REPUBLIK INDONESIA. BERKEINGINAN untuk memajukan dan memperkuat kerja sama dalam bidang seni dan budaya, dan;

Teks penuh

(1)

(

REPUBLIK INDONESIA

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN TENTANG

KERJASAMA KEBUDAYAAN A.NTARA

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN

PEMERINTAH WILAYAH ADMINISTRATIF KHUSUS HONG KONG REPUBLIK RAKY AT TIONGKOK

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong Republik Rakyat Tiongkok, untuk selanjutnya masing-masing disebut sebagai "Pihak" dan secara bersama disebut sebagai "Para Pihak";

BERKEINGINAN untuk memajukan dan memperkuat kerja sama dalam bidang seni dan budaya, dan;

MEMPERCA Y AI bahwa kerjasama ini akan memberikan kontribusi dalam pengembangan kesadaran bersama, saling menghormati, saling memahami dan persahabatan diantara rakyat kedua belah Pihak;

SESUAI dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Para Pihak.

(2)

PASALI TUJUAN

Para Pihak akan memajukan pengembangan hubungan yang saling menguntungkan di bidang seni dan budaya.

PASAL II

PRINSIP KERJASAMA

Para Pihak akan berupaya untuk saling meningkatkan wawasan budaya satu sama lain dan akan berupaya dengan maksimal untuk memfasilitasi kesepahaman bersama dan pertukaran-pertukaran di bidang budaya dan seni.

PASAL Ill

BIDANG KERJASAMA

Para Pihak akan berusaha, di dalam kerangka hukum dan peraturan yang berlaku bagi masing-masing Pihak, untuk mengembangkan kerjasama di bidang kebudayaan sebagai berikut:

1. Kesenian

Mendorong dan membantu memfasilitasi pameran dan promosi karya seni asli dan mendorong serta membantu kunjungan para seniman dan tenaga ahli untuk mendukung penyelenggaraan pameran dan aktivitas promosi dimaksud termasuk dukungan pelaksanaan pertukaran pameran,

Mendorong program residensi seniman, baik program yang sudah ada atau program dimasa mendatang di Wilayah Republik Indonesia dan di wilayah Administratif Khusus Hong Kong Republlk Rakyat Tiongkok;

(3)

2. Film

Mendorong pengembangan jejaring pendidikan melalut pertukaran-pertukaran dan kerjasama antara para akademisi perfilman dan para pembuat film;

Mendorong kerjasama antar lembaga film dari kedua Pihak;

Memfasilitasi partisipasi di masing-masing festival film, baik dalam bentuk format digital (festival film daring/online) maupun di teater dan tempat-tempat lainnya

3. Museum dan Galeri

Mendukung kolaborasi untuk saling bertukar pikiran dan menawarkan saran termasuk namun tidak terbatas pada ilmu permuseuman, infrastruktur museum, pelestarian koleksi, peningkatan pengunjung museum, program pendidikan dan pelatihan, presentasi digital, promosi bagi museum/galeri seni dan museum warisan serta pertukaran pameran.

4. Gastronomi

Mendorong pertukaran ahli dan promosi di bidang Gastronomi.

5 Pendidikan Kebudayaan

Mendorong pertukaran antara lembaga mereka dengan menawarkan program-program pendidikan seni, dan memfasilitasi pembangunan jejaring pendidikan untuk memperkuat pengetahuan dan kualitas program pendidikan dan penelitian seni;

Mendorong pengembangan koneksi pendidikan melalui pertukaran dan pengaturan kerjasama antara masing-masing lembaga seni atau lembaga terkait desain mereka.

(4)

PASAL IV

PENGATURAN PELAKSANAAN

1. Pelaksanaan proyek apapun yang berada di bawah Memorandum Saling Pengertian ini akan diatur dalam pengaturan terpisah yang akan dilaksanakan oleh otoritas yang berwenang dari Para Pihak.

2. Pengaturan terpisah akan memuat ketentuan teknis, syarat dan ketentuan finansial, serta aspek spesifik lainnya dari proyek, serta personil yang terlibat.

PASAL V

HAK KEKA Y AAN INTELEKTUAL

1. Setiap Pihak akan menghormati hak kekayaan intelektual Pihak lainnya sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku bagi Para Pihak.

2 Dalam hal munculnya kekayaan intelektual yang timbul dari pengaturan-pengaturan, program-program atau proyek-proyek tertentu yang dilaksanakan berdasarkan Memorandum Saling Pengertian ini, Para Pihak akan membuat pengaturan terpisah mengenai kekayaan intelektual tersebut, termasuk mengenai hal-hal yang menyangkut dengan kepemilikan dan penggunaan kekayaan intelektual tersebut, sesuai dengan hukum dan peraturan peraturan yang berlaku bagi Para Pihak.

PASAL VI

PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL

1. Para Pihak mengakui dan menghargai keberadaan dan mengedepankan perlindungan terhadap pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku bagi Para Pihak.

(5)

2. Penggunaan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional Para Pihak dalam pelaksanaan Memorandum Saling Pengertian ini akan dilakukan melalui pengaturan khusus yang disepakati oleh Para Pihak.

PASAL VII

TANGGUNG JAWAB SALING MENGHORMATI

1.

Masing - masing Pihak akan memastikan bahwa personil yang terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan Memorandum Saling Pengertian ini akan menghindari kegiatan apapun yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan Memorandum Saling Pengertian ini.

2. Pihak yang telah memberikan izin memiliki hak untuk mencabut izin yang diberikan kepada personil yang telah melakukan kegiatan apapun yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan Memorandum Saling Pengertian ini.

PASAL VIII KERAHASIAAN

1 Para Pihak tidak akan mengungkapkan pada pihak ketiga informasi atau dokumen apapun yang diperoleh berdasarkan Memorandum Saling Pengertian ini tanpa persetujuan tertulis dari Para Pihak kecuali untuk informasi atau dokumen yang merupakan atau menjadi pengetahuan umum selain hasil pengungkapan yang tidak sah oleh Pihak

2. Ketentuan Pasal ini akan tetap berlaku bagi Para Pihak meski Memorandum Saling Pengertian telah dihentikan, sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku bagi Para Pihak dan komitmen internasional Para Pihak.

(6)

PASAL IX

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Setiap perselisihan atau perbedaan diantara Para Pihak yang muncul dari penafsiran atau pelaksanaan Memorandum Saling Pengertian ini akan diselesaikan secara damai melalui konsultasi dan/atau negosiasi diantara Para Pihak.

PASALX AMANDEMEN

Setiap amandemen terhadap Memorandum Saling Pengertian ini dapat dilakukan dengan persetujuan tertulis dari Para Pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Memorandum Saling Pengertian ini.

PASALXI

PEMBERLAKUAN, MASA BERLAKU DAN PENGAKHIRAN

1. Memorandum Saling Pengertian ini akan berlaku terhitung sejak tanggal penandatanganan, dan akan tetap berlaku untuk jangka waktu tiga (3) tahun dan akan otomatis diperpanjang untuk periode-periode tiga (3) tahun berikutnya, kecuali salah satu Pihak memberikan notifikasi tertulis kepada Pihak lainnya mengenai keinginannya untuk tidak memperpanjang ke~a sama tiga (3) bulan sebelumnya.

2. Salah satu Pihak dapat mengakhiri Memorandum Saling Pengertian ini setiap saat dengan memberikan waktu pemberitahuan secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum Pengakhiran kepada Pihak lainnya.

3. Pengakhiran Memorandum Saling Pengertian ini tidak akan mempengaruhi masa berlaku proyek atau program yang tengah berlangsung yang dibuat berdasarkan Memorandum Saling Pengertian

(7)

sampai selesainya proyek atau program tersebut, kecuali Para Pihak memutuskan bersama sebaliknya.

SEBAGAI BUKTI, yang bertandatangan di bawah ini, telah menandatangani

Memorandum Saling Pengertian ini.

DITANDATANGANI di Hong Kong pada tanggal 1 Mei 2017 dalam rangkap

dua asli, masing-masing dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa lnggris,

semua naskah memiliki kekuatan yang sama. Apabila terdapat perbedaan penafsiran, naskah Bahasa lnggris yang berlaku.

Untuk Pemerintah Republik Indonesia

~/

//~'"'

t:~

MUHADJIR EFFENDY Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan

Untuk Pemerintah Wilayah Administratif Khusus

Hong Kong

Republik Rakyat Tiongkok

,

LAU KONG WAH

(8)

(

REPUBIJK 11\"DONF..SIA MEMORANDUM OF UNDERSTANDING ON CULTURAL COOPERATION BETWEEN

THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND

THE GOVERNMENT OF THE HONG KONG SPECIAL ADMINISTRATIVE REGION

OF THE PEOPLE'S REPUBLIC OF CHINA

The Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Hong Kong Special Administrative Region of the People's Republic of China, hereinafter individually referred to as the "Participant" and collectively as the "Participants";

Desiring to promote and strengthen cooperation in the fields of culture and the arts, and;

Believing that such cooperation will contribute to the furtherance of mutual awareness, respect, understanding and friendship between their people,

Pursuant to their prevailing laws and regulations,

(9)

Article I

Objective

The Participants will promote the development of mutually beneficial relations in the fields of culture and the arts.

Article II

Principle

The Participants will endeavor to improve mutual knowledge of each other's culture and will endeavor, to the extent possible, to facilitate mutual understanding and exchanges in the fields of culture and the arts.

Article Ill

Scope of Cooperation

The Participants will endeavor, within the framework of their applicable laws and regulations, to develop cultural cooperation in the following areas:

1. Arts

Encourage and help facilitate exhibitions and promotion of original works of art and encourage and assist with visits by artists and specialists to provide support for such exhibitions and promotions including support for exhibition exchanges;

Encourage artist-in-residency programmes, either existing or future programmes in the Republic of Indonesia and in the Hong Kong Special Administrative Region of the People's Republic of China;

Encourage exchanges and cooperation in the area of performing arts.

2. Film

Encourage the development of educational links via exchange and

(10)

Encourage the cooperation between their respective film institutes;

Facilitate the participation at each other's film festivals, both in digital format (online film festivals) as well as at theatres and other venues.

3. Museums and Galleries

Encourage collaboration with a view to exchanging ideas and offering advice including but not restricted to museology, infrastructure of museums, collection preservation, audience development, education and training programmes, digital presentation, promotion for both art museums/galleries and heritage museums and exchange of exhibitions.

4. Gastronomy

Encourage the exchange of experts and promotion of gastronomy.

5. Cultural Education

Encourage exchanges between their respective institutions offering arts education programmes, and facilitate the building up of knowledge networks with an aim to strengthen the knowledge and quality of arts education programmes and research;

Foster the development of educational links via exchange and cooperation arrangements between their respective arts or desJgn-related institutions.

6 Any other areas of cooperation as may be jointly decided by the Participants.

(11)

Article IV

Implementing Arrangements

1. The implementation of any projects under this Memorandum of Understanding, hereinafter referred to as "MoU", is subject to separate arrangements to be concluded by the competent authorities of the Participants.

2 The separate arrangements will specify the technical, financial terms and conditions, and other specific aspects of the projects, and the personnel involved.

Article V

Intellectual Property Rights

1. Each Participant should respect intellectual property rights of the other Participant in accordance with their applicable laws and regulations.

2. In case any intellectual property arises from any specific arrangements, programmes or projects implemented under this MoU, the Participants should conclude separate arrangements in relation to such intellectual property including its ownership and use in accordance with their applicable laws and regulations.

Article VI

Traditional Knowledge and Folklore

1. The Participants recognize and respect the existence and protection of traditional knowledge and folklore in accordance with their applicable laws and regulations.

(12)

2. The use of traditional knowledge and folklore of the Participants in the implementation of this MoU should be effected through specific arrangements to be concluded between them.

Article VII

Responsibility to Respect

1. Each Participant should assure that its personnel involved in the activity related to this MoU will avoid any activity inconsistent with the purposes and objectives of this MoU.

2. The Participant who has issued a permit reserves the rights to revoke the permit granted to personnel who have performed any activity inconsistent with the purposes and objectives of this MoU.

Article VIII Confidentiality

1. The Participants should not disclose to third party any information or documents obtained under this MoU without mutual written consent except for any information or document which is or becomes public knowledge other than a result of unauthorized disclosure by a Participant.

2 The provision of this Article continues to be applicable to the Participants notwithstanding the termination of this MoU, in accordance with their applicable laws and regulations, and their international commitments.

Article IX

Settlement of Disputes

Any dispute or differences between the Participants anstng from the interpretation or implementation of this MoU will be settled amicably through consultations and/or negotiations between them.

(13)

Article X Amendment

Any amendment to this MoU can be effected by mutual written consent of the

Participants and constitutes an integral part of this MoU

Article XI

Entry into Effect, Duration and Termination

1. This MoU will come into effect on the date of its signing and remain valid for a period of three (3) years and will be automatically renewed for successive periods of three (3) years, unless either Participant notifies the other in writing of its tntention not to renew three (3} months in advance. 2. Either Participant may terminate this MoU at any time by giving six (6)

months' prior notice in writing to the other Participant.

3. The termination of this MoU does not affect the duratton of any projects or programmes made under this MoU which are in progress at the time of such termination until the completion of such projects or programmes, unless the Participants jointly decide otherwise.

IN WITNESS WHEREOF, the undersigned, have signed this MoU.

Signed in Hong Kong on 1 May 2017 in two originals, in the Indonesian and English languages respectively, both texts being equally valid. In case of any divergence, the English text will prevail

(14)

For the Government of the Republic of Indonesia

MUHADJIR EFFENDY Minister of Education and

Culture

For the Government of the Hong Kong Special Administrative Region of the People's Republic of China

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :