BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Deskripsi Perusahaan Pengenalan Perusahaan PT. Multipack Industry Indonesia merupakan salah satu produsen

Teks penuh

(1)

41 BAB 3

ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Deskripsi Perusahaan

3.1.1 Pengenalan Perusahaan

PT. Multipack Industry Indonesia merupakan salah satu produsen terkemuka dibidang pita perekat untuk berbagai industri. Pengalamannya dalam pressure-sensitive technologies telah mengubah banyak aplikasi industri diseluruh Indonesia. PT. Multipack Industry Indonesia mempunyai layanan pelanggan di lebih dari 20 kota utama di Indonesia dan memegang paten merek produk. Berbasis di Jalan Raya Bukit Golf Mediterania, Rukan Cordoba Blok C No 28, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara 14470, Perusahaan ini memiliki posisi yang baik untuk melayani pasar Indonesia dengan customized tape solutions yang unik untuk semua daerah. Dengan lebih dari 25 orang penjualan aktif yang meliputi Jakarta, Jawa, Sumatera, Kalimantan, & Provinsi Sulawesi, tim PT. Multipack Industry Indonesia siap untuk memberikan layanan dan produk yang efisien untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam sehari-hari.

Merek utama PT. Multipack Industry Indonesia adalah Twister dan Faster. Masing-masing merek memiliki spesifikasi dan jenis sendiri untuk mengisi kebutuhan pelanggan. Kualitas serta keamanan produk menjadi panutan perusahaan dalam menjalankan bisnis ini, adapun perekat yang digunakan semuanya berbasis karet sehingga sangat aman untuk menggunakan pita perekat ini untuk kemasan produk yang dapat dimakan (makanan) dan tidak dapat dimakan.

Berikut adalah gambaran umum PT. Multipack Industry Indonesia:

• Nama Usaha : PT. Multipack Industry

Indonesia

• Alamat Perusahaan : Bukit Golf Mediterania, Rukan Cordoba Blok C No. 28, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara – 14470

• Telepon : +6221 – 5694 7888

+6221 – 5694 5788

• Nama Pemilik : Lenny

(2)

3.1.2 Visi dan Misi

Berikut akan dijelaskan mengenai visi dan misi PT. Multipack Industry Indonesia yaitu :

Visi :

PT. Multipack Industry Indonesia ingin menjadi pemimpin perusahaan pita perekat di Indonesia dengan memberikan kualitas produk dan layanan terbaik. Misi :

1. Menjadi solusi pengemasan untuk setiap kebutuhan perusahaan manufaktur.

2. Memberikan kualitas terbaik dan sesuai untuk produk pita perekat. 3. Memberikan pelayanan terbaik dan mengutamakan kepuasan

pelanggan. 3.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan merupakan bagian yang memberikan gambaran mengenai kegiatan dalam organisasi atau perusahan. Strukur organisasi ini berguna untuk mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap bagian dalam perusahaan tersebut.

Struktur organisasi juga memegang peranan penting didalam perusahaan terutama dalam menjalin kebersamaan antar bagian yang terdapat dalam perusahaan tersebut, dengan adanya pembagian tugas dan wewenang. Antar bagian, maka tugas dan tanggung jawab akan diselesaikan secara efisien dan efektif.

(3)

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

3.1.4 Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

Berikut akan dijelaskan mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab akan setiap anggota yang bekerja pada PT. Multipack Industry Indonesia, yang meliputi

1. President Director

Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari President Director: 1. Membuat visi misi perusahaan.

2. Menetapkan Keputusan akhir.

3. Bertanggung jawab penuh atas kemajuan perusahaan. 4. Mengawasi sistem yang berjalan dalam perusahaan.

2. General Manager

Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari General Manager: 1. Bertanggung jawab atas semua aktivitas bawahannya. 2. Mengambil keputusan.

3. Menerima, memeriksa, dan menyerahkan semua laporan kepada owner.

3. Sales Manager

(4)

1. Memasarkan Produk.

2. Membuat Laporan Penjualan.

3. Memberikan laporan kepada General Manajer mengenai penjualan produk.

4. Accounting

Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari Accounting:

Mencatat, memeriksa, memberikan laporan semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan kantor. Setelah dicatat, harus diotorisasi oleh departemen terkait. misalnya; yang menyangkut biaya iklan harus otorisasi bagian marketing, biaya reparasi harus otorisasi ke bagian umum, setelah selesai diotorisasi, dilakukan periksa ulang apakah semua transaksi telah dicatat sebagaimana mestinya, di akun-akun yang tepat. Pada akhir bulan/triwulan/semester/akhir tahun setelah itu dibuat laporan (yang dinamakan Laporan Keuangan) yang terdiri atas Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Modal, plus Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK biasanya pada akhir tahun). tugas tambahan akunting biasanya juga harus menghitung berapa pajak perusahaan.

5. Administrasi

Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari Administrasi: 1. Membuat Purchase Order.

2. Membuat Surat Jalan. 3. Membuat Invoice. 4. Mengecek E-mail.

6. Sales

Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari Sales: 1. Mencari pelanggan baru.

2. Menawarkan produk.

(5)

3.2 Produk

PT. Multipack Industry Indonesia mempunyai 6 jenis produk yang dijual yaitu OPP (Oriented Polyropylene), SAT (Self-Adhesive Tape), Masking Tape, DST (Double Side Tape), Foam Tape, Cloth Tape. Berikut penjelasan dari produk tersebut :

3.2.1 OPP (Oriented Polyropylene)

Pita perekat OPP dilapisi perekat akrilik emulsion atau perekat campuran atau dari perekat alami karet. Perekat dari karet bukan hanya memiliki daya rekat yang kuat, namun juga aman digunakan. Perekat campuran memliki daya rekat yang kuat untuk kotak polistiren. Untuk perekat akrilik emulsion digunakan untuk paking barang yang disimpan dalam waktu lama.

3.2.2 SAT (Self-Adhesive Tape/Sationary tape)

Sationary tape juga dikenal cello, cellophane, pita lengket. Jenis ini biasa digunakan untuk memperbaiki kertas, menyatukan kertas proyek, dan poster, segel amplop, dan lain – lain.

(6)

3.2.3 Masking Tape

Masking tape tersedia dalam berbagai jenis ukuran. Banyak digunakan dalam lukisan, untuk menutupi area yang tidak dilukis. Perekat adalah dasar dari kegunaan produk ini, memudahkan pita untuk mudah dilepaskan tanpa meninggalkan bekas. Pita jenis ini tersedia dengan berbagai tinggkat daya rekat, antara 1-100 dari sekala daya rekat. Kebanyakan yang digunakan untuk lukisan menggunakan kisaran 50. Sedangkan untuk rumahan dibuat untuk kertas yang lebih lemah dan memiliki daya rekat yang lebih rendah.

