• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Roa, Roe, Der, Eps, dan Tato Terhadap Return Saham.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Roa, Roe, Der, Eps, dan Tato Terhadap Return Saham."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa pada 24 Juni 2016 berdampak pada perekonomian global termasuk Indonesia. Indonesia mendapat dampak tidak langsung yaitu mempengaruhi pasar dana yang ada di Indonesia. Apabila tidak ada investor yang menanamkan modalnya di pasar modal, perusahaan pun mengalami kekurangan dana. Hal itu dikarenakan kurang mampunya investor dalam menganalisis return dari saham pasar modal melalui laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dapat diukur dengan rasio keuangan perusahaan. Berkenaan dengan hal tersebut, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pengaruh dari rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan manufaktur selama tahun 2012-2015. Adapun rasio keuangan yang digunakan meliputi Return On Assets (ROA), Return

On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), dan Total Assets Turn Over (TATO). Hasil penelitian menunjukan ROA dan TATO

berpengaruh positif terhadap Return Saham, sedangkan ROE, DER, dan EPS tidak memiliki pengaruh terhadap Return Saham. Secara simultan, paling sedikit terdapat satu variabel bebas yang mempengaruhi Return Saham.

(2)

ABSTRACT

Britain's decision out of the European Union on June 24, 2016 impact on the global economy, including Indonesia. Indonesia received indirect impacts that affect the fund market in Indonesia. If there are no investors who invest in the stock market, the company was experiencing a lack of funds. That's because an unqualified investors in analyzing the stock market return of capital through the financial statements. Analysis of the financial statements can be measured by the company's financial ratios. In this regard, the research try to know the influence of financial ratios on stock returns in manufacturing companies during the years 2012-2015. The financial ratios used include Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), and Total Assets Turn Over (TATO). The results showed ROA and TATO positive influence on Stock Return, while ROE, DER, and EPS does not have an influence on Stock Return. Simultaneously, at least there is one independent variable which affects the Stock Return.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... v

KATA PENGANTAR ... vi

1.4 Kegunaan Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 10

2.1 Tinjauan Pustaka ... 10

2.1.1 Teori Sinyal ... 10

2.1.2 Laporan Keuangan ... 11

(4)

2.1.4 Rasio Keuangan ... 12

2.2 Kerangka Pemikiran ... 24

2.3 Pengembangan Hipotesis ... 26

BAB III METODE PENELITIAN... 30

3.1 Objek Penelitian ... 30

3.2 Populasi dan Sampel ... 30

3.3 Metode Penelitian ... 36

3.4 Jenis dan Sumber Data ... 36

3.5 Operasional Variabel ... 37

3.6 Teknik Analisis Data ... 40

3.6.1 Uji Normalitas ... 40

(5)

3.6.2.1 Uji Multikolinearitas ... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45

(6)

Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS),

dan Total Assets Turn Over (TATO) terhadap Return Saham ... 58

4.3 Perbandingan dengan Hasil Penelitian Terdahulu ... 59

BAB V PENUTUP ... 61

5.1 Simpulan ... 61

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 62

5.3 Saran ... 62

5.3.1 Saran Implikasi Manajerial ... 62

5.3.2 Saran Akademisi ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 64

LAMPIRAN ... 68

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 16

Tabel 3.1 Data Populasi Penelitian ... 31

Tabel 3.2 Data Sampel Penelitian ... 32

Tabel 3.3 Definisi Operasional Variabel ... 38

Tabel 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian ... 45

Tabel 4.2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ... 47

Tabel 4.3 Coefficients Multikolinearitas ... 48

Tabel 4.4 Coefficients Heteroskedastisitas ... 49

Tabel 4.5 Run Test ... 50

Tabel 4.6 Coefficients Uji-t ... 51

Tabel 4.7 Anova ... 52

Tabel 4.8 Correlations ... 54

Tabel 4.9 Model Summary ... 55

(8)

DAFTAR GAMBAR

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Usaha Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau yang biasa disebut BREXIT memang bukan isu yang baru. Lebih dari tiga dekade permasalahan ini selalu

menjadi pembahasan baik dalam dunia politik maupun perekonomian di Inggris. Namun, pada hari Jumat, 24 Juni 2016 kemarin, Inggris akhirnya benar benar

memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. Tentu keputusan ini menjadi perhatian masyarakat dunia, karena dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan akan

mempengaruhi laju perekonomian dunia. Hal ini terkait dengan nilai perdagangan Inggris yang cukup signifikan di dalam pasar Eropa itu sendiri dan hilangnya skema pasar bebas dari perdangan Inggris dengan Eropa (Hima ep Unair, 2016 ).

