• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI, MEI 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI, MEI 2016"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

+

 Pada bulan Mei 2016, Kota Bengkulu mengalami inflasi 0,88 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, pada bulan Mei 2016 ini, 67 kota IHK mengalami inflasi, dan 15 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-6 untuk kota-kota yang mengalami inflasi. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Pontianak 1,67 persen dan inflasi terendah di Singaraja dan Palangkaraya masing-masing 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong (-0,92 persen) dan deflasi terendah di Maumere (-0,01 persen).

 Inflasi Kota Bengkulu Mei 2016 terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 2,86 persen, kelompok bahan makanan (1,01 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,60 persen, kelompok Sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 0,09 persen, sementara kelompok lainnya yang mengalami deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar -0,12 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar -0,03 persen.

 Dengan inflasi 0,88 persen pada bulan Mei 2016 ini, maka inflasi tahun kalender (Januari 2016-Mei 2016 ) tercatat sebesar 0,49 persen, dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 4,99 persen.

No. 30/06/17/Th.XVIII, 1 Juni 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

,

M

EI

2016

Bulan Mei 2016 KOTA BENGKULU MENGALAMI INFLASI 0,88 PERSEN

Perkembangan harga barang dan jasa di kota Bengkulu selama bulan Mei 2016 secara umum tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini tercermin dari naiknya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2016 (IHK 2012 = 100) sebesar 0,88 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang mengalam deflasi sebesar -0,84 persen, juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan keadaan Mei 2015 maupun Mei 2014

Gambar 1

Inflasi Kota Bengkulu Desember 2013 - Mei 2016

0.35 1.03 -0.24 0.04 -0.04 -0.59 0.38 2.92 0.67 0.73 0.39 2.11 3.03 -0.82 -1.46 0.19 0.55 0.38 0.89 1.38 1.99 -0.22 -0.52 0.09 0.79 0.67 -0.25 0.04 -0.84 0.88 -2 -1 0 1 2 3 4 Des Jan 2014

Feb Mar Apr May Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Jan 2015

Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt Nov des Jan 2016

(2)

2,86 persen, kelompok bahan makanan (1,01 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,60 persen, kelompok Sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 0,09 persen, sementara kelompok lainnya yang mengalami deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar -0,12 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar -0,03 persen..

Berdasarkan perubahan harga yang terjadi pada setiap kelompok komoditi tersebut, masing-masing kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi/inflasi sebagai berikut : kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,5208 persen kelompok bahan makanan 0,2510 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0986 persen, kelompok Sandang 0,0330 persen, kelompok kesehatan 0,0040 persen, sementara kelompok lainnya yang mengalami deflasi memberi andil sebagai berikut; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar -0,0254 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0029 persen.

Tabel 1

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Mei 2016 (IHK 2012 = 100)

*) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2016 terhadap IHK Mei 2015

Tabel 2

Perubahan Harga dan Andil Beberapa Komoditi Terhadap Inflasi Kota Bengkulu Mei 2016 (2012=100)

No Komoditi Perubahan Harga (persen) Andil Inflasi (persen) No Komoditi Perubahan Harga (persen) Andil Inflasi (persen) 1 Angkutan udara 24,9150 0,4838 1 Cabai merah -20,8305 -0,2817 2 Beras 4,1127 0,2117 2 Tomat buah -8,5829 -0,0442 3 Daging ayam ras 8,5545 0,1613 3 Jengkol -10,6324 -0,0241 4 Gula pasir 9,2182 0,0396 4 Kape-kape -6,4525 -0,021 5 Rokok kretek filter 1,6071 0,0393 5 Dencis -3,6729 -0,0198 6 Daun singkong 18,0100 0,0352 6 Sabun cair/cuci piring -9,6205 -0,0146 7 Emas perhiasan 4,4310 0,0333 7 Layur/beledang -16,1596 -0,0133 8 Sepeda motor 1,4500 0,0333 8 Tarip listrik -0,3513 -0,01 9 Apel 7,7205 0,0297 9 Susu untuk bayi -5,6178 -0,0066 10 Kelapa 10,4946 0,0292 10 Mujair -1,3802 -0,0055

Inflasi yang terjadi pada bulan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga tiket angkutan udara, beras, daging ayam ras, gula pasir, rokok filter dan beberapa komoditi lainnya yang mengalami kenaikan harga, walaupaun beberapa seperti : komoditi cabai merah, tomat buah, jengkol, ikan kape-kape, ikan dencis, sabun cair/cuci piring dan komoditi lainnya yang mengalami kenaikan harga.