3.2.4 DST (Double Side Tape)

DST adalah kertas tipis yang dilapisi dengan perekat dikedua sisi, dipisahkan oleh kertas yang dapat dilepas. Digunakan mulai dari alat tulis sampai industri kayu.

3.2.5 Foam Tape

Foam tape tersedia dalam EVA foam, elastic dan mudah dilepas. Diproduksi dan lapisi dengan laurtan perekat akrilik dikedua sisi busa dan

(7)

dipisahkan oleh kertas yang dapat dilepas. Melekat baik untuk berbagai permukaan.

3.2.6 Cloth Tape

Cloth tape ada berbagai macam jenis dipasaran yang digunakan untuk berbagai macam kegunaan. Toko – toko sering menyediakan beberapa jenis dari cloth tape, dengan kemampuan lebih untuk memenuhi permintaan dari pelanggan.

Beberapa cloth tape sangat sensitif terhadap tekanan, yang berarti mereka di desain untuk melekat terhadap tekanan tidak dengan perekat. Pita ini sangat berguna didalam proyek yang digunakan bersama - sama tanpa meninggalkan bekas. Pita perekat yang lainnya dapat digunakan untuk berbagai perekat. dengan lapisan yang membuat tahan air , tahan api, atau barang tertentu.

3.3 Tata Laksana Sistem Berjalan

Berikut akan dijelaskan tata laksana sistem berjalan secara keseluruhan yang akan dijelaskan dan akan digambarkan kedalam activity diagram sebagai berikut :

3.3.1 Activity Diagram Proses Penjualan Pita Perekat

1. Pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia melakukan pemesanan barang dan membuat purchase order yang akan diberikan ke bagian admin.

2. Bagian admin menerima purchase order dan mengirimkan ke Supplier dan membuat invoice, surat jalan, faktur pajak dan purchase order kemudian diberikan ke sales manager.

3. Vendor menerima purchase order dan mengirim pesanan ke pelanggan PT. Mulitpack Industry Indonesia.

4. Pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia menerima barang sesuai purchase order.

(8)

5. Sales Manager memverifikasi invoice, surat jalan, faktur pajak dan menginput faktur pajak ke e-SPT, kemudian memberikan invoice, surat jalan, faktur pajak dan purchase order yang sudah diverifikasi ke bagian admin.

6. Bagian admin menerima invoice, surat jalan, faktur pajak dan purchase order yang sudah diverifikasi dan mengirimkan ke Pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia.

7. Pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia menerima invoice, faktur pajak dan surat jalan yang telah diverifikasi dan ditandatangani.

Gambar 3.2 Activity Diagram Proses Penjualan Pita perekat

3.4 Analisa Sistem Berjalan

Pada sub bab ini akan dijelaskan berbagai tahapan analisa terhadap sistem yang sedang berjalan pada PT. Multipack Industry Indonesia.

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa PT. Multipack Industry Indonesia memerlukan sebuah media pemasaran secara online yang tidak hanya bertujuan untuk meluaskan pemasaran, tetapi juga dapat membentuk sistem yang dapat menyusun

(9)

sistem informasi transaksi secara terkomputerisasi dan dapat menjamin kelangsungan proses bisnis dari PT. Multipack Industry Indonesia. Sehingga pada tahap analisa sistem berjalan akan terfokuskan pada analisa peluang pasar dan analisa model bisnis, dimana kedua analisa tersebut didasari dengan proses perumusan strategi pembangunan e-commerce pada buku Introduction to E-commerce yang disusun oleh Jeffrey F.Rayport dan Bernard J.Jaworski yang meliputi:

3.4.1 Analisis Six Choices

Dalam menganalisis sistem yang berjalan terdapat 6 pilihan dalam menentukan keberadaan perusahaan dalam keberadaan secara online :

1. Level 0: Tidak ada situs web. 2. Level 1: Keberadaan web basic.

3. Level 2: Situs web masi berisikan informasi. 4. Level 3: Situs interaktif sederhana.

5. Level 4: Situs interaktif mendukung transaksi dengan pengguna

6. Level 5: Situs sepenuhnya interaktif yang mendukung proses pembelian secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa posisi keberadaan PT. Multipack Industy Indonesia itu berada pada “level 0” dan sesuai dengan visi-misi perusahaan yang ingin terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, maka layanan online yang dibuat akan dikembangkan ke “level 4” dengan menggunakan aplikasi e-commerce.

3.4.2 Analisis SWOT

Pada tahap ini, penulis menganalisis sumber daya internal perusahaan (Strength and Weakness) lalu mencocokkannya dengan lingkungan eksternal (Opportunity and Threat). Adapun hasil analisanya sebagai berikut :

1. Strengths

a. Produk yang dijual mempunyai banyak pilihan sehingga dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan.

b. Pelanggan tetap yang tersebar di seluruh Indonesia, khusunya wilayah Jabodetabek.

(10)

c. Kualitas produk yang berbahan impor.

2. Weakness

a. Tidak adanya penggunaan informasi melalui media internet baik dalam pemasaran maupun proses bisnis perusahaan.

b. Pemasaran akan produk yang masih manual.

c. Kebutuhan informasi akan suatu produk yang masih minim.

3. Opportunities

a. Banyaknya masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan teknologi internet dan ide jual beli online. b. Berkerja sama dengan beberapa perushaan penghasil pita

perekat, sehingga memiliki banyak pilihan produk dari beberapa vendor.

c. Memiliki pangsa pasar yang cukup luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya

4. Threats

a. Beberapa kompetitor sudah merambah media elektronik khususnya media internet dalam melakukan pemasaran dan penjualannya.

b. Permainan harga dari kompetitor.

c. Peningkatan daya tawar dari pihak pembeli.

Strategies

SO :

a. Membuat layanan pemesanan secara online untuk efisiensi waktu dan kepuasan pelanggan.

b. Menjalin komunikasi dengan pelanggan melalui fitur testimony dan tanya jawab yang ada pada aplikasi e-commerce yang akan dibuat, demi membangun loyalitas. c. Melakukan pemasaran melalui media social

(11)

a. Membuat website yang tidak hanya memberikan informasi perusahaan atau produk yang dijual, melainkan juga memberikan layan pemesanan secara online.

b. Memberikan harga yang sesuai dengan kualitas.

c. Dengan produk yang bervariasi, diharapkan pelanggan dapat menemukan barang yang mereka inginkan.

WO :

a. Memaksimalkan penggunaan komputer dan internet yang ada untuk memperluas pemasaran dengan membuat akun twitter perusahaan atau membuat page di facebook.

b. Dengan adanya e-commerce maka persediaan produk akan langsung terlihat sehingga efisiensi waktu pemesanan akan berkurang.

c. Melalui e-commerce, konfirmasi barang dapat dilakukan secara langsung di website, e-mail maupun lewat telepon yang tersedia.

