentuk jumal belajar siswa. Jumal belajar dapat dibuat pada buku lsi 32 lembar yang senantiasa ditulis siswa sesudah belajar bakteri baik di sekolah rnaupun di rumah atau di labarotorium. Refleksi dapat juga dijadikan sebagai alat penilaian apakah siswa sudah memiliki kernajuan belajamya. C.
Penutup
Pembelajaran materi bakteri dengan penerapan pendekatan konstekstual diharapkan siswa rnampu menguasai substansi secara baik dan dapat rnengaplikasikan rnateri dalam kehidupan nyata siswa. Pendekatan kontekstual dapat dlterapkan pada materl bakterf karena pada materi ini siswa diharapkan memiliki kompetensi yang komprehensif tidak saja kognitif, tetapi afektif dan juga
psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2002. Manajemen Peningkatan
Mutu BerfJasis Sekolah. Buku 5
Pembelajaran Kontekstual
Departernen Pendidikan Nasional, Direktorrat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah L.anjutan Tingkat Pertama.
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi: Menguak
Dunia Mikroorganisme. Bandung: 01.
Yrama Widya.
Johnson, Elaine
B.
2008.
Contextual Teaching and Learning: MenjadikanKegiatan Be/ajar Mengajar
Mengasyikkan dan Bermakna.
Pnerjemah Ibnu Setiawan. Bandung: Mizan Learning Center.
Muslich, Masnur. 2008. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan kッョエ・ウォエオ。セ@
Panduan bagi Guro, Kepala Sekolah,
PENERAPANIPTEKS
dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Bumi
Aksara.
Nurhadi.
2002.
Pendekatan Kontekastual.Jakarta: Departemen Pendidikan
Direktorat Jenderal Nasional,
Pendidikan Direktorat Pertama.
Dasar dan Menengah,
Nurhadi dan Agus
Pembelajaran
llenerapannya UM
Press.
Pendidikan Lanjutan
Gerrad
Senduk. 2003.Kontekstual dan
dalam KBK. Malang:
Sanjaya, Wina.
2008.
StrategiPembelajaran
Berorientasi Standar
Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sardiman, A.M. 2007. Jnteraksi dan
Motivasi
Be/ajar
Mengajar. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.
セjuセrセnセaZ]lキpNNZZ・ZNZNZョNNLァ。LNL「、]ゥ。ZNZNZョNNNZN[kZZ・。ZZZー。、。]NNNLm。]ウケ@ ... a:.:..:ra::.:;k:.=at::...V::..:o=I • NNNNLQBBUNNZNZnセッNZZNZUVセtィNNLNョNZZNN@ • ..,XV.::...::J"'u..,ni...,2009='---46
MANAJEMEN DATA LPM SEB
Aspek pendukung pentin lembaga pengabdian kepada n manajemen yang mampu, mengc dilakul<an dengan terencana da pengelolaan rnanajemen sangat l manusia. Data merupakan
ヲ。セ@
kuantitatif, dan kualitatif. Mana)f informasi yang mencakup semi organisasi yang akurat, tepat、。セ@
data mencakup pengumpulan d keamanan, organisasi dan pengcoleh
manusia. Di era lcomputer pengujian data saja, karena kon manajemen data.Kata Kunci : Data, LPM, ICT
Pendahuluan
Salah satu aspek pentingnya keberhasilan ー・ョセ@ sebuah lembaga seperti pengabdian kepada masyaral adalah terselenggaranya manajemen yang mampu, rr sebagian atau keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengc dan terarah dengan cepat, tepa Keberhasilan pengelolaan sangat bergantung kepada ォ・セ@ kelayakan sumber daya manust
Indil<ator kelayakar kelangsungan penyelenggar. tembaga menyangkut 4 h masalah sumber daya m menopang lembaga. Kedua, n lembaga datam melal<sanakl