Keputusan Inggris tersebut terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian global. Pada hari itu juga terlihat tiga sektor penting yang

langsung merespon terhadap keputusan inggris untuk keluar dari EU. Dampak yang akan terasa secara langsung adalah di dalam pasar uang global. Ketika terjadi suatu fenomena yang menimbulkan ketidak pastian dalam pasar hal

tersebut menjadi sesuatu yang normal. Dana investasi global akan berpindah ke instrumen safe heaven seperti emas, surat obligasi Amerika, dan mata uang Yen

(Hima ep Unair, 2016 ).

(11)

2

perekonomian dunia. Terdapat poin penting yang harus diperhatikan atas dampak

ekonomi dari fenomena ini seperti Pasar Saham, Kurs Rupiah, dan perdagangan dengan Eropa. Hari Jumat 24 Juni 2016 kemarin IHSG terkoreksi sebesar -2,28%

dan mengingat beberapa komoditas kita masih memiliki stock yang berada di Inggris, tentu hal ini akan sedikit banyak mempengaruhi pasar dana yang ada di indonesia. Selain itu Rupiah yang merupakan Soft Currency tidak berdaya dengan

dampak dari BREXIT (Hima ep Unair, 2016 ). Dollar Amerika yang seketika itu juga terapresiasi cukup tinggi terhadap Poundsterling dan mata uang Yen yang

menjadi pilihan investor global akan mengakibatkan Rupiah semakin ditinggalkan (Hima ep Unair, 2016 ).

Perusahaan dan investor memiliki hubungan timbal balik. Perusahaan membutuhkan dana dari orang yang memiliki kelebihan dana dalam hal ini disebut sebagai investor, sedangkan investor mendapatkan keuntungan dari hasil

pengembalian penanaman modal kepada perusahaan. Pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi, sebab pasar modal dapat menjadi dana

alternatif bagi perusahaan (Lubis, dalam Suherman & Siburian 2013). Berkembangnya dunia bisnis di Indonesia didukung oleh perkembangan pasar modal, maka saham telah menjadi alternatif yang menarik bagi investor untuk

dijadikan obyek investasi mereka (Ganto et al, 2008). Menurut Ang (dalam Bisara & Amanah 2015) salah satu jenis sekuritas yang paling popular di pasar modal

adalah sekuritas saham.

Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu atau institusi dalam perusahaan. Seorang investor tentunya memiliki

(12)

3

berupa saham di suatu perusahaan. Saham yang dinilai baik adalah saham yang

mampu memberikan return realisasi yang tidak terlalu jauh dari return ekspektasi (Bisara & Amanah, 2015:235). Return dapat dikatakan sebagai hasil dari

berinvestasi (Jogiyanto, 2013). Dalam berinvestasi, investor yang rasional akan mempertimbangkan dua hal yaitu pendapatan yang diharapkan (expected return) dan risiko (risk) yang terkandung dalam alternatif investasi yang dilakukan

(Suherman & Siburian, 2013). Seorang investor melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan return sesuai yang diinginkan, dengan melakukan analisis

sendiri pada perilaku perdagangan suatu saham, ataupun dengan menggunakan sarana yang sudah disediakan analis di pasar modal, contohnya dealer, broker, dan

juga para manajer investasi (Gunadi & Kesuma, 2015). Oleh karena itu, dalam berinvestasi sekuritas saham investor akan lebih menyukai perusahaan yang dapat memberikan return yang cenderung lebih tinggi (Astiti, Sinarwati, & Darmawan,

2014).

Return saham adalah keuntungan yang diperoleh dari kepemilikan saham

investor atas investasi yang dilakukannya, yang terdiri dari deviden dan capital

gain/loss (Hutagalung, 2015). Menurut Husnan (dalam Bisara & Amanah, 2015)

seorang investor atau calon investor dalam membuat keputusan untuk membeli

sejumlah saham suatu perusahaan, dengan terlebih dahulu melakukan analisis terhadap saham tersebut. Hal ini bertujuan untuk melihat kualitas, prospek, dan

tingkat risiko saham. Untuk pengambilan keputusan tersebut, para pelaku bisnis dan pemerintah membutuhkan informasi tentang kondisi dan kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan merupakan pertimbangan untuk investor dalam

(13)

4

diharapkan harga saham meningkat dan akan memberikan keutungan (return)

saham bagi investor (Bisara & Amanah, 2015). Menurut Gaspersz (dalam Dini & Nurhayati 2015) untuk mengukur kinerja suatu perusahaan, investor biasanya

melihat kinerja keuangan yang tercermin dari berbagai macam rasio.

