1
PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PEKANBARU
JL. HR. SUBRANTAS KM. 9 PEKANBARUTelp. (0761) 64023 – 66455 Fax (0761) 64023 – 66455
Pekanbaru, Februari 2012
Nomor : W1.TUN6…../ KU.00.01 / II / 2012 Kepada Yth :
Lamp. : 1 ( satu ) berkas Bapak Ketua Pengadilan Tinggi
Perihal : Penyampaian Laporan Akuntabilitas Pekanbaru
Kinerja Instansi Pemerintah Tahun di -
2011 dan Penetapan Kinerja Tahun PEKANBARU
2012 dari Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
Sehubungan dengan Surat Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor : W4 – U / 00109 / PW.10.10 / I / 2012 tanggal 4 Januari 2012 seperti perihal pada pokok surat, bersama ini dengan hormat kami sampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 dan Penetapan Kinerja Tahun 2012 dari Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
K E T U A,
ttd
TRIPENI IRIANTO PUTRO, SH. M.Si NIP. 19620705 198803 1 004
Tembusan disampaikan kepada Yth:
1. Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan di Medan ;
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar BelakangDengan terjadinya perubahan yang memberikan jaminan tanggung jawab bagi kekuasaan kehakiman dengan terjadinya Reformasi Demokrasi untuk mewujudkan supremasi hukum melalui kekuasaan kehakiman yang mandiri, efesien, efektif, dan bebas dari KKN, serta mendapatkan kepercayaan publik dan memberikan pelayanan hukum yang berkualitas, terjangkau, dan biaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik.
Program kerja pembaharuan peradilan terlaksana dan terus menuju cita-cita yang diimpikan warga peradilan termasuk program indenpendensi organisasi dan keuangan Mahkamah Agung dalam peningkatan SDM.
Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah Pengadilan tingkat pertama yang menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara dimana wilayah hukum jangkauannya sangat luas yaitu Riau Daratan dan Riau Kepulauan.
Sebagai organisasi yang melaksanakan tugas peradilan tingkat pertama Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru harus mempertanggung jawabkan kinerja kepada masyarakat pencari keadilan.
Untuk itulah Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam melaksanakan tugasnya, baik tugas-tugas yang bersifat Teknis maupun Administrasi melaksanakan Program – Program secara transparan.
Bahwa dengan adanya satu atap empat peradilan yang langsung bertanggung jawab ke Mahkamah agung RI, maka Mekanisme Kinerja dilingkungan Mahkamah Agung RI sampai peradilan dibawahnya termasuk Pengadilan Tata Usaha Negara perubahan itu tidak mengganggu terhadap masyarakat pencari keadilan dalam proses sengketa Tata Usaha Negara, merupakan pelaksanaan kekusaaan kehakiman, yang menyelenggarakan peradilan dengan undang-undang No. 14 Tahun 1970 tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman yang telah dicabut dan diganti dengan undang-undang No.4 Tahun 2004.
B. TUGAS DAN FUNGSI
TUGAS
1. Tugas Pokok dan Kewenangan PTUN
Pengadilan Tata Usaha Negara bertugas dan berwenang adalah sebagai badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman yang merupakan pengadilan
3
tingkat pertama, untuk menyelesaikan perkara sengketa Tata Usaha Negara dalam melakukan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh luar sesuai dengan undang No 14 Tahun 1970 dirubah, dengan undang-undang Nomor :4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman.
1. Fungsi.
Pengadilan Tata Usaha Negara adalah sebagai lembaga Pengadilan tingkat pertama yang mempuyai fungsi utama yaitu.
a. Menerima, memeriksa, mengadili, memutus perkara dalam penyelesaiaan sengketa Tata Usaha Negara
b. Mengajukan berkas perkara yang mengajukan upaya hukum ketingkat
banding, kasasi, dan peninjauan kembali (PK).
c. Melaksanakan putusan (Eksekusi) terhadap putusan yang telah mempunyai hukum tetap.
2. Fungsi Administrasi
Pengadilan Tata Usaha Negara mempertanggung jawabkan secara
Organisatoris, Finansial, kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan Mahkamah agung RI.
3. Fungsi lain
Selain tugas pokok untuk menerima, memeriksa, mengadili dan memutus perkara berdasarkan Undang-Undang No.4 Tahun 2004 dan undang – undang No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung RI.
Kemudian dalam melaksanakan kerja berdasarkan undang-undang No.5 Tahun 1986 dirubah dengan undang-undang No.9 tahun 2004 dan perubahan kedua Undang-Undang No.51 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara.
C. SISTIMATIKA PENYAJIAN
Laporan Akuntabilitas kinerja ini untuk melakukan pencapaian kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Tahun Anggaran 2011, dengan bentuk sajian adalah sebagi berikut:
Kata Pengantar Daftar Isi
Iktisar Eksekutif
Bab I. Pendahuluan menguraikan gambaran secara garis besar tentang Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam Lakip.
4
Bab II.Perancanaan dan Penyajian Kerja Menyesuaikan Visi dan Misi, Tujuan sasaran strategis serta program utama yaitu program kerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam Tahun anggaran 2011.
Bab III. Akuntabilitas Kinerja, Menguraikan tentang capaian Kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
Bab IV. Penutup, Menguraikan Simpulan dari seluruh sajian laporan tentang kinerja dengan harapan adanya koneksi untuk peningkatan kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dimasa mendatang.
5
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA
A. Rencana StrategisDengan tersusunnya rencana Strategis dari Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru untuk tahun 2005 – 2014, maka Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dianggap telah terwakili dalam rencana strategis tersebut. Namun demikian tetap yang akan datang (2011-2015) Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru akan membuat Rencana strategis Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru sebagai satuan kerja yang mandiri.
Rencana strategis Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru merupakan gambaran atau visionable kerja lembaga Badan Peradilan, yang tersusun selama 5 tahun sehingga dengan rencana strategis tahun 2010-1014 merupakan suatu proses yang dicapai sebagai sarana atau proses untuk tercapainya Visi, Misi, Tujuan, Sasaran yang telah ditetapkan organisasi yang dapat dijabarkan menjadi. VISI DAN MISI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PEKANBARU.
VISI Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah :
“ Terwujudnya Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru yang mandiri, berwibawa dalam Penegakan Hukum dan Keadilan, serta terciptanya Supremasi Hukum. Hal ini tentunya harus didukung oleh seluruh personil Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru yang secara konsekuen melaksanakan Tugas dan Wewenang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 yang dirubah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan hukum yang berlaku.”
