• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Implementasi Balanced Scorecard Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Almega Sejahtera Bandung).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Implementasi Balanced Scorecard Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Almega Sejahtera Bandung)."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh implementasi

balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan dan untuk mengetahui sebesar besar pengaruh implementasi balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan PT. Almega Sejahtera Bandung. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner tertutup kepada karyawan PT Almega Sejahtera. Selanjutnya, data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan program SPSS. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh implementasi balanced scorecard

terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Implementasi balanced scorecard

memiliki kemampuan yang besar dalam menjelaskan peningkatan kinerja perusahaan. Tingkat pengaruh yang dihasilkan oleh variabel implementasi

balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 69,7% sedangkan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

(2)

viii

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

This study aims to determine whether there is an effect of balanced scorecard implementation to improvement of company’s performance, and to determine the influence of balanced scorecard implementation to improvement of company’s performance on PT. Almega Sejahtera Bandung. The research data used is primary data obtained by distributing enclosed questionnaires to employees of PT Almega Sejahtera. Furthermore, research data are analyzed using simple regression analysis with SPSS program. Statistical analysis showed there is significant effect of balanced scorecard implementation to improvement of company’s performance. Implementation of balanced scorecard has great capability in explaining the increase of company's performance. The degree of influence generated by variable balanced scorecard implementation to improving company's performance showed by coefficient of determination 69.7% while the remaining 30.3% is influenced by other factors not examined.

(3)

DAFTAR ISI

2.3 Pengaruh Implementasi Balanced Scorecard Terhadap Meningkatnya Kinerja Perusahaan... 41

(4)

x

4.1.3 Tanggapan Responden Mengenai Implementasi Balanced Scorecard ... 63

4.1.3.1 Perspektif Keuangan ... 63

4.1.3.2 Perspektif Pelanggan ... 67

4.1.3.3 Perspektif Proses Bisnis Internal ... 70

4.1.3.4 Prespektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ... 74

4.1.4 Tanggapan Responden Mengenai Peningkatan Kinerja Perusahaan (Y) ... 78

4.1.5 Analisis Pengaruh Implementasi Balanced Scorecard Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan ... 91

4.1.5.1 Uji Normalitas Data ... 91

(5)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(6)

xii

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Perspektif Pembelajaran Dan Pertumbuhan ... 61

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Peningkatan Kinerja Perusahaan (Y) ... 62

Tabel 4.6 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Penelitian ... 63

Tabel 4.7 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Keuangan Pernyataan 1 ... 64

Tabel 4.8 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Keuangan Pernyataan 2 ... 64

Tabel 4.9 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Keuangan Pernyataan 3 ... 65

Tabel 4.10 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Keuangan Pernyataan 4 ... 65

Tabel 4.11 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Keuangan Pernyataan 5 ... 66

Tabel 4.12 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Keuangan Pernyataan 6 ... 66

Tabel 4.13 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pelanggan Pernyataan 7 ... 67

Tabel 4.14 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pelanggan Pernyataan 8 ... 67

Tabel 4.15 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pelanggan Pernyataan 9 ... 68

Tabel 4.16 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pelanggan Pernyataan 10 ... 68

Tabel 4.17 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pelanggan Pernyataan 11 ... 69

Tabel 4.18 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pelanggan Pernyataan 12 ... 69

Tabel 4.19 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Proses Bisnis Internal Pernyataan 13 ... 70

Tabel 4.20 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Proses Bisnis Internal Pernyataan 14 ... 71

Tabel 4.21 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Proses Bisnis Internal Pernyataan 15 ... 71

(7)

Internal Pernyataan 17 ... 72 Tabel 4.24 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Proses Bisnis

Internal Pernyataan 18 ... 73 Tabel 4.25 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 19 ... 74 Tabel 4.26 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 20 ... 74 Tabel 4.27 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 21 ... 75 Tabel 4.28 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 22 ... 76 Tabel 4.29 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 23 ... 76 Tabel 4.30 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 24 ... 77 Tabel 4.31 Tanggapan Responden Tentang Perspektif Pembelajaran

dan Pertumbuhan Pernyataan 25 ... 77 Tabel 4.32 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 1 ... 78 Tabel 4.33 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 2 ... 79 Tabel 4.34 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 3 ... 79 Tabel 4.35 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 4 ... 80 Tabel 4.36 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 5 ... 80 Tabel 4.37 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 6 ... 81 Tabel 4.38 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 7 ... 82 Tabel 4.39 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 8 ... 82 Tabel 4.40 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 9 ... 83 Tabel 4.41 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 10 ... 83 Tabel 4.42 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 11 ... 84 Tabel 4.43 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 12 ... 85 Tabel 4.44 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 13 ... 85 Tabel 4.45 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

