• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

POLA PEMBIAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT YANG

TIDAK MEMILIKI JAMINAN PEMELIHARAAN

KESEHATAN DALAM MEWUJUDKAN CAKUPAN

MENYELURUH ASURANSI KESEHATAN DI KOTA

SUKABUMI

RITANENNY ESM

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2009

PERNYATAAN MENGENAI TUGAS AKHIR

DAN SUMBER INFORMASI

(2)

Bersama ini saya menyatakan sebenarnya, bahwa Tugas Akhir Strategi Pola Pembiayaan Kesehatan Masyarakat yang Tidak Memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dalam Mewujudkan Cakupan Menyeluruh Asuransi Kesehatan di Kota Sukabumi adalah karya dan pemikiran saya sendiri dan belum pernah diajukan dalam bentuk apa pun dan oleh siapapun kepada perguruan tinggi manapun dimana karya tulis ini murni muncul dari pemikiran saya. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah dituliskan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir Tugas Akhir ini.

Bogor, Februari 2009

Ritanenny ESM

NRP. A153044065

(3)

ABSTRACT

RITANENNY ESM. Pattern of Health Funding for People who do not have Health Care Assurance towards a Full Health Coverage of Health Insurance in Sukabumi. Under the Supervision of Dr.Ir.Dedi Budiman Hakim, M.Sc as the head and A. Faroby Falatehan, SP, ME as the member of the Supervisory Commission.

This research tried to study the pattern of health financing for people who have not yet got health insurance, the amount of cost that must be paid and what strategies and programs are taken to develop Health Care Assurance for people who do not hold health insurance. The data of this study were quantitatively and qualitatively analyzed, consisting of primary and secondary data. The primary data were collected from the respondents through in-depth interviews and FGD (Focus Group Discussion) with the related stakeholders. The secondary data were obtained from the reports and statistics issued by the institutions related to this research, namely BPS (central bureau of statistics), Bappeda (regional development planning board), hospitals, and health services/offices. The results of the study showed that the cost of health services was paid to the health service providers through self-funding (out of pocket). The people’s willingness to pay (WTP) for the health services, on average accounting for Rp. 12500.-, and the ability to pay (ATP) indicates that the people have a high capacity of paying for the health services. The amount of cost estimated for basic health services is Rp 6372, - per person per month with the degree of illness at 12%. This figure does not yet include the coverage of catastrophic diseases. Various strategies are required to develop the program on JAMKESDA (Regional Health Assurance), which include the formation of non formal social institutions, socialization and advocacy concerning the Regional Health Assurance to the community and related institutions, and making regulations as an effort to legitimize the program for Regional Health Assurance in the form of PERDA (Regional Regulation) or while it is in trial it can be established as a legal basis through a Municipal Letter of Decree.

(4)

RINGKASAN

RITANENNY ESM. Pola Pembiayaan Kesehatan Masyarakat yang Tidak Memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dalam Mewujudkan Cakupan Menyeluruh Asuransi Kesehatan di Kota Sukabumi. Dibimbing oleh Dr.Ir.Dedi Budiman Hakim, M.Sc sebagai ketua dan A. Faroby Falatehan, SP, ME sebagai anggota komisi pembimbing.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan, ditopang oleh tiga sektor penting, yakni pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Akan tetapi perhatian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat masih jauh dari harapan. Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan jasa yang unik dimana masih terdapat karakteristik consumer ignorance sehingga dapat terjadi supply induce demand dalam jasa layanan kesehatan. Berbeda dengan hubungan sektor ekonomi lainnya, dalam pembelian jasa pelayanan kesehatan masyarakat sebagai konsumen kesehatan masih berada dalam posisi tawar yang lemah. tingginya harga satuan sarana pelayanan kesehatan itu sendiri menjadi faktor yang mempengaruhi aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan sarana kesehatan. Jumlah masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan masih terbatas, yakni sekitar 20 persen penduduk sedangkan sekitar 80% penduduk Indonesia masih belum terlindungi kesehatannya. Sehingga dalam penelitian ini dikaji bagaimana pola pembiayaan kesehatan pada kelompok yang belum memiliki jaminan kesehatan, berapa premi ideal yang harus dibayar masyarakat jika mereka bersedia mengikuti asuransi, dan bagaimana strategi dan program pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki asuransi.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Analisis data mengunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dimana data primer diperoleh dari responden masyarakat pada kelompok yang tidak memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dengan menggunakan kuisioner dan melalui indepth interview serta FGD (Focus Group Discussion) dengan stakeholder yang terkait, terutama para pembuat keputusan. Disamping itu, data sekunder diperoleh dari laporan-laporan serta angka-angka yang dikeluarkan oleh instansi yang terkait dengan penelitian ini yaitu BPS, Bappeda, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan .

Pola pembiayaan kesehatan pada kelompok yang belum memiliki jaminan pemeliharaan kesehatan di Kota Sukabumi pada tahun 2005 sangat tergantung pada variasi pola penyakit. Pola penyakit yang dialami yaitu panas, batuk pilek, diare, gangguan pencernaan dan hipertensi. Pembayaran terhadap pelayanan kesehatan dilakukan dengan out of pocket (pembayaran kepada provider kesehatan dari kantong sendiri/cash). Willingness to Pay (WTP) masyarakat terhadap pelayanan kesehatan secara rata-rata yaitu Rp. 12500.- dan kemampuan membayar (ATP) 80 persen masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berdasarkan 5 % pengeluaran non makanan adalah Rp. 16000 menunjukan bahwa kemampuan membayar masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang tinggi. Besaran premi yang dihitung untuk pelayanan kesehatan dasar adalah sebesar Rp

(5)

6372,- per orang per bulan dengan tingkat kesakitan sebesar 12 persen. Angka ini belum termasuk cakupan penyakit-penyakit katastropik.

Strategi dalam pengembangan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) adalah: 1) Pembentukan kelembagaan masyarakat/kelompok-kelompok masyarakat non formal, 2) Sosialisasi dan Advokasi program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) kepada masyarakat dan instansi/dinas terkait; 3) Pembuatan regulasi hukum sebagai upaya melegitimasi Program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) dalam bentuk Peraturan Daerah (PERDA) atau selama dilakukan uji coba dapat juga ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota sebagai Dasar hukum. Dari strategi-strategi tersebut program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) akan dilaksanakan secara terarah melalui program-program yang antara lain: 1) Pemberdayaan masyarakat melalui pemebentukan kelompok-kelompok masyarakat non-formal (kelembagaan masyarakat); 2) Sosialisasi dan Advokasi melalui pendekatan persuasif dan komunikatif secara berkelanjutan; 3) Penyusunan, Penetapan Pengesahan Dasar Hukum Program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA); 4) Penunjukkan Bapel, Bapim, Perusahaan Asuransi, dan PPK dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA); 5) Pembiayaan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) yang dihimpun dari iuran masyarakat dan dari Pemerintah daerah Kota Sukabumi; 6) Meningkatkan pelayanan kesehatan, pemerataan dalam akses pelayanan, peningkatan efisiensi dan efektifitas alokasi sumber.

(6)

@ Hak cipta milik Institut Pertanian Bogor, tahun 2009

Hak cipta dilindungi

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB

Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh Karya tulis dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB

(7)

POLA PEMBIAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT YANG

TIDAK MEMILIKI JAMINAN PEMELIHARAAN

KESEHATAN DALAM MEWUJUDKAN CAKUPAN

MENYELURUH ASURANSI KESEHATAN DI KOTA

SUKABUMI

RITANENNY ESM

Tugas Akhir

Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Magister Profesional

Pada Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2009

(8)
(9)

Judul Tugas Akhir : Pola Pembiayaan Masyarakat yang Tidak Memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dalam Mewujudkan Cakupan Menyeluruh Asuransi Kesehatan di Kota Sukabumi

Nama : Ritanenny ESM

NRP : A153044065

Disetujui Komisi Pembimbing,

Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.AEc A. Faroby Falatehan, SP, ME Ketua Anggota