WT :

a. Membuat aplikasi e-commerce demi bersaing dengan para kompetitor.

b. E-commerce yang dibagun juga harus memenuhi standart kebutuhan perusahaan dan dapat mengefisienkan waktu pemesanan produk.

c. Membuat fitur yang memungkinkan pelanggan dapat melihat status barang yang dipesan.

3.4.2.1 Masalah yang Dihadapi

Berdasarkan analisa SWOT pada tahap Weakneass dapat diketahui bahwa masalah yang dihadapi oleh PT. Multipack Industry Indonesia adalah sebagai berikut:

(12)

1. Keterbatasan komunikasi dan informasi mengenai produk yang dijual.

2. PT. Multipack Industry Indonesia belum memiliki website.

3. PT. Multipack Industry Indonesia tidak mempunyai koneksi dengan media sosial.

3.4.2.2 Usulan Pemecahan Masalah

Berdasarkan visi-misi PT. Multipack Industry Indonesia dan analisa SWOT pada tahap strategies maka terbentuklah usulan pemecahan masalah sebagai berikut:

1. Membangun website berbasis e – commerce yang membantu penjualan PT. Multipack Industry Indonesia. 2. Membangun website e – commerce yang mempunyai

fitur koneksi ke media sosial.

3. Menambahkan fitur chat online pada website.

3.4.3 Analisis Peluang Pasar (Market Opportunity Analysis)

Berdasarkan buku Introduction to E-commerce, analisis peluang pasar (Market Opportunity Analysis) merupakan suatu metode analisis yang dapat menghasilkan sebuah ide baru yang berasal dari 4 ruang lingkup utama, yaitu: Customer, Company, Technology, dan Competition.

Tujuan dari analisis peluang pasar (Market Opportunity Analysis) yaitu dapat menyimpulkan nilai dari keseluruhan peluang yang ada (Overall Opportunity Assesment), dimana kesimpulan tersebut dapat diperoleh dengan melakukan 7 langkah analisa pasar yang meliputi:

3.4.3.1 Identify the Unmet and/or Underserved Customer Need Pada tahap pertama, identifikasi dilakukan terhadap kebutuhan pelanggan yang dapat dibagi menjadi 3 bagian identifikasi dari sebuah proses pengambilan keputusan pelanggan dalam melakukan pembelian atau proses dalam memenuhi kebutuhan mereka, yang diantaranya: 1. Identifikasi kebutuhan pada saat sebelum pelanggan melakukan

(13)

Langkah-langkah pada tahap awal ini terdiri dari problem recognition, information gathering, dan evaluation. Pada langkah problem recognition, diketahui bahwa calon pelanggan yang akan membeli pita perekat biasanya adalah perusahaan yang menggunakannya dalam sekala besar (pengguna akhir), biasanya digunakan untuk keperluan packing dan bundling.

Pada langkah information gathering, diketahui bahwa pada tahap ini calon pelanggan biasanya ingin mengetahui informasi tentang produk pita perekat yang ingin dibeli, serta tanggapan dari pembeli sebelumnya. Adapun yang mereka tanyakan seputar merek serta kualitas bahan dan tingkat kerekatan dari pita perekat itu sendiri.

Pada langkah evaluation, calon pelanggan sudah memperoleh informasi dan biasanya faktor yang paling mempengaruhi dalam melakukan pembelian yaitu adalah ukuran pita perekat dan harga yang ditawarkan. Walaupun harga yang ditawarkan oleh PT. Multipack Industry Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan competitor lain, tetapi hal ini berbanding lurus dengann kualitas dari bahan yang dipakai dalam pita perekat itu sendiri.

2. Identifikasi kebutuhan pelanggan pada saat melakukan pembelian. Pada tahap ini identifikasi terdapat pada saat purchase decision, yaitu tahap dimana calon pelanggan telah siap untuk melakukan pembelian pita perekat secara offline. Offline yang dimaksudkan disini adalah pembelian dengan cara telepon atau mengunjungi langsung PT. Multipack Industry Indonesia.

3. Identifikasi kebutuhan pelanggan setelah melakukan pembelian. Pada tahap ketiga ini terdiri dari 2 langkah, yaitu satisfaction dan loyalty. Pada langkah satisfaction diketahui bahwa pelanggan yang telah membeli pita perekat akan di follow up oleh PT. Multipack Industry Indonesia 1 minggu kemudian dan ditanyakan mengenai ukuran yang diberikan apakah sesuai atau tidak dan service dari PT. Multipack Industry Indonesia. Adapun jika

(14)

pelanggan tidak puas maka pihak PT. Multipack Industry Indonesia akan mengirimkan sales ke pelanggan untuk mengecek masalah yang ada.

Pada langkah loyalty diketahui bahwa kesetiaan pelanggan dalam melakukan pemesanan pita perekat dapat didorong dengan adanya kebijakan untuk memberikan bonus akhir tahun terhadap para pelanggan yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Sehingga pelanggan akan merasa termotivasi untuk melakukan pembelian lagi pada PT. Multipack Industry Indonesia

Berdasarkan identifikasi proses pengambilan keputusan diatas dapat digambarkan diagram proses perolehan calon pelanggan, pemesanan pita perekat, kepuasan pelanggan, kepercayaan pelanggan dan loyalitas pelanggan sebagai berikut:

Gambar 3.3 Customer Buying Process

3.4.3.2 Identify the Specific Customers a Company Will Pursue Tahap kedua pada analisa peluang pasar, yaitu identifikasi segmentasi peluang pasar yang hendak dicapai, dimana bertujuan untuk menghasilkan sebuah segmentasi yang berguna dan dapat ditindaklanjuti bagi penjualan PT. Multipack Industry Indonesia.

(15)

Pada analisa segmentasi pasar, PT. Multipack Industry Indonesia mengklasifikasikan pasar kedalam segmentasi pasar:

1. Segmentasi Fismografis

Pada segmentasi ini PT. Multipack Industry Indonesia membagi pasar atau pelanggan berdasarkan ukuran perusahaan atau organisasi itu sendiri. Pada segmentasi ini dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

• Perusahaan Besar

Perusahaan besar disini adalah perusahaan yang membutuhkan pita perekat untuk keperluan packing mereka dalam pengiriman barang. Biasanya perusahaan ini membeli dengan skala yang besar pula dan sangat memprioritaskan kualitas pita perekat yang digunakan

• Perusahaan Kecil

Perusahaan Kecil disini merupakan usaha-usaha kecil seperti toko atau individu yang membutuhkan pita perekat dalam skala kecil. Pada segmen pasar ini mereka lebih memprioritaskan harga yang murah namun dengan kualitas yang tidak terlalu buruk.