MISI Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah:
1. Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah untuk mewujudkan
Pengadilan dalam menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara dengan cepat, sederhana dan biaya ringan 2. Meningkatkan profesionalisme Aparatur Hakim, Pejabat Kepaniteraan dan
Kesekretariatan.
Upaya untuk mencapai Visi dan Misi yang agung tersebut jelaslah bukan suatu pekerjaan yang mudah. Diperlukan suatu pemahaman yang mendalam atas permasalahan yang dihadapi Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dan
6
Rencana Strategi tepat dan menyeluruh untuk menjawab permasalahan yang ada. Tujuannya agar dapat mendorong terwujudnya Lembaga Peradilan yang bermartabat, berwibawa dan dihormati serta tegaknya Supremasi Hukum. B. Tujuan Strategis
Tujuan Strategis adalah merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan Visi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sampai 5 (lima) tahun. Dengan diformulasikan tujuan strategis. Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru akan dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh Organisasi dalam memenuhi Visi Misinya untuk kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun kedepan dan mewujudkan untuk mengukur sejauh mana Visi Misi Organisasi telah dicapai mengingat tujuan Strategis dirumuskan berdasarkan Visi Misi Organisasi.
Tujuan Strategis yang ditetapkan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kemampuan dan kinerja pejabat / staf Pengadilan agar lebih efektif dan efisien.
2. Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Peradilan.
3. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya manusia Pengadilan.
C. Sasaran Strategis
Sasarannya adalah yang akan dicapai organisasi dalam waktu yang lebih pendek daripada tujuan. Sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah :
1. Menyelenggarakan Kekuasaan Kehakiman yang mandiri, berwibawa dan
tidak memihak.
2. Meningkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Lembaga Peradilan kepada masyarakat dan pencari keadilan.
3. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga Peradilan.
Ketiga sasaran tersebut merupakan sasaran yang akan dicapai Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam tahun 2010 – 2014. Karena ketiga sasaran tersebut belum dapat menjelaskan sasaran yang akan dicapai setiap tahunnya secara spesifik dan terukur, maka Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
7
dalam tahun 2012 menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam tahun 2013 dengan memperhatikan fungsi Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru serta unit – unit kerja yang mendukung Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Sasaran tersebut mencerminkan dalam sasaran program yang dituangkan dalam dokumen penetapan kinerja tahun 2013.
D. Target Kinerja Tahun 2012
Undang – undang Nomor : 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung yang kemudian ditindak lanjuti dengan Keputusan Presiden Nomor : 21 Tahun 2004 tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finansial dilingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara, Peradilan Umum & Peradilan Agama.
Selanjutnya secara organisatoris, Administratif, keuangan dan sumber daya manusia Peradilan dibawah kendali Mahkamah Agung, walaupun begitu tugas pokok Pengadilan Tata Usaha Negara adalah menerima, memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang didukung oleh kepaniteraan ( Bidang Administrasi Perkara ) sedangkan kesekretariatan adalah jelas melaksanakan tugas bidang administrasi umum yang terkait dengan perkara ( antara lain uang perkara, PNBP Pengadilan ).
Sejak diterbitkannya Undang – Undang No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara, maka setiap Lembaga Negara lebih ditegaskan bahwa kegiatan anggaran harus berbasis kepada kinerja dituangkan dalam bentuk DIPA ( Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran )
Selanjutnya untuk menetapkan target kinerja tahun 2012, maka tidak terlepas Core Business Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru yaitu menerima, memeriksa, mengadili, memutus perkara, sehingga apa saja yang harus dilaksanakan yang didukung oleh jumlah anggaran yang mencukupi dan berimbang untuk menyelesaikan perkara yang diterima sampai menjadi putusan. Selain melaksanakan sebagai pemegang kekuasaan kehakiman, juga melakukan koordinasi dengan instansi sektoral. Hal ini sebagai konsekuensi dari Sistem Peradilan sebagaimana yang tertuang dalam peraturan per Undang – Undangan yang telah di berlakukan tersebut diatas.
Penetapan Kinerja pada dasarnya adalah Pernyataan Komitmen yang mempresentasikan tekat dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan
8
terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan kinerja ini didasarkan pada Inpres Nomor : 5 tahun 2004 tentang Pencepatan Pemberantasan Korupsi dan Surat
Edaran Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor :
SE/31/M.PAN/12/2004 tentang penetapan kinerja, merupakan acuan dalam menyusun Penetapan Kinerja.
Program dan kegiatan skala prioritas Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru tahun 2012 mempunyai 4 (empat) kegiatan pokok, sebagai berikut :
1. Program Penerapan Kepemerintahan yang baik.
Kegiatan prioritas yang dilaksanakan adalah peningkatan kemampuan untuk melaksanakan administrasi umum dan administrasi teknis peradilan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang berlaku. Sehingga pelaporan dan pertanggung jawaban bidang administrasi umum dan teknis dapat dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan.
Dalam pelaksanaan program Penerapan Kepemerintahan yang baik Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru ditunjang dengan anggaran sebesar Rp. – dengan perincian sebagai berikut :
a. Pengelolaan gaji, honorarium dan tunjangan --- Rp…000, - b. Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan
Perkantoran---Rp…000, - c. Pelayanan publik atau birokrasi ---Rp…000, -
2. Program Peningkatan Pelayanan dari Bantuan Hukum.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah membantu pencari keadilan (masyarakat tidak mampu) yang mendapat permasalahan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru berupa : bantuan Pengacara, bantuan biaya saksi / saksi ahli dan penterjamah terhadap perkara yang dihadapi. Dalam pelaksanaan Program Peningkatan Pelayanan dan Bantuan Hukum Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru ditunjang dengan anggaran sebesar Rp….000, -
3. Program Peningkatan Kinerja Lembaga Peradilan dan Lembaga Penegak Hukum
Lainnya
Kegiatan yang dilaksanakan adalah peningkatan sarana dan prasarana Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru tahun anggaran 2012, sehingga lebih
9
mampu memberikan pelayanan keadilan kepada masyarakat yang lebih luas. Prioritas kegiatan, antara lain :
a. Pemeliharaan gedung kantor dan halaman kantor
b. Pemeliharaan rumah dinas dan halaman rumah dinas
c. Pengadaan pakaian dinas pegawai
d. Pengadaan alat pengolah data
e. Inventaris kantor / keperluan perkantoran f. Obat – obatan
g. Pelantikan & Pengambilan sumpah
h. Penambahan daya tahan tubuh
i. Jamuan tamu.
Termasuk pemeliharaan mobil dinas roda 4 (empat) dan pemeliharaan sepeda motor dinas roda 2 (dua) serta Honor Satpam dan honor pramubakti dan team pengelola keuangan.
Dalam pelaksanaan Program Peningkatan dukungan manajemen &
Pelaksanaan Tenaga Teknis lainnya Mahkamah Agung RI Pengadilan Tata
Usaha Negara Pekanbaru ditunjang dengan anggaran sebesar Rp.
952.784.000,-
4. Program Penegakan Hukum dan HAM
Kegiatan prioritas ini dilaksanakan adalah peningkatan penyelesaian perkara yang masuk serta keamanan dalam pelaksanaan persidangan yang diperiksa, diadili, dan diputus di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
Tahun 2012 dalam pelaksanaan Program Peningkatan Manajemen Peradilan militer dan tata usaha negara dengan anggaran sebesar Rp. 12.500.000,-. Sasaran – sasaran yang akan dicapai Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru tahun 2012 dan dinyatakan dalam penetapan sasaran kinerja tahun 2012 adalah sebagai berikut :
10
No. SASARAN INDIKATOR TARGET
1. Pencepatan Peningkatan
penyelesaian perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
Kegiatan Percepatan
Peningkatan Penyelesaian Perkara
1. Penyelesaian tunggakan perkara dapat dilakukan dengan cepat
2. Penyelesaian minutasi
perkara yang tepat
waktu
3. Penurunan tunggakan
perkara
4. Terwujudnya Lembaga
Peradilan yang
dihormati dan disegani oleh setiap warga negara
dengan diterapkannya
sistem peradilan yang
sederhana, cepat,
transparan & akuntabel. 5. Penyelesaian tunggakan
perkara dapat dilakukan dengan cepat
6. Penyelesaian minutasi
perkara berjalan tepat waktu 7. Tunggakan perkara dapat diantisipasi 8. Terciptanya transparansi dan akuntanbilitas publik atas pengelolaan
informasi perkara dan putusan - Dapat terlaksana perkara dengan cepat - Terselengaranya proses minutasi perkara tepat waktu - Proses tunggakan perkara dapat berjalan dengan baik sampai menurun 100% - Lembaga peradilan
yang dihormati dan disegani 75% - - - Dapat di antisipasi dengan baik - Terwujudnya transparansi dan Akuntabilitas publik atas pengelolaan informasi perkara dan putusan masih 80%
11
Dukungan Manajemen
dan Dukungan Teknis
lainnya Kepaniteraan. Sasarannya: Bahwa terlaksananya dukungan Manajemen dalam Pengelolaan gaji, operasional perkantoran
dan pimpinan serta
dukungan teknis lainnya.
Pengembangan Sumber
Daya Manusia ( SDM ) Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Tahun 2013
9. Terselesaikannya
penyelesaian perkara
yang sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel dilingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
10. Meningkatnya
penyelesaian dan
penanganan perkara
1.Terbayarnya gaji Hakim, Pegawai Pekanbaru
2.Terselenggaranya
operasional perkantoran dan pimpinan
3.Terlaksananya Teknis
Penataan Hukum dan Administrasi.
- Terwujudnya Sumber
Daya Manusia di
Pengadilan Tata Usaha
Negara Pekanbaru
melalui:
1. Diklat SAI dan SIMAK
BMN 2. BIMTEK ( Bimbingan Teknis ) 3. Diklat Sertifikasi Pengadaan Barang / Jasa - Terwujudnya penyelesaian perkara dengan baik - Terciptanya penyelesaian dan penanganan perkara dengan baik. - Terbayarnya gaji
Hakim dan Pegawai Pekanbaru - Terlaksananya operasional kantor dan pimpinan - Terselenggaranya penataan hukum dan administrasi - Terlaksananya dengan baik Peningkatan Sumber Daya Manusia.
12 4. Diklat Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah ( PPAKP ) 5. Diklat Manajemen
Peradilan Tata Usaha Negara
6. Sosialisasi
Akuntabilitas dan
Transparansi Keuangan Perkara
13
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2012
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru tahun 2012 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing – masing indikator kinerja sasaran.
Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, dapat dijelaskan bahwa tahun 2012 secara umum Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi menyelesaikannya dapat mencapai keberhasilan yang dapat ditunjukkan dari pencapaian sebagian besar target indikator kinerja sasaran strategis yang telah ditetapkan akan dicapai tahun 2012.
Namun disisi lain masih terdapat sebagian kecil dari target indikator kinerja sasaran strategis yang ditetapkan dalam tahun ini, tetapi realisasinya belum dapat dicapai. Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru telah melakukan Analisis dan Evaluasi atas capaian kinerja tahun 2012 ini, untuk mendapatkan umpan balik guna melakukan perbaikan tahun 2013. Analisis capaian kinerja tersebut selengkapnya dapat dijelaskan pada bagian berikut ini.
B. Analisis Kinerja di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Keadaan perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru : Keadaan Perkara Tahun 2012
Rincian tingkat capaian kinerja masing – masing indikator tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel data perkara tahun 2012 adalah sebagai berikut :
DATA PERKARA TAHUN 2012
No. No. Perkara Tgl.