Salah satu indikator rasio pengukuran kinerja keuangan yang sering digunakan adalah Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) pada

rasio profitabilitas yang dapat melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Hal ini membuat investor menjadi tertarik untuk membeli saham perusahaan serta

berdampak pada harga saham yang semakin meningkat dan diikuti dengan tingkat

return saham yang tinggi (Gunadi & Kesuma, 2015).

Pada rasio solvabilitas diambil Debt to Equity Ratio (DER) yang merupakan rasio yang membandingkan jumlah hutang terhadap ekuitas yang artinya mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka

panjangnya. Rasio ini sering digunakan para analis dan para investor untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan ekuitas yang dimiliki

oleh perusahaan atau para pemegang saham (Analisa Saham Indonesia, 2013). Hal ini penting untuk investor yang akan menentukan apakah investor mau membeli saham dari perusahaan yang memiliki hutang yang lebih besar dari ekuitasnya

karena kemungkinan sangat kecil untuk perusahaan dapat membayar lunas hutangnya.

Pada rasio pasar diambil Earning Per Share (EPS) yang difungsikan untuk mengetahui uang yang dihasilkan dari hasil penanaman modal saham yang diakibatkan dari mahal atau murahnya harga suatu saham. Earning Per Share

(14)

5

saham tinggi dan hal ini akan menarik minat investor untuk membeli saham

perusahaan tersebut (Suherman & Siburian, 2013).

Pada rasio aktivitas diambil Total Assets Turn Over (TATO) yang

menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan tertentu (Syamsuddin, dalam Riadi 2013). Total

Assets Turn Over (TATO) menggambarkan kecepatan perputaran total aktiva

yang diukur dengan volume penjualan.

Peneliti tidak memasukan rasio likuiditas berdasarkan pendapat Hanafi &

Halim (1996:77) dalam bukunya mengatakan bahwa rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan relatif tidak penting

dibandingkan rasio solvabilitas.

Beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham, yang pertama penelitian oleh GD Gilang Gunadi

& I Ketut Wijaya Kesuma (2015) membuktikan bahwa Return On Assets (ROA),

Debt to Equity Ratio (DER), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap

Return Saham. Kemudian penelitian oleh Maya Dini & Nurhayati (2008)

membuktikan bahwa Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Penelitian selanjutnya oleh Jullimursyida

Ganto, Muamar Khadafi, Wahyuddin Albra, & Gazali Syamni (2008) mengatakan bahwa Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap Return Saham

sedangkan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap Return Saham. Penelitian berikutnya oleh Chadina Ari Astiti, Ni Kadek Sinarwati, & Nyoman Ari Surya Darmawan (2014) mengatakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER)

(15)

6

Amanah (2015) membuktikan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Total

Assets Turn Over (TATO) tidak berpengaruh terhadap Return Saham, sedangkan

Return On Assets (ROA) berpengaruh terhadap Return Saham. Penelitian

berikutnya oleh Suherman & Anwar Siburian (2013) membuktikan bahwa

Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap Return Saham sedangkan

Debt to Equity Ratio (DER) dan Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap

Return Saham. Peneliti selanjutnya adalah Diah Ismayanti & Meina Wulansari

Yusniar (2014) mengatakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Earning Per

Share (EPS) memiliki pengaruh terhadap Return Saham, sedangkan Return On

Equity (ROE) tidak memiliki pengaruh terhadap Return Saham. Penelitian

selanjutnya oleh Devy Ariyanti Andy Sasmita & Lailatul Amanah (2013) mengatakan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap Return Saham. Kemudian penelitian selanjutnya oleh Ida Nuryana (2013) mengatakan

bahwa Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Assets

Turn Over (TATO) berpengaruh terhadap Return Saham. Penelitian selanjutnya

oleh Ajeng Ika Ariyanti dan Suwitho (2016) mengatakan bahwa Current Ratio (CR), Total Assets Turn Over (TATO), Net Profit Margin (NPM), dan Return On

Assets (ROA) berpengaruh terhadap Return Saham.