Kelompok pengeluaran Desember IHK 2015

IHK Mei

2016 Andil Inflasi Mei 2016 Mei 2016 *) Inflasi

Laju Inflasi Tahun Kalender**) Laju Inflasi Year on Year***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 128,60 129,23 0,8791 0,88 0,49 4,99 1.Bahan makanan 139,10 136,58 0,2510 1,01 -1,81 5,70 2.Makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau 124,00 127,25 0,0986 0,60 2,62 6,10 3.Perumahan, air, listrik gas, dan bahan bakar 118,91 120,59 -0,0254 -0,12 1,41 2,26 4.Sandang 114,20 116,46 0,0330 0,59 1,98 5,33 5.Kesehatan 126,35 129,74 0,0040 0,09 2,68 4,81 6.Pendidikan, rekreasi dan olah raga 129,40 130,12 -0,0029 -0,03 0,56 11,06 7.Transpor, komunikasi dan jasa keuangan 136,75 136,49 0,5208 2,86 -0,19 3,50

(3)

+

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Kelompok Bahan Makanan

Pada bulan Mei 2016 kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,01 persen. Dari sebelas sub kelompok yang tergabung dalam kelompok ini, tujuh sub kelompok mengalami kenaikan indeks. Inflasi kelompok bahan makanan terutama terjadi pada sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasil-hasilnya, daging dan hasil-hasilnya, ikan diawetkan, telur, susu dan hasil-hasilnya, sayur-sayuran, lemak dan minyak dan bahan makanan lainnya. Andil inflasi tertinggi pada kelompok bahan makanan ini berturut-turut; daging dan hasil-hasilnya, padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya, sayur-sayuran, lemak dan minyak,telur, susu dan hasil-hasilnya, ikan diawetkan, dan bahan makanan lainnya. Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan pada bulan ini memberi andil inflasi sebesar 0,2510 persen.

2.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Mei 2016 mengalami inflasi 0,60 persen. Kenaikan indeks pada kelompok ini dipicu oleh naiknya harga gula pasir, rokok kretek filter, rokok putih, kembang gula dan teh. Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi sebesar 0,0986 persen.

3.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Pada bulan Mei 2016, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi dengan besaran -0,12 persen. Penurunan indeks terutama disebabkan oleh turunnya harga semen, sabun cair/cuci piring dan tarif listrik. Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi andil deflasi sebesar -0,0254 persen.

4. Kelompok Sandang

Kelompok sandang pada bulan Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,59 persen. Penyebab terjadinya inflasi pada kelompok ini adalah karena naiknya harga emas perhiasan dan kemeja pendek. Secara keseluruhan kelompok sandang memberikan andil inflasi sebesar 0,0330 persen.

5. Kelompok Kesehatan

Kelompok kesehatan pada bulan Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen. Penyebab terjadinya inflasi pada kelompok ini adalah karena naiknya tarif dokter gigi, harga pasta gigi, sabun mandi, dan sikat gigi. Secara keseluruhan kelompok kesehatan memberikan andil inflasi sebesar 0,0040 persen.

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan Mei 2016 ini mengalami deflasi sebesar -0,03 persen. Penyebab terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah karena turunnya harga personal komputer/desktop, printer dan laptop/notebook. Secara keseluruhan kelompok kesehatan memberikan andil inflasi sebesar -0.0029 persen

(4)

7. Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Mei 2016 merupakan pemicu inflasi tertinggi dengan besaran 2,86 persen. Terjadinya inflasi pada kelompok ini terutama disebabkan oleh naiknya harga tiket angkutan udara di minggu pertama yang bertepatan dengan libur panjang, juga kenaikan harga sepeda motor dan mobil. Secara keseluruhan, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang inflasi terbesar di bulan ini, yaitu sebesar 0,5208 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Pada Mei 2016 ini Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,88 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibanding kondisi Mei 2015 yang mengalami inflasi 0,38 persen maupun bulan Mei 2014 yang sebesar -0,59 persen. Laju inflasi tahunan/year on year pada Mei 2016 sebesar 4,99 persen, lebih tinggi dari Mei 2015 maupun Mei 2014 yang masing-masing sebesar 9,35 persen dan 7,25 persen.