Masuk Jenis Perkara Tgl Putus Amar Ket. 1. 01/G/2012/PTUN-Pbr 10-01-2012 Pertanahan 19-06-2012 Tidak diterima Kasasi
14 2. 02/G/2012/PTUN-Pbr 17-01-2012 Pertanahan 25-06-2012 Dikabulka n Kasasi 3. 03/G/2012/PTUN-Pbr 27-01-2012 Kepegawaian 05-06-2012 Menolak Banding 4 04/G/2012/PTUN-Pbr 30-01-2012 Pertanahan 26-07-2012 Tidak diterima Banding 5 05/G/2012/PTUN-Pbr 10-02-2012 Pertanahan 19-07-2012 Dikabulka n Kasasi 6 06/G/2012/PTUN-Pbr 27-02-2012 Pertanahan 07-08-2012 Tidak diterima Banding 7 07/G/2012/PTUN-Pbr 05-03-2012 Dll 03-07-2012 Dikabulka n Kasasi 8 08/G/2012/PTUN-Pbr 06-03-2012 Dll 17-07-2012 Tidak diterima incraht 9 09/G/2012/PTUN-Pbr 08-03-2012 Dll 10-07-2012 Menolak incraht 10 10/G/2012/PTUN-Pbr 13-03-2012 Kepegawaian 16-08-2012 Dikabulka n Banding 11 11/G/2012/PTUN-Pbr 13-03-2012 Kepegawaian 02-08-2012 Tidak diterima incraht 12 12/G/2012/PTUN-Pbr 13-03-2013 Kepegawaian 02-08-2012 Dikabulka n Banding 13 13/G/2012/PTUN-Pbr 15-03-2012 Pertanahan 06-08-2012 Menolak incraht 14 14/G/2012/PTUN-Pbr 28-03-2012 Pertanahan 13-08-2012 Tidak diterima incraht 15 15/G/2012/PTUN-Pbr 28-03-2012 Pertanahan 09-08-2012 Menolak Banding 16 16/G/2012/PTUN-Pbr 03-04-2012 Dll 15-08-2012 Tidak diterima Incraht 17 17/G/2012/PTUN-Pbr 12-04-2012 Pertanahan 06-08-2012 Dikabulka n Banding 18 18/G/2012/PTUN-Pbr 02-05-2012 Pertanahan 04-10-2012 Tidak diterima Banding
15 19 19/G/2012/PTUN-Pbr 09-05-2012 Perizinan 14-08-2012 Menolak Banding 20 20/G/2012/PTUN-Pbr 14-05-2012 Kepegawaian 08-08-2012 Tidak diterima Banding 21 21/G/2012/PTUN-Pbr 15-05-2012 Kepegawaian 08-08-2012 Tidak diterima Banding 22 22/G/2012/PTUN-Pbr 21-05-2012 Kepegawaian 24-09-2012 Menolak incraht 23 23/G/2012/PTUN-Pbr 28-05-2012 Pertanahan 22-10-2012 Tidak diterima Banding 24 24/G/2012/PTUN-Pbr 29-05-2012 Dll 23-10-2012 Tidak diterima incraht 25 25/G/2012/PTUN-Pbr 30-05-2012 Pertanahan 31-10-2012 Tidak diterima Banding 26 26/G/2012/PTUN-Pbr 01-06-2012 Kepegawaian 09-08-2012 Tidak diterima incraht 27 27/G/2012/PTUN-Pbr 06-06-2012 Dll 13-11-2012 Menolak incraht 28 28/G/2012/PTUN-Pbr 12-06-2012 Tender 31-10-2012 Dikabulka n Banding 29 29/G/2012/PTUN-Pbr 13-06-2012 Kepegawaian 14-11-2012 Menolak Banding 30 30/G/2012/PTUN-Pbr 02-07-2012 Pertanahan 14-11-2012 Tidak diterima Banding 31 31/G/2012/PTUN-Pbr 16-07-2012 Pertanahan 11-11-2012 Tidak diterima incraht 32 32/G/2012/PTUN-Pbr 27-07-2012 Tender 29-11-2012 Tidak diterima incraht 33 33/G/2012/PTUN-Pbr 06-08-2012 Dll 30-10-2012 tidak diterima Banding 34 34/G/2012/PTUN-Pbr 07-08-2012 Pertanahan - - Belum putus 35 35/G/2012/PTUN-Pbr 13-08-2012 Pertanahan - - Belum putus
16 36 36/G/2012/PTUN-Pbr 13-08-2012 Pertanahan - - Belum Putus 37 37/G/2012/PTUN-Pbr 03-09-2012 Kepegawaian 08-11-2012 Menolak Banding 38 38/G/2012/PTUN-Pbr 14-08-2012 Kepegawaian 13-11-2012 Dikabulka n Incraht 39 39/G/2012/PTUN-Pbr 03-09-2012 Pertanahan - - Belum Putus 40 40/G/2012/PTUN-Pbr 18-09-2012 Pertanahan - - Belum Putus 41 41/G/2012/PTUN-Pbr 18-09-2012 Pertanahan - - Belum Putus 42 42/G/2012/PTUN-Pbr 24-09-2012 Pertanahan - - Belum Putus 43 43/G/2012/PTUN-Pbr 10-10-2012 Dll - - Belum Putus 44 44/G/2012/PTUN-Pbr 15-10-2012 Pertanahan - - Belum Putus 45 45/G/2012/PTUN-Pbr 09-11-2012 Pertanahan - - Belum Putus 46 46/G/2012/PTUN-Pbr 07-12-2012 Pertanahan - - Belum Putus 47 47/G/2012/PTUN-Pbr 07-12-2012 Pertanahan - - Belum Putus 48 48/G/2012/PTUN-Pbr 12-12-2012 Perizinan - - Belum Putus 49 49/G/2012/PTUN-Pbr 13-12-2012 Dll - - Belum Putus 50 50/G/2012/PTUN-Pbr 13-12-2012 Pertanahan - - Belum Putus 51 51/G/2012/PTUN-Pbr 19-12-2012 Dll - - Belum Putus 52 52/G/2012/PTUN-Pbr 27-12-2012 Pertanahan - - Belum Putus
17 Rekapitulasi Perkara Tahun 2012 :
- Sisa perkara tahun lalu : 23 Perkara
- Masuk tahun ini : 52 Perkara
- Putus tahun ini : 58 Perkara
- Sisa perkara tahun ini : 17 Perkara
Perkara Banding
- Sisa tahun lalu : 15 Perkara
- Masuk tahun ini : 35 Perkara
- Putus tahun ini : 35 Perkara
- Sisa tahun ini : 15 Perkara
Perkara kasasi
- Sisa tahun lalu : 23 Perkara
- Masuk tahun ini : 18 Perkara
- Putus tahun ini : 25 Perkara
- Sisa tahun ini : 16 Perkara
Perkara PK tahun 2012
- Sisa tahun lalu : 16 Perkara
- Masuk tahun ini : 04 Perkara
- Putus tahun ini : 08 Perkara
- Sisa tahun ini : 12 Perkara
I. PROSES ADMINISTRASI PERKARA BANDING :
- Setelah salah satu pihak yang dinyatakan kalah dan ia menyatakan banding dilanjutkan dengan pembuatan Akta Banding yang juga terlebih dahulu kepada Pihak yang kalah harus membayar biaya banding yang dibuktikan dengan SKUM untuk biaya Banding .
- Selanjutnya untuk pihak yang tidak hadir pada saat pembacaan putusan, harus diperhatikan juga apakah pernyataan bandingnya telah lewat waktu atau belum dihitung berdasarkan Surat Pemberitahuan Putusan ;
- Pembuatan Akta Permohonan Banding .
- Pemberitahuan Pernyataan Banding kepada Pihak Terbanding .
- Surat Pemberitahuan memeriksa dan Membaca berkas perkara sebelum berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara
- Selanjutnya setelah diterima Memori Banding dilanjutkan dengan dibuatnya Surat Pemberitahuan telah diterima Memori Banding kepada pihak Terbanding .
- Diterimanya Kontra Memori Banding dari Pihak Terbanding
- Surat Pemberitahuan penerimaan Kontra Memori Banding kepada Pihak Pembanding
- Selanjutnya berkas dijilid dan dibuat 2 (dua) bundel yaitu Bundel “A” dan Bundel “B” untuk kemudian dikirim ke Pengadilan Tinggi TUN ;
18
1. Gugatan awal dan perbaikan
2. Jawaban (kalau ada)
3. Replik (kalau ada) 4. Duplik (kalau ada)
5. Bukti-bukti Surat Penggugat
6. Bukti-bukti surat Tergugat
7. Bukti-bukti Surat Tergugat II Intervensi (kalau ada) 8. Berita Acara Pemeriksaan Persiapan dan Persidangan
9. Surat-surat Kuasa para pihak
10. Relas-relas panggilan
11. Lampiran Surat-surat Penggugat sebagai Pra Bukti; 12. Lampiran Surat-surat Penggugat sebagai Pra Bukti;
Isi Berkas Bundel “B”, yaitu :
1. Salinan Putusan PTUN
2. Salinan Putusan Sela (kalau ada)
3. Surat Pemberitahuan Amar Putusan jika salah satu pihak tidak hadir pada
saat pembacaan putusan;
4. Akta Banding;
5. Surat Pemberitahuan pernyataan banding kepada pihak Terbanding
6. Surat Pemberitahuan Memeriksa dan membaca berkas perkara sebelum
berkas dikirim ke Pengadilan Tata Usaha Negara
7. Surat Pemberitahuan Penerimaan Memori Banding;
8. Surat Pemberitahuan Penerimaan Kontra Memori Banding;
9. Surat Kuasa Pembanding yang baru (kakau ada)
10. Tambahan bukti (kalau ada) 11. Bukti Pengiriman Biaya Banding.
PERKARA BANDING :
Perkara Banding masuk tahun ini : 35 Perkara
Sisa perkara Banding masuk tahun ini : 15 Perkara
LAPORAN MEJA III
Meja III bertugas untuk Pemberkasan Kasasi dan PK
Kasasi Tahun 2012 :
19
Sisa perkara Kasasi tahun ini : 16 Perkara
PK Tahun 2012 :
Perkara PK masuk tahun ini : 04 Perkara
Sisa perkara PK tahun ini : 12 Perkara
II. PROSES ADMINISTRASI PERKARA KASASI ;
A. Pemberkasan Kasasi Akta Permohonan Kasasi
- Dalam membuatkan Akta Permohonan Kasasi harus diperhatikan dengan
jelas apakah masih dalam tenggang waktu mengajukan kasasi sejak tanggal diberitahukannya putusan banding kepada para pihak;
- Perlu diperhatikan pula amar putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan apakah pihak dapat mengajukan kasasi atau tidak;
- Apabila ada pihak yang akan mengajukan Permohonan Kasasi terlebih dahulu dilaporkan kepada Panitera dan Ketua;
- Dalam akta Permohonan Kasasi harus jelas pihak yang mengajukan Permohonan Kasasi, apakah Penggugat/Tergugat sendiri atau melalui kuasanya, jika melalui kuasa harus membuat Surat Kuasa baru untuk mengajukan Permohonan Kasasi sekalipun pada tingkat pertama telah ada surat kuasa untuk menyatakan Banding, Kasasi dan PK ;
- Bahwa dalam Akta Permohonan Kasasi harus ditandatangani oleh
Pemohon Kasasi dan Panitera ;
- Akta Permohonan Kasasi diberikan 1 (satu) rangkap kepada pemohon Kasasi;
- Tenggang waktu mengajukan kasasi 14 hari sejak pemberitahuan putusan
banding ;
B. Surat Pemberitahuan Permohonan Kasasi
- Bahwa setelah pihak Pemohon Kasasi mengajukan Kasasi, harus segera diberitahukan permohonan kasasi kepada pihak termohon kasasi.
C. Memori Kasasi
- Bahwa dalam penerimaan Memori Kasasi harus jelas tenggang waktunya yaitu 14 (empat belas) hari sejak menyatakan Kasasi, jika lewat dari 14 hari harus dibuatkan Surat Keterangan tentang lewatnya tenggang waktu mengajukan Memori Kasasi;
20
- Bahwa Memori Kasasi harus didaftar dan ditandatangani oleh Panitera, dan 1 (satu) rangkap diserahkan kepada pemohon Kasasi ;
- Bahwa apabila Memori Kasasi diserahkan oleh Pemohon Kasasi, harus dibuatkan Tanda terima Memori Kasasi dan diberikan satu rangkap kepada Pemohon Kasasi;
- Bahwa memori kasasi harus dikirimkan segera kepada Termohon Kasasi dan dijelaskan bahwa memori kasasi dapat dijawab dengan kontra memori kasasi dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sejak pengiriman memori kasasi ;
D. Kontra Memori Kasasi
- Bahwa dalam penerimaan Kontra Memori Kasasi harus jelas tenggang waktunya yaitu 14 (empat belas) hari sejak dikirim Memori Kasasi, jika lewat dari 14 hari harus dibuatkan Surat Keterangan tentang lewatnya tenggang waktu mengajukan kontra memori kasasi;
- Bahwa Kontra Memori Kasasi harus didaftar dan ditanda tangani oleh Panitera, dan 1 (satu) rangkap diserahkan kepada termohon kasasi ;
- Bahwa apabila Kontra memori Kasasi diserahkan oleh termohon Kasasi, harus dibuatkan tanda terima Kontra Memori Kasasi dan diberikan satu rangkap kepada termohon Kasasi;
E. Pemberkasan dan Pengiriman Berkas ke Mahkamah Agung RI
- Setelah jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak menyatakan kasasi, berkas harus sudah dikirim ke Mahkamah Agung RI;
- Pemberkasan ada 2 bundel yaitu bundel A yang terdiri dari: a. Gugatan;
b. Surat Kuasa Penggugat; c. Surat Kuasa Tergugat; d. Penetapan lolos dissmisal;
e. Penetapan penunjukkan majelis hakim;
f. Penetapan pemeriksaan persiapan
g. Penetapan hari persidangan yang terbuka untuk umum
h. Berita Acara Persidangan dengan lampiran Jawaban Tergugat, Replik Penggugat, Duplik Tergugat, Alat-alat bukti Penggugat dan Tergugat, kesimpulan Penggugat dan Tergugat, pra bukti yang diajukan oleh Penggugat dan Tergugat, relaas-relaas panggilan.
Sedangkan untuk bundel B terdiri dari:
a. Foto copy putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan yang
masing-masing dilegalisir oleh Panitera dan setiap halamannya dicap Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
b. Surat Pemberitahuan Putusan Banding
c. Akta Pernyataan Kasasi
21 e. Memori Kasasi
f. Tanda terima memori kasasi
g. Tanda terima Kontra Memori Kasasi
h. Surat pemberitahuan dan penyerahan kontra Memori Kasasi
i. Surat kuasa Pemohon Kasasi dan Termohon Kasasi
j. Bukti setoran biaya kasasi ke MA
k. Foto copy resi pengiriman biaya kasasi ke MA
l. Surat pengantar pengiriman berkas kasasi ke MA
tembusannya dikirim kepada Pemohon Kasasi dan termohon Kasasi.
III. PROSES ADMINISTRASI PERKARA PENINJAUAN KEMBALI (PK) ;
A. Membuat Akta Permohonan PK
- Akta Permohonan PK harus diajukan dalam tenggang waktu yang sesuai dengan ketentuan pengajuan PK yakni sejak tanggal diberitahukannya putusan Kasasi kepada para pihak;
- Perlu diperhatikan pula amar putusan MA apakah pihak dapat
mengajukan PK atau tidak ;
- Apabila ada pihak yang akan mengajukan PK terlebih dahulu dilaporkan kepada Panitera dan Ketua;
- Dalam akta permohonan PK harus jelas pihak yang mengajukan PK, apakah Penggugat/Tergugat sendiri atau melalui kuasanya, jika melalui kuasa harus membuat Surat Kuasa baru untuk mengajukan PK sekalipun pada tingkat pertama telah ada surat kuasa untuk menyatakan Banding, Kasasi dan PK;
- Bahwa dalam Akta Permohonan PK harus ditandatangani oleh Pemohon PK dan Panitera;
- Akta Permohonan PK diberikan 1 (satu) rangkap kepada pemohon PK;
- Tenggang waktu mengajukan PK 180 (seratus delapan puluh) hari sejak diberitahukan putusan kasasi;
B. Surat Pemberitahuan Permohonan PK
- Setelah pihak Pemohon PK mengajukan PK, harus segera diberitahukan permohonan kasasi kepada pihak Termohon PK;
C. Memori PK
- bahwa dalam penerimaan Memori PK harus jelas tenggang waktunya yaitu
30 (tiga puluh) hari sejak menyatakan Kasasi, jika lewat dari 30 hari harus dibuatkan surat keterangan tentang lewatnya tenggang waktu mengajukan memori PK ;
- bahwa Memori PK harus didaftar dan ditandatangani oleh Panitera, dan 1 (satu) rangkap diserahkan kepada Pemohon PK ;
22
- Bahwa apabila Memori PK diserahkan oleh Pemohon PK, harus dibuatkan
Tanda Terima Memori PK dan diberikan satu rangkap kepada pemohon PK;
- Bahwa Memori Kasasi harus dikirimkan segera kepada Termohon PK dan
dijelaskan bahwa memori PK dapat dijawab dengan Kontra Memori Kasasi dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sejak pengiriman memori PK;
D. Kontra Memori PK
- Bahwa dalam penerimaaan Kontra Memori PK harus jelas tenggang
waktunya yaitu 30 (tigapuluh) hari sejak dikirim Memori PK, jika lewat dari 30 hari harus dibuatkan Surat Keterangan tentang lewatnya tenggang waktu mengajukan Kontra Memori PK;
- Bahwa Kontra Memori PK harus didaftar dan ditandatangani oleh
Panitera, dan 1 (satu) rangkap diserahkan kepada Termohon PK;
- Bahwa apabila Kontra Memori PK diserahkan oleh Termohon PK, harus dibuatkan Tanda Terima Kontra memori PK dan diberikan satu rangkap kepada Termohon PK ;
- Bahwa Kontra Memori PK harus dikirimkan segera kepada Pemohon PK;
E. Pemberkasan dan Pengiriman berkas ke Mahkamah Agung RI
- Setelah jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak pernyataan PK, berkas sudah harus dikirim ke Mahkamah Agung RI
- Pengiriman berkas terdiri dari 2 bundel yaitu bundel A dan bundel B, untuk bundel A terdiri dari :
a. Gugatan Penggugat . b. Perbaikan Gugatan. c. Surat Kuasa Penggugat. d. Surat Kuasa Tergugat . e. Penetapan lolos dismissal.
f. Penetapan penunjukkan Majelis Hakim.
g. Penetapan pemeriksaan persiapan.
h. Penetapan hari persidangan yang terbuka untuk umum.
i. Berita Acara Persidangan dengan lampiran jawaban tergugat, replik penggugat, duplik tergugat, alat-alat bukti penggugat dan tergugat, kesimpulan penggugat dan tergugat, pra bukti yang diajukan oleh penggugat dan tergugat, relaas-relaas panggilan.
Sedangkan untuk bundel B berisi :
a. Fotocopy/salinan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru, fotocopy/salinan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dan fotocopy/salinan putusan Mahkamah Agung RI yang masing-masing dilegalisir oleh Panitera dan setiap halamannya diberi cap Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru berikut soft copynya;
b. Surat Pemberitahuan Putusan Kasasi ; c. Akta Pernyataan PK ;
23
d. Surat pemberitahuan permohonan PK ;
e. Memori PK dan tanda terima memori PK ;
f. Surat pemberitahuan dan penyerahan memori PK ;
g. Kontra memori PK dan tanda terima Kontra Memori PK ;
h. Surat Pemberitahuan dan Penyerahan Kontra Memori PK ;
i. Surat Kuasa Pemohon PK dan Termohon PK ;
j. Bukti setoran biaya PK ke MA ;
k. Fotocopy resi pengiriman biaya PK ke MA ;
Surat pengantar pengiriman berkas PK ke MA tembusannya dikirim kepada Pemohon PK dan Termohon PK.
Peningkatan Penyelesaian Perkara
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini meliputi indicator. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, kegiatan yang telah dilakukan meliputi : Prosentase sidang Majelis Hakim, Prosentase tunggakan perkara terhadap total perkara yang ditangani ( Perkara masuk ). Pencapaian target masing – masing indikator kinerja ini pada tahun 2011 dapat digambarkan sebagai berikut :
INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI
Prosentase Perkara putus
terhadap perkara masuk
100 % 50 % 50 %
Prosentase jumlah penyelesaian berkas perkara yang putus
100 % 55 % 55 %
Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan Hakim, Panitera dan Panitera Pengganti serta Jurusita.
Upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Hakim, Panitera dan Panitera Pengganti serta Jurusita Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru memberikan kebebasan dan menganjurkan agar para pejabat / pegawai Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru melanjutkan sekolah atau mengikuti Diklat / Kursus untuk menambah pengetahuan / keterampilan. Pada Tahun 2012 Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru mengirim / mengikut sertakan Diklat Pejabat dan Pegawai yang diadakan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan Mahkamah Agung seperti misalnya :
24
- Pembekalan Teknis di Lingkungan Peradilan TUN MA RI
- Bimbingan Teknis Ketatalaksanaan perkara kasasi dan PK Tata Usaha Negara.
- Bimbingan Teknis Panitera Muda Perkara.
- Bimbingan Teknis Panitera Pengganti.
- Pertemuan Hakim Wanita.
- Diklat Manajemen Peradilan bagi Pimpinan Pengadilan Tingkat Pertama.
Peningkatan Mutu SDM di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
Untuk meningkatkan / menunjang pelaksanaan program kerja khusus
dibidang pengembangan sistem pengembangan informasi dan pelaporan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru mengikutsertakan para pejabat / pegawai dibidang Administrasi Sekretariatan mengikuti Diklat / Sosialisasi yang diadakan oleh Mahkamah Agung, Departemen Keuangan maupun Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
Pada tahun 2012 yang pernah diadakan Diklat / Sosialisasi oleh Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi & Departemen Keuangan adalah sebagai berikut :
- Bimbingan Teknis Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah
- Bimbingan Teknis Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (LAKIP)
- Sosialisasi mengenai Revisi atas Laporan Keuangan.
- Sosialisasi Apresiasi WP. Bendahara dan tempat pembayaran pajak.
Mewujudkan Akuntabilitas dan Transparansi Keuangan Perkara
Dalam hal mewujudkan Akuntabilitas dan Transparansi Keuangan
Perkara capaian Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru digambarkan sebagai berikut :
25
INDIKATOR Target Realisasi %
Prosentasi Peraturan Pemerintah dan
Peraturan Mahkamah Agung tentang PNBP ( Pendapatan Negara Bukan Pajak )
0 % 100 % 0 %
Pembaruan Pengelolaan Keuangan Perkara
Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru melaksanakan keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas keuangan tentang pengelolaan perkara.
Laporan keuangan perkara akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru untuk menciptakan kepercayaan publik.
Transparansi dan akuntabilitas keuangan perkara merupakan salah satu masalah yang diwakili Pengadilan dari sistem peradilan kolonial yang belum sempat sepenuhnya disempurnakan. Sistem pembayaran biaya perkara pada intinya mengharuskan para pihak dalam perkara sengketa Tata Usaha Negara untuk membayar sendiri dilakukan pembayarannya oleh Penggugat melalui Bank dengan membawa surat kuasa untuk membayar ( SKUM ) dari Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
Menyikapi tuntutan publik yang menghendaki lebih banyak keterbukaan dan akuntabilitas, maka Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru telah melakukan serangkaian konsultasi dan upaya untuk memperbaiki proses transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan perkara. Bahwa pemungutan biaya perkara telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 53 tahun 2008 tentang Peradilan dibawahnya dan mengatur kembali biaya – biaya yang dapat dipungut oleh Pengadilan dalam rangka pelaksanaan proses peradilan.
Rekening Pengelolaan Keuangan Perkara
Pada tahun 2012, bahwa pengelolaan uang perkara pihak ketiga menyetor ke Bank, kemudian Bendahara perkara, kasir melakukan penata usahaan uang perkara, untuk keperluan biaya – biaya di perkara seperti misalnya :
26
1. Biaya untuk panggilan ;
2. Biaya untuk pengiriman perkara banding, kasasi dan PK;
3. Untuk biaya pengiriman surat pemberitahuan
4. ATK
5. PNBP
Analisis Capaian Akuntabilitas Keuangan
NO URAIAN PROGRAM PAGU REALISASI %
1 Program dukungan manajemen
dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Mahkamah Agung
2.722.331.000 2.462.651.000 90,4 %
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung
446.620.000 354.520.000 79,38 %
3 Program Peningkatan Manajemen
Peradilan Militer dan TUN
5.000.000 5.000.000 100 %
Keterbukaan Akses Pelayanan Peradilan berbasis Teknologi Informasi
Kegiatan ini diusahakan untuk mewujudkan peningkatan pelayanan publik ( pencari keadilan ) yang dapat mewujudkan kesadaran hukum.
Keterbukaan akses pelayanan ini baru selesai dilaksanakan Tahun Anggaran 2009 yaitu dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ( DIPA ) pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru, kemudian mulai terakses tahun 2010 dapat memberikan pelayanan/informasi kepada masyarakat melalui website : http://ptun-pekanbaru.go.id sebagai upaya transparansi tentang
Keterbukaan Informasi Pengadilan sesuai Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 144.KMA/SK/VII/2007 tentang Ketebukaan Informasi Pengadilan dan SK KMA Nomor : 1-144.KMA/SK/I/2011 tanggal 5 Januari 2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan.
27
Dengan sarana website nantinya putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap merupakan informasi yang harus diumumkan kepada publik.
Selain itu Ketua Pengadilan dapat memerintahkan agar putusan – putusan Pengadilan yang belum berkekuatan hukum tetap tertentu untuk diumumkan. Terlepas dari keterbatasan yang dihadapi secara penuh mengimplementasikan kebijakan keterbukaan ini sepenuhnya secara umum, Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru terus berusaha agar setidaknya keterbukaan ini bisa terlaksana sesuai harapan masyarakat umum khususnya masyarakat pencari keadilan.
28
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru merupakan salah satu unsur ujung tanduk Mahkamah Agung RI, dalam bidang teknis yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi yang meliputi bentuk administrasi perkara yang ada di Pengadilan Tata Usaha Negara. Adapun
unsur kemandirian maupun kinerja sehingga disadari bahwa
peningkatan kinerja akan berpengaruh pada kecepatan dan kualitas pelayanan peradilan.
Oleh karenanya masalah sarana dan prasarana beserta sumber daya manusianya adalah sangat tidak bisa dipisahkan maupun diabaikan sehingga adanya kepuasan masyarakat pencari keadilan terhadap pelayanan dibidang hukum, peradilan yang professional, efektif, murah dan mandiri serta tidak ada Intervensi atau pengaruh dari Lembaga / Instansi lainnya sehingga dapat terwujud Good Governance.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) dari Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru merupakan suatu perwujudan transparansi dan akuntabilitas dari Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru, karena pada LAKIP tahun 2012 ini melaporkan suatu capaian kinerja selama tahun 2012 dibandingkan dengan Rencana Kerja yang mengacu pada Rencana Strategis Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dan Penetapan Kinerja Tahun 2012 sebagai pedoman yang digunakan dalam menyusun LAKIP Tahun 2012.
Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru sebagai badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman adalah Pengadilan tingkat pertama dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh luar sesuai dengan Undang – Undang Nomor : 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Bertekad untuk secara bertahap dapat dirasakan adanya perbaikan dan peningkatan kinerja kualitas pelayanan peradilan.
29
Sangat disadari bahwa peningkatan kinerja kualitas Peradilan tersebut belum mampu memenuhi tuntutan berbagai pihak masyarakat pencari keadilan terhadap adanya pelayanan dibidang peradilan yang professional, efektif, efesien dan bersih, namun setidaknya peningkatan kinerja ini merupakan wujud nyata tindakan perbaikan yang telah dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
Dengan menganalisa kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
Tahun 2012, maka diharapkan suatu langkah nyata untuk
meningkatkan kualitas kinerja Lembaga Peradilan sebagai Institusi Pengadilan yang berwibawa, mandiri dan hasil putusannya yang lebih mencerminkan Rasa Keadilan.
Meningkatnya kualitas kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru akan terlaksana, apabila unit dan komponen pendukungnya saling mengisi, terencana, tersistematis dan terprogram secara komprehensif.
Kinerja LAKIP Tahun 2012 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja.
Bagi Organisasi Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru LAKIP Tahun 2012 ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan penting dalam penyusunan dan implementasi : Rencana Kerja, Rencana Kinerja, Rencana Anggaran dan Rencana Strategis pada masa – masa mendatang.
30 B. Saran – Saran
1. Perlu peningkatan sarana dan prasarana serta keterampilan
sumber daya manusia untuk peningkatan penyelesaian perkara pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.
2. Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru adalah Kelas I A yang personil / pegawai yang sangat minim sekali dibandingkan dengan volume kerja yang sangat meningkat. Oleh karena itu perlu diadakan penambahan pengadaan pegawai, supaya beban kerja seimbang dengan jumlah pegawai.
3. Diklat pegawai agar ditingkatkan setiap tahun untuk menambah pengetahuan masing – masing sumber daya manusia.
4. LAKIP adalah sebagai salah satu alat evaluasi kinerja bagi masing – masing bidang kepaniteraan, sehubungan dengan itu ditingkatkan pemanfaatannya.
5. Untuk memberikan data dalam penyusunan LAKIP harus ada
32
SURAT PERNYATAAN PENETAPAN KINERJA
PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PEKANBARU
Dalam rangka mewujudkan Manajemen Pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel dan berorientasi kepada hasil, bersama ini kami capai Tahun 2012 sebagaimana daftar terlampir.
Rencana Kinerja yang telah ditetapkan ini merupakan tolak ukur keberhasilan organisasi dan menjadi dasar penilaian dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja pada akhir Tahun Anggaran 2012.
Mengetahui: K E T U A,
GATOT SUPRIYANTO, SH., M.Hum
NIP. 19591226 198803 1 002
Pekanbaru, 29 Januari 2013 Panitera / Sekretaris,
Drs. PAUZAN, SH
34
PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN ( PPS ) TAHUN 2011
Satuan Kerja : Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru
No Sasaran Indikator Pencapaian Sasaran TARGET REALISASI Persentase
Pencapaian Target KET 1 2 3 4 5 6 7 8 I. II. III. IV.
Pembayaran gaji tunjangan dan honorarium
Penyelenggaraan operasional
dan pemeliharaan
perkantoran
Pembangunan / Pengadaan /
Peningkatan sarana dan
prasarana Penanganan Perkara - - - -
Terpenuhinya pembayaran gaji / lembur / tunjangan pegawai
Terselenggaranya operasional
perkantoran
Tersedianya sarana
Peningkatan jumlah penyelesaian perkara dan proses administrasi perkara Rp. 2.225.354.000 Rp. 496.972.000 Rp. 446.620.000 Rp. 5.000.000 Rp. 1.981.839.702 Rp. 480.811.380 Rp. 354.520.000 Rp. 5.000.000 89,06 % 96,75 % 79,38 % 100 % DIPA Perkara tersendiri JUMLAH Rp. 3.173.951.000 Rp. 2.822.171.082
35
PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN ( PKK ) TAHUN 2011
No PROGRAM
KEGIATAN
URAIAN INDIKATOR
KINERJA
SATUAN TARGET REALISASI PERSENTASE
PENCAPAIAN TARGET KET 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Mahkamah Agung 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pembayaran gaji, lembur, honorarium
dan gaji ke – 13 serta uang makan.
Makanan Penambah
Daya tahan tubuh. Obat – obatan Pelantikan / Pengambilan Sumpah Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai Pengadaan Toga /
Pakaian Kerja Sopir / Pesuruh / Satpam / Tenaga teknis lainnya Jamuan Tamu / Rapat
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp.2.225.359.000 Rp. 7.920.000 Rp. 1.480.000 Rp. 2.800.000 Rp. 15.725.000 Rp. 1.860.000 Rp. 4.200.000 Rp. 1.981.839.700 Rp. 7.920.000 Rp. 1.480.000 Rp. 2.000.000 Rp. 15.725.000 Rp. 1.860.000 Rp. 4.200.000 89,06 % 100 % 100 % 71 % 100 % 100 % 100 %
36 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Perawatan gedung
kantor dengan halaman kantor
Perawatan rumah
negara dan halaman rumah dinas Perawatan kendaraan Roda 4 ( empat ) Perawatan kendaraan Roda 2 ( dua ) Biaya pemeliharaan
peralatan dan mesin
(perawatan sarana
gedung)
Langganan daya dan jasa Biaya pos Operasional perkantoran dan pimpinan - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. 39.030.000 Rp. 33.675.000 Rp. 45.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 17.890.000 Rp. 48.600.000 Rp. 7.200.000 Rp. 125.300.000 Rp. 38.994.300 Rp. 33.625.000 Rp. 45.000.000 Rp. 14.999.950 Rp. 17.835.000 Rp. 34.876.884 Rp. 7.181.000 Rp. 123.984.648 99,91 % 99,85 % 100 % 100 % 99,19 % 71,76 % 99,75 % 98,95 %
37 16. 17. 18. 19. 20. Perjalanan Dinas Pengadaan Kendaraan Dinas roda 4 ( empat ) sebanyak 2 ( dua ) unit
Pengadaan Laptop 2 (dua) unit Penambahan daya listrik Penanganan Perkara - - - - - - - - - - - - - - - Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Input Dana Output Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. ( 000 ) Rp. 76.902.000 Rp. 401.620.000 Rp. 30.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 5.000.000 Rp. 76.897.100 Rp. 308.050.000 Rp. 30.000.000 Rp. 14.850.000 Rp. 5.000.000 99,99 % 77,01 % 100 % Rp. 99 % Rp. 100 % DIPA tersendiri