3.4.3.3 Asses Advantage Relative to Competition

Tahap ketiga pada analisa peluang pasar, yaitu penilaian keuntungan relatif terhadap pesaing lainnya. Berdasarkan hasil interview, pesaing PT. Multipack Industry Indonesia adalah pesaing langsung yang merupakan pesaing yang bergerak dalam segmentasi pasar dan produk yang sama. Adapun pesaingnya yaitu; PT. Ekadharma Tape Tbk, PT. Hasri Anekatama, PT. Megah Pita Indonesia dan PT. Nachindo Tape Industry.

3.4.3.4 Asses the Company’s Resources to Deliver the Offering

Tahap keempat pada analisa peluang pasar, PT. Multipack Industry Indonesia diharuskan dapat mengidentifikasi berbagai sumber daya dan rekan kerja yang ada untuk dapat memberikan penawaran lebih pada sistem yang akan dikembangkan secara online. Berdasarkan

(16)

hasil interview kepada Owner dapat diketahui bahwa PT. Multipack Industry Indonesia dapat memberikan penawaran yang lebih pada sistem e-commerce dengan menggunakan sumber daya yang dikelompokan kedalam 3 kelompok identifikasi, yaitu:

1. Identifikasi Sumber Daya yang Berhubungan Langsung dengan Pelanggan (Customer Facing Resources) meliputi:

a. Kekuatan pasar yang sudah dibentuk PT. Multipack Industry Indonesia

Berdasarkan interview dengan Sales Manager pada proses penjualan yang dimiliki PT. Multipack Industry Indonesia, dapat diketahui kekuatan dari sumber daya yang mereka punya terdapat pada kekuatan bahan yang berkualitas karena merupakan bahan import dan merek yang mewakili PT. Multipack Industry Indonesia itu sendiri terdiri dari berbagai jenis brand, dimana dalam pertumbuhan penjualannya, brand tersebut telah dikenal dengan baik oleh seluruh pengguna akhir maupun pelanggan.

b. Pemasaran oleh Owner

Peran owner disini tidak hanya menerima laporan-laporan yang diberikan manager dan menganalisisnya, melainkan owner disini juga ikut berperan dalam menjual dan memasarkan barang atau produknya. Dengan kata lain owner disini juga berperan sebagai sales namun dengan tingkat pelanggan antar eksekutif. Hal ini akan sangat efektif apabila penawaran online juga diikut sertakan didalamnya.

2. Identifikasi Terhadap Sumber Daya Internal

Pada identifikasi berikut, PT. Multipack Industry Indonesia dapat menjelaskan contoh dari sumber daya internal yang mampu memberikan penawaran lebih terhadap perkembangan sistem yang akan bekerja secara online, meliputi: Akses Wi-Fi dalam lingkungan gedung kantor, untuk setiap karywan setidaknya

(17)

mempunyai 1 laptop atau PC-komputer yang diberikan oleh manager.

3. Identifikasi Terhadap Sumber Daya Upstream

Pada bagian sumber daya upstream PT. Multipack Industry Indonesia telah didukung oleh supllier yang dapat memenuhi kecukupan akan ketersediaan pita perekat pada gudang PT. Multipack Industry Indonesia sendiri dan juga didukung dengan harga yang dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Sehingga pada sistem yang akan dirancang sebaiknya memiliki informasi mengenai harga yang akurat dan up to date.

3.4.3.5 Asses Market Readiness of Technology

Tahap kelima pada analisa peluang pasar, yaitu tahapan analisa mengenai kesiapan pasar dalam menerima perkembangan teknologi. Dimana pada akhirnya bertujuan agar sistem baru (e-commerce) yang akan dibangun dapat berjalan dan berfungsi dengan baik.

Pada tahap ini terdiri dari 3 bentuk analisa akan kesiapan pasar dengan teknologi yang ditawarkan, yaitu:

1. Analisa terhadap keberadaan teknologi (Technology Vulnerability)

Dalam memperluas area pasar, PT. Multipack Industry Indonesia menyadari bahwa kenyamanan dan kepuasan pelanggan sangatlah penting, pada saat pemesanan, pembelian maupun pengiriman. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah media dimana dapat memasarkan sekaligus memproses penjualan secara menyeluruh serta dapat di akses kapan saja dan dimana saja.

Dalam hal ini perusahaan juga belum didukung dengan sarana internet maupun media sosial seperti facebook dan twitter, padahal hal ini dapat membantu dalam mencari pelanggan baru ataupun sebagai sarana mempromosikan produk baru.

(18)

2. Analisa terhadap adopsi teknologi (Technology Adoption)

Berdasarkan hasil interview, diketahui bahwa dalam melakukan pemasaran dan penjualan pita perekat kepada calon pelanggan, perusahaan sangat bergantung terhadap kemampuan para sales dalam menawarkan produk kepada calon pelanggan. Pelanggan disini pun mayoritas adalah perusahaan yang menggunakan pita perekat dalam sekala besar. Dengan kata lain setiap perusahaan pasti mempunyai divisi IT-nya sendiri (baik outsourcing ataupun tidak) dan sudah familiar dengan penggunaan internet. Sehingga dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa pasar dari PT. Multipack Industry Indonesia akan dapat dengan mudah mengadopsi teknologi yang berbasis internet atau dalam hal ini adalah e-commerce.

3. Analisa terhadap dampak dari teknologi baru (Impact of New Technology)

Dengan adanya penerapan teknologi baru/berbasis internet atau e-commerce pada sistem PT. Multipack Industry Indonesia, tentu akan menyebabkan berbagai dampak kepada pelanggan maupun perusahaan itu sendiri yang dapat dikelompokan menjadi:

1. Dampak Positif

a. Tercukupinya kebutuhan informasi yang dibutuhkan calon pelanggan maupun pelanggan dalam melakukan pemesanan dan lain-lain. Begitu pula dengan informasi mengenai detail pita perekat yang diinginkan pelanggan. b. Membantu perusahaan dalam memperluas pangsa pasar,

karena dapat di akses dimana saja dan kapan saja. c. Mempermudah pelanggan dalam melakukan pemesanan. d. Dengan adanya keberadaan toko fisik dan toko online, maka akan menghapus keraguan pelanggan dalam bertransaksi secara online. Karena jika terjadi masalah, pelanggan dapat mengunjungi langsung perusahaan yang bersangkutan, dalam hal ini PT. Multipack Industry Indonesia.

(19)

e. Pelanggan dapat membandingkan pita perekat yang di display langsung pada website dengan merek lainnya tanpa harus bertanya pada admin terlebih dahulu yang dapat memakan waktu lebih lama.

2. Dampak Negatif

a. Memerlukan biaya yang cukup besar dalam hal pembangunan infrastruktur teknologi baru (e-commerce) termasuk biaya training user yang akan ditunjuk sebagai admin

b. Kemanan belum terjamin sepenuhnya karena belum adanya sanksi yang tegas pada kejahatan di dunia maya.

Berdasarkan analisa kesiapan pasar dengan teknologi baru/berbasis internet, dapat disimpulkan bahwa PT. Multipack Industry Indonesia begitu juga pelanggan maupun calon pelanggan telah siap untuk menggunakan teknologi baru atau teknologi berbasis internet, dikarenakan dari hasil analisa kesiapan teknologi meyatakan PT. Multipack Industry Indonesia masih menggunakan cara lama dalam pemasaran dan sedang mengembangkan teknologi baru (e-commerce), tetapi pasar PT Multipack Industy Indonesia telah siap dalam masuknya teknologi baru, begitu pula dengan lebih banyaknya dampak positif dari dampak negatif bila diterapkannya teknologi berbasis internet tersebut.

3.4.3.6 Specify Opportunity in Concrete Terms

Tahap keenam pada analisa peluang pasar, akan disusun berbagai kesempatan yang ada bila PT. Multipack Industry Indonesia menggunakan sistem baru atau aplikasi e-commerce, dimana berbagai kesempatan tersebut dapat digambarkan kedalam sebuah cerita kesempatan (opportunity story) yang terdiri dari:

(20)

1. Target Segments

Berdasarkan hasil analisa dari interview yang didapat, target segments pada PT. Multipack Industry Indonesia akan diperkuat pada Segmentasi Fismografis yaitu dengan membagi pelanggan menjadi dua bagian (skala besar dan skala kecil).

2. Value Proposition

Sesuai dengan target segmentasi yang dijelaskan diatas, proposisi nilai yang dapat ditawarkan oleh PT. Multipack Industry Indonesia kepada seluruh target segmentasi tersebut bila telah menggunakan aplikasi e-commerce adalah kenyamanan dalam proses pemesanan, yang terdiri atas informasi lengkap mengenai pita perekat yang selalu up to date, adanya media komunikasi secara online dengan admin melalui website yang dapat memudahkan pelanggan dalam menyampaikan kritik maupun saran kepada PT. Multipack Industry Indonesia.

3. Customer Benefit

Sesuai proporsi nilai yang ditawarkan kepada calon pelanggan bila telah adanya penambahan sistem e-commerce maka manfaat yang dapat dirasakan pelanggan terdapat pada kenyamanan dalam bertransaksi secara online yaitu meliputi:

a. Pemesanan menjadi lebih mudah jika dibandingkan dengan telepon, karena detail informasi produk terlihat dengan jelas beserta dengan ketersediaannya. Jadi perusahaan tidak perlu menjelaskan ulang tentang ketersediaan maupun informasi pita perekat pada pelanggan yang berbeda-beda yang dapat memakan waktu lebih lama.

b. Pelanggan bisa langsung membandingkan harga maupun kualitas suatu pita perekat dengan merek yang berbeda. c. Pelanggan dapat mengetahui informasi harga pita perekat

(21)

d. Pelanggan dapat mengetahui status pemesanan yang sedang berlangsung.

e. Pelanggan akan lebih percaya dengan layanan yang diberikan PT. Multipack Industry Indonesia sendiri dikarenakan adanya fitur live chat.

4. Critical Resource

Berdasarkan proporsi nilai yang ditawarkan, sumber daya terpenting PT. Multipack Industry Indonesa adalah dapat memberikan kepuasan kepada calon pelanggan dan pelanggan yang terdapat pada kualitas dari pita perekat dan pelayanan dari PT. Multipack Industry Indonesia itu sendiri.

5. Reason to Believe

Ada beberapa alasan yang membuat calon pelanggan dan pelanggan percaya untuk bertransaksi maupun memesan di website PT. Multipack Industry Indonesia, diantaranya:

Tampilan website yang professional. Hal dapat dapat menghapus keraguan pelanggan maupun calon pelanggan yang mengunjungi website bahwa keberadaan dan produk yang dijual benar adanya.

• Adanya alamat toko fisik pada halaman “Hubungi Kami” yang dapat dikunjungi oleh calon pelanggan atau pelanggan jika terjadi kendala atau masalah yang memang harus diselesaikan dengan face-to-face.

6. Resource Sourcing

Dengan dibangunnya aplikasi e-commerce melalui website maka PT. Multipack Industry Indonesia akan dapat lebih dipercaya dan dipandang lebih maju dimata pelanggan untuk dalam menawarkan pita perekat yang ada.

7. How to Monetize

Dengan adanya e-commerce, diharapkan PT. Multipack Industry Indonesia akan dapat meningkatkan pelayanan dari setiap pemesanan yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan serta

(22)

memperluas jangkauan pemasaran pita perekat di Indonesia, yang secara tidak langsung akan meningkatkan penjualan, serta dapat meningkatkan keuntungan yang akan diperoleh PT. Multipack Industry Indonesia.

8. Opportunity magnitude

Dengan diterapkannya e-commerce maka PT. Multipack Industry Indonesia akan memiliki peluang yang besar dalam memperluas pangsa pasar dan bersaing dengan perusahaan lain yang bergerak dalam industri yang sama.

3.4.3.7 Asses Opportunity Attractiveness

Tahap terakhir dari analisa peluang pasar adalah menilai daya tarik dari PT. Multipack Industry Indonesia terhadap peluang yang ada, dimana pada akhir dari tahap ini akan menyimpulkan sebuah keputusan mengenai siap atau tidak siapnya penerapan e-commerce pada PT. Multipack Industry Indonesia.

Pada analisa berikut, kesimpulan dapat diperoleh melalui 8 tolak ukur yang ada, dimana pada tolak ukur tersebut lebih banyak memiliki faktor positif dan negative yang akan menentukan penerapan e-commerce pada PT. Multipack Industry Indonesia akan terus dilanjutkan atau tidak dilanjutkan.

Berikut penjelasan dari kedelapan tolak ukur tersebut: 1) Competitive Vulnerability

Berdasarkan hasil observasi di internet, dapat diketahui bahwa tidak ada pesaing yang menerapkan e-commerce, kebanyakan dari pesaing tidak memiliki website dan hanya beberapa yang memiliki website namun hanya menampilkan profile perusahaan dan barang yang dijual, jadi bila PT. Multipack Industry Indonesia mengimplementasikan sistem e-commerce maka akan dapat selangkah lebih maju dibandingkan dengan para pesaing. Jadi dapat disimpulkan, tolak ukur ini bersifat positif bagi perusahaan.

(23)

2) Technical Vulnerability

Berdasarkan hasil interview, setiap karyawan pada PT. Multipack Industry Indonesia telah memiliki setidaknya 1 komputer dan perusahaan memiliki akses Wi-Fi-nya sendiri. Namun dalam penggunaannya masih sangat minim, yaitu hanya untuk browsing serta cek email. Hal ini menjadi dampak negatif bagi perusahaan.