Dari penelitian terdahulu masih terdapat ketidakonsistenan hasil-hasil peneliti terdahulu. Hal tersebut mendorong peneliti untuk meneliti lebih lanjut

dengan judul “PENGARUH ROA, ROE, DER, EPS, DAN TATO

TERHADAP RETURN SAHAM”. Peneliti menggunakan perusahaan manufaktur karena perusahaan manufaktur memiliki peran yang cukup dominan

(16)

7

3. Apakah secara parsial terdapat pengaruh positif Debt to Equity Ratio (DER)

terhadap Return Saham?

4. Apakah secara parsial terdapat pengaruh positif Earning Per Share (EPS)

terhadap Return Saham?

5. Apakah secara parsial terdapat pengaruh positif Total Assets Turn Over

(TATO) terhadap Return Saham?

6. Apakah secara simultan terdapat pengaruh Return On Assets (ROA), Return

On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS),

dan Total Assets Turn Over (TATO) terhadap Return Saham?

1.3Tujuan Penelitian

1. Untuk menguji dan menganalisis secara parsial pengaruh positif Return On

Assets (ROA) terhadap Return Saham.

2. Untuk menguji dan menganalisis secara parsial pengaruh positif Return On

Equity (ROE) terhadap Return Saham.

3. Untuk menguji dan menganalisis secara parsial pengaruh positif Debt to

Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham.

(17)

8

5. Untuk menguji dan menganalisis secara parsial pengaruh positif Total Assets

Turn Over (TATO) terhadap Return Saham.

6. Untuk menguji dan menganalisis secara simultan terdapat pengaruh Return

On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER),

Earning Per Share (EPS), dan Total Assets Turn Over (TATO) terhadap

Return Saham.

1.4Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi: 1. Praktisi

a. Investor

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu investor dalam menentukan pilihannya menanam modal terutama saham dalam suatu perusahaan. Investor

dapat mempertimbangkan kinerja keuangan (ROA, ROE, DER, EPS, dan TATO) dalam mengambil keputusan berinvestasi, sehingga tidak mengalami kerugian

dalam berinvestasi.

b. Manajemen Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu manajemen perusahaan dalam

mengelola kinerja keuangan perusahaannya terutama bagi perusahaan go public (Tbk) karena masyarakat dapat melihat dan menilai kinerja perusahaan tersebut

(18)

9

2. Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat mengkonfirmasi teori atau penelitian terdahulu mengenai kinerja keuangan (ROA, ROE, DER, EPS, dan TATO) terhadap Return

(19)

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis ada pengaruh Return On

Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Earning

Per Share (EPS), dan Total Assets Turn Over (TATO) terhadap Return Saham.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Penolakan terhadap H0 untuk ROA secara parsial, jadi terdapat pengaruh positif

Return On Assets (ROA) terhadap Return Saham sebesar 18.40%.

2. Penerimaan H0 untuk ROE secara parsial, jadi tidak terdapat pengaruh Return

On Equity (ROE) terhadap Return Saham.

3. Penerimaan H0 untuk DER secara parsial, jadi tidak terdapat pengaruh Debt to

Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham.

4. Penerimaan H0 untuk EPS secara parsial, jadi tidak terdapat pengaruh Earning

Per Share (EPS) terhadap Return Saham.

5. Penolakan terhadap H0 untuk TATO, jadi terdapat pengaruh positif Total Assets

Turn Over (TATO) terhadap Return Saham sebesar 9.12%.

6. Penolakan terhadap H0 untuk pengujian secara simultan, jadi terdapat pengaruh simultan paling sedikit satu variabel bebas [Return On Assets (ROA), Return On

(20)

62

Assets Turn Over (TATO)] terhadap Return Saham sebesar 19.2% sedangkan

sisanya 80.8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Dalam pembuatan penelitian ini peneliti mengalami keterbatasan, yaitu keterbatasan waktu penelitian. Sedangkan keterbatasan dalam penelitian ini adalah:

1. Penelitian ini terlalu banyak kriteria sampel sehingga sampel menjadi lebih sedikit.

2. Penelitian ini hanya menganalisis empat rasio keuangan dari lima rasio keuangan, rasio yang tidak peneliti gunakan adalah rasio likuiditas.

5.3 Saran

5.3.1 Saran Implikasi Manajerial

Saran untuk praktisi adalah untuk mendapatkan return saham yang yang diharapkan para praktisi dapat mempertimbangkan ROA dan TATO suatu

perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tetapi para praktisi tidak dapat hanya membandingkan ROA dan TATO perusahaan karena tidak selamanya ROA dan TATO suatu perusahaan dapat dikatakan baik karena ada

(21)

63

5.3.2 Saran Akademisi

Saran untuk penelitian selanjutnya:

1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji lebih banyak sampel

dengan mengurangi kriteria sampel, atau pun dengan menambah tahun subjek penelitian.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis variabel dengan

mewakili lima rasio yang ada, yaitu dengan menambah rasio likuiditas pada penelitian ini.

(22)

PENGARUH ROA, ROE, DER, EPS,

DAN TATO TERHADAP

RETURN SAHAM

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh

Sidang Sarjana Strata 1 (S-1)

Oleh

GLADYS TANARA

1351007

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(23)

THE INFLUENCE OF ROA, ROE, DER,

EPS, AND TATO TOWARD

STOCK RETURN

A Thesis

In Partial Fulfilment of The Requirements for The Degree of

Bachelor of Science in Accounting

By

GLADYS TANARA

1351007

BACHELOR PROGRAM IN ACCOUNTING

FACULTY OF ECONOMICS

MARANATHA CHRISTIAN UNIVERSITY

BANDUNG

(24)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala penyertaan, dan kasihNya sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini tepat pada waktunya.

Penulis menyadari tugas akhir ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis menerima segala kritik dan saran agar tugas akhir ini lebih bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dan memberikan informasi bagi seluruh pihak yang membacanya.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. Mathius Tandiontong, S.E., M.M., Ak., CA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung.

2. Ibu Elizabeth I. Marpaung, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung. 3. Bapak Drs. Soddin Mangunsong M.Si., Ak., selaku dosen wali yang telah

memberikan dorongan selama penulis kuliah.

4. Ibu Lidya Agustina, S.E. M.Si., Ak., CA., selaku dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu dan tenaga untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis dalam penyusunan tugas akhir ini.

5. Seluruh staf dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung.

6. Orang tua dan keluarga saya yang selalu memberikan doa, semangat, dan dukungan baik moril maupun materil.

7. Saudara saya yang memberikan saran untuk pengerjaan tugas akhir ini. 8. Linda Senjaya yang membantu dalam pengolahan data tugas akhir ini. 9. Sahabat-sahabat terdekat: Levianna Setiawaty, Hanny Romanti,

Valenciana Utari Goenarto, Brigitte Tirza Soleman, Kevin Reinaldo yang selalu memberi semangat dalam pengerjaan tugas akhir, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini tepat waktu.

10.Pihak lainnya yang telah membantu dalam proses penyusunan tugas akhir ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Akhir kata, penulis berharap tugas akhir ini dapat berguna dan memberi nilai tambah serta wacana baru bagi semua pihak yang membacanya.

Bandung, Januari 2017

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Analisa Saham Indonesia: DER. (2013). Diakses pada 14 September 2016, dari

http://tradingbyknowledge.blogspot.co.id/2013/07/debt-to-equity-ratio-der.html

Analisa Saham Indonesia: ROA. (2013). Diakses pada 14 September 2016, dari

http://tradingbyknowledge.blogspot.co.id/2013/07/return-on-assets-roa.html

Analisa Saham Indonesia: ROE. (2013). Diakses pada 14 September 2016, dari

http://tradingbyknowledge.blogspot.co.id/2013/06/return-on-equity-roe.html

Arifin, J. (2008). Statistik Bisnis Terapan dengan Microsoft Excel 2007. Jakarta :

PT. Elex Media Komputindo Bursa Efek Indonesia. Diakses pada 17 September 2016, dari www.idx.co.id

Ariyanti, A.I. & Suwitho. (2016). Pengaruh CR, TATO, NPM, dan ROA Terhadap

Return Saham. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, vol 5, hal 1-16.

Astiti, C. A., dkk. (2014). Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap

Return Saham (Studi pada Perusahaan Otomotif dan Komponen di Bursa

Efek Indonesia tahun 2010-2012). E-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan

Ganesha, vol 2, hal 1-10.

Bisara, C. & Amanah, L. (2015). Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return

(26)

65

Dini, M. & Nurhayati. (2015). Pengaruh Kinerja Keunagan terhadap Return

Saham pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia. Jurnal Akuntanika, vol 1, hal 1-12.