Gambar2

Perbandingan Inflasi Kota Bengkulu Bulan Mei 2014-2015 (2012=100)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI SUMATERA

Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Mei 2016 ini, 16 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Dengan inflasi 0,88 persen, Bengkulu menempati urutan ke 3 se Sumatera. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan dengan besaran 1,30 persen, sementara kota yang mengalami deflasi terendah adalah Bungo (-0,91 persen)

Tabel 3

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-Kota di Sumatera Mei 2016 (2012=100) -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00

Inflasi Mei Laju Inflasi Tahun Kalender

Laju Inflasi Year on year -0.59 0.19 7.25 0.38 -1.17 9.35 0.88 0.49 4.99 2014 2015

K O T A IHK Mei 2016 Mei 2016 Inflasi K O T A IHK Mei 2016 Mei 2016 Inflasi [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]

1 Tanjung Pandan 128,44 1,30 13 Tembilahan 127,17 0,12 2 Jambi 122,09 0,89 14 Tanjung Pinang 122,61 0,11 3 Bengkulu 129,23 0,88 15 Dumai 123,51 0,06 4 Pematang Siantar 127,24 0,82 16 Bandar Lampung 123,34 0,06 5 Banda Aceh 116,30 0,73 17 Metro 130,75 -0,02 6 Palembang 121,62 0,66 18 Batam 121,80 -0,07 7 Medan 126,42 0,44 19 Pangkal Pinang 124,41 -0,11 8 Meulaboh 122,49 0,39 20 Bukittinggi 120,68 -0,34 9 Lubuk Linggau 120,77 0,33 21 Padang 127,25 -0,37 10 Padang Sidempuan 121,04 0,31 22 Sibolga 123,71 -0,47 11 Lhokseumawe 118,09 0,25 23 Bungo 120,13 -0,91 12 Pekan Baru 121,89 0,23

(5)

+

Gambar 3

Inflasi Kota-Kota di Sumatera Pada Bulan April 2016 dan Mei 2016

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI INDONESIA

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, pada bulan Mei 2016 ini, 67 kota IHK mengalami inflasi, dan 15 kota mengalami inflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-8 kota-kota yang mengalami inflasi. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Pontianak 1,67 persen) inflasi terendah di Singaraja dan Palangkaraya 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Maumere (-0,01 persen) dan inflasi terendah di Sorong (-0,92 persen).

-2.00 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 Meul ab oh B and a Ace h Lho kse umawe Sib olg a Pem atang Sia nt ar Meda n Pa da ng Sid em p ua n Padang B ukit ti ng gi Tem bi lah an Pek an B ar u Dum ai B ungo Jam bi Pa le mbang Lub uk Li ng gau B engkulu B and ar Lamp ung Met ro Tanjung Pandan Pa ng kal Pi na ng B at am Tanjung Pi n ang Mei-16 Apr-16 Bengkulu

(6)

Perbandingan Inflasi Antar Kota di Indonesia Bulan Mei 2016 (2012=100) -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 Pontianak Ambon Bau-bau Tanjung pandan Jambi Bengkulu Serang Pematang siantar Palu Merauke Banda aceh Kupang Jayapura Palembang Pare pare Manokwari Tarakan Cilegon Medan Tasikmalaya Sampit Singkawang Meulaboh Bogor Lubuk linggau Tegal Depok Padang sidempuan Sumenep Banjarmasin Sukabumi Bulukumba Ternate Watampone Cirebon Gorontalo Lhokseumawe Bandung Pekan baru Dki jakarta Kudus Cilacap Jember Malang Probolinggo Tangerang Kendari Manado Surabaya Balikpapan Mamuju Tembilahan Purwokerto Semarang Banyuwangi Kediri Tanjung pinang Denpasar Bekasi Yogyakarta Dumai Bandar lampung Madiun Samarinda Surakarta Singaraja Palangkaraya Maumere Metro Batam Makassar Pangkal pinang Mataram Tanjung Bukittinggi Padang Palopo Sibolga Tual Bima Bungo Sorong

(7)

+

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi dan laju Inflasi Kota Bengkulu Menurut Kelompok/Subkelompok Bulan Mei 2016 (IHK 2012 = 100)

Kelompok/Sub kelompok IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 Inflasi Tahun Kalender Inflasi Y o Y (1) (4) (5) (6) (7) U M U M / T O T A L 129,23 0,88 0,49 4,99 I BAHAN MAKANAN 136,58 1,01 -1,81 5,70 Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 134,55 3,67 -6,45 1,92 Daging dan Hasil-hasilnya 140,96 5,63 13,95 16,98 Ikan Segar 121,80 -1,08 3,44 5,04 Ikan Diawetkan 143,03 0,80 4,08 -1,31 Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 126,97 1,00 -2,68 4,07 Sayur-sayuran 165,90 3,57 -6,37 10,56 Kacang - kacangan 115,70 -0,01 -0,07 1,33 Buah - buahan 178,68 -0,12 4,07 14,06 Bumbu - bumbuan 126,33 -8,47 -17,45 -2,02 Lemak dan Minyak 122,74 2,45 9,62 3,58 Bahan Makanan Lainnya 136,65 0,18 0,43 3,48 II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 127,25 0,60 2,62 6,10 Makanan Jadi 126,30 0,02 0,82 4,58 Minuman yang Tidak Beralkohol 121,28 1,61 4,65 5,79 Tembakau dan Minuman Beralkohol 132,83 1,23 5,34 9,55 III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 120,59 -0,12 1,41 2,26 Biaya Tempat Tinggal 118,27 -0,03 1,32 1,72 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 132,92 -0,20 2,25 3,81 Perlengkapan Rumahtangga 113,89 0,00 1,60 2,96 Penyelenggaraan Rumahtangga 113,55 -0,63 -0,53 1,20 IV SANDANG 116,46 0,59 1,98 5,33 Sandang Laki-laki 120,92 -0,02 0,83 6,69 Sandang Wanita 120,55 0,00 0,57 3,03 Sandang Anak-anak 116,93 0,02 1,03 3,84 Barang Pribadi dan Sandang Lain 105,33 2,96 6,92 8,33 V KESEHATAN 129,74 0,09 2,68 4,81 Jasa Kesehatan 134,64 0,14 0,61 1,55 Obat-obatan 119,95 0,00 6,25 7,90 Jasa Perawatan Jasmani 146,00 0,00 0,87 8,63 Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,62 0,12 3,30 5,64 VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 130,12 -0,03 0,56 11,06

Pendidikan 140,10 0,00 0,01 13,70 Kursus-kursus / Pelatihan 117,49 0,00 0,00 14,37 Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 120,58 -0,22 3,04 7,30 Rekreasi 110,17 0,00 0,60 2,90 Olahraga 130,74 0,00 1,37 9,34 VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 136,49 2,86 -0,19 3,50 Transpor 154,62 4,14 -1,15 4,12 Komunikasi Dan Pengiriman 100,19 0,00 0,17 -0,13 Sarana dan Penunjang Transpor 121,58 0,00 5,44 5,85 Jasa Keuangan 113,43 0,00 4,93 4,93

Referensi

Dokumen terkait

Istilah management berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, melaksanakan, mengelola, mengendalikan, dan memperlakukan. Namun kata manajemen sendiri

Berkaitan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh Soekarno, maka yang menjadi tujuan dari penulisan ini ialah melihat hal-hal yang telah dilakukan oleh Soekarno

Dari ketiga definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran timbul bukan hanya karena kegiatan menjual barang atau jasa melainkan juga untuk

Tab Formulas , berisi tombol-tombol perintah untuk menyisipkan fungsi- fungsi yang terdapat dalam MS-Excel.. Tab Data, berisi tombol-tombol perintah untuk pengolahan

Hasyim Asy‟ari sebagai seorang tokoh ulama Indonesia yang berkecimpung dalam dunia pendidikan islam, dan kemudian menyusun dalam sebuah karya skripsi dengan judul

Produksi jagung pada tahun 2016 ini apabila dibandingkan dengan target kinerja yang tertuang dalam Renstra Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Treggalek Tahun 2016 – 2021

Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa empati adalah perubahan imajinasi seseorang ke dalam pikiran, perasaan, dan perilaku orang lain, dimana seseorang

Ya Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kami, yang telah lahir di Betlehem.. Kami puji namaMu yang kudus, karena Engkau telah melawat