Perusahaan Pernyataan 14 ... 86 Tabel 4.46 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja

(8)

xiv

Universitas Kristen Maranatha

Perusahaan Pernyataan 16 ... 87

Tabel 4.48 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Pernyataan 17 ... 88

Tabel 4.49 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Pernyataan 18 ... 88

Tabel 4.50 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Pernyataan 19 ... 89

Tabel 4.51 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Pernyataan 20 ... 89

Tabel 4.52 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Pernyataan 21 ... 90

Tabel 4.53 Tanggapan Responden Tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Pernyataan 22 ... 90

Tabel 4.54 Hasil Uji Normalitas ... 92

Tabel 4.55 Hasil Analisis Regresi Sederhana ... 93

Tabel 4.56 ANOVAa ... 95

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran A Kuesioner ... 104

Lampiran B Skor Jawaban Responden ... 109

Lampiran C Tanggapan Responden ... 113

Lampiran E Hasil Olah Data SPSS 20 ... 122

(10)

Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di indonesia yang terus

bergerak ke arah yang lebih baik mendorong perusahaan untuk terus berkembang.

hal ini disebabkan karena adanya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan

yang bisa dibilang semakin berkembang pesat seiring perubahan zaman. Penting

bagi perusahaan untuk terus bertahan. Oleh sebab itu penting bagi perusahaan

untuk mengikuti perubahan yang terjadi sehingga dapat bersaing dengan

perusahaan lainnya (Mulyadi, 2001). Persaingan global ini memberikan banyak

pilihan bagi konsumen,dimana mereka sadar biaya (cost conscious) dan sadar nilai (value conscious) dalam meminta produk dan jasa yang berkualitas tinggi

(Mulyadi, 2001:11).

Dewasa ini banyak perusahaan mengukur kinerjanya berdasarkan pada

tolak ukur keuangan saja. Padahal dalam menghadapi lingkungan bisnis yang

semakin sulit saat ini, penilaian kinerja dari segi keuangan saja sudah tidak lagi

memadai. Ukuran kinerja keuangan mengandalkan informasi yang dihasilkan dari

sistem akuntansi tersebut berjangka pendek. Hal ini menyebabkan pengukuran

kinerja yang berfokus pada keuangan akan berjangka pendek pula (Edwin dan Se

Tin, 2011).

Oleh sebab itu agar perusahaan dapat dibilang sukses maka perusahaan

(11)

Bab I Pendahuluan 2

jangka panjang serta jangka pendeknya sehingga memunculkan model baru sistem

pengukuran kinerja salah satu contohnya adalah balanced scorecard. dengan mempertahankan ukuran keuangan dari performa sebelumnya, balanced scorecard memberikan drover tambahan berupa konsumen, proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. (Kaplan dan Norton, 1992).

Kaplan dan Norton tahun 1992 memperkenalkan sebuah model

pengukuran yang menggunakan aspek keuangan dan juga aspek non keuangan

yang dikenal dengan nama Balanced Scorecard (BSC). Balanced Scorecard

merupakan sebuah konsep manajemen yang mengukur kinerja perusahaan melalui

empat perspektif yaitu:

1. Perspektif Keuangan ( Financial Perspective ) 2. Perspektif Pelanggan ( Costumer Perspective )

3. Perspektif Bisnis Internal ( Internal Business Perspective )

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ( Learning and Growth Perspective )

Balanced scorecard sebaiknya dipakai sebagai alat yang selalu harus disesuaikan dengan perubahan lingkungan dengan tujuan pokok untuk

meningkatkan kinerja individu dalam mencapai tujuan perusahaan yang maksimal

dan mengkomunikasikan akan visi dan misi perusahaan ke dalam seperangkat

ukuran kinerja yang terpadu, Balanced Scorecard menerjemahkan misi dan strategi ke dalam berbagai tujuan dan ukuran yang tersusun ke dalam empat

(12)

Bab I Pendahuluan 3

Universitas Kristen Maranatha

faktor pendorong tercapainya hasil tersebut, dan antara ukuran objektif yang keras

dengan ukuran subjektif yang lebih lunak (Kaplan dan Norton, 1996).

Balanced Scorecard tidak hanya sebuah indikator dari sistem penilaian, tapi juga sebuah indikator dari sistem manajemen strategi. Penggunaan Balanced Scorecard mematahkan sistem tradisional yang hanya menggunakan indikator keuangan saja dalam pengukuran kinerja (Yansheng dan Longyi, 2009).

Balanced Scorecard merupakan alat dari akuntansi manajemen yang sudah diterima secara mendunia, yang mengusulkan bahwa pengukuran kinerja

keuangan juga harus diukur dengan menggunakan pengukuran dari kinerja non

keuangan, sehingga kinerja institusi akan diukur dari berbagai dimensi dan bisa

memberikan hasil yang lebih fokus pada strategi institusi tersebut. Dengan adanya

Balanced Scorecard untuk peningkatan kinerja perusahaan, maka setiap individu akan semakin termotivasi dalam meningkatkan kinerjanya.

Dari semua hal ini, penulis tertarik dengan penerapan/implementasi

Balanced Scorecard. Bagaimana perusahaan tersebut tidak hanya mementingkan dari segi keuangannya saja tetapi menyeimbangkan juga dari segi non

keuangannya. Maka setelah menerapkan Balanced Scorecard tersebut diharapkan setiap unit dan divisi yang ada di dalam perusahaan dapat menyelaraskan

aktivitasnya dengan strategi yang dijalankan oleh perusahaan. Sehingga

perusahaan dapat terbantu untuk melakukan perbaikan terhadap aktivitas-aktivitas

bisnisnya dalam mencapai tujuan yang jelas (Hansen dan Mowen,2005). Latar

belakang inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang

(13)

Bab I Pendahuluan 4

1.2 Indentifikasi Masalah

Dari uraian latar belakang di atas penulis mengambil perumusan masalah:

1. Apakah terdapat pengaruh implementasi balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan PT. Almega Sejahtera Bandung?

2. Seberapa besar pengaruh implementasi balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan PT. Almega Sejahtera Bandung?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun maksud dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk

mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan pengaruh Balanced Scorecard dalam peningkatan kinerja perusahaan PT. Almega Sejahtera Bandung.

Berdasarkan indentifikasi masalah yang telah dikemukakan diatas, maka

tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui apakah terdapat pengaruh implementasi balanced scorecard

terhadap peningkatan kinerja perusahaan PT. Almega Sejahtera Bandung.

2. Mengetahui sebesar besar pengaruh implementasi balanced scorecard

terhadap peningkatan kinerja perusahaan PT. Almega Sejahtera Bandung.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan lebih kepada penulis

tentang peranan balanced scorecard bagi perusahaan dan balanced scorecard dapat dijadikan alat utama dalam perusahaan.

(14)

Bab I Pendahuluan 5

Universitas Kristen Maranatha

Memberikan gambaran besar tentang balanced scorecard secara lebih mendalam dan mendetail dibanding dengan penelitian lainnya,

memberikan bahan referensi atau tambahan informasi yang diperlukan

untuk pengembangan penelitian.

3. Bagi Perusahaan

Penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi perusahaan yang

telah diteliti sehingga perusahaan tidak memperhatikan aspek

keuangannya saja.

(15)

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya

tentang pengaruh implementasi balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan PT Almega Sejahtera Bandung, penulis menarik kesimpulan sebagai

berikut:

1. Hasil uji statistik membuktikan terdapat pengaruh implementasi balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Hal ini ditunjukkan nilai signifikansi variabel independen sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat

signifikansi penelitian sebesar 0,05. Penelitian ini juga menunjukkan korelasi

yang sangat kuat antara implementasi balanced scorecard dengan peningkatan kinerja perusahaan, apabila implementasi balanced scorecard

ditingkatkan maka kinerja perusahaan juga akan mengalami peningkatan

secara signifikan.

2. Tingkat pengaruh yang dihasilkan oleh variabel implementasi balanced scorecard ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,697 (69,7%). Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi balanced scorecard memiliki kemampuan yang besar dalam menjelaskan peningkatan kinerja perusahaan PT Almega Sejahtera Bandung. Besarnya pengaruh

implementasi balanced scorecard terhadap peningkatan kinerja perusahaan adalah sebesar 69,7% sedangkan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain

(16)

Bab V Penutup 99

Universitas Kristen Maranatha

5.2 Keterbatasan

Pada penelitian ini, masih terdapat beberapa keterbatasan. Keterbatasan

tersebut antara lain :

1. Penelitian ini hanya memasukkan satu variabel independen.

2. Penelitian ini belum menggunakan variabel kontrol atau moderasi.

5.3 Saran

Beberapa saran yang dapat diberikan sehubungan dengan hasil penelitian

ini adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan harus terus mengembangkan implementasi balanced scorecard

dengan melakukan evaluasi secara rutin terutama dalam perspektif pelanggan

agar perusahaan bisa memperkuat pangsa pasar dari jumlah pelanggan dan

meningkatkan volume penjualan unit produknya. Dengan demikian,

diharapkan kinerja perusahaan bisa terus mengalami peningkatan.