Fahmi, I. (2014). Analisa Laporan Keuangan. Lampulo: Alfabeta.

Ganto, J., dkk. (2008). Pengaruh Kinerja Kuangan Perusahaan Manufaktur

terhadap Return Saham di Bursa Efek Indonesia. Media Riset Akuntansi,

Auditing dan Informasi, vol 8, hal 85-96.

Giri, M. (2013). Uji Aumsi Klasik (Sebagai Syarat Uji Regresi Berganda dan

Sederhana). Diakses pada 14 Oktober 2016, dari

http://girimahendra.blogspot.co.id/2013/05/uji-asumsi-klasik-sebagai-syarat-uji.html

Gunadi, G.G. & Kesuma, IK. W. (2015). Pengaruh ROA, DER, EPS Terhadap

Return Saham Perusahaan Food and Beverage BEI. E-Jurnal Manajemen

Unud, vol 4, hal 1636-1647.

Hanafi, M. M. (2008). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.

Hanafi, M. M., & Halim, A. (1996). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Hanafi, M. M., & Halim, A. (2000). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta:

(27)

66

Hutagalung, M.N. (2015). Definisi Return Saham Menurut Ahli. Diakses pada 14

September 2016, dari http://kumpulan-artikel-sekolah.blogspot.co.id/2015/10/definisi-return-saham-menurut-ahli.html

Ismayanti, D. & Yusniar, M.W. (2014). Pengaruh Faktor Fundamental dan

Risiko (Beta) terhadap Return Saham pada Perusahaan yang termasuk

dalam Indeks LQ45. Jurnal Wawasan Manajemen, vol 2, hal 1-20.

Kasmir. (2008). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Kasmir. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Nasyiffa, N. (2011). Rasio Pasar. Diakses pada 14 September 2016, dari http://nadiranasyiffa.blogspot.co.id/2011/10/rasio-pasar.html

Nuryana, I. (2013). Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Return Saham

Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi Aktual, vol 2,

hal 57-66.

Pengertian Dan Jenis-Jenis Return Saham Menurut Ahli. (2015). Diakses pada 14

September 2016, dari

http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-dan-jenis-jenis-return-saham.html

Return Saham : Pengertian dan Data Historis. Diakses pada 14 September 2016,

dari http://www.sahamok.com/return-saham/

Riadi, M. (2013). Rasio Aktivitas. Diakses pada 14 September 2016, dari

(28)

67

Riadi, M. (2013). Rasio Profitabilitas. Diakses pada 14 September 2016, dari

http://www.kajianpustaka.com/2012/12/rasio-profitabilitas.html

Sasmita, D. A. A. & Amanah, L. (2013). Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap

Return Saham. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, vol 2, hal 1-21.

Sugiyono. (2003). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas.

Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung :

Penerbit Alfabeta.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Suherman & Siburian, A. (2013). Pengaruh Earning Per Share, Debt To Equity

Ratio, Return On Equity, dan Price To Book Value terhadap Return Saham.

Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, vol 4, hal 16-30.

Susan, I. (2005). Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1994) Kamus Besar Bahasa Indonesia [Edisi Kedua]. Jakarta: Balai Pustaka

Unair, H.E. (2016). Inggris Keluar dari EU, Apa Dampaknya Bagi Perekonomian

Indonesia. Diakses pada 26 September 2016, dari

http://himaep57unair.blogspot.co.id/2016/07/inggris-keluar-dari-eu-apa-dampakanya.html

Gambar

Tabel 2.1

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian dari percobaan yang telah dilakukan pada komposisi phosphogypsum : pasir silica = 20 : 40 dengan variable penambahan foam agent untuk pembuatan bata

Ditambahkan oleh Flechner (1974), jika terkait pemerintah, tujuan Bank Tanah dapat mencakup (i) membentuk pertumbuhan wilayah; (ii) menata perkembangan kota; (iii)

Hubungan Banyaknya Media Massa dengan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMU. Negeri

Penyusunan Laporan Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Sistem Informasi S-1 pada Fakultas Tehnik

Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa

Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil.Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan

Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon ijin dan bantuan bagi mahasiswa yang bersangkutan agar dapat melakukan penyebaran angket di tempat yang Bapakllbu pimpin.

Besarnya NOM menunjukkan bahwa pendapatan operasi dikurangi dana bagi hasil dikurangi biaya operasional lebih besar dari rata-rata aktiva produktif, sehingga dengan