• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artinya semakin tinggi konsep diri yang dimiliki remaja, maka cenderung tinggi penerimaan diri pada remaja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Artinya semakin tinggi konsep diri yang dimiliki remaja, maka cenderung tinggi penerimaan diri pada remaja"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara Konsep Diri dengan Penerimaan Diri pada remaja korban bullying di Kota Kupang. Hal tersebut dapat dilihat dari koefisien korelasi (rxy) sebesar = 0,442 dan (p<0.01). Artinya semakin tinggi konsep diri yang dimiliki remaja, maka cenderung tinggi penerimaan diri pada remaja. Sebaliknya, semakin rendah konsep diri yang dimiliki remaja, maka cenderung rendah penerimaan diri pada remaja korban bullying di Kota Kupang.

Hasil kategorisasi dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja memiliki penerimaan diri yang rendah dengan persentase sebanyak 58,30% dan konsep diri yang rendah dengan persentase sebanyak 51,70%. Hasil penelitian ini memperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,196. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel konsep diri pada remaja korban bullying di Kota Kupang memiliki kontribusi sebesar 19,6% terhadap penerimaan diri. Sisanya 80,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pemahaman diri, harapan yang realistis, tidak hadirnya hambatan-hambatan dari lingkungan, tingkah laku sosial yang mendukung, tidak adanya tekanan emosi yang berat, sukses yang terjadi, dan lain-lain.

(2)

B. Saran

Saran yang dapat diberikan berdasarkan dari hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1. Saran kepada remaja dan Universitas

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar remaja di Kota Kupang pernah menjadi korban bullying, sehingga disarankan kepada remaja yang memiliki konsep diri dan penerimaan diri yang rendah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan meningkatkan konsep diri dan penerimaan diri. Bagi pihak Universitas, hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran penerimaan diri dan konsep diri pada remaja, sehingga dapat menjadi masukan untuk mengadakan pelatihan yang dapat meningkatkan konsep diri dan penerimaan diri pada remaja.

2. Saran kepada peneliti selanjutnya

Hasil penelitian menunjukan konsep diri pada remaja korban bullying di Kota Kupang memiliki kontribusi sebesar 19,6% terhadap penerimaan diri dan sisanya 80,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor lain yang mempengaruhi penerimaan diri selain konsep diri. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi penerimaan diri yang dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya selain konsep diri antara lain; faktor pemahaman diri, harapan yang realistis, tidak hadirnya hambatan-hambatan dari lingkungan, tingkah laku sosial yang mendukung, tidak adanya tekanan

(3)

DAFTAR PUSTAKA

Adilla, N. (2009). Pengaruh Kontrol Sosial terhadap Perilaku Bullying Pelajar di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kriminologi Indonesia, 5(1) 56-66.

Agustiani, D. H. (2009). Psikologi perkembangan: pendekatan ekologi kaitannya dengan konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja. Bandung: PT Refika Aditama.

Ali, M & Asrori, M. (2009). Psikologi Remaja : Perkembangan Peserta Didik.

Jakarta : PT Bumi Aksara.

Ambarwati, D. (2016). Hubungan konsep diri dengan interaksi sosial siswa kelas IV SD. Journal Basic Education, 5(31), 29-46.

Apriliyanti, A. & Mudjiran, M. R. (2016). Hubungan konsep diri siswa dengan tingkah laku sosial siswa. Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(2), 25–29.

Arthur S. R. & Emily S. R. (2010). Kamus psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Astiza, L., Sumarna, N., & Herik, E. (2022). Konsep diri dengan penerimaan diri pada mahasiswa. Jurnal Sublimasi, 3(2), 162-172.

Azwar, S. (2011). Dasar-dasar psikometri. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Azwar, S. (2015). Penyusunan skala psikologi (edisi kedua). Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Berger, E. M. (1999). The relation between expressed acceptance of self and expressed acceptance of other. Journal of Abnormal Psychology, 17(4), 77-82.

(4)

Brooks, W. D., & Emmert, P. (1976). Interpersonal Community. Brow Company Publisher.

Burns. (1993). Konsep diri : Teori Pengukuran. Perkembangan dan Perilaku.

(Penerjemah : Eddy). Jakarta : Arcan.

Chaplin, J. P. (2012). Kamus lengkap psikologi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Diananda, A. (2018). Psikologi remaja dan permasalahannya. Jurnal ISTIGHNA, 1(1), 116-133.

Ekayamti, E. & Likitaningtyas, D. (2022). Bullying verbal berhubungan dengan penerimaan diri dan harga diri remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 5(1), 53-64.

Ghufron, N. & Risnawita, R. (2014). Teori-teori psikologi. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Hadi, S. (2015). Metodologi riset. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Helmi, A. F. (2005). Konsep dan teknik pengenalan diri. Buletin Psikologi.

Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Hurlock E.B. (1990). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan : Istiwidayati). Jakarta : Erlangga.

Hurlock,E. (1994). Psikologi Perkembangan,Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta:Erlangga

Jamaludin, A., Mazila, G., & Aminuddin H. (2011). The relationship between self-acceptance and response towards student’s academic achievement among students leaders in Universitu Putra Malaysia. International Journal of Instruction, 4(2), 1308-1470.

Jersild, A. T. (1978). The Psychology of Adolenscane. New York. Mc Millan

(5)

Jersild, A. T. (1999). The Psychology of Adolescence. Third Edition, New York : The Macmillan.

Marela, G., Wahab, A., Raymondalexas, C., & Marchira, . (2017). Bullying verbal menyebabkan depresi pada remaja SMA di kota Yogyakarta. Bkm Journal of Community Medicine and Public Health, 33(1), 43–48.

Matthews, D. W. (1993). Acceptance of Self and Others. North Carolina: North Calorina Cooperative Extension Service.

Mintasrihadi, Kharis, A., & Ain, N. (2019). Dampak bullying terhadap perilaku remaja. Ilmu Administrasi Publik, 7(1), 44–55.

Nisa, H., & Sari, M. Y. (2019). Peran keberfungsian keluarga terhadap penerimaan diri remaja. Jurnal Proyeksi, 7(2), 28–35.

Nitte, Y. M., Rafael, A. M. D., Bulu, V. R., & Benu, A. Y. (2022). Sosialisasi resolusi konflik dan pelatihan pencegahan perilaku bullying di SD inpres sikumana 2 kota kupang. Jurnal Pemimpin, 2(1), 18-31.

Novitasari, Y. & Kusmiyanti. (2021). Hubungan konsep diri dengan penerimaan diri narapidana pasca putusan di rutan kelas I Surakarta. Jurnal Reformasi, 11(2), 180-192.

Nurfadilah, Wahyuddin2, M., Irfan (2020). Hubungan konsep diri dengan kecemasan narapidana pada rutan kelas II B Majene Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 38-51.

Nurhansyanah (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada wanita infertilitas. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 1(1), 143-152.

Nurviana, E. V. (2006). Penerimaan diri pada penderita epilepsi. Jurnal Psikologi, 5(1), 27-36.

(6)

Oktaviana, R. (2004). Hubungan antara penerimaan diri terhadap ciri-ciri perkembangan sekunder dengan konsep diri pada remaja puteri SLTPN 10 Yogyakarta. Jurnal PSYCHE, 1(2), 1-11.

Pambudi, P. S. & Wijayanti, D. Y. (2012). Hubungan konsep diri dengan prestasi akademik pada mahasiswa keperawatan. Jurnal Nursing Studies, 1(1), 149 – 156.

Permatasari, V. & Gamayanti, W. (2016). Gambaran penerimaan diri (self-acceptance) pada orang yangmengalami skizofrenia. Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1),139 - 152.

Rahmaningsih, N. D. & Martani, W. (2014). Dinamika konsep diri pada remaja perempuan pembaca teenlit. Jurnal Psikologi, 41(2), 179–189.

Rakhmat, J. (2005). Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung : Rosdakarya.

Ridha, M. (2012). Hubungan antara body image dengan penerimaan diri pada mahasiswa aceh di yogyakarta. Jurnal Empathy, 1(1),111-121.

Ritung, O. P., & Belakang, L. (2017). Agresi pada remaja di sekolah menengah pertama. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 1(6), 24–31.

Simamarta, S. W., Marjohan, & Alijamar. (2017). Kontribusi konsep diri dan keterlibatan orangtua terhadap kemampuan membina rapport dengan teman sebaya serta implikasinya dalam pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 29 Padang. AL-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 7(1), 78-95.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta.

Suwaji, I. & Setiawan, Y. (2014). Hubungan antara penerimaan orang tua dan konsep diri dengan motivasi berprestasi pada anak slowlearner. Jurnal Psikologi Indonesia, 3(3), 283 - 288.

(7)

Visty, S. A. (2021). Dampak bullying terhadap perilaku remaja masa kini the impact of bullying on youth behavior today. Jurnal Intervensi dan Pembangunan (JISP), 2(1), 50-58.

Wulandari, A. R. & Susilawati, L. K. P. A. (2016). Peran penerimaan diri dan dukungan sosial terhadap konsep diri remaja yang tinggal di panti asuhan di bali. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 509-518.

Zakiyah, E. Z., Fedryansyah, M., & Gutama, A. S. (2019). Dampak bullying pada tugas perkembangan remaja korban bullying. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 265-273.

Referensi

Dokumen terkait

Arus hubungan yang positif menandakan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh pada capaian pembelajaran mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang,

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui deskriptif data hubungan perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 SD Negeri 2 Mimbaan

Berdasarkan hasil analisis model structural (SEM) dan analisis moderasi regresi (MRA) yang menguji hipotesis dalam penelitian ini didapatkan hasil antara lain :

Seluruh teman DIV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah membantu, memberikan dukungan dan doa demi kelancaran penyusunan Karya

Menurut UU No 23 Tahun 2011 Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menguji Pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap tingkat produktivas karyawan Pondok Jowi Manahan Surakarta 2019. 2) Untuk

Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Banjar disertai Analisis sintaksis, yang digunakan untuk membantu para pendatang di Banjar

Khusus untuk calon peserta yang mengajukan permohonan tugas belajar secara mandiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c, menyampaikan bukti kelulusan seleksi yang