2. Peneliti selanjutnya bisa memasukkan variabel lain yang diduga berpengaruh

kuat terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Atau menambahkan variabel

moderasi sistem pengendalian manajemen sehingga gambaran pengaruh

(17)

PENGARUH IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD

TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN

(Studi Kasus pada PT. Almega Sejahtera Bandung)

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh

Sidang Sarjana Strata 1 (S-1)

Oleh:

MELLISA SUSANTO

1251172

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(18)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena

berkat rahmat dan tuntunan-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan

judul “PEGARUH IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD TERHADAP

PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN”. Tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program

Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun tugas akhir ini penulis banyak

mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan

yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,

khusus nya kepada :

1. Orang tua dan keluarga yang tiada henti selalu mendukung dan selalu ada

saat penulis membutuhkan berbagai macam dukungan.

2. Bapak Dr. Mathius Tandiotong, S.E., M.M., Ak., CA., selaku Dekan

Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.

3. Ibu Elyzabet Indrawati Marpaung, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku Ketua

Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Maranatha.

4. Bapak Antonius, S.E., M.M., Ak., CA., selaku dosen pembimbing yang

telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membimbing penulis dari awal

penusunan tugas akhir ini sampai selesai.

5. Ibu Endah Purnama Sari Eddy, S.E., M.Ak., Ak., BKP., CA., selaku dosen

wali yang banyak membantu penulis selama ini, tetap sabar menghadapi

penulis, dan selalu mau membantu penulis jika penulis meminta saran dan

dukungan.

6. Seluruh dosen pengajar dan karyawan TU Fakultas Ekonomi yang telah

memberikan bantuan kepada penulis selama penulis menuntut ilmu di

(19)

7. Samuel Atmadjaja yang tercinta, terimakasih sudah memberikan bantuan

dan memberikan semangat dalam masa-masa pembuatan tugas akhir ini.

8. Verawati Atmadjaja yang terkasih , terimakasih sudah memberikan bantuan

dan membantu melancarkan penelitian di perusahaan yang saya teliti dalam

masa-masa pembuatan tugas akhir ini.

9. Teman-teman seperjuangan saya yang terkasih Sherly Sutanto, Fitrianca

Putrie, Agnar Feliana, Dhella Wulantdari, Victor Hosea Setiawan dan

teman-teman lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah

memberikan motivasi kepada penulis dalam mengerjakan tugas akhir ini.

Semoga tugas akhir ini dapat berguna dan memberi nilai tambah serta

wacana baru bagi semua pihak yang membaca.

Bandung, Juli 2016

Penulis,

(Mellisa Susanto)

(20)

Universitas Kristen Maranatha 100

DAFTAR PUSTAKA

Anthony, N. & Govindarajan, V. (2005). Management Control System. Edisi Kesebelas. Terjemahan F.X. Kurniawan Tjakrawala dan Krista. Jakarta: Salemba Empat.

Atkinson, A.A., R.J. Banker, R.S. Kaplandan S.M. Young. (2000). Management Accounting. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Azwar, Saifuddin. (2006). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Ghozali, Imam. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Cetakan Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hansen, D. R. & Maryanne M. Mowen. (2005). Akuntansi Manajemen. Jakarta: Erlangga.

Hansen, D. R. & Maryanne M. Mowen. (2005). Akuntansi Manajemen. Buku 2. Jakarta: Erlangga.

Helfert, Erich A. (1996).Teknik Analisis Keuangan. Jakarta: Erlangga.

Kaplan, Robert S. & David P. Norton. (1992). The Balanced Scorecard: Measures that Drive Performance, Harvard Business Review, January-February, pp. 71-9.

Kaplan, Robert S. & David P. Norton. (1996). Balanced Scorecard: Translating Strategy Into Action. Boston: Havard Business School Press.

Kaplan, Robert S. & David P. Norton. (2000). Balanced Scorecard Menerapkan Strategi Menjadi Aksi. Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Kaplan, Robert S. & david P. Norton. (2001). The Strategy Focused Organization: How Balance Scorecard Companies Thrive in The Bussines Enviroment. Boston: Harvard Business Scholl Press.

(21)

Daftar Pustaka 101

Kuncoro, Mudrajat, (2007). Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Lestary, Detry. (2008). Pengaruh Penerapan Balanced Scorecard terhadap Kinerja Manajer (Studi Kasus Pada PT PINDAD Persero). Skripsi. Universitas Widyatama Bandung.

Lianrizki, Galih Prakasa. (2011). Pengaruh Penerapan Balanced Scorecard Terhadap Keefektifan Sistem Pengukuran Kinerja (Sebuah Studi pada Perusahaan Star Auto Centre di Bandung). Skripsi. Universitas Kristen Maranatha.

Mahsun, Mohammad. (2009). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.

Moeheriono. (2009). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Mulyadi. (1997). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Edisi 8. Yogyakarta: STIE-YKPN.

Mulyadi. (1999). Strategic Management System Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Bagian Pertama Dari Dua Tulisan), Usahawan, No 02, Tahun XXVIII, Februari, Halaman 39-46.

Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen. Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi & Setiawan, J. (1999). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Cetakan ke 2. Yogyakarta: Aditya Media.

Mulyadi & Setiawan, J. (2000). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Cetakan ke 2. Yogyakarta: Aditya Media.

Nazir, Moh. (1999). Metode Penelitian. Cetakan Ketiga, Jakarta: Ghalia. Indonesia.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2009). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Radithya, Edwin & Se Tin. (2011). Evaluasi Penerapan Balance Scorecard Terhadap Efisiensi Kinerja Karyawan Di Divisi Penjualan PT. AUTO 2000. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 2 (06), September-Desember 2011.

(22)

Daftar Pustaka 102

Universitas Kristen Maranatha

Schuler, R.S. & Jackson, S.E. (1996). Manajemen Sumber Daya Manusia Menghadapi Abad ke 21. Edisi Keenam, Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Sedarmayanti. (2001). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Maju Mandiri.

Sedarmayanti. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Cetakan kelima. Bandung: Refika Aditama.

Simamora, H. (1995). Manajemen Sumberdaya Manusia. Edisi Kesatu. Yogyakarta: STIE YPKN.

Simanjuntak, Payaman J. (2005). Manajemen dan Evaluasi Kinerja. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sinambela, Lijan Poltak. (2012). Kinerja Pegawai: Teori, Pengukuran, dan Implikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sjahrial, Dermawan dan Djahotman Purba. (2012). Akuntansi Manajemen. Edisi Pertama.Jakarta:Mitra Wacana Media.

Soetjipto, Budi W. (1997). Mengukur Kinerja Bisnis dengan Balanced Scorecard. Usahawan no. 6, Tahun XXVI, Juni, Halaman 21-25.

Sugiyono. (2001) Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kedelapan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2006). Statistika Untuk Penelitian. Cetakan Ketujuh. Bandung: Alfabeta.

Sugiono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan Keduabelas. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono (2013). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Cetakan Ke-4. Bandung: Alfabeta.

Sunjoyo et al. (2013). Aplikasi SPSS untuk Smart Riset. Cetakan Kedua. Bandung: Alfabeta.

Tunggal, Amin Widjaja. (2001). Pengukuran Kinerja dengan Balanced Scorecard. Jakarta: Harvarindo.

(23)

Daftar Pustaka 103

Williams, Richard R. (2002). Managing Employee Performance: Design and Implementation in Organizations. London: Thomson Learning.

Zhang, Yansheng dan Li, Longyi. (2009). Study on Balanced Scorecard of Commercial Bank in Performance Management System. Proceedings of the 2009 International Symposium on Web Information Systems and

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Pemikiran ...................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Secara keseluruhan penilaian kinerja Rumah Sakit PMI Aceh Utara tahun 2006-2009 menggunakan analisis Balanced Scorecard pada perspektif keuangan, Pasien, Proses Internal Bisnis

Dengan Balanced Scorecard kinerja perusahaan dapat dilihat dari empat perspektif, yaitu perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, perspektif proses bisnis internal,

Hasil penelitian menyebutkan bahwa untuk mengukur kinerja di masa depan diperlukan ukuran komprehensif yang meliputi empat perspektif yang terdapat dalam Balanced

Balanced Scorecard, metode penelitian pengukuran kinerja dengan menggunakan pendekatan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif konsumen, perspektif

Balance scorecard adalah sekumpulan ukuran kinerja yang mencakup empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal,

konsep Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi dari empet perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelangan, perspektif proses bisnis internal serta

Balanced Scorecard mengukur kinerja dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan

Analisis penilaian kinerja ini menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang meliputi perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis dan