3) Magnitude of Unmet Need

Berdasarkan hasil dari analisa terhadap kebutuhan pelanggan, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi pada sistem yang sedang berjalan, kebutuhan tersebut meliputi:

• Kebutuhan dalam hal pemesanan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

• Kebutuhan akan informasi stock pita perekat yang tersedia.

• Kebutuhan akan detail informasi mengenai produk yang dijual (harga dan ukuran).

• Kebutuhan akan informasi mengenai konfirmasi rincian pemesanan dan jumlah total pembayaran.

Dari berbagai kebutuhan tersebut dapat dikatakan bahwa dengan adanya sistem e-commerce nantinya akan dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut. Jadi dapat disimpulkan tolak ukur ini bersifat positif.

4) Interaction Between Segments

Pada tolak ukur interaksi antar segmen bersifat tidak berpengaruh pada proses bisnis PT. Multipack Industry Indonesia, dikarenakan pada tolak ukur ini menggambarkan mengenai hubungan antar segmentasi dengan segmentasi lainnya yang tidak ada hubungan sebagai tolak ukur dalam penerapan e-commerce. Disimpulkan pada tolak ukur ini bersifat faktor netral.

(24)

Gambar 3.4 Grafik Pendapatan Kotor

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Multipack Industry Indonesia, pada tahun 2011 – 2012 pendapatan kotor (gross profit) yang dimiliki mengalami peningkatan sekitar 20% dan total beban operasi yang meningkat juga namun tidak sesignifikan peningkatan gross profit. Sehingga hal ini menunjukan bahwa PT. Multipack Industry Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2011-2012 dan memperlebar jarak antara pendapatan kotor (gross profit) dengan beban operasi (operating expenses). Walaupun begitu, hal ini akan lebih efektif apabila ditambahnya aplikasi e-commerce karena dapat memotong beberapa biaya operasi seperti biaya telepon, biaya parkir, biaya tol, uang bensin bagi para sales yang total keseluruhannya bisa mencapai 15% dari total beban yang ada. Oleh karena itu tolak ukur ini dapat disimpulkan bersifat positif.

6) Technology Vulnerability

Berdasarkan hasil observasi dan interview, bahwa kantor telah didukung oleh koneksi internet dan setiap karyawan memiliki 1 komputer serta kebanyakan pelanggan mereka adalah perusahaan yang biasanya telah familiar dengan yang namanya internet. Maka dapat disimpulkan bahwa tolak ukur ini bersifat positif.

(25)

7) Market Size

Gambar 3.5 Grafik Pangsa Pasar

Berdasarkan hasil interview pada owner PT. Multipack Industry Indonesia, pangsa pasar yang dimiliki oleh PT. Multipack Industry Indonesia sebagian besar adalah pelanggan akhir. Oleh karena itu hal ini dapat dikatakan bersifat positif, karena berdasarkan data diatas, maka target segment yang ingin dituju adalah pelanggan akhir.

8) Level of Profitability

Gambar 3.6 Grafik Pendapatan Bersih

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Multipack Industry Indonesia, pada tahun 2011 memang tidak terlalu mendapatkan

(26)

hasil yang maksimal, namun pada tahun 2012 mengalami peningkatan sampai 3 kali lipat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan hal ini, dapat dikatakan bahwa penjualan dan pemasaran yang dilakukan saat ini meningkat, walaupun dalam pemesannanya hanya lewat telepon atau mengunjungi langsung PT. Multipack Industry Indonesia. Sedangkan dari sisi pemasaran pita perekat itu sendiri, setiap sales harus mencari pelanggan dengan mendatanginya langsung (face-to-face), hal ini akan menjadi masalah apabila cuaca tidak mendukung seperti hujan, banjir atau macet. Pemesanan dan pemasaran produk akan terhambat. Dengan adanya e-commerce maka hal tersebut dapat di atasi, sales tidak perlu lagi capek-capek menjelaskan mengenai detail produk yang dibutuhkan pelanggan dan pelanggan pun dapat memesan produk dimana saja dan kapan saja. Sehingga hal ini menjadi tolak ukur positif.

3.4.4 Analisis Model Bisnis (Business Model Analysis)

Analisa model bisnis merupakan bagian lanjutan dari analisa sistem berjalan, yang merupakan kelanjutan dari analisa peluang pasar sebelumnya dimana pada akhir analisa akan menghasilkan suatu pembangunan model bisnis yang berguna untuk perancangan sistem baru. Dalam membangun model bisnis terdiri dari atas 4 komponen tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

3.4.4.1 Menetukan Nilai Preposisi dan Nilai Cluster (Value Preposition and Value Cluster)

Langkah awal dalam membangun bisnis model online adalah dengan cara menentukan value preposition yang bersifat jelas dan spesifik. Dalam membangun value preposition dibutuhkan 3 hal yang perlu di analisis, yaitu target segmentasi pelanggan (segment choice), keuntungan yang akan ditawarkan kepada pelanggan (choice of focal customer benefits), dan sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mendukung bisnisnya dalam menawarkan segala keuntungan yang

(27)

diberikan kepada pelanggan dengan cara yang lebih baik dari pada kompetitor (choice of unique and differentiating resources).

a. Segment Choice

Berdasarkan hasil interview, segmentasi pelanggan pada PT. Multipack Industry Indonesia secara keseluruhan mencakup B2C (pelanggan akhir) dan B2B (re-seller). Namun pada segmen pasar ini, fokus utama yang dipilih adalah B2C.

b. Choice of Focal Customer Benefits

Dalam membangun model bisnis, PT. Multipack Industry Indonesia akan meningkatkan pelayanan dalam mengatur pelanggan, dimana bagi pelanggan akan dapat menikmati keuntungan berupa:

1. Kemudahan dalam melakukan pemesanan pita perekat, yaitu dengan tidak diperlukannya lagi pengisian data pribadi setiap melakukan pemesanan.

2. Pelanggan dapat mengetahui status produk yang sudah dipesan.

3. Tersedianya layanan tambahan berupa pemberian komentar dan saran.

c. Choice of Unique an Differentiating Resources

Pada analisa sumber daya yang dimiliki, lebih terfokus pada sumber daya internal yang ada pada PT. Multipack Industry Indonesia, dimana dengan sumber daya tersebut dapat memberikan dukungan akan kepuasan pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia yang diharapkan nantinya dengan sumber daya ini perusahaan dapat bersaing lebih baik dibandingkan dengan pesain lainnya.

Berbagai sumber daya internal tersebut meliputi:

1. Website yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan media internet. 2. Pelayanan terhadap pelanggan secara online dan

bersifat sebaik mungkin untuk dapat memuaskan pelanggan.

(28)

3. Membagun loyalitas pelanggan dengan menggantikan barang dengan jangka waktu 3 bulan bila ditemukannya kerusakan pada saat pengiriman dan adanya pemberian bonus bagi setiap pelanggan yang melakukan transaksi terbesar.