Diketahui,

Ketua Program Studi Dekan Sekoah Pascasarjana Manajemen Pembangunan Daerah

Dr. Ir. Yusman Syaukat, MEc Prof. Dr. Ir. Khairil A, Notodiputro, MS

(10)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pola Pembiayaan Kesehatan Masyarakat yang tidak Memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dalam Mewujudkan Cakupan Menyeluruh Asuransi Kesehatan di Kota Sukabumi” dapat diselesaikan. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas akhir Program Pasca Sarjana Magister Pembangunan Daerah, Fakultas Ekonomi Manajemen, Institut Pertanian Bogor pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.Ec dan A. Faroby Falatehan, SP, ME, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyelesaian penulisan tesis. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tesis ini. Penulis berusaha mengerjakan dan menyajikan tesis ini dengan sebaik-baiknya. Namun demikian, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan penelitian selanjutnya. Penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Bogor, 17 Februari 2009 Rita Nenny, ESM A153044065

(11)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kotamobagu pada tanggal 8 November 1959 sebagai anak kedua dari pasangan Wilson E. Mirah dan Annie Nelly. Pendidikan sarjana ditempuh di Fakultas Kedokteran, lulus pada tahun 1984. Pada tahun 2005, penulis melanjutkan kuliah S2 pada Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah pada Program Pascasarjana IPB dan menamatkannya pada tahun 2009. Penulis bekerja sebagai Dokter semenjak tahun 1985 dan pada tahun 2003 Penulis pindah ke Badan Usaha Milik Daerah sebagai Direktur sampai dengan saat ini.

(12)

DAFTAR ISI

hal Kata Pengantar ………... i Daftar Isi ………... ii Daftar Tabel ……… iv Daftar Gambar ………... v Daftar Lampiran ...………... vi BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang ………..…... 1 1.2.Perumusan Masalah ... 3

1.3.Tujuan dan Manfaat Penelitian ………... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pembiayaan Kesehatan ………... 9

2.2.Perkembangan Sistem Pembiayaan Kesehatan Pra Upaya… ... 10

2.3.Asuransi Kesehatan………... ... 13

2.4.Asuransi Sosial ………... 14

2.5.Asuransi Kesehatan dan Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat………... . 16

2.6.Community Financing ………. 17

2.7.Investasi Swasta dalam Pelayanan Rumah Sakit .……... 17

BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Kerangka Pemikiran ... 20

3.2.Lokasi dan Waktu Penelitian ………..……….... 21

3.3.Metoda Pengambilan Sampel ….………... 21

3.4.Metoda Pengumpulan Data………. ... 23

3.5.Metoda Pengolahan Data ….……….... 24

3.5.1.Tingkat Kemampuan Membayar (Ability to Pay) dan Tingkat Kemauan Membayar………... ….... 25

3.5.2.Penentuan Premi Asuransi ... 28

3.6.Metoda Perancangan Program ………….……… 31

3.7.Keterbatasan Penelitian ……… 34

BAB IV GAMBARAN UMUM 4.1.Profil Wilayah ……….………… 36

4.2.Orientasi Wilayah ………... 36

4.3.Penduduk……….. 37

4.3.1.Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk ……….. 37

4.3.2. Tenaga Kerja ……….……… 38

4.4.Infrastruktur ……….……….…...…. 39

4.5.Aspek Pendidikan ………..……… 40

(13)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1.Karakteristik Sosial Ekonomi Keluarga ……..……….... 43

5.1.1.Umur Responden ……..………..……… 43

5.1.2.Status Perkawinan………..…………...….. .. 44

5.1.3.Pendidikan ……….……….……… 45

5.1.4.Pekerjaan Responden .…..…....……….. 46

5.1.5.Status Kepemilikan Rumah…..………... 47

5.2.Pola Pembiayaan Masyarakat yang Tidak Memiliki Jaminan Pelayanan Kesehatan... 48

5.2.1.Pengalaman Sakit/Periksa Bulan Lalu ……...….. 48

5.2.2.Pengalaman, Harapan Pelayanan di Puskesmas dan Kemauan Masyarakat Untuk Membayar Pelayanan Kesehatan ……...….………... 52

5.2.3.Kemampuan Masyarakat Untuk Membayar Pelayanan Kesehatan... 53

5.3.Penentuan Premi Asuransi ………... 57

BAB VI STRATEGI DAN PROGRAM PENGEMBANGAN JAMINAN KESEHATAN DAERAH (JAMKESDA) DI KOTA SUKABUMI 6.1.Identifikasi Potensi dan Kebutuhan Masyarakat dalam Pengembangan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) di Kota Sukabumi ……..………...……….. 60

6.2.Identifikasi Masalah dalam Pengembangan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) di Kota Sukabumi …………...………… 63

6.3.Strategi dan Program Pengembangan Pembiayaan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) di Kota Sukabumi….. 66

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1.Kesimpulan ……….. 75

7.2.Saran ………...………. 76

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel hal

1 Jumlah Penduduk Miskin Kota Sukabumi Tahun 2005... 6

2 Metode Pengambilan Data …….………... ... 24

3 Metoda Pengolahan Data... 25

4 Umur Responden ... 43

5 Status Perkawinan Responden... 44

6 Tingkat Pendidikan ... 45

7 Jenis Pekerjaan Responden ... 46

8 Status Kepemilikan Rumah………. .... 47

9 Pengalaman Sakit Responden/Keluarga Responden Sebulan yang Lalu ... 48

10 Biaya Pengobatan Sakit Responden ...……… 50

11 Cara Bayar Responden ...……… 51

12 Rata–rata Pengeluaran Rumah Tangga Untuk Makanan Selama Satu Bulan... 54

13 Pengeluaran Rumah Tangga Untuk Bukan Makanan Sebulan dan Setahun Yang Lalu ……..……….. ... 55

14 Rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga Responden Berdasarkan Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan Selama Sebulan ... 56

15 Penghitungan Premi Universal Coverage dengan Community Rating Kota Sukabumi Tahun 2007 ... 58

16 Rancangan Pentahapan Program Pengembangan JAMINAN KESEHATAN DAERAH (JAMKESDA) di Kota Sukabumi ... 73

(15)

DAFTAR GAMBAR

Gambar hal

1 Kerangka Pemikiran………... 20 2 Penggunaan Lahan Terbangun Kota Sukabumi Tahun 2000... 37 3 Persentase Jumlah Penduduk Kota Sukabumi Menurut Kecamatan

Tahun 2008 ... 38 4 Persentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut

Jenis Pekerjaan Kota Sukabumi (2006) ... 38 5 Deskripsi ATP 4 Berdasarkan Lima Persen Pengeluaran Bukan

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran hal

1 Rincian Hasil wawancara Jumlah Biaya Pengobatan

Responden ... 80 2 Kesediaan Membayar Tarif Puskesmas Dengan Pelayanan Sesuai

Harapan ... 81 3 Panduan Wawancara Mendalam ... 82

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa hasil analisis tersebut maka disusun arahan strategi pengembangan KTM di Kawasan Transmigraasi Mesuji adalah sebagai berikut : (1) Desa dengan hierarki I

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan, dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten/Kota

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Studi Perubahan Perilaku pada Gerakan Sosial Konservasi Sumberdaya Hutan Jawa dengan Kampanye Pride di Kawasan Hutan Produksi Potorono dan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola transformasi gelombang perairan dalam menuju pantai di muara Ajkwa menggunakan model STWave, menganalisis besar

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Penentuan Bentuk dan Luas Plot Contoh Optimal Pengukuran Keanekaragaman Spesies Tumbuhan pada Ekosistem Hutan Hujan Dataran Rendah :

Analisis bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik keluarga, karakteristik anak, pola asuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai status stok ketiga ikan dalam Rastrelliger spp. brachysoma) yang meliputi parameter pertumbuhan, pola rekruitmen,

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ”Kajian Formulasi Bumbu Instan Binthe Biluhuta, Karakteristik Hidratasi dan Pendugaan Umur Simpannya Dengan Menggunakan Metode Pendekatan