vii
ABSTRAK
EFEK BUAH MELON SKY ROCKET (Cucumis melo L.)
TERHADAP TEKANAN DARAH
Andita Lavinia Maria Budiono, 2014.
Pembimbing : Ellya Rosa Delima, dr., M.Kes.
Latar belakang Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan yang cukup tinggi prevalensinya. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Pasien hipertensi sebaiknya banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Buah melon memiliki berbagai macam kandungan zat yang memiliki kegunaan dalam bidang kesehatan. Konsumsi melon diteliti dapat menurunkan risiko sindroma metabolik, termasuk hipertensi.
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah buah melon Sky Rocket menurunkan tekanan darah.
Metode Penelitian Bersifat eksperimental kuasi. Penelitian ini dilakukan pada 15 orang perempuan berusia 18-25 tahun. Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam mmHg diukur menggunakan sphygmomanometer air raksa, sebelum dan setelah minum melon Sky Rocket. Analisis data menggunakan uji “t” berpasangan dengan α=0,05.
Hasil Rata-rata tekanan darah setelah meminum melon Sky Rocket sebesar 97.73/64.27 mmHg lebih rendah secara signifikan (p<0,01) daripada sebelum meminum melon Sky Rocket sebesar 109.60/74.93 mmHg.
ABSTRACT
THE EFFECTS OF SKY ROCKET MELON (Cucumis melo L.)
ON BLOOD PRESSURE
Andita Lavinia Maria Budiono, 2014. Tutor : Ellya Rosa Delima, dr., M.Kes.
Background Hypertension is one of the most common disease that cause
death. Hypertension is the third cause of death following stroke and tuberculosis, which reached 6.7% of the mortality population at all ages in Indonesia. Patients with hypertension should consume lots of fruits, vegetables, and low-fat foods that can lower blood pressure. Melon has various kinds of substances which has practicality in health. Consumption of melon was studied may decrease risk of metabolic syndrome, including hypertension.
Objective To find out whether Sky Rocket melon lowers blood pressure.
Methods This research is using quasi-experimental design. This research was conducted in 15 adult women, aged between 18-25 years old. Systolic and diastolic blood pressure in mmHg were measured using a mercury sphygmomanometer, before and after drinking Sky Rocket melon. Statistic
analysis used paired t-test with α=0,05.
Result The mean of blood pressure after drinking Sky Rocket melon was 97.73/64.27 mmHg lower significantly (p<0.01) than the mean before drinking Sky Rocket melon that was 109.60/74.93 mmHg.
Conclusion Sky Rocket melon lowers blood pressure
ix
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
2.1.2 Hubungan Antara Tekanan, Aliran, dan Resistensi ... 8
2.1.3 Arteriol ... 9
2.1.4 Pengukuran Tekanan Darah ... 10
2.1.5 Sistem Renin-Angiotensin ... 11
2.1.6 Kelainan Tekanan Darah ... 13
2.1.6.1 Hipotensi ... 14
2.1.6.2 Hipertensi ... 14
2.1.6.2.1 Hipertensi Primer ... 14
2.1.7 Terapi Hipertensi ... 17
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Bahan, Alat, dan Subjek Penelitian ... 34
3.2.5 Definisi Operasional Variabel ... 36
3.2.6 Prosedur Kerja ... 36
3.2.6.1 Persiapan Sebelum Tes ... 36
3.2.6.2 Pada Hari Tes ... 36
3.2.6.3 Persiapan Bahan Uji ... 37
3.2.6.4 Prosedur Pengukuran Tekanan Darah ... 37
3.2.6.5 Prosedur Penelitian ... 38
3.3 Aspek Etik Penelitian ... 38
3.4 Uji Pendahuluan ... 38
3.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 39
xi
4.1 Hasil dan Pembahasan Penelitian ... 40
4.2 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 42
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 45
5.2 Saran ... 45
DAFTAR PUSTAKA ... 46
LAMPIRAN ... 49
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 2.1 Klasifikasi Tekanan Darah ... 13
Tabel 2.2 Perubahan Gaya Hidup pada Hipertensi ... 19
Tabel 2.3 Kandungan Melon ... 31
Tabel 3.1 Hasil Uji Pendahuluan ... 39
Tabel 4.1 Tekanan Darah Sistolik Sebelum Dan Sesudah Minum Melon Sky Rocket ... 40
Tabel 4.2 Tekanan Darah Diastolik Sebelum Dan Sesudah Minum Melon Sky Rocket ... 41
Tabel 4.3 Tekanan Darah Rerata Sistolik dan Diastolik Sesudah dan Sebelum Minum Melon Sky Rocket ... 41
Tabel L 2.1 Paired Samples Statistics Tekanan Darah Setelah dan Sebelum Minum Melon Sky Rocket... 50
Tabel L 2.2 Paired Samples Correlations Tekanan Darah Setelah dan Sebelum Minum Melon Sky Rocket... 50
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran ... 4
Gambar 2.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah ... 6
Gambar 2.2 Sistem Renin-Angiotensin ... 13
Gambar 2.3 Melon Sky Rocket ... 28
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
Lampiran 1 Informed Consent ... 49 Lampiran 2 Hasil Uji t Berpasangan Untuk Tekanan Darah Setelah dan
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Secara global, hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan yang
cukup tinggi prevalensinya. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3
setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian
pada semua umur di Indonesia. Hipertensi merupakan penyakit yang sangat
berbahaya, karena tidak ada gejala atau tanda khas sebagai peringatan dini.
Sebagian kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi. Keadaan ini tentunya
sangat berbahaya, yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada masyarakat
(Kesehatan, 2010).
Hipertensi dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur, namun
kelompok usia lanjut merupakan kelompok usia yang paling rentan terkena
hipertensi. Kecenderungan berubahnya gaya hidup akibat urbanisasi, modernisasi,
dan globalisasi memunculkan sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan
angka kesakitan hipertensi (Soesanto, 2010).
Dari 38,8 % lanjut usia yang menderita hipertensi hanya 50 % yang berobat se-
cara teratur dan hanya setengahnya yang terkontrol dengan baik, artinya, dari
seluruh penderita hipertensi di lndonesia yang terkontrol dengan baik, jumlahnya
dibawah 10 % (Soesanto, 2010).
Penanganan hipertensi dilakukan bersama dengan diet rendah kolesterol atau
diet tinggi serat dan diet rendah energi bagi penderita hipertensi yang juga
obesitas. Pasien hipertensi sebaiknya banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran,
dan makanan rendah lemak sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Perubahan
pola hidup dapat berupa penurunan berat badan jika overweight, membatasi
konsumsi alkohol, berolahraga teratur, mengurangi konsumsi garam,
mempertahankan konsumsi natrium, kalsium, magnesium yang cukup, dan
pengetahuan dan sikap kepatuhan untuk dapat menyesuaikan penatalaksanaan
hipertensi dalam kehidupan sehari-hari (Rahmat, 2013).
Buah melon memiliki berbagai kandungan zat yang memiliki kegunaan dalam
bidang kesehatan. Konsumsi melon telah diteliti dapat menurunkan risiko
sindroma metabolik, termasuk hipertensi. Dalam studi yang melibatkan ratusan
wanita di Teheran, Iran, menyebutkan bahwa risiko terendah sindroma metabolik
ditemukan pada wanita yang terutama mengonsumsi sayur dan buah yang rendah
kalori, garam, dan lemak serta kaya akan kalium, serat, vitamin C dan asam folat.
Lima buah yang mengandung nutrisi yang baik adalah apel, anggur, melon,
semangka dan pisang (George Mateljan Foundation, 2012); (United States
Department of Agriculture, 2011).
1.2Identifikasi masalah
Apakah buah melon Sky Rocket menurunkan tekanan darah.
1.3Tujuan penelitian
Ingin mengetahui apakah buah melon Sky Rocket menurunkan tekanan darah.
1.4Manfaat Penelitian
Manfaat ilmiah
Diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang buah-buahan, terutama
buah melon dalam menurunkan tekanan darah. Manfaat praktis
Masyarakat diharapkan dapat menggunakan buah melon sebagai salah satu
3 1.5Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
1.5.1 Kerangka Pemikiran
Melon memiliki kandungan kalium kurang lebih 593 mg per cup yaitu pada
236 gr melon. Kalium adalah ion intraselular utama dan dapat menentukan
potensial membran istirahat dan mengatur volume sel. Pembukaan channel kalium
akan menginduksi stimulasi pompa Na+-K+-ATPase, mengubah potensial
membran menjadi lebih negatif (repolarisasi/hiperpolarisasi), mengurangi
masuknya ion kalsium ke dalam sel otot polos pembuluh darah dan meningkatkan
ambilan norepinefrin ke dalam terminal saraf simpatik. Hal ini akan menyebabkan
relaksasi otot polos pembuluh darah dan dilatasi arteriol sehingga menyebabkan
penurunan tekanan darah (Haddy, Vanhoutte, & Feleton, 2006). Kalium juga
dapat menurunkan sekresi renin dan aldosteron sehingga diuresis meningkat,
volume darah menurun dan menyebabkan penurunan tekanan darah (Treasure &
Ploth, 1983).
Melon termasuk dalam keluarga cucurbitaceae mengandung asam amino non
esensial, yaitu citrulline (Dasgan et al, 2009). Citrulline ini akan diubah menjadi
L-arginine, yang akan memproduksi Nitric Oxide dengan bantuan NO synthase (Lerman, Burnett Jr, Higano, McKinley, & Holmes Jr, 1998). Nitric oxide
merupakan salah satu Endothelium-Derived Relaxing Factors (EDRF). EDRF ini
mempunyai fungsi vasodilator dengan menginduksi relaksasi otot polos pembuluh
darah dan meningkatkan aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan
tekanan darah (Bauer & Sotnikova, 2010).
Melon memiliki kandungan adenosin. Analog adenosin yang aktif secara
farmakologi, yaitu 1-methylisoguanosine menyebabkan relaksasi otot polos, yang
dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung (V & Okyayuz, 1988).
Melon juga memiliki efek antioksidan yaitu dari enzim SOD (Superoxide
dismutase) yang mengkatalisis perubahan dari superoksida menjadi oksigen dan hidrogen peroksida (Aflaki, 2012). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran
1.5.2 Hipotesis Penelitian
45
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Buah melon Sky Rocket menurunkan tekanan darah.
5.2 Saran
Melon dapat dikonsumsi sebagai terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah.
Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek melon terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan bentuk sediaan lain dari buah melon untuk melihat efeknya terhadap penurunan
tekanan darah.
Perlu diteliti mengenai berbagai jenis buah melon terhadap efek penurunan tekanan darah.
DAFTAR PUSTAKA
Aflaki, N. (2012). Optimization of Carotenoid Extraction in Peel and Flesh of Cantaloupe (Cucumis Melo L.) with Ethanol Solvent. 28.
Agromedia, R. (2007). Budi Daya Melon. (Astuti, Ed.) Jakarta, Indonesia: PT Agromedia Pustaka.
Bauer, V., & Sotnikova, R. (2010). Nitric oxide--the endothelium-derived relaxing factor and its role in endothelial functions. Gen Physiol Biophys , 4, 319-340.
Dasgan, H. Y., Kusvuran, S., Abak, K., Leport, L., Larher, F., & Bouchereau, A. (2009). The relationship between citrulline accumulation and salt tolerance during the vegetative growth of melon (Cucumis melo L.). PLANT SOIL ENVIRON , 2, 51-57.
George Mateljan Foundation. (2012). What's New and Beneficial About Cantaloupe. Retrieved January 2014, from The world's healthiest foods: http://whfoods.org/genpage.php?tname=foodspice&dbid=17
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2008). Buku Ajar FIsiologi Kedokteran (11th Edition ed.). (L. Y. Rachman, H. Hartanto, A. Novrianti, & N. Wulandari, Eds.) EGC.
Haddy, F. J., Vanhoutte, P. M., & Feleton, M. (2006). Role of potassium in regulating blood flow and blood pressure. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol , 290, 546-552.
Katzung, B. G. (2006). Basic and Clinical Pharmacology (10th edition ed.). (B. G. Katzung, Ed.) San Fransisco: Mc Graw Hill.
Kesehatan, D. (2010, February 13). Hipertensi Penyebab Kematian Nomor Tiga. Retrieved December 2013, from Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=810
Kubo, B. (2012, September). Melon. Retrieved December 17, 2013, from Philippine Medicinal Herbs.
47
Lester, G. (1997, July-September). Melon (Cucumis melo L.) Fruit Nutritional Quality and Health Functionality. Hortechnology , 223.
Mariani, E. (2007). CORE. Retrieved October 31, 2014, from PENGARUH PEMBERIAN JUS PEPAYA, JUS SEMANGKA DAN JUS MELON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK : http://core.kmi.open.ac.uk/display/11725146
Milind, P., & Kulwant, S. (2011). Musk Melon is Eat-Must Melon. International Research Journal of Pharmacy , 52-57.
National Institutes of Health. (2003). The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. U.S Department of Health and Human Services.
Prajnanta, F. (1998). Taksonomi dan Morfologi Tanaman Melon. Retrieved June
18, 2014, from Biologi:
http://biolog-
indonesia.blogspot.com/2013/08/taksonomi-dan-morfologi-tanaman-Rahmat, F. (2013). Pengelolaan Pasien Hipertensi Grade II dengan Pendekatan Medis dan Perilaku. Medula , 1 (1), 31.
Ratna Hany P, E. (2010). Maranatha Repository System. Retrieved October 31, 2014, from EFEK JUS BUAH MELON HONEYDEW (Cucumis melo L) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL PADA PEREMPUAN DEWASA:
http://repository.maranatha.edu/2335/1/0710168_Abstract_TOC.pdf
Sherwood, L. (2011). Fisiologi Manusia : dari sel ke sistem (Vol. VI). (d. N. Yesdelita, Ed., & d. B. Pendit, Trans.) Jakarta, Indonesia: EGC.
Soesanto, E. (2010). Analisis Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Lansia Hipertensi dalam Mengendalikan Kesehatannya di Puskesmas Mranggen Demak. Jurnal Keperawatan , 3 (2), 98-108.
Treasure, J., & Ploth, D. (1983). Role of dietary potassium in the treatment of hypertension. Hypertension , 5, 864-872.
United States Department of Agriculture. (2011). Why Is It Important to Eat Fruit? Retrieved from ChooseMyPlate.Gov:
http://www.choosemyplate.gov/food-groups/fruits-why.html
V, S., & Okyayuz, B. (1988). Role of Adenosine in cerebral metabolism and blood flow. Utrecht, Netherlands: VSP BV.
Warni, D., & Purbiati, T. (2010). Budidaya Melon. Kalimantan Barat.