4. Pita perekat yang ditawarkan merupakan pita perekat yang berkualitas baik dan terjamin kerekatannya.

3.4.4.2 Penawaran Online (Online Offering)

Pada tahap ini akan ditentukan produk online, layanan/service tambahan dan penawaran informasi lainnya. Dibawah ini akan dideskripsikan secara luas tentang produk dan layanan apa saja yang akan disediakan secara online. Ada 3 tahap dalam membuat pendeskripsikan layanan dan produk yaitu:

a) Mengidentifikasi Ruang Lingkup Penawaran

Dalam mendeskripsikan ruang lingkup penawaran produknya, PT. Multipack Industry Indonesia menggunakan pendekatan cross-category dominance karena pada saat ini PT. Multipack Industry Indonesia hanya memiliki satu produk yaitu pita perekat dengan berbagai tipe. Sedangkan pada bagian pelayanan dan pemesanan pelanggan, jika pada proses tersebut pelanggan mengalami kesulitan dalam bertransaksi, mereka dapat langsung bertanya dan berkomunikasi langsung dengan admin yang sedang online. Pelanggan juga dapat mengirimkan pertanyaan melalui email, dimana akan langgsung direspon baik oleh admin PT. Multipack Industry Indonesia (selama masih jam kerja).

b) Mengidentifikasi Proses Pengambilan Keputusan dari Pelanggan

Dalam membangun sebuah keputusan calon pelanggan yang ingin menjadi pelanggan terdiri atas 3 tahap yaitu pre-purchase, purchase, dan post purchase.

(29)

1. Tahap pre-purchase, pada tahap ini ada beberapa langkah yang akan diambil sebelum pelanggaan melakukan pemesanan yaitu, mengenali kebutuhan dalam penggunaan pita perekat. Kebutuhan yang biasanya dicari pelanggan adalah kegunaan, kualitas dan harga. Perusahaan yang akan bergabung menjadi pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia secara umumnya akan mendapatkan keuntungan/profit yang lebih dikarenakan produk yang dijual oleh PT. Multipack Industry Indonesia memliki kualitas yang sangat bersaing dibandingkan pesaing lainnya karena bahan yang di pakai merupakan bahan impor. Mengenai kegunaan, produk PT. Multipack Industry Indonesia mempunyai banyak pilihan seperti OPP (Oriented Polypropylene) yang digunakan untuk pengiriman yang berat (packing dan bundling), SAT (Self-Adhesive Tape) yang digunakan untuk perluan kantor, Masking Tape untuk pelekat kertas, DST (Double Side Tape) untuk perekat ganda, Masking Tape, Foam Tape dan Cloth Tape. Sehingga berdasarkan analisa tersebut, fitur online yang seharusnya berada di website yang akan dibangun sebaiknya memiliki fitur berupa informasi secara lengkap mengenai PT. Multipack Industry Indonesia, berbagai informasi yang dapat memikat pelanggan untuk bergabung menjadi pelanggan dan yang paling diutamakan merupakan fitur yang berisikan informasi mengenai tanggapan balik yang positif dari pihak yang mendaftar untuk menjadi pelanggan.

2. Tahap purchase merupakan tahap dimana calon pelanggan akan memutuskan untuk tidak atau mendaftar menjadi pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia. Jika suatu perusahaan memutuskan untuk mendaftar menjadi pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia maka sebaiknya disediakan fitur yang akan menunjang

(30)

proses pendaftaran tersebut yaitu dengan adanya form pendaftaran pelanggan yang tersedia 24 jam dan mudah untuk dioperasikan. Begitu pula bila pada saat pemesanan pita perekat maka sebaiknya disediakan sebuah fitur shooping cart yang dapat menampung berbagai jenis pita perekat yang akan dipesan pelanggan. Dengan adanya fitur ini, pelanggan dapat mengetahui total pembelian produk yang sudah masuk ke dalam shoping cart. Maka fitur ini dapat menunjang kemudahan untuk dapat memesan pita perekat sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Tahap post purchase merupakan tahap dimana akan dilakukan evaluasi dari tingkat kepuasan pelanggan setelah melakukan transaksi pemesanan pita perekat di PT. Multipack Industry Indonesia. Sehingga PT. Multipack Industry Indonesia sebaiknya menyediakan fitur chat untuk menangani berbagai keluhan pelanggan, juga disediakan informasi perusahaan pada website PT. Multipack Industry Indonesia yang berguna bagi pelanggan untuk menghubungi admin PT. Multipack Industry Indonesia. Kemudian pelanggan dapat mengisi kolom testimony terhadap kinerja dan produk yang telah dibelinya. Sehingga nantinya dapat membantu calon pelanggan dalam mengambil keputusan untuk membeli pita perekat.

c) Memetakan Produk dan Layanan Dalam Proses Pengambilan Keputusan

Pada tahap ini akan dijelaskan mengenai pemetaan berbagai alternatif layanan baik secara online maupun offline yang telah dianalisa sebelumnya kedalam proses pengambilan keputusan pelanggan, yang dapat digambarkan kedalam egg diagram. Terdapat tahap keputusan calon pelanggan menjadi pelanggan yaitu meliputi:

(31)

Sesuai dengan analisa sebelumnya, pelanggan mengetahui kebutuhan dalam penggunaan produk dikarenakan pelanggan dapat membandingkan antara satu pita perekat dengan pita perekat lainnya yang berbeda merek sesuai dengan kebutuhan packing dan bundling serta memperlihatkan jumlah unit atau produk yang tersedia. Sehingga pada website akan disediakan penjelasan tentang deskripsi dari pita perekat.

2. Mencari Informasi

Pada tahap ini, diketahui sebelumnya bahwa informasi yang sangat diperlukan oleh pelanggan dapat meliputi informasi mengenai merek dari pita perekat dan kualitas pita perekat. Sehingga pada tahap ini akan diberikan fitur penyampaian informasi berupa:

a. Banner produk berisikan informasi mengenai produk-produk yang dijual oleh PT. Multipack Industry Indonesia.

b. Fitur komunikasi berupa chat secara langsung kepada admin, dimana dengan adanya fitur ini akan dapat mempermudah pelanggan untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai produk atau sekedar berkonsultasi.

3. Mendaftar menjadi pelanggan

Pada tahap pendaftaran menjadi pelanggan atau tahap dimana pelanggan telah membandingkan seluruh produk PT. Multipack Industry Indonesia, maka pada website yang dibangun sebaiknya memiliki syarat dan ketentuan menjadi pelanggan sebelum calon pelanggan mendaftar menjadi pelanggan pada halaman pendaftaran. Serta halaman pendaftaran dapat di akses dimana saja dan kapan saja agar memudahkan dalam melakukan proses pendaftaran dan pada halaman ini calon pelanggan dapat memasukan informasi pribadi dan perusahaan tempat mereka bekerja yang berguna bagi PT. Multipack

(32)

Industry Indonesia dalam mengatur para pelanggannya. Bila pendaftaran telah dilakukan, maka pelanggan sudah dapat melakukan pemesanan produk pita perekat.

4. Memesan pita perekat

Pada tahap ini, pelanggan akan ditawarkan fitur berupa hak akses kedalam halaman pemesanan, dimana pada halaman tersebut pelanggan tidak perlu mengisi field-field karena data-data pelanggan sudah disimpan dalam database. Sedangkan pihak back-end, admin mendapat mengetahui dengan adanya notifikasi bila ada pemesanan pita perekat.

5. Membayar

Pada tahap ini, website PT. Multipack Industry Indonesia menyediakan layanan berupa transfer melalui bank ke rekening milik PT. Multipack Industry Indonesia. Sedangkan pihak back-end, admin disediakan sebuah fitur yang dapat mengubah status setiap pembayaran yang diterima.

6. Menerima pesanan

Pada tahap ini, pelanggan yang berada di wilayah JaBoDeTaBek akan di bebaskan dari biaya pengiriman dikarenakan pengiriman dilakukan oleh PT. Multipack Industry Indonesia itu sendiri melalui truk yang telah disediakan dan dilakukan secara door-to-door. Sedangkan pelanggan yang berada di luar wilayah JaBoDeTaBek akan dikirim dengan ekspedisi. Adapun biaya pengiriman akan di tanggung pelanggan dengan estimasi waktu pengiriman paling lambat 7 hari kerja. 7. Tanggapan Pelanggan

Setelah produk diterima, sebaiknya pelanggan ditawarkan sebuah fitur yang dapat memberikan

(33)

testimony mengenai pelayanan yang diberikan dan kualitas produk.

8. Loyalitas Pelanggan

Pada tahap ini, akan ditawarkan fitur berupa media yang dapat menerima berbagai keluhan atas masalah yang dihadapi pelanggan yaitu dapat melalui fitur chat, pengiriman e-mail kepada admin PT. Multipack Industry Indonesia. Sedangkan untuk menunjang kemajuan bisnis kedepannya, maka pada sistem back-end sebaiknya disediakan fitur yang dapat menampilkan laporan penjualan.

Berikut gambar egg diagram berdasarkan analisa penawaran online sebelumnya:

Gambar 3.7 Egg Diagram

(34)

Resource system memberikan pandangan kepada perusahaan untuk dapat menilai sumber daya yang dimiliki agar dapat dikelola secara baik yang bertujuan agar setiap pelanggan mendapatkan keuntungan dari value proposition yang telah diidentifikasi sebelumnya. Dalam menentukan Resource Sistem terdiri dari 2 tahap, yaitu:

1. Menspesifikasikan Sistem Sumber Daya (Specifying a Resource System)

Dalam menspesifikasikan sistem sumber daya, PT. Multipack Industry Indonesia memiliki 4 jenis identifikasi keuntungan yaitu:

a. Identifikasi sumber daya yang memiliki keuntungan inti kepada pelanggan PT. Multipack Industry Indonesia meliputi:

1. Memiliki informasi produk yang diperbaharui setiap saat, serta memudahkan mencari informasi yang dibutuhkan.

2. Adanya kemudahan dalam bertransaksi.

3. Produk pita perekat yang ditawarkan oleh PT. Multipack Industry Indonesia memiliki kualitas yang baik serta daya rekat yang kuat.

4. Harga yang bersaing.

b. Identifikasi sumber daya yang terkait dengan setiap keuntungan, sedangkan untuk sumber daya yang terkait dengan setiap keuntungan diatas meliputi:

1. Website yang dapat di akses dimana saja dan kapan saja oleh pelanggan melalui media internet.

2. Sumber daya manusia yang terlatih dan berpengalaman (menguasai semua informasi mengenai perusahaan dan produk yang ditawarkan) sehingga berbagai masalah yang dihadapi pelanggan nantinya dapat diatasi dengan baik.

(35)

3. Media sosial yang membantu memasarkan produk serta, memberi informasi yang dibutuhkan pelanggan.

4. Mitra kerja terkemuka.

c. Identifikasi hingga tahap apa perusahaan dapat menyediakan setiap manfaat. Pada tahap ini PT. Multipack Industry Indonesia masih memerlukan mitra kerja untuk memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan agar mencapai keuntungan. Sebagai contoh PT. Multipack Industry Indonesia masih membutuhkan beberapa jenis pita perekat yang tidak diproduksi oleh PT. Multipack Industry Indonesia.

d. Identifikasi Rekanan yang dapat Melengkapi Sumber Daya. Pada tahap ini yang menjadi mitra kerja PT. Multipack Industry Indonesia adalah induk dari perusahaan itu sendiri, serta beberapa perushaan lain.

Hubungan dari keuntungan dengan sumber daya yang dimiliki oleh PT. Multipack Industry Indonesia dapat dijelaskan pada gambar berikut:

(36)

Gambar 3.8 Hubungan Sumber Daya dan Keuntungan Keterangan:

3.4.4.4 Model pendapatan (Revenue Models)

Model pendapatan yang dimiliki PT. Multipack Industry Indonesia bersumber dari keuntungan yang diperoleh dari melakukan transaksi penjualan pita perekat.

= Keuntungan (Benefits)

(37)

3.4.4.5 Models Bisnis Online

Berdasarkan keempat tahapan analisis model bisnis online, Value Preposition and Value Cluster, Online Offering, Resource System dan Revenue Models, juga dari ketujuh alternatif pilihan model bisnis online yang ada, PT. Multipack Industry Indonesia menggunakan pendekatan model bisnis online metamarket switchboard model. Dikarenakan PT. Multipack Industry Indonesia lebih mengutamakan perluasan pangsa pasar, termasuk dalam setiap pemesanan pita perekat.

Figur

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

Gambar 3.1

Struktur Organisasi p.3
Gambar 3.2 Activity Diagram Proses Penjualan Pita perekat

Gambar 3.2

Activity Diagram Proses Penjualan Pita perekat p.8
Gambar 3.3 Customer Buying Process

Gambar 3.3

Customer Buying Process p.14
Gambar 3.4 Grafik Pendapatan Kotor

Gambar 3.4

Grafik Pendapatan Kotor p.24
Gambar 3.5 Grafik Pangsa Pasar

Gambar 3.5

Grafik Pangsa Pasar p.25
Gambar 3.6 Grafik Pendapatan Bersih

Gambar 3.6

Grafik Pendapatan Bersih p.25
Gambar 3.7 Egg Diagram

Gambar 3.7

Egg Diagram p.33
Gambar 3.8 Hubungan Sumber Daya dan Keuntungan  Keterangan:

Gambar 3.8

Hubungan Sumber Daya dan Keuntungan Keterangan: